cover
Contact Name
Widodo Kushartomo
Contact Email
widodokushartomo@gmail.com
Phone
+628176869150
Journal Mail Official
jmts@untar.ac.id
Editorial Address
Jl. Letjen S. Parman No. 1, Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 2622545X     DOI : http://dx.doi.org/10.24912/jmts
Core Subject : Engineering,
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil dikelola oleh Program Studi Sarjana Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara. JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil merupakan media publikasi hasil penelitian dan studi ilmiah dalam bidang Teknik Sipil yang diterbitkan 4 kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November. Jurnal ini terbit pertama kali pada 1 Agustus 2018.
Articles 40 Documents
Search results for , issue "Volume 8, Nomor 3, Agustus 2025" : 40 Documents clear
PREDIKSI PENURUNAN BANGUNAN TINGGI YANG BERLOKASI DI JAKARTA UTARA Susiyanti, Meli; Wijaya, Hendy; Iskandar, Ali
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 3, Agustus 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i3.20389

Abstract

Buildings can experience land subsidence caused by immediate settlement due to loading and consolidation. Land subsidence is a natural phenomenon and requires attention in areas around the coast or alluvial plains because the soil is very soft. Pile foundations are part of the construction that functions to transfer the load from the construction above to the hard soil layer that is very deep. This study discusses the settlement of the high-rise building studied located in the North Jakarta area. Data collection of soil, buildings and foundations was carried out and then analyzed using a 3D analysis program (finite difference method). The analysis was carried out to determine the amount of settlement that will occur and how long the settlement will continue. The settlement of the pile group foundation in this study was caused by elastic compression of the piles and consolidation settlement. The time required to reach 90% consolidation was 110961 days or 308 years from the beginning of the project period. The settlement that occurred when the building was completed was 1231.54 mm, during the 100-year project period was 2214.65 mm, and the largest settlement was when the soil was 90% consolidated at 2676.11 mm. Abstrak Bangunan dapat mengalami penurunan tanah yang disebabkan oleh penurunan segera akibat pembebanan dan konsolidasi. Penurunan tanah merupakan suatu fenomena alam dan perlu perhatian di daerah sekitar pantai atau dataran alluvial karena tanahnya sangat lunak. Fondasi tiang pancang merupakan bagian konstruksi yang berfungsi untuk mentransfer beban dari konstruksi di atasnya ke lapisan tanah keras yang letaknya sangat dalam. Penelitian ini membahas mengenai penurunan bangunan tinggi yang diteliti terletak di kawasan Jakarta Utara. Pengumpulan data tanah, bangunan dan fondasi dilakukan untuk kemudian dianalisis dengan bantuan program analisis 3D (metode beda hingga). Analisis dilakukan untuk mencari besarnya penurunan yang akan terjadi dan sampai kapan penurunan terus terjadi. Penurunan fondasi kelompok tiang dalam penelitian ini diakibatkan oleh kompresi elastis tiang dan penurunan konsolidasi. Waktu yang dibutuhkan untuk mencapai konsolidasi 90% adalah 110961 hari atau 308 tahun sejak awal masa proyek. Penurunan yang terjadi pada saat bangunan selesai adalah sebesar 1231,54 mm, pada saat masa proyek 100 tahun sebesar 2214,65 mm, dan penurunan terbesar yaitu pada saat tanah terkonsolidasi 90% sebesar 2676,11 mm.
PERBANDINGAN ESTIMASI DURASI PROYEK DENGAN METODE EARNED SCHEDULE DAN METODE EARNED DURATION MANAGEMENT Lim, Wilsen Hartanto; Gondokusumo, Onnyxiforus
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 3, Agustus 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i3.32095

Abstract

Work schedules are often used as a reference in construction projects as part of good initial planning. From the schedule data, contractors can estimate the final duration of the project and monitor its performance over time. Although the Earned Value Management (EVM) method is commonly used, its accuracy in predicting project duration is often questioned. Therefore, the Earned Schedule (ES) and Earned Duration Management (EDM) methods can serve as better alternatives. This research aims to compare the project duration predictions using the ES and EDM methods on two structural construction projects, labeled as Project A and Project B. The accuracy of each method is evaluated using the Mean Absolute Percentage Error (MAPE). The findings reveal that ES provides easier data acquisition than EDM, and among the tested methods, ESM-SPI(t) shows the highest prediction accuracy with an average error value close to 0%. This makes it suitable for predicting the duration of low-rise (2-4 storey) residential construction projects. Abstrak Jadwal kerja sering digunakan sebagai acuan dalam proyek konstruksi sebagai bagian dari perencanaan awal yang baik. Data penjadwalan digunakan oleh kontraktor untuk memperkirakan durasi akhir proyek dan memantau kinerjanya dari waktu ke waktu. Metode Earned Value Management (EVM) memang sering digunakan, namun akurasinya dalam mengestimasi durasi proyek sering dipertanyakan. Hal ini menyebabkan metode Earned Schedule (ES) dan Earned Duration Management (EDM) dapat menjadi alternatif yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan estimasi durasi proyek menggunakan metode ES dan EDM pada dua proyek konstruksi struktur, yaitu Proyek A dan Proyek B. Keakuratan masing-masing metode dievaluasi menggunakan Mean Absolute Percentage Error (MAPE). Temuan penelitian menunjukkan bahwa pengumpulan data untuk metode ES lebih mudah dibandingkan EDM. Pengujian metode untuk ESM-SPI(t) menunjukkan tingkat akurasi estimasi tertinggi dengan nilai kesalahan rata-rata mendekati 0%. Metode ini cocok digunakan untuk mengestimasi durasi proyek konstruksi rumah tinggal bertingkat rendah (2-4 lantai).
ANALISIS PERKUATAN SOIL NAILING PADA LERENG SUNGAI CILIWUNG DI AREA LAPANGAN TEMBAK KOPASSUS CIJANTUNG Hakim, Abi Maulana; Rifan, Muhammad; Sahadewa, Andhika
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 3, Agustus 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i3.32627

Abstract

This study analyses the slope stability of Ciliwung Riverside in the Kopassus shooting range area, where signs of landslides occurred i.e. broken fence and road pavement on top of the slope. The purpose of this research is to evaluate the slope's safety factor (SF) before and after reinforcement with soil nailing, as well as to examine the effect of variations in length, spacing, and soil nailing’s diameter on the slope's SF. The stability analysis is conducted using the limit equilibrium method through a computer program The slope's SF before reinforcement was 1.16 ≤ 1,5, indicating the need for additional reinforcement. Out of 125 soil nailing variations tested, 61 variations achieved a static SF ≥ 1,5 (ranging from 1,50 to 1,67) and an earthquake SF ≥ 1,1 (ranging from 1,17 to 1,29). The results showed that increasing the borehole diameter and nail length increases the SF, while increasing the nail spacing decreases the SF. The optimal combination was obtained at spacing of 2 meters, nail length of 11 meters, and diameter of 175 mm, resulting in a total nail length of 39 m/m and grout volume of 0,93 m³/m, with a static SF of 1,54 and an earthquake SF of 1,19. Abstrak Penelitian ini menganalisis stabilitas lereng di area lapangan tembak Kopassus, yang mengalami indikasi kelongsoran berupa kerusakan pagar dan jalan aspal di atas kepala lereng. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi safety factor (SF) lereng sebelum dan setelah diperkuat dengan soil nailing, dan mengkaji pengaruh variasi panjang, jarak spasi, serta diameter soil nailing terhadap nilai SF lereng. Analisis stabilitas dilakukan dengan menggunakan metode limit equilibrium melalui program komputer. Dari analisis didapatkan bahwa SF lereng sebelum perkuatan adalah 1,16 ≤ 1,5. Kondisi ini menunjukkan bahwa lereng memerlukan perkuatan tambahan. Dari 125 variasi soil nailing yang diuji, 61 variasi memiliki SF statik ≥ 1,5 (antara 1,50 hingga 1,67) dan SF gempa ≥ 1,1 (antara 1,17 hingga 1,29). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar diameter lubang bor dan semakin panjang nail, maka SF lereng meningkat. Sedangkan semakin besar jarak spasi menyebabkan SF menurun. Kondisi optimal didapatkan pada spasi nail 2 m, panjang nail 11 m, dan diameter nail 175 mm dengan SF statik 1,54 dan SF gempa 1,19. Total panjang nail yang dibutuhkan sebesar 39 m/m volume grout 0,93 m3/m.
PENGEMBANGAN KARET EBONIT SEBAGAI BAHAN DASAR SISTEM ISOLASI DASAR UNTUK MENGURANGI DAMPAK GEMPA BUMI Sriwijaya, Jehuda Christofel; Wijaya, Usman; Prabowo, Andy
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 3, Agustus 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i3.32679

Abstract

Indonesia is one of the regions traversed by the ring of fire, where this route shows high earthquake intensity and results in building damage, leading to fatalities. Efforts are being made to reduce the impact of earthquake through the implementation of base isolation system. One of the materials forming the base isolation system is natural rubber. In this study, natural rubber will be replaced with ebonite rubber to determine its specifications and whether it is effective when used as the base material for the base isolation system. The materials mixed to form ebonite rubber include natural rubber (SIR 20), ZnO, Stearic Acid, Sulfur, CBS, TMTD, Carbon N330, Minarex, Antilux, Ionol, TMQ, Antioxidant (6-PPD), and Aktiplast. This formulation will create ebonite rubber, which will then undergo mechanical property testing, including hardness, tensile strength, elongation at break, and volume change, to determine the capability of ebonite rubber as a substitute for natural rubber. It was found that ebonite rubber has results of 88 shore A hardness, 14.6 Mpa tensile strength, 70% elongation at break, and 91.08% compression set. From the research results, it was found that ebonite rubber has a high hardness value, making it effective for bearing vertical loads. Abstrak Indonesia merupakan salah satu kawasan yang dilewati oleh jalur ring of fire dimana jalur tersebut menunjukkan intensitas gempa yang tinggi dan berdampak pada kerusakan gedung hingga menimbulkan korban jiwa. Upaya untuk mengurangi dampak gempa bumi yaitu dengan menerapkan  penggunaan sistem isolasi dasar pada bangunan. Salah satu bahan pembentuk sistem isolasi dasar adalah karet alamada penelitian ini karet alam akan ditukar dengan karet ebonit dengan tujuan untuk mengetahui efektivitas karet ebonit bila digunakan sebagai bahan dasar sistem isolasi dasar. Formulasi karet ebonit yang digunakan merupakan hasil pengembangan dari formulasi karet alam yang sudah diteliti sebelumnya. Adapun bahan yang dicampurkan sebagai pembentuk karet ebonit yaitu karet alam (SIR 20), ZnO, Stearic Acid, Sulfur, CBS, TMTD, Carbon N330, Minarex, Antilux, Ionol, TMQ, Antioxidant (6-PPD), dan Aktiplast. Formulasi tersebut akan membentuk karet ebonit dan kemudian dilakukan pengujian sifat mekanik yaitu kekerasan, kuat tarik, perpanjangan putus, dan perubahan volume untuk mengetahui kemampuan karet ebonit sebagai pengganti bahan dasar karet alam. Didapati bahwa karet ebonit memiliki hasil pengujian yaitu kekerasan 88 shore A, kuat tarik 14,6 Mpa, perpanjangan putus 70%, dan perubahan volume 91,08%. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa karet ebonit memiliki nilai kekerasan dan kuat tarik yang baik, serta dapat menahan perpanjangan atau regangan sebelum putus hingga 70% sehingga dapat tarik kesimpulan bahwa karet ebonit efektif bila dijadikan bahan dasar dalam sistem isolasi dasar.
ANALISIS PERBANDINGAN KELAYAKAN INVESTASI PEMBANGUNAN APARTEMEN X DI TANGERANG, BANTEN Yudistira, Randy; Pranoto, Wati Asriningsih; Setiadi, Mark
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 3, Agustus 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i3.32701

Abstract

This study analyses the investment feasibility of building Apartment X in Alam Sutera, Tangerang, by comparing two scenarios, namely direct apartment construction and gradual apartment construction, in the context of the impact of the Covid-19 pandemic. The methods used are Net Present Value (NPV) and Internal Rate of Return (IRR) to evaluate the potential benefits of both approaches. The data analysed includes development costs, sales of residential units, building operating costs, as well as revenue from environmental management fees (IPL) for residential areas and commercial shops, commercial shop rents and so on. The results show that the direct development scenario produces an NPV value of IDR 87,860,840,681 with an IRR value of 13.08%, while the phased development scenario produces a higher NPV value of IDR 112,893,521,357 with an IRR of 14.51%. Both scenarios fulfil the investment feasibility criteria because the resulting NPV value is greater than Rp 0, and the IRR value is also higher than the MARR set at 10%. Furthermore, investment in apartment X project is feasible to be implemented both directly and in stages, but gradual development provides more optimal and more profitable results compared to direct development. This study provides important insights for property developers in determining the right investment strategy in the post-pandemic economic conditions. Abstrak Penelitian ini menganalisis kelayakan investasi pembangunan Apartemen X di Alam Sutera, Tangerang, dengan membandingkan dua skenario yaitu pembangunan apartemen secara langsung dan pembangunan apartemen secara bertahap, dalam konteks dampak pandemi Covid-19. Metode yang digunakan adalah Net Present Value (NPV) dan Internal Rate of Return (IRR) untuk mengevaluasi potensi keuntungan dari kedua pendekatan. Data yang dianalisis mencakup biaya pembangunan, penjualan unit residensial, biaya operasional gedung, serta penerimaan dari iuran pengelolaan lingkungan (IPL) area residensial dan toko komersial, sewa toko komersial dan lain sebagainya. Hasil menunjukkan bahwa skenario pembangunan secara langsung menghasilkan nilai NPV sebesar Rp 87.860.840.681 dengan nilai IRR 13,08%, sedangkan skenario pembangunan secara bertahap menghasilkan nilai NPV yang lebih tinggi, yaitu Rp 112.893.521.357 dengan IRR 14,51%. Kedua skenario memenuhi kriteria kelayakan investasi karena nilai NPV yang dihasilkan lebih besar dari Rp 0, dan nilai IRR juga lebih tinggi daripada MARR yang ditetapkan sebesar 10%. Selanjutnya investasi pada proyek apartemen X layak untuk dilaksanakan baik secara langsung maupun bertahap, tetapi pembangunan bertahap memberikan hasil yang lebih optimal dan lebih menguntungkan dibandingkan dengan pembangunan secara langsung. Studi ini memberikan wawasan penting bagi pengembang properti dalam menentukan strategi investasi yang tepat dalam kondisi ekonomi pasca-pandemi.
ANALISIS KEBUTUHAN LAHAN PARKIR UNTUK RENCANA PEMBANGUNAN GEDUNG PARKIR DI WILAYAH SANTERA DELAPONTE Isa, Mochamad Anas Ataroqy; Winanda, Lila Ayu Ratna; Wijayaningtyas, Maranatha
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 3, Agustus 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i3.33276

Abstract

The construction of a parking building in the Santerra de Laponte tourism area requires a comprehensive analysis of parking needs and visitor behavior to ensure adequate facilities. This study is a case study using a quantitative approach, conducted through direct field surveys. The analysis includes daily parking volume, average parking duration, parking capacity, design effectiveness, and future parking demand projections. The results show that the parking building is designed with three floors on a 4,225 m² plot, capable of accommodating a total of 1,052 light vehicles. A double-sided parking layout with a 90° angle is implemented to enhance capacity and vehicle circulation efficiency. The peak parking volume occurs between 13:00 and 14:00, with 86 cars and 305 motorcycles. The average parking duration is 1.904 hours for cars and 1.669 hours for motorcycles. The building's maximum capacity can handle up to 400 cars per hour with an effective capacity of 118 vehicles, and 1,502 motorcycles per hour with an effective capacity of 871 vehicles. It is expected that this parking facility will support the development of the tourism sector without parking-related issues, while also improving comfort and accessibility for visitors. Abstrak Pembangunan gedung parkir di kawasan wisata Santerra de Laponte membutuhkan analisis komprehensif terkait kebutuhan parkir dan pola perilaku pengunjung guna memastikan fasilitas yang tersedia memadai. Penelitian ini merupakan studi kasus dengan pendekatan kuantitatif yang dilakukan melalui survei langsung di lapangan. Analisis mencakup volume parkir harian, rata-rata durasi parkir, kapasitas parkir, efektivitas desain, serta proyeksi kebutuhan parkir di masa depan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gedung parkir dirancang tiga lantai di atas lahan seluas 4.225 m² dan mampu menampung total 1.052 kendaraan ringan. Sistem parkir yang diterapkan adalah pola dua sisi dengan sudut 90° untuk meningkatkan kapasitas dan efisiensi sirkulasi kendaraan. Volume parkir tertinggi tercatat pada pukul 13.00–14.00 dengan jumlah 86 mobil dan 305 sepeda motor. Rata-rata durasi parkir mencapai 1,904 jam untuk mobil dan 1,669 jam untuk sepeda motor. Kapasitas maksimum gedung parkir dapat menampung hingga 400 mobil per jam dengan kapasitas efektif 118 kendaraan, serta 1.502 sepeda motor per jam dengan kapasitas efektif 871 kendaraan. Diharapkan, gedung parkir ini dapat menunjang pengembangan sektor pariwisata tanpa terhambat oleh permasalahan parkir, serta meningkatkan kenyamanan dan aksesibilitas bagi pengunjung.
ANALISIS STABILITAS DINDING PENAHAN TANAH TIPE MECHANICALLY STABILIZED EARTH (MSE) PADA JALAN LAYANG BANTAIAN SUMATERA SELATAN Ansori, Erwin; Gofar, Nurly
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 3, Agustus 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i3.33489

Abstract

Mechanically Stabilized Earth (MSE) walls are an effective solution for improving the stability of vertical slope in civil infrastructure projects. This study aims to back-calculate the external and internal stability of MSE walls constructed behind the elevated part of a Flyover Bantaian in Muara Enim Regency, South Sumatra. Subsequently, the optimum design was proposed in terms of the required tensile strength and pull-out resistance of the reinforcement.  Analytical and numerical analyses were adopted in this study. The results indicate that the MSE wall is safe against both external and internal failures under both static and seismic loads. The obtained safety factors comply with the SNI 8460-2017 standard. The MSE wall used geogrids with an initial tensile strength (Tu) of 100 kN/m as reinforcement. However, this study suggested that the minimum required tensile strength of the geogrid is 38.79 kN/m. This study contributes to optimizing design and reinforcement material selection to enhance the efficiency and safety of MSE wall structures. Abstrak Dinding penahan Mechanically Stabilized Earth (MSE) merupakan solusi efektif untuk meningkatkan stabilitas timbunan tanah pada proyek infrastruktur sipil. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung kembali stabilitas eksternal dan internal dinding MSE yang dibangun di belakang bagian yang ditinggikan pada jalan layang Bantaian di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Selanjutnya desain optimum diusulkan dalam hal kekuatan tarik dan ketahanan terhadap cabutan (pull-out) bahan perkuatan. Analisis analitis dan numerik diadopsi dalam penelitian ini. Hasilnya menunjukkan bahwa dinding MSE aman terhadap kegagalan eksternal dan internal, baik di bawah beban statis maupun seismik. Faktor keamanan yang diperoleh mematuhi standar SNI 8460-2017. Dalam hal ini, dinding MSE menggunakan geogrid dengan kekuatan Tarik awal (Tu) 100 kN/m sebagai perkuatan. Namun, penelitian ini menunjukkan bahwa geogrid dengan kekuatan tarik minimum 38,79 kN/m cukup untuk digunakan sebagai perkuatan.  Penelitian ini berkontribusi untuk optimasi desain dan mengusulkan disain yang lebih optimal dari segi kekuatan tulangan atau geogrid namun tetap menjaga keamanan struktur dinding MSE.
STUDI EKSPERIMENTAL PENGARUH RASIO TULANGAN LENTUR TERHADAP MEKANISME KERUNTUHAN BALOK BETON BERTULANG Wahid, Muhammad Ishomuddin; Saputra, Elvis; Yachya, Muchamad Amirul
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 3, Agustus 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i3.33599

Abstract

Reinforced concrete is a composite material that utilizes concrete and steel to resist tensile and flexural forces. However, the reinforcement ratio used in reinforced concrete beams significantly affects the strength, deformation, and failure patterns of the structure. This study aims to analyze the influence of reinforcement ratio on the failure behavior of reinforced concrete beams under under-reinforced, balanced-reinforced, and over-reinforced conditions. The research was conducted through laboratory experiments involving flexural testing on beams with varying reinforcement ratios. Each beam was tested using a two-point loading method to evaluate the load-deflection relationship and observe crack patterns during the testing process. Data analysis was carried out by comparing the failure behavior among the three reinforcement conditions to determine how the reinforcement ratio affects structural failure. The results showed that over-reinforced beams tended to experience more rapid and significant shear failure, exhibiting brittle behavior. Balanced-reinforced beams showed a more balanced occurrence of shear and flexural cracks, but the dominant failure mechanism remained shear. Meanwhile, under-reinforced beams experienced earlier failure, but with a more ductile behavior and a flexural failure mode. These findings emphasize that the selection of flexural reinforcement ratio should consider the balance between flexural and shear capacity, ductility, and the expected failure mechanism to ensure good structural performance under extreme loading. Abstrak Beton bertulang merupakan material komposit yang memanfaatkan beton dan baja tulangan untuk menahan gaya tarik dan lentur. Namun, rasio tulangan yang digunakan pada balok beton bertulang sangat memengaruhi kekuatan, deformasi, dan pola keruntuhan struktur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh rasio tulangan terhadap perilaku keruntuhan pada balok beton bertulang dalam kondisi under reinforced, balanced reinforced, dan over reinforced. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimen laboratorium dengan pengujian lentur pada balok beton bertulang dengan rasio tulangan yang bervariasi. Setiap balok diuji menggunakan metode pembebanan 2 titik untuk mengevaluasi hubungan antara beban dan lendutan, serta mengamati pola retak yang muncul selama proses pengujian. Analisis data dilakukan dengan membandingkan perilaku keruntuhan pada ketiga kondisi penulangan, guna menentukan bagaimana rasio tulangan memengaruhi kegagalan struktural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa balok over reinforced cenderung mengalami keruntuhan geser yang lebih cepat dan signifikan, sehingga perilaku yang terjadi yaitu getas. Balok balance reinforced  mengalami retak geser dan lentur yang lebih seimbang, namun mekanisme keruntuhannya tetap didominasi oleh geser. Sementara itu, balok under reinforced mengalami kerusakan yang lebih dini tetapi sifat keruntuhan yang lebih daktail dan keruntuhannya berupa lentur. Temuan ini menegaskan bahwa pemilihan rasio tulangan lentur harus mempertimbangkan keseimbangan antara kapasitas lentur dan kapasitas geser, daktilitas, serta mekanisme keruntuhan yang diharapkan agar struktur memiliki kinerja yang baik saat menerima beban ekstrem.
INVESTIGASI PEMANFAATAN LIMBAH BATU DAN SERBUK MARMER SEBAGAI SUBSTITUSI AGREGAT PADA PERKERASAN KAKU M. Sa'dillah; Arifianto, Andy Kristafi; Oktaviastuti, Blima; Jemadun, Rosita Oktavia
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 3, Agustus 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i3.33671

Abstract

Natural resources such as fine and coarse aggregates eventually deplete and are irreplaceable. Therefore, the materials needed to replace aggregates in rigid pavements with marble and stone powder are different. The purpose of this study was to determine the compressive strength and flexural strength of concrete at the ages of seven and twenty-eight days. This study used a quantitative experimental research design. The test objects were reinforced concrete slabs measuring 50 x 12 x 120 with variations of 0%, 15%, 25%, and 35%, as well as cylinders measuring 15 cm and 30 cm. The most ideal value for the compressive strength of used marble powder over a period of 28 days is 15%; the most ideal value for used marble stone is 25%; and only a variation of 0% meets the intended parameters for the combination of used stone and powder. The results of the compressive strength test conducted on marble powder waste concrete, marble stone waste, and a combination of stone waste and powder over a seven-day period did not meet the planned requirements. The flexural strength tests on ordinary concrete yielded deflections of 25% (4.26), 0% (3.93), and 25% (4.71), respectively, using marble powder waste, marble stone, and a combination of stone and powder with maximum load. Abstrak Agregat halus dan kasar merupakan contoh sumber daya alam yang pada akhirnya akan habis dan tidak dapat digantikan. Oleh karena itu, material yang dibutuhkan untuk mengganti agregat pada perkerasan kaku dengan bubuk marmer dan batu berbeda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kuat tekan dan kuat lentur beton pada umur tujuh dan dua puluh delapan hari. Penelitian ini menggunakan desain penelitian eksperimental yang bersifat kuantitatif. Benda uji berupa pelat beton bertulang berukuran 50 x 12 x 120 dengan variasi 0%, 15%, 25%, dan 35%, serta silinder berukuran 15 cm dan 30 cm. Nilai paling ideal untuk kuat tekan bubuk marmer bekas selama periode 28 hari adalah 15%; nilai paling ideal untuk batu marmer bekas adalah 25%; dan hanya variasi 0% yang memenuhi parameter yang dimaksudkan untuk kombinasi batu bekas dan bubuk. Hasil pengujian kuat tekan beton limbah serbuk marmer, limbah batu marmer, dan campuran limbah batu dan serbuk selama tujuh hari tidak memenuhi persyaratan yang direncanakan. Dengan menggunakan limbah serbuk marmer, batu marmer, dan kombinasi batu dan serbuk dengan beban maksimum, diperoleh hasil pengujian kuat lentur pada beton biasa, dengan lendutan masing-masing bervariasi sebesar 25% (4,26), 0% (3,93), dan 25% (4,71).
PERENCANAAN SEAWALL MODIFIKASI POLDER BERBASIS SELF-CLOSING FLOOD BARRIER DAN SMART WATER SQUARES PADA KAWASAN PESISIR Aziz, Hafif Ahmad Abdul; Putri, Laura Angelina Aprilianta Eka; Setiawan, Wendik; Dewi, Vita Ayu Kusuma; Dewi, Mega Septia Sarda
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 3, Agustus 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i3.33820

Abstract

Global climate change, rising temperatures, and rising sea levels are major challenges today. Based on data from the WMO and European Union climate monitors, global temperatures have exceeded the 1.5°C threshold.  Without immediate action, the impacts of climate change in coastal areas will become increasingly difficult to address, threatening the well-being of future generations. The IPCC report (2021) predicts a sea level rise of 0.29 to 0.59 meters by 2100, which will impact coastal areas, including Indonesia, with the potential for annual flash flooding by 2050. This research aims to develop innovative solutions to overcome the impact of sea level rise due to glacier melting, namely in the form of planning and Seawall design analysis with modification of polder based on self-closing flood barriers and smart water squares. The method used is research & development with Stanford's design-thinking approach, which includes analyze, define, design, implementation, and evaluation. The result is the planning and design of Seawall ideas with modifications of polder based on self-closing flood barriers and smart water squares. The system combines automatic flood closure gate technology and design for water intake, recreation, and stormwater management, to improve the protection, sustainability of ecosystems, and the quality of life of coastal communities. This research is expected to overcome the impact of sea level rise and tidal flooding, as well as strengthen resilience to climate change in coastal areas. Abstrak Perubahan iklim global, peningkatan suhu, dan kenaikan permukaan air laut merupakan tantangan besar saat ini. Berdasarkan data WMO dan pemantau iklim Uni Eropa, suhu global telah melebihi ambang batas 1,5°C. Tanpa tindakan segera, dampak perubahan iklim di wilayah pesisir akan semakin sulit diatasi, mengancam kesejahteraan generasi mendatang. Laporan IPCC (2021) memperkirakan kenaikan permukaan laut 0,29 hingga 0,59 meter pada 2100, yang akan berdampak pada wilayah pesisir, termasuk Indonesia, dengan potensi banjir rob tahunan pada 2050. Penelitian ini bertujuan mengembangkan solusi inovatif untuk mengatasi dampak kenaikan permukaan air laut akibat pencairan gletser yakni berupa analisa perencanaan dan perancangan Seawall dengan modifikasi polder berbasis self-closing flood barrier dan smart water squares. Metode yang digunakan adalah research & development dengan pendekatan design-thinking Stanford, yang meliputi analyze, define, design, implementation, dan evaluation. Hasilnya adalah perencanaan dan perancangan gagasan Seawall dengan modifikasi polder berbasis self-closing flood barrier dan smart water squares. Sistem ini menggabungkan teknologi pintu penutup banjir otomatis dan desain untuk penyerapan air, rekreasi, serta pengelolaan air hujan, guna meningkatkan perlindungan, keberlanjutan ekosistem, dan kualitas hidup masyarakat pesisir. Penelitian ini diharapkan dapat mengatasi dampak kenaikan permukaan air laut dan banjir rob, serta memperkuat ketahanan terhadap perubahan iklim di wilayah pesisir.

Page 1 of 4 | Total Record : 40