cover
Contact Name
Dr. Ide Bagus Siaputra
Contact Email
-
Phone
+62312981246
Journal Mail Official
anima@unit.ubaya.ac.id
Editorial Address
Faculty of Psychology, Universitas Surabaya Jalan Raya Rungkut Mejoyo (Raya Kali Rungkut), Surabaya, East Java, 60293
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
ANIMA Indonesian Psychological Journal
Published by Universitas Surabaya
ISSN : 02150158     EISSN : 26205963     DOI : https://doi.org/10.24123/aipj
Core Subject : Social,
Anima publishes peer reviewed articles with editors and consultants providing detailed assistance for authors to reach publication. Anima publishes research reports and scientific papers in psychology and/or related sciences with the aim to advance science, knowledge, and theory of psychology.
Articles 651 Documents
Persepsi Cita Rasa Kopi Siap Saji dan Perbedaan Warna Kemasan Kharismahayati, Pristi; Sugiyanto
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 22 No 1 (2006): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 22, No. 1, 2006)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v22i1.4276

Abstract

This research investigated the effect of package color on flavor perception. The hypothesis of this research was that package colors would affect flavor perception, and that blue-colored package would result in more positive flavor perception than red. These two chromatic colors were chosen as the package colors, as well as the achromatic white color. The samples (N = 48) were undergraduate students of the Faculty of Psychology, Gadjah Mada University, who volunteered as subjects. They were assigned to evaluate the flavor of coffee served in the three different-color packages A flavor perception scale was employed to collect the data through a counter-balance experimental design method. Results revealed that blue-colored package elicited more positive response than red, produc- ing more positive flavor perception. The same result was obtained from the white-colored package. Results also showed that red-colored package was ineffective in producing positive flavor perception. Penelitian ini meneliti akibat warna kemasan terhadap persepsi cita rasa. Hipotesis peneli- tian ini adalah bahwa warna kemasan memengaruhi persepsi cita rasa, dan warna biru menghasilkan persepsi cita rasa yang lebih positif daripada warna merah. Dua warna khromatik tersebut dipilih sebagai warna kemasan. Selain itu, juga dipakai warna akhromatik(putih). Sampel (N = 48) adalah relawan mahasiswa Fakultas Psikologi UGM, yang diminta menilai cita rasa kopi yang dikemas dalam 3 jenis warna tersebut. Data diperoleh melalui pengisian skala persepsi cita-rasa yang telah disiapkan dengan metode eksperimen dengan desain counterbalance. Hasil mengesankan bahwa kemasan berwarna biru lebih menarik daripada yang merah, sehingga menimbulkan persepsi cita rasa yang lebih positif. Demikian juga dengan warna putih. Hasil juga menunjukkan bahwa kemasan dengan warna merah kurang efektif dalam menimbulkan persepsi cita rasa yang positif.
Locus of Control Sebagai Moderator Komitmen Organisasi: Peran Persepsi Dukungan Organisasi dan Kepercayaan Terhadap Pemimpin Kusumowardhani, Retno Pandan Arum; Ancok, Djamaludin
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 22 No 1 (2006): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 22, No. 1, 2006)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v22i1.4277

Abstract

This study examined the relationship of perceived organizational support and trust in leadership, to organizational commitment. This study also examined the moderating effect of locus of control on the relationship between those predictors and the criterion. Lecturers (N = 80) of a private university in Yogyakarta were surveyed using four related scales. The data were analyzed through regression analysis. Results show a) a significant relationship of perceived organizational support, trust in leadership, and locus of control to organizational commitment, b) perceived organizational support was positively related to organizational commitment, c) locus of control was negatively related to organizational commitment, and d) perceived organizational support was more strongly related to increased organizational commitment for external locus of control individuals than for internal locus of control individuals. Penelitian ini bertujuan menguji hubungan antara persepsi tentang dukungan organisasi dan kepercayaan terhadap pemimpin dengan komitmen organisasi. Penelitian ini juga bertujuan menguji efek moderasi dari locus of control dalam hubungan antara variabel-variabel tersebut. Subjek adalah dosen (N=80) sebuah perguruan tinggi swasta di Yogyakarta yang mengisi empat jenis skala. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa a) terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi dukungan organisasi, kepercayaan terhadap pemimpin, dan locus of control dengan komitmen organisasi, b) persepsi tentang dukungan organisasi berhubungan positif dengan komitmen organisasi, c) locus of control berhubungan negatif dengan komitmen organisasi, dan d) persepsi tentang dukungan organisasi memiliki hubungan yang lebih kuat dengan komitmen organisasi pada individu dengan locus of control eksternal daripada individu dengan locus of control internal.
Tinggi atau Pendek? Emangnya Gue Pikirin? Dampak Tinggi Badan Terhadap Social Esteem Ineke, Intan; Mulya, Teguh Wijaya; Atmadji, Gunadi
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 22 No 1 (2006): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 22, No. 1, 2006)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v22i1.4278

Abstract

Social esteem is the evaluation/appreciation of someone by his/her community. Height is one of the physical attributes that serves as a basis for the assessment of social esteem. However, results from surveys were limitted to theoretical models. This research was keen to know empirically the causal relation between physical height and social esteem. In this within-subject experiment, students (N = 92) were divided randomly into six groups. Manipulation of physical height was conducted through a film show exhibiting a job interview and a medical service. Social esteem was measured by using a semantic differential scale consisting three aspects, normality, capacity, and tenacity. Results of the one way ANOVA show different social esteem scores between the short and the very tall groups, reveiling a tendency of appraisal bias in various social situations. Social esteem adalah evaluasi/penghargaan terhadap seseorang oleh komunitasnya. Tinggi badan merupakan salah satu atribut fisik yang menjadi dasar penilaian social esteem seseorang. Namun temuan ilmu pengetahuan hingga kini hanya sebatas model teoretik yang diperoleh dari studi survei. Penelitian ini ingin mengetahui secara empiris hubungan kausalitas antara tinggi badan dengan social esteem. Dalam eksperimen within subject design ini digunakan mahasiswa (N = 92) yang dibagi menjadi enam kelompok secara acak. Manipulasi tinggi badan disajikan dalam bentuk tayangan film dengan konteks wawancara kerja dan layanan medis. Social esteem diukur dengan menggunakan skala diferensiasi semantik yang mencakup tiga aspek, yaitu normalitas, kapasitas, dan kegigihan. Hasil pengujian ANOVA satu arah menunjukkan perbedaan skor social esteem pada kelompok aktor bertubuh pendek dan bertubuh sangat tinggi. Hasil tersebut mengungkapkan adanya kecenderungan bias penilaian dalam berbagai situasi sosial.
Pola Pengambilan Putusan Perencanaan Karier Siswa Berbakat Intelektual Tuti, Meiri Dias; Tjahjono, Evy; Kartika, Aniva
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 22 No 1 (2006): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 22, No. 1, 2006)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v22i1.4279

Abstract

Intellectually gifted students face problems in career planning due to their varied interests and potentials. This explorative study aimed to describe the pattern of career planning decision making in intellectually gifted students. The informant is an intellectually gifted student, a participant of an acceleration program in ”X” Senior Highschool in Surabaya. Data were collected by using semi structured interviews, depth interviews and documentations. The results indicate that an intellectually gifted student who has limited career information in her childhood and adolescence periods may begin her career planning during her Senior Highschool period when information has been provided. Interests, aptitudes, abilities, information about working environments, diseases, and parental supports are some considerations that should be taken in making the decision. Significant figures supporting the decision making are parents, psychologists, and teachers. Siswa berbakat intelektual seringkali mengalami masalah perencanaan karier karena memiliki minat dan potensi beragam. Penelitian eksploratif ini bertujuan menggambarkan pola pengambilan putusan perencanaan karier. Informan adalah satu siswa berbakat intelektual peserta program percepatan belajar di SMA ”X” Surabaya. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur, wawancara mendalam serta dokumentasi. Hasil menunjukkan siswa berbakat intelektual dengan keterbatasan informasi karier pada masa kanak-kanak dan remaja awal baru merencanakan karier pada masa SMA ketika informasi karier tersedia. Faktor minat, bakat, kemampuan, informasi lingkungan kerja, prospek kerja, penyakit, dan dukungan orang tua merupakan pertimbangan dasar dalam pengambilan putusan. Figur penting yang membantu pengambilan putusan perencanaan karier adalah orang tua, psikolog, dan guru.
Kecemasan dan Pola Makan (Studi Pada Tikus) Santoso, Agus; Pramadi, Andrian
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 22 No 1 (2006): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 22, No. 1, 2006)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v22i1.4280

Abstract

The authors were keen to explore the dynamics of stress or anxiety towards the eating behavior of rats. Female non-obese rats (Rattus norvegicus, N=10)), weighing each between 180-220 mg and aged 3-4 mo were divided into a control and an experimental group. After 3 days of “domestication time” to get the baseline data, the experimental group were exposed to a hungry cat outside their cages in the experimental room, during 3 consecutive days and nights. A camera was used to help continuous observation. Data were analysed with the Wilcoxon and U-Man Whitney statistical technique. Results reveal that anxiety affects the eating pattern of the experimental group, though only on day 1. Peneliti tertarik untuk mengetahui dinamika stres atau kecemasan terhadap pola makan tikus betina (Rattus norvegicus). Subjek tikus betina yang tak kegemukan (N=10) yang berbobot seputar 180-220 mg dan berumur 3-4 bulan, dibagi menjadi 2 kelompok, kelompok kontrol dan kelompok eksperimen Setelah di-“jinakkan” untuk memperoleh data awal, kelompok eksperimen dalam kandang di tengah ruang percobaan, dipajankan terhadap seekor kucing yang telah dibuat lapar, selama 3 hari dan malam berturut-turut. Observasi bersinambung dibantu dengan kamera perekam. Data dianalisis dengan teknik statistik Wilcoxon dan U Mann-Whitney. Hasil menunjukkan adanya pengaruh kecemasan terhadap pola makan kelompok eksperimen, sekalipun hanya pada hari pertama.
Perilaku Adaptif Anak Dalam Playgroup Astikasari, Heru
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 22 No 1 (2006): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 22, No. 1, 2006)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v22i1.4281

Abstract

This study is keen to know whether a significant difference exists between playgroup adaptive behavior and non-playgroup adaptive behavior. The population were children (N = 60) aged 3-4 years from Salatiga, who were divided into 2 groups, i.e.subjects (n = 30) from three playgroups, and subjects (n = 30) who do not attend playgroups as control group. Data were collected through measurement with Vineland Adaptive Behavior Scale (VABS), a revised and restandardized version of the Vineland Social Maturity Scale, developed by Doll (Sparrow et all., 1984). Results from a t-test analysis show a significant difference in adaptive bahavior between those who attend and those who do not attend a playgroup. Penelitian ini bertujuan mengetahui apakah ada perbedaan yang signifikan antara perilaku adaptif anak yang mengikuti playgroup dengan yang tidak mengikuti playgroup. Populasi dalam penelitian ini adalah anak usia 3–4 tahun di kota Salatiga. Dengan menggunakan purposive sampling diperoleh subjek penelitian (N = 60) yang dibagi menjadi dua kelompok (30 anak sebagai subjek penelitian, berasal dari tiga playgroup, dan 30 anak sebagai kontrol, yang tidak mengikuti playgroup). Data diperoleh dari hasil pengukuran dengan Vineland Behavior Adaptive Scale (VABS) yang merupakan revisi dari Vineland Social Maturity Scale yang dikembangkan oleh Doll (Sparrow, dkk 1984). Hasil analisis dengan uji-t menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara perilaku adaptif antara anak yang mengikuti playgroup dengan yang tidak mengikuti playgroup.
Analisis Faktor Model Prestasi Belajar Mahasiswa Pandia, Weny Savitry Sembiring
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 23 No 2 (2008): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 23, No. 2, 2008)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v23i2.4282

Abstract

The examined learning model concluded that goal orientation, self-efficacy, climate class perception, and learning strategy have significant influence to student learning achievement (Pandia, 2006). Directly, learning achievement measured by GPA and Human Capital Skill is influenced by student learning strategy; and indirectly learning achievement is influenced by other factors. There is significant distinction between learning achievement and some influencing factors based on learning approach (surface and deep approach), learning program (exact science or social science), university (state or private), total amount of semester, and gender. Model belajar yang diteliti menyimpulkan bahwa orientasi tujuan, keyakinan diri, persepsi iklim kelas, dan strategi belajar memiliki pengaruh yang bermakna terhadap prestasi belajar maha- siswa (Pandia, 2006). Secara langsung prestasi belajar yang diukur dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) dan Human Capital Skill dipengaruhi oleh strategi belajar mahasiswa, dan secara tak langsung oleh faktor lain. Terdapat perbedaan yang bermakna antara prestasi belajar dan beberapa faktor yang berpengaruh berdasar pendekatan belajar (pendekatan di permukaan dan mendalam), program belajar (ilmu eksakta atau ilmu sosial), universitas (negeri atau swasta), jumlah total semester, dan gender.
Usia Kronologis dan Usia Pernikahan Sebagai Prediktor Kepuasan Pernikahan Pada Kaum Istri di Metro Manila Prasetya, Berta Esti Ari
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 22 No 2 (2007): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 22, No. 2, 2007)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v22i2.4284

Abstract

This study investigated whether chronological age and duration of marriage were predictive of wife’s marital satisfaction. A survey with the Kansas Marital Satisfaction Scale as a questionaire and a Personal Data Sheet were used in collecting the data. Filipino working wives (N = 129) participated in this survey. Results from the Pearson correlational analyses reveal that chronological age and duration of marriage are each negatively correlated with wife’s marital satisfaction. Regression analysis result shows that chronological age and duration of marriage combined were predictive of marital satisfaction. Independently, neither chronological age nor duration of marriage were predictive of marital satisfaction. Penelitian ini meneliti apakah usia kronologis dan usia pernikahan pada kaum istri merupakan prediktor bagi kepuasan pernikahan kaum istri. Metode survei digunakan dalam penelitian ini, menggunakan skala Kansas Marital Satisfaction dan Data Pribadi subjek. Istri pekerja berkebangsaan Filipina (N = 129) di Metro Manila berpartisipasi dalam penelitian ini. Hasil korelasi Product Moment dari Pearson menunjukkan bahwa usia kronologis berkorelasi negatif secara signifikan dengan kepuasan pernikahan. Usia pernikahan juga berkorelasi negatif secara signifikan dengan kepuasan pernikahan. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa usia kronologis dan usia pernikahan secara bersama-sama mampu memprediksi varians pada kepuasan pernikahan. Namun, secara mandiri usia kronologis maupun usia pernikahan tidak cukup prediktif terhadap varians pada kepuasan pernikahan.
Kualitas Pribadi Atlet: Kunci Keberhasilan Meraih Prestasi Tinggi Maksum, Ali
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 22 No 2 (2007): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 22, No. 2, 2007)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v22i2.4285

Abstract

High performance in sport requires certain behavior quality. Performance excellence is attained only through optimal personal quality, both physically and mentally. There are seven traits functioning as basic conditions to gain highly achievements in sport, i.e. achievement ambition, hard- work, persistent, independent, commitment, intelligent, and self-control Prestasi tinggi dalam olahraga mempersyaratkan perilaku dengan kualitas tertentu. Atlet yang berhasil pada dasarnya adalah mereka yang memiliki kualitas unggul, tidak saja dalam hal fisik tetapi juga kepribadian. Ada tujuh trait yang merupakan prasyarat dasar untuk meraih prestasi tinggi dalam olahraga, yaitu: ambisi prestatif, kerja keras, gigih, mandiri, komitmen, cerdas, dan swakendali.
Parenting in Multicultural Settings: Experiences of the Indonesian Mothers Pertiwi, Yopina G.; Babu, Nandita
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 25 No 4 (2010): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 25, No. 4, 2010)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v25i4.4286

Abstract

This study was an attempt to explore the experiences of Indonesian women who married to foreign spouses in the course of parenting. Six Indonesian women were interviewed following a semi- structured interview schedule. While all the participants were Indonesian in origin, their spouses were from different countries, that is India, Japan, Netherland, USA, Scotland, and Germany. The participants and their spouses differ in their parenting strategies, which can be attributed to the cultural differences between them. However, it was also observed that the spouses manage these differences by applying several strategies, such as learning from each other, tolerating each other’s standards, and mixing up the cultural values. The acculturation effect of the partner’s culture is being discussed in this study. Penelitian ini bertujuan mengetahui pola pengasuhan anak yang dilakukan perempuan Indonesia yang menikah dengan pria asing. Enam perempuan Indonesia berpartisipasi dalam penelitian yang menggunakan metode wawancara semi-terstruktur. Keenam partisipan berasal dari Indonesia, sedangkan suami mereka berasal dari berbagai negara, yaitu India, Jepang, Belanda, Amerika Serikat, Skotlandia, dan Jerman. Partisipan dan pasangannya memiliki perbedaan dalam strategi pengasuhan anak yang disebabkan perbedaan budaya di antara mereka. Namun, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa pasangan tersebut dapat mengatasi perbedaan yang muncul dengan mengaplikasikan beberapa strategi, seperti saling belajar satu sama lain, menoleransi standar masing- masing, dan melakukan pencampuran nilai-nilai budaya. Pengaruh akulturasi dari budaya asal pasangan juga didiskusikan dalam artikel ini.

Filter by Year

1999 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 40 No 2 (2025): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 40, No. 2, 2025) Vol 40 No 1 (2025): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 40, No. 1, 2025) Vol 39 No 2 (2024): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 39, No. 2, 2024) Vol 39 No 1 (2024): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 39, No. 1, 2024) Vol 38 No 2 (2023): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 38, No. 2, 2023) Vol 38 No 1 (2023): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 38, No. 1, 2023) Vol 37 No 2 (2022): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 37, No. 2, 2022) Vol 37 No 1 (2022): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 37, No. 1, 2022) Vol. 36 No. 2 (2021): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 36, No. 2, 2021) Vol. 36 No. 1 (2021): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 36, No. 1, 2021) Vol. 35 No. 2 (2020): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 35, No. 2, 2020) Vol. 35 No. 1 (2019): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 35, No. 1, 2019) Vol. 34 No. 4 (2019): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 34, No. 4, 2019) Vol. 34 No. 3 (2019): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 34, No. 3, 2019) Vol. 34 No. 2 (2019): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 34, No. 2, 2019) Vol. 33 No. 4 (2018): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 33, No. 4, 2018) Vol. 34 No. 1 (2018): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 34, No. 1, 2018) Vol. 33 No. 3 (2018): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 33, No. 3, 2018) Vol. 33 No. 2 (2018): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 33, No. 2, 2017) Vol. 33 No. 1 (2017): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 33, No. 1, 2017) Vol. 32 No. 4 (2017): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 32, No. 4, 2017) Vol. 32 No. 3 (2017): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 32, No. 3, 2017) Vol. 32 No. 2 (2017): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 32, No. 2, 2017) Vol. 32 No. 1 (2016): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 32, No. 1, 2016) Vol. 31 No. 4 (2016): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 31, No. 4, 2016) Vol. 31 No. 3 (2016): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 31, No. 3, 2016) Vol. 31 No. 2 (2016): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 31, No. 2, 2016) Vol. 31 No. 1 (2015): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 31, No. 1, 2015) Vol. 30 No. 4 (2015): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 30, No. 4, 2015) Vol. 30 No. 3 (2015): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 30, No. 3, 2015) Vol. 30 No. 2 (2015): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 30, No. 2, 2015) Vol. 30 No. 1 (2014): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 30, No. 1, 2014) Vol. 29 No. 4 (2014): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 29, No. 4, 2014) Vol. 29 No. 3 (2014): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 29, No. 3, 2014) Vol. 29 No. 2 (2014): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 29, No. 2, 2014) Vol. 29 No. 1 (2013): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 29, No. 1, 2013) Vol 28 No 4 (2013): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 28, No. 4, 2013) Vol 28 No 3 (2013): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 28, No. 3, 2013) Vol 28 No 2 (2013): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 28, No. 2, 2013) Vol 28 No 1 (2012): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 28, No. 1, 2012) Vol 27 No 4 (2012): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 27, No. 4, 2012) Vol 27 No 3 (2012): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 27, No. 3, 2012) Vol 27 No 2 (2012): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 27, No. 1, 2012) Vol 27 No 1 (2011): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 27, No. 1, 2011) Vol 26 No 4 (2011): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 26, No. 4, 2011) Vol 26 No 3 (2011): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 26, No. 3, 2011) Vol 26 No 2 (2011): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 26, No. 2, 2011) Vol 26 No 1 (2010): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 26, No. 1, 2010) Vol 25 No 4 (2010): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 25, No. 4, 2010) Vol 25 No 3 (2010): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 25, No. 3, 2010) Vol 25 No 2 (2010): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 25, No. 2, 2010) Vol 25 No 1 (2009): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 25, No. 1, 2009) Vol 24 No 4 (2009): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 24, No. 4, 2009) Vol 24 No 3 (2009): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 24, No. 3, 2009) Vol 24 No 2 (2009): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 24, No. 2, 2009) Vol 24 No 1 (2008): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 24, No.1, 2008) Vol 23 No 4 (2008): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 23, No. 4, 2008) Vol 23 No 3 (2008): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 23, No. 3, 2008) Vol 23 No 2 (2008): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 23, No. 2, 2008) Vol 23 No 1 (2007): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 23, No. 1, 2007) Vol 22 No 4 (2007): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 22, No. 4, 2007) Vol 22 No 3 (2007): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 22, No. 3, 2007) Vol 22 No 2 (2007): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 22, No. 2, 2007) Vol 22 No 1 (2006): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 22, No. 1, 2006) Vol 21 No 4 (2006): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 21, No. 4, 2006) Vol 21 No 3 (2006): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 21, No. 3, 2006) Vol 21 No 2 (2006): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 21, No. 2, 2006) Vol 21 No 1 (2005): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 21, No. 1, 2005) Vol 20 No 4 (2005): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 20, No. 4, 2005) Vol 20 No 3 (2005): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 20, No. 3, 2005) Vol 20 No 2 (2005): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 20, No. 2, 2005) Vol 20 No 1 (2004): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 20, No. 1, 2004) Vol 19 No 4 (2004): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 19, No. 4, 2004) Vol 19 No 3 (2004): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 19, No. 3, 2004) Vol 19 No 2 (2004): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 19, No. 2, 2004) Vol 19 No 1 (2003): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 19, No. 1, 2003) Vol 18 No 4 (2003): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 18, No. 4, 2003) Vol 18 No 3 (2003): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 18, No. 3, 2003) Vol 18 No 2 (2003): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 18, No. 2, 2003) Vol 18 No 1 (2002): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 18, No. 1, 2002) Vol 17 No 4 (2002): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 17, No. 4, 2002) Vol 17 No 3 (2002): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 17, No. 3, 2002) Vol 17 No 2 (2002): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 17, No. 2, 2002) Vol 17 No 1 (2001): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 17, No. 1, 2001) Vol 16 No 3 (2001): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 16, No. 3, 2001) Vol 16 No 2 (2001): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 16, No. 2, 2001) Vol 16 No 4 (2001): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 16, No. 4, 201) Vol 16 No 1 (2000): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 16, No. 1, 2000) Vol 15 No 4 (2000): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 15, No. 4, 2000) Vol 15 No 3 (2000): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 15, No. 3, 2000) Vol 15 No 2 (2000): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 15, No. 2, 2000) Vol 15 No 1 (1999): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 15, No. 1, 1999) Vol 14 No 4 (1999): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 14, No. 4, 1999) Vol 14 No 3 (1999): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 14, No. 3, 1999) More Issue