cover
Contact Name
Dr. Ide Bagus Siaputra
Contact Email
-
Phone
+62312981246
Journal Mail Official
anima@unit.ubaya.ac.id
Editorial Address
Faculty of Psychology, Universitas Surabaya Jalan Raya Rungkut Mejoyo (Raya Kali Rungkut), Surabaya, East Java, 60293
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
ANIMA Indonesian Psychological Journal
Published by Universitas Surabaya
ISSN : 02150158     EISSN : 26205963     DOI : https://doi.org/10.24123/aipj
Core Subject : Social,
Anima publishes peer reviewed articles with editors and consultants providing detailed assistance for authors to reach publication. Anima publishes research reports and scientific papers in psychology and/or related sciences with the aim to advance science, knowledge, and theory of psychology.
Articles 651 Documents
The Influence of Peer Group Interaction and Academic Self-Concept on Academic Achievement Cahyani, Estu Dwi; Sugiyanto
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 23 No 4 (2008): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 23, No. 4, 2008)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v23i4.4369

Abstract

This investigation addressed the influence of peer acceptance/rejection and academic self- concept on academic achievement. The study involved 138 students from two elementary schools in Sleman, Yogyakarta. The findings showed that there were positive and significant relationships bet- ween peer acceptance/rejection, academic self-concept, and academic achievement. Result of step- wise regression analysis showed that peer acceptance/rejection and academic self-concept influenced academic achievement (R 2 =22.7%) and peer acceptance/rejection was the main predictor of academic achievement (R 2 = 16.8%). Accepted students reached higher academic achievement than rejected stu- dents. Furthermore, reading self-concept, as a part of academic self-concept, was significantly related to Bahasa Indonesia achievement (R = 0.370, p > 0.01), general academic achievement (R = 0.337, p > 0.01), and math achievement (R = 0.276, p > 0.01). Penelitian ini melaporkan pengaruh penerimaan/penolakan sebaya dan konsep-diri akademik terhadap prestasi akademik. Studi ini melibatkan 138 siswa dua sekolah dasar di Sleman, Yogya-karta. Temuan menunjukkan adanya hubungan positif bermakna antara penerimaan/penolakan sebaya, konsep-diri akademik, dan prestasi akademik. Hasil analisis regresi bertahap menunjukkan bahwa penerimaan/penolakan sebaya dan konsep-diri akademik memengaruhi prestasi akademik (R 2 = 22.7%) dan penerimaan/penolakan sebaya merupakan prediktor utama prestasi akademik (R 2 = 16.8%). Siswa yang diterima mencapai prestasi akademik yang lebih tinggi daripada siswa yang ter- tolak. Selain itu, konsep-diri membaca, sebagai bagian konsep-diri akademik, terkait secara bermakna pada prestasi Bahasa Indonesia (R 2 = 0.370, p >0.01), prestasi akademik umum (R = 0.337, p >0.01), dan prestasi matematik (R = 0.276, p >0.01).
Role Playing Method Decreases Communication Anxiety of Medical Students Wulanyani, Ni Made Swasti; Sudarmaja, I Made; Surijah, Edwin Adrianta
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 23 No 4 (2008): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 23, No. 4, 2008)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v23i4.4370

Abstract

As a professional in public health services, a physician should be acquainted with commu- nication skills when interacting with all kinds of human character. An effective communication could be implemented to collect information as a prerequisite to make an accurate diagnosis and satisfy the patient as well. Anxiety haunting inexperienced students in facing real patients could block one’s real communication potential. The aim of this study was to assess whether the role playing method could decrease the anxiety scale of the subjects. Subjects (N = 70) were first semester medical students. The Communication Anxiety Scale were delivered before and after they conduct the role play. Data were analysed with t test. Results show a significant decline in anxiety scale (p < 0.001). The role playing method is able to decrease communication anxiety through simulation (training in a near-real situa- tion, stimulating imagination and verbal potentials). Sebagai profesional dalam bidang layanan kesehatan masyarakat, seorang dokter dituntut memiliki keterampilan komunikasi saat berhadapan dengan karakter manusia yang beragam. Komu- nikasi efektif dapat digunakan untuk menggali informasi demi tertegakkannya diagnosis yang akurat dan juga memuaskan pasien. Kecemasan yang timbul pada para mahasiswa yang belum berpenga- laman dapat menghambat kemampuan komunikasi yang sesungguhnya. Tujuan studi ini adalah me- nilai apakah metode bermain peran dapat menurunkan tingkat kecemasan para subjek. Subjek (N = 70) adalah mahasiswa semester 1 fakultas kedokteran. Skala Kecemasan Komunikasi disajikan se- belum dan setelah subjek melakukan permainan peran. Data dianalisis dengan t test. Hasil menun- jukkan bahwa tingkat kecemasan menurun secara signifikan (p < 0.001). Metode bermain peran telah berhasil menurunkan tingkat kecemasan komunikasi karena memberikan kesempatan berlatih dalam situasi yang mendekati kenyataan, merangsang imajinasi dan kemampuan verbal
Religious Issue in Psychotherapy Prawitasari, Johana E.
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 23 No 4 (2008): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 23, No. 4, 2008)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v23i4.4371

Abstract

Spirituality and religiosity are two different terms and different contexts. Religiosity is con- sidered as a term to be used related to religion, while spirituality will not be perceived as related to a- ny religion. Spirituality is a general term to refer to the attitude toward surrendering to the super pow- er beyond individual’s control. The tendency of psychotherapy to use religion in the process, I am afraid, will confuse the clients since they are asked to use their religion norms, yet their underlying problems are related to the norms. In the process of psychotherapy, therapist may offer different views of individuals’ existence. The two terms, religiosity and spirituality: the pro and contra in the psychotherapeutic process are discussed. Spiritualitas dan religiositas adalah dua istilah yang berbeda dan dipakai dalam konteks yang berbeda. Religiositas dipakai dalam kaitan dengan agama, sedangkan spiritualitas tidak diper- sepsikan terkait dengan agama mana pun. Spiritualitas adalah istilah umum yang merujuk pada sikap penyerahan diri pada kekuatan adikodrati di luar kendali individu. Kecenderungan psikoterapi mema- kai agama dalam prosesnya, menurut penulis, akan membingungkan klien mengingat mereka diminta menggunakan norma agamanya, pada hal penyebab masalahnya terkait norma tersebut. Dalam proses psikoterapi, terrapis dapat menawarkan pandangan yang berbeda mengenai eksistensi si individu. Di- diskusikan kedua isttilah, religiositas dan spiritualitas: yang pro maupun yang kontra dalam proses psikoterapi.
Understanding the Mass Trance Phenomenon in Indonesia: Between Traditional Beliefs and Community Mental Health Hidajat, Lidia Laksana
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 23 No 4 (2008): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 23, No. 4, 2008)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v23i4.4372

Abstract

The study on trance phenomenon is hardly ever done, in view of the fact that in Indonesia, trance or known as kesurupan tend to be accepted as a common cultural phenomenon, especially at many areas where traditional and mystical beliefs are profound, and spiritual practices are still carried out. While Indonesia is making a hard effort to build up its nation, and whereas modernization could be seen in many parts of Indonesia, mass trance may perhaps be a paradoxical explanation of every- day social problems. By way of culturally based approaches and ways of thinking of the Indonesian societies, an alternative of social participation and increasing access to economic resources were the determinants that came forward among the research results. Access to supportive relationships, social influence, and opportunities for social engagement which create meaningful roles, resources and op- portunities for contact were among the problems for a better community mental health approach. Studi tentang gejala kesurupan hampir tak pernah dilakukan, mengingat kenyataan bahwa di Indonesia, kesurupan cenderung diterima sebagai gejala budaya biasa, terutama di banyak daerah yang kepercayaan tradisional dan mistiknya menonjol, dan praktik spiritual masih dilakukan. Ketika Indonesia berupaya keras membangun bangsa dan modernisasi terlihat di banyak tempat, kesurupan massal mungkin merupakan penjelasan paradoksikal atas masalah sosial sehari-hari. Melalui pendekatan berbasis budaya dan cara berpikir masyarakat Indonesia, sebuah alternatif partisipasi sosial dan peningkatan akses ke sumber ekonomi merupakan penentu yang muncul di antara hasil penelitian.. Akses ke hubungan yang mendukung, pengaruh sosial, dan kesempatan untuk keterlibatan sosial yang menciptakan peran bermakna, sumber dan kesempatan untuk bersentuhan merupakan bagian masalah untuk mencapai pendekatan kesehatan mental masyarakat yang lebih sehat.
Psikologi Forensik: Tantangan Psikolog sebagai Ilmuwan dan Profesional Probowati, Yusti
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 23 No 4 (2008): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 23, No. 4, 2008)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v23i4.4373

Abstract

In addressing various legal issues and problems, psychology has much to contribute. Psychological expertise is needed, for instance, in legal cases involving children experiencing domestic violence; in creating criminal profiles of terrorists; in the process of psychological rehabilitation; and in trials which involve judgements about mental health. The psychological study of legal issues/problems is called forensic psychology. This article describes the contributions that forensic psychologists can make and have made, both as researchers/scientists and as practitioners. This article also presents the challenges faced by forensic psychology, along with reflections on the future of this important field in Indonesia. Ada berbagai kontribusi yang dapat diberikan psikologi kepada penanganan masalah hukum. Misalnya, keahlian psikologi diperlukan dalam penanganan anak-anak yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga; dalam pembuatan profil kriminal teroris; dalam proses rehabilitasi psikologis di lembaga pemasyarakatan; serta dalam persidangan yang menyangkut penilaian kesehatan mental. Kajian psikologis atas berbagai masalah hukum ini disebut sebagai psikologi forensik. Artikel ini memaparkan kontribusi yang dapat dan telah disumbangkan oleh psikolog forensik, baik dalam kapasitas sebagai peneliti/ilmuwan maupun sebagai praktisi. Artikel ini juga mendiskusikan tantangan yang dihadapi psikologi forensik, beserta refleksi mengenai masa depan bidang penting ini di Indonesia.
University Students and Their Concerns: Prevalence and Degree of Severity Setiawan, Jenny Lukito
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 23 No 4 (2008): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 23, No. 4, 2008)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v23i4.4374

Abstract

Since undergraduates are moving from adolescence to young adulthood, they face many changes in this transitional period. It is argued that they still need support to “grow’ and cope with all the “unbearable” stresses. The aim of this study is to assess the prevalence and degree of severity of students’ concerns during their university career. Participants (N = 1,279) were students from two universities, who volunteered to complete self-administered questionnaires. Results reveal that aca- demic-related problems were the most widely experienced and the most serious concerns for stu- dents, compared to other areas. With regard to the prevalence of concerns, problems related to aca- demic, self, depression and mood change, romantic relationships, welfare, other relationships, anxie- ty, loss, and transitions, were experienced by more than 50% of students participating in the study. Detailed findings, implications of results, and the recommendation for improving the quality of uni- versity students life are further discussed Karena mahasiswa S-1 adalah remaja yang menuju dewasa muda, mereka menghadapi banyak perubahan dalam masa transisi ini. Diasumsikan bahwa mereka masih membutuhkan dukungan untuk “tumbuh” dan mengatasi berbagai stres yang berat. Tujuan penelitian ini adalah me- nilai prevalensi dan beratnya keprihatinan mahasiswa selama masa studinya. Partisipan penelitian ini (N = 1,279) adalah mahasiswa dua perguruan tinggi, yang bersedia mengisi kuesioner tentang pribadinya. Hasil mengungkapkan bahwa masalah terkait-akademik merupakan yang paling banyak dialami dan paling serius bagi para mahasiswa, dibandingkan hal lain. Menyangkut prevalensi keprihatinan, masa- lah terkait-akademik, pribadi, depresi dan perubahan suasana hati, hubungan romantis, kesejahteraan, hubungan lain, kecemasan, kehilangan, dan peralihan, dialami oleh lebih dari 50% partisipan. Diba- has lebih lanjut temuan rinci, implikasi hasil, dan rekomendasi perbaikan kualitas kehidupan ma- hasiswa.
Sumber Daya Pribadi dan Sumber Daya Sosial sebagai Mediator Dampak Kejadian Menekan Terhadap Munculnya Gejala Depresi pada Remaja Retnowati, Sofia
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 23 No 4 (2008): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 23, No. 4, 2008)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v23i4.4375

Abstract

This study applied the structural equation model (SEM) approach to test the author’s model in managing personal and social resources, which became mediators of the implications of life stres- sor events towards detected depression symptoms. The formed model included problem solving stra- tegy variable as the correlation mediator between stressful events towards personal and social resour- ces and depression. Participants were youth (N = 2586) living in Yogyakarta Special District. Result of the quantitative data analysis through LISREL 8.30 reveals that the formed model has a satisfying accuracy. All model accuracies indices are appropriate with the anticipated criteria. Through two mo- dels which are formed and based on gender, the man model (M) are responsible for 68% and the women model (W) are responsible for 86% variations in the emergence of the depression symptoms. Penelitian ini menggunakan pendekatan model persamaan struktural (SEM) yang bertujuan untuk menguji model yang disusun oleh peneliti menangani variabel sumber daya pribadi dan sumber daya sosial yang menjadi perantara (mediator) dampak kejadian menekan dalam kehidupan (life stresssor events) terhadap munculnya gejala depresi. Model yang disusun juga melibatkan variabel strategi pengatasan masalah sebagai mediator hubungan antara kejadian menekan dan sumber daya pribadi-sosial dengan depresi. Partisipan yang dilibatkan dalam penelitian adalah 2.586 remaja yang bertempat tinggal di Daerah Istimewa Yogyakarta. Hasil analisis data kuantitatif melalui LISREL 8.30 menunjukkan bahwa model yang disusun memiliki ketepatan model yang memuaskan. Semua indeks ketepatan model sesuai dengan kriteria yang diharapkan. Dari dua model yang disusun berda- sarkan jenis kelamin, model PA (pria) mampu menjelaskan sebesar 68 persen dan model PI (putri) menjelaskan 86 persen variasi munculnya gejala depresi.
Ayah-Anak: Kajian Eksistensial dan Fenomenologis Atas Novel Bukan Pasarmalam, Karya Pramoedya Ananta Toer Chai, Waty; Tonny; Lasmono, Hari K.
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 22 No 2 (2007): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 22, No. 2, 2007)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v22i2.4376

Abstract

Father-son relationship has been a common topic in quanti– as well qualitative research studies. While quantitative approach offers less analysis concerning the time continuum, qualitative approach tends to generalize the father concept. This research used the fenomenology perspective of Merleau-Ponty and existentialist perspectives of Sartre which are assumed to provide a diverse father concept. This approach was taken in accordance with the topic and purpose of this research, i.e. to add additional inventory towards the meaning of a father. The Bukan Pasarmalam novel (Toer, 2006) was the core of the analysis. Data were collected through critical and curious reading. Thoughts from the critical reading was the basis for analysis. Results reveal that (a) Bukan Pasarmalam is the auto- biography of its writer Pramoedya implicitly reflecting his personal needs, i.e. the desire to forgive his father; (b) the meaning of the father concept for “I” (as son) was understood as physical and spatial entity. Father and son relation was built upon a two-way perception, which are affecting each other and (c) the death of the father in a certain belief means a birth of a father for his child. Penelitian tentang relasi ayah-anak sering diangkat melalui pendekatan kuanti– maupun kualitatif. Pendekatan kuantitatif kurang menawarkan analisis dalam garis kontinum waktu, sedang- kan pendekatan kualitatif cenderung menyeragamkan konsep ayah. Penelitian ini menggunakan pen- dekatan fenomenologi Merleau-Ponty dan eksistensialisme Sartre yang dianggap mampu menawar- kan makna ayah dalam keberagaman. Pendekatan ini terkait erat dengan topik dan tujuan penelitian, yaitu sebagai inventarisasi tambahan tentang makna ayah. Bahan analisis adalah novel Bukan Pa- sarmalam (Toer, 2006). Data diperoleh melalui membaca kritis sambil selalu mempertanyakan isi novel tersebut. Pemikiran yang berasal dari membaca kritis akan menjadi dasar analisis. Hasil pene- litian menunjukkan (a) novel Bukan Pasarmalam merupakan karya otobiografis yang oleh penulisnya disampaikan dengan melibatkan kepentingan individualnya, yakni keinginan untuk memaafkan ayah- nya; (b) makna ayah bagi tokoh “aku” (sebagai anak) ternyata dimengerti dalam bentuk fisik dan kon- sep keruangan. Relasi ayah-anak terjalin dalam pencerapan dua arah dan saling memengaruhi; (c) ke- matian ayah dalam arti tertentu merupakan kelahiran seorang ayah bagi anak.
Pengaruh Psikoterapi Transpersonal Terhadap Kualitas Hidup Pasien HIV dan AIDS Effendy, Nurlaila; Prawitasari, Johana E.; Hastjarjo, Thomas Dicky; Nasronudin
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 24 No 1 (2008): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 24, No.1, 2008)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v24i1.4377

Abstract

Abstract.The aim of this study is to evaluate the effectiveness of a transpersonal psychotherapy using meditation, visualization, and praise method. Subjects (N = 6) were HIV and AIDS patients. Results reveal an increase of quality of life with transpersonal psychotherapy and an increase (based on WHO criterion) of CD4 criterion. Subjects of stadium II and III can not rely on the psychotherapy alone to raise their level of CD4, they also need antiretroviral therapy. An increase in physical activity was also apparent in patients who were in stadium II and III, while patients in stadium I of AIDS scored high since the start of the therapy. There is a decreasing level of stress and level of anxiety, an increasing level of self acceptence, and level of activity in community in all subjects, and level of meaning of life in4 subjects. Para penderita HIV & AIDS harus menghadapi penyakit yang mematikan, mengalami diskriminasi, dan stigma dari keluarga maupun masyarakat. Pasien HIV & AIDS memerlukan terapi komprehensif (medikamentosa, nutrisi, dukungan sosial maupun psikoterapi) untuk meningkatkan kualitas hidup. Psikoterapi dalam penelitian ini menggunakan metode visualisasi, meditasi, dan pujian. Penelitian ini melibatkan 6 subjek penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa psikoterapi transpersonal dengan metode visualisasi, meditasi,dan pujian meningkatkan kualitas hidup pada aspek fisik/biologis, psikologis, sosial, dan spiritual.Psikoterapi transpersonal meningkatkan jumlah CD4 berdasar kriteria CDC/WHO dan meningkatkan aktivitas pada penderita dengan stadium II dan III. Penderita HIV & AIDS stadium I memiliki skor batas teratas sejak awal. Psikoterapi transpersonal menurunkan stres dan kecemasan, meningkatkan penerimaan diri, aktivitas dalam kelompok pada seluruh subjek, serta meningkatkan makna hidup pada 4 subjek.
Pengasuhan Orang Tua dan Harga Diri Remaja: Studi Meta Analisis Lestari, Sri
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 24 No 1 (2008): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 24, No.1, 2008)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v24i1.4410

Abstract

Since published in 1973, Baumrind’s finding about parenting style–which dimensions were specified in her next publication–became the most important reference for research in parenting effect on children’s psychological outcomes. This study aim to evaluate primary research that studied the effect of parenting behavior on adolescents’ self-esteem, focusing on parent support, control, and parent-child communication. Ten relevant studies were chosen from electronic database search. Results reveal that parenting behavior and adolescents’ self-esteem were correlated significantly. A moderating variable was not found in parents’ support and control in association to adolescents’ self- esteem, but such was obvious in parent-child communication in association to adolescents’ self- esteem. Unfortunately the data in primary studies were insufficient to find the moderating variable’s role. Temuan Baumrind tentang gaya pengasuhan yang dipublikasikan pada 1973 (disusul rincian dimensinya pada publikasi selanjutnya), menjadi referensi penting dalam penelitian tentang dampak pengasuhan terhadap akibatan psikologis pada anak. Tujuan studi ini adalah mengevaluasi temuan- temuan utama dalam penelitian tentang dampak perilaku pengasuhan terhadap harga diri remaja, dengan memfokuskan pada dukungan orang tua, kontrol, dan komunikasi orang tua-anak. Melalui penelusuran database elektronik ditemukan 10 artikel yang relevan dengan tujuan. Hasil studi menunjukkan bahwa perilaku pengasuhan dan harga diri berkorelasi secara signifikan. Variabel moderator tidak ditemukan dalam asosiasi dukungan dan kontrol orang tua dan harga diri remaja, namun ada peran variabel moderator dalam asosiasi komunikasi orang tua-anak dan harga diri remaja. Karena data dalam studi primer tidak mencukupi, maka tidak dapat dilakukan pengujian untuk menemukan variabel moderator yang berperan.

Filter by Year

1999 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 40 No 2 (2025): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 40, No. 2, 2025) Vol 40 No 1 (2025): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 40, No. 1, 2025) Vol 39 No 2 (2024): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 39, No. 2, 2024) Vol 39 No 1 (2024): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 39, No. 1, 2024) Vol 38 No 2 (2023): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 38, No. 2, 2023) Vol 38 No 1 (2023): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 38, No. 1, 2023) Vol 37 No 2 (2022): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 37, No. 2, 2022) Vol 37 No 1 (2022): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 37, No. 1, 2022) Vol. 36 No. 2 (2021): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 36, No. 2, 2021) Vol. 36 No. 1 (2021): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 36, No. 1, 2021) Vol. 35 No. 2 (2020): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 35, No. 2, 2020) Vol. 35 No. 1 (2019): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 35, No. 1, 2019) Vol. 34 No. 4 (2019): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 34, No. 4, 2019) Vol. 34 No. 3 (2019): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 34, No. 3, 2019) Vol. 34 No. 2 (2019): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 34, No. 2, 2019) Vol. 33 No. 4 (2018): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 33, No. 4, 2018) Vol. 34 No. 1 (2018): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 34, No. 1, 2018) Vol. 33 No. 3 (2018): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 33, No. 3, 2018) Vol. 33 No. 2 (2018): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 33, No. 2, 2017) Vol. 33 No. 1 (2017): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 33, No. 1, 2017) Vol. 32 No. 4 (2017): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 32, No. 4, 2017) Vol. 32 No. 3 (2017): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 32, No. 3, 2017) Vol. 32 No. 2 (2017): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 32, No. 2, 2017) Vol. 32 No. 1 (2016): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 32, No. 1, 2016) Vol. 31 No. 4 (2016): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 31, No. 4, 2016) Vol. 31 No. 3 (2016): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 31, No. 3, 2016) Vol. 31 No. 2 (2016): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 31, No. 2, 2016) Vol. 31 No. 1 (2015): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 31, No. 1, 2015) Vol. 30 No. 4 (2015): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 30, No. 4, 2015) Vol. 30 No. 3 (2015): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 30, No. 3, 2015) Vol. 30 No. 2 (2015): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 30, No. 2, 2015) Vol. 30 No. 1 (2014): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 30, No. 1, 2014) Vol. 29 No. 4 (2014): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 29, No. 4, 2014) Vol. 29 No. 3 (2014): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 29, No. 3, 2014) Vol. 29 No. 2 (2014): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 29, No. 2, 2014) Vol. 29 No. 1 (2013): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 29, No. 1, 2013) Vol 28 No 4 (2013): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 28, No. 4, 2013) Vol 28 No 3 (2013): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 28, No. 3, 2013) Vol 28 No 2 (2013): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 28, No. 2, 2013) Vol 28 No 1 (2012): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 28, No. 1, 2012) Vol 27 No 4 (2012): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 27, No. 4, 2012) Vol 27 No 3 (2012): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 27, No. 3, 2012) Vol 27 No 2 (2012): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 27, No. 1, 2012) Vol 27 No 1 (2011): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 27, No. 1, 2011) Vol 26 No 4 (2011): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 26, No. 4, 2011) Vol 26 No 3 (2011): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 26, No. 3, 2011) Vol 26 No 2 (2011): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 26, No. 2, 2011) Vol 26 No 1 (2010): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 26, No. 1, 2010) Vol 25 No 4 (2010): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 25, No. 4, 2010) Vol 25 No 3 (2010): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 25, No. 3, 2010) Vol 25 No 2 (2010): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 25, No. 2, 2010) Vol 25 No 1 (2009): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 25, No. 1, 2009) Vol 24 No 4 (2009): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 24, No. 4, 2009) Vol 24 No 3 (2009): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 24, No. 3, 2009) Vol 24 No 2 (2009): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 24, No. 2, 2009) Vol 24 No 1 (2008): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 24, No.1, 2008) Vol 23 No 4 (2008): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 23, No. 4, 2008) Vol 23 No 3 (2008): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 23, No. 3, 2008) Vol 23 No 2 (2008): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 23, No. 2, 2008) Vol 23 No 1 (2007): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 23, No. 1, 2007) Vol 22 No 4 (2007): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 22, No. 4, 2007) Vol 22 No 3 (2007): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 22, No. 3, 2007) Vol 22 No 2 (2007): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 22, No. 2, 2007) Vol 22 No 1 (2006): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 22, No. 1, 2006) Vol 21 No 4 (2006): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 21, No. 4, 2006) Vol 21 No 3 (2006): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 21, No. 3, 2006) Vol 21 No 2 (2006): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 21, No. 2, 2006) Vol 21 No 1 (2005): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 21, No. 1, 2005) Vol 20 No 4 (2005): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 20, No. 4, 2005) Vol 20 No 3 (2005): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 20, No. 3, 2005) Vol 20 No 2 (2005): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 20, No. 2, 2005) Vol 20 No 1 (2004): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 20, No. 1, 2004) Vol 19 No 4 (2004): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 19, No. 4, 2004) Vol 19 No 3 (2004): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 19, No. 3, 2004) Vol 19 No 2 (2004): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 19, No. 2, 2004) Vol 19 No 1 (2003): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 19, No. 1, 2003) Vol 18 No 4 (2003): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 18, No. 4, 2003) Vol 18 No 3 (2003): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 18, No. 3, 2003) Vol 18 No 2 (2003): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 18, No. 2, 2003) Vol 18 No 1 (2002): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 18, No. 1, 2002) Vol 17 No 4 (2002): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 17, No. 4, 2002) Vol 17 No 3 (2002): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 17, No. 3, 2002) Vol 17 No 2 (2002): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 17, No. 2, 2002) Vol 17 No 1 (2001): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 17, No. 1, 2001) Vol 16 No 3 (2001): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 16, No. 3, 2001) Vol 16 No 2 (2001): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 16, No. 2, 2001) Vol 16 No 4 (2001): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 16, No. 4, 201) Vol 16 No 1 (2000): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 16, No. 1, 2000) Vol 15 No 4 (2000): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 15, No. 4, 2000) Vol 15 No 3 (2000): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 15, No. 3, 2000) Vol 15 No 2 (2000): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 15, No. 2, 2000) Vol 15 No 1 (1999): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 15, No. 1, 1999) Vol 14 No 4 (1999): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 14, No. 4, 1999) Vol 14 No 3 (1999): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 14, No. 3, 1999) More Issue