cover
Contact Name
Marsha Savira Agatha Putri
Contact Email
marshasavira@unisla.ac.id
Phone
+6285748804233
Journal Mail Official
j_enviscience@unisla.ac.id
Editorial Address
Jalan Veteran No 53 A Lamongan 62211
Location
Kab. lamongan,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal EnviScience (Environment Science)
ISSN : 25979612     EISSN : 27150046     DOI : https://doi.org/10.30736
Jurnal EnviScience is devoted to the rapid publication of research in environmental health, acting as a link between the diverse research communities and practitioners in environmental health. Published articles encompass original research papers, technical notes and review articles.
Articles 145 Documents
Integrating Gender Analysis in Coastal Communities into Environmental Health Risk Assessment: Household Hygiene Behaviour Handayani, Wahyu
Jurnal EnviScience (Environment Science) Vol. 10 No. 1 (2026): Environmental Health: Multidisciplinary Approaches to Improving Air, Water, an
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jev.v10i1.954

Abstract

Environmental Health Risk Assessment (EHRA) is widely used to evaluate environmental exposure and related health risks, yet most applications assume households as homogeneous units and rarely consider gender-differentiated exposure pathways. In coastal communities—characterized by saline intrusion, inadequate sanitation, flooding, and climate-related stressors—household hygiene practices are strongly shaped by gendered divisions of labor. This literature review synthesizes recent peer-reviewed studies to examine how gender roles influence exposure patterns within household hygiene practices in coastal settings. A thematic analysis was conducted to identify differential exposure pathways, risk distribution, and structural determinants affecting women and men. The review reveals that women, as primary managers of water, sanitation, and caregiving tasks, face higher frequency and duration of exposure to microbiological and chemical hazards, while men’s exposure is more commonly linked to infrastructure-related or occupational activities. Conventional EHRA frameworks rarely disaggregate exposure by gender, potentially underestimating intra-household risk variability. Integrating gender analysis into EHRA improves the accuracy of risk characterization and supports more equitable environmental health interventions in vulnerable coastal communities. Keywords: Environmental Health Risk Assessment; Gender; Coastal Sanitation; Household Hygiene; Exposure Pathways.
Optimasi Waktu Maserasi pada Ekstraksi Flavonoid dari Limbah Kulit Jeruk Nipis (Citrus aurantiifolia) Wardani, Erina Endah Kusuma; Sutama, Daning Kinanti; Suryanti, Fenni; Khariro, Kalimatul
Jurnal EnviScience (Environment Science) Vol. 10 No. 1 (2026): Environmental Health: Multidisciplinary Approaches to Improving Air, Water, an
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jev.v10i1.955

Abstract

Limbah kulit jeruk berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik, namun mengandung senyawa bioaktif berupa flavonoid yang bernilai guna. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar flavonoid total ekstrak kulit jeruk nipis (Citrus aurantifolia) serta mengkaji pengaruh waktu maserasi terhadap hasil ekstraksi. Proses ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut metetanol pada variasi waktu 12, 24, 36, 48, 60, dan 72 jam. Penetapan kadar flavonoid total dilakukan dengan metode kalorimetri aluminium klorida (AlCl₃) menggunakan kuersetin sebagai standar, kemudian dianalisis menggunakan spektrofotometer UV–Vis pada panjang gelombang maksimum 410 nm. Hasil menunjukkan bahwa kadar flavonoid meningkat hingga mencapai nilai optimum pada 24 jam sebesar 5,13 mg QE/g, kemudian menurun pada waktu maserasi yang lebih lama. Penurunan tersebut menunjukkan adanya pengaruh mekanisme difusi pada tahap awal ekstraksi dan degradasi senyawa akibat waktu kontak yang terlalu panjang. Dengan demikian, waktu optimum untuk ekstraksi flavonoid total dari kulit jeruk nipis adalah 24 jam. Kata Kunci : Limbah kulit jeruk; flavonoid total; waktu maserasi
Pemantauan Kondisi Vegetasi Riparian di Sekitar Habitat Ikan Mahseer di Jawa Tengah Berdasarkan Indeks Vegetasi dari Citra RGB Menggunakan Unmanned Aerial Vehicle (UAV) Permadi, Jefri; Abdullah, Muhammad; Setiawan, Hendra; Sukmarani, Dhuta
Jurnal EnviScience (Environment Science) Vol. 10 No. 1 (2026): Environmental Health: Multidisciplinary Approaches to Improving Air, Water, an
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jev.v10i1.967

Abstract

Vegetasi riparian memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas ekosistem sungai dan mendukung keberlanjutan habitat ikan Mahseer. Penelitian ini bertujuan mengetahui kondisi vegetasi riparian di sekitar aliran sungai yang menjadi habitat ikan Mahseer menggunakan citra Unmanned Aerial Vehicle (UAV) berbasis kamera RGB. Analisis dilakukan dengan pendekatan indeks vegetasi berbasis kanal merah, hijau, dan biru, yaitu Visible Atmospherically Resistant Index (VARI), Excess Green Index (ExG), Green Leaf Index (GLI) dan uji statistik Kruskal-Wallis untuk mengetahui perbedaan kondisi vegetasi riparian masing-masing lokasi dan sensitifitas citra indeks. Citra UAV diolah untuk menghasilkan peta distribusi vegetasi serta mengidentifikasi dominasi kehijauan vegetasi riparian. Nilai GLI pada tiga lokasi penelitian masing-masing sebesar 0,0715; 0,111; dan 0,087 yang menunjukkan keberadaan vegetasi hijau di sepanjang sempadan sungai. Indeks ExG digunakan untuk memisahkan area vegetasi dan non-vegetasi secara spasial. Hasil uji statistik Kruskal-Wallis citra indeks VARI menunjukkan perbedaan signifikan pada tiga lokasi penelitian dan lebih sensitif terhadap perubahan vegetasi dibanding citra indeks ExG dan GLI. Pendekatan berbasis indeks RGB ini memberikan metode yang efisien dan ekonomis dalam pemantauan kondisi vegetasi skala lokal, khususnya pada wilayah sungai dengan akses yang terbatas. Kata kunci: ExG, GLI, Mahseer, RGB, UAV, VARI, vegetasi riparian
Sintesis dan Evaluasi Adsorpsi Batch Cr(VI) Menggunakan Karbon Aktif Jerami Padi Teraktivasi Asam Sulfat Daning Kinanti Sutama; Lestari , Dwi Indah; Rahmat, Vitro; Raudhatussya'rifah, Ra'ida; Diningrum, Dipta Ardiya
Jurnal EnviScience (Environment Science) Vol. 10 No. 1 (2026): Environmental Health: Multidisciplinary Approaches to Improving Air, Water, an
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jev.v10i1.971

Abstract

Jerami padi merupakan residu pertanian yang melimpah dan berpotensi dikembangkan sebagai prekursor karbon aktif untuk pengolahan limbah cair yang mengandung logam berat. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis dan mengevaluasi kinerja karbon aktif jerami padi teraktivasi asam sulfat (H₂SO₄) dalam menyisihkan kromium heksavalen (Cr(VI)) dari larutan sintetik. Karbon aktif disintesis melalui karbonisasi pada suhu 500 °C selama 2 jam dan aktivasi kimia menggunakan H₂SO₄ 2 M dengan rasio impregnasi 1:10 (b/v). Pengujian adsorpsi dilakukan secara batch dengan variasi pH (5–9), ukuran partikel (60–100 mesh), dan waktu kontak (0–120 menit) untuk menentukan kondisi optimum. Kondisi optimum diperoleh pada pH 7, ukuran partikel 100 mesh, dan waktu kontak 60 menit. Data kesetimbangan lebih sesuai dengan model isoterm Langmuir (R² = 0,8923) dengan kapasitas adsorpsi maksimum (qₘ) sebesar 5,42 mg/g dan konstanta Langmuir (KL) sebesar 2,40 L/mg, yang mengindikasikan mekanisme adsorpsi monolapis dengan afinitas interaksi yang cukup kuat. Hasil ini menunjukkan bahwa karbon aktif jerami padi teraktivasi H₂SO₄ berpotensi sebagai adsorben alternatif yang ekonomis dan ramah lingkungan untuk pengolahan limbah cair yang mengandung Cr(VI).
Pengaruh Jenis Atraktan Terhadap Kepadatan Nyamuk Stadium Dewasa di SD Negeri Made 1 No. 475 Nata, William; Adrianto, Hebert; Tantana, Olivia; Silitonga, Hanna Tabita Hasianna; Suryadarma, Antonius Yansen; Subagio, Jonsen
Jurnal EnviScience (Environment Science) Vol. 10 No. 1 (2026): Environmental Health: Multidisciplinary Approaches to Improving Air, Water, an
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jev.v10i1.972

Abstract

Nyamuk merupakan vektor penyakit yang dapat menimbulkan dampak merugikan bagi kesehatan manusia. Salah satu metode yang digunakan untuk menarik nyamuk yaitu penggunaan atraktan yang menghasilkan bau senyawa volatil yang khas. Penelitian ini bertujuan menganalisis kepadatan nyamuk berdasarkan jenis dan jenis kelamin serta mengetahui pengaruh penggunaan jenis atraktan (air rendaman jerami dan fermentasi air gula merah) terhadap kepadatan nyamuk stadium dewasa di lingkungan sekolah dasar. Desain penelitian menggunakan rancangan posttest-only control group design. Waktu penelitian adalah Juli hingga Desember 2025. Pengambilan sampel diambil di SD Negeri Made 1 No. 475. Pengambilan sampel dilakukan 9 kali menggunakan light trap. Perlakuan pemberian atraktan berupa air rendaman jerami dan fermentasi air gula merah. Nyamuk yang tertangkap diidentifikasi dan dikelompokkan berdasarkan jenis serta jenis kelamin nyamuk sebelum dilakukan analisis data. Hasil menunjukkan hanya Culex sp. yang terperangkap (237 individu), dengan distribusi jantan 133 dan betina 104. Analisis statistik (Kruskal-Wallis untuk jantan, ANOVA untuk betina) menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan antar perlakuan (p>0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah jenis nyamuk yang ditemukan yaitu Culex sp. kelamin jantan dan betina. Selain itu, tidak didapatkan perbedaan yang signifikan antara penggunaan atraktan terhadap kepadatan nyamuk stadium dewasa di SD Negeri Made 1 No. 475. Kata kunci: nyamuk; atraktan; kepadatan; air rendaman jerami; fermentasi air gula merah

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 10 No. 1 (2026): Environmental Health: Multidisciplinary Approaches to Improving Air, Water, an Vol. 9 No. 02 (2025): Environmental Health and Sanitation Issues Vol. 9 No. 2 (2025): Environmental Health: Emerging Contaminants and Environmental Toxicology for Su Vol. 9 No. 1 (2025): The Environment In Global Health Governance:An Analysis of Environment-Related Vol. 8 No. 2 (2024): Challenges and Opportunities Digital Health: Addresssing Climate Change, Public Vol. 8 No. 1 (2024): Environmental pollution on Human Health and Environment, Management Technology Vol. 7 No. 2 (2023) Vol. 7 No. 1 (2023) Vol 7, No 1 (2023): Reviewing Environmental Qualities that Enhance the Human Health Quality Vol. 6 No. 2 (2022) Vol 6, No 1 (2022): "Environmental Health, Technology and Its Applications" Vol. 6 No. 1 (2022) Vol. 5 No. 2 (2021): Implementing the Quality of Environmental Health as a 2030 Sustainable Developm Vol 5, No 2 (2021): Implementing the Quality of Environmental Health as a 2030 Sustainable Developme Vol. 5 No. 1 (2021) Vol 5, No 1 (2021): Public Health, Food and Environmental Sectors Supporting Global Health Quality Vol. 4 No. 2 (2020): Environmental measurement to asure the global health quality Vol 4, No 2 (2020): Environmental measurement to asure the global health quality Vol. 4 No. 1 (2020): Enhancing the quality of health and environment to reach the "Global Sustainabl Vol 4, No 1 (2020): Enhancing the quality of health and environment to reach the "Global Sustainable Vol. 3 No. 2 (2019): Environmental issue as a priority to assure global health quality Vol. 3 No. 1 (2019) Vol. 2 No. 2 (2018) Vol 2, No 1 (2018) Vol. 2 No. 1 (2018) Vol 1, No 1 (2017): Increasing Environment Health Quality as our First Step to Fight Climate Change More Issue