cover
Contact Name
Dr. Ide Bagus Siaputra
Contact Email
-
Phone
+62312981246
Journal Mail Official
anima@unit.ubaya.ac.id
Editorial Address
Faculty of Psychology, Universitas Surabaya Jalan Raya Rungkut Mejoyo (Raya Kali Rungkut), Surabaya, East Java, 60293
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
ANIMA Indonesian Psychological Journal
Published by Universitas Surabaya
ISSN : 02150158     EISSN : 26205963     DOI : https://doi.org/10.24123/aipj
Core Subject : Social,
Anima publishes peer reviewed articles with editors and consultants providing detailed assistance for authors to reach publication. Anima publishes research reports and scientific papers in psychology and/or related sciences with the aim to advance science, knowledge, and theory of psychology.
Articles 651 Documents
Permasalahan dan Penyesuaian Diri pada Pernikahan Wanita Muslimah Berjilbab dan Bercadar Wardhani, Yurika Fauzia
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 23 No 3 (2008): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 23, No. 3, 2008)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v23i3.4331

Abstract

This study aims to explore the problematics and self-adaptation of moslem women who wear jilbab and veil, who were married by a kiai with the hope to get happiness on earth, as well as after death. Subjects (N = 3) were women wearing jilbab and veil, aged between 25-35, and have been married for 1-10 years. Data were collected through interviews and guided self-report. Results reveal a different problem and adaptation towards marriage compared to other moslem women in general. Besides, the influence of patriarchical culture on gender perspectives is also shown. Religious values and women’s stereotypical views upon gender role in a marriage in a patriarchical cultuere are discussed. Penelitian ini bertujuan mengungkap permasalahan dan penyesuaian diri muslimat berjilbab dan bercadar, yang menikah akibat dijodohkan oleh kiai yang dipercayainya, dengan harapan memperoleh kabahagiaan di dunia maupun di akherat.(N =3) adalah muslimat berjilbab dan bercadar, berusia antara 25-35 tahun dan telah menikah selama 1 – 10 tahun. Data diperoleh melalui wawancara dan penulisan ceritaberdasar pedoman peneliti. Hasil menunjukkan permasalahan dan penyesuaian diri terhadap pernikahan yang berbeda dari wanita muslimat pada umumnya. Di samping itu terungkap pula adanya pengaruh budaya patriarkat terhadap perspektif gender. Dibahas lebih lanjut nilai agama dan pandangan stereotipikal wanita atas peran gender dalam perjodohan dalam budaya patriarkat.
Causes and the Intensity of Workplace Bullying Gunawan, Ria; Prihanto, Sutyas; Yuwanto, Listyo
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 25 No 1 (2009): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 25, No. 1, 2009)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v25i1.4332

Abstract

This study aimed to describe the problem of workplace bullying, the intensity, and its causing factors. This exploratory descriptive study was conducted through a survey of 123 participants working in Surabaya who experienced workplace bullying. The ques- tionnaire used to measure the intensity of the workplace bullying was an adaptation of Negative Act Questionnaire Revised (Matthiesen, 2000). The description, the intensity, and the causing factors of workplace bullying are discussed. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan masalah pembulian di tempat kerja (PTK= workplace bullying), intensitas PTK yang terjadi, dan faktor penyebab terjadinya PTK. Studi deskriptif eksploratif ini dilakukan dengan cara survei pada 123 partisipan yang bekerja di Surabaya dan mengalami PTK. Angket untuk mengukur intensitas PTK me- rupakan adaptasi angket Negative Act Questionnaire Revised (Matthiesen, 2000). Didiskusikan hasil penelitian tentang deskripsi, intensitas, dan faktor-faktor penyebab terjadinya PTK.
Understanding the Struggle of University Students in Indonesia Setiawan, Jenny Lukito
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 23 No 3 (2008): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 23, No. 3, 2008)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v23i3.4333

Abstract

The aim of this study is to describe university students’ concern and its complexity. Partic- ipants were 68 students from two private universities in Indonesia. In order to achieve deep under- standing of the issue, the qualitative approach was adopted. Data were obtained through individual in- terviews and focus group discussions. Results show that problems related to academic, relationships with others, transitions to university, romantic relationships, and self were frequently reported by stu- dents. Academic-related problems were mostly characterised by difficulties in coping with academic demands and difficulties over time management. In regard to problems in romantic relationships, the selection of a partner is a strong issue, which was complicated not only by a lack of social skills to build relationships, but also by parental prohibition from having such relationships before students complete their studies. Self-related problems involve concerns related to self-concept, self-esteem and confidence, uncertainty about values and struggle towards maturity. The interrelations of these issues and the implications for supporting students are further discussed. Tujuan studi ini adalah menguraikan keprihatinan mahasiswa dan kompleksitasnya. Partisi- pan adalah 68 mahasiswa dari dua universitas swasta di Indonesia. Agar diperoleh pengertian yang mendalam, dilakukan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara dan diskusi kelompok terpumpun. Hasil menunjukkan bahwa masalah terkait akademik, hubungan dengan orang lain, transi- si ke perguruan tinggi, hubungan romantik, dan masalah pribadi sering dilaporkan para mahasiswa. Masalah terkait akademik terutama dicirikan oleh kesulitan mengatasi tuntutan akademik dan kesuli- tan mengatur waktu. Terkait masalah hubungan romantis, pemilihan pasangan merupakan masalah berat, yang makin rumit bukan hanya karena kelemahan keterampilan sosial untuk membangun hu- bungan, tetapi juga oleh larangan orang tua untuk terlibat hubungan demikian sebelum studi tuntas. Masalah pribadi menyangkut hal-hal terkait konsep-diri, percaya-diri dan keyakinan, ketakpastian tentang nilai dan perjuangan ke arah kematangan. Kesalingterkaitan antar-isu tersebut dan implika- sinya untuk mendukung para mahasiswa dibahas lebih lanjut.
Self-Control Therapy on the Dietary Behavior of Adolescents with Type 1 Diabetes Mellitus Nanik; Salim, Lydia Corazon; Setiono, Vivi
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 25 No 1 (2009): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 25, No. 1, 2009)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v25i1.4334

Abstract

Adolescents with Type 1 Diabetes Mellitus (DM-1) usually show a lack of responsibility to maintain their healthy lifestyle, especially the obedience in controlling their dietary behavior. The main factor of this disobedience is lack of self control and self-endurance. This research was aimed to see the impact of self-control therapy on dietary behavior The applied self control ther- apy was the reformative type to alter the lifestyle, the behavior patterns, and the destructive ha- bits directly. Participants were two adolescents with DM-1, aged 15 and 22 years old participants, who were obtained through a snowball sampling technique. The questionnaire, which was based on the self control and the records of the dietary behaviors before, during and after therapy, was used to collect the data. The results showed that the self control therapy has a significant impact in helping the adolescents with DM-1 to alter their behavior towards a better diet. Remaja penyandang Diabetes Mellitus Tipe 1 (DM 1) umumnya menunjukkan kurang bertanggung jawab mengupayakan gaya hidup sehat, terutama kepatuhan dalam mengendalikan perilaku makannya. Faktor utama ketakpatuhan ini adalah kurangnya kendali diri dan ketahanan diri. Penelitian ini bertujuan melihat dampak terapi kendali diri terhadap perilaku makan. Terapi kendali diri terpakai adalah jenis reformatif untuk mengubah gaya hidup, pola perilaku, dan kebiasaan buruk secara langsung. Para peserta adalah dua orang remaja penyandang DM 1, berusia 15 dan 22 tahun yang diperoleh memakai teknik sampling bola salju. Peserta penelitian ini diperoleh memakai teknik snowball. Kuesioner yang didasarkan pada kendali diri dan catatan perilaku makan sebelumnya, terapi selama dan sesudah terapi, dipakai untuk memperoleh data. Hasil-hasil menunjukkan bahwa terapi kendali diri memiliki dampak signifikan dalam membantu remaja penyandang DM 1 untuk mengubah perilaku ke diet yang lebih baik.
Practicing the Sensitivity of Social Life to Chemical Engineering Students Through Cooperative Learning Fatmawati, Akbarningrum; Suseno, Natalia; Hwa, Lie; Edrika, Ivonne
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 23 No 3 (2008): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 23, No. 3, 2008)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v23i3.4335

Abstract

Students from several regions of Indonesia who come to study in Surabaya encounter new challenges in their academic life, which are not easy to deal with. In order to be ready to face these challenges, they need to be equipped with values for social life (such as teamwork) so that they are able to survive in their academic and social life. Acombined cooperative learning and jigsaw method conducted in Thermodynamics 1 Class was meant to cultivate positive values of teamwork such as positive interdependence and individual accountability. Participants (N = 58) were Thermodynamics 1 class, which was divided into 15 groups to work on class assignments and laboratory projects. The en- thusiasms of the students in class were shown by 89% minimum attendance of each activity.About 61% of the students reached their individual mid-term targets, showing a 10% increase if compared to the preceding semester result. Mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia yang belajar di Surabaya menghadapi tantan- gan baru yang tak mudah diatasi dalam kehidupan akademiknya. Agar siap menghadapi beraneka tan- tangan tersebut, mereka perlu dilengkapi dengan nilai-nilai kehidupan sosial (seperti kerja sama) se- hingga mereka mampu bertahan dalam kehidupan akademik dan sosialnya. Sebuah kombinasi metode pembelajaran kooperatif dan jigsaw diterapkan pada kelas Termodinamika 1 untuk menumbuhkan ni- lai-nilai positif kerja sama seperti kesaling- tergantungan yang positif dan akuntabilitas pribadi. Peser- ta (N = 58) adalah kelas Termodinamika 1, yang dibagi menjadi 15 kelompok untuk menyelesaikan tugas-tugas kelas dan proyek laboratorium. Antusiasme para mahasiswa dalam kelas tercermin dari miniumum kehadiran yang 89% pada tiap aktivitas. Sekitar 61% mahasiswa mencapai target UTSnya, menujukkan kenaikan 10% bila dibandingkan dengan hasil semester sebelumnya.
Physical Characteristics of Balinese Woman Workers in Small and Medium Industries Adiputra, Luh Made Indah Sri Handari
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 25 No 1 (2009): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 25, No. 1, 2009)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v25i1.4336

Abstract

The total population of working age women in the Province of Bali is 885,138 people, or 33.25% of the total working age population. As a tourism destination, Bali is developing small and me- dium industries in which handicraft products sold as souvenirs. The type of job of Balinese women workers in this sector is finishing work such as, sanding, painting, or furnishing. The aim of this study is to describe the physical characteristics of Balinese female workers in small and medium industrial sector, which can be useful as preliminary data for further ergonomic intervention. The physical characteristics were collected from 92 subjects using literature study method. The results show that age of female workers are classified as productive age, height and weight classified as normal, more work experience than one year, and based on the heart pulse data, the work catego- rized in mild and moderate workloads. Jumlah penduduk wanita usia kerja di Propinsi Bali: 885.138 orang, atau 33,25 % dari total jumlah penduduk usia kerja. Sebagai tujuan wisata, Bali mengembangkan industri kecil dan menengah dengan produk kerajinan tangan sebagai cenderamata. Jenis pekerjaan wanita bali dalam sector ini adalah menuntaskan pekerjaan seperti mengamplas, menggambari, atau melengkapi. Tujuan studi ini adalah mendeskripsikan cirri-ciri fisik pekerja wanita Bali di sktor industri kecil dan menen- gah, yang akan bermanfaat sebagai data awal untuk intervensi ergonomik selanjutnya. Ciri-ciri fisik diperoleh dari 92 subjek melalui metode studi literature. Hasilnya menunjukkan bahwa usia pekerja wanita terklasifikasi sebagai usia produktif, tingi dan bobot tergolong normal, berpengalaman lebih dari satu tahun, dan berdasarkan data denyut jantung, pekerjaannya tergolong beban kerja ringan dan moderat.
Multiple Baseline Design Across Materials-Behaviors-Examiners: Penerapan untuk Kasus Blood Phobia Yuwanto, Listyo; Santoso, Christine
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 23 No 3 (2008): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 23, No. 3, 2008)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v23i3.4337

Abstract

This research was inspired by a sufferer of blood phobia, who needed a psychological help. The subject was a female sufferer. Method used is a combination of a qualitative approach and mul- tiple baseline design across behaviors-materials-examiners. Data were collected through interview, observation, phobia self-test, and the big five personality inventory. Subject was treated with cogni- tive behavior therapy. Result reveals an alteration between baseline phase and treatment phase, thus it can be concluded that the cognitive behavior therapy is appropriate for this blood phobia disorder pa- tient. Penelitian ini dilatarbelakangi seorang penderita fobia darah yang membutuhkan bantuan penanganan. Metode penelitian merupakan kombinasi antara kualitatif dan multiple baseline design across behaviors-materials-examiners. Subjek penelitian satu orang (perempuan). Data diperoleh melalui wawancara, observasi, phobia self-test, dan the big five personality inventory. Bentuk intervensi adalah terapi kognitif perilaku. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan antara baseline phase dengan treatment phase, sehingga dapat disimpulkan bahwa terapi kognitif perilaku cukup efektif dalam membantu mengatasi fobia darah yang dialami subjek.
Total Ergonomic Approach in Decreasing Quality of Fatigue of Metal Crafters Adiatmika, I Putu Gede
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 25 No 1 (2009): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 25, No. 1, 2009)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v25i1.4338

Abstract

Overtime work condition can create work related fatigue caused by stress. Work condition im- provement could decrease quality of fatigue of the employees. A total ergonomic approach (TEA) was conducted to decrease the quality of fatigue of metal crafters at Kediri Tabanan. Samples (N = 23) were chosen randomly from the population. Fatigue was measured through a modification of 30 items questionnaire from the Industrial Fatigue Research Committee. Results show a 9.22% (p < 0.05) decrease in fatigue, revealing that decrease of motivational fatigue is higher than decrease in fatigue due to physical activity, due to the type of work: manual, repetitive, and continuous. It was suggested to use TEA continuously to decrease the fatigue and maintain motivation. Kondisi kerja lembur dapat menimbulkan kelelahan sebagai salah satu akibat stres. Perbaikan kondisi kerja diharapkan menurunkan kualitas kelelahan karyawan. Sebuah pendekatan ergonomi total telah dilaksanakan untuk mengetahui perubahan kualitas kelelahan perajin logam di Kediri Tabanan. Sampel sejumlah 23 orang dipilih secara acak dari populasi. Kelelahan diukur dengan modifikasi 30 butir kuesioner model Industrial Fatigue Research Committee. Hasil-hasil menunjukkan penurunan kelelahan sebanyak 9.22% (p < 0.05) dan menunjukkan bahwa penurunan kelelahan motivasi lebih banyak daripada kelelahan aktivitas fisik, mengingat jenis pekerjaan yang manual, repetitif, dan berkelanjutan. Disarankan pendekatan ergonomi total diteruskan untuk menurunkan kelelahan dan mempertahankan motivasi kerja karyawan.
Perfeksionisme, Prokrastinasi Akademik, dan Penyelesaian Skripsi Mahasiswa Gunawinata, Vensi Anita Ria; Nanik; Lasmono, Hari K.
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 23 No 3 (2008): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 23, No. 3, 2008)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v23i3.4339

Abstract

The aim of this research was to find out the correlation between perfectionism and aca- demic procrastination in completing a term paper. Respondents were students (N = 232) who are working on their theses or term papers and the 2007-2008 graduates. Data were collected through (a) the Tuckman Procrastination Scale to measure academic procrastination, (b) Perfectionism Inventory to measure perfectionism, and (c) Procrastination Assessment Scale Student part II to explore the procrastination behavior. Results reveal a significant correlation between perfectionism and academic procrastination (r = 0.277). Among the three dimensions of perfectionism, the socially prescribed perfectionism and other-oriented perfectionism have a positive correlation to academic procrasti- nation. Tujuan penelitian ini adalah mengungkap hubungan antara perfeksionisme dan prokrastinasi akademik dalam penyelesaian skripsi mahasiswa. Responden penelitian ini adalah mahasiswa (N = 232) yang sedang menyelesaikan skripsi dan lulusan semester gasal 2007-2008. data diperoleh dengan menggunakan (a) Tuckman Procrastination Scale untuk mengukur prokrastinasi akademik, (b) Perfectionism Inventory untuk mengukur perfeksionisme, dan (c) Procrastination Assessment Scale Student untuk mengetahui alasan seseorang berprokrastinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara perfeksionisme dan prokrastinasi akademik (r = 0.277). Di antara ketiga aspek perfeksionisme, socially prescribed perfectionism dan other-oriented perfectionism memiliki hubungan yang positif terhadap prokrastinasi akademik.
Jenis dan Sumber Dukungan Sosial Pada Mahasiswa Rahardjo, Lydia; Setiasih; Setianingrum, Idfi
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 23 No 3 (2008): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 23, No. 3, 2008)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v23i3.4341

Abstract

The aim of this research is to detect the kinds of support needed by students including the sources of the support, and aware of the student’s most needed support. Subjects (N = 93) were psy- chology students of year 2004 & 2005, who were selected through stratified proportional random sampling. Data were collected through a questionnaire and then described through frequency distri- bution, cross tabulation, and multidimensional scaling (MDS). Result from the MDS reveals that emotional support was mostly obtained from parents (and friends), companionship from friends, in- formational support from friends (and parents), and material support from parents. Similar mapping was also obtained from students according to generation and gender; but a different map appear when examined through engaged status. i.e. students who have fiancees, the emotional support are domi- nantly obtained from the fiancees. The main support needed by students are emotional support, the companionship, informational, and material supports. Tujuan penelitian ini adalah mendeteksi jenis dukungan yang dibutuhkan mahasiswa beserta sumber dukungan tersebut dan mengetahui jenis dukungan yang paling dibutuhkan mahasiswa. Subjek (N = 93) adalah mahasiswa psikologi angkatan 2004 dan 2005. Sampel diperoleh dengan teknik stratified proportional random sampling. Data dikumpulkan dengan metode angket, kemudian dideskripsikan dengan menggunakan distribusi frekuensi, tabulasi silang, dan MDS (Multidimensional Scaling). Hasil pemetaan MDS menunjukkan bahwa dukungan emosional banyak diperoleh dari orangtua (dan teman), dukungan companionship diperoleh dari teman, dukungan informasional diperoleh dari teman (dan orangtua), dan dukungan material diperoleh dari orangtua. Pemetaan yang serupa juga ditemukan pada mahasiswa jika ditinjau dari angkatan dan jenis kelamin; namun terlihat perbedaan pemetaan jika ditinjau dari status berpacaran, yaitu pada mahasiswa yang memiliki pacar, dukungan emosional secara dominan diperoleh dari pacar. Dukungan utama yang dibutuhkan oleh mahasiswa adalah dukungan emosional, kemudian dukungan companionship, informasional, dan material.

Filter by Year

1999 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 40 No 2 (2025): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 40, No. 2, 2025) Vol 40 No 1 (2025): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 40, No. 1, 2025) Vol 39 No 2 (2024): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 39, No. 2, 2024) Vol 39 No 1 (2024): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 39, No. 1, 2024) Vol 38 No 2 (2023): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 38, No. 2, 2023) Vol 38 No 1 (2023): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 38, No. 1, 2023) Vol 37 No 2 (2022): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 37, No. 2, 2022) Vol 37 No 1 (2022): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 37, No. 1, 2022) Vol. 36 No. 2 (2021): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 36, No. 2, 2021) Vol. 36 No. 1 (2021): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 36, No. 1, 2021) Vol. 35 No. 2 (2020): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 35, No. 2, 2020) Vol. 35 No. 1 (2019): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 35, No. 1, 2019) Vol. 34 No. 4 (2019): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 34, No. 4, 2019) Vol. 34 No. 3 (2019): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 34, No. 3, 2019) Vol. 34 No. 2 (2019): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 34, No. 2, 2019) Vol. 33 No. 4 (2018): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 33, No. 4, 2018) Vol. 34 No. 1 (2018): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 34, No. 1, 2018) Vol. 33 No. 3 (2018): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 33, No. 3, 2018) Vol. 33 No. 2 (2018): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 33, No. 2, 2017) Vol. 33 No. 1 (2017): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 33, No. 1, 2017) Vol. 32 No. 4 (2017): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 32, No. 4, 2017) Vol. 32 No. 3 (2017): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 32, No. 3, 2017) Vol. 32 No. 2 (2017): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 32, No. 2, 2017) Vol. 32 No. 1 (2016): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 32, No. 1, 2016) Vol. 31 No. 4 (2016): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 31, No. 4, 2016) Vol. 31 No. 3 (2016): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 31, No. 3, 2016) Vol. 31 No. 2 (2016): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 31, No. 2, 2016) Vol. 31 No. 1 (2015): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 31, No. 1, 2015) Vol. 30 No. 4 (2015): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 30, No. 4, 2015) Vol. 30 No. 3 (2015): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 30, No. 3, 2015) Vol. 30 No. 2 (2015): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 30, No. 2, 2015) Vol. 30 No. 1 (2014): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 30, No. 1, 2014) Vol. 29 No. 4 (2014): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 29, No. 4, 2014) Vol. 29 No. 3 (2014): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 29, No. 3, 2014) Vol. 29 No. 2 (2014): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 29, No. 2, 2014) Vol. 29 No. 1 (2013): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 29, No. 1, 2013) Vol 28 No 4 (2013): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 28, No. 4, 2013) Vol 28 No 3 (2013): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 28, No. 3, 2013) Vol 28 No 2 (2013): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 28, No. 2, 2013) Vol 28 No 1 (2012): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 28, No. 1, 2012) Vol 27 No 4 (2012): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 27, No. 4, 2012) Vol 27 No 3 (2012): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 27, No. 3, 2012) Vol 27 No 2 (2012): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 27, No. 1, 2012) Vol 27 No 1 (2011): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 27, No. 1, 2011) Vol 26 No 4 (2011): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 26, No. 4, 2011) Vol 26 No 3 (2011): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 26, No. 3, 2011) Vol 26 No 2 (2011): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 26, No. 2, 2011) Vol 26 No 1 (2010): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 26, No. 1, 2010) Vol 25 No 4 (2010): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 25, No. 4, 2010) Vol 25 No 3 (2010): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 25, No. 3, 2010) Vol 25 No 2 (2010): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 25, No. 2, 2010) Vol 25 No 1 (2009): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 25, No. 1, 2009) Vol 24 No 4 (2009): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 24, No. 4, 2009) Vol 24 No 3 (2009): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 24, No. 3, 2009) Vol 24 No 2 (2009): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 24, No. 2, 2009) Vol 24 No 1 (2008): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 24, No.1, 2008) Vol 23 No 4 (2008): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 23, No. 4, 2008) Vol 23 No 3 (2008): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 23, No. 3, 2008) Vol 23 No 2 (2008): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 23, No. 2, 2008) Vol 23 No 1 (2007): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 23, No. 1, 2007) Vol 22 No 4 (2007): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 22, No. 4, 2007) Vol 22 No 3 (2007): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 22, No. 3, 2007) Vol 22 No 2 (2007): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 22, No. 2, 2007) Vol 22 No 1 (2006): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 22, No. 1, 2006) Vol 21 No 4 (2006): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 21, No. 4, 2006) Vol 21 No 3 (2006): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 21, No. 3, 2006) Vol 21 No 2 (2006): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 21, No. 2, 2006) Vol 21 No 1 (2005): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 21, No. 1, 2005) Vol 20 No 4 (2005): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 20, No. 4, 2005) Vol 20 No 3 (2005): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 20, No. 3, 2005) Vol 20 No 2 (2005): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 20, No. 2, 2005) Vol 20 No 1 (2004): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 20, No. 1, 2004) Vol 19 No 4 (2004): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 19, No. 4, 2004) Vol 19 No 3 (2004): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 19, No. 3, 2004) Vol 19 No 2 (2004): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 19, No. 2, 2004) Vol 19 No 1 (2003): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 19, No. 1, 2003) Vol 18 No 4 (2003): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 18, No. 4, 2003) Vol 18 No 3 (2003): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 18, No. 3, 2003) Vol 18 No 2 (2003): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 18, No. 2, 2003) Vol 18 No 1 (2002): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 18, No. 1, 2002) Vol 17 No 4 (2002): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 17, No. 4, 2002) Vol 17 No 3 (2002): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 17, No. 3, 2002) Vol 17 No 2 (2002): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 17, No. 2, 2002) Vol 17 No 1 (2001): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 17, No. 1, 2001) Vol 16 No 3 (2001): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 16, No. 3, 2001) Vol 16 No 2 (2001): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 16, No. 2, 2001) Vol 16 No 4 (2001): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 16, No. 4, 201) Vol 16 No 1 (2000): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 16, No. 1, 2000) Vol 15 No 4 (2000): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 15, No. 4, 2000) Vol 15 No 3 (2000): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 15, No. 3, 2000) Vol 15 No 2 (2000): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 15, No. 2, 2000) Vol 15 No 1 (1999): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 15, No. 1, 1999) Vol 14 No 4 (1999): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 14, No. 4, 1999) Vol 14 No 3 (1999): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 14, No. 3, 1999) More Issue