cover
Contact Name
Widodo Kushartomo
Contact Email
widodokushartomo@gmail.com
Phone
+628176869150
Journal Mail Official
jmts@untar.ac.id
Editorial Address
Jl. Letjen S. Parman No. 1, Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 2622545X     DOI : http://dx.doi.org/10.24912/jmts
Core Subject : Engineering,
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil dikelola oleh Program Studi Sarjana Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara. JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil merupakan media publikasi hasil penelitian dan studi ilmiah dalam bidang Teknik Sipil yang diterbitkan 4 kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November. Jurnal ini terbit pertama kali pada 1 Agustus 2018.
Articles 861 Documents
ANALISIS KESELAMATAN PADA PERLINTASAN SEBIDANG NO. 46 JL. KH. AHMAD DAHLAN JAKARTA TIMUR Firdausia Insani Kamila; Daniel Christianto; Hokbyan R. S. Angkat
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 6, Nomor 3, Agustus 2023
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v6i3.24909

Abstract

Jalur perlintasan langsung (JPL) adalah jalur pertemuan antara rel kereta api dengan jalan raya. Salah satu contohnya yaitu di lokasi JPL 46, Jl. KH. Ahmad Dahlan, Jakarta Timur yang dijaga oleh petugas resmi Penjaga Jalan Lintasan (PJL) dikarenakan JPL 46 selalu ramai dan padat sehingga memungkinkan terjadinya kemacetan ataupun kecelakaan di perlintasan tersebut. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode survei langsung pada lalu lintas di JPL 46 menggunakan form penilaian yang sudah tersedia. Penelitian ini bermaksud untuk menganalisis perlintasan sebidang dan berupaya untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan ataupun pengendara yang melintas di JPL 46. Hasil analisis membuktikan bahwa kelengkapan fasilitas jalan di JPL 46 tidak sesuai dengan pedoman teknis perlintasan sebidang, kondisi geometrik jalan sudah cukup sesuai dengan pedoman teknis perlintasan sebidang, kondisi perkerasan sangat baik, volume lalu lintas JPL 46 dapat dikategorikan tidak aman dan perlu dilakukan peningkatan dengan membuat perlintasan menjadi tidak sebidang, perilaku pengguna jalan kurang disiplin dan mengabaikan peraturan yang ada, serta hasil analisis risiko menggunakan metode HIRARC membuktikan bahwa tingkat kedispilinan pengguna jalan yang sangat rendah yang memungkinkan untuk terjadinya potensi kecelakaan lalu lintas seperti tertabrak/tersambar oleh kereta api atau dengan sesama kendaraan. Level crossing is a meeting point between railroad and highway. One example is at the location of JPL 46, Jl. KH. Ahmad Dahlan, East Jakarta which is guarded by an official Crossing Guard (PJL) because JPL 46 is always crowded and congested so that it allows congestion or accidents level crossing. This research was conducted using a direct survey method on traffic at JPL 46 using assessment form. This study intends to analyze level crossing and attempt to improve safety of road users at JPL 46. The results of analysis prove the completeness of road facilities at JPL 46 is not in accordance with technical guidelines for level crossing, the geometric condition of the road is quite in accordance with technical guidelines for level crossings, the pavement condition is very good, the traffic volume of JPL 46 can be categorized as unsafe and needs to be improved by making non-crossing level, the behavior of road users is less disciplined and ignores existing regulations, and the results of risk analysis using HIRARC method prove that the level of discipline of road users is very low which allows potential for traffic accidents such as being hit/struck by trains or by fellow vehicles.
PENINJAUAN SISTEM POLDER GROGOL DALAM MENGHADAPI BANJIR Vittorio Kurniawan; Wati Asriningsih Pranoto; Fernando Putra Ongga
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 6, Nomor 3, Agustus 2023
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v6i3.25025

Abstract

Floods that often occur due to high rainfall inflicts social problems and other social impacts on the community. Therefore. a capable drainage system is necessary which comprises drainage channels with adequate capacities as well as pumps with sufficient capacities and operational rules. The study focuses on hydrological and hydraulical analysis on the system of Polder Grogol, West Jakarta. The estimation of design flood discharge employs Soil Conservation Service method with 5 years return period for Semeru and Makaliwe channels. The results of hydraulical analysis shows both channels are still adequate in draining design flood discharge. However, the existing pumping system is no longer sufficient to keep the reservoir’s water level below the bottom of reservoir’s inlet channel. There are several options to lower the reservoir water level. In this study, the approach is to add a new pump with the capacity of 0,25 m3/s wihout changing the formation of existing pumps. The analysis results reveals the additional pump manages to lower the reservoir water level below the targeted elevation.
Redaksi Vol. 6 No. 3 Arif Sandjaya
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 6, Nomor 3, Agustus 2023
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v6i3.26173

Abstract

Kata Pengantar Vol. 6 No. 3 Arif Sandjaya
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 6, Nomor 3, Agustus 2023
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v6i3.26177

Abstract

Daftar Isi Vol. 6 No. 3 Arif Sandjaya
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 6, Nomor 3, Agustus 2023
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v6i3.26179

Abstract

KARAKTERISTIK MARSHALL CAMPURAN STONE MASTIC ASPHALT DENGAN PENGGUNAAN FIBER MESH SEBAGAI BAHAN TAMBAH Alkam, Rani Bastari; Bulgis, Bulgis
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 6, Nomor 4, November 2023
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v6i4.21601

Abstract

Bahan tambah penstabil merupakan material yang dibutuhkan dalam komposisi campuran stone mastic asphalt yang berperan meningkatkan sifat kohesi antar material dalam campuran. Bahan tambah fiber mesh telah diuji pada campuran beton yang terbukti dapat meningkatkan kinerja mekanis beton namun belum dicobakan pada campuran beraspal khususnya SMA. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik Marshall campuran SMA dengan fiber mesh sebagai bahan tambah. Pengujian eksperimental di laboratorium dilakukan untuk mengetahui parameter Marshall campuran yang ditambahkan fiber mesh dengan variasi kadar berat dan panjang. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan fiber mesh berpengaruh secara tidak signifikan terhadap karakteristik Marshall campuran yaitu meningkatkan density, menurunkan VIM dan VMA, dan meningkatkan nilai VFA. Dengan penambahan fiber mesh, nilai stabilitas dan MQ meningkat sampai pada batas optimum lalu kembali menurun hingga nilai yang lebih kecil dari nilai stabilitas dan MQ sampel tanpa fiber mesh. Kadar fiber mesh terbaik yaitu variasi panjang 0,36 cm sebanyak 0,3% dari total berat campuran yang mampu meningkatkan 6% nilai stabilitas dan koefisien Marshall sampel tanpa fiber mesh. Namun, tidak ada satupun variasi yang menghasilkan campuran yang memenuhi spesifikasi stabilitas SMA modifikasi yaitu minimum 750 kg. Nilai stabilitas tertinggi yang diperoleh yaitu 737,916 kg pada kadar fiber mesh optimum.
KINERJA OJEK ONLINE DAN KONVENSIONAL DI KOTA KENDARI Soeparyanto, Try Sugiyarto; Royani, Waode; Arsyad, La Ode Muhammad Nurrakhmad; Statiswaty
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 6, Nomor 4, November 2023
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v6i4.23857

Abstract

This study aims to measure the performance of two-wheeled public transportation, online and conventional motorcycle taxis. Snowballing technology penetrates the transportation sector and provides convenience and flexibility at users' fingertips. Users are faced with a choice of online and conventional transportation that still survives today. Using the perception assessment approach, the Customer Satisfaction Index (CSI) and Importance Performance Analysis (IPA) methods use a Likert rating scale for users who use online motorcycle taxis and conventional motorcycle taxis. There are five variables: Tangible, Reliability, Responsiveness, Assurance, and Empathy. The results show that CSI for online motorcycle taxis has a value of Very Satisfied to Satisfied. In contrast, for conventional motorcycle taxis, there is a variable with a value of Very Dissatisfied, namely Reliability, and Assurance has a value of Fairly Satisfied. Other than that, it's worth Very Satisfying. The IPA method describes these variables into 56 attributes, detailed in 11 attributes in Quadrant I, namely the Top Priority category, and 17 attributes in Quadrant II, namely Maintain Achievement. The others are included in Quadrants III and IV with low importance. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kinerja angkutan umum roda dua, ojek online dan konvensional. Penggunaan teknologi yang berkembang pesat merambah hingga ke sektor transportasi dan memberikan kemudahan serta fleksibilitas di ujung jari pengguna. Pengguna dihadapkan dengan pilihan akan transportasi online maupun konvensional yang masih bertahan hingga kini. Dengan pendekatan penilaian persepsi metode Customer Satisfaction Index (CSI) dan Importance Performance Analysis (IPA) menggunakan skala penilaian Likert terhadap masyarakat pengguna yang menggunakan ojek online dan ojek konvensional. Terdapat 5 variabel yaitu: Tangible, Reliability, Responsiveness, Assurance, dan Empathy. Hasil menunjukkan bahwa CSI untuk ojek online bernilai Sangat Puas hingga Puas, sedangkan untuk ojek konvensional terdapat variabel yang bernilai Sangat Tidak Puas yaitu Reliability, dan Assurance bernilai Cukup Puas. Selain itu bernilai Sangat Puas. Metode IPA menjabarkan variabel tersebut ke dalam 56 atribut, yang terinci pada 11 atribut dalam Kuadran I yaitu kategori Prioritas Utama, 17 atribut dalam Kuadran II yaitu Pertahankan Prestasi. Adapun lainnya masuk dalam Kuadran III dan IV dengan kepentingan rendah.
PENGARUH PENAMBAHAN GETAH KARET TERHADAP STABILITAS NILAI MARSHALL PADA CAMPURAN ASPAL (AC-WC) Yanti, Alfina Trisman; Masthura, Lely; Basrin, Defry
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 1, Februari 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v7i1.24459

Abstract

Rubber prices decreased as a result of the reduction in local rubber prices. One method to keep rubber prices stable is to use natural rubber in the infrastructure sector, especially as a second ingredient in asphalt (rubber asphalt). For paving roads, this material with rubber latex added is highly recommended, especially in Indonesia, one of the major producers of rubber. This the study is set out to measure the Marshall characteristic value of rubber latex applied to AC-WC 60/70 mixed sticks that comply with 2018 Bina Marga requirements as well as the impact of employing rubber latex as an asphalt replacement material. 2018 Bina Marga requirements and the use of rubber latex as a substitute for asphalt. The rubber latex samples used in this research technique were added to an asphalt mixture with an optimal asphalt concentration of 5.96%. The rubber latex samples ranged in percentage from 5% to 12%. Based on the experimental findings, it is known that the effect of adding rubber latex as an asphalt replacement material that achieves the best results and meets the 2018 Bina Marga specifications is the addition of rubber latex with a content of 5%, which includes a density value of 2,203 gr/ml, stability 1215.55 kg, flow 2.35 mm, VIM 8.838%, VMA 19.907%, and other values.VFB 54.95%. Abstrak Harga Karet mengalami penurunan sebagai akibat dari penurunan harga Karet lokal. Salah satu cara untuk menjaga kestabilan harga karet adalah dengan menggunakan karet alam di sektor infrastruktur, khususnya sebagai bahan kedua aspal (karet aspal). Untuk pengaspalan jalan, bahan dengan tambahan lateks karet ini sangat direkomendasikan, terutama di Indonesia yang merupakan salah satu penghasil utama karet. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur nilai karakteristik Marshall lateks karet yang diaplikasikan pada stik campuran AC-WC 60/70 yang memenuhi persyaratan Bina Marga 2018 serta dampak penggunaan lateks karet sebagai bahan pengganti aspal pada Bina Marga 2018 persyaratan dan untuk menilai dampak penggunaan getah karet sebagai pengganti aspal dalam. Sampel lateks karet yang digunakan dalam teknik penelitian ini ditambahkan ke dalam campuran aspal dengan konsentrasi aspal optimal 5,96%. Sampel getah karet berkisar persentase dari 5% sampai 12%. Berdasarkan hasil percobaan diketahui pengaruh penambahan lateks karet sebagai bahan pengganti aspal yang mencapai hasil terbaik dan memenuhi spesifikasi Bina Marga 2018 adalah penambahan lateks karet dengan kadar 5% yang meliputi berat jenis nilai 2.203 gr/ml, stabilitas 1215,55 kg, flow 2,35 mm, VIM 8,838%, VMA 19,907%, dan nilai lainnya. VFB 54,95%.
ANALISIS PERBANDINGAN PENURUNAN TERHADAP DAYA DUKUNG FONDASI TIANG PADA TANAH EKSPANSIF DI KARAWANG JAWA BARAT Lai, Jason Lai Wijaya; Wijaya, Hendy; Yuwono, Amelia
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 6, Nomor 4, November 2023
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v6i4.24694

Abstract

The bearing capacity of a foundation is one of the factors in calculating the design of a structure. The calculation for bearing capacity and settlement is controlled by the characteristics of the soil. Expansive soil is a type of soil where it has a drastic swelling and shrinking characteristics based water content contained inside. This journal will discuss one of the factory construction projects located in Karawang, West Java. The foundation is of spun concrete pile with a diameter of 35 cm. Soil data testing consisted of 12 borelog tests, 38 cpt tests, and 24 laboratory tests. Calculation of bearing capacity used are of six methods. Two methods are used for settlement calculation. Results of theoretical calculations will be compared with results from Pile Driving Analyzer (PDA). The difference in settlement calculation based on semi-empirical method is 0.02% for W-1288 pile, and 2.39% for W-1623 pile. As for the Davisson method, the difference in settlement calculations is 20.02% for W-1288 pile, and 13.82% for W-1623 pile. The comparison between the relationship of ultimate bearing capacity (RMX) and maximum settlement value (DMX) has no correlation because of the different factors that differ in soil characteristics on each tested pile. Abstrak Daya dukung sebuah fondasi adalah salah satu faktor dalam perhitungan desain pembangunan sebuah struktur. Faktor perhitungan daya dukung dan penurunan tanah dikendalikan oleh karakteristik tanah yang tersedia. Tanah ekspansif adalah salah satu macam tanah dimana tanah tersebut memiliki karakteristik kembang dan susut yang drastis berdasarkan kadar air yang terkandung didalamnya. Jurnal ini akan membahasa salah satu proyek pembangunan pabrik yang terletak di Karawang, Jawa Barat. Fondasi yang diperhitungkan dan dibangunan adalah fondasi tiang pancang beton spun dengan ukuran diameter 35cm. Pengujian data tanah berupa 12 uji borelog, 38 uji sondir, serta 24 uji sampel laboratorium. Perhitungan daya dukung fondasi akan menggunakan enam metode dalam perhitungan. Perhitungan penurunan akan menggunakan dua metode yakni metode semi-empiris dan metode Davisson. Hasil perhitungan teoritis akan dibandingkan dengan hasil pengujian fondasi dengan sistem Pile Driving Analyzer (PDA). Perbedaan perhitungan penurunan berdasarkan metode semi–empiris adalah 0,02% untuk tiang W-1288, dan 2,39% untuk tiang W-1623. Sedangkan untuk metode Davisson, perbedaan perhitungan penurunan adalah 20,02% untuk tiang W-1288, dan 13,82% untuk tiang W-1623. Selanjutnya, perbandingan antara hubungan nilai daya dukung ultimit (RMX) terhadap nilai penurunan maksimum (DMX) tidak memiliki korelasi dikarenakan terdapat faktor perbedaan parameter tanah pada setiap tiang yang diuji.
PENDAPAT PENGGUNA JALAN TOL JABODETABEK TENTANG MULTI LANE FREE FLOW Sunartio, Victoria; Putranto, Leksmono Suryo
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 6, Nomor 4, November 2023
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v6i3.24848

Abstract

With the toll road, people's mobility becomes easier. The large number of people using toll roads makes the number of vehicles increase. This often causes congestion that occurs when approaching the toll booth, this congestion occurs because the capacity of vehicles arriving exceeds the service capacity of the toll gate. MLFF is a technology that allows toll road drivers to pay without stopping at toll booths. This study aims to find out the public's perception if the toll payment system changes to the MLFF payment system and the success of MLFF if implemented on the Jabodetabek toll road. The research was compiled using literature studies and quantitative methods and data collection was carried out by distributing questionnaires to Jabodetabek toll road users. The results of the analysis show that the majority of toll road users agree if MLFF is implemented on Jabodetabek Toll Roads and agree on the opinion that implementing MLFF can reduce congestion that occurs when approaching the toll gate. However, the transition process will require good socialization from the government and public acceptance of this new payment system. Dengan adanya jalan tol mobilitas masyarakat menjadi semakin mudah. Banyaknya masyarakat yang menggunakan jalan tol membuat jumlah kendaraan yang melalui jalan tol semakin banyak. Hal ini sering menyebabkan kemacetan yang terjadi ketika mendekati pintu tol, kemacetan ini terjadi karena kapasitas kendaraan yang datang melebihi kapasitas pelayanan pintu tol. MLFF merupakan suatu teknologi yang memungkinkan pengendara jalan tol membayar tanpa berhenti di pintu tol. Penelitian ini, bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat apabila sistem pembayaran tol berubah menjadi sistem pembayaran MLFF dan keberhasilan MLFF jika diterapkan di tol Jabodetabek. Penelitian disusun dengan menggunakan studi literatur dan metode kuantitatif dan perolehan data dilakukan dengan penyebaran kuesioner kepada pengguna jalan tol Jabodetabek. Hasil analisis menunjukkan bahwa mayoritas pengguna jalan tol setuju apabila MLFF diterapkan di Tol Jabodetabek dan berpendapat bahwa dengan diterapkannya MLFF dapat mengurangi kemacetan yang terjadi saat mendekati pintu tol. Namun untuk proses peralihan akan diperlukan sosialisasi yang baik dari pemerintah dan penerimaan masyarakat akan sistem pembayaran baru ini.