cover
Contact Name
I Komang Badra
Contact Email
-
Phone
+6285238148283
Journal Mail Official
pdpt.stkipamlapura@gmail.com
Editorial Address
Jalan Ngurah Rai Nomor 35 Amlapura
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Lampuhyang
ISSN : 20870760     EISSN : 27455661     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal LAMPUHYANG Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Lembaga Penjamin Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura. Jurnal LAMPUHYANG terbit dua kali dalam setahun yaitu bulan Januari dan Juli.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 1 (2014)" : 12 Documents clear
Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD terhadap Prestasi Belajar IPS Ditinjau dari Minat Belajar IPS (Studi Eksperimen pada Siswa Kleas VIII SMP N 1 Seririt) Gede Widiadnyana Pasek
LAMPUHYANG Vol 5 No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v5i1.154

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan antara prestasi belajar IPS siswa yang mengikuti model pembelajaran koperatif tipe STAD dengan yang mengikuti pembelajaran secara konvensional sebelum dan sesudah minat belajar IPS dikendalikan Sampel diambil dengan cara random sampling dengan jumlah sampel 126 orang. Rancangan penelitian ini adalah post test only control group design. Hasil penelitian menunjukkan (1) terdapat perbedaan prestasi belajar antara siswa yang mengikuti model pembelajaran koperatif tipe STAD dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional, (2) terdapat perbedaan prestasi belajar antara siswa yang mengikuti model pembelajaran koperatif tipe STAD dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional, setalah variabel minat belajar IPS dikendalikan (3) terdapat kontribusi yang positif dan signifikan antara minat belajar IPS dengan prestasi belajar IPS.
Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD terhadap Prestasi Belajar IPS Ditinjau dari Minat Belajar IPS (Studi Eksperimen pada Siswa Kleas VIII SMP N 1 Seririt) Pasek, Gede Widiadnyana
LAMPUHYANG Vol 5 No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v5i1.154

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan antara prestasi belajar IPS siswa yang mengikuti model pembelajaran koperatif tipe STAD dengan yang mengikuti pembelajaran secara konvensional sebelum dan sesudah minat belajar IPS dikendalikan Sampel diambil dengan cara random sampling dengan jumlah sampel 126 orang. Rancangan penelitian ini adalah post test only control group design. Hasil penelitian menunjukkan (1) terdapat perbedaan prestasi belajar antara siswa yang mengikuti model pembelajaran koperatif tipe STAD dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional, (2) terdapat perbedaan prestasi belajar antara siswa yang mengikuti model pembelajaran koperatif tipe STAD dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional, setalah variabel minat belajar IPS dikendalikan (3) terdapat kontribusi yang positif dan signifikan antara minat belajar IPS dengan prestasi belajar IPS.
Penerapan Model Pembelajaran CTL Berbasis Inquiry untuk Meningkatkan Aktivitas dan Prestasi Belajar Pendidikan Agama Hindu pada Siswa Kelas III Sekolah Dasar Negeri 1 Tianyar Tahun Pelajaran 2013/2014 Luh Suci Purwandani
LAMPUHYANG Vol 5 No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v5i1.155

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar pendidikan Agama Hindu pada siswa kelas III SD Negeri 1 Tianyar melalui penerapan model pembelajaran CTL berbasis inquiry untuk meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar pendidikan Agama Hindu. Rancangan penelitian ini adalah PTK. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas III SD Negeri 1 Tianyar tahun pelajaran 2013/2014,siswanya berjumlah 21 orang yang terdiri dari laki-laki 15 orang dan perempuan 6 orang. Metode Pengumpulan Data: observasi digunakan untuk mendapatkan data aktivitas belajar siswa, metode tes untuk mengumpulkan data tentang prestasi belajar. Metode analisis datanya adalah analisis diskritif kualitatif, artinya memaparkan aktivitas belajar siswa berdasarkan hasil pengumpulan data melalui observasi secara naratif dan memaparkan perkembangan prestasi melaui metode pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukan : aktivitas belajar siswa pada siklus I menunjukan hasil 76% dan pada siklus II meningkat menjadi 86%, dan prestasi belajar siswa pada siklus I nilai rata-rata kelas sebesar 60,00, daya serap 60,00% dan Ketuntasan Klasikal sebesar 57,14%. Hasil ini meningkat pada siklus II yaitu nilai rata-rata kelas sebesar 72,14%, daya serap sebesar 72,14%, dan Ketuntasan Klasikal sebesar 85,71%. Berdasarkan hasil penelitian ini,maka melalui penerapan model pembelajaran CTL berbasis Inquiry ternyata dapat meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar.Maka dari itu diharapkan guru bidang studi pendidikan Agama Hindu agar menjadikan model pembelajaran ini sebagai salah satu model pembelajaran alternatif untuk meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar.
Penerapan Model Pembelajaran CTL Berbasis Inquiry untuk Meningkatkan Aktivitas dan Prestasi Belajar Pendidikan Agama Hindu pada Siswa Kelas III Sekolah Dasar Negeri 1 Tianyar Tahun Pelajaran 2013/2014 Purwandani, Luh Suci
LAMPUHYANG Vol 5 No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v5i1.155

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar pendidikan Agama Hindu pada siswa kelas III SD Negeri 1 Tianyar melalui penerapan model pembelajaran CTL berbasis inquiry untuk meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar pendidikan Agama Hindu. Rancangan penelitian ini adalah PTK. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas III SD Negeri 1 Tianyar tahun pelajaran 2013/2014,siswanya berjumlah 21 orang yang terdiri dari laki-laki 15 orang dan perempuan 6 orang. Metode Pengumpulan Data: observasi digunakan untuk mendapatkan data aktivitas belajar siswa, metode tes untuk mengumpulkan data tentang prestasi belajar. Metode analisis datanya adalah analisis diskritif kualitatif, artinya memaparkan aktivitas belajar siswa berdasarkan hasil pengumpulan data melalui observasi secara naratif dan memaparkan perkembangan prestasi melaui metode pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukan : aktivitas belajar siswa pada siklus I menunjukan hasil 76% dan pada siklus II meningkat menjadi 86%, dan prestasi belajar siswa pada siklus I nilai rata-rata kelas sebesar 60,00, daya serap 60,00% dan Ketuntasan Klasikal sebesar 57,14%. Hasil ini meningkat pada siklus II yaitu nilai rata-rata kelas sebesar 72,14%, daya serap sebesar 72,14%, dan Ketuntasan Klasikal sebesar 85,71%. Berdasarkan hasil penelitian ini,maka melalui penerapan model pembelajaran CTL berbasis Inquiry ternyata dapat meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar.Maka dari itu diharapkan guru bidang studi pendidikan Agama Hindu agar menjadikan model pembelajaran ini sebagai salah satu model pembelajaran alternatif untuk meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar.
Model Penanggulangan Pemanasan Global Melalui Reaktualisasi I Wayan Gama; I Ketut Seken; I Gede Bandem; Ida Komang Wirnata
LAMPUHYANG Vol 5 No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v5i1.156

Abstract

Tujuan dari Penelitian ini adalah 1)menemukan persepsi masyarakat terhadap pelaksanaan Tumpek Wariga dalam rangka penanggulangan pemanasan global. 2) menemukan cara masyarakat dalam mereaktualisasikan pelaksanaan TumpekWariga. 3) Menemukan Model Penangulangan Pemanasan Global melalui reaktualisasi Tumpek Wariga. Penelitian ini dilakukan di kecamatan Kubu dengan informan sebanyak 125 orang. Informan ditentukan secara purposisf. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode observasi dan wawancara. Metode wawancara digunakan untuk mengumpulkan data tentang persepsi masyarakat terkait perayaan Tumpek Wariga. Selanjutnya data tentang cara masyarakat mereaktualisasi pelaksanaan Tumpek Wariga dalam menanggulangi pemanasan global (global warming) dikumpulkan dengan cara obsevasi. Datahasil penelitian dipaparkan secara deskriptif kualitatif. Dari hasil analisis data didapatkan bahwa masyarakat Kubu memiliki persepsi perayaan Tumpek Warigabukan hanya sebatas ritual melainkan menanam pohon juga merupaka wujud perayaan Tumpek Warigawalau keduanya memiliki perbedaan terkait sarana yang digunakan. Semua informan merayakan Tumpek Warigadengan mempersembahkan sesajen ditujuakan kehadapan Bhatara Sangkara sebagai dewanya tumbuh-tumbuhan. Tujuan dari pelaksanan upacara tersebut adalah untuk memohon agar tumbuhan tersebut dapat hidup subur dan berbuah lebat. Dan masyarakat desa di Kecamatan Kubu memiliki pandangan perayaan Tumpek Warigadapat digunakan sebagai model penangulangan pemanasan global. Model penanggulangan pemanasan global melaui reaktualisasi Tumpek Wariga meliputi kegiatan reboisasi yang dilakukan secara kontinu. Sehingga tercipta keseimbangan secara horisontal dan vertikal sesuai dengan konsep Tri Hita Karana.
Model Penanggulangan Pemanasan Global Melalui Reaktualisasi Gama, I Wayan; Seken, I Ketut; Bandem, I Gede; Wirnata, Ida Komang
LAMPUHYANG Vol 5 No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v5i1.156

Abstract

Tujuan dari Penelitian ini adalah 1)menemukan persepsi masyarakat terhadap pelaksanaan Tumpek Wariga dalam rangka penanggulangan pemanasan global. 2) menemukan cara masyarakat dalam mereaktualisasikan pelaksanaan TumpekWariga. 3) Menemukan Model Penangulangan Pemanasan Global melalui reaktualisasi Tumpek Wariga. Penelitian ini dilakukan di kecamatan Kubu dengan informan sebanyak 125 orang. Informan ditentukan secara purposisf. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode observasi dan wawancara. Metode wawancara digunakan untuk mengumpulkan data tentang persepsi masyarakat terkait perayaan Tumpek Wariga. Selanjutnya data tentang cara masyarakat mereaktualisasi pelaksanaan Tumpek Wariga dalam menanggulangi pemanasan global (global warming) dikumpulkan dengan cara obsevasi. Datahasil penelitian dipaparkan secara deskriptif kualitatif. Dari hasil analisis data didapatkan bahwa masyarakat Kubu memiliki persepsi perayaan Tumpek Warigabukan hanya sebatas ritual melainkan menanam pohon juga merupaka wujud perayaan Tumpek Warigawalau keduanya memiliki perbedaan terkait sarana yang digunakan. Semua informan merayakan Tumpek Warigadengan mempersembahkan sesajen ditujuakan kehadapan Bhatara Sangkara sebagai dewanya tumbuh-tumbuhan. Tujuan dari pelaksanan upacara tersebut adalah untuk memohon agar tumbuhan tersebut dapat hidup subur dan berbuah lebat. Dan masyarakat desa di Kecamatan Kubu memiliki pandangan perayaan Tumpek Warigadapat digunakan sebagai model penangulangan pemanasan global. Model penanggulangan pemanasan global melaui reaktualisasi Tumpek Wariga meliputi kegiatan reboisasi yang dilakukan secara kontinu. Sehingga tercipta keseimbangan secara horisontal dan vertikal sesuai dengan konsep Tri Hita Karana.
Kearifan Lokal dalam Tutur Tabu Masyarakat Hindu di Karangasem I Wayan Dwija; I Nyoman Subadra
LAMPUHYANG Vol 5 No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v5i1.157

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk tutur tabu nilai-nilai kearifan lokal, dan (3) alasan masyarakat Hindu secara turun-temurun menyampaikan tutur tabu yang mengandung kearifan lokal tersebut oleh masyarakat Hindu di Karangasem. Penelitian ini difokuskan pada delapan kecamatan di Kabupaten Karangasem.Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan cara observasi dan wawancara mendalam. Data yang telah terkumpul nantinya dianalisis dengan menggunakan model alir Miles dan Haberman. Hasilnya menunjukkan bahwa (1) bentuk atau struktur tutur tabu masyarakat Hindu di Karangasem ada 31 bentuk yang ditandai oleh pemakaian pemarkah direktif, seperti sing dadi, ten dadi, nenten dados, da, dan sampunang.Bagaimana pun struktur atau bentuk tutur tabu tersebut, pada dasarnya tutur tabu tersebut berbentuk larangan atau pantangan yang tidak boleh dilanggar yang disampaikan oleh masyarakat Hindu melalui tutur berbentuk perintah. Oleh karena itu, tutur tabu tersebut berbentuk tuturan direktif (perintah). (2) Nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam tutur tabu masyarakat Hindu di Karangasem adalah nilai-nilai kearifan lokal yang terkait dengan tiga kerangka dasar ajaran agama Hindu, yakni tatwa/filsafat, etika/susila, dan upacara. (3) Alasan masyarakat Hindu menyampaikan tutur tabu yang mengandung kearifan lokal tersebut adalah (a) Masyarakat Hindu dipengaruhi oleh unsur-unsur gaib atau magis. (b) Masyarakat Hindu mengutamakan aspek kesopanan dan kehaluasan dalam berbahasa. (c) Masyarakat Hindu ingin membentuk karakter generasi muda Hindu yang beretika dan beradab.
Kearifan Lokal dalam Tutur Tabu Masyarakat Hindu di Karangasem Dwija, I Wayan; Subadra, I Nyoman
LAMPUHYANG Vol 5 No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v5i1.157

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk tutur tabu nilai-nilai kearifan lokal, dan (3) alasan masyarakat Hindu secara turun-temurun menyampaikan tutur tabu yang mengandung kearifan lokal tersebut oleh masyarakat Hindu di Karangasem. Penelitian ini difokuskan pada delapan kecamatan di Kabupaten Karangasem.Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan cara observasi dan wawancara mendalam. Data yang telah terkumpul nantinya dianalisis dengan menggunakan model alir Miles dan Haberman. Hasilnya menunjukkan bahwa (1) bentuk atau struktur tutur tabu masyarakat Hindu di Karangasem ada 31 bentuk yang ditandai oleh pemakaian pemarkah direktif, seperti sing dadi, ten dadi, nenten dados, da, dan sampunang.Bagaimana pun struktur atau bentuk tutur tabu tersebut, pada dasarnya tutur tabu tersebut berbentuk larangan atau pantangan yang tidak boleh dilanggar yang disampaikan oleh masyarakat Hindu melalui tutur berbentuk perintah. Oleh karena itu, tutur tabu tersebut berbentuk tuturan direktif (perintah). (2) Nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam tutur tabu masyarakat Hindu di Karangasem adalah nilai-nilai kearifan lokal yang terkait dengan tiga kerangka dasar ajaran agama Hindu, yakni tatwa/filsafat, etika/susila, dan upacara. (3) Alasan masyarakat Hindu menyampaikan tutur tabu yang mengandung kearifan lokal tersebut adalah (a) Masyarakat Hindu dipengaruhi oleh unsur-unsur gaib atau magis. (b) Masyarakat Hindu mengutamakan aspek kesopanan dan kehaluasan dalam berbahasa. (c) Masyarakat Hindu ingin membentuk karakter generasi muda Hindu yang beretika dan beradab.
Eksistensi Folklor di Bali I Wayan Jatiyasa
LAMPUHYANG Vol 5 No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v5i1.158

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan: (1) variasi folklor yang berkembang di Bali, (2) eksistensi folklor di Bali, dan (3) faktor yang mempengaruhi eksistensi folklor di Bali. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dokumentasi, observasi (pengamatan di lapangan), dan wawancara. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif ditambah dengan teknik interpretasi dan argumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa folklor di Bali berkembang dalam tiga klasifikasi dengan berbagai variasi, yaitu folklor lisan (bahasa rakyat, paribasa Bali, pertanyaan tradisional, puisi rakyat, cerita prosa rakyat, saa, sesapan, japa mantra, nyanyian rakyat, dan pembicaraan adat); folklor sebagian lisan (kepercayaan rakyat, permainan rakyat, teater rakyat, tarian rakyat, adat-istiadat, upacara keagamaan, dan pesta rakyat); dan folklor tidak lisan, terdiri atas material (arsitektur Bali, kerajinan tangan, pakaian adat Bali, makanan khas Bali, minuman khas Bali, obat-obatan tradisional, alat musik rakyat tradisional, dan mainan tradisional) dan bukan material (bunyi kentongan/kulkul dan musik rakyat). Folklor Bali masih eksis, tetapi beberapa variasi mengalami degredasi karena tergeser perkembangan zaman. Faktor yang mempengaruhi eksistensi folklor Bali, yaitu faktor internal dan eksternal.
Eksistensi Folklor di Bali Jatiyasa, I Wayan
LAMPUHYANG Vol 5 No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v5i1.158

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan: (1) variasi folklor yang berkembang di Bali, (2) eksistensi folklor di Bali, dan (3) faktor yang mempengaruhi eksistensi folklor di Bali. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dokumentasi, observasi (pengamatan di lapangan), dan wawancara. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif ditambah dengan teknik interpretasi dan argumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa folklor di Bali berkembang dalam tiga klasifikasi dengan berbagai variasi, yaitu folklor lisan (bahasa rakyat, paribasa Bali, pertanyaan tradisional, puisi rakyat, cerita prosa rakyat, saa, sesapan, japa mantra, nyanyian rakyat, dan pembicaraan adat); folklor sebagian lisan (kepercayaan rakyat, permainan rakyat, teater rakyat, tarian rakyat, adat-istiadat, upacara keagamaan, dan pesta rakyat); dan folklor tidak lisan, terdiri atas material (arsitektur Bali, kerajinan tangan, pakaian adat Bali, makanan khas Bali, minuman khas Bali, obat-obatan tradisional, alat musik rakyat tradisional, dan mainan tradisional) dan bukan material (bunyi kentongan/kulkul dan musik rakyat). Folklor Bali masih eksis, tetapi beberapa variasi mengalami degredasi karena tergeser perkembangan zaman. Faktor yang mempengaruhi eksistensi folklor Bali, yaitu faktor internal dan eksternal.

Page 1 of 2 | Total Record : 12