cover
Contact Name
Marsha Savira Agatha Putri
Contact Email
marshasavira@unisla.ac.id
Phone
+6285748804233
Journal Mail Official
j_enviscience@unisla.ac.id
Editorial Address
Jalan Veteran No 53 A Lamongan 62211
Location
Kab. lamongan,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal EnviScience (Environment Science)
ISSN : 25979612     EISSN : 27150046     DOI : https://doi.org/10.30736
Jurnal EnviScience is devoted to the rapid publication of research in environmental health, acting as a link between the diverse research communities and practitioners in environmental health. Published articles encompass original research papers, technical notes and review articles.
Articles 129 Documents
Analisis Perbandingan Kualitas Udara Ambien (SO2 dan NO2) pada Musim Kemarau dan Musim Hujan Nurlaili, Dea Kirana; Hendrasarie, Novirina
Jurnal EnviScience (Environment Science) Vol. 9 No. 1 (2025): The Environment In Global Health Governance:An Analysis of Environment-Related
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jev.v9i1.644

Abstract

Udara merupakan salah satu komponen yang  penting dalam keberlangsungan hidup makhluk yang ada di bumi ini. Peningkatan jumlah penduduk dan aktivitas yang terjadi menyebabkan kualitas udara memburuk, hal ini dikarenakan emisi yang dihasilkan juga meningkat. Penelitian ini ditujukan agar dapat mengetahui persebaran kualitas udara ambien pada suatu daerah dan perbandingannya pada saat musim kemarau dan pada saat musim hujan. Metode analisa yang digunakan pada penelitian, yakni dengan pengukuran menggunakan Passive Sampler dan penggunaan software Surfer untuk dapat mengetahui tingkat persebaran kualitas udara. Dengan parameter kualitas udara ambien yang diukur yakni berupa polutan udara Sulfur Dioksida (SO2) dan Nitrogen Dioksida (NO2). Hasil dari pengukuran pada saat musim kemarau rata-rata kualitas udara ambien lebih tinggi daripada pada saat musim hujan yang berarti pada saat musim kemarau kualitas udara lebih buruk daripada saat musim hujan. Hal ini dikarenakan ketika suhu tinggi melebihi batas normal dan bertahan untuk waktu yang lama, gelombang panas yang dihasilkan dapat menyebabkan kondisi kualitas udara meningkat.
Pemodelan Pola Persebaran Emisi NOx Dari Pembakaran Kiln Industri Keramik di Mojokerto Menggunakan Software GRAL (Graz Lagrangian Model) Stalis, Ahmad Nazil; Cahyonugroho, Okik Hendriyanto
Jurnal EnviScience (Environment Science) Vol. 9 No. 1 (2025): The Environment In Global Health Governance:An Analysis of Environment-Related
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jev.v9i1.652

Abstract

Widespread industrial activities pose a significant threat to air quality. This research focuses on the dispersion of the ceramic industry on air quality, particularly from the kiln combustion process. The objective of this study is to analyze the pattern of NOx emissions dispersion around the ceramic industry. The air quality parameter under investigation is the concentration of NOx as the primary indicator of air pollution. Primary data was obtained from laboratory testing on kiln chimneys, and meteorological data was acquired from secondary sources, namely NASA Power. The modeling method applied involves the use of GRAL (Graz Lagrangian Model) software. The research results visualize the NOx dispersion pattern in the study area, with wind speed and direction significantly influencing it. Monitoring at 10 predetermined points yielded values below the ambient air quality standard of 200 µg/m3. The highest concentration value occurred at point 1, with a NOx concentration of 36.1 µg/m3, and the lowest concentration occurred at point 4, at 1.4 µg/m3. These findings provide in-depth insights into the impact of the ceramic industry on the surrounding environment. The research confirms that kiln combustion activities in the ceramic industry contribute to a decrease in air quality in the surrounding region. The GRAL modeling method offers a better understanding of emission dispersion patterns. Aktivitas industri yang meluas mengancam kualitas udara secara signifikan. Penelitian ini memfokuskan pada persebaran industri keramik terhadap kualitas udara, khususnya dari proses pembakaran kiln. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pola persebaran emisi NOx di sekitar industri keramik. Parameter kualitas udara yang diteliti adalah konsentrasi NOx sebagai indikator utama polusi udara. Data primer diperoleh dari pengujian laboratorium pada cerobong kiln dan data meteorologi diperoleh dari sumber sekunder, yaitu NASA Power. Metode permodelan yang diterapkan adalah menggunakan perangkat lunak GRAL (Graz Lagrangian Model). Hasil penelitian memvisualisasikan pola dispersi NOx dalam area penelitian, dengan kecepatan dan arah angin memiliki pengaruh signifikan. Pemantauan pada 10 titik yang telah ditentukan memiliki nilai dibawah baku mutu udara ambien yaitu sebesar 200 µg/m3. Nilai konsentrasi tertinggi terjadi di titik 1 dengan nilai konsentrasi NOx sebesar 36,1 µg/m3 dan konsentrasi terendah  terjadi di titik 4 yaitu sebesar 1,4 µg/m3. Temuan ini memberikan wawasan yang mendalam tentang dampak industri keramik terhadap lingkungan sekitar. Penelitian ini menegaskan bahwa aktivitas pembakaran kiln dalam industri keramik berkontribusi pada penurunan kualitas udara di wilayah sekitarnya. Metode permodelan GRAL memberikan pemahaman yang lebih baik tentang pola persebaran emisi. 
Analisis Kebutuhan Air Bersih Gedung Perkantoran RSUD Dr. Soetomo Firdaus, Asro; Ike Dian Wahyuni; Misbahul Subhi
Jurnal EnviScience (Environment Science) Vol. 9 No. 1 (2025): The Environment In Global Health Governance:An Analysis of Environment-Related
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jev.v9i1.751

Abstract

Air adalah sumber energi alami yang dibutuhkan untuk kehidupan semua makhluk hidup. Selama ini fokus penelitian analisis yang dominan dilakukan adalah pada unit-unit pelayanan. Sedangkan di rumah sakit terdapat banyak unit yang juga harus diperhatikan dalam penyediaan air bersih, salah satunya adalah unit perkantoran. berdasarkan data pegawai RSUD Dr. Soetomo, jumlah total pegawai mencapai 6.174 pegawai. dalam   menjamin kecukupan pasokan air bersih di seluruh unit di RSUD Dr. Soetomo,  sehingga diperlukan perhitungan kebutuhan air bersih di perkantoran agar analisis lebih akurat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan air bersih di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain penelitian kuantitatif analitik observasional, pada desain   ini peneliti melakukan pengamatan atau observasi melalui, pengisian kuesioner dan telaah  dokumen seperti dokumen amdal atau dokumen lingkungan tanpa memberikan perlakuan-perlakuan tertentu. Total kebutuhan air bersih di gedung perkantoran RSUD Dr. Soetomo pada masing-masing variabel adalah sebesar 69.360 liter/orang/hari untuk pemakaian karyawan, untuk pemakaian wastafel sebesar 17.340 liter/hari, untuk pemakaian kloset sebesar 23.120 liter/hari sedangkan untuk pemakaian kamar mandi sebesar 43.350 liter/hari. Analisis kebutuhan air bersih ini dapat menjadi acuan bagi rumah sakit dalam memperhatikan kebutuhan air bersih selama ini di dalam gedung perkantoran, dimana pada pusat kegiatan perkantoran tentunya akan membutuhkan air untuk menunjang segala aktivitas di dalamnya.
Pengaruh Faktor Fisika Oseanografi terhadap Distribusi Cemaran Minyak di Perairan Teluk Balikpapan Sufriady Ady
Jurnal EnviScience (Environment Science) Vol. 9 No. 1 (2025): The Environment In Global Health Governance:An Analysis of Environment-Related
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jev.v9i1.793

Abstract

Banyaknya aktivitas di Teluk Balikpapan menyebabkan kerentanan ekosistem pesisir dan menurunkan kualitas perairan, terutama karena tumpahan minyak dan limbah industri dari sekitarnya. Hal ini akan berdampak pada organisme dan masyarakat yang menggantungkan hidupnya di Teluk Balikpapan. Berdasarkan hal tersebut, penting mengetahui bagaimana faktor fisika oseanografi mempengaruhi penyebaran dan konsentrasi cemaran minyak serta membantu pengendalian pencemaran di Teluk Balikpapan. Tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana faktor fisika oseanografi mempengaruhi cemaran minyak dan memberikan informasi distribusi cemaran minyak di perairan Teluk Balikpapan. Pengolahan data dilakukan terhadap parameter arus permukaan, pasang surut, gelombang dan Total Petroleum Hidrocarbon (TPH).  Konsentrasi rata-rata TPH saat pasang dan surut dianalisis menggunakan uji t-student, sedangkan hubungan kecepatan   arus   dan   gelombang   signifikan   terhadap   TPH dianalisis menggunakan regresi linear sederhana.  Konsentrasi rata-rata TPH hasil uji t-student tidak menunjukkan perbedaan nyata antara pasang (0.62±0.08 ppm) dan surut (0.63±0.12 ppm).  Distribusi TPH saat pasang dan surut terakumulasi pada lekukan teluk dengan kisaran 1.00 ppm – 1.20 ppm, sedangkan yang bukan lekukan teluk relatif lebih rendah dengan konsentrasi ≤1.00 ppm. Kecepatan arus pasang berkisar antara 0.03–0.52 m/s dengan arah 200–3450 sedangkan saat surut berkisar 0.03–0.60 m/s dengan arah 1050 - 2250. Kecepatan arus berpengaruh nyata terhadap distribusi dan akumulasi TPH baik saat pasang maupun surut dengan nilai korelasi masing-masing -0.68 dan -0.74, dimana semakin tinggi kecepatan arus, TPH semakin rendah. Hasil analisis regresi gelombang signifikan dengan TPH menunjukkan pengaruh negatif dengan nilai korelasi -0.71. Arah gelombang dari selatan menyebabkan peningkatan TPH di tempat yang sama saat pasang dan surut.
Identifikasi Pengelolaan Sampah Plastik Dengan Metode Pirolisis di TPA Kedungdowo, Kabupaten Nganjuk Fitriyah, Lailatul; Pradisty S. Ardisty Sitogasa
Jurnal EnviScience (Environment Science) Vol. 9 No. 1 (2025): The Environment In Global Health Governance:An Analysis of Environment-Related
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jev.v9i1.802

Abstract

Abstrak Plastik telah menjadi elemen krusial dalam kehidupan modern, tetapi juga berdampak buruk pada lingkungan. Limbah plastik tetap menjadi tantangan utama dalam kehidupan modern meskipun dapat didaur ulang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi proses dalam pengolahan limbah plastik untuk diubah menjadi bahan bakar minyak menggunakan teknologi pirolisis di TPA Kedungdowo, Kabupaten Nganjuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses atau tahapan pengolahan limbah plastik untuk menghasilkan bahan bakar minyak yang meliputi tahapan pemilahan, pembersihan, pengeringan, pencacahan dan proses pirolisis. Bahan baku yang dapat digunakan dalam pengelolaan ini merupakan jenis plastik sampah dari jenis Low-density Polyethlene (LDPE) dan jenis plastik Polyetylene (PP). Secara keseluruhan, pemanfaatan dalam pengelolaan limbah plastik yang akan menjadi bahan bakar minyak dengan menggunakan metode pirolisis di TPA kedungdowo merupakan upaya untuk mengurangi dampak lingkungan dari limbah plastik sekaligus menghasilkan sumber energi alternatif yang digunakan untuk masyarakat setempat.
Evaluasi Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) Pada Industri Rumah Potong Ayam dan Makanan Olahan Devitasari, Lucia Adelina; Syadzadhiya Qothrunada Zakiyayasin Nisa
Jurnal EnviScience (Environment Science) Vol. 9 No. 1 (2025): The Environment In Global Health Governance:An Analysis of Environment-Related
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jev.v9i1.805

Abstract

Industri rumah potong ayam dan makanan olahan menghasilkan limbah B3 berasal dari proses pembersihan, pengawetan, serta bahan tambahan yang digunakan dalam rumah potong ayam dan makanan olahan, seperti limbah kemasan bekas bahan kimia, minyak pelumas bekas, aki dan baterai bekas, filter udara genset dan boiler, kain majun bekas, limbah terkontaminasi B3, dan limbah elektronik. Analisis ini dilakukan untuk mengidentifikasi pengelolaan limbah B3, melakukan evaluasi sistem pengelolanya, serta memberikan rekomendasi untuk perbaikan pengelolaan limbah B3 yang sudah diterapkan sebuah perusahaan berdasarkan peraturan yang ada. Metode analisis yang diterapkan untuk menilai pengelolaan limbah B3, digunakan metode Skala Guttman. Hasil dari evaluasi menunjukkan bahwa kegiatan penyimpanan mencapai tingkat kepatuhan sebesar 84,6%. Kegiatan pengemasan dan pewadahan memiliki kepatuhan  77,8%. Kegiatan peletakkan simbol dan label memiliki kepatuhan 87,5%. Kepatuhan perusahaan dalam kelengkapan dokumen sebesar 85,7%. Sehingga, berdasarkan hasil rekapitulasi Industri Rumah potong ayam dan makanan olahan mendapatkan kategori ‘Sangat Baik’ dalam mengelola limbah B3 dengan nilai presentase 83,9%. Namun masih banyak aspek yang perlu diperbaiki untuk meningkatkan standar ketaatan pengelola limbah B3 dalam menangani limbah B3 sesuai dengan aturan yang berlaku.
Perencanaan IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) Menggunakan Activataed Sludge pada Limbah Industri Non-Woven di Sidoarjo Chindy, Andhini; Hendrasarie, Novirina
Jurnal EnviScience (Environment Science) Vol. 9 No. 1 (2025): The Environment In Global Health Governance:An Analysis of Environment-Related
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jev.v9i1.808

Abstract

Pesatnya perkembangan industri non-woven di Indonesia telah memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dengan menyediakan produk-produk berkualitas tinggi. Namun, pertumbuhan ini menimbulkan tantangan lingkungan, terutama dalam pengelolaan air limbah. Perencanaan ini menganalisis komprehensif karakteristik air limbah, termasuk kebutuhan oksigen kimia (COD), kebutuhan oksigen biologis (BOD), dan padatan tersuspensi total (TSS), yang sangat penting untuk mengevaluasi efektivitas sistem pengolahan air limbah. Penelitian ini menekankan desain sistem lumpur aktif untuk pengolahan air limbah, yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas limbah untuk memenuhi standar lingkungan. Metodologi ini mencakup tinjauan literatur dan pengumpulan data dari sumber primer dan sekunder, memastikan kerangka kerja yang kuat untuk merencanakan instalasi pengolahan air limbah. Perencanaan menunjukkan bahwa sistem yang diusulkan tidak hanya sesuai dengan peraturan lingkungan tetapi juga mempromosikan keberlanjutan, meminimalkan dampak ekologis pada badan air di sekitarnya, seperti Sungai Brantas.
Perencanaan Sistem Water Recycle Dalam Pengolahan Blowdown Cooling Tower dan Reject Water Reverse Osmosis Pada Industri Non-Woven di Sidoarjo Salsabila, Adinda Permata; Novirina Hendrasarie
Jurnal EnviScience (Environment Science) Vol. 9 No. 1 (2025): The Environment In Global Health Governance:An Analysis of Environment-Related
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jev.v9i1.811

Abstract

Pengolahan air limbah dari industri, khususnya air blowdown cooling tower dan reject water dari sistem reverse osmosis (RO), memiliki tantangan tersendiri dalam menjaga kualitas air yang layak digunakan kembali sebagai make-up water pada cooling tower. Perencanaan ini bertujuan untuk merancang strategi perencanaan sistem water recycle yang efektif dalam mengolah air blowdown dan reject water RO pada industri non-woven di Sidoarjo. Metode yang digunakan meliputi analisis karakteristik air inlet, evaluasi teknologi pengolahan yang sesuai, serta perancangan sistem daur ulang yang dapat menghasilkan air berkualitas tinggi untuk kebutuhan cooling tower. Dari hasil analisis perencanaan pengolahan limbah pada industri non-woven di Sidoarjo menunjukkan bahwa penggunaan kombinasi proses fisika, kimia, dan membran, seperti filtrasi multimedia, karbon aktif, softener, dan reverse osmosis, dapat meningkatkan efisiensi pengolahan dan kualitas air daur ulang. Selain itu, pengelolaan reject water dari proses RO menjadi aspek penting dalam mengurangi dampak lingkungan dan memastikan keberlanjutan sistem. Studi ini memberikan rekomendasi untuk implementasi sistem water recycle yang dapat mengurangi konsumsi air baku dan meningkatkan keberlanjutan operasional di industri non-woven.
Keanekaragaman Spesies, Kepadatan Populasi, dan Infeksi Helminth pada Lipas di Area Parkir dan UC-walk Universitas Ciputra Surabaya Kumayas, Arnold Gennaro Geraldo; Adrianto, Hebert; Tantana, Olivia; Silitonga, Hanna Tabita Hasianna; Ritunga, Imelda
Jurnal EnviScience (Environment Science) Vol. 9 No. 1 (2025): The Environment In Global Health Governance:An Analysis of Environment-Related
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jev.v9i1.812

Abstract

Lipas merupakan serangga yang umum ditemukan di lingkungan manusia. Lipas tidak disukai manusia karena hidup pada tempat dengan sanitasi buruk dan sering meninggalkan aroma yang tidak sedap. Lipas dapat menularkan berbagai macam penyakit karena perannya sebagai vektor mekanis untuk berbagai patogen, salah satunya helminth. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi spesies lipas, menghitung kepadatan populasi lipas, dan mengidentifikasi helminth yang ditemukan pada lipas di area parkir dan UC-Walk Universitas Ciputra Surabaya. Penelitian ini adalah penelitian observasional deskriptif dengan desain cross sectional dan dilakukan pada bulan September-Oktober tahun 2024. Pengambilan sampel lipas menggunakan sticky trap yang dipasang pada dua lokasi penelitian masing-masing sebanyak lima buah. Peletakan perangkap di area yang berpotensi terdapat lipas seperti kamar mandi, selokan, dan tempat sampah. Waktu pemasangan perangkap mulai pukul 18.00 hingga 06.00 WIB. Identifikasi spesies dilakukan dibawah mikroskop stereo dan mengacu pada buku entomologi. Analisis kepadatan lipas menggunakan rumus indeks populasi lipas. Pemeriksaan helminth menggunakan metode sentrifugasi dan pewarnaan lugol kemudian diidentifikasi di bawah mikroskop cahaya. Seluruh lipas yang ditemukan di kedua lokasi diidentifikasi sebagai Periplaneta americana. Ada total satu ekor lipas di area parkir dan enam ekor lipas di UC-Walk. Kepadatan lipas di area parkir tergolong "bersih" dengan nilai indeks populasi lipas 0,2, sedangkan di UC-Walk tergolong "rendah" dengan nilai indeks populasi lipas 1,2. Tidak ada helminth yang ditemukan pada seluruh sampel lipas. Perlu upaya pencegahan agar meminimalkan populasi lipas dengan pengendalian hama dan pengelolaan kebersihan lingkungan.  
Identifikasi Spesies, Kepadatan, dan Pinjal pada Tikus di Area Parkir dan UC-Walk Universitas Ciputra Surabaya Adrianto, Hebert; Liemdjaja, Maynard Adam; Eric Dino Tandoyo; Silitonga, Hanna Tabita Hasianna; Yuwono, Natalia; Ristiyanto; Mulyono, Arief; Wigati
Jurnal EnviScience (Environment Science) Vol. 9 No. 1 (2025): The Environment In Global Health Governance:An Analysis of Environment-Related
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jev.v9i1.813

Abstract

Tikus dapat menjadi inang bagi patogen penyebab penyakit. Leptospirosis dapat ditularkan melalui air liur dan urin tikus, sementara gigitan pinjal pada tubuh tikus dapat menyebabkan wabah pes. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi spesies tikus, indeks populasi tikus, dan pinjal pada tikus di area parkir dan UC-walk. Penelitian dilakukan di lokasi-lokasi tersebut karena memiliki potensi untuk menjadi habitat bagi tikus. Penelitian ini merupakan studi observasional deskriptif dengan desain potong lintang, yang dilaksanakan dari September 2024 hingga Oktober 2024. Perangkap dipasang antara pukul 18:00-19:00 WIB, dengan total 10 perangkap hidup yang ditempatkan di titik-titik yang sudah ditentukan di setiap lokasi. Analisis kepadatan tikus menggunakan rumus indeks populasi tikus, yakni memenuhi syarat jika nilai indeks populasi tikus <1. Bulu tikus disisir untuk mencari pinjal. Pinjal diamati di bawah mikroskop, dan identifikasi spesies dilakukan. Identifikasi tikus dilakukan di lembaga BRIN. Hasil penelitian didapatkan enam tikus dengan spesies Rattus tanezumi dan Rattus norvegicus dengan trap success sebesar 0,6 dan 0. Hasil dari trap success yang didapat jika dibandingkan dengan standar baku mutu maka masih memenuhi standar. Hasil dari penyisiran pinjal terdapat satu pinjal dengan jenis Xenopsylla cheopis. Penelitian ini menunjukan rendahnya angka keberadaan tikus pada Universitas Ciputra sehingga kebersihan dan sanitasi pada Universitas Ciputra terjaga.  

Page 12 of 13 | Total Record : 129


Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 02 (2025): Environmental Health and Sanitation Issues Vol. 9 No. 1 (2025): The Environment In Global Health Governance:An Analysis of Environment-Related Vol. 8 No. 2 (2024): Challenges and Opportunities Digital Health: Addresssing Climate Change, Public Vol. 8 No. 1 (2024): Environmental pollution on Human Health and Environment, Management Technology Vol. 7 No. 2 (2023) Vol 7, No 1 (2023): Reviewing Environmental Qualities that Enhance the Human Health Quality Vol. 7 No. 1 (2023) Vol. 6 No. 2 (2022) Vol 6, No 1 (2022): "Environmental Health, Technology and Its Applications" Vol. 6 No. 1 (2022) Vol 5, No 2 (2021): Implementing the Quality of Environmental Health as a 2030 Sustainable Developme Vol. 5 No. 2 (2021): Implementing the Quality of Environmental Health as a 2030 Sustainable Developm Vol 5, No 1 (2021): Public Health, Food and Environmental Sectors Supporting Global Health Quality Vol. 5 No. 1 (2021) Vol. 4 No. 2 (2020): Environmental measurement to asure the global health quality Vol 4, No 2 (2020): Environmental measurement to asure the global health quality Vol. 4 No. 1 (2020): Enhancing the quality of health and environment to reach the "Global Sustainabl Vol 4, No 1 (2020): Enhancing the quality of health and environment to reach the "Global Sustainable Vol. 3 No. 2 (2019): Environmental issue as a priority to assure global health quality Vol. 3 No. 1 (2019) Vol. 2 No. 2 (2018) Vol. 2 No. 1 (2018) Vol 2, No 1 (2018) Vol 1, No 1 (2017): Increasing Environment Health Quality as our First Step to Fight Climate Change More Issue