cover
Contact Name
I Komang Badra
Contact Email
-
Phone
+6285238148283
Journal Mail Official
pdpt.stkipamlapura@gmail.com
Editorial Address
Jalan Ngurah Rai Nomor 35 Amlapura
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Lampuhyang
ISSN : 20870760     EISSN : 27455661     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal LAMPUHYANG Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Lembaga Penjamin Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura. Jurnal LAMPUHYANG terbit dua kali dalam setahun yaitu bulan Januari dan Juli.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 15 No 1 (2024)" : 12 Documents clear
Pentingnya Suvervisi Pendidikan Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Di Indonesia Ningsih, Ni Putu Diah Untari
Lampuhyang Vol 15 No 1 (2024)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v15i1.361

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pentingnya Suvervisi Pendidikan Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di Indonesia, dimana pendidikan Indonesia semakin hari kualitasnya semakin rendah. Masalah yang serius dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia adalah rendahnya mutu pendidikan di berbagai jenjang, baik pendidikan formal maupun informal. Penyebab rendahnya mutu pendidikan di Indonesia adalah masalah efektifitas, efisiensi, dan standardisasi pengajaran. Hal tersebut masih menjadi masalah pendidikan di Indonesia pada umumnya. Adapun masalah khusus dalam dunia pendidikan yaitu rendahnya sarana fisik, rendahnya kualitas guru, rendahnyavkesejahteraan guru, rendahnya prestasi siswa, rendahnya kesempatan pemerataan pendidikan, rendahnya relevansi pendidikan dengan kebutuhan, dan mahalnya biaya pendidikan. Oleh karena itu, supervisi pendidikan adalah hal yang sangat penting dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan diIndonesia. Kegiatan supervisi dilaksanakan melalui berbagai proses pemecahanbmasalah pengajaran, dan bertujuan untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi proses belajar mengajar, supervisi merupakan bantuan kepada guru dalam perbaikan situasi belajar mengajar, supervisi pendidikan meliputi supervisi terhadap pengajaran maupun komponen pendukungnya.
Analisis Kognisi Penulis dalam Penggambaran Sosok Guru (Analisis Teks Berita Tentang Guru pada Harian Bali Post) Juliantari, Ni Kadek; Subadra, I Nyoman
Lampuhyang Vol 15 No 1 (2024)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v15i1.367

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis teks berita tentang guru dilihat dari kognisi penulis terhadap penggambaran sosok guru. Penelitian yang dilakukan ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah beberapa wacana berita tentang Guru pada Harian Bali Post. Analisis dilakukan secara argumentatif dan interpretatif untuk memetakan kognisi penulis yang pada akhirnya digunakan untuk merumuskan simpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kognisi setiap penulis/wartawan yang berbeda berpengaruh terhadap produksi teks yang berbeda pula. Kognisi penulis tersebut dibangun atas dasar realita yang dihadapinya di masyarakat. Berita pada harian Bali Post (25 November 2018) menunjukkan kognisi penulis yang tidak berpihak kepada guru karena teks tersebut diproduksi dengan menyoroti sisi negatif seorang guru. Sementara itu, berita pada harian Bali Post (26 November 2018) menunjukkan kognisi penulis yang menyatakan keberpihakan kepada guru melalui teks-teks yang dibangunnya.
Penerapan Metode Copy The Master Untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Cerpen Berbahasa Bali Siswa Kelas Xc Sma Negeri 1 Bebandem Tahun Pelajaran 2022/2023 Gatriyani, Ni Putu
Lampuhyang Vol 15 No 1 (2024)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v15i1.368

Abstract

enelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan di Sekolah Menegah Atas Negeri 1 Bebandem tepatnya dikelas XC tahun pelajaran 2022/2023. Penelitian ini dilatar belakangi oleh keterampilan siswa dalam menulis cerpen bahasa Bali yang masih rendah, siswa kurang antusias dalam pembelajaran, proses pembelajaran masih berpusat pada guru, dan keterampilan menulis cerpen berbahasa Bali pada siswa masih rendah. Adapun masalah pada penelitian ini yakni (1) Bagaimana penerapan metode copy the master dalam meningkatkan keterampilan siswa kelas X.C Sekolah Menegah Atas Negeri 1 Bebandem dalam menulis cerpen berbahasa Bali?, (2) Bagaimana respon siswa terhadap penerapan metode copy the master dalam meningkatkan keterampilan menulis cerpen berbahasa Bali?. Tujuan pelaksanaan penelitian kelas ini adalah (1) Untuk mengetahui hasil dari penerapan metode copy the master tehadap keterampilan menulis cerpen berabasa Bali siswa kelas X.C Sekolah Menegah Atas Negeri 1 Bebandem! (2) untuk mengetahui respon siswa kelas X.C Sekolah Menegah Atas Negeri 1 Bebandem terhadap penerapan metode copy the master dalam meningkatkan keterampilan menulis cerpen berbahasa Bali!. Metode penelitian ini menggunakan metode PTK (Penelitian Tindakan Kelas) dengan subjek siswa kelas XC Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Bebandem sebanyak 34 orang siswa, dengan jumlah siswa laki-laki 18 orang dan siswa perempuan 16 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan keterampilan menulis cerpen berbahasa Bali setelah diterapkannya metode copy the master pada refleksi awal nilai rata-rata siswa 60,88. Pada siklus I nilai rata-rata siswa 71,02 dan pada siklus II mengalami peningkatan dengan nilai rata-rata pada siswa menjadi 80,58. Sedangkan respon siswa kelas X.C SMA Negeri 1 Bebandem terhadap penerapan metode copy the master dalam pembelajaran menulis cerpen berbahasa Bali tergolong kategori sangat aktif dengan skor rata-rata 26,67 yang tergolong sangat positif Berdasarkan simpulan, maka dapat diberikan saran yaitu: Kepada guru bahasa Bali agar mencoba menerapkan metode ini; (2) diharapkan tulisan ini dapat dijadikan sebagai refrensi pembanding dalam upaya meningkatkan keterampilan siswa.
Ngusabha Negen Di Pura Puseh Desa Pakraman Ban Kecamatan Kubu Kabupaten Karangasem Ningsih, Ni Kadek Ayu Purnama; Badra, I Komang; Ayu Paramanandani, Ni Kadek
Lampuhyang Vol 15 No 1 (2024)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v15i1.369

Abstract

Ngusabha Negen bertujuan untuk memohon perlindungan dan sekaligus sebagai rasa syukur karena telah terbebas dari paceklik yang panjang dan mampu teratasi setelah diadakannya upacara tersebut. Dalam pelaksanaan Ngusabha Negen terdapat tarian sakral yaitu tari ngalagar dan upakara tegen-tegenan yang di arak tiga kali oleh masing-masing kepala keluarga dan ada syarat-syarat tertentu dalam pelaksanaanya, hal itulah yang membuat upacara ini menarik untuk dikaji lebih lanjut. Penelitian ini merupakan upaya dalam melestarikan kebudayaan dan agama Hindu khusususnya dalam pelaksanaan upacara yadnya dengan menggali informasi, memahami dan mengkaji pelaksanaan upacar Ngusaba Negen melalui sebuah penelitian. Adapun fokus kajian dari penelitian ini adalah bentuk, tujuan dan fungsi Ngusabha Negen. Penelitian ini merupakn penelitian lapangan/observasi alami dengan subjek penelitiannya adalah kelian adat, serati banten, pemangku puseh dan tokoh masyarakat desa Ban. dengan menggunakan pendekatan empiris. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode wawancara dan metode kepustakaan. Data diolah dengan analisis deskriptif, dengan menggunakan teknik induksi dan teknik argumentasi. Bentuk Ngusabha Negen yaitu upacara yang dilaksanakan di Pura Puseh, Desa Pakraman Ban. Sarana pokok yang digunakan adalah tegen-tegenan yang berisi buah lokal, jajan khas Bali, serta bebantenan. Ngusabha Negen terdiri dari uapacara Nunas Tirtha, mebat, upacara Nyanjan, ngusabha, upacara Nganyarin dan upacara Panyineban bagian paling menarik dari Ngusabha Negen adalah tarian sakral ngalagar. Fungsi: pendekatan diri, kesuburan tanah, dijauhkan dari hama tanaman, terhindar dari kekuatan negatif dari bhuta kala, dan sebagai rasa kebersamaan antar Krama Desa Ban. Tujuan Ngusabha Negen: sujud bhakti kepada tuhan, memohon anugerah, menetralisir kekuatan negatif, dan sebagai pelestarian tradisi yang dimiliki.
Peran Pembelajaran IPS Di Sekolah Dasar Dalam Mencegah Pelecehan Seksual Terhadap Anak Rahayuni, I Gusti Ayu Adi
Lampuhyang Vol 15 No 1 (2024)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v15i1.370

Abstract

Penyampaian edukasi seksual sejak dini pada anak menjadi upaya yang penting guna meminimalisir kasus pelecehan seksual yang terjadi pada anak di bawah umur. Namun ironisnya sampai saat ini stigma masyarakat masih menganggap bahwa pemberian edukasi seksual masih terasa tabu jika disampaikan kepada anak-anak yang usianya masih di bawah umur atau belum memasuki usia remaja. Pada akhirnya masyarakat menaruh harapan kepada lembaga sekolah untuk menjalankan misi pemberian edukasi seksual ini. Menanggapi permasalahan tersebut, maka pembelajaran IPS di Sekolah Dasar memegang peran central dalam meminimalisir pelecehan seksual pada anak. Penelitian ini diharapkan memberi solusi dalam meminimalisir kasus pelecehan seksual pada anak melalui pembelajaran IPS yang diajarkan di Sekolah Dasar. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif. Studi pustaka menjadi upaya peneliti dalam mengkaji topik yang dibahas. Library reserch diguakan dalam mengumpulkan dan mengekstraksi intisari penelitian dari hasil penelitian yang sudah ada sebelumnya dan menganalisis para ahli yang tertulis dalam teks. Hasil penelitian menunjukan bahwa, pembelajaran IPS di SD memegang peran penting dalam meminimalisir kasus pelecehan seksual anak, upaya pencegahan dan meminimalisir tersebut tertuang melalui proses pembelajaran IPS.
Analisis Implementasi Kurikulum Merdeka Pada Sekolah Penggerak Di Sdn 4 Tukadsumaga Handayani, Ni Nyoman Lisna
Lampuhyang Vol 15 No 1 (2024)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v15i1.371

Abstract

Kurikulum merdeka merupakan kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam di mana konten akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi. Dalam proses pembelajaran guru memiliki keleluasaan untuk memilih berbagai perangkat pembelajaran sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi penerapan kurikulum merdeka di sekolah penggerak SDN 4 Tukadsumaga. Teknik wawancara dan observasi digunakan untuk menggambarkan peran kepala sekolah dan guru dalam mensukseskan kurikulum merdeka, mengulas efisiensi penerapannya, serta mengidentifikasi problematika atau kendala. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa sebetulnya Implementasi Kurikulum Merdeka lebih mudah diterapkan di SDN 4 Tukadsumaga karena kurikulum baru ini mengusung Konsep Merdeka Belajar yang memungkinkan guru tidak terlalu direpotkan dengan pekerjaan administratif. Kemudian dari segi pelaksanaan intra kurikuler, hampir semua anak mampu memenuhi standar, dan pelaksanaan kurikulum merdeka ini lebih sederhana daripada kurikulum 2013.
Peran Perpustakaan Umum Daerah Karangasem dalam Meningkatkan Minat Baca Masyarakat Karangasem Putu Nilayani, Sang Ayu
Lampuhyang Vol 15 No 1 (2024)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v15i1.372

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui minat baca masyarakat Karangasem dan mengetahui peran Perpustakaan Umum Daerah Karangasem dalam meningkatkan minat baca masyarakat Karangasem. Jenis penelitian ini adalah penelitian pendekatan kualitatif karena dalam penelitian ini data-data yang dihasilkan berupa data deskriptif yang diperoleh dari data-data berupa tulisan dan kata-kata yang berasal dari sumber atau informan yang dapat diteliti dan dipercaya. Adapun hasil penelitian ini adalah minat masyarakat datang ke Perpustakaan Daerah (Perpusda) Karangasem untuk membaca buku terus mengalami penurunan. Untuk saat ini kunjungan masyarakat hanya sekitar 25-30 orang per hari. Sedangkan dulu bisa mencapai 100 orang lebih per harinya. Ada tiga peran yang dilakukan Perpustakaan Daerah Karangasem guna meningkatkan minat baca masyarkat Karangasem, yakni dengan meningkatkan koleksi buku di perpustakaan, meningkatkan pelayanan, serta melaksanakan promosi perpustakaan seperti melaksnakan beberapa program, misalnya program Perpustakaan Keliling, sering mengadakan lomba-lomba antar siswa baik TK, SD, SMP, atau SMA.
Arah Pengembangan Kurikulum Program Studi Bahasa Dan Sastra Indonesia Mendukung Merdeka Belajar Di Era Revolusi Industri 4.0 Putra Gotama, Putu Andyka Andyka; Artika, I Wayan
Lampuhyang Vol 15 No 1 (2024)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v15i1.373

Abstract

Revolusi industri saat ini disebut dengan revolusi industry 4.0. Revolusi industry ini ditandai dengan lahirnya teknologi digital yang berdampak masif terhadap hidup manusia di seluruh dunia termasuk dalam dunia Pendidikan. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi telah merespons perkembangan tersebut dengan mengeluarkan kebijakan-kebiajakan yang mesti diterapkan dalam dunia pendidikan. Dalam pendidikan, kurikulum merupakan “rohnya” yang sifatnya dinamis mengikuti perkembangan zaman. Pengembangan kurikulum harus dilakukan sebagai respons atas perkembangan IPTEK, kebutuhan masyarakat, serta kebutuhan pengguna lulusan. Pengembangan kurikulum adalah istilah yang komprehensif, di dalamnya mencakup: perencanaan, penerapan, dan evaluasi. Dalam prinsip pengambangan kurikulum terdapat beberapa hal pokok, yakni prinsip umum dan prinsip khusus. Melihat perkembangan tersebut, Pendidikan Tinggi, melalui Program Studinya wajib untuk melakukan restrukturisasi kurikulum untuk dapat menyediakan fasilitas kemerdekaan bagi mahasiswa dalam belajar sesuai dengan kebijakan dari pemerintah. Hal ini berlaku untuk semua Prodi di Pendidikan Tinggi, salah satunya adalah Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Oleh karena itu, dalam penelitian ini dibahas tentang arah pengembangan kurikulum Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia mendukung merdeka belajar di era revolusi industri 4.0. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan hakikat pengembangan kurikulum dan arah pengembangan kurikulum Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia mendukung merdeka belajar di era revolusi industri 4.0. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan empiris dan metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara serta studi kepustakaan. Adapun analisis data yang digunakan adalah Teknik analisis data kualitatif secara induktif. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini dinyatakan bahwa pengembangan kurikulum adalah sebuah proses yang merencanakan, menghasilkan suatu alat yang lebih baik dengan didasarkan pada hasil penilaian terhadap kurikulum yang telah berlaku sehingga dapat memberikan kondisi belajar mengajar yang baik. Pengembangan kurikulum harus pula memperhatikan kebutuhan pembelajaran Era Industri 4.0 dan Society 5.0, Program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Suwandi (2020) menyatakan bahwa kurikulum pendidikan tinggi semestinya juga dikembangkan dengan mengacu pada teori pendidikan berdasarkan standar (standard-based education) atau pendidikan berbasis capaian (outcome-based education) dan kurikulum berbasis kompetensi (competency-based curriculum) atau kuriklulum berbasis capaian (outcome-based curriculum). Selama ini pembelajaran sastra hanya berada pada tataran permukaan saja pada mata Pelajaran/matakuliah di sekolah ataupun Perguruan Tinggi, sehingga Sastra belum bisa dijadikan basis dalam peningkatan nilai/karakter siswa/mahasiswa. Oleh karena itu yang dibutuhkan tidak hanya pembaharuan kurikulum, namun juga guru atau dosen yang aktif mengapresiasi sastra baik dalam hal membaca buku sastra, menulis, mengalihwahanakan, termasuk apresiasi yang lain. Jika guru atau dosen aktif dalam mengapresiasi sastra, maka siswa/mahasiswapun akan termotivasi untuk mempelajari sastra. Kemudian, terkait dengan kurikulum yang berujung pada proses pembelajaran, sekarang ini yang dibutuhkan adalah suatu projek. Hal ini disebabkan karena pada dasarnya belajar sastra itu menginginkan outpun berupa karya. Karya yang dimaksud adalah karya sastra tertulis atau bentuk lain dalam apresiasi sastra. Hal ini mesti menjadi inti dari kurikulum sastra. Pengembangan kurikulum Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia hendaknya mesti dilaksanakan. Kurikulum Pendidikan Tinggi secara anatomis terdiri atas: (1) Identitas Program Studi, (2) Evaluasi Kurikulum dan Tacer study, (3) Landasan Perencanaan dan Pengembangan Kurikulum, (4) Rumusan Standar Kompetensi Lulusan dinyatakan dalam Capaian Pembelajaran Lulusan, (5) Penetapan Bahan Kajian berdasarkan CPL, (6) Pembentukan Mata Kuliah dan penentuan bobot sks, (7) Struktur Mata Kuliah, (8) Rencana Pembelajaran Semester, dan (9) Manajemen dan Mekanisme Pelaksanaan kurikulum (Suwandi, 2020). Pada dasarnya prinsip pengembangan kurikulum terdiri atas 2 bagian, yakni prinsip umum dan prinsip khusus. Prinsip umum pengembangan kurikulum tersebut terdiri atas relevasi,fleksibilitas, kontinuitas, praktis dan efesiensi, efektivitas. Sementara itu, prinsip khusus dalam pengembangan kurikulum berkaitan dengan tujuan pendidikan, isi pendidikan, proses pembelajaran, metode pembelajaran dan evaluasi pembelajaran. Berdasarkan hasil tersebut, dapat diberikan saran kepada para dosen hendaknya melaksanakan kegiatan pembelajaran sesuai dengan kurikulum yang berlaku dengan segala prinsip yang dikehendaki oleh kurikulum tersebut, para pengembang kurikulum dalam hal ini adalah Prodi diharapkan memperhatikan prinsip pengembangan kurikulum, baik prinsip umum maupun prinsip khusus dan peneliti lain diharapkan terus mengembangkan kajian sejenis karena pada dasarnya kurikulum itu dinamis, terus berkembang seiring perkembangan IPTEK dan kebutuhan industry.
Usaba Kelod Perspektip Teori Budaya Organisasi Di Desa Adat Bugbug Kecamatan Karangasem Kabupaten Karangasem Gama, I Wayan
Lampuhyang Vol 15 No 1 (2024)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v15i1.374

Abstract

Usaba Kelod adalah tradisi upacara Atma Wedana (ngeroras) tingkatan dari upacara Pitra Yadnya (ngaben). Usaba Kelod penyucian roh leluhur, dengan kemasan sangat special, unik dan menarik untuk diteliti, karena melibatkan berbagai organisasi kemasyarakatan tradisional dan formal di Desa. Usaba Kelod merupakan praktek ajaran Siwam, satyam dan Sundaram. Tujuan penelitian: 1) Untuk mengetahui mengapa Usaba Kelod sangat special. 2) Untuk mengetahui keunikan Usaba Kelod. 3) Untuk mendeskripsikan bagaimana prilaku budaya organisasi terlibat di dalamnya Pendekatan penelitian menggunakan metode emperis. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, tanya jawab dan dokumentasi. Analisis data menggunakan metode kualitatif dengan teknik induksi, deduksi dan argumentasi. Usaba Kelod bersifat special karena ditentukan berdasarkan perhitungan kalender Bali yang telah terformat dalam kalender program kegiatan ritual selama satu tahun pada masyarakat Bugbug. Usaba Kelod unik karena hanya ada di Desa Adat Bugbug, dilakukan oleh keluarga yang memiliki roh preteka satu generasi, yang telah melewati tahapan prosesi ngaben. Aktivitas prilaku masyarakat Bugbug dalam menjamin kelancaran Usaba Kelod, melibatkan berbagai organisasi kemasyarakatan di desa seperti ; Desa Adat, Desa Dinas, Banjar, seka dan organisasi sulinggih. Nilai karakter Hindu dalam Usaba Kelod tercermin dalam wujud sikap tenggang rasa, toleransi, gotong royong, semua komponen masyarakat desa ikut terlibat, mulai dari organisasi kekerabatan, organisasi social, organisasi tradisional dan organisasi profesi. Atribut Usaba Kelod ; ada dalam bentuk : Sekah, sarana upacara, asesoris upacara dan tampilan pakaian warga yang terlibat di dalamnya. Analisis data menggunakan metode kualitatif dengan teknik “tri anggulasi” yaitu proses pengumpulan data, proses pemilahan data dan proses verifikasi data. Nilai Usaba Kelod di dalam meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat, bersifat Pitra Rna artinya pelaksanaan Usaba Kelod secara psikologis pelaku upacara sudah membayar hutang kepada leluhur, sehingga pikiran mereka menjadi tenang dan bahagia.
Keragaman Peserta Didik dan Implementasi Kurikulum Merdeka Pada Mata Pelajaran IPAS di Sekolah Dasar Muliastrini, Ni Ketut Erna; Yanik Yasmini, Wayan
Lampuhyang Vol 15 No 1 (2024)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v15i1.375

Abstract

Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) menekankan beberapa aspek di antaranya proses pembelajaran perlu memperhatikan keragaman peserta didik, proses pembelajaran berpusat pada peserta didik, sistem pembelajaran mengarah pada pembelajaran berdiferensiasi, dan proporsi asesmen formatif lebih banyak dari pada asesmen sumatif. Tujuan dalam penelitian ini untuk menganalisis keragaman peserta didik beserta relevansi proses pembelajaran yang sudah dilaksanakan dalam IKM. Subjek dalam penelitian ini yaitu 31 peserta didik kelas 2A SD Insan Mandiri Amlapura. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, angket, dan tes tertulis. Instrumennya meliputi pedoman wawancara, catatan observasi, tes tertulis untuk meninjau kesiapan belajar, angket minat, dan angket gaya belajar. Teknik analisis data menggunakan triangulasi data. Hasilnya, kelas 2A didominasi peserta didik yang memiliki gaya belajar audiotori, kemampuan peserta didik belum menguasai materi prasyarat sebesar 35,29%, kelompok yang sudah siap belajar sebesar 47,06%, dan mahir sebesar 17,65%. Minat peserta didik sebagian besar adalah olahraga. Berkaitan dengan kesesuaian proses pembelajaran terhadap IKM diketahui proses pembelajaran yang dilaksanakan belum mengarah pada pembelajaran berdiferensiasi, terkadang pembelajaran masih berpusat pada guru, dan asesmennya belum teridentifikasi adanya pemberian umpan balik kepada peserta didik. Melalui hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai salah satu bahan untuk merancang dan mengaplikasikan pembelajaran yang lebih sesuai terhadap keragaman peserta didik.

Page 1 of 2 | Total Record : 12