cover
Contact Name
Widodo Kushartomo
Contact Email
widodokushartomo@gmail.com
Phone
+628176869150
Journal Mail Official
jmts@untar.ac.id
Editorial Address
Jl. Letjen S. Parman No. 1, Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 2622545X     DOI : http://dx.doi.org/10.24912/jmts
Core Subject : Engineering,
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil dikelola oleh Program Studi Sarjana Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara. JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil merupakan media publikasi hasil penelitian dan studi ilmiah dalam bidang Teknik Sipil yang diterbitkan 4 kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November. Jurnal ini terbit pertama kali pada 1 Agustus 2018.
Articles 861 Documents
Redaksi Vol. 6 No. 4 Sandjaya, Arif
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 6, Nomor 4, November 2023
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daftar Isi Vol. 6 No. 4 Sandjaya, Arif
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 6, Nomor 4, November 2023
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

STUDI RASIONALISASI POS CURAH HUJAN SISTEM SUNGAI SEMARANG BARAT Setyaningsih, Theresia Puji; Wahyudi, Slamet Imam; Soedarsono, Soedarsono
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 2, Mei 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v7i2.27221

Abstract

Hydrological data is basic data in the design or planning of water structures. Hydrological data was taken from hydrological stations in the study area. In catchment area with a small number of stations, this will result in a greater error rate. Meanwhile, a large number of stations will of course incur large operational and maintenance costs. Therefore, rationalization studies are needed to obtain an effective and efficient stational network. This research was conducted on the West Semarang river system. In this research, data is needed, including rainfall stations and discharge or gauged stations data, and topographic data. The methods used are WMO, isohyet, stepwise and kagan. From the results of analysis it’s known that based on WMO method, the existing rainfall station network meets the criteria issued. The stepwise method analysis produces five rainfall stations that are effective and have an influence on the Kalipancur watershed. An effective rainfall station network based on the Kagan method requires 18 stations with a distance between stations of 5.13 km. In isohyet method, it can be seen that isohyet using the IDW method is closer to field conditions. From the results of the multi-criteria analysis, it can be seen that the recommendation for the rainfall station network in West Semarang River System is to maintain 7 rainfall stations, recommending 7 rainfall stations for closed or relocated, as well as adding 12 new rainfall stations at points kagan still empty. Abstrak Data hidrologi merupakan data dasar dalam desain atau perencanaan bangunan air. Data hidrologi diambil dari pos hujan yang ada pada wilayah studi. Pada DAS dengan jumlah pos sedikit, akan menghasilkan tingkat kesalahan yang lebih besar. Sedangkan jumlah pos yang besar, akan menimbulkan biaya operasional dan pemeliharaan yang besar pula. Oleh karena itu diperlukan studi rasionalisasi untuk memperoleh jaringan pos yang efektif dan efisien. Penelitian dilakukan pada Sistem Sungai Semarang Barat. Penelitian ini memerlukan data pos hujan dan pos debit, dan data topografi. Penelitian memakai metode WMO, isohyet, stepwise dan kagan. Dari hasil analisis berdasarkan metode WMO, jaringan pos hujan existing memenuhi kriteria yang dikeluarkan. Analisis metode stepwise menghasilkan lima pos hujan yang efektif dan berpengaruh terhadap DAS Pos Duga Air Kalipancur. Jaringan pos hujan yang efektif berdasarkan metode Kagan diperlukan sebanyak 18 stasiun dengan jarak antar stasiun 5,13 km. Pada metode isohyet dapat dilihat bahwa isohyet dengan metode IDW lebih mendekati kondisi lapangan. Dari hasil analisis multi kriteria dapat diketahui bahwa rekomendasi jaringan pos hujan di Sistem Sungai Semarang Barat adalah tetap mempertahankan 7 pos hujan, merekomendasikan 7 pos hujan untuk ditutup atau dipindah serta menambah 12 pos hujan baru pada titik simpul kagan yang masih kosong.
PENERAPAN AUDIT KESELAMATAN JALAN DAN METODE HIRARC UNTUK PENANGANAN LOKASI RAWAN KECELAKAAN Pembuain, Ardilson; Matitaputty, Vemara M.; Waas, Richrisna H.; Pellaupessy, Yesly
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 1, Februari 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v7i1.27325

Abstract

Traffic accidents can occur due to unsafe road infrastructure. It is because deficiencies in road infrastructure create the potential for traffic accidents. Jalan Captain Piere Tendean in Ambon City which was included in the category of accident-prone areas. This research aims to determine potential risk of road hazard and suggestions for improvements. AKJ was used to identify and describe potential road infrastructure hazards, then the HIRARC method was used to assess the magnitude of the risk of potential hazards and provide suggestions for handling these potential hazards. The results of the analysis showed that the risk of potential hazard on the Captain Piere Tendean road section of those that was considered high risk are trees and plants on the side of the road, visibility at intersections and road lighting. Apart from that, intersection alignments, pedestrians, parking, traffic signs and edge drainage was included in the medium risk category. Meanwhile, markings, safety fences and road surface damage were included in the low risk. Improving safety on Jalan Captain Piere Tendean will be done by addressing or improving the safety problems identified above. Treatment should be prioritized for problems with high, medium, and low risks respectively. Abstrak Kecelakaan lalu lintas dapat terjadi karena infrastruktur jalan yang tidak berkeselamatan. Hal tersebut dapat terjadi karena defisiensi infrastruktur jalan menimbulkan potensi terjadinya kecelakaan lalu lintas. Ruas Jalan Kapten Piere Tendean, Kota Ambon termasuk dalam kategori daerah rawan kecelakaan. AKJ digunakan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan potensi bahaya infrastruktur jalan kemudian metode HIRARC digunakan untuk menilai besar risiko potensi bahaya dan memberikan saran penanganan potensi bahaya tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa risiko potensi bahaya pada ruas jalan Kapten Piere Tendean dari yang termasuk risiko tinggi adalah pohon dan tanaman sisi jalan, jarak pandang pada simpang dan penerangan jalan. Selain itu, alinyemen simpang, pejalan kaki, parkir, rambu lalu lintas, dan drainase tepi termasuk dalam kategori risiko sedang. Sedangkan marka, pagar pengaman dan kerusakan permukaan jalan termasuk dalam risiko rendah. Peningkatan keselamatan pada ruas Jalan Kapten Piere Tendean dapat dilakukan dengan penanganan atau perbaikan terhadap permasalahan keselamatan yang telah diidentifikasi di atas. Penanganan sebaiknya diprioritaskan untuk permasalahan dengan risiko tinggi, sedang, dan rendah secara berturut-turut.
KETIDAKLENGKAPAN KONTRAK DAN SENGKETA KONSTRUKSI DI INDONESIA Laras Wati, Dian; Sarifudin, Firman; Waty, Mega
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 2, Mei 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v7i2.27338

Abstract

Construction disputes occur when there is a dispute between the Employer and the Service Provider because one party or both parties feel that their rights are not recognized or fulfilled in accordance with the contractual agreement. This research aims to determine the influence of factors that influence construction disputes on the occurrence of contract disputes in the construction sector. The research was conducted using 451 respondents using a questionnaire as a data collection tool. This research was analyzed using SEM PLS to determine the effect of variable The most common alternative method for resolving disputes is negotiation between the two disputing parties, however, dispute resolution is through a litigation dispute institution, namely the court. This is still a solution that is widely used by people in Indonesia. Abstrak  Sengketa konstruksi terjadi ketika adanya perselisihan antara Pemberi Tugas dan Penyedia Jasa karena salah satu pihak atau kedua belah pihak merasa bahwa hak-hak mereka tidak diakui atau tidak dipenuhi sesuai dengan kesepakatan kontrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor-faktor yang mempengaruhi sengketa konstruksi terhadap terjadinya perselisihan kontrak di bidang konstruksi. Penelitian yang dilakukan dengan menggunakan 451 responden menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data.  Penelitian ini dianalisis menggunakan SEM PLS  untuk mengetahui pengaruh variabel X terhadap Y. Hasil penelitian berhasil menggambarkan pengaruh antara ambiguitas kontrak, kecacatan kontrak, ketidakkonsistenan kontrak, dan kekurangan kontrak terhadap perselisihan konstruksi. Penyelesaian sengketa dengan cara alternatif yang paling banyak dilakukan adalah negosiasi antara dua belah pihak yang bersengketa, akan tetapi untuk penyelesaian sengketa melalui lembaga sengketa litigasi yaitu pengadilan. Hal ini masih menjadi penyelesaian yang banyak digunakan oleh masyarakat di Indonesia.
TANGGAPAN MASYARAKAT MENGENAI PENGARUH FAKTOR DEMOGRAFIS DAN GEOGRAFIS TERHADAP MODA TRANSPORTASI BISKITA TRANS PAKUAN Hendrawan, Filbert Manuel Prisya; Putranto, Leksmono Suryo
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 2, Mei 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v7i2.27877

Abstract

Transportation modes play an important role in urban mobility and people's quality of life. BisKita Trans Pakuan, as an alternative public transportation in Bogor City, has become the focus of public attention. This research aims to analyze the public's response to the BisKita Trans Pakuan transportation mode by considering demographic factors (such as the age, gender, occupation, and income) and geographic (such as the location of residence, distance from the bus stop, and availability of infrastructure) influencing perceptions of the BisKita Trans Pakuan transportation mode in Bogor City. This research uses data from 150 respondents through a questionnaire distributed to Bogor City residents online, to identify significant differences in community responses based on demographic and geographic factors. Moda transportasi berperan penting dalam mobilitas perkotaan dan kualitas hidup masyarakat. BisKita Trans Pakuan, sebagai satu diantara Solusi transportasi umum di Kota Bogor, telah menjadi fokus perhatian masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tanggapan masyarakat terhadap moda transportasi BisKita Trans Pakuan dengan mempertimbangkan faktor demografis (seperti umur, genre, profesi dan penghasilan) dan geografis (seperti lokasi tempat tinggal, jarak dari halte, dan ketersediaan infrastruktur) mempengaruhi persepsi moda transportasi BisKita Trans Pakuan di Kota Bogor. Kajian ini memakai data dari 150 responden melalui angket yang disebar kepada penduduk Kota Bogor secara daring, untuk mengidentifikasi perbedaan signifikan mengenai tanggapan masyarakat berdasarkan faktor demografis dan geografis.
FAKTOR-FAKTOR PENGHAMBAT PENGGUNAAN SEPEDA DI DAERAH GROGOL Ricardo, Ricardo; Putranto, Leksmono Suryo
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 2, Mei 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v7i2.27886

Abstract

This research aims to explore the factors inhibiting the use of sustainable transportation, particularly bicycles, in the Grogol Region. In the context of sustainable urban development, transportation plays a crucial role, and bicycle use has been identified as a potential solution to reduce the negative impacts of conventional transportation. However, bicycle usage in many areas remains limited and faces complex barriers. This study will delve into factors such as bicycle infrastructure conditions, risk perceptions, travel distance, as well as the cultural and social norms that influence individual decisions to use bicycles. In the context of the Grogol Region, this case study will provide in-depth insights into the specific obstacles faced by bicycle users in this area. Additionally, this research will explore the social, economic, and environmental impacts of restricted bicycle usage. The results of this study are expected to contribute to the formulation of more effective policies to support bicycle use as an integral part of sustainable transportation systems. Penelitian ini bertujuan untuk menjelajahi faktor-faktor yang menghambat penggunaan transportasi berkelanjutan, khususnya penggunaan sepeda, di Daerah Grogol. Dalam konteks pembangunan perkotaan yang berkelanjutan, transportasi berperan penting, dan penggunaan sepeda telah diidentifikasi sebagai salah satu solusi yang berpotensi mengurangi dampak negatif transportasi konvensional. Namun, penggunaan sepeda di banyak daerah masih terbatas dan menghadapi hambatan yang kompleks. Penelitian ini akan menggali faktor-faktor seperti kondisi infrastruktur jalur sepeda, persepsi risiko, jarak perjalanan, serta pengaruh budaya dan norma sosial yang mempengaruhi keputusan individu untuk menggunakan sepeda. Dalam konteks Daerah Grogol, kajian kasus ini akan memberikan wawasan mendalam tentang hambatan yang khusus dialami pengguna sepeda di wilayah ini. Penelitian ini juga akan mengeksplorasi dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan dari penggunaan sepeda yang terhambat. Hasil dari penelitian ini diharapkan akan memberikan kontribusi untuk merumuskan kebijakan yang lebih efektif dalam mendukung penggunaan sepeda sebagai bagian integral dari sistem transportasi berkelanjutan.
ANALISIS PERMINTAAN DAN KEPUASAN PENUMPANG TERHADAP PELAYANAN BUS TRANSJAKARTA KORIDOR 9 Chandra, Emillio; Putranto, Leksmono Suryo
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 2, Mei 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v7i2.27894

Abstract

Since the last few decades, Indonesia has experienced a real increase in population, for example in DKI Jakarta. TransJakarta is a bus rapid transit (BRT)-based public transportation system operating in Jakarta. Public transportation such as the Transjakarta Bus is an important component in sustainable urban mobility. A good understanding of the level of demand and level of user satisfaction with the services provided is very necessary to improve public transportation services. This research uses a survey method to collect data from Transjakarta Corridor 9 Bus users. The TransJakarta Corridor 9 Bus route connects Pinang Ranti in East Jakarta with Pluit in North Jakarta. The total length of the route is 28.8 km, and crosses 5 administrative cities of DKI Jakarta, namely East Jakarta, South Jakarta, West Jakarta and North Jakarta. For Transjakarta bus passengers, Corridor 9 is dominated by office workers, traders and individuals who have daily activities along the route because there are several business areas around this route. This research was prepared using literature studies and quantitative methods. The data obtained includes aspects such as frequency of use, frequently used routes, travel time, level of satisfaction, as well as factors that influence users' decisions in choosing a Transjakarta Bus. Sejak beberapa dekade terakhir, Indonesia mengalami pertambahan penduduk yang nyata contohnya di DKI Jakarta. TransJakarta adalah sistem transportasi umum berbasis bus rapid transit (BRT) yang beroperasi di Jakarta Transportasi umum seperti Bus Transjakarta adalah komponen penting dalam mobilitas perkotaan yang berkelanjutan. Pemahaman yang baik tentang tingkat permintaan dan tingkat kepuasan pengguna terhadap pelayanan yang diberikan sangat diperlukan untuk meningkatkan layanan transportasi publik. Penelitian ini menggunakan metode survei untuk mengumpulkan data dari pengguna Bus Transjakarta Koridor 9. Untuk rute Bus TransJakarta Koridor 9 menghubungkan Pinang Ranti yang berada di Jakarta Timur dengan Pluit yang berada di Jakarta Utara. Total Panjang rutenya yaitu 28,8 Km, dan melintasi 5 kota administrasi DKI Jakarta yakni Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, dan Jakarta Utara. Untuk penumpang bus Transjakarta Koridor 9 banyak didominasi oleh pekerja kantoran, pedagang, dan individu yang memiliki aktivitas harian di sepanjang rute karena terdapat beberapa kawasan bisnis disekitar rute ini. Penyusunan penelitian ini menggunakan studi literatur dan metode kuantitatif. Data yang diperoleh mencakup aspek-aspek seperti frekuensi penggunaan, rute yang sering digunakan, waktu perjalanan, tingkat kepuasan, serta faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pengguna dalam memilih Bus Transjakarta.
ANALISIS MUTU PELAYANAN TRANSPORTASI TRANSJAKARTA DI HALTE JELAMBAR Indah Lestari, Dian; Putranto, Leksmono Suryo
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 2, Mei 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v7i2.27902

Abstract

Urban transportation is a key aspect of community mobility in the city of Jakarta. Transjakarta, as one of the largest public transportation systems in Jakarta, plays an important role in meeting the public transportation needs of city residents. Halta Jelambar is one of the most strategic stopping points in the Transjakarta network, connecting various routes and reaching various levels of society. This research aims to analyze the quality of Transjakarta transportation services at the Jelambar bus stop by considering a number of user experiences, prioritizing factors such as waiting time, cleanliness, comfort and safety analyzed in the context of user experience. So it is hoped that this research can provide the best quality service for the local community. Transportasi perkotaan adalah aspek kunci dalam mobilitas masyarakat di kota Jakarta. Transjakarta, sebagai salah satu sistem transportasi umum terbesar di Jakarta, berperan penting dalam memenuhi kebutuhan transportasi publik penduduk kota. Halte Jelambar adalah salah satu titik pemberhentian yang sangat strategis dalam jaringan Transjakarta, menghubungkan berbagai rute dan menjangkau berbagai lapisan masayrakat. Adapun penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mutu pelayanan transportasi Transjakarta di halte jelambar dengan mempertimbangkan sejumla pengalaman pengguna, dengan mendepankan fakor-faktor seperti waktu tunggu, kebersihan, kenyamanan dan keamanan dianalisis dalam konteks pengalaman pengguna. Sehingga penelitian ini diharapkan dapat memeberikan mutu pelayanan yang terbaik bagi masyarakat setempat.
ANALISIS PENGARUH DIAMETER TIANG TERHADAP DAYA DUKUNG LATERAL FONDASI TIANG TUNGGAL DENGAN PEMBEBANAN STATIK DAN SIKLIK Jose, David; Prihatiningsih, Aniek
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 2, Mei 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v7i2.27929

Abstract

The pile foundation is a frequently chosen option in constructing multi-story buildings, where the vertical load is substantial and needs to be transferred to hard soil/strata. Multi-story structures impose significant loads, and these loads are directed into the hard soil/strata using pile foundations. Apart from multi-story buildings, pile foundations can also be employed to resist lateral loads such as seismic forces, wind, waves, and others. Therefore, this research is conducted to gain a more thorough understanding of the influence of pile diameter on the lateral load-carrying capacity of a single-pile foundation, both under static and cyclic loading conditions. The study involves piles with diameters of 0.3 m, 0.6 m, and 1 m, under fixed-head conditions, with a safety factor of 2.5. The comparison is made regarding static lateral load-carrying capacity using the Broms method, Reese-Matlock method, and the p-y curve method, as well as cyclic lateral load-carrying capacity using the SOLCYP-G method. From this study, it is concluded that the diameter of the pile does not affect the reduction factor of lateral load-bearing capacity due to cyclic loading; instead, it is the load itself that determines how much the lateral load-bearing capacity of the pile decreases. Abstrak Fondasi tiang merupakan pilihan yang sering digunakan dalam mendirikan bangunan bertingkat, dimana bangunan bertingkat memberikan beban yang sangat besar dan beban tersebut disalurkan ke tanah keras / hard strata dengan menggunakan fondasi tiang. Selain pada bangunan bertingkat, fondasi tiang juga dapat digunakan untuk menahan beban lateral seperti beban gempa, angin, ombak, dan lain-lain. Oleh sebab itu, penelitian ini dilakukan untuk memahami lebih saksama mengenai pengaruh diameter tiang terhadap nilai daya dukung lateral fondasi tiang tunggal baik dalam kondisi pembebanan statik maupun siklik. Penelitian dilakukan pada tiang tunggal berdiameter 0,3 m, 0,6 m, dan 1 m dengan kondisi fixed-head dan safety factor bernilai 2,5. Perbandingan dilakukan terhadap nilai daya dukung lateral statik dengan menggunakan metode Broms, metode Reese-Matlock, dan metode Kurva P-Y, dan daya dukung lateral siklik dengan metode SOLCYP-G. Dari penelitian ini, disimpulkan bahwa diameter tiang tidak mempengaruhi faktor reduksi daya dukung akibat pembebanan siklik, melainkan beban sendiri yang menentukan seberapa berkurangnya nilai daya dukung lateral tiang.