cover
Contact Name
I Komang Badra
Contact Email
-
Phone
+6285238148283
Journal Mail Official
pdpt.stkipamlapura@gmail.com
Editorial Address
Jalan Ngurah Rai Nomor 35 Amlapura
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Lampuhyang
ISSN : 20870760     EISSN : 27455661     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal LAMPUHYANG Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Lembaga Penjamin Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura. Jurnal LAMPUHYANG terbit dua kali dalam setahun yaitu bulan Januari dan Juli.
Articles 238 Documents
Arah Pengembangan Kurikulum Program Studi Bahasa Dan Sastra Indonesia Mendukung Merdeka Belajar Di Era Revolusi Industri 4.0 Putra Gotama, Putu Andyka Andyka; Artika, I Wayan
Lampuhyang Vol 15 No 1 (2024)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v15i1.373

Abstract

Revolusi industri saat ini disebut dengan revolusi industry 4.0. Revolusi industry ini ditandai dengan lahirnya teknologi digital yang berdampak masif terhadap hidup manusia di seluruh dunia termasuk dalam dunia Pendidikan. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi telah merespons perkembangan tersebut dengan mengeluarkan kebijakan-kebiajakan yang mesti diterapkan dalam dunia pendidikan. Dalam pendidikan, kurikulum merupakan “rohnya” yang sifatnya dinamis mengikuti perkembangan zaman. Pengembangan kurikulum harus dilakukan sebagai respons atas perkembangan IPTEK, kebutuhan masyarakat, serta kebutuhan pengguna lulusan. Pengembangan kurikulum adalah istilah yang komprehensif, di dalamnya mencakup: perencanaan, penerapan, dan evaluasi. Dalam prinsip pengambangan kurikulum terdapat beberapa hal pokok, yakni prinsip umum dan prinsip khusus. Melihat perkembangan tersebut, Pendidikan Tinggi, melalui Program Studinya wajib untuk melakukan restrukturisasi kurikulum untuk dapat menyediakan fasilitas kemerdekaan bagi mahasiswa dalam belajar sesuai dengan kebijakan dari pemerintah. Hal ini berlaku untuk semua Prodi di Pendidikan Tinggi, salah satunya adalah Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Oleh karena itu, dalam penelitian ini dibahas tentang arah pengembangan kurikulum Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia mendukung merdeka belajar di era revolusi industri 4.0. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan hakikat pengembangan kurikulum dan arah pengembangan kurikulum Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia mendukung merdeka belajar di era revolusi industri 4.0. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan empiris dan metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara serta studi kepustakaan. Adapun analisis data yang digunakan adalah Teknik analisis data kualitatif secara induktif. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini dinyatakan bahwa pengembangan kurikulum adalah sebuah proses yang merencanakan, menghasilkan suatu alat yang lebih baik dengan didasarkan pada hasil penilaian terhadap kurikulum yang telah berlaku sehingga dapat memberikan kondisi belajar mengajar yang baik. Pengembangan kurikulum harus pula memperhatikan kebutuhan pembelajaran Era Industri 4.0 dan Society 5.0, Program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Suwandi (2020) menyatakan bahwa kurikulum pendidikan tinggi semestinya juga dikembangkan dengan mengacu pada teori pendidikan berdasarkan standar (standard-based education) atau pendidikan berbasis capaian (outcome-based education) dan kurikulum berbasis kompetensi (competency-based curriculum) atau kuriklulum berbasis capaian (outcome-based curriculum). Selama ini pembelajaran sastra hanya berada pada tataran permukaan saja pada mata Pelajaran/matakuliah di sekolah ataupun Perguruan Tinggi, sehingga Sastra belum bisa dijadikan basis dalam peningkatan nilai/karakter siswa/mahasiswa. Oleh karena itu yang dibutuhkan tidak hanya pembaharuan kurikulum, namun juga guru atau dosen yang aktif mengapresiasi sastra baik dalam hal membaca buku sastra, menulis, mengalihwahanakan, termasuk apresiasi yang lain. Jika guru atau dosen aktif dalam mengapresiasi sastra, maka siswa/mahasiswapun akan termotivasi untuk mempelajari sastra. Kemudian, terkait dengan kurikulum yang berujung pada proses pembelajaran, sekarang ini yang dibutuhkan adalah suatu projek. Hal ini disebabkan karena pada dasarnya belajar sastra itu menginginkan outpun berupa karya. Karya yang dimaksud adalah karya sastra tertulis atau bentuk lain dalam apresiasi sastra. Hal ini mesti menjadi inti dari kurikulum sastra. Pengembangan kurikulum Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia hendaknya mesti dilaksanakan. Kurikulum Pendidikan Tinggi secara anatomis terdiri atas: (1) Identitas Program Studi, (2) Evaluasi Kurikulum dan Tacer study, (3) Landasan Perencanaan dan Pengembangan Kurikulum, (4) Rumusan Standar Kompetensi Lulusan dinyatakan dalam Capaian Pembelajaran Lulusan, (5) Penetapan Bahan Kajian berdasarkan CPL, (6) Pembentukan Mata Kuliah dan penentuan bobot sks, (7) Struktur Mata Kuliah, (8) Rencana Pembelajaran Semester, dan (9) Manajemen dan Mekanisme Pelaksanaan kurikulum (Suwandi, 2020). Pada dasarnya prinsip pengembangan kurikulum terdiri atas 2 bagian, yakni prinsip umum dan prinsip khusus. Prinsip umum pengembangan kurikulum tersebut terdiri atas relevasi,fleksibilitas, kontinuitas, praktis dan efesiensi, efektivitas. Sementara itu, prinsip khusus dalam pengembangan kurikulum berkaitan dengan tujuan pendidikan, isi pendidikan, proses pembelajaran, metode pembelajaran dan evaluasi pembelajaran. Berdasarkan hasil tersebut, dapat diberikan saran kepada para dosen hendaknya melaksanakan kegiatan pembelajaran sesuai dengan kurikulum yang berlaku dengan segala prinsip yang dikehendaki oleh kurikulum tersebut, para pengembang kurikulum dalam hal ini adalah Prodi diharapkan memperhatikan prinsip pengembangan kurikulum, baik prinsip umum maupun prinsip khusus dan peneliti lain diharapkan terus mengembangkan kajian sejenis karena pada dasarnya kurikulum itu dinamis, terus berkembang seiring perkembangan IPTEK dan kebutuhan industry.
Usaba Kelod Perspektip Teori Budaya Organisasi Di Desa Adat Bugbug Kecamatan Karangasem Kabupaten Karangasem Gama, I Wayan
Lampuhyang Vol 15 No 1 (2024)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v15i1.374

Abstract

Usaba Kelod adalah tradisi upacara Atma Wedana (ngeroras) tingkatan dari upacara Pitra Yadnya (ngaben). Usaba Kelod penyucian roh leluhur, dengan kemasan sangat special, unik dan menarik untuk diteliti, karena melibatkan berbagai organisasi kemasyarakatan tradisional dan formal di Desa. Usaba Kelod merupakan praktek ajaran Siwam, satyam dan Sundaram. Tujuan penelitian: 1) Untuk mengetahui mengapa Usaba Kelod sangat special. 2) Untuk mengetahui keunikan Usaba Kelod. 3) Untuk mendeskripsikan bagaimana prilaku budaya organisasi terlibat di dalamnya Pendekatan penelitian menggunakan metode emperis. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, tanya jawab dan dokumentasi. Analisis data menggunakan metode kualitatif dengan teknik induksi, deduksi dan argumentasi. Usaba Kelod bersifat special karena ditentukan berdasarkan perhitungan kalender Bali yang telah terformat dalam kalender program kegiatan ritual selama satu tahun pada masyarakat Bugbug. Usaba Kelod unik karena hanya ada di Desa Adat Bugbug, dilakukan oleh keluarga yang memiliki roh preteka satu generasi, yang telah melewati tahapan prosesi ngaben. Aktivitas prilaku masyarakat Bugbug dalam menjamin kelancaran Usaba Kelod, melibatkan berbagai organisasi kemasyarakatan di desa seperti ; Desa Adat, Desa Dinas, Banjar, seka dan organisasi sulinggih. Nilai karakter Hindu dalam Usaba Kelod tercermin dalam wujud sikap tenggang rasa, toleransi, gotong royong, semua komponen masyarakat desa ikut terlibat, mulai dari organisasi kekerabatan, organisasi social, organisasi tradisional dan organisasi profesi. Atribut Usaba Kelod ; ada dalam bentuk : Sekah, sarana upacara, asesoris upacara dan tampilan pakaian warga yang terlibat di dalamnya. Analisis data menggunakan metode kualitatif dengan teknik “tri anggulasi” yaitu proses pengumpulan data, proses pemilahan data dan proses verifikasi data. Nilai Usaba Kelod di dalam meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat, bersifat Pitra Rna artinya pelaksanaan Usaba Kelod secara psikologis pelaku upacara sudah membayar hutang kepada leluhur, sehingga pikiran mereka menjadi tenang dan bahagia.
Keragaman Peserta Didik dan Implementasi Kurikulum Merdeka Pada Mata Pelajaran IPAS di Sekolah Dasar Muliastrini, Ni Ketut Erna; Yanik Yasmini, Wayan
Lampuhyang Vol 15 No 1 (2024)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v15i1.375

Abstract

Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) menekankan beberapa aspek di antaranya proses pembelajaran perlu memperhatikan keragaman peserta didik, proses pembelajaran berpusat pada peserta didik, sistem pembelajaran mengarah pada pembelajaran berdiferensiasi, dan proporsi asesmen formatif lebih banyak dari pada asesmen sumatif. Tujuan dalam penelitian ini untuk menganalisis keragaman peserta didik beserta relevansi proses pembelajaran yang sudah dilaksanakan dalam IKM. Subjek dalam penelitian ini yaitu 31 peserta didik kelas 2A SD Insan Mandiri Amlapura. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, angket, dan tes tertulis. Instrumennya meliputi pedoman wawancara, catatan observasi, tes tertulis untuk meninjau kesiapan belajar, angket minat, dan angket gaya belajar. Teknik analisis data menggunakan triangulasi data. Hasilnya, kelas 2A didominasi peserta didik yang memiliki gaya belajar audiotori, kemampuan peserta didik belum menguasai materi prasyarat sebesar 35,29%, kelompok yang sudah siap belajar sebesar 47,06%, dan mahir sebesar 17,65%. Minat peserta didik sebagian besar adalah olahraga. Berkaitan dengan kesesuaian proses pembelajaran terhadap IKM diketahui proses pembelajaran yang dilaksanakan belum mengarah pada pembelajaran berdiferensiasi, terkadang pembelajaran masih berpusat pada guru, dan asesmennya belum teridentifikasi adanya pemberian umpan balik kepada peserta didik. Melalui hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai salah satu bahan untuk merancang dan mengaplikasikan pembelajaran yang lebih sesuai terhadap keragaman peserta didik.
Nilai-Nilai Pendidikan Agama Hindu Pada Upacara Usabha Gede Di Pura Segara Bulakan Desa Datah Kecamatan Abang Kabupaten Karangasem Erlia, Ayu Widha
Lampuhyang Vol 15 No 1 (2024)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v15i1.376

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray untuk meningkatkan keaktifan belajar Pendidikan Agama Hindu kelas IV Sekolah Dasar Negeri 2 Purwakerthi. Rancangan yang digunakan adalah PTK dengan subjek sebanyak 25 orang. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu metode observasi untuk mendapatkan data keaktifan siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray dalam pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dapat meningkatkan keaktifan belajar Pendidikan Agama Hindu. Rata-rata skor keaktifan belajar siswa dari 18,81 pada awal siklus 1 meningkat menjadi 28,06 pada akhir siklus II (tergolong sangat aktif). Jadi dapat disimpulkan dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray , keaktifan belajar meningkat sebesar 9,25 Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat diajukan saran kepada pihak-pihak terkait seperti: kepada para pendidik di Sekolah Dasar Negeri 2 Purwakerthi khususnya guru Agama Hindu, untuk menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray dalam pembelajaran Agama Hindu
Peningkatan Keaktifan Belajar Pendidikan Agama Hindu Siswa Kelas Iv Sekolah Dasar Negeri 2 Purwakerthi Melalui Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray Yanti, Ni Komang Tirta Novi
Lampuhyang Vol 15 No 1 (2024)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v15i1.377

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray untuk meningkatkan keaktifan belajar Pendidikan Agama Hindu kelas IV Sekolah Dasar Negeri 2 Purwakerthi. Rancangan yang digunakan adalah PTK dengan subjek sebanyak 25 orang. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu metode observasi untuk mendapatkan data keaktifan siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray dalam pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dapat meningkatkan keaktifan belajar Pendidikan Agama Hindu. Rata-rata skor keaktifan belajar siswa dari 18,81 pada awal siklus 1 meningkat menjadi 28,06 pada akhir siklus II (tergolong sangat aktif). Jadi dapat disimpulkan dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray , keaktifan belajar meningkat sebesar 9,25 Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat diajukan saran kepada pihak-pihak terkait seperti: kepada para pendidik di Sekolah Dasar Negeri 2 Purwakerthi khususnya guru Agama Hindu, untuk menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray dalam pembelajaran Agama Hindu
Teknis Supervisi Guru Pada Kurikulum Merdeka Belajar Di Era Society 5.0 Ningsih, Ni Putu Diah Untari
Lampuhyang Vol 15 No 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v15i2.378

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pada dasarnya teknis Supervisi pada kurikulum merdeka belajar sama saja dengan supervisi pada umumnya. Merdeka belajar hanya sebuah spirit yang mendorong agar pembelajaran dilaksanakan secara merdeka, baik bagi guru maupun bagi peserta didik. Konsep merdeka belajar ini dicanangkan oleh Nadiem Anwar Makariem, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi yang merupakan kebijakan baru untuk persoalan-persoalan dalam pendidikan di Indonesia. Merdeka Belajar adalah kebebasan dalam cara berpikir dan belajar. Di dalam era Society 5.0 di bidang pendidikan difokuskan dalam keahlian 4C yaitu keterampilan berpikir kritis, keterampilan berpikir kreatif, keterampilan bekerja sama atau berkolaborasi, dan keterampilan berkomunikasi. Selain keahlian ada pula kemampuan yang mengharuskan dimiliki pada era society 5.0 ini, yaitu kepemimpinan, literasi digital, komunikasi, kecerdasan emosional, kewirausahaan, pemecahan masalah, dan kerja tim.
Efektifitas Ethno Project Based Teaching Module Untuk Meningkatkan Kreativitas Siswa Smk Restumuning, Tabanan Sinta Diarini, I Gusti Ayu Agung
Lampuhyang Vol 15 No 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v15i2.379

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektifitas Ethno Project Based Taching Module untuk meningkatkan kreativitas siswa SMK Restumuning. Rancangan desain penelitian yang digunakan adalah quasi experimential learning yaitu dengan kelompok kelas control dan eksperimen pretest-posttest design. Teknik analisis data dilakukan secara kualitatif (masukan kritik, saran) dan kuantitatif (evaluasi responden berupa angket dan observasi). Teknik pengumpulan data menggunakan metode Pretest – Posttest Control Group Design yang dianalisis menggunakan uji hipotesis analitik dengan uji normalitas dan statistik inferensial dengan uji t (independent sample T-test) untuk melihat perbedaan hasil rata-rata kelompok. Jumlah penduduk kategori ini berjumlah 40 orang. Metode penelitian ini adalah purposive sampling. Pada pretest yang belum diterapkannya treatment nilai rata-rata menunjukkan hasil 108,29, nilai tertinggi 115,00, nilai terendah yaitu 99,00 dan rentang data 16,00. Setelah diberikannya treatment Ethno Project Based Teaching Module semua nilai mengalami peningkatan yaitu rata-rata menunjukkan hasil 115,74, nilai tertinggi 123,00, nilai terendah 110,00 dan rentangan data pada nilai posttest memperoleh nilai 13,00.
Ekstrakurikuler Yoga Bagi Siswa Kelas VIII Smp Negeri 8 Denpasar Yogantara, I Wayan Lali; Pratiwi, Cindy Ayu Ramadhani
Lampuhyang Vol 15 No 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v15i2.380

Abstract

SMP Negeri 8 Denpasar melaksanakan ekstrakurikuler dengan berbagai materi di antaranya adalah yoga. Ekstrakurikuler yoga hanya diperuntukkan badi siswa kelas VIII. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis proses dan implikasi pelaksanaan ekstrakurikuler yoga bagi siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Denpasar. Digunakan jenis penelitian kualitatif, pengumpulan data dengan teknik observasi, wawancara, dan studi dokumen. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Proses pelaksanaan ekstrakurikuler yoga bagi siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Denpasar, diawali dengan persiapan sarana dan prasana, persembahyangan bersama di lapangan sekolah, pemanasan atau peregangan, latihan asana, pranayama dan meditasi, pengarahan pelatih dan diakhiri dengan penutupan dan acara bebas, (2) Implikasi pelaksanaan bagi siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Denpasar, meliputi peningkatan kesehatan fisik dan spiritual siswa, peningkatan kualitas pembelajaran siswa dan peningkatan prestasi belajar siswa.
Ratu Ayu (Rangda) Dan Ratu Gede Barong : Proses Pembuatan, Ngrehang, Napak Pertiwi Dalam Sakralisasi Desa Adat Angantelu Kajian Sastra Hindu Bali Brahmandika, Pande Gede; Putra Gotama, Putu Bayu Ariska
Lampuhyang Vol 15 No 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v15i2.381

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk ingin menelusuri kembali secara lebih mendalam ngrehang Barong dan Rangda secara khusus penelitian ini bertujuan ingin mendeskripsikan, menginterpretasikan dan memberi penjelasan terhadap permasalahan yang diajukan. Penelitian ini menggunakan teori sastra. Metode yang dipakai adalah metode kualitatif. Intrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, studi pustaka mendalam terhadap informan. Penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini adalah : pertama, proses pembuatan barong rangda dan rangda setelah prosesi itu bahan tapel tersebut dibawa pulang dan secara niskala sudah memutus hubungan dengan tempat dimana potongan kayu itu didapat sehingga kelak di kemudian hari tidak ada keharusan nangkilang tapakan. Kedua, Barong rangda dan Rangda, sebagai sarana ngrehang atau napak pertiwi
Nilai-Nilai dan Representasi Kehidupan Masyarakat Bali Dalam Darah Taji Ayu Paramanandani, Ni Kadek
Lampuhyang Vol 15 No 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v15i2.382

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai serta representasi kehidupan masyarakat Bali dalam Darah Taji karya Ni Made Kartika Riskyanti. Buku yang dijasikan sebagai obyek penelitian adalah buku antologi Cerita Pendek (Bahasa Indonesia, Bahasa Bali) dan Puisi, yaitu pada cerita pendek berbahasa Bali berjudul Darah Taji karya Ni Made Kartika Riskyanti. Data dikumpulkan dengan metode studi dokumen kemudian dianalisis dengan teknik reduksi data, tampilan data, dan penarikan kesimpulan secara deskriptif kualitatif. Hasilnya menunjukkan bahwa dalam cerpen berjudul Darah Taji karya Ni Made Kartika Riskyanti terdapat nilai-nilai adiluhung, yaitu nilai agama, nilai logika, nilai etika, dan nilai estetika. Serta cerita ini pun merepresentasikan kehidupan masyarakat Bali, khususnya dalam sistem mata pencaharian, sistem organisasi sosial, dan sistem religi.