cover
Contact Name
I Komang Badra
Contact Email
-
Phone
+6285238148283
Journal Mail Official
pdpt.stkipamlapura@gmail.com
Editorial Address
Jalan Ngurah Rai Nomor 35 Amlapura
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Lampuhyang
ISSN : 20870760     EISSN : 27455661     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal LAMPUHYANG Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Lembaga Penjamin Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura. Jurnal LAMPUHYANG terbit dua kali dalam setahun yaitu bulan Januari dan Juli.
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 12 No 2 (2021)" : 13 Documents clear
Eliminasi Radikalisme Berbasis Adat (Pengembangan Model Alternatif Deteksi Dini Anarkisme Berlegitimasi Agama di Provinsi Bali) Ni Nyoman Lisna Handayani; Ni Ketut Erna Muliastrini
LAMPUHYANG Vol 12 No 2 (2021)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v12i2.257

Abstract

Tujuan jangka panjang penelitian ini adalah: dihasilkannya model pencegahan perilaku radikal dan tindakan terorisme di wilayah Bali, dengan basis keunggulan nilai nilai budaya dan lembaga lokal di masing-masing desa adat yang ada di Provinsi Bali. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian pengembangan tipe “front-ended prototyfe studies” dengan mengedepankan kritik sosial-budaya dan rekonstruksi generalisasi radikalisme. Data dalam penelitian ini akan dikumpulkan dengan: pedoman observasi, pedoman wawancara, kuesioner, pedoman studi dokumen, fokus groups discussion, dan interrater validity. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut. Pertama, modalitas sosial dan budaya yang dimiliki oleh desa adat tersebut terdiri atas: lembaga-lembaga sosial keagamaan, seperti sekehe santi, teruna teruni, pecalang, hulu apad, tegak desa, sekehe jegog, sekehe gong, sekehe jojor dan baris, sekehe ebat, sekehe gaguruitan, sekehe angklung, dan organisas-organisasi sosial lainnya. Kedua, secara sosiologis, potensi kekuatan yang dimiliki oleh setiap desa adat yang menjadi lokasi penelitian ini, terpolarisasi ke dalam 5 kelompok aspek, yaitu: aspek keagamaan, aspek sosial, aspek budaya, aspek ekonomi, dan aspek politik. Ketiga, responden sebagian besar berpendirian dan menjustifikasi agama bisa menjadi modal kultural dalam coraknya agama menjadi basis budaya dan tradisi. Keempat, desa adat biasanya mengembangkan model penyelesaian konflik yang terjadi umumnya dapat diselesaikan secara damai oleh lembaga penyelesaian konflik, baik di tingkat keluarga maupun di tingkat masyarakat.
Model KRISTAL dengan Teknik Three in One untuk Mengembangkan Karakter Siswa di SMAN 2 Amlapura I Gede Bandem
LAMPUHYANG Vol 12 No 2 (2021)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v12i2.261

Abstract

Permasalahan yang dihadapi di SMA Negeri 2 Amlapura khususnya pada siswa kelas XII IPS 3 adalah adanya beberapa siswa yang karakternya belum mencerminkan karakter bangsa terutama dalam mentaati tata tertib sekolah.Hal ini terbukti masih banyak siswa kelas XII IPS 3 SMAN 2 Amlapura yang melakukan pelanggaran tata tertib sekolah.Salah satu alternatif yang ditempuh untuk mengatasi masalah yang terjadi adalah dengan menerapkan Model KRISTAL dengan Teknik Three in One untuk mengembangkan karakter siswa SMAN 2 Amlapura. Dengan tujuan untuk mengembangkan karakter siswa SMA Negeri 2 Amlapura melalui Implementasi Model KRISTAL dengan Teknik Three In One terutama di Kelas XII IPS 3.Pengembangan karakter model KRISTAL ini adalah salah satu pengembangan dari model mengembangkan Karakter siswa. KRISTAL dalam best practices ini adalah merupakan singkatan dari: Kenali, Rencanakan, Implementasikan, Supervisi, dan Tindak lanjut.Dalam Best Practice disini Three in One maksudnya juga tiga dalam satu tujuan. yakni mengembangkan karakter siswa. Tiga tindakan tersebut, yakni 1). Kerjasama semua pihak, 2). Literasi, 3). Penggunaan dan bantuan Ilmu pengetahuan dan Teknologi (WhatsApp dan CCTV). Dari tindakan yang telah dilakukan hasilnya dapat ditarik suatu simpulan, melalui model KRISTAL dengan teknik three in one dapat mengembangkan karakter siswa Kelas XII IPS 3 SMA Negeri 2 Amlapura, Hal ini terlihat dari terjadinya penurunan Jumlah kredit point dari tahap awal (Kenali) nilai rata-rata 45,08 dilaksanakan tindakan dengan teknik three in one tahap I nilai rata-rata 16,4 kemudian tindakan berikutnya three in one tahap II nilai rata-rata menjadi 0, jadi ada penurunan pelanggaran tata tertib sekolah sampai tuntas setelah dilaksanakan tindakan melalui model KRISTAL dengan teknik Three In One di SMAN 2 Amlapura. Penurunan jumlah kredit point pelanggaran siswa berarti terjadi pengembangan karaker siswa.
Penggunaan Media Visual “POSTER BERGAMBAR” dalam Pembelajaran Bahasa Inggris untuk Anak Usia Dini Luh Melin Udayani
LAMPUHYANG Vol 12 No 2 (2021)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v12i2.262

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tanggapan peserta didik terhadap penggunaan media visual berupa poster di kelas Pengajaran Bahasa Inggris. Penelitian berlangsung di sekolah dasar nomor 1 Pancasari, Bali. Sebanyak 25 siswa dari kelas empat berpartisipasi dalam penelitian ini. Siswa diminta menjawab beberapa pertanyaan tentang proses pembelajaran Bahasa Inggris dengan menggunakan poster. Mereka juga diajak untuk mendiskusikan tanggapan mereka satu sama lain. Peneliti memberikan kuesioner yang terdiri dari 4 pertanyaan tentang penggunaan poster dan kontribusinya terhadap pembelajaran mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan poster membantu siswa dalam proses belajar mandiri, membangun motivasi, dan membantu siswa lebih memahami bahasa Inggris daripada menggunakan buku teks serta memahami topik dengan lebih baik.
Campuram Kode Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Putu Andyka Putra Gotama
LAMPUHYANG Vol 12 No 2 (2021)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v12i2.263

Abstract

Campur kode memang sering terjadi pada kegiatan pembelajaran di sekolah. Begitu pula dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Ketika menjelaskan materi, guru bahasa Indonesia tidak akan mungkin menggunakan bahasa Indonesia secara penuh, melainkan mereka sesekali akan menggunakan Bahasa Bali dalam menjelaskan materi, sehingga terjadilah campur kode dalam bahasa Indonesia. Secara teori dinyatakan bahwa apabila dalam berbicara dengan menggunakan bahasa Indonesia, maka kita penutur tidak diperkenankan untuk menggunakan unsur bahasa daerah, maupun unsur bahasa asing. Dengan demikian, barulah seorang penurut bahasa Indonesia dapat dikatakan sebagai penutur dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar (Baku). Oleh karena itu, penelitian ini dibuat dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana bentuk campur kode yang dilakukan oleh guru bahasa Indonesia dalam kegiatan pembelajaran, untuk mengetahui faktor penyebab terjadinya campur kode tersebut, dan untuk mengetahui apakah campur kode dalam pembelajaran bahasa Indonesia dapat dibenarkan. Penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian kualitatif, dengan pendekatan empiris. Subjek dalam penelitian ini adalah guru bahasa Indonesia yang mengajar di SMK N 1 Abang. Kemudian, metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah observasi, wawancara, dan studi kepustakaan dengan teknis analisis data melalui reduksi, klasifikasi, display, dan interpretasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, semua guru masih melakukan campur kode ke dalam dan keluar. Kedua, penyebab terjadinya campur kode itu adalah ketidaksengajaan/kebiasaan, penegasan maksud komunikasi, internasionalisasi, promosi bahasa, keanekaragaman suku/etnik, peran atau penutur, dan ragam bahasa (kedwibahasaan). Ketiga, jika berbicara mengenai campur kode itu dapat benarkan atau salah, maka jawabannya adalah tergantung konteks dan tujuan penggunaannya. Apabila campur kode itu dipakai dalam proses pembelajaran dengan tujuan untuk mempermudah pemahaman siswa, maka campur kode itu dapat dibenarkan. Namun, jika kata sisipan yang menyebabkan terjadinya campur kode itu penggunaannya tidak tepat atau kata tersebut sudah memiliki padanan kata dalam bahasa yang digunakan dalam komunikasi, maka jelas campur kode itu tidak dibenarkan. Berdasarkan hasil tersebut peneliti merumuskan beberapa saran, di antaranya, untuk lembaga pencetak tenaga guru bahasa Indonesia tentunya harus selalu mengembangkan kazanah pengetahuan dalam bidang materi campur kode, ahasiswa calon guru bahasa Indonesia, hendaknya harus mengetahui dan mempelajari campur kode, guru bahasa Indonesia wajib mengetahui campur kode, karena terkadang suatu materi pelajaran lebih mudah dipahami jika campur kode dalam komunikasi dimunculkan, dan peneliti lain diharapkan terus mengadakan penelitian-penelitian sejenis, sehingga pengetahuan tentang campur kode bisa terus dikembangkan.
Pengaruh Pendekatan Kontekstual Terhadap Motivasi Dan Prestasi Belajar IPS Siswa Kelas IV SD Insan Mandiri Karangasem Wayan Yanik Yasmini
LAMPUHYANG Vol 12 No 2 (2021)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v12i2.265

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendekatan kontekstual terhadap motivasi dan prestasi belajar IPS pada Siswa Kelas IV SD Insan Mandiri Karangasem. Rancangan penelitian ini menggunakan pola dasar The Posttest Only Control Group dengan jenis eksperimen semu. Sampel penelitian berjumlah 62 siswa. Data yang dikumpulkan adalah motivasi dan prestasi belajar IPS. Data dianalisis dengan menggunakan MANOVA berbantuan SPSS 17.00 for windows. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, motivasi siswa yang belajar dengan pendekatan kontekstual secara signifikan lebih baik daripada siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model konvensional (F= 6,804; p<0,05). Kedua, prestasi belajar IPS siswa yang belajar dengan pendekatan kontekstual secara signifikan lebih baik daripada siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model konvensional (F= 15,034; p<0,05). Ketiga, secara simultan motivasi dan prestasi belajar IPS antara siswa yang belajar dengan pendekatan kontekstual secara signifikan lebih baik daripada siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional.
Hubungan Kompentensi Dengan Kinerja Guru Agama Hindu Yang Sudah Bersertifikat Pendidik I Made Wiguna Yasa; I Komang Wisnu Budi; I Gede Sudha Cahyana; Ni Kadek Supadmini
LAMPUHYANG Vol 12 No 2 (2021)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v12i2.267

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : 1) mengkaji hubungan antara kompetensi dengan kinerja guru dan 2) menyelidiki tingkat keeratan hubungan antara kompetensi dengan kinerja guru. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kuantitatif berjenis penelitian korelasi. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh guru agama Hindu jenjang SMP se-Kabupaten Tabanan yang sudah bersertifikat pendidik. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik sampel jenuh. Instrumen penelitian yang digunakan berupa angket kompetensi dan kinerja guru. Analisis data penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial menggunakan teknik ANAVA dan korelasi product moment. Hasil penelitian menyatakan : 1) terdapat hubungan yang signifikan antara kompetensi guru dengan kinerja guru dan 2) tingkat keeratan hubungan antara kompetensi dan kinerja guru berada pada level sedang.
Implementasi Pembelajaran Berbasis Blended Learning Di Masa Pendemi Di Stkip Agama Hindu Amlapura Nyoman Ayu Sri Desi Ariani
LAMPUHYANG Vol 12 No 2 (2021)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v12i2.269

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan model blended learning yang diimplementasikan di STKIP Agama Hindu Amlapura di masa pandemic Covid-19 dan mendeskripsikan media yang digunakan dalam implementasi blended learning di STKIP Agama Hindu Amlapura di masa pandemic Covid-19. Penelitian ini dilakukan pada semester ganjil tahun pelajaran 2020/2021 dengan subjek dosen dan mahasiswa STKIP Agama Hindu Amlapura. Data dikumpulkan dengan metode observasi, dokumentasi dan wawancara dan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil analisis data ditemukan bahwa metode blended learning yang digunakan di masa pandemic di STKIP Agama Hindu Amlapura adalah metode flex dan media yang digunakan adalah media google group, diantaranya google form, google meet, zoom.
Studi Bentuk Dan Dampak Pelecehan Seksual Terhadap Anak Etnis Hindu I Wayan Dwija
LAMPUHYANG Vol 12 No 2 (2021)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v12i2.271

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) bentuk pelecehan seksual yang terjadi pada anak etnik Bali beragama Hindu di Karangasem? (2) dampak pelecehan seksual pada anak etnik Bali beraga Hindu di Karangasem? (3) upaya yang dapat dilakukan untuk menanggulangi pelecehan seksual pada anak etnik Bali beragama Hindu di Karangasem? Untuk membedah permaslahan tersebut maka digunakan tiga teori yaitu teori perkembangan dari Jean Peaget, teori kebutuhan menurut Maslow serta teori kritis. Data dikumpulkan dengan cara wawancara, studi dokumen dan kuesioner. Selanjutnya data yang telah terkumpul dianalisis menggunakan pendekatan Mixsed methods. Selanjutnya data dianalisis secara kulitatif dan kuantitatif selanjutnya dipadukan untuk saling melengkapi untuk mendapatkan hasil yang konperhensip. Hasil penelitian disajikan dalam bentuk deskripsi dan tabel. Temuan penelitian: (a). Bentuk pelecehan seksual pada anak ada dua, yaitu (1) pelecehan yang dilakukan laki-laki terhadap anak perempuan, (2). Pelecehan yang dilakukan laki-laki terhadap anak laki-laki ( Fidopilia .(b). Dampak pelecehan seksual bagi anak, yaitu: masalah fisik,trauma, defresi, tekanan mental,malu, takut, bertindak irrasional.(c). Upaya penaggulangan, seperti: pengobatan secara fisik, pembinaan, pendampingan, pengawasan , penyuluhan dan sosialisasi tentang peraturan yang menyangkut hak dan perlindungan anak. Saran: (a). orang tua hendaknya memberikan perhatian dan pengawasan yang baik tentang aktivitas serta pergaulan anak (b). Pihak sekolah diharapkan mensosialisasikan Undang-Undang Perlindungan Anak. (c). Pemerintah melalui instansi terkait untuk aktif mensosialisasikan Undang-Undang Perlindungan anak dan peraturan pencegahan perkawinan usia anak-anak. (d). Bendesa Adat harus mengambil inisyatif untuk mencantumkan ketentuan tentang perlindungan anak dalam awig-awig atau pararem
Implementasi Pendekatan Kontekstual dengan Teknik Know-Want-Learned (KWL) dalam Penumbuhan Literasi Baca-Tulis Mahasiswa Ni Kadek Juliantari
LAMPUHYANG Vol 12 No 2 (2021)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v12i2.272

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengimplementasian pendekatan kontekstual dengan Teknik Know-Want-Learned (KWL) dalam penumbuhan literasi baca tulis mahasiswa. Mahasiswa yang dijadikan subjek penelitian adalah mahasiswa program studi Pendidikan Agama Hindu yang mengambil MKWU Bahasa Indonesia berjumlah 33 orang. Data dikumpulkan dengan metode observasi dan tes, selanjutnya dianalisis secara deksriptif kualitatif. Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa telah memiliki kemampuan literasi baca-tulis yang memadai dengan dukungan pendekatan kontekstual dengan teknik KWL dalam kegiatan pembelajaran. Dengan bukti-bukti sebagai berikut. Sejumlah 8 orang (24,24%) mahasiswa memiliki kemampuan literasi baca-tulis dengan kategori sangat baik, 20 orang (60,61%) dengan kategori baik, dan 5 orang (15,15%) dengan kategori cukup.
Upaya Meningkatkan Kesiapan Calon Guru Agama Hindu dalam Mengimplementasikan Medode Pembelajaran Agama melalui Drill I Ketut Seken
LAMPUHYANG Vol 12 No 2 (2021)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v12i2.275

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesiapan calon guru Agama Hindu dalam mengimplementasikan metode pembelajaran agama. Penelitian ini dilaksanakan di STKIP Agama Hindu Amlapura dengan menyasar mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Hindu. Data dikumpulkan dengan metode observasi, selanjutnya dianalisis secara kuantitatif untuk mengukur kesiapan calon guru dala mengimplementasikan metode pembelajaran agama. Hasilnya adalah dalam proses pembinaan ternyata dapat meningkatkan kesiapan calon guru Pendidikan Agama Hindu dalam mengimplementasikan metode pembelajaran agama. Sebagai buktinya, pada siklus I, kesiapan calon guru Pendidikan Agama Hindu secara klasikal tergolong cukup siap dengan skor rata-rata sebesar 17,14; sedangkan persentase jumlah calon guru yang tergolong siap secara individual sebesar 28,57% atau hanya 2 (dua) orang calon guru yang tergolong siap. Sementara itu, pada siklus II, secara klasikal kesiapan calon guru Pendidikan Agama Hindu secara klasikal tergolong siap dengan skor rata-rata sebesar 19,29 dan persentase jumlah calon guru yang tergolong siap sebesar 71,43% atau sejumlah 5 orang calon guru yang tergolong siap.

Page 1 of 2 | Total Record : 13