cover
Contact Name
I Komang Badra
Contact Email
-
Phone
+6285238148283
Journal Mail Official
pdpt.stkipamlapura@gmail.com
Editorial Address
Jalan Ngurah Rai Nomor 35 Amlapura
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Lampuhyang
ISSN : 20870760     EISSN : 27455661     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal LAMPUHYANG Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Lembaga Penjamin Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura. Jurnal LAMPUHYANG terbit dua kali dalam setahun yaitu bulan Januari dan Juli.
Articles 238 Documents
Pengaruh Penerapan Pendidikan Matematika Realistik terhadap Hasil Belajar Matematika dengan Kovariabel Kemampuan Numerik Ni Nyoman Lisna Handayani
LAMPUHYANG Vol 11 No 1 (2020)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v11i1.186

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan pendidikan matematika realistic terhadap hasil belajar matematika dengan kovariabel kemampuan numerik pada siswa kelas V Gugus I Kubu. Rancangan penelitian ini menggunakan pola dasar The Posttest Only Control Group dengan kovariabel kemampuan numerik. Sampel penelitian berjumlah 59 siswa. Data dikumpulkan dengan tes dan kuesioner. Data dianalisis dengan anava, anakova dan analisis regresi. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa: (1) ada perbedaan hasil belajar matematika antara siswa yang mengikuti pelajaran dengan penerapan pendidikan matematika realistik dan pembelajaran konvensional (F=4,585, p <0,05), (2) setelah kovariabel kemampuan numerik dikendalikan, terdapat perbedaan hasil belajar matematika siswa yang mengikuti penerapan pendidikan matematika realistik dan pembelajaran konvensional (F=46,239, p <0,05), dan (3) terdapat kontribusi yang signifikan antara kemampuan numerik dengan hasil belajar matematika siswa sebesar 10,6%.
Pengaruh Penerapan Pendidikan Matematika Realistik terhadap Hasil Belajar Matematika dengan Kovariabel Kemampuan Numerik Handayani, Ni Nyoman Lisna
LAMPUHYANG Vol 11 No 1 (2020)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v11i1.186

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan pendidikan matematika realistic terhadap hasil belajar matematika dengan kovariabel kemampuan numerik pada siswa kelas V Gugus I Kubu. Rancangan penelitian ini menggunakan pola dasar The Posttest Only Control Group dengan kovariabel kemampuan numerik. Sampel penelitian berjumlah 59 siswa. Data dikumpulkan dengan tes dan kuesioner. Data dianalisis dengan anava, anakova dan analisis regresi. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa: (1) ada perbedaan hasil belajar matematika antara siswa yang mengikuti pelajaran dengan penerapan pendidikan matematika realistik dan pembelajaran konvensional (F=4,585, p <0,05), (2) setelah kovariabel kemampuan numerik dikendalikan, terdapat perbedaan hasil belajar matematika siswa yang mengikuti penerapan pendidikan matematika realistik dan pembelajaran konvensional (F=46,239, p <0,05), dan (3) terdapat kontribusi yang signifikan antara kemampuan numerik dengan hasil belajar matematika siswa sebesar 10,6%.
Campur Kode Pemakaian Bahasa Bali dalam Pupulan Pidarta Basa Bali Alus Karya I Nyoman Suwija Ni Wayan Apriani
LAMPUHYANG Vol 11 No 1 (2020)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v11i1.188

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk campur kode dan faktor penyebab terjadinya campur kode dalam Pupulan Pidarta Basa Bali Alus karya I Nyoman Suwija. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya pemakaian campur kode dalam tuturan bahasa Bali oleh masyarakat Bali sendiri. Jenis penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan datanya menggunakan metode studi pustaka dan wawancara. Dari hasil analisis data didapat temuan bahwa bentuk campur kode yang terdapat dalam Pupulan Pidarta Basa Bali Alus karya I Nyoman Suwija terdiri atas: (1) campur kode bentuk kata; (2) campur kode bentuk frase; (3) campur kode bentuk klausa; (4) campur kode bentuk kata ulang; (5) campur kode bentuk baster; dan (6) campur kode bentuk idiom atau ungkapan. Sementara itu, faktor penyebab terjadinya campur kode ada dua, yakni: (1) faktor linguistik dan (2) faktor ekstralinguistik.
Campur Kode Pemakaian Bahasa Bali dalam Pupulan Pidarta Basa Bali Alus Karya I Nyoman Suwija Apriani, Ni Wayan
LAMPUHYANG Vol 11 No 1 (2020)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v11i1.188

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk campur kode dan faktor penyebab terjadinya campur kode dalam Pupulan Pidarta Basa Bali Alus karya I Nyoman Suwija. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya pemakaian campur kode dalam tuturan bahasa Bali oleh masyarakat Bali sendiri. Jenis penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan datanya menggunakan metode studi pustaka dan wawancara. Dari hasil analisis data didapat temuan bahwa bentuk campur kode yang terdapat dalam Pupulan Pidarta Basa Bali Alus karya I Nyoman Suwija terdiri atas: (1) campur kode bentuk kata; (2) campur kode bentuk frase; (3) campur kode bentuk klausa; (4) campur kode bentuk kata ulang; (5) campur kode bentuk baster; dan (6) campur kode bentuk idiom atau ungkapan. Sementara itu, faktor penyebab terjadinya campur kode ada dua, yakni: (1) faktor linguistik dan (2) faktor ekstralinguistik.
Kesantunan Bahasa Penolakan pada Transaksi Jual Beli di Pasar Sari Sedana Desa Adat Bugbug Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem Ni Komang Aryani
LAMPUHYANG Vol 11 No 1 (2020)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v11i1.189

Abstract

Kesantunan berbahasa merupakan salah satu aspek kebahasaan yang dapat meningkatkan kecerdasan emosional penuturnya karena didalam komunikasi, penutur dan petutur tidak hanya dituntut menyampaikan kebenaran, tetapi harus tetap berkomitmen untuk menjaga keharmonisan hubungan. Keharmonisan hubungan penutur dan petutur tetap terjaga apabila masing- masing peserta tutur senantiasa tidak saling mempermalukan. Pada transaksi jual beli dipasar pastinya akan selalu ada penerimaan maupun penolakan dari pedagang. Penelitian ini difokuskan untuk mendeskripsikan bentuk kesantunan Bahasa penolakan pada transaksi jual beli di pasar Sari Sedana. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Jenis data yang digunakan adalah data kualitatif dan sumber data menggunakan data primer dan sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan Teknik simak, rekam dan catat dan dianalisis dengan Teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil analisis data disajikan dengan metode formal dan informal. Bentuk kesantunan bahasa penolakan pada transaksi jual beli di pasar Sari Sedana.yaitu (1) menggunakan kata nenten/ten, sing, tidak atau padanannya enggak, dan jangan atau punang, (2) menggunakan alasan, (3) menggunakan syarat dan kondisi, (4) menggunakan usul atau pilihan yang bersifat konstruktif karena memberikan alternatif bagi pengajak, (5) dengan memuji barang dagangannya, dan (6) menggunakan isyarat non-verbal seperti gelengan kepala, tersenyum, diam, dan isyarat tangan.7) dengan kata maaf.
Kesantunan Bahasa Penolakan pada Transaksi Jual Beli di Pasar Sari Sedana Desa Adat Bugbug Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem Aryani, Ni Komang
LAMPUHYANG Vol 11 No 1 (2020)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v11i1.189

Abstract

Kesantunan berbahasa merupakan salah satu aspek kebahasaan yang dapat meningkatkan kecerdasan emosional penuturnya karena didalam komunikasi, penutur dan petutur tidak hanya dituntut menyampaikan kebenaran, tetapi harus tetap berkomitmen untuk menjaga keharmonisan hubungan. Keharmonisan hubungan penutur dan petutur tetap terjaga apabila masing- masing peserta tutur senantiasa tidak saling mempermalukan. Pada transaksi jual beli dipasar pastinya akan selalu ada penerimaan maupun penolakan dari pedagang. Penelitian ini difokuskan untuk mendeskripsikan bentuk kesantunan Bahasa penolakan pada transaksi jual beli di pasar Sari Sedana. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Jenis data yang digunakan adalah data kualitatif dan sumber data menggunakan data primer dan sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan Teknik simak, rekam dan catat dan dianalisis dengan Teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil analisis data disajikan dengan metode formal dan informal. Bentuk kesantunan bahasa penolakan pada transaksi jual beli di pasar Sari Sedana.yaitu (1) menggunakan kata nenten/ten, sing, tidak atau padanannya enggak, dan jangan atau punang, (2) menggunakan alasan, (3) menggunakan syarat dan kondisi, (4) menggunakan usul atau pilihan yang bersifat konstruktif karena memberikan alternatif bagi pengajak, (5) dengan memuji barang dagangannya, dan (6) menggunakan isyarat non-verbal seperti gelengan kepala, tersenyum, diam, dan isyarat tangan.7) dengan kata maaf.
Pengembangan Industri Kecil dan Menengah Kampung Batik untuk Mendukung Pariwisata Kreatif di Surakarta Ni Putu Diah Untari Ningsih
LAMPUHYANG Vol 11 No 1 (2020)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v11i1.190

Abstract

Kota Surakarta atau yang lebih dikenal dengan Kota Solo adalah kota tujuan wisata budaya di Jawa Tengah yang kental dengan nuansa budaya Jawa dan masih terjaga hingga saat ini Kota Surakarta memiliki potensi besar dalam kerangka kepariwisataan dengan mengembangkan potensi kelokalan yang bertumpu pada UKM, bangunan dan lingkungan, sejarah serta tradisi sosial budaya.Wisata pengembangan UKM yang dimiliki oleh Kota Surakarta antara lain Kampung Batik Laweyan, Kampung Batik Kauman, dan Kampung Perhiasan Njayengan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi pengembangan industri kecil dan menengah Kampung Batik untuk Mendukung Pariwisata Kreatif di Surakarta, sehingga mampu memberi rekomendasi bagi pengembangan Kampung Batik di Surakarta ke depan, sehingga tujuannya nanti Kampung Batik ini tidak hanya terkenal secara nasional tapi juga internasional dan menjadi tempat wisata yang mengasilkan brand local untuk batik khas Surakarta itu sendiri.Kampung Batik Laweyan dan Kampung Batik Kauman memiliki ciri khas batik yang berbeda. Hasil batik yang dimiliki oleh Kampung Laweyan cenderung berwarna terang, berbeda dengan hasil batik Kampung Kauman yang berwarna gelap dan berkesan klasik. Biaya kegiatan untuk usaha batik Kampung Batik Laweyan membutuhkan dana yang cukup besar dan umumnya berasal dari biaya pribadi pemilik usaha dan belum terkenal cukup luas, sama halnya dengan usaha batik Kampung Batik Kauman. Oleh karena itu pengadaan forum-forum resmi diperlukan untuk memasarkan hasil usaha dari kedua kampung batik ini.
Pengembangan Industri Kecil dan Menengah Kampung Batik untuk Mendukung Pariwisata Kreatif di Surakarta Untari Ningsih, Ni Putu Diah
LAMPUHYANG Vol 11 No 1 (2020)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v11i1.190

Abstract

Kota Surakarta atau yang lebih dikenal dengan Kota Solo adalah kota tujuan wisata budaya di Jawa Tengah yang kental dengan nuansa budaya Jawa dan masih terjaga hingga saat ini Kota Surakarta memiliki potensi besar dalam kerangka kepariwisataan dengan mengembangkan potensi kelokalan yang bertumpu pada UKM, bangunan dan lingkungan, sejarah serta tradisi sosial budaya.Wisata pengembangan UKM yang dimiliki oleh Kota Surakarta antara lain Kampung Batik Laweyan, Kampung Batik Kauman, dan Kampung Perhiasan Njayengan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi pengembangan industri kecil dan menengah Kampung Batik untuk Mendukung Pariwisata Kreatif di Surakarta, sehingga mampu memberi rekomendasi bagi pengembangan Kampung Batik di Surakarta ke depan, sehingga tujuannya nanti Kampung Batik ini tidak hanya terkenal secara nasional tapi juga internasional dan menjadi tempat wisata yang mengasilkan brand local untuk batik khas Surakarta itu sendiri.Kampung Batik Laweyan dan Kampung Batik Kauman memiliki ciri khas batik yang berbeda. Hasil batik yang dimiliki oleh Kampung Laweyan cenderung berwarna terang, berbeda dengan hasil batik Kampung Kauman yang berwarna gelap dan berkesan klasik. Biaya kegiatan untuk usaha batik Kampung Batik Laweyan membutuhkan dana yang cukup besar dan umumnya berasal dari biaya pribadi pemilik usaha dan belum terkenal cukup luas, sama halnya dengan usaha batik Kampung Batik Kauman. Oleh karena itu pengadaan forum-forum resmi diperlukan untuk memasarkan hasil usaha dari kedua kampung batik ini.
Peningkatan Keterampilan Menulis Aksara Bali (Permulaan) melalui Model Pembelajaran Course Review Horay (CRH) pada Siswa Kelas III SDN 3 Tiyingtali Tahun pelajaran 2019/2020 I Wayan Jatiyasa
Lampuhyang Vol 11 No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v11i2.191

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keterampilan menulis aksara Bali (permulaan) melalui model pembelajaran Course Review Horay (CRH) pada siswa kelas III SDN 3 Tiyingtali tahun pelajaran 2019/2020. Penelitian ini menggunakan rancangan PTK dengan 2 (dua) siklus. Berdasarkan hasil penelitian, maka diketahui bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Course Review Horay (CRH) dapat meningkatkan keterampilan menulis aksara Bali (permulaan) siswa kelas III SDN 3 Tiyingtali tahun pelajaran 2019/2020, karena sesuai dengan hasil yang didapatkan sebelumnya pada prasiklus dari 20 orang siswa hanya 9 (45%) orang berkategori Baik, 7 (35%) orang berkategori Kurang, dan 4 (20%) orang berkategori Sangat Kurang dengan rata-rata 53,55 (Kurang). Sedangkan pada siklus I terjadi peningkatan yaitu dari 20 orang jumlah siswa, 14 (70%) orang berkategori Baik dan 6 (30%) orang berkategori Cukup dengan rata-rata 71,7 (Baik). Selanjutnya pada siklus II keterampilan siswa meningkat jauh lebih baik yaitu dengan nilai siswa yang mendapat nilai Baik Sekali 1 (5%) orang, siswa yang mendapat nilai Baik yaitu 19 (95%) orang dengan rata-rata 75,55 (Baik).
Peningkatan Keterampilan Menulis Aksara Bali (Permulaan) melalui Model Pembelajaran Course Review Horay (CRH) pada Siswa Kelas III SDN 3 Tiyingtali Tahun pelajaran 2019/2020 Jatiyasa, I Wayan
LAMPUHYANG Vol 11 No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v11i2.191

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keterampilan menulis aksara Bali (permulaan) melalui model pembelajaran Course Review Horay (CRH) pada siswa kelas III SDN 3 Tiyingtali tahun pelajaran 2019/2020. Penelitian ini menggunakan rancangan PTK dengan 2 (dua) siklus. Berdasarkan hasil penelitian, maka diketahui bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Course Review Horay (CRH) dapat meningkatkan keterampilan menulis aksara Bali (permulaan) siswa kelas III SDN 3 Tiyingtali tahun pelajaran 2019/2020, karena sesuai dengan hasil yang didapatkan sebelumnya pada prasiklus dari 20 orang siswa hanya 9 (45%) orang berkategori Baik, 7 (35%) orang berkategori Kurang, dan 4 (20%) orang berkategori Sangat Kurang dengan rata-rata 53,55 (Kurang). Sedangkan pada siklus I terjadi peningkatan yaitu dari 20 orang jumlah siswa, 14 (70%) orang berkategori Baik dan 6 (30%) orang berkategori Cukup dengan rata-rata 71,7 (Baik). Selanjutnya pada siklus II keterampilan siswa meningkat jauh lebih baik yaitu dengan nilai siswa yang mendapat nilai Baik Sekali 1 (5%) orang, siswa yang mendapat nilai Baik yaitu 19 (95%) orang dengan rata-rata 75,55 (Baik).