cover
Contact Name
Marsha Savira Agatha Putri
Contact Email
marshasavira@unisla.ac.id
Phone
+6285748804233
Journal Mail Official
j_enviscience@unisla.ac.id
Editorial Address
Jalan Veteran No 53 A Lamongan 62211
Location
Kab. lamongan,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal EnviScience (Environment Science)
ISSN : 25979612     EISSN : 27150046     DOI : https://doi.org/10.30736
Jurnal EnviScience is devoted to the rapid publication of research in environmental health, acting as a link between the diverse research communities and practitioners in environmental health. Published articles encompass original research papers, technical notes and review articles.
Articles 139 Documents
Analisis Kondisi Lingkungan Sebagai Faktor Risiko Infeksi Kecacingan pada Siswa Madrasah Ibtida’iyah di Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak Trasia, Reqgi First; Sasmita, Guruh Nata; Irawati, Nur Bebi Ulfah
Jurnal EnviScience (Environment Science) Vol. 9 No. 2 (2025): Environmental Health: Emerging Contaminants and Environmental Toxicology for Su
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jev.v9i2.818

Abstract

Tingkat infeksi cacing di Provinsi Banten mencapai 60,7%, dengan kasus tertinggi berada di Kabupaten Lebak, yakni sekitar 63,4%. Penelitian ini merupakan penelitian observatif analitik dengan menggunakan desain studi cross-sectional dan teknik sampling yang digunakan adalah consecutive sampling. Sampel pada penelitian ini adalah siswa Madrasah Ibtida’iyah yang terletak di Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak. Berdasarkan hasil perhitungan jumlah sampel dengan menggunakan rumus deskriptif kategorik, jumlah sampel yang dibutuhkan adalah 84 siswa, untuk meminimalisir drop out, peneliti menambah besar sampel sebanyak 10%, sehingga jumlah sampel yang dipakai pada penelitian ini sebanyak 94%. Untuk mendapatkan data pada penelitian ini, peneliti menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan anak untuk mengukur risiko kecacingan, kuesioner Weschler Intelligence Scale for Children Fifth Edition (WISC V) untuk mengukur personal hygiene, dan skor Kuppuswamy’s Socioeconomic Scale untuk mengukur status sosial ekonomi siswa. Pada penelitian ini didapatkan proporsi siswa Madrasah Ibtida’iyah di Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak yang berisiko tinggi terinfeksi Soil Transmitted Helminths (STH) yaitu sebanyak 50,5%, Proporsi siswa Madrasah Ibtida’iyah di Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak dengan kebersihan kuku yang kurang sebanyak 14,7%, kebiasaan memakai alas kaki yang kurang sebanyak 13,7%, dan status sosial ekonomi menengah kebawah sebanyak 81,1%.  Proporsi siswa Madrasah Ibtida’iyah di Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak yang berisiko tinggi terinfeksi Soil Transmitted Helminths (STH) yaitu sebanyak 50,5%, proporsi siswa Madrasah Ibtida’iyah di Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak dengan personal hygiene yang buruk antara kebersihan kuku dan kebiasaan memakai alas kaki yaitu, kebersihan kuku yang kurang sebanyak 14,7%, kebiasaan memakai alas kaki yang kurang sebanyak 13,7%, proporsi siswa Madrasah Ibtida’iyah di Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak dengan status sosial ekonomi menengah kebawah sebanyak 81,1%, dan ditemukan hubungan yang signifikan antara kebiasaan memakai alas kaki dengan risiko tinggi terinfeksi STH (pvalue 0,000), akan tetapi tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara kebersihan kuku dengan risiko infeksi pada siswa Madrasah Ibtida’iyah di Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak (p-value 0,090), dan terdapat hubungan yang signifikan antara status sosial ekonomi siswa dengan risiko tinggi terinfeksi STH (p-value 0,000).
Analisis Kualitas Air Limbah Tambang dan Upaya Pengolahannya dalam Rangka Reklamasi Lingkungan Desinta Reva, Revarta; Farhan, M. Syauqi; Nauli, Fitri
Jurnal EnviScience (Environment Science) Vol. 9 No. 2 (2025): Environmental Health: Emerging Contaminants and Environmental Toxicology for Su
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jev.v9i2.852

Abstract

Kegiatan pertambangan, khususnya tambang terbuka, menghasilkan air limbah yang mengandung logam berat dan senyawa asam berbahaya sehingga berpotensi mencemari lingkungan serta menghambat reklamasi pascatambang. Penelitian ini bertujuan menganalisis kualitas air limbah tambang dan mengevaluasi berbagai metode pengolahannya dalam mendukung keberhasilan reklamasi lingkungan. Metode yang digunakan adalah analisis literatur dengan merujuk pada sumber-sumber ilmiah relevan terkait teknologi pengolahan air limbah tambang dan dampaknya terhadap ekosistem. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengolahan secara fisik, kimia, dan biologis mampu menurunkan kadar logam berat, memperbaiki kualitas air, dan meningkatkan efektivitas reklamasi lahan terdegradasi. Lebih lanjut, pengelolaan berkelanjutan dapat dicapai melalui pemilihan metode pengolahan yang sesuai, pemanfaatan kembali air hasil olahan, serta penerapan prinsip ekodesain dalam infrastruktur pengolahan. Penelitian ini menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah, perusahaan tambang, dan masyarakat merupakan kunci dalam pengelolaan air limbah yang berkelanjutan. Dengan demikian, pengolahan air limbah yang tepat tidak hanya memperbaiki kualitas air, tetapi juga mempercepat pemulihan ekosistem dan fungsi ekologis lahan pascatambang.
Evaluasi Pelaksanaan Inspeksi Sanitasi Depot Air Minum Isi Ulang di Wilayah Kerja Puskesmas Tambak Wedi Kota Surabaya Tahun 2020-2022 Hanif, Muhammad; Wicaksono, Rizky Rahadian; Subhi, Misbahul; Joegijantoro, Rudy; Rupiwardani, Irfany
Jurnal EnviScience (Environment Science) Vol. 9 No. 2 (2025): Environmental Health: Emerging Contaminants and Environmental Toxicology for Su
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jev.v9i2.867

Abstract

Depot Air Minum Isi Ulang (DAMIU) merupakan badan usaha yang mengelola air minum untuk kebutuhan konsumsi masyarakat dalam bentuk curah dan tidak dalam bentuk kemasan. Berdasarkan profil Dinas Kesehatan Kota Surabaya tahun 2019-2021, Puskesmas Tambak Wedi termasuk  10 besar dalam kategori rendahnya tingkat hasil inspeksi sanitasi DAMIU selama 3 tahun yakni dari 2019-2021. Berdasarkan data  Dinas Kesehatan Kota Surabaya bahwa pada tahun 2019 tidak memenuhi syarat 53,85%. Pada tahun 2020 tidak memenuhi syarat 44,44%. Pada tahun 2021 tidak memenuhi syarat 54,44%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui evaluasi pelaksanaan inspeksi sanitasi DAMIU di Wilayah Kerja Puskesmas Tambak Wedi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif dan kualitatif. Data yang diperoleh kemudian dianalisa dan dievaluasi dengan menggunakan  pendekatan sistem infomasi manajemen dengan mengevaluasi pada variabel input, proses, output dan outcame kegiatan pelaksanaan inspeksi sanitasi manajemen. Hasil  penelitian didapatkan bahwa pada komponen input yang meliputi: rencana kerja memperoleh kategori baik, kebijakan memperoleh kategori baik. Sumber daya manusia yang meliputi: kepala puskesmas kategori baik, sanitarian kategori baik, anggaran kategori baik, metode inspeksi kategori baik, sarana prasarana ketegori baik. Komponen proses yang meliputi: perencanaan pelaksanaan memperoleh kategori baik, pelaksanaan inspeksi sanitasi memperoleh kategori baik, hasil pelaksanaan memperoleh kategori baik, pembinaan karyawan kategori kurang, pengolahan air baku kategori baik, perilaku penjamah, pembersihan gallon/outlet kategori baik, pemeriksaan laboratorium berkala baik. Komponen output: evaluasi pelaksanaan inspeksi kategori baik. Komponen outcome (kualitas air minum isi ulang) kategori kurang. Sehingga perlunya intensifitas dalam pembinaan karyawan DAMIU dan penambahan jumlah personil sanitarian puskesmas.
Evaluasi Kelengkapan dan Kualitas Alat Pelindung Diri Bagi Pekerja Sumur Migas Ardianta, Dadang Arga; Elvania, Nindy Callista; Anggara, Oktavianus Cahya
Jurnal EnviScience (Environment Science) Vol. 9 No. 2 (2025): Environmental Health: Emerging Contaminants and Environmental Toxicology for Su
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jev.v9i2.924

Abstract

Kegiatan usaha minyak dan gas mencakup serangkaian kegiatan yang terkait dengan eksplorasi, produksi, pengolahan, dan distribusi minyak dan gas bumi. Industri minyak dan gas bumi ialah salah satu sektor yang penuh risiko dan berbahaya tinggi. Oleh sebab itu, pengelolaan keselamatan kerja menjadi hal yang sangat penting bagi perusahaan untuk mencegah terjadinya kecelakaan di tempat kerja. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui penerapan penggunaan alat pelindung diri pekerja yang diwajibkan perusahaan serta mengetahui upaya-upaya perusahaan dalam meningkatkan penerapan wajib alat pelindung diri. Penelitian ini berlokasi pada PT. X bidang eksplorasi dan produksi minyak dang gas bumi. Metode pengumpulan data dilaksanakan dengan wawancara dan studi dokumen. Teknik pengambilan sampel penelitian ini dilakukan dengan pertimbangan tertentu atau purposive sampling. Sampel yang diambil sebanyak 24 orang, yang terdiri dari 3 pengawas lapangan dengan jabatan driller dan 21 pekerja lapangan dengan jabatan derrickman, floorman, dan mekanik. Metode analisis yang digunakan ialah Importance- Performance Analysis (IPA). Hasil analisa ditunjukkan dengan diagram Importance- Performance Analysis (IPA) yang memiliki 4 kuadran. Variabel nyaman dan efektivitas termasuk pada kuadran A (prioritas utama), sementara variabel fleksibilitas, awet, kepuasan, dan kesadaran masuk dalam kategori kuadran B (pertahankan), variabel kehati-hatian dan bersih termasuk kuadran C (prioritas rendah), dan tidak terdapat variabel yang dikategorikan kuadran D (abaikan). Upaya yang dilakukan perusahaan sebagai bagian untuk meningkatkan penerapan wajib alat pelindung diri adalah melalui pelaksanaan safety introduction, safety briefing, serta dengan pemasangan poster dan rambu-rambu keselamatan pada lingkungan kerja.
Analisis Efektivitas Kinerja Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Rumah Sakit X Nugroho, Dimas; Elvania, Nindy Callista; Purwaningrum, Solikhati Indah
Jurnal EnviScience (Environment Science) Vol. 9 No. 2 (2025): Environmental Health: Emerging Contaminants and Environmental Toxicology for Su
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jev.v9i2.936

Abstract

Air limbah rumah sakit mengandung mikroorganisme patogen, bahan kimia beracun, dan zat radioaktif yang berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan. Rumah Sakit X merupakan rumah sakit tipe C dengan luas lahan 10.022 m², luas bangunan 44.898 m², dan 173 tempat tidur, menghasilkan air limbah dengan parameter TSS, BOD5, COD, amonia, fosfat, dan E. coli. Berdasarkan hasil pengujian Januari 2024 pada outlet Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), tiga parameter mendekati batas baku mutu SK Gubernur Jawa Timur No. 72 Tahun 2013. Kondisi ini dipengaruhi oleh IPAL yang telah beroperasi bertahun-tahun dan pembangunan gedung baru yang meningkatkan beban pengolahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik air limbah dan air hasil pengolahan serta menganalisis efektivitas kinerja IPAL Rumah Sakit X dalam mengelola air limbah agar aman bagi masyarakat dan lingkungan. Sampel diambil menggunakan metode grab sampling pada inlet dan outlet dengan volume 2000 mL. Hasil laboratorium menunjukkan parameter amonia (0,22 mg/L) dan fosfat (2,922 mg/L) tidak memenuhi baku mutu, disebabkan kurangnya waktu aerasi yang menyebabkan kadar oksigen terlarut rendah dan menghambat mikroorganisme dalam menguraikan NH3 dan PO4. Parameter E. coli (350 MPN/100 mL) memenuhi standar baku mutu. Perhitungan efektivitas menunjukkan penurunan E. coli signifikan sebesar 96,23%, menandakan keberhasilan desinfeksi. Namun, penurunan amonia hanya 45,89% dan masih melebihi batas baku mutu, sedangkan fosfat mengalami peningkatan dengan efektivitas -6,22%, mengindikasikan kegagalan pengolahan fosfat. Hasil ini menyoroti perlunya optimalisasi proses aerasi dan pengolahan fosfat pada IPAL Rumah Sakit X.
Urgensi Kewenangan Pemerintah dalam Penanganan Pencemaran Lingkungan untuk Perlindungan Kesehatan Masyarakat di Indonesia Rifandhana , Raditya Feda; Wicaksono, Rizky Rahadian; Bramantyo , Rizky Yudha; Wistara, Agantoro Krishna; Wulandari, Maulidia Sari; Rifqy, Mohammad Wildan; Susianto; Muliati, Oktaviani
Jurnal EnviScience (Environment Science) Vol. 9 No. 2 (2025): Environmental Health: Emerging Contaminants and Environmental Toxicology for Su
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jev.v9i2.957

Abstract

Lingkungan hidup yang tercemar menimbulkan berbagai dampak negatif terhadap kesehatan masyarakat. Pencemaran udara, air, dan tanah di Indonesia seringkali disebabkan oleh lemahnya pengawasan dan belum optimalnya kewenangan pemerintah dalam pengendalian pencemaran lingkungan. Oleh karena itu, pemerintah memiliki peran strategis untuk memastikan kualitas lingkungan tetap sehat melalui kebijakan dan penegakan hukum lingkungan yang tegas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji urgensi kewenangan pemerintah dalam menangani pencemaran lingkungan sebagai upaya perlindungan kesehatan masyarakat. Metode penelitian menggunakan pendekatan normatif dengan teori hukum sebagai alat analisis, dikemas dalam bentuk analisis deskriptif terhadap regulasi dan penerapannya di lapangan.
Gambaran Literasi Bahaya Boraks Pada Bakso di Kalangan Mahasiswa Muslim Universitas X Tahun 2025 Putri Aritonang, Ahirna; Iriani, Dewi Utami
Jurnal EnviScience (Environment Science) Vol. 9 No. 2 (2025): Environmental Health: Emerging Contaminants and Environmental Toxicology for Su
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jev.v9i2.958

Abstract

Bakso merupakan makanan populer di kalangan mahasiswa; namun, penggunaan boraks sebagai aditif makanan masih sering ditemukan meskipun telah dilarang oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan literasi bahaya boraks di kalangan mahasiswa Muslim di Universitas X pada tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional yang melibatkan 116 mahasiswa yang dipilih melalui accidental sampling, menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki kemampuan rendah dalam mencari informasi (69%), kemampuan sedang dalam memahami (45,7%), kemampuan sedang dalam mengevaluasi (53,4%), dan kemampuan tinggi dalam menerapkan informasi (56,9%). Secara keseluruhan, sebagian besar responden berada dalam kategori literasi sedang (69%). Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun mahasiswa umumnya menyadari bahaya boraks, banyak yang masih kurang memiliki keterampilan kritis untuk menilai informasi dan menghubungkannya dengan praktik konsumsi yang aman. Oleh karena itu, program pendidikan dan kesadaran yang terstruktur dari universitas diperlukan untuk mendorong mahasiswa mengembangkan perilaku makan yang aman, sehat, halal, dan thayyib
Pengaruh Indeks Massa Tubuh, Beban Kerja, dan Gerakan Berulang terhadap Kejadian Carpal Tunnel Syndrome di CV. Subur Makmur Kota Malang Cahyani, Septia Dwi; Sari, Devita; Rupiwardani, Irfany
Jurnal EnviScience (Environment Science) Vol. 9 No. 2 (2025): Environmental Health: Emerging Contaminants and Environmental Toxicology for Su
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jev.v9i2.960

Abstract

Carpal Tunnel Syndrome (CTS) merupakan salah satu gangguan pada lengan tangan akibat penyempitan terowongan karpal, baik akibat edema fasia maupun akibat kelainan pada tulang-tulang kecil tangan sehingga terjadi penekanan terhadap nervus medianus. Gangguan pada saraf ini berhubungan dengan pekerja yang terpapar getaran dalam waktu lama secara berulang. Penelitian pada pekerjaan dengan risiko tinggi pada pergelangan tangan dan tangan melaporkan prevalensi CTS antara 5,6% sampai dengan 15%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh indeks massa tubuh, beban kerja dan gerakan berulang terhadap keluhan carpal tunnel syndrome (CTS) pada pekerja di CV. Subur Makmur Kota Malang. Model yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan kuantitatif. Data akan dikumpulkan melalui observasi dan wawancara. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan simpel random sampling dengan jumlah sampel 50 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan gerakan berulang berpengaruh terhadap kejadian Carpal Tunnel Syndrome (CTS) dengan nilai signifikansi sebesar < 0,05, dan variabel beban kerja tidak memiliki pengaruh terhadap Carpal Tunnel Syndrome (CTS) dikarenakan nilai signifikannya > 0,05. Hasil tersebut menunjukkan bahwa seluruh variabel IMT dan Gerakan Berulang berpengaruh terhadap keluhan Carpal Tunnel Syndrome (CTS). Keluhan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya indeks masa tubuh (IMT), beban kerja dan gerakan berulang. Agar risikonya berkurang sebaiknya perusahaan memberikan waktu istirahat bagi pekerja untuk melakukan peregangan tangan sebelum beraktifitas.
Relationship Analysis between Environmental Sanitation and 3M Plus Behaviour as Determinants of DHF Incidence at Nagaswidak Health Center, Palembang Putri, Dian Meiza; Hasyim, Hamzah; Novitrie, Ayu; Fitriani, Dwi; Windusari, Yuanita
Jurnal EnviScience (Environment Science) Vol. 9 No. 2 (2025): Environmental Health: Emerging Contaminants and Environmental Toxicology for Su
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jev.v9i2.961

Abstract

Dengue hemorrhagic fever (DHF) remains a major public health concern in tropical regions, including Indonesia, with increasing incidence in urban communities. This study aimed to analyze the relationship between household environmental sanitation and 3M Plus preventive behavior with DHF incidence in the working area of Nagaswidak Health Center, Palembang. An analytical observational case–control study was conducted in 2025 involving 102 respondents (34 cases and 68 controls) selected purposively. Data were collected through structured interviews and direct environmental observation and analyzed using chi-square tests and multivariate logistic regression with a 95% confidence interval. Bivariate analysis showed significant associations for water container condition, waste disposal, residential density, cleaning behavior, mosquito repellent use, and abate application (p&lt;0.05). Multivariate analysis identified poor waste disposal (OR=2.41; 95% CI: 1.08–5.37) and lack of abate application (OR=3.12; 95% CI: 1.29–7.51) as dominant factors associated with DHF incidence. Household environmental sanitation and selected 3M Plus behaviors contribute substantially to DHF occurrence. Strengthening routine abate distribution and improving community-based waste management should be prioritized to reduce dengue transmission risk in this endemic urban setting.

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 02 (2025): Environmental Health and Sanitation Issues Vol. 9 No. 2 (2025): Environmental Health: Emerging Contaminants and Environmental Toxicology for Su Vol. 9 No. 1 (2025): The Environment In Global Health Governance:An Analysis of Environment-Related Vol. 8 No. 2 (2024): Challenges and Opportunities Digital Health: Addresssing Climate Change, Public Vol. 8 No. 1 (2024): Environmental pollution on Human Health and Environment, Management Technology Vol. 7 No. 2 (2023) Vol. 7 No. 1 (2023) Vol 7, No 1 (2023): Reviewing Environmental Qualities that Enhance the Human Health Quality Vol. 6 No. 2 (2022) Vol. 6 No. 1 (2022) Vol 6, No 1 (2022): "Environmental Health, Technology and Its Applications" Vol 5, No 2 (2021): Implementing the Quality of Environmental Health as a 2030 Sustainable Developme Vol. 5 No. 2 (2021): Implementing the Quality of Environmental Health as a 2030 Sustainable Developm Vol. 5 No. 1 (2021) Vol 5, No 1 (2021): Public Health, Food and Environmental Sectors Supporting Global Health Quality Vol. 4 No. 2 (2020): Environmental measurement to asure the global health quality Vol 4, No 2 (2020): Environmental measurement to asure the global health quality Vol 4, No 1 (2020): Enhancing the quality of health and environment to reach the "Global Sustainable Vol. 4 No. 1 (2020): Enhancing the quality of health and environment to reach the "Global Sustainabl Vol. 3 No. 2 (2019): Environmental issue as a priority to assure global health quality Vol. 3 No. 1 (2019) Vol. 2 No. 2 (2018) Vol 2, No 1 (2018) Vol. 2 No. 1 (2018) Vol 1, No 1 (2017): Increasing Environment Health Quality as our First Step to Fight Climate Change More Issue