cover
Contact Name
Rahmah Murtadha
Contact Email
rahmah.murtadha@student.upi.edu
Phone
+6285337011739
Journal Mail Official
nasrullahstis@gmail.com
Editorial Address
Jl. Gajah Mada, Ling. Nusantara Gang Al-Amin 1 Monggonao Mpunda Kota Bima NTB
Location
Kota bima,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Al-Ittihad: Jurnal Pemikiran dan Hukum Islam
ISSN : 24426938     EISSN : 27216829     DOI : 10.61817
Al-Ittihad (p-ISSN 2442-6938) adalah Jurnal Pemikiran dan Hukum Islam, terbit 2 kali setahun oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIS Al-Ittihad Bima sejak Tahun 2015. Redaksi menerima tulisan yang berkenaan dengan Pemikiran dan Hukum Islam serta redaksi berhak mengedit tulisan sepanjang tidak mereduksi substansi.
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 10 No 1 (2024): June" : 6 Documents clear
QUARTER-LIFE CRISIS PHENOMENON (VIEWS AND SOLUTION ACCORDING TO ISLAMIC PSYCHOLOGY) Hidayat, Ajat; Safni, Pela; Padila, Cisia; Afnibar, Afnibar; Ulfatmi, Ulfatmi
Al-Ittihad: Jurnal Pemikiran dan Hukum Islam Vol 10 No 1 (2024): June
Publisher : Sekolah Tinggi Islam Syariah (STIS) Al-Ittihad Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61817/ittihad.v10i1.127

Abstract

Quarter-life crisis is a feeling of doubt, fear, and decision about facing the future related to personal matters or social relations with other people, including careers, friendships, family, and even love life that is experienced by the age of 20 years. A Quarter-life crisis is synonymous with fear, anxiety, anxiety, doubt, and decision about facing the future. This study aims to find out how the quarter-life crisis is in the view of Islamic psychology and its solutions. This research was conducted using a qualitative method with a literature study approach. In this study, the series of activities are concerned with collecting library data, reading and taking notes, then processing the appropriate and necessary information to answer the formulation of the problem to be solved. As for the results of this study in Islam, fear is called khauf. Khauf and fear because this quarter life crisis is different because khauf is meant only for Allah. The solutions to overcome the quarter-life crisis are: Increasing spiritual intelligence, increasing religiosity (intelligence and obedience to Allah), Prayer Worship, reading the Alquran regularly understanding its meaning, and being kind to Allah.
MERAWAT KEUTUHAN NKRI MELALUI PENANAMAN NILAI TA`DIB PADA ANAK DI TAMAN PENDIDIKAN ALQURAN Hidayat, Ajat; Zulmuqim; Masyhudi, Fauza
Al-Ittihad: Jurnal Pemikiran dan Hukum Islam Vol 10 No 1 (2024): June
Publisher : Sekolah Tinggi Islam Syariah (STIS) Al-Ittihad Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61817/ittihad.v10i1.129

Abstract

Wealth in the form of cultural, racial, national, and religious diversity owned by the Unitary State of the Republic of Indonesia is sunnatullah. The diversity of the Indonesian people is like a double-edged sword, one side can be an asset to advance the nation for the better and on the other hand, it can lead to conflict in the Indonesian nation. This study aims to identify the inculcation of ta`dib values ​​in children in the teaching and learning process at the Baitul Amal Mosque TPA Padang City. This research uses exploratory mixed methods designs. The first stage of qualitative data was taken by interviewing six informants who were determined using a purposive sampling technique. Then the interview data were analyzed thematically by collecting data using qualitative techniques according to Miles and Huberman, namely by collecting data, reducing data, presenting data, and drawing conclusions. The second stage of quantitative data was taken using a questionnaire to the parents of 15 TPA students. The entire data were analyzed descriptively using the quantitative analysis application of IBM SPSS Statistics 24. The two stages indicated that there were at least seven ta`dib values ​​in learning at the Baitul Amal Mosque TPA, Padang City. The seven values ​​are adil, toleransi, dinamis, alawiyah, tahadhdhur, musawah, and shura. The results of this study also prove that the ta`dib value instilled in the TPA students is an effective effort in maintaining the unity and integrity of the Unitary State of the Republic of Indonesia.
PROBLEMATIKA BADAL UMRAH DI INDONESIA Amalia Dwi Fitriani
Al-Ittihad: Jurnal Pemikiran dan Hukum Islam Vol 10 No 1 (2024): June
Publisher : Sekolah Tinggi Islam Syariah (STIS) Al-Ittihad Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61817/ittihad.v10i1.133

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan badal umrah serta problematikanya yang ada di Indonesia. Dengan menggunakan metode penelitian Library Research atau studi kepustakaan maka diperoleh data penelitian bahwa mekanisme pelaksanaan badal umrah ternyata bahwa pelaksanaan badal umrah boleh dilakukan serta memiliki hukum yang sama seperti pelaksanaan badal haji. Adapun juga mekanisme dalam pelaksanaan badal umrah juga seperti adanya pendataan jamaah yang akan dibadalkan, serta verifikasi jamaah, dan pembayaran akad badal umrah. Sedangkan problematika dalam badal umrah seperti problematika pada Jemaah umrah yang akan dibadalkan, kemudian adanya pendataan petugas dalam pelaksana umrah, serta problematika akad yang ada dalam badal umrah.
AKHLAQUL KARIMAH DALAM PERSPEKTIF BUYA HAMKA Ardi Nugroho, Ahmad; Valid Fathony, Bimba
Al-Ittihad: Jurnal Pemikiran dan Hukum Islam Vol 10 No 1 (2024): June
Publisher : Sekolah Tinggi Islam Syariah (STIS) Al-Ittihad Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61817/ittihad.v10i1.134

Abstract

Hamka adalah seorang cendekiawan dan ulama muslim yang terkenal dengan karyanya pada era kemerdekaan Indonesia. Dalam salah satu karyanya ia menulis tentang Moral. Peran moral yang lebih sering disebut Hamka sebagai karakter, mempunyai kedudukan penting dalam kehidupan. Hamka mengatakan, karakter bukan hanya hubungan antar manusia saja. Melainkan juga manusia terhadap Allah Sang Pencipta. Penelitian kualitatif dengan metode penelitian kepustakaan ini dilakukan untuk mengetahui pendapat Hamka tentang Akhlaqul Karimah. Hasilnya menunjukkan bahwa dengan melindungi diri dari penyakit jantung, seseorang akan mampu mencapai karakter yang baik. Hamka berpendapat bahwa manusia harus berakhlak mulia agar dapat meneguhkan perannya sebagai hamba Allah SWT yang harus beriman kepada-Nya, pentingnya menjaga pergaulan sosial dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat demi kebaikan bersama. Dan itu berlaku dari masa lalu hingga masa depan.
HAKIKAT HURUF MUQATHA’AH: TELAAH SURAT AL-BAQARAH AYAT 1 Usman; Turmudli
Al-Ittihad: Jurnal Pemikiran dan Hukum Islam Vol 10 No 1 (2024): June
Publisher : Sekolah Tinggi Islam Syariah (STIS) Al-Ittihad Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61817/ittihad.v10i1.224

Abstract

Beberapa surat didalam Al-Qur’an diawali aksara hija’iyah diantaranya “Alif Laam Miim" pada surat Al-Baqarah ayat 1. Para mufassir berbeda pandangan tentang hal ini, sebagian ulama berpendapat bahwa tidak mau menafsirkan ayat ini dan memilih untuk menyerahkannya kepada Allah, hanya Allah sajalah yang mengetahuinya, kita hanya berkewajiban untuk mengimaninya, menjalankan segala perintahnya dan menjauhi segala larangannya (bertakwa) sehingga inilah yang maksud dengan “Simbol Penghambaan”. Ada juga para mufasir berpendapat itu merupakan nama dan juga pembuka surat. Sebagian ulama lainnnya mengartika bahwa aksara-aksara tersebut untuk menarik perhatian manusia atau untuk menjukkan mukjizat Al-Qur’an agar mereka ingin mempelajari dan memahami hikmah Al-Qur’an, sehingga inilah yang disebut sebagai “Simbol Ketertarikan”. Ada pula sebagian dari pada para mufassir menafsirkan bahwa Alif Laam Miim merupakan penggalan yang terdapat diawal surat Al-Baqarah ayat 1 yang mengandung isyarat mukjizat Al-Qur’an. Dengan huruf ini orang-orang musyrik ditantang agar menciptakan satu surat saja yang semisal atau sama persis dengan isi Al-Qur’an. Tetapi kenyataannya mereka tidak dapat membuat satu suratpun yang semisal atau sama dengan isi Al-Qur’an, pada hal Al-Qur’an tersusun dari bahasa Arab yang mereka pakai juga. Dan mereka sangat cerdas untuk memperlihatkan bahwa Al-Qur’an adalah firman Allah SWT. sehingga inilah yang disebut dengan “Simbol Tantangan”.
IMPLEMENTASI PRINSIP GOOD GOVERNANCE DALAM HUKUM ADMINISTRASI NEGARA Armansyah
Al-Ittihad: Jurnal Pemikiran dan Hukum Islam Vol 10 No 1 (2024): June
Publisher : Sekolah Tinggi Islam Syariah (STIS) Al-Ittihad Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61817/ittihad.v10i1.287

Abstract

Prinsip Good Governance atau tata kelola pemerintahan yang baik merupakan paradigma normatif yang menekankan pada nilai transparansi, akuntabilitas, partisipasi publik, supremasi hukum, serta efektivitas penyelenggaraan pemerintahan. Dalam konteks hukum administrasi negara, prinsip ini menjadi pedoman utama bagi aparatur pemerintahan dalam menjalankan kewenangan publik secara tertib, efisien, dan berkeadilan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis implementasi prinsip Good Governance dalam hukum administrasi negara Indonesia melalui pendekatan yuridis normatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Good Governance telah memperoleh legitimasi hukum yang kuat dalam berbagai peraturan perundang-undangan, seperti Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan dan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik. Namun, implementasinya masih menghadapi tantangan serius terutama dalam hal akuntabilitas birokrasi dan partisipasi publik. Artikel ini menyarankan perlunya reformasi kelembagaan, peningkatan kompetensi aparatur, serta digitalisasi sistem pemerintahan sebagai strategi penguatan prinsip Good Governance di bidang hukum administrasi.

Page 1 of 1 | Total Record : 6