cover
Contact Name
Dr. Ide Bagus Siaputra
Contact Email
-
Phone
+62312981246
Journal Mail Official
anima@unit.ubaya.ac.id
Editorial Address
Faculty of Psychology, Universitas Surabaya Jalan Raya Rungkut Mejoyo (Raya Kali Rungkut), Surabaya, East Java, 60293
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
ANIMA Indonesian Psychological Journal
Published by Universitas Surabaya
ISSN : 02150158     EISSN : 26205963     DOI : https://doi.org/10.24123/aipj
Core Subject : Social,
Anima publishes peer reviewed articles with editors and consultants providing detailed assistance for authors to reach publication. Anima publishes research reports and scientific papers in psychology and/or related sciences with the aim to advance science, knowledge, and theory of psychology.
Articles 651 Documents
"Black Ideology" dalam Musik: Penelitian Deskriptif Sikap Musisi Black Metal Jawa Timur Terhadap Ideologi Setanisme, Nihilisme, dan Paganisme Fachry, Ahmad Hizbullah
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 22 No 3 (2007): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 22, No. 3, 2007)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v22i3.4358

Abstract

Black metal is one of the metal music genre that is strongly connected with extreme ideologies such as Satanism, Nihilism, and Paganism. This research is keen to explore descriptively the East Java black metal musician’s attitude (as a predisposition of berhavior) toward these three ideologies. This quantitative-descriptive research adopts the Likert scale to measure attitude. Data were collected through a survey toward East Java black metal musicians (N = 60) and interviews to 5 of them for additional information. Result indicates in average the musicians refuse the three ideologies, and disclosed negative attitude toward Satanism and Nihilism, whereas toward Paganism they tend to be neutral. Subjects’ attitudes are influenced by belief involving religion and culture, particularly Javanese culture. The finding reflects the influence of these ideologies on cognitive, affective, and conative aspects of the subjects. Informal interviews reveal additional information on the black metal music adaptation in East Java. Musik black metal merupakan salah satu aliran musik metal yang berkaitan erat dengan ideologi ekstrem seperti Setanisme, Nihilisme, dan Paganisme. Penelitian ini bertujuan mengetahui deskripsi sikap (sebagai predisposisi perilaku) musisi black metal di Jawa Timur terhadap ketiga ideologi tersebut. Penelitian deskriptif kuantitatif pengukuran sikap ini menggunakan skala Likert. Data diperoleh melalui survey terhadap 60 musisi black metal di Jawa Timur dan wawancara sebagai penggalian informasi tambahan dengan 5 subjek. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata musisi black metal Jawa Timur menolak ketiga ideologi tersebut dan bersikap negatif terhadap ideologi Setanisme dan Nihilisme, sedangkan sikap terhadap Paganisme cenderung netral. Kemunculan sikap subjek dipengaruhi oleh adanya unsur kepercayaan yang meliputi agama dan budaya, khususnya budaya Jawa. Temuan ini memperlihatkan pengaruh ketiga ideologi pada aspek kognitif, afektif, dan konatif subjek. Melalui wawancara informal ditemukan pula informasi tambahan mengenai deskripsi adaptasi musik black metal di Jawa Timur.
Penerapan Prinsip Andragogi Pada Sebuah Pusat Bahasa di Surabaya Hamida, Sonya Damairia; Setiawan, Jenny Lukito; Wiriana
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 22 No 3 (2007): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 22, No. 3, 2007)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v22i3.4359

Abstract

This study aims to look at the application of andragogical principles at an English language institution, including its constraints. Informans were 2 instructors and 2 participants of the institution. Data were collected through interviews and observation. Results reveal that there are several andragogical principles already implemented, such as interactive learning, reward system, and learning through activities. Those which are not yet in accordance with andragogical principles are scarcity of conducting practical and experimental tasks, difference in outcome goals between participants and instructors, lack of coordination in evaluation processes between instructors and the institution, and placing tests not yet running well. Constraining factors are lack of autonomy and learning readyness of the participants, the methods used are not running as good as what was intended, and shortage of time. Recommmendations for the institution, the instructors, as well as the participants to use more effective andragogical principles are discussed. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui penerapan prinsip andragogi pada sebuah lembaga pendidikan bahasa Inggris beserta hambatannya. Informan penelitian ini adalah 2 orang pembimbing dan 2 orang peserta didiknya. Metode pengambilan data meliputi wawancara dan observasi. Hasil analisis menunjukkan beberapa prinsip andragogi yang telah diterapkan, yaitu pembelajaran berjalan aktif dan dua arah, digunakannya sistem reward, dan penekanan pembelajaran pada kegiatannya. Hal-hal yang belum sesuai dengan prinsip andragogi meliputi jarangnya pemberian tugas yang bersifat praktis dan eksperimental, adanya perbedaan harapan antara peserta didik dan pembimbing, kurangnya koordinasi dalam proses evaluasi antara pembimbing dan lembaga, dan tes penempatan belum berjalan baik. Kendala yang dihadapi adalah kurangnya kemandirian dan kesiapan belajar peserta didik; metode yang digunakan pembimbing tidak berjalan sesuai dengan harapan semula, dan waktu yang terbatas. Didiskusikan saran bagi lembaga, pembimbing, serta peserta lembaga pendidikan bahasa tersebut guna penerapan prinsip andragogi yang lebih efektif.
The Effects of Hassles (Stressors) and Different Coping Styles on Tertiary Students' Mental Health Chong, Kian Jia; Dhachayani, Sinniah; Teoh, Hsien Jin
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 22 No 4 (2007): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 22, No. 4, 2007)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v22i4.4360

Abstract

The purpose of this study is to look at the relationship between stressors (hassles), coping and mental health. This study also tried to analyze which factor (coping or hassle) is more important in predicting mental health. Tertiary students (N = 152) from different racial groups participated in this study. The participants filled out the General Health Questionnaire (GHQ), the Hassle scale and the Functional Dimensions of Coping Scale (FDC). Results indicated that stressfulness of hassles, ra- ther than the total number of hassles, was a better predictor of various mental health problems. In ad- dition, people who use avoidance or isolation as their coping strategy has higher mental health prob- lems. Most importantly, the coping strategy (isolation or avoidance) was more important in predicting mental health than the severity of hassles. These findings are congruent with several studies done overseas and theories postulated by other researches. Tujuan kajian ini adalah melihat hubungan antara stresor, cara mengatasi tekanan dan kese- hatan mental. Kajian ini juga menganalisis faktor yang lebih penting memprediksi kesehatan mental seseorang. Sejumlah mahasiswa (N = 152) dari berbagai kelompok etnis berpartisipasi dalam kajian ini. Para subjek mengisi borang General Health Questionnaire, The Hassle Scale dan Functional Di- mensions of Coping Scale. Hasil-hasil menunjukkan bahwa intensitas stres akibat hassles (“kesuli- tan”), dan bukan jumlah total hassles yang merupakan prediktor yang lebih baik untuk berbagai masa- lah kesehatan mental. Di samping itu, mereka yang memakai penghindaran atau isolasi sebagai stra- tegi mengatasi masalahnya memiliki masalah kesehatan mental yang lebih tinggi. Yang terpenting, strategi mengatasi masalah (isolasi atau penghindaran) lebih penting memprediksi kesehatan mental daripada parahnya perselisihan. Temuan ini selaras dengan berbagai kajian yang telah dilakukan di mancanegara dan teori yang dipostulatkan peneliti lain.
Keunggulan dan Kelemahan Program Akselerasi di SMA: Tinjauan Psikologi Pendidikan Alsa, Asmadi
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 22 No 4 (2007): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 22, No. 4, 2007)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v22i4.4361

Abstract

The establishment of the acceleration program for the elementary, junior high, and senior high school reflects the special attention of the government towards education for smart and special gifted students. The acceleration program has its own superiority as well as weaknesses, which are different from the regular program. To respond to the various anxieties related to the negative effect of the acceleration program, the author exposes various superiorities and weaknesses based on the theoretical review, integrated with the empirical reports from accelerated senior high school classes in Indonesia. A proposal to improve the curriculum, the human resource potential, and the operational technique are also discussed. Penyelenggaraan program akselerasi bagi siswa SD, SMP, dan SMA merupakan bentuk perhatian khusus Pemerintah Indonesia terhadap pendidikan siswa cerdas dan berbakat istimewa. Program akselerasi memiliki keunggulan dan kelemahan tersendiri yang berbeda dengan program reguler. Untuk menanggapi berbagai kekhawatiran terkait dampak negatif program akselerasi, peneliti memaparkan berbagai keunggulan dan kelemahan berdasarkan kajian teoretik yang dipadukan dengan laporan empiris dari kelas-kelas SMA akselerasi di Indonesia. Usulan perbaikan kurikulum, sumber daya manusia, serta teknis operasional juga dibahas.
Family Resources in Determining Maternal Mental Health and Parenting Style in Predicting Child Behavioral Problems Shaari, Fauziah; Teoh, Hsien Jin; Sinniah, Dhachayani
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 22 No 4 (2007): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 22, No. 4, 2007)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v22i4.4362

Abstract

This study examines the effect of family resources in predicting maternal health and her pa- renting style resulting in behavioral problems in children. The study is based on a sample of 40 moth- ers with children ages between 7-12 years old from surrounding Klang Valley. The hypothesis could be that children behavioral problems are due to the maternal parenting style. Inadequacy in family re- sources predicts directly or indirectly the mental health of mothers and her parenting style. This could be due to the direct effects of family resources on the maternal mental health. Kajian ini meneliti pengaruh sumber daya keluarga dalam memprediksi kesehatan ibu dan gaya pengasuhannya yang menghasilkan perilaku bermasalah anak. Sampel (N = 40) adalah ibu dengan anak berusia antara 7-12 tahun dari daerah Klang Valley. Hipotesisnya adalah perilaku bermasalah anak disebabkan oleh gaya pengasuhan ibu. Kurangnya sumber daya keluarga memprediksi secara langsung atau tak langsung kesehatan mental para ibu dan gaya pengasuhannya. Ini mungkin disebabkan oleh pengaruh langsung sumber daya keluarga terhadap kesehatan mental ibu.
Pengaruh Bibliotherapy Terhadap Konsep Diri Remaja Patricia, Ester
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 22 No 4 (2007): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 22, No. 4, 2007)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v22i4.4363

Abstract

Self concept is what someone believe about his/her own self that influences thought, feeling, and behavior. It is believed that bibliotherapy could be used to enhance self concept. This research was intended to find out the effect of bibliotherapy on adolescence self-concept. Subjects were college students (N = 41) with “average” to “negative” self-concepts. Through a random assignment these subjects were divided into 3 groups, i.e. the bibliotherapy and sharing group and the bibliotherapy group, as the experimental groups, and the control group. The result using ANOVA test shows significant differences of self-concept in the pre- and posttests (p = 0.017 < 0.05). A posthoc test reveals that the control group shows a significant difference, while no significant difference exist between the first and second experimental groups. It means that bibliotherapy may influence the self concept improvement which is done by giving sharing or without sharing. Konsep diri adalah apa yang diyakini seseorang mengenai dirinya hingga memengaruhi pikiran, perasaan, dan tingkah laku. Salah satu pendekatan dalam meningkatkan konsep diri adalah bibliotherapy, yaitu dengan memberikan bacaan yang dapat mengembangkan konsep diri individu. Penelitian ini bertujuan melihat apakah bibliotherapy dapat memengaruhi konsep diri remaja. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa (N = 41) yang memiliki skor konsep diri berkategori “cukup” sampai “negatif,” yang dengan random assignment dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu kelompok bibliotherapy dan sharing, kelompok bibliotherapy saja, dan kelompok kontrol. Hasil uji ANOVA menunjukkan adanya perbedaan konsep diri yang signifikan pada delta pretest-posttest (p = 0.017< 0.05). Dari hasil uji posthoc terlihat bahwa yang berbeda signifikan adalah kelompok kontrol (KK), sementara antara kelompok eksperimen (KE)-1 dan KE-2, tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Hal ini berarti bibliotherapy dapat meningkatkan konsep diri baik diberikan dengan sharing kelompok maupun tanpa sharing kelompok.
Pengembangan Model Pelatihan Internal (Analisis Kebutuhan, Evaluasi Aplikasi dan Pelatihan) Harimurti, Dyah
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 22 No 4 (2007): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 22, No. 4, 2007)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v22i4.4364

Abstract

The aim of this research is to standardize training need analysis, especially for soft skill competence, and follow up the result of the need analysis with a training package. The assessment phase reveals that a systematic training need analysis could be standardized in accordance with the real problems in the company. At the intervention phase, the chosen topic was the change manage- ment as an important and urgent competence to be trained to the unit supervisors at CV. “X”. Effec- tiveness of the training was measured at reaction and learning levels. At the reaction level, the partici- pant were satisfied with the training. The learning level measured through pre- and post-tests reveals a significant enhancement of the participant’s knowledge. Tujuan penelitian ini adalah membakukan analisis kebutuhan pelatihan khususnya kompe- tensi soft skills, dan menindaklanjuti hasil analisis kebutuhan dengan memberikan suatu bentuk pela- tihan. Tahap asesmen menunjukkan training need analysis yang sistematis bisa distandardisasi sede- mikian rupa sehingga bentuk pelatihan yang diidentifikasi sesuai dengan permasalahan nyata di peru- sahaan. Tahap intervensi, memilih topik manajemen perubahan, sebagai kompetensi penting dan mendesak untuk dilatihkan pada kepala unit di CV. X. Keefektifan pelatihan diukur pada level reaksi dan level pembelajaran. Pada level reaksi, pelatihan memperoleh sambutan baik dari partisipan. Level pembelajaran diuji dengan membandingkan pre dan post-test, menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada pengetahuan partisipan.
Mahasiswa Versus Tugas: Prokrastinasi Akademik dan Conscientiousness Surijah, Edwin Adrianta; Sia, Tjundjing
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 22 No 4 (2007): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 22, No. 4, 2007)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v22i4.4365

Abstract

The present study explores the correlation between postponing finishing school assignments, known as academic procrastination of students and their conscientiousness. Psychology students from the 2003-2006 intakes (N = 295) participated in this study. They finished three kinds of questionnaires (the author’s main scale, and two others for comparison, adapted from Aitken Procrastination Inventory and Big Five Inventory). Result from the main scale reveals a negative correlation (r = -0.627), which is supported by the other two tests. These results also propose that students havinga conscientious character, i.e. structured, perseverance, and good self-control tend to be prevented from procrastination. Penelitian ini mengungkap hubungan antara sifat menunda mengerjakan tugas atau prokrastinasi akademik pada para mahasiswa dan aspek conscientiousnessnya. Mahasiswa sebuah fakultas psikologi, angkatan 2003-2006 (N = 295) menjadi responden penelitian ini. Para partisipan mengisi 3 jenis skala (satu skala utama dari penulis, dan dua skala pembanding, adaptasi dari skala Aitken Procrastination Inventory dan Big Five Inventory.) Hasil pengujian menggunakan skala utama menunjukkan adanya hubungan negatif (r = -0.627), yang diperkuat oleh hasil pengujian skala pembanding. Hasil tersebut juga menyiratkan bahwa mahasiswa yang memiliki karakter conscientious yaitu terstruktur, tekun, serta memiliki kendali diri yang baik cenderung terhindar dari prokrastinasi.
My Mother Is Not My Friend: Sebuah Pembongkaran Mitos Relasi Ibu dan Anak Perempuan Hayati, Irma Vania Nurmala; Karsono, Sony; Lasmono, Hari K.
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 22 No 4 (2007): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 22, No. 4, 2007)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v22i4.4366

Abstract

This study is a biographical investigation depicting the life of a girl named Raisa, especially concerning her conflict with her mother, Hartini. Results reveal some interesting facts as follows. Firstly, Raisa’s life is connected with the former life, desires, hopes, and demands of Hartini. Conflicts arose due to differences in hopes and calculation criteria between them, and difference between myth beliefs and real facts they have to face. Secondly, Raisa who seems to be trapped in a chaotic family and has become a victim, actually is in a right position and gains many advantages. Thirdly, the truth about Hartini’s autobiography has a greater strength than objective facts of her life and brings about benefits, not only for Hartini, but for the whole family as well. Penelitian ini adalah suatu kajian biografi yang menuturkan kisah hidup seorang anak perempuan bernama Raisa, khususnya yang terkait dengan konflik antara dirinya dan ibunya— Hartini. Hasil penelusuran biografis ini mengungkap beberapa hal menarik berikut. Pertama, kehidupan Raisa terkait dengan masa lalu, cita-cita, harapan, dan keinginan Hartini. Konflik muncul akibat adanya perbedaan pengharapan dan kriteria kalkulasi di antara mereka, serta adanya perbedaan mitos yang diyakini dengan kenyataan yang harus dihadapi. Kedua, Raisa yang di satu sisi tampaknya terjebak dalam situasi keluarga yang penuh konflik dan menjadi korban, sebenarnya justru berada pada posisi yang tepat dan mendapatkan banyak keuntungan. Ketiga, kebenaran autobiografis Hartini mempunyai kekuatan yang lebih besar daripada kenyataan objektif akan kehidupannya dan membawa keuntungan, tidak hanya bagi Hartini saja, melainkan juga bagi seluruh keluarganya.
Community Art and Health Promotion Gridley, Heather
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 23 No 4 (2008): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 23, No. 4, 2008)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v23i4.4368

Abstract

Participating in ‘the arts’ has been variously claimed to offer individual, social, and com- munity health benefits. But what is meant by ‘the arts’? What is health, and what activities does ‘health promotion’ encompass? How can the impacts of arts initiatives be evaluated? This paper con- siders one particular community arts activity, group singing, that has potential for community health promotion. While there is evidence that singing is beneficial to the health and wellbeing of indivi- duals, less is known about the communal benefits of people coming together to sing as a group. This paper describes a study designed to investigate the mental health benefits of community-based sing- ing programs. A qualitative case example of a community choir is also presented to ‘give voice’ to the singers themselves. Berpartisipasi dalam “seni” dianggap melalui berbagai cara mampu memberikan manfaat bagi kesehatan individu, sosial, dan komunitas. Namun, apa yang dimaksud dengan “seni?” Apakah kesehatan itu, dan aktivitas apa yang diliput “promosi kesehatan?” Bagaimana dampak keterlibatan dalam seni dapat dievaluasi? Makalah ini menilai sebuah aktivitas seni komunitas yang khusus, ke- lompok nyanyi, yang potensial untuk promosi kesehatan komunitas. Sekalipun ada bukti bahwa ber- nyanyi bermanfaat untuk kesehatan dan kenyamanan individu, tak banyak yang diketahui tentang manfaat komunal dari orang-orang yang berkumpul untuk bernyanyi dalam kelompok. Makalah ini menjelaskan sebuah studi yang dirancang untuk meneliti manfaat kesehatan mental dari program bernyanyi yang berdasar komunitas. Sebuah contoh kasus kualitatif dari sebuah paduan suara komu- nitas juga dipresentasikan untuk “memberi suara” pada para penyanyinya sendiri.

Filter by Year

1999 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 40 No 2 (2025): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 40, No. 2, 2025) Vol 40 No 1 (2025): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 40, No. 1, 2025) Vol 39 No 2 (2024): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 39, No. 2, 2024) Vol 39 No 1 (2024): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 39, No. 1, 2024) Vol 38 No 2 (2023): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 38, No. 2, 2023) Vol 38 No 1 (2023): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 38, No. 1, 2023) Vol 37 No 2 (2022): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 37, No. 2, 2022) Vol 37 No 1 (2022): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 37, No. 1, 2022) Vol. 36 No. 2 (2021): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 36, No. 2, 2021) Vol. 36 No. 1 (2021): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 36, No. 1, 2021) Vol. 35 No. 2 (2020): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 35, No. 2, 2020) Vol. 35 No. 1 (2019): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 35, No. 1, 2019) Vol. 34 No. 4 (2019): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 34, No. 4, 2019) Vol. 34 No. 3 (2019): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 34, No. 3, 2019) Vol. 34 No. 2 (2019): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 34, No. 2, 2019) Vol. 33 No. 4 (2018): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 33, No. 4, 2018) Vol. 34 No. 1 (2018): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 34, No. 1, 2018) Vol. 33 No. 3 (2018): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 33, No. 3, 2018) Vol. 33 No. 2 (2018): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 33, No. 2, 2017) Vol. 33 No. 1 (2017): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 33, No. 1, 2017) Vol. 32 No. 4 (2017): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 32, No. 4, 2017) Vol. 32 No. 3 (2017): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 32, No. 3, 2017) Vol. 32 No. 2 (2017): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 32, No. 2, 2017) Vol. 32 No. 1 (2016): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 32, No. 1, 2016) Vol. 31 No. 4 (2016): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 31, No. 4, 2016) Vol. 31 No. 3 (2016): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 31, No. 3, 2016) Vol. 31 No. 2 (2016): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 31, No. 2, 2016) Vol. 31 No. 1 (2015): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 31, No. 1, 2015) Vol. 30 No. 4 (2015): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 30, No. 4, 2015) Vol. 30 No. 3 (2015): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 30, No. 3, 2015) Vol. 30 No. 2 (2015): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 30, No. 2, 2015) Vol. 30 No. 1 (2014): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 30, No. 1, 2014) Vol. 29 No. 4 (2014): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 29, No. 4, 2014) Vol. 29 No. 3 (2014): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 29, No. 3, 2014) Vol. 29 No. 2 (2014): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 29, No. 2, 2014) Vol. 29 No. 1 (2013): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 29, No. 1, 2013) Vol 28 No 4 (2013): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 28, No. 4, 2013) Vol 28 No 3 (2013): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 28, No. 3, 2013) Vol 28 No 2 (2013): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 28, No. 2, 2013) Vol 28 No 1 (2012): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 28, No. 1, 2012) Vol 27 No 4 (2012): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 27, No. 4, 2012) Vol 27 No 3 (2012): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 27, No. 3, 2012) Vol 27 No 2 (2012): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 27, No. 1, 2012) Vol 27 No 1 (2011): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 27, No. 1, 2011) Vol 26 No 4 (2011): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 26, No. 4, 2011) Vol 26 No 3 (2011): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 26, No. 3, 2011) Vol 26 No 2 (2011): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 26, No. 2, 2011) Vol 26 No 1 (2010): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 26, No. 1, 2010) Vol 25 No 4 (2010): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 25, No. 4, 2010) Vol 25 No 3 (2010): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 25, No. 3, 2010) Vol 25 No 2 (2010): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 25, No. 2, 2010) Vol 25 No 1 (2009): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 25, No. 1, 2009) Vol 24 No 4 (2009): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 24, No. 4, 2009) Vol 24 No 3 (2009): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 24, No. 3, 2009) Vol 24 No 2 (2009): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 24, No. 2, 2009) Vol 24 No 1 (2008): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 24, No.1, 2008) Vol 23 No 4 (2008): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 23, No. 4, 2008) Vol 23 No 3 (2008): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 23, No. 3, 2008) Vol 23 No 2 (2008): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 23, No. 2, 2008) Vol 23 No 1 (2007): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 23, No. 1, 2007) Vol 22 No 4 (2007): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 22, No. 4, 2007) Vol 22 No 3 (2007): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 22, No. 3, 2007) Vol 22 No 2 (2007): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 22, No. 2, 2007) Vol 22 No 1 (2006): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 22, No. 1, 2006) Vol 21 No 4 (2006): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 21, No. 4, 2006) Vol 21 No 3 (2006): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 21, No. 3, 2006) Vol 21 No 2 (2006): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 21, No. 2, 2006) Vol 21 No 1 (2005): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 21, No. 1, 2005) Vol 20 No 4 (2005): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 20, No. 4, 2005) Vol 20 No 3 (2005): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 20, No. 3, 2005) Vol 20 No 2 (2005): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 20, No. 2, 2005) Vol 20 No 1 (2004): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 20, No. 1, 2004) Vol 19 No 4 (2004): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 19, No. 4, 2004) Vol 19 No 3 (2004): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 19, No. 3, 2004) Vol 19 No 2 (2004): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 19, No. 2, 2004) Vol 19 No 1 (2003): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 19, No. 1, 2003) Vol 18 No 4 (2003): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 18, No. 4, 2003) Vol 18 No 3 (2003): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 18, No. 3, 2003) Vol 18 No 2 (2003): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 18, No. 2, 2003) Vol 18 No 1 (2002): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 18, No. 1, 2002) Vol 17 No 4 (2002): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 17, No. 4, 2002) Vol 17 No 3 (2002): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 17, No. 3, 2002) Vol 17 No 2 (2002): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 17, No. 2, 2002) Vol 17 No 1 (2001): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 17, No. 1, 2001) Vol 16 No 3 (2001): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 16, No. 3, 2001) Vol 16 No 2 (2001): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 16, No. 2, 2001) Vol 16 No 4 (2001): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 16, No. 4, 201) Vol 16 No 1 (2000): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 16, No. 1, 2000) Vol 15 No 4 (2000): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 15, No. 4, 2000) Vol 15 No 3 (2000): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 15, No. 3, 2000) Vol 15 No 2 (2000): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 15, No. 2, 2000) Vol 15 No 1 (1999): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 15, No. 1, 1999) Vol 14 No 4 (1999): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 14, No. 4, 1999) Vol 14 No 3 (1999): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 14, No. 3, 1999) More Issue