cover
Contact Name
Dr. Ide Bagus Siaputra
Contact Email
-
Phone
+62312981246
Journal Mail Official
anima@unit.ubaya.ac.id
Editorial Address
Faculty of Psychology, Universitas Surabaya Jalan Raya Rungkut Mejoyo (Raya Kali Rungkut), Surabaya, East Java, 60293
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
ANIMA Indonesian Psychological Journal
Published by Universitas Surabaya
ISSN : 02150158     EISSN : 26205963     DOI : https://doi.org/10.24123/aipj
Core Subject : Social,
Anima publishes peer reviewed articles with editors and consultants providing detailed assistance for authors to reach publication. Anima publishes research reports and scientific papers in psychology and/or related sciences with the aim to advance science, knowledge, and theory of psychology.
Articles 651 Documents
Peran Psikogeriatri dan Perawatan Paliatif dalam Upaya Meningkatkan Kesehatan Para Lanjut Usia Mahajudin, Marlina Setiawati
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 23 No 3 (2008): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 23, No. 3, 2008)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v23i3.4342

Abstract

One of the elderly needs is to live a meaningful life. Until nowadays, elderly people still have respected positions in the community. Unfotunately, this view is declining, especially in the cities. This reduction in public involvement could cause health problems, such as dementia and de- pression. The government has enhanced the welfare of the elders through various palliative treatments such as cultural and spiritual support, which should be beneficial once it is really implemented. Salah satu kebutuhan para lanjut usia (lansia) adalah memiliki hidup yang berarti. Sampai saat ini para lanjut usia masih mendapat kedudukan yang terhormat di masyarakat. Namun, pandangan ini mulai pudar khususnya di kota-kota besar. Pengurangan peran ini dapat menimbulkan masalah kesehatan seperti demensia dan depresi. Pemerintah telah berupaya meningkatkan kesejahteraan para lansia melalui berbagai perawatan paliatif seperti pemberian dukungan kultural dan spiritual. Hal ini akan amat bermanfaat bagi para lansia apabila program tersebut benar-benar diterapkan.
The Effect of Verbalising and Voluntary Movements on Left Hemisphere Hapsari, Anggita
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 23 No 3 (2008): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 23, No. 3, 2008)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v23i3.4343

Abstract

The aim of this study was to examine the interference effect of a verbal task and a tap task (voluntary movement) on the left hemisphere. The participants (N = 6; 4 females and 2 males) are psychology students. This present study excluded the left-handed. As part of a between subject de- sign, the participants were randomly assigned into two groups and each group did the experiment twice. The hypothesis that right-handed students who were only tapping (the control group) would have higher overall mean than when students were tapping and at the same time verbalising (the expe- rimental group) is not reflected by the results. It was concluded that verbal and voluntary movement tasks did not have interference effects on the left hemisphere, though the overall mean gained for the experimental group were slightly higher than the control group, i.e. 8.333 and 8.167, respectively. Tujuan studi ini adalah mencermati akibat interferensi tugas verbal dan tugas tepukan (ge- rakan volunter) terhadap hemisfer kiri. Para peserta (N = 6; 4 perempuan dan 2 pria) berasal dari kelas laboratorium psikologi, Universitas Massey. Studi ini tidak mengikusertakan yang kidal. Sebagai bagian dari desain antar-subjek, para partisipan dipilih secara acak dan dikelompokkan menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, dan setiap kelompok melakukan percobaan dua kali. Hipotesis bahwa mahasiswa bukan kidal yang hanya menepuk (kelompok kontrol) mempunyai rerata menyeluruh yang lebih tinggi daripada mahasiswa yang melakukan keduanya, yaitu tugas menepuk dan tugas verbal sekaligus, tidak didukung oleh hasil studi. Disimpulkan tugas verbal dan tugas gerakan volunter tidak mengakibatkan interferensi pada hemisfer kiri, sekalipun rerata menyeluruh kelompok eksperimen agak lebih tinggi daripada kelompok kontrol, berturut-turut 8.333 dan 8.167
Aku dan Dia, Cantik Mana? Perbandingan Sosial, Body Dissatisfaction dan Objektivikasi Diri Suprapto, Maria Helena; Aditomo, Anindito
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 22 No 2 (2007): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 22, No. 2, 2007)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v22i2.4346

Abstract

This study was keen to investigate whether a relation exists between self-objectivication and body dissatisfaction; whether a difference exists in body dissatisfaction as a result of social comparison; and whether self-objectivication level of adolescent girls moderate this affect. An experimental pretest-posttest independent group design was used. Participants (N = 32) were 17 - 22 aged psychology students. Results reveal a correlation between self-objectivication and body dissatisfaction. Nonetheles, there is no influence of social comparison towards body dissatisfaction, also no such influence exists towards body dissatisfaction moderated by self-objectivication level. The effectivity of treatment, partisipants’ personality are discussed, along with self-improvement and self-enhancement motives in conducting social comparison. Penelitian ini bertujuan menemukan adanya hubungan antara objektivikasi diri dan body dissatisfaction, apakah ada perbedaan body dissatisfaction yang diakibatkan oleh perbandingan sosial, dan apakah tingkat objektivikasi diri pada remaja putri memoderasi pengaruh tersebut. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan desain “pre-test post-test independent group design”. Partisipan adalah mahasiswi berusia 17-22 tahun. Hasil penelitian ini yaitu ada korelasi objektivikasi diri dengan body dissatisfaction. Namun, tidak ada pengaruh perbandingan sosial terhadap body dissatisfaction, juga tidak ada pengaruh perbandingan sosial terhadap body dissatisfaction yang dimoderatori tingkat objektivikasi diri. Hal ini disebabkan kurang efektifnya perlakuan, faktor kematangan pribadi partisipan, dan belum mempertimbangkan motif self-improvement dan self- enhancement dalam melakukan perbandingan sosial.
Kebutuhan Mendesak Untuk Menegakkan Kembali Pendidikan di Indonesia Raka, Ida I D. Gede
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 22 No 3 (2007): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 22, No. 3, 2007)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v22i3.4347

Abstract

The causal factor leading to Indonesia’s failure in economic and social development is assumed to be the national education system. Education is deemed as not able to maintain balance and harmony between the brain and mind education aspects. This gap is clearly seen in various life dimensions. The weaknesses of the education system—already implemented for more than 30 years—are of course impossible to be settled quickly and easily. The enhancement of teacher’s quality, change of the evaluation method, awakening of national awareness of the importance of education are proposed as a comprehensive and systemic solution. Kekurangberhasilan bangsa Indonesia dalam pembangunan ekonomi dan sosial budaya dipandang berawal dari kelemahan sistem pendidikan nasional. Pendidikan dianggap kurang mampu menjaga keseimbangan dan keselarasan aspek pendidikan “otak” dan “hati”. Kesenjangan ini dapat terlihat dengan mudah dalam berbagai segi kehidupan. Kelemahan sistem pendidikan yang telah berlangsung selama lebih dari tiga dekade ini tentu saja tidak dapat diselesaikan dengan cepat dan mudah. Perbaikan kualitas guru, perubahan metode evaluasi, dan penggugahan kesadaran nasional tentang pentingnya pendidikan ditawarkan sebagai usulan solusi yang komprehensif dan sistemik.
Endogenous Opioid and Receptors in Panic Disorder Dandachi, Abdulkader; Yudiarso, Ananta; Alzouabi, Kousay
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 22 No 3 (2007): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 22, No. 3, 2007)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v22i3.4349

Abstract

The aim of this article is to explore the role of endogenous opioid thou@ their recqto~s p, 6, K, and o on respi- hen in panic disorder. An opioideqgc dysfunction as pathophysiological mechanism underlying panic disorda was proposed in some previous studies. In this mini review, we focused on (a) role of endogenous opioid as modulator for carbon dioxide dvity and (b) the effect of the opioid receptors on respiration in mtal studies using opioid antagonist Artikel ini bermaksud mengeksplomsi pemn endogenous opioid melalui qioid receptor p, 6, and o pada panapasan pada gangpan panik I>lsfimgsl opiodergic sebagai mekanisme patofisiologis telah dii dalam beberapa kajian sebelumnya. Dalam mini raiaY ini kami fokuskan bahasan pada kajian (a) pemn endogenous opioid sebagai modulator dvitas terhadap kahmdiosida dan (b) efek opioid receptor pada panapasan dalam kajian eksperimental yang menggunakan dmi&mi antagonist opioid
Thai Youth's First Masturbation: 23-Year Study of Medical Students Pongthai, Sompol
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 22 No 3 (2007): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 22, No. 3, 2007)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v22i3.4350

Abstract

Masturbation is the most favorite sexual outlet of young people. This study aimed to explore the first practice of masturbation as wel as the difference between both sexes on first clinical year medical students More than ninety per cent of both males and females participated. Majority are Buddhist, almost all are not married (N = 2735; 1552 males, & 1173 females) aged 18-37 (with a mean of 21.14 years in males and 20.70 in females) at Ramathibodi Hospital, Mahidol University during the academic year 1982-2004. Data were collected through an anonim questionnaire. Results reveal that 96 % of males and 40% females did masturbation (p < 0.001). Average first starting age is 13.57 yrs old for males and 15.09 for females. First masturbation accounted for 59.25% of male first ejaculation and 77.52% for first female orgasm. The intrinsic as well as especially extrinsic backgrounds of the phenomena are discussed. Masturbasi merupakan penyaluran seksual paling favorit di antara remaja. Studi ini mengeksplorasi awal praktik masturbasi mahasiswa kedokteran tingkat klinis awal Lebih dari 90 % jumlah mahasiswa berperan serta, umumnya beragama Buddha dan hampir semuanya tidak nikah (N = 2735; 1552 pria, & 1173 perempuan) dari Fakultas Kedokteran Universitas Mahidol dari tahun akademik 1982-2004, dengan rentang usia 18-37 tahun (rerata 21.14 pada pria dan 20.70 pada perempuan). Data diperoleh melalui kuesioner anonim. Hasil-hasil menunjukkan 96 % pria dan 40% perempuan melakukan masturbasi (p< 0.001). Rata-rata usia pertama kali masturbasi adalah 13.57 tahun pada pria dan 15.09 tahun pada perempuan. Pengalaman pertama kali menemukan sendiri oleh sejumlah 54.39% pria dan 73.42 % perempuan. Sisanya memperoleh pengetahuan tersebut dari sumber lain. Masturbasi pertama kali dengan ejakulasi dialami oleh 59.25% pria dan orgasme oleh 77.52% perempuan. Didiskusikan latar belakang intrinsik dan terutama ekstrinsik terjadinya fenomena tersebut.
Pelatihan Social Stories dan Visual Support dan Keterampilan Guru Meningkatkan Perilaku Social Awareness Anak Autis Gunawidjaja, Ratna
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 22 No 3 (2007): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 22, No. 3, 2007)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v22i3.4351

Abstract

Students with autism show limited ability in social interactions and communications, as well as social unawareness manners. Social stories by Gray & Garrand (1993) is one type of proactive behavior intervention for use among students with autism, such as a short story written from the students’ perspectives that provides instruction on positive, appropriate social behaviors. Teachers (N = 11) were trained to implement intervention strategy to enhance educational success in overcoming the triad of impairment in autistic children. This study combines qualitative and quantitative approaches, supported by descriptive analitic paradigm and was carried out in a school for students with special needs. Need analysis was conducted using questionnaires, in-depth interviews and observations on teachers—students interaction in class. Statistical test results with paired t-test technique reveal a significant increase in knowledge of the participants, but not followed by an active implementation. The reasons why are discussed. Anak autis menunjukkan keterbatasan dalam keterampilan interaksi sosial, komunikasi dan memiliki perilaku kurang sesuai dengan norma sosial. Keadaan ini dicoba diatasi dengan memperkenalkan Social stories (Gray & Garand, 1993) sebagai salah satu tipe intervensi pendidikan proaktif yang berupa cerita pendek yang ditulis untuk siswa autis. Cerita pendek yang memberikan instruksi perilaku positif dengan memperhatikan sudut pandang siswa. Pelatihan keterampilan diberikan pada para guru (N = 11) untuk menerapkan strategi intervensi sebagai upaya mengatasi triad of impairment anak autis. Penelitian dilakukan di sebuah sekolah anak berkebutuhan khusus menggunakan pendekatan kwalitatif dan kuantitatif. Analisis kebutuhan dilakukan melalui angket, wawancara mendalam, dan observasi interaksi guru—siswa di kelas. Hasil uji statistik dengan teknik paired T-test menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada pengetahuan 11 orang peserta pelatihan, tetapi belum disertai dengan keaktifan penerapannya. Didiskusikan kendala penerapan hasil pelatihan.
Pendidikan Karakter dan Perilaku Agresif Siswa TK Elisabeth, Mary Philia
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 22 No 3 (2007): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 22, No. 3, 2007)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v22i3.4352

Abstract

The aim of this research was to know whether social skills training could reduce aggressive behaviour of playgroup children aged 4 to 6 years. Participants were children (N = 40) of Grade A and B, consisting of 10 experimental group children and 10 control group children in each grade. Data were collected through class observations, moral and behaviour evaluations, teacher's daily annotations, and interviews. Subject matter of the training focuses on basic social skills, social relationship skills, expressing feelings skills, and conflict management skills. Training were conducted during 1 month, 4 meetings a week, and lasting 45 minutes at each meeting. Data analysis was performed applying ANOVA-Repeated measures. Research results show a significant outcome hence it can be concluded that the social skills training could reduce children's aggressive behaviour. Penelitian ini bertujuan menguji apakah pelatihan social skills dapat menurunkan agresivitas anak dengan rentang usia 4 - 6 tahun. Subjek penelitian (N = 40) adalah anak TK A (10 anak kelompok eksperimen dan 10 orang kelompok kontrol) dan anak TK B (10 anak kelompok eksperimen dan 10 anak kelompok kontrol. Data diperoleh melalui observasi kelas, penilaian moral dan perilaku anak, catatan harian (anekdot) guru, dan wawancara. Materi pelatihan difokuskan pada keterampilan sosial dasar, keterampilan dalam menjalin relasi sosial, keterampilan mengungkapkan perasaan, dan keterampilan mengelola konflik. Pelatihan diberikan selama 1 bulan, 4 kali pertemuan tiap minggu, dengan durasi waktu 45 menit untuk tiap pertemuan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan ANOVA-Repeated measures. Hasil penelitian menunjukkan nilai bermakna, sehingga dapat disimpulkan bahwa pelatihan keterampilan sosial yang diberikan dapat menurunkan perilaku agresif anak.
Asesmen Dinamika Gangguan: Studi Tentang Nyctophobia Yuwanto, Listyo
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 22 No 3 (2007): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 22, No. 3, 2007)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v22i3.4356

Abstract

This study was inspired by two reasons. Firstly after observing someone who suffers nyctophobia and needs therapy, and secondly after literature search, the author did not find an explisit empirical research on the dynamics of nyctophobia. The aim of this study was to conduct a research which could understand and describe the dynamics of nyctophobia. This research adopted a qualitative approach with a participatory paradigm. The main method of the data collection was an interview, supported with the observation data, pre-data questionnaire, the big five personality, as well as the symptom scale and the control. The research informan were three nyctophobia sufferers. The dynamics of the disorder are discussed. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh dua hal. Pertama berdasarkan hasil observasi peneliti terhadap seorang penderita nyctophobia yang membutuhkan adanya bantuan penanganan. Kedua berdasarkan studi literatur, peneliti belum menemukan penelitian mengenai dinamika gangguan penderita nyctophobia. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan dan memahami dinamika gangguan penderita nyctophobia. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan paradigma participatory. Metode pengumpulan data utama menggunakan wawancara yang didukung dengan data observasi, angket data awal, the big five personality, serta skala simtom dan kontrol. Informan penelitian berjumlah tiga orang yang menyandang nyctophobia. Disiskusikan dinamika gangguan nyctophobia.
Dinamika Konflik Kerja-Keluarga Pada Guru Dewi, Luh Kusuma; Mawardi, Artiawati; Suvianita, Khanis
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 22 No 3 (2007): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 22, No. 3, 2007)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v22i3.4357

Abstract

Struggling for a better welfare in a teachers’ life is a never ending effort. It is interesting to explore teachers’ life in order to have information regarding how teachers cope with work-family conflict. Work-family conflict is a conflict that occurs because of imbalanced role between job and family. This study was aimed to explore antecedents of work-family conflict, effects of work-family conflict on family and work domains, and how to cope with work-family conflict in order to achieve life satisfaction. Informants were three female teachers and three male teachers, who were married and had at least one child living with them. Data were taken through an in-depth interview, which were then analyzed interpretively. Results revealed through naration, show different ways in coping with conflicts between female and male teachers. Perjuangan untuk menemukan kesejahteraan hidup para guru adalah usaha yang tidak pernah usai. Kehidupan seorang guru menjadi menarik untuk disimak, terutama dalam menemukan informasi bagaimana mereka mengatasi konflik kerja-keluarga. Konflik kerja-keluarga adalah suatu bentuk konflik yang terjadi karena adanya ketidakseimbangan tuntutan peran di pekerjaan dan keluarga. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui bagaimana konflik kerja-keluarga terjadi, apa dampaknya pada pekerjaan dan keluarga, dan bagaimana mereka mengatasi konflik tersebut untuk mencapai kesejahteraan hidup. Informan adalah tiga orang guru perempuan dan tiga orang guru laki- laki yang menikah dan minimal mempunyai satu orang anak yang tinggal satu rumah dengan mereka. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, yang kemudian dianalisis secara interpretif. Hasilnya dipaparkan secara naratif, yang menunjukkan adanya cara yang berbeda dalam mengatasi konflik antara guru perempuan dan guru laki-laki.

Filter by Year

1999 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 40 No 2 (2025): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 40, No. 2, 2025) Vol 40 No 1 (2025): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 40, No. 1, 2025) Vol 39 No 2 (2024): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 39, No. 2, 2024) Vol 39 No 1 (2024): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 39, No. 1, 2024) Vol 38 No 2 (2023): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 38, No. 2, 2023) Vol 38 No 1 (2023): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 38, No. 1, 2023) Vol 37 No 2 (2022): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 37, No. 2, 2022) Vol 37 No 1 (2022): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 37, No. 1, 2022) Vol. 36 No. 2 (2021): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 36, No. 2, 2021) Vol. 36 No. 1 (2021): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 36, No. 1, 2021) Vol. 35 No. 2 (2020): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 35, No. 2, 2020) Vol. 35 No. 1 (2019): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 35, No. 1, 2019) Vol. 34 No. 4 (2019): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 34, No. 4, 2019) Vol. 34 No. 3 (2019): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 34, No. 3, 2019) Vol. 34 No. 2 (2019): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 34, No. 2, 2019) Vol. 33 No. 4 (2018): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 33, No. 4, 2018) Vol. 34 No. 1 (2018): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 34, No. 1, 2018) Vol. 33 No. 3 (2018): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 33, No. 3, 2018) Vol. 33 No. 2 (2018): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 33, No. 2, 2017) Vol. 33 No. 1 (2017): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 33, No. 1, 2017) Vol. 32 No. 4 (2017): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 32, No. 4, 2017) Vol. 32 No. 3 (2017): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 32, No. 3, 2017) Vol. 32 No. 2 (2017): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 32, No. 2, 2017) Vol. 32 No. 1 (2016): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 32, No. 1, 2016) Vol. 31 No. 4 (2016): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 31, No. 4, 2016) Vol. 31 No. 3 (2016): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 31, No. 3, 2016) Vol. 31 No. 2 (2016): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 31, No. 2, 2016) Vol. 31 No. 1 (2015): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 31, No. 1, 2015) Vol. 30 No. 4 (2015): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 30, No. 4, 2015) Vol. 30 No. 3 (2015): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 30, No. 3, 2015) Vol. 30 No. 2 (2015): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 30, No. 2, 2015) Vol. 30 No. 1 (2014): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 30, No. 1, 2014) Vol. 29 No. 4 (2014): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 29, No. 4, 2014) Vol. 29 No. 3 (2014): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 29, No. 3, 2014) Vol. 29 No. 2 (2014): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 29, No. 2, 2014) Vol. 29 No. 1 (2013): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 29, No. 1, 2013) Vol 28 No 4 (2013): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 28, No. 4, 2013) Vol 28 No 3 (2013): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 28, No. 3, 2013) Vol 28 No 2 (2013): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 28, No. 2, 2013) Vol 28 No 1 (2012): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 28, No. 1, 2012) Vol 27 No 4 (2012): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 27, No. 4, 2012) Vol 27 No 3 (2012): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 27, No. 3, 2012) Vol 27 No 2 (2012): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 27, No. 1, 2012) Vol 27 No 1 (2011): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 27, No. 1, 2011) Vol 26 No 4 (2011): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 26, No. 4, 2011) Vol 26 No 3 (2011): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 26, No. 3, 2011) Vol 26 No 2 (2011): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 26, No. 2, 2011) Vol 26 No 1 (2010): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 26, No. 1, 2010) Vol 25 No 4 (2010): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 25, No. 4, 2010) Vol 25 No 3 (2010): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 25, No. 3, 2010) Vol 25 No 2 (2010): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 25, No. 2, 2010) Vol 25 No 1 (2009): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 25, No. 1, 2009) Vol 24 No 4 (2009): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 24, No. 4, 2009) Vol 24 No 3 (2009): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 24, No. 3, 2009) Vol 24 No 2 (2009): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 24, No. 2, 2009) Vol 24 No 1 (2008): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 24, No.1, 2008) Vol 23 No 4 (2008): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 23, No. 4, 2008) Vol 23 No 3 (2008): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 23, No. 3, 2008) Vol 23 No 2 (2008): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 23, No. 2, 2008) Vol 23 No 1 (2007): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 23, No. 1, 2007) Vol 22 No 4 (2007): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 22, No. 4, 2007) Vol 22 No 3 (2007): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 22, No. 3, 2007) Vol 22 No 2 (2007): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 22, No. 2, 2007) Vol 22 No 1 (2006): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 22, No. 1, 2006) Vol 21 No 4 (2006): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 21, No. 4, 2006) Vol 21 No 3 (2006): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 21, No. 3, 2006) Vol 21 No 2 (2006): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 21, No. 2, 2006) Vol 21 No 1 (2005): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 21, No. 1, 2005) Vol 20 No 4 (2005): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 20, No. 4, 2005) Vol 20 No 3 (2005): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 20, No. 3, 2005) Vol 20 No 2 (2005): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 20, No. 2, 2005) Vol 20 No 1 (2004): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 20, No. 1, 2004) Vol 19 No 4 (2004): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 19, No. 4, 2004) Vol 19 No 3 (2004): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 19, No. 3, 2004) Vol 19 No 2 (2004): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 19, No. 2, 2004) Vol 19 No 1 (2003): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 19, No. 1, 2003) Vol 18 No 4 (2003): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 18, No. 4, 2003) Vol 18 No 3 (2003): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 18, No. 3, 2003) Vol 18 No 2 (2003): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 18, No. 2, 2003) Vol 18 No 1 (2002): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 18, No. 1, 2002) Vol 17 No 4 (2002): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 17, No. 4, 2002) Vol 17 No 3 (2002): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 17, No. 3, 2002) Vol 17 No 2 (2002): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 17, No. 2, 2002) Vol 17 No 1 (2001): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 17, No. 1, 2001) Vol 16 No 3 (2001): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 16, No. 3, 2001) Vol 16 No 2 (2001): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 16, No. 2, 2001) Vol 16 No 4 (2001): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 16, No. 4, 201) Vol 16 No 1 (2000): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 16, No. 1, 2000) Vol 15 No 4 (2000): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 15, No. 4, 2000) Vol 15 No 3 (2000): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 15, No. 3, 2000) Vol 15 No 2 (2000): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 15, No. 2, 2000) Vol 15 No 1 (1999): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 15, No. 1, 1999) Vol 14 No 4 (1999): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 14, No. 4, 1999) Vol 14 No 3 (1999): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 14, No. 3, 1999) More Issue