Jurnal Patra
Jurnal Patra berupa pengkajian ilmiah dan penyampaian proses perancangan secara ilmiah dalam bidang perancangan lingkungan binaan, yang meliputi: (a) desain interior, (b) desain produk, (c) arsitektur, (d) teknologi bangunan, (e) ) etnografi terkait perancangan lingkungan binaan, (f) komputasi arsitektur, (g) perancangan wilayah kota, (h) budaya yang terkait dengan desain interior dan arsitektur.
Articles
90 Documents
PENGEMBANGAN POLA ANYAMAN BUNGKUS KOPI UNTUK PENGEMBANGAN PRODUK UMKM “MIMI’S CRAFT”
Devanny Gumulya
Jurnal PATRA Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Patra Mei 2022
Publisher : LPPM Institut Desain dan Bisnis Bali
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35886/patra.v4i1.318
Kegiatan PKM dari program studi desain produk adalah pengembangan kelompok pengrajin. Salah satunya adalah komunitas penganyam bungkus kopi yang Bernama Mimi’s Craft yang lahir dari seorang local champion yang ingin membantu mengurangi sampah bungkus kopi di rumahnya. Mimi’s Craft berada di kecamatan Panongan, Tangerang. Komunitas ini terkendala pengembangan produk baru. PKM menerapkan proses design thinking empathize, define, ideate, prototype dan testing. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam kegiatan PKM ini adalah wawancara mendalam, studi literatur dan dokumentasi. Hasil kegiatan PKM adalah pola anyaman pengembangan dari pola anyaman yang sudah ada dan prototipe dengan pola anyaman baru untuk target market. PKM ini merekomendasikan bahwa ketika menerapkan proses design thinking, tim PKM dapat melihat faktor – faktor yang berperan dalam kemampuan inovasi komunitas secara mendalam yang terbagi dua yaitu faktor internal seperti suasana dan budaya lokal, usaha sumber daya manusia untuk belajar, kolaborasi, belajar dari melakukan, pemimpin lokal. Serta faktor eksternal seperti keterbukaan, keluasan dan kedekatan usaha dengan mitra.
Culture Acculturation in Architecture of Masjid Kasimuddin at Bulungan, North Borneo
Afifah Nurul Jihad;
Agus Dody Purnomo
Jurnal PATRA Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Patra Mei 2022
Publisher : LPPM Institut Desain dan Bisnis Bali
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35886/patra.v4i1.320
Acculturation is the process of mixing or merging two different cultures into one new culture. One example of cultural acculturation is found in the architecture of Kasimuddin mosque located in Tanjung Palas, Bulungan Regency, North Kalimantan has a unique architectural form. This mosque is often known as the sultan's mosque because this mosque was built during the Bulungan Sultanate. The existence of this mosque is included in the Bulungan government's cultural tourism project plan. In addition to having a local cultural character, the architecture of this mosque is also influenced by other cultures. This research aims to examine cultural acculturation in the architecture of Kasimuddin Mosque. In addition, it is expected that this writing can be one of the references for the implementation of the next mosque restoration. The research method used is qualitative method. With the form of data collection through field surveys, interviews, and some references from journals. This research was conducted on the Kasimuddin Mosque building. This mosque became one of the artifacts of the Bulungan sultanate and currently still serves as a place of worship as well as a cultural object. Various cultures influence the architecture of the mosque, including Javanese, Sumatran, Betawi, Malay, and European cultures. The occurrence of cultural acculturation because it is located in a coastal area where the area becomes a meeting place between nations. So it is not surprising that in the Bulungan area there is acculturation of different cultures. Kasimuddin Mosque is one example of the result of cultural acculturation. As a cultural heritage building is expected to always be maintained, and considered both by the local government and the local community.
EKSPLORASI LIMBAH KAYU SERUT DAN BUBUK DENGAN PEREKAT ALAMI
Susi Hartanto
Jurnal PATRA Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Patra Mei 2022
Publisher : LPPM Institut Desain dan Bisnis Bali
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Adapun limbah kayu yang banyak dihasilkan salah satunya adalah limbah kayu serut dan serbuk gergaji. Dari hasil eksplorasi yang sudah dilakukan, hasil olahan dari limbah kayu serut yang ditambahkan serbuk kayu presentase 75% dengan perekat alami berbasis tepung kentang memiliki sifat terbaik yang dapat menahan beban hingga 12 kg, cukup tahan terhadap air, dan kaku. Untuk resep lem alami, cuka merupakan elemen yang penting untuk mencegah terjadinya pertumbuhan jamur yang ada. Artikel ini diharapkan dapat memberikan wawasan mengenai pengolahan limbah kayu serut dan serbuk dengan perekat ramah lingkungan bagi para desainer, pebisnis, pengrajin produk ataupun akademisi.
ADAPTASI BENTUK DAN WUJUD PENATAAN RUANG BALI MADYA DALAM MEMPERTAHANKAN RUANG TERBUKA HIJAU
I Made Jayadi Waisnawa
Jurnal PATRA Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Patra Mei 2022
Publisher : LPPM Institut Desain dan Bisnis Bali
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35886/patra.v4i1.332
The natural damage is getting worse, especially in urban areas. The damage was caused by the decreasing number of green open spaces. Modern society thinking is not in line with traditional society, especially in spatial planning. Modern society tends to eliminate Green Open Space for commercial purposes while traditional society provides a large space for the provision of Green Open Space. This condition can be observed from the spatial arrangement of the Bali Madya traditional society. This study aims to determine how to adapt the spatial planning of Bali Madya, especially in densely populated urban areas. This study uses a qualitative method which will be presented descriptively. Data collection was carried out using a purposive sample method with the criteria for residential houses using Bali Madya arrangement and having a Green Open Space. The location of the research object is in the city of Denpasar, Gianyar and Badung regencies which are directly adjacent to the city of Denpasar. The increasing population in urban areas makes it difficult to get enough land for residential houses for Green Open Space. The steps that can be taken are adapting the traditional way of managing the yard of the living house. The adaptation of the Bali Madya spatial arrangement does not eliminate open space but only changes shape and form. This is due to adjustments to the availability of land, the dimensions of the building. The form of Green Open Space is adjusted through the selection of plant types and pavement materials.
KREATIFITAS ORNAMEN ARSITEKTUR TRADISIONAL BALI DARI BATU PADAS ARTIFISIAL
Kadek Prana Jaya
Jurnal PATRA Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Patra Mei 2022
Publisher : LPPM Institut Desain dan Bisnis Bali
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35886/patra.v4i1.347
Ekonomi kreatif merupakan penciptaan nilai tambah yang berbasis ide gagasan yang lahir dari kreativitas berbasis ilmu pengetahuan, tercantum peninggalan budaya, serta teknologi. Kreativitas ialah aspek pendorong timbulnya inovasi ataupun penciptaan karya kreatif dengan menggunakan temuan yang telah ada sebelumnya. Batu padas artifisial merupakan bentuk kreatifitas yang dilakukan kelompok warga di Bali untuk mengeksplore bahan ornamen arsitektur tradisional Bali. Pembuatan batu padas artifisial dapat meningkatkan nilai positif untuk pertumbuhan usaha untuk pengerajin seni ukir padas di Bali. Peran pemerintah & akademisi dapat membantu menghasilkan suatu rekayasa material serta bahan bangunan alternatif yang baik untuk kelangsungan serta kelestarian arsitektur tradisional Bali. Riset ini berupaya untuk menguak proses kreatif pengerajin batu padas artifisial di Bali sebagai alternatif bahan bangunan yang digunakan dalam ornamen arsitektur tradisional Bali
MENGENALKAN KEBUDAYAAN MENTAWAI DENGAN MENJADIKAN INSPIRASI PERANCANGAN INTERIOR RESORT HOTEL
KENANGA MAHARANI AZNEL
Jurnal PATRA Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Patra Oktober 2022
Publisher : LPPM Institut Desain dan Bisnis Bali
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35886/patra.v4i2.304
Kepulauan Mentawai memiliki potensi wisata yang beragam, seperti wisata alam, dan wisata budaya, potensi-potensi ini menarik wisatawan dari berbagai kalangan, baik wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara. Kepulauan Mentawai memiliki berbagai macam kebudayaan lokalitas, seperti seni titi (tato) suku Mentawai dan pakaian tradisional suku Mentawai yang terbagi tiga antara lain Pakaian adat Sikerei, pakaian adat Pangureijat, dan pakaian aktivitas sehari-hari. Melalui perancangan interior yang terinspirasi dari lokalitas suku Mentawai dengan pendekatan budaya, diharapkan dapat menjadi sarana dalam membangkitkan dan memperkenalkan nilai-nilai lokalitas budaya Mentawai kepada masyarakat umum. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh dari studi literatur, jurnal ilmiah, paper makalah, ebook, maupun website terkait topik penelitian. Melalui perancangan interior ini diharapkan dapat menginspirasi bagi desainer maupun pihak lain dalam mengembangkan kebudayaan lokalitas atau tradisional terutama kebudayaan Mentawai. Inspirasi budaya yang diangkat pada perancangan resort hotel ini adalah titi atau tato khas Mentawai yang memiliki tujuh motif utama serta pakaian adat tradisional suku Mentawai yang memiliki berbagai warna dan makna.
PENERAPAN SIMBOLIS DALAM ELEMEN KEAGAMAAN PADA KONSEP “NATURE DRAMATIC” DI KANTOR KEMENTARIAN AGAMA KOTA BEKASI
Nadila Rindy Antika Putri;
Ratri Wulandari
Jurnal PATRA Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Patra Mei 2022
Publisher : LPPM Institut Desain dan Bisnis Bali
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35886/patra.v4i1.307
Perkantoran merupakan salah satu tempat aktivitas tatausaha bagi para pendiri beserta karyawannya. Banyak permasalahan dalam desain interior kantor, salah satunya menyangkut tingkat kenyamanan dan kelengkapan bangunan. Penerapan tema alam membuat bangunan terlihat asri terutama pada lokasi Bekasi merupakan salah satu kota yang sangat panas dan penuh polusi. Konsep “Nature Dramatic” di Kantor Kementerian Agama Kota Bekasi memiliki konsep pendekatan ideologi simbolis dengan memaksimalkan sebuah karakteristik makna ruang sebagai suatu loyalitas kewarganegaraan. Nature dramatic yang memiliki makna sebagai penghormatan alam semesta dalam ritual ketuhanan bertujuan untuk meningkatkan konsentrasi saat melakukan penyelesaian masalah keagamaan. Secara simbolis, elemen keagamaan yang generik biasanya terwujud dalam bentuk logo atau visi misi bangunan yang berkaitan dengan aktivitas nonformal dan bebas. Keterikatan manusia dengan alam merupakan adaptasi yang berevolusi sehingga meningkatkan interaksi positif antara manusia dan alam serta dapat memperluas rasa sebuah hubungan dan tanggung jawab. Unsur simbolis yang tidak hanya dapat dilihat, tetapi juga dirasakan semua indra sehingga adanya penerapan makna interior yang membentuk karakter interior bangunan Kantor Kementerian Agama Kota Bekasi.
KAJIAN ASPEK GREEN MATERIAL DESAIN INTERIOR: VILLA AIR NATURAL RESORT BANDUNG
Trifandy .;
Tessa Eka Darmayanti;
Ferlina Sugata
Jurnal PATRA Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Patra Oktober 2022
Publisher : LPPM Institut Desain dan Bisnis Bali
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35886/patra.v4i2.312
Pembangunan adalah salah satu bidang yang menjadi penyumbang terbesar terjadinya pemanasan global terutama di Indonesia. Hal ini dapat terlihat pada penggunaan material bangunan yang berasal dari sumber daya alam yang tidak terbaharukan bahkan tidak tahan lama dan bangunan harus di renovasi dalam kurun waktu kurang dari 5 (Lima) tahun. Untuk itu, diperlukan pemahaman mengenai penggunaan material pada bangunan yang ramah lingkungan dan disesuaikan terhadap pengadaan bangunan sehingga dapat memperpanjang usia dari bangunan itu sendiri. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisa seberapa efektif penggunaan green material pada desain interior sebuah villa, yang pada penulisan ini mengambil Villa Air Natural Resort Bandung sebagai objek studi. Pada penulisan ini, penulis melakukan studi secara kuantitatif mengenai material yang digunakan pada Villa Air Natural Resort terhadap kriteria dari green material dan diharapkan bahwa hasil penelitian ini dapat memberi pengetahuan kepada masyarakat bahwa aspek penting dalam pembangunan resort ramah lingkungan terdapat pada pemilihan material dengan kriteria green material sehingga dapat menghasilkan bangunan yang ramah lingkungan.
Ornamen MENELAAH ORNAMEN RUMAH TRADISIONAL BUMBUNGAN LIMA PADA ARSITEKTUR RUMAH FATMAWATI SOEKARNO
RIZKI ADINDA PUTRI
Jurnal PATRA Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Patra Oktober 2022
Publisher : LPPM Institut Desain dan Bisnis Bali
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35886/patra.v4i2.314
Abstract : Culture transitions as a result of globalization, even being forgotten by modern society. This shift in local culture occurs in various aspects, one of which is traditional buildings. The existence of traditional buildings must be maintained and applied because traditional buildings have a national identity that has philosophical values and their uniqueness, very different from modern buildings. One of the elements of wealth in traditional buildings is the presence of ornaments. special layout. the traditional ornament of the Bumbungan Lima House which has been implemented in the Fatmawati House museum. The research method used is qualitative, primary data collection is through field surveys and interviews, while secondary data is collected through literature studies. The results of this study are that Fatmawati House not only applies the Bumbungan Lima house ornament but also applies to the typology of the house. Based on the analysis that has been carried out that the house of fatmawati applies several Bumbungan Lima house ornaments and malayu architectural ornaments, these ornaments have their uniqueness so that they can beautify the building. Key words : Traditional building, Bumbungn Lima House,Museum, Ornaments Abstrak : Globalisasi menyebabkan budaya lokal mengalami pergeseran bahkan dilupakan oleh masyarakat modern. Pergeseran budaya lokal ini terjadi pada berbagai aspek salah satunya ialah bangunan tradisional. Keberadaan bangunan tradisional harus dipertahankan dan di aplikasikan karena bangunan tradisional merupakan jati diri bangsa yang mempunyai nilai filosofi serta keunikan tersendiri. Hal ini berbeda dengan bangunan modern yang umumnya tidak memiliki nilai filosofi. Salah satu unsur kekayaan pada bangunan tradisional adalah keberadaan ornamen. Pada umumnya ornamen yang dimiliki oleh bangunan tradisional mempunyai fungsi tersendiri. Fungsi tersebut bukan hanya sebagai estetika akan tetapi mempunyai makna filosofi yang diperlukan oleh masyarakat setempat sehingga ornamen-ornamen tersebut mempunyai tata letak khusus. Tujuan dilakukan penelitian ilmiah ini adalah untuk mengenal kembali ornamen tradisional Rumah Bumbungan Lima yang telah diimplementasikan pada Museum Rumah Fatmawati. Metode penelitian yang digunakan ialah metode kualitatif, dengan cara melakukan pengumpulan data primer melalui survei lapangan dan wawancara sedangkan dan data sekunder melalui studi literatur. Hasil dari penelitian ini bahwa Rumah Fatmawati memiliki bentuk yang serupa dengan Rumah Bumbungan Lima serta memiliki keunikan ornamen. Ornamen-ornamen tersebut antara lain: motif Lebah Berguyut,Pucuk Rebung dan motif Bunga Saroja. Ornamen Rumah Bumbungan Lima merupakan ciri khas budaya Melayu. Ketiga ornamen tersebut mempunyai kemiripan makna yaitu bermakna tentang kehidupan dan perjuangan. Kata Kunci: Arsitektur tradisional, Rumah Bumbungan Lima, Museum, Ornamen
FILOSOFI BANGUNAN RUMAH ADAT KOMUNITAS SABU (AMMU AE NGA RUKOKO DO HAWU)
Anita A. Hege Udju;
Yakobus Adi Saingo
Jurnal PATRA Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Patra Oktober 2022
Publisher : LPPM Institut Desain dan Bisnis Bali
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35886/patra.v4i2.316
Tujuan penelitian ini adalah untuk memaparkan makna dari Filosofi Bangunan Rumah Adat Komunitas Sabu (ammu ae nga rukoko do Hawu) Di Sabu, Desa Ledeana Kecamatan Sabu Barat Kabupaten Sabu Raijua. Rumah adat Sabu mengandung nilai budaya dan kearifan lokal yang sangat penting bagi masyarakat Sabu. Rumah adat (ammu ae nga rukoko) yang merupakan tempat melakukan segala kegiatan adat istiadat dan tempat penyimpanan artefek leluhur orang Sabu ini mengandung arti atau makna tersendiri, sehingga rumah adat (ammu ae nga rukoko) terus dipelihara dan dipertahankan. Dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan mengumpulkan data-data terkait rumah adat ammu ae nga rukoko melalui pendekatan wawancara maupun dokumentasi, sehingga dapat mendeskripsikan gambaran umum terkait makna dari Filosofi Bangunan Rumah Adat Komunitas Sabu (ammu ae nga rukoko do Hawu) Di Sabu. Penulis mengawalinya dengan menjelaskan latar belakang pentingnya kebudayaan dalam hidup bermasyarakat, pengertian kebudayaan, unsur kebudayaan, Filosofi Bangunan Rumah Adat komunitas Sabu (Ammu Ae Nga Rukoko), serta unsur-unsur dalam rumah adat komunitas Sabu. Semua tinjauan tersebut dilakukan untuk memaparkan mengenai pentingnya bangunan rumah adat komunitas Sabu (ammu ae nga rukoko do Hawu) Di Sabu yang berdampak pada budaya dan filosofi pada setiap aktifitas kehidupan masyarakat Sabu.