cover
Contact Name
Dr. Purnama Budi Santosa
Contact Email
-
Phone
+62274520226
Journal Mail Official
jgise.ft@ugm.ac.id
Editorial Address
Jl. Grafika No.2 Kampus UGM, Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
JGISE-Journal of Geospatial Information Science and Engineering
ISSN : 26231182     EISSN : 26231182     DOI : https://doi.org/10.22146/jgise.51131
Core Subject : Engineering,
JGISE also accepts articles in any geospatial-related subjects using any research methodology that meet the standards established for publication in the journal. The primary, but not exclusive, audiences are academicians, graduate students, practitioners, and others interested in geospatial research.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2025): December" : 9 Documents clear
Pemanfaatan NDVI dan Parameter Polutan SO2 untuk Analisis Kesehatan Tanaman Ruang Terbuka Hijau terhadap Polusi Udara (Studi Kasus : Balikpapan dan Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2018-2023) Rizaldy, Achmad Aulia; Bioresita, Filsa
Jurnal Geospasial Indonesia Vol 8, No 2 (2025): December
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jgise.99120

Abstract

Ruang terbuka hijau (RTH) berperan penting dalam meningkatkan kualitas udara perkotaan melalui keberadaan vegetasi yang mampu menyerap polutan, termasuk sulfur dioksida (SO2). SO2 merupakan salah satu polusi udara yang dapat menyebabkan gangguan pada saluran pernapasan dan membentuk pencemar sekunder yang lebih berbahaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara tingkat kesehatan tanaman di RTH dengan konsentrasi SO2 di wilayah Kota Balikpapan dan Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Analisis ini dilakukan dengan menggunakan citra satelit Landsat 8 dengan platform Google Earth Engine. Kesehatan tanaman diekstraksi menggunakan algoritma Normalized Difference Vegetation Index (NDVI), sedangkan estimasi SO2 dapat diperoleh dengan algoritma tertentu. Pengolahan Citra Landsat 8 menggunakan Google Earth Engine. Hasil dari pengolahan data yang dilakukan adalah peta distribusi tahunan SO2 dan juga peta kesehatan tanaman dari tahun 2018 – 2023. Uji korelasi antara hasil kesehatan tanaman di ruang terbuka hijau dengan tingkat polusi udara (SO2) menunjukkan nilai korelasi sebesar -0,628. Nilai korelasi negative mengindikasikan bahwa adanya hubungan yang cukup kuat antara kesehatan tanaman dan tingkat polusi udara. Semakin tinggi tingkat kesehatan tanaman, maka akan semakin rendah konsentrasi SO2 di udara.
Pemetaan Free Span Menggunakan Multibeam Echosounder, Side Scan Sonar, Sub Buttom Profiler, Dan Magnetometer Di Wilayah Perairan Pulau Pabelokan, Kepulauan Seribu Mahardika, Anggita Citra; Mustopa, Salsabila; Sasmito, Bandi; Widodo, Kukuh Suryo
Jurnal Geospasial Indonesia Vol 8, No 2 (2025): December
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jgise.99742

Abstract

Indonesia, sebagai negara kepulauan dengan posisi strategis, memiliki potensi besar dalam industri minyak dan gas bumi. Pemeriksaan rutin pipa bawah laut penting untuk menjaga keandalan infrastruktur transportasi minyak dan gas serta mengidentifikasi masalah seperti free span. Penelitian ini memetakan dan menganalisis kondisi free span pipa bawah laut di perairan Pulau Pabelokan, Kepulauan Seribu, menggunakan teknologi Multibeam Echosounder (MBES), Side Scan Sonar (SSS), Sub Bottom Profiler (SBP), dan Magnetometer. Hasil studi menunjukkan MBES efektif memetakan batimetri dan topografi dasar laut, dengan kedalaman antara -7,4 hingga -34 meter. Analisis kemiringan menunjukkan variasi dari 0,001% hingga 96,936% dengan kemiringan ekstrim berada di dekat pesisir. Analisis sedimen dengan SSS menunjukkan dominasi sedimen lunak seluas 1.932.065 m², meningkatkan kerentanan pipa terhadap free span. SBP dan Magnetometer mengonfirmasi keberadaan pipa secara baik dengan contactnya yang linear pada pipa. Dari tiga pipa yang diteliti, ditemukan 4 titik free span, dengan free span terpanjang 84,65 meter dan tinggi maksimal 5,15 meter pada FS-01. Pipa 1 berisiko tinggi, dengan 27,45% mengalami free span dari total panjang pipa 420 meter dan pipa 3 sebagai pipa yang paling aman dengan tidak ditemukannya free span. Studi ini menekankan pentingnya pemantauan rutin untuk menjaga keamanan distribusi minyak dan gas serta melindungi lingkungan laut.
Pemetaan Zona Nilai Tanah pada Daerah Terdampak Abrasi Sungai Bengawan Solo Di Kecamatan Tawangsari, Sukoharjo Wulan Sari, Lailathul Fitria; Amarrohman, Fauzi Janu; Yuwono, Bambang Darmo
Jurnal Geospasial Indonesia Vol 8, No 2 (2025): December
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jgise.100039

Abstract

Sungai Bengawan Solo telah mengakibatkan terjadinya erosi di beberapa tempat di Kecamatan Tawangsari antara lain Desa Dalangan dan Desa Pojok pada tahun 2018-2023. Erosi ini mengakibatkan beberapa tanah dan bangunan di Desa Dalangan dan Desa Pojok hanyut terbawa oleh arus sungai. Kondisi tersebut dapat mempengaruhi nilai tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai tanah pada daerah terdampak erosi Sungai Bengawan Solo. Penelitian ini menggunakan Peta Zona Nilai Tanah 2019 dan 2024, serta peta kejadian erosi sungai. Metode perhitungan NIR digunakan untuk mengetahui perubahan nilai tanah tahun 2019-2024 dan metode autokorelasi moran’s indeks untuk mengetahui korelasi perubahan zona nilai tanah 2019-2024 terhadap pengaruh erosi sungai. Serta analisis regresi linier berganda hubungan centroid jalan dan centroid erosi terhadap nilai tanah. Hasil pada penelitian ini perubahan kenaikan NIR tertinggi yaitu Rp. 2.427.000 berdekatan dengan pusat perdagangan dan fasilitas publik. Nilai moran’s indeks 0,979 menunjukkan terjadi korelasi positif pada perubahan nilai tanah dan erosi Sungai Bengawan Solo memiliki pengaruh terhadap perubahan nilai tanah di Kecamatan Tawangsari ditunjukkan pada zona yang mengalami perubahan penurunan NIR berada pada daerah terdampak erosi. Hasil pengaruh centroid jalan dan centroid erosi 16% yang berarti terdapat hubungan yang cukup lemah antara variabel.
Uji Akurasi GNSS TGS EQ1 : Perangkat GNSS dalam Negeri Akurasi Tinggi sebagai Upaya Percepatan Pemetaan Desa secara Mandiri (TGS EQ1 GNSS Accuracy Test: High Accuracy Domestic GNSS Device as an Effort to Accelerate Village Mapping Independently) Sari, Ema Fitria; Atmanto, Adrian Dwi; Panuntun, Hidayat; Indrawati, Like; Purwanto, Taufik Hery; Hardjo, Karen Slamet; Sarono, Sarono; Prasetyo, Anton; Yudhatama, Dilla
Jurnal Geospasial Indonesia Vol 8, No 2 (2025): December
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jgise.102396

Abstract

Perkembangan teknologi pada bidang survei dan pemetaan mengakibatkan munculnya perangkat GNSS geodetik yang menawarkan akurasi dan efisiensi dalam pengukuran salah satunya yaitu GNSS TGS EQ1. Produk ini merupakan hasil karya dalam negeri yang diproduksi untuk pengukuran batas desa dengan harga lebih terjangkau. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan uji akurasi TGS EQ1 dengan membandingkan hasil ukuran jarak GNSS dengan pita ukur dan total station yang dianggap sebagai data definitif. Pengukuran GNSS dilakukan menggunakan metode RTK dengan 10 kali akuisisi data per titik. Sedangkan pengukuran pita ukur dan total station dilakukan menggunakan metode pulang-pergi dengan 10 data jarak setiap sisinya. Pengukuran dilakukan terhadap 3 geometri pengujian dengan variasi ukuran dan bentuk untuk memastikan konsistensi dan keakuratan hasil. Selanjutnya, dilakukan perhitungan data hasil pengukuran sehingga didapatkan rerata jarak dan simpangan baku setiap sisi serta nilai selisih jarak dari GNSS dengan data definitif. Kemudian dilakukan uji statistik untuk mengetahui signifikansi perbedaan jarak hasil ukuran GNSS dengan pita ukur dan total station. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simpangan baku pengukuran GNSS berkisar pada 4.2 sampai dengan 19.2 mm. Selisih jarak  hasil pengukuran GNSS dengan pita ukur dan total station ≤ 3 cm. Berdasarkan uji statistik yang telah dilakukan, Ho diterima yang berarti tidak ada perbedaan yang signifikan antara jarak hasil pengukuran menggunakan GNSS dengan pita ukur dan total station. Dengan demikian, GNSS TGS EQ 1 telah memenuhi persyaratan sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 45 Tahun 2016 untuk dapat digunakan dalam pengukuran batas desa dengan nilai ketelitian horizontal ≤ 5 cm.
Perancangan Aplikasi Augmented Reality untuk Visualisasi 3D Informasi Pertanahan dan Tata Ruang di Wilayah Urban Yogyakarta Pamungkas, Adrian Nugroho; Aditya, Trias
Jurnal Geospasial Indonesia Vol 8, No 2 (2025): December
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jgise.102702

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mendorong inovasi dalam berbagai bidang, termasuk visualisasi data geospasial. Dalam konteks pertanahan dan tata ruang, informasi yang disajikan dalam format 2D sering kali tidak cukup untuk menggambarkan kompleksitas dan dinamika yang terjadi, terutama di daerah urban. Masyarakat umum sering mengalami kesulitan dalam membaca dan menginterpretasikan informasi pertanahan dan tata ruang, yang mengakibatkan minimnya perhatian terhadap proses perencanaan ruang. Penelitian ini bertujuan untuk merancang aplikasi Augmented Reality (AR) yang dapat memvisualisasikan informasi pertanahan dan tata ruang dalam bentuk 3D di Kelurahan Terban dan Kotabaru, Kota Yogyakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi analisis kebutuhan pengguna hingga pengujian black-box untuk memastikan fungsionalitas aplikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi yang dirancang mampu menyajikan informasi secara interaktif dan realistis, sehingga diharapkan dapat meningkatkan pemahaman pengguna terhadap informasi pertanahan dan tata ruang yang kompleks. Berdasarkan pengujian black-box, dari 13 fitur yang diuji, 12 fitur berhasil berfungsi dengan baik dan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan. Dengan demikian, aplikasi AR ini memiliki potensi yang baik dalam menyampaikan informasi pertanahan dan tata ruang. Penelitian ini juga memberikan kontribusi terhadap pengembangan teknologi AR di Indonesia, khususnya dalam konteks pertanahan dan tata ruang, serta membuka peluang untuk penelitian lebih lanjut dalam penerapan teknologi serupa di bidang lainnya.
Deteksi Penurunan Muka Tanah Menggunakan Data SAR (Synthetic Aperture Radar) Sentinel-1 di Kota dan Kabupaten Tegal Priambodho, Gagah Agung; Panuntun, Hidayat
Jurnal Geospasial Indonesia Vol 8, No 2 (2025): December
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jgise.102952

Abstract

Fenomena penurunan muka tanah (PMT) pada beberapa tahun terakhir kerap terjadi di daerah-daerah yang terletak di pesisir pantai utara Jawa seperti Jakarta, Semarang, dan Demak. Kota Tegal merupakan wilayah yang terletak di pesisir pantai utara Jawa yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Tegal. Fenomena PMT yang terjadi di Kota Tegal telah diamati menggunakan metode GNSS pada titik stasiun CORS CTGL. Namun, metode GNSS kurang efektif digunakan untuk melakukan pengamatan PMT dikarenakan metode ini melakukan pengukuran berbasis titik sedangkan PMT terjadi secara areal. Salah satu metode pengamatan berbasis satelit radar yaitu InSAR dapat digunakan untuk melakukan pengamatan PMT dengan hasil cakupan spasial yang luas. Metode ini dapat dikombinasikan menggunakan teknik SBAS untuk meningkatkan akurasi hasil pengolahan. Pengolahan menggunakan metode ini dapat dilakukan dengan perangkat lunak LiCSBAS yang memanfaatkan data interferogram dari LiCSAR pada arah orbit ascending dan descending. Dilakukan ekstraksi 2,5D untuk memperoleh nilai komponen vertikal yang lebih merepresentasikan penurunan maupun kenaikan muka tanah.  Kegiatan ini dilakukan untuk mendeteksi penurunan muka tanah yang terjadi di Kabupaten Tegal dan mencakup Kota Tegal yang selanjutnya disebut sebagai daerah Tegal. PMT yang terjadi diamati berdasarkan hasil analisis deret waktu InSAR dan ekstraksi 2.5D menggunakan perangkat lunak LiCSBAS. Hasil pengolahan berhasil mendeteksi penurunan muka tanah yang terjadi di area sebelah utara dan kenaikan muka tanah terjadi di area sebelah selatan daerah Tegal. Nilai penurunan yang terjadi mencapai -207,78 mm dan nilai kenaikan yang terjadi mencapai 88,91 mm. Nilai penurunan dan kenaikan yang disajikan merupakan nilai cumulative vertical displacement yang didapatkan dari periode hasil pengolahan.
Evaluasi Pembangunan Konstruksi Jalan Tol Menggunakan BIM Design dari Gambar Konstruksi dan BIM As-Built dari Survey Fotogrametri Pratiwi, Dasita Meygan; Andaru, Ruli
Jurnal Geospasial Indonesia Vol 8, No 2 (2025): December
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jgise.104154

Abstract

Penerapan Building Information Modelling (BIM) di Indonesia masih terbatas digunakan pada proyek besar dan tahapan pra konstruksi saja. BIM seharusnya diterapkan secara menyeluruh dari perencanaan hingga pemeliharaan aset dengan terintegrasi untuk memastikan kualitas dan akurasi hasil. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pembangunan konstruksi melalui perbandingan BIM design dan BIM as-built. BIM design dibuat berdasarkan data rencana (shop drawing) dan topografi awal, sedangkan BIM as-built dibuat berdasarkan data pemotretan objek terbangun dengan teknik fotogrametri SfM-MVS dan pengukuran lapangan. Evaluasi konstruksi dilakukan secara geometrik dengan membandingkan dimensi, posisi dan bentuk model berdasarkan nilai RMSE dan secara semantik berdasarkan perbandingan kelengkapan informasi pada perencanaan dan realisasi terbangun. Penelitian ini mengkaji pembangunan konstruksi overpass pada proyek jalan tol Kayu Agung-Palembang-Betung (KAPB) STA 71+429 yang berlokasi di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat ketidaksesuaian pada aspek geometrik antara perencanaan dan realisasi terbangun yaitu perbedaan dimensi sebesar 2,4 cm pada 35 sampel data, perbedaan posisi sebesar 10 cm pada 40 sampel data dan perbedaan bentuk struktur dengan eror sebesar 20 % pada 10 sampel data. Pada aspek semantik menunjukkan BIM as-built memiliki kualitas informasi yang lebih lengkap dan terperinci dibandingkan hasil BIM design. Hasil Level of Detail (LoD) dan Level of Information (LOI) berdasarkan evaluasi aspek geometrik dan semantik menunjukkan bahwa LoD BIM design dan BIM as-built berada pada level yang sama, sedangkan LOI pada BIM as-built lebih tinggi 2 tingkat dari BIM design. Penelitian ini menegaskan bahwa penting adanya integrasi dan evaluasi menyeluruh pada proses BIM untuk meningkatkan akurasi dan efisiensi konstruksi. 
Oil Palm Plantation Expansion: Changes in Agrarian Structure and Food Security of Rural Households in Kanamit Village Suprojo, Baskara; Affandi, Muhamad Irfan
Jurnal Geospasial Indonesia Vol 8, No 2 (2025): December
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jgise.108086

Abstract

Oil palm is the leading cash crop with the and most extensive cultivation in the tropics, especially in Indonesia. The area of oil palm plantations in Pulang Pisau Regency covers 17,031.63 ha, with 2,762.32 ha allocated to smallholders and the remainder to private estates. The expansion of oil palm plantations is of interest to conduct a study in Kanamit Village, which is adversely affected by the agrarian structure and its impact on food security. This research employs a mixed-methods approach, combining quantitative methods to assess food security and qualitative methods to describe changes in agrarian structure. The results show that there have been changes in land ownership, control, use, and utilization due to the entry of private estates. The food security of the community is mainly in the vulnerable category, with the proportion of food expenditure >60%, while the level of energy consumption (TKE) is <80%. The integration of agrarian structure and food security decision-makingin this research can serve as a decision-making tool for stakeholders to take action in protecting the community's needs in Kanamit Village or other areas.
Elevation Accuracy Assessment of Aerial LiDAR against Total Station for Topographic Mapping under Diverse Terrain Conditions Azizi, Iqbal Hanun; Santosa, Purnama Budi; Sobasita, Fadila; Widjajanti, Nurrohmat
Jurnal Geospasial Indonesia Vol 8, No 2 (2025): December
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jgise.111637

Abstract

Topographic mapping requires precise three-dimensional (3D) coordinates for geospatial applications. Conventional terrestrial surveys using Total Station (TS) and GNSS-RTK provide reliable accuracy but are time-consuming. Aerial LiDAR offers a faster alternative by generating high-density point clouds with wide coverage, although its accuracy must be evaluated. This study assesses the elevation accuracy of LiDAR compared to TS across six terrain categories: open ground surface, vegetation-covered surface, road section, sparsely populated settlement, densely populated settlement, and river. Data acquisition employed a 1 m grid to align horizontal coordinates and focused on elevation values. The evaluation included descriptive statistics, elevation difference histograms, Root Mean Square Error (RMSE), and linear correlation analysis. Results indicate that LiDAR achieved high accuracy in open ground and road sections, with low RMSE and correlation values equal to one. Accuracy decreased in settlements due to roof and wall reflections, and in dense vegetation where laser pulses were blocked by canopy. Despite these limitations, LiDAR effectively represented contour patterns after filtering, classification, and breakline addition. In rivers, LiDAR produced the largest deviations caused by water reflectivity, while TS remained precise for riverbed elevations. This study demonstrates that LiDAR is highly effective for mapping open areas and roads, applicable in settlements with further processing, and still useful in vegetated terrain through its multiple-return capability. However, water bodies require TS validation as a precision reference. Overall, LiDAR provides efficient wide-area data acquisition, while TS continues to serve as the precision standard in complex conditions under ISO/IEC 17025. The application of ISO/IEC 17025 is essential to ensure that measurement, calibration, and data validation comply with principles of accuracy, traceability, and uncertainty control, thereby making topographic mapping results accountable. 

Page 1 of 1 | Total Record : 9