cover
Contact Name
Widodo Kushartomo
Contact Email
widodokushartomo@gmail.com
Phone
+628176869150
Journal Mail Official
jmts@untar.ac.id
Editorial Address
Jl. Letjen S. Parman No. 1, Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 2622545X     DOI : http://dx.doi.org/10.24912/jmts
Core Subject : Engineering,
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil dikelola oleh Program Studi Sarjana Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara. JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil merupakan media publikasi hasil penelitian dan studi ilmiah dalam bidang Teknik Sipil yang diterbitkan 4 kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November. Jurnal ini terbit pertama kali pada 1 Agustus 2018.
Articles 861 Documents
STUDI KOMPARASI HASIL PENGUJIAN PEMBEBANAN STATIS UNTUK DAYA DUKUNG LATERAL FONDASI TIANG Xu, Jason Kovic; Jonathan Susilo, Alfred
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 2, Mei 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v7i2.27930

Abstract

With the rapidly developing era in the field of geotechnical construction, the efficiency of pile foundation design is something that must be considered to make the design safer and more efficient. This study compares the lateral bearing capacity of bored piles obtained through pile testing with static lateral loading and theoretical calculations in the form of manual calculations as well as calculations through software analysis. By analysing the differences between lateral load pile testing and theoretical calculation values, this study aims to identify the strengths and weaknesses of the calculation methods, gain a deeper understanding of the factors that influence lateral behaviour, and propose developments for more accurate predictions. The methodology used was to collect static lateral load testing data, analyse the collected data, and calculate with input parameters from field investigation and pile specifications. By comparing the static lateral load testing results and theoretical calculation values, this study will evaluate the accuracy and limitations of the calculation method such as the calculation parameters in calculating the lateral bearing capacity, leading to more reliable foundation design and increased efficiency of pile foundation construction. Abstrak Dengan zaman yang berkembang dengan cepat dalam bidang konstruksi geoteknik, efisiensi desain fondasi tiang menjadi suatu hal yang harus diperhatikan agar desain lebih aman dan hemat. Penelitian ini membandingkan daya dukung lateral tiang bor yang diperoleh melalui pengujian tiang dengan pembebanan lateral statis dan perhitungan teoritis berupa perhitungan secara manual dan juga perhitungan melalui analisis software. Dengan menganalisis perbedaan antara pengujian lateral statis dan nilai perhitungan teoritis, studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan metode perhitungan, mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku lateral, dan mengusulkan pengembangan untuk prediksi yang lebih akurat. Metodologi yang digunakan adalah dengan mengumpulkan data pengujian beban lateral statis, menganalisis data yang terkumpul, dan menghitung dengan parameter input dari investigasi lapangan dan spesifikasi tiang pancang. Dengan membandingkan hasil pengujian beban lateral statis dan nilai perhitungan teoritis, studi ini akan mengevaluasi keakuratan dan keterbatasan metode perhitungan seperti pada parameter perhitungan yang terdapat pada daya dukung lateral pada perhitungan teoritis, yang mengarah pada desain pondasi yang lebih dapat diandalkan dan peningkatan efisiensi terhadap pembangunan fondasi tiang.
ANALISIS PERBANDINGAN KAPASITAS BALOK KOMPOSIT STANDAR DENGAN BALOK KOMPOSIT KASTELA MENGGUNAKAN APLIKASI MIDAS FEA NX Sebastian, Darryl; Leman, Sunarjo
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 2, Mei 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v7i2.27931

Abstract

The combination of several structural materials into a single structure is also known as a composite structure. A castellated beam is a beam structure made of cross-section steel either IWF (I-Beam Wide Flange) or HWF (H-Beam Wide Flange) that will be cut with a certain pattern on its web and will be joined by welding to increase the height of the beam. The increase in height of the beam causes the moment of inertia to be greater and increases the capacity of the beam without adding any structure’s weight. In this research, we will compare the results of finite element analysis obtained from the MIDAS FEA NX application. 4 types of composite beam models will be analyzed with finite elements, there are 2 standard beam models and 2 castellated beam models. Based on this research, while converting a standard IWF beam into a castellated beam, the capacity increases by 16.14%, and by converting a standard HWF beam into a castellated beam, there is an increase in capacity of 3.7%. Every specimen in this research was analyzed up to the target displacement from the laboratory test results as the reference. Abstrak Penggabungan beberapa material struktural menjadi sebuah satu kesatuan disebut juga sebagai struktur komposit. Balok kastela merupakan struktur balok yang dibuat dari baja penampang baik IWF maupun HWF yang dipotong dengan pola tertentu pada bagian badannya dan akan disambung dengan las sehingga balok menjadi lebih tinggi dibandingkan dengan balok standar. Pertambahan tinggi pada balok menyebabkan momen inersia menjadi lebih besar sehingga kapasitas balok menjadi bertambah tanpa adanya pertambahan berat sendiri balok. Dalam penelitian ini akan membandingkan antara hasil-hasil analisis elemen hingga yang diperoleh dari aplikasi MIDAS FEA NX. Terdapat 4 jenis model balok komposit yang akan dianalisis dengan elemen hingga, yang terdiri dari 2 model balok standar dan 2 model balok kastela. Berdasarkan penelitian ini diketahui bahwa pada saat mengubah balok standar IWF menjadi balok kastela terjadi peningkatan kapasitas sebesar 16,14% sedangkan pada saat mengubah balok standar HWF menjadi balok kastela terjadi peningkatan kapasitas sebesar 3,7%. Analisis untuk setiap model benda uji pada penelitian ini ditinjau sampai dengan target displacement sesuai dengan referensi hasil uji laboratorium.
EVALUASI PENURUNAN TERHADAP IMPLEMENTASI ELEMEN PENGAKU BETON PADA METODE PERBAIKAN TANAH DEEP CEMENT MIXING Antony, Robert; Iskandar, Ali
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 2, Mei 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v7i2.27932

Abstract

When working in construction problems with soil quality can be encounter. Soil improvement can be carried out for various types of soil without the need to replace the soil in the field with new soil. One soil improvement method that can be used is the deep cement mixing (DCM) soil improvement method. DCM uses a mixture of dry or wet cement mixed with field soil so that the soil's bearing capacity will increase. Implementation of concrete stiffening element to the DCM or stiffened deep cement mixing (SDCM) can strengthen the DCM and increase the bearing capacity of the soil. By using a finite element program, a simulation of the implementation of stiffening elements in the deep cement mixing soil improvement method can be carried out. The solid method is a modeling method in a finite element program where DCM pile and stiffeners are created in the program along with the surrounding soil. Apart from the solid method, you can also use the composite method to make modeling easier. The composite method is a method that combines the average values ​​of soil parameters and DCM parameters so that there is no need to model DCM in a finite element program. In this research, stiffening elements were added to the DCM in a finite element program using solid and composite methods that were subjected to static loads. The reduction in settlement that occurred in DCM and SDCM using the solid method was 67.87%, while in DCM and SDCM the composite method was 81.09%. Abstrak Pekerjaan dalam bidang konstruksi dapat menemukan masalah pada kualitas tanah. Perbaikan tanah dapat diakukan untuk berbagai macam jenis tanah tanpa perlu menggantikan tanah pada lapangan dengan tanah yang baru. Salah satu metode perbaikan tanah yang dapat digunakan adalah metode perbaikan tanah deep cement mixing (DCM). DCM menggunakan campuran semen kering ataupun basah yang dicampur dengan tanah lapangan sehingga daya dukung tanah akan meningkat. Penambahan material pengkaku beton pada DCM atau stiffened deep cement mixing SDCM dapat memperkuat DCM dan menaikan daya dukung tanah. Dengan menggunakan program elemen hingga maka simulasi implementasi elemen pengaku pada metode perbaikan tanah deep cement mixing dapat dilakukan. Metode solid merupakan metode pemodelan dalam program elemen hingga dimana tiang DCM dan pengaku dibuat dalam program beserta dengan tanah sekitarnya. Selain metode solid dapat juga dapat menggunakan metode komposit untuk mempermudah pemodelan. Metode komposit merupakan metode dimana menggabungkan nilai rata-rata parameter tanah dan parameter DCM sehingga tidak perlu memodelkan DCM dalam program elemen hingga. Pada penelitian ini dilakukan penambahan elemen pengaku pada DCM dalam program elemen hingga menggunakan metode solid dan komposit yang diberi beban statik. Pengurangan penurunan yang terjadi pada DCM dan SDCM yang menggunakan metode solid sebesar 67,87%, sedangkan pada DCM dan SDCM metode komposit sebesar 81,09%.
ANALISIS DAYA DUKUNG DAN PENURUNAN FONDASI TIANG BOR BIASA DAN MULTI-BELLED PILE Gian, Brian; Prihatiningsih, Aniek
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 2, Mei 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v7i2.27934

Abstract

Foundation is an important structure as a support for the building on it and no less important is the soil on which the foundation is built. The importance of soil investigation to determine geotechnical properties and identify soil layers and thickness at the project site. The utilization of the lens soil layer can increase the bearing capacity of the pole. In this writing, we will discuss the increase in carrying capacity and decrease of ordinary bored pile foundations against drill piles with pile magnification in two lens soils (multi-belled pile) for magnification diameters of 0.7m, 0.8 m, and 0.9 m in two different concrete qualities, namely 20 and 35 MPa. The dimensions of the mast use a diameter of 0.6 m. The results showed that the use of multi-belled piles on the lens layer is better than ordinary drilled piles, because the magnification of the pole on the lens layer can increase the bearing capacity and reduce the decrease that occurs in the pile foundation, and improving the quality of concrete can also reduce the decrease that occurs in the foundation pile. Abstrak Fondasi ialah struktur penting sebagai penopang bangunan di atasnya dan  tidak kalah penting yaitu tanah yang berada pada lokasi dibangunnya fondasi tersebut. Pentingnya penyelidikan tanah untuk mengetahui sifat-sifat geoteknik serta mengidentifikasi lapisan-lapisan serta ketebalan tanah di lokasi proyek. Pemanfaatan lapisan tanah lensa dapat meningkatkan daya dukung tiang. Pada penulisan ini akan membahas mengenai peningkatan daya dukung dan penurunan fondasi tiang bor biasa terhadap tiang bor dengan perbesaran tiang di dua tanah lensa (multi-belled pile) untuk diameter pembesaran sebesar 0,7m, 0,8 m, dan 0,9 m pada dua mutu beton yang berbeda yaitu 20 dan 35 MPa. Dimensi tiang menggunakan diameter 0,6 m. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan multi-belled pile pada lapisan lensa lebih baik dari tiang bor biasa, dikarenakan dengan adanya perbesaran tiang pada lapisan lensa dapat meningkatkan daya dukung serta mengurangi penurunan yang terjadi pada fondasi tiang, dan peningkatan mutu beton juga dapat mengurangi penurunan yang terjadi pada tiang fondasi.
PENGARUH NILAI SENSITIVITAS TANAH TERHADAP DAYA DUKUNG TIANG PADA BATTER PILE Limanjaya, Jason; Susilo, Alfred Jonathan
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 2, Mei 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v7i2.27953

Abstract

The use of batter pile is a form of foundation engineering that aims to increase lateral bearing capacity by converting part of the axial bearing capacity into lateral bearing capacity. Batter piles are generally used in buildings that withstand large lateral loads, such as bridges and coastal buildings. The thing that must be considered in addition to the foundation is the soil characteristics, in cohesive soils there is a soil sensitivity parameter that describes how responsive the soil is to disturbance. This study aims to determine the effect of cohesive soil sensitivity on the bearing capacity of batter piles in coastal areas with the pile tilt angle to be used is 0ᵒ to 25ᵒ and the sensitivity values to be used as parameters to be reviewed are 1, 4, 8, and 16. Calculation of bearing capacity on batter piles will be done by manual calculation. The dominant soil type that will be used in this research is clay. Based on the analysis, it is found that the greater the sensitivity value of the soil, the bearing capacity of the batter pile will be smaller and the largest change in bearing capacity occurs in the range of sensitivity values 1 to 4. Abstrak Penggunaan batter pile merupakan salah satu bentuk rekayasa fondasi yang bertujuan untuk meningkatkan daya dukung lateral dengan mengkonversi sebagian daya dukung aksial menjadi daya dukung lateral. Batter pile umumnya digunakan pada bangunan yang menahan beban lateral cukup besar, seperti jembatan dan bangunan pesisir pantai. Hal yang harus diperhatikan selain fondasi adalah karakteristik tanah, pada tanah kohesif terdapat parameter sensitivitas tanah yang menggambarkan seberapa responsif tanah terhadap gangguan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sensitivitas tanah kohesif terhadap daya dukung pada batter pile di daerah pesisir pantai dengan sudut kemiringan tiang yang akan digunakan adalah 0ᵒ hingga 25ᵒ dan nilai sensitivitas yang akan digunakan sebagai parameter yang akan ditinjau adalah 1, 4, 8, dan 16. Perhitungan daya dukung pada batter pile akan dilakukan dengan perhitungan manual. Jenis tanah dominan yang akan digunakan pada penelitian ini adalah tanah lempung. Berdasarkan analisis didapatkan semakin besar nilai sensitivitas tanah, maka daya dukung pada batter pile akan semakin kecil dan perubahan daya dukung terbesar terjadi pada rentang nilai sensitivitas 1 sampai 4.
ANALISIS PERBANDINGAN PENGGUNAAN GROUND ANCHOR DENGAN TIANG BOR PADA FONDASI RAFT DALAM MENAHAN BEBAN TARIK Lee, Victor Richard; Susilo, Alfred Jonathan
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 2, Mei 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v7i2.27972

Abstract

Tensile loads can occur due to various factors, one of which is due to earthquakes and wind. The tensile load acting on the building will be resisted by foundations such as ground anchors and bored pile. In this study, an analysis was carried out to design the tensile bearing capacity of ground anchors and bored pile as a barrier to tensile forces on buildings. The load used in designing ground anchors and bored pile is the reaction of a 33-story building. The analysis is carried out on the bearing capacity of the ground anchor with bored pile that will be installed on the raft foundation according to the position of the column point. The result of the analysis is a design comparison between ground anchor and bored pile in terms of dimension and bearing capacity. The analysis found that bored piles require a shallower soil depth than ground anchors to achieve bearing capacity according to the building's tensile reaction. However, in terms of the components in the ground anchor that contribute to the tensile bearing capacity, the ground anchor is superior in terms of tensile capacity per depth to bored pile. Abstrak Beban tarik dapat terjadi akibat berbagai faktor, salah satunya akibat gempa dan angin. Beban tarik yang bekerja pada bangunan akan ditahan oleh fondasi seperti ground anchor dan tiang bor. Pada penelitian ini, dilakukan analisis untuk mendesain daya dukung tarik ground anchor maupun tiang bor sebagai penahan gaya tarik pada bangunan. Beban yang digunakan dalam mendesain ground anchor dan tiang bor adalah reaksi dari bangunan 33 lantai. Kondisi muka air tanah pada lokasi bangunan berada pada permukaan tanah karena terletak di pinggir pantai. Analisis dilakukan terhadap daya dukung ground anchor dengan tiang bor yang akan dipasangkan pada fondasi raft sesuai dengan posisi titik kolom. Hasil analisis merupakan perbandingan desain antara ground anchor dengan tiang bor secara dimensi dan daya dukung. Dari hasil analisis, didapatkan bahwa tiang bor membutuhkan kedalaman tanah yang lebih dangkal daripada ground anchor untuk mencapai daya dukung sesuai reaksi tarik bangunan. Namun secara komponen pada ground anchor yang berkontribusi kepada daya dukung tarik, ground anchor lebih unggul secara kapasitas tarik per kedalaman daripada tiang bor.
ANALISIS PENGARUH GRADASI UKURAN BUTIRAN KASAR TANAH TERHADAP NILAI KUAT TEKAN Reagan, Vikent Dior; Sentosa, Gregorius Sandjaja
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 2, Mei 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v7i2.27977

Abstract

In the construction realm, soil plays a crucial role as a primary load-bearing element in buildings, ensuring stability, safety, and resilience. In Indonesia, land scarcity has become a pressing issue, leading to construction projects often being conducted on clayey and silty soils. This research aims to analyze the soil in the Tangerang region, Banten, with the goal of determining the soil's compressive strength and optimum moisture content across various variations in fine particle sizes. The testing procedures involve compaction tests and unconfined compression tests conducted in a laboratory setting. The compaction process is utilized to find values for soil density and optimum moisture content, while the unconfined compression test is employed to ascertain the soil's compressive strength. Fine particle size variations are the key parameters in this research. The results of the analysis are expected to provide insights into the mechanical properties of the soil in the region, enabling more precise and effective construction planning. This research not only encompasses technical aspects but also sheds light on the construction challenges amid the growing issue of land scarcity in Indonesia. Abstrak Dalam ranah konstruksi, tanah memegang peran yang sangat penting sebagai salah satu pendukung beban pada bangunan, memastikan kestabilan, keamanan, dan ketahanan pada bangunan. Di Indonesia, lahan sangat terbatas karena itu pembangunan semakin mendesak, yang mengakibatkan pembangunan konstruksi seting dilakukan di atas tanah lempung dan lanau. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menganalisis tanah di daerah Tangerang, Banten. Dengan tujuan menentukan nilai kuat tekan tanah dan kadar air optimum dengan berbagai variasi ukuran butir halus. Pelaksanaan pengujian yang digunakan melibatkan uji kompaksi dan unconfined compression test pada laboratorium. Proses kompaksi digunakan untuk mencari nilai kepadatan dan kadar air optimum, sementara unconfined compression test digunakan untuk menentukan kuat tekan tanah. Variasi presentase ukuran butir menjadi parameter utama dalam penelitian ini. Hasil analisis diharapkan dapat memberikan pemahaman mengenai tentang sifat-sifat mekanis tanah di daerah tersebut, dan memungkinkan perencanaan konstruksi yang lebih tepat dan efektif. Penelitian ini tidak hanya mencakup aspek teknis, tetapi juga menyoroti tantangan konstruksi di tengah keterbatasan lahan yang semakin menjadi masalah di Indonesia.
PENGARUH PENINGKATAN KUAT GESER AKIBAT PENAMBAHAN PASIR PANTAI PADA TANAH RANGKAS BITUNG Melinda, Ervina; Prihatiningsih, Aniek
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 2, Mei 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v7i2.27978

Abstract

Landslide problems often happened in Rangkas Bitung City, so the research was conducted as a response to the landslide. Indonesia as an island country, has many islands that significantly contribute to the long coastline. This research discusses the impact of the addition of beach sand mixture to the Rangkas Bitung silt soil on increasing its shear strength. Simulations were conducted with variations of beach sand mixture of 8%, 10%, and 12%. The original soil and the mixed soil were then tested in the laboratory through a series of index properties tests, Atterberg limit, grain size analysis, compaction test, and triaxial test. The compaction sample compaction method was used in making shear strength (triaxial) test samples to ensure that the tested soil samples had uniform density. The experimental results were compared with the original soil samples to evaluate the effect of adding beach sand. The results of the analysis will lead to conclusions regarding the effectiveness of the addition of beach sand as a silt soil improvement method, with potential implications in landslide risk mitigation in the Rangkas Bitung City area. The results obtained show that the mixture of beach sand to silt soil can increase its shear strength, the mixture value that has the highest increase in shear strength is 10%. Abstrak Permasalahan tanah longsor kerap terjadi di Kota Rangkas Bitung, sehingga penelitian dilakukan sebagai respons dari kelongsoran tersebut. Indonesia sebagai negara kepulauan, mempunyai banyak pulau yang secara signifikan berkontribusi pada garis Pantai yang Panjang. Penalitian ini membahas dampak penambahan campuran pasir pantai pada tanah lanau Rangkas Bitung terhadap peningkatan kekuatan gesernya. Simulasi dilakukan dengan variasi campuran pasir Pantai sebesar 8%, 10%, dan 12%. Tanah asli dan tanah campuran tersebut kemudian dilakukan pengujian dilaboratorium melalui serangkaian pengujian index properties, atterberg limit, grain size analysis, uji kompaksi, dan uji triaxial. Metode pemadatan sampel kompaksi digunakan dalam pembuatan sampel uji kekuatan geser (triaxial) untuk memastikan bahwa sampel tanah yang diuji memiliki kepadatan yang seragam. Hasil percobaan dibandingan dengan sampel tanah asli untuk mengevaluasi pengaruh penambahan pasir pantai. Hasil analisis akan mengarah pada kesimpulan mengenai efektivitas penambahan pasir pantai sebagai metode perbaikan tanah lanau, dengan potensi implikasi dalam mitigasi risiko tanah longsor di wilayah Kota Rangkas Bitung. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa campuran pasir pantai ke tanah lanau dapat meningkatkan kuat gesernya, nilai campuran yang memiliki peningkatan kuat geser tertinggi adalah 10%.
POTENSI TANAH EKSPANSIF DI WILAYAH JAKARTA DAN SEKITARNYA Levany, Odilia Sandrina; Sentosa, Gregorius Sandjaja
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 2, Mei 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v7i2.28010

Abstract

Some of the soil in Jakarta and surrounding areas used to be swamps, former river flows, and piles of organic waste which from year to year formed new layers, resulting in unsavory soil. Soil in Jakarta and its surrounding areas has expansive land potential. Expansive soil is soil that is sensitive to changes in volume, the percentage of granules in the soil can cause the soil to become expansive. Expansive soil can be identified from several values such as index plasticity, activity value, and shrinkage limit. To identification soil, this can be done through the atterbeg limit test and grain size analysis. This research will analyze expansive soil by adding fine grains using the Atterberg limit grain size analysis laboratory test method, analyze several soil investigation reports near the location of the soil sampling point which is less than a distance away than 1 kilometer. The soil that has been tested based on the values obtained has the potential to experience expansive soil, and by analyzing several soil investigations reports it can be said that the soil is expansive. Abstrak Sebagian tanah di Jakarta dan sekitarnya dahulunya merupakan rawa, bekas aliran sungai, dan serta timbunan sampah organik yang dari tahun ke tahun membentuk lapisan baru sehingga mengahasilkan tanah yang kurang baik. Maka tanah Jakarta dan sekitarnya memiliki potensi tanah ekspansif. Tanah ekspansif merupakan tanah yang sensitif pada perubahan volume, persentase butiran pada tanah dapat menyebabkan sifat tanah menjadi ekspansif. Tanah ekspansif dapat teridetifikasi dari beberapa nilai seperti plasticity index, nilai activity, dan nilai shrinkage limit. Untuk mendapatkan identifikasi tanah tersebut dapat dilakukan melalui uji atterbeg limit dan grain size analysis. Pada penelitian ini akan menganalisis tanah ekspansif dengan menambahkan butiran halus dengan menggunakan metode uji laboratorium Atterberg limit uji grain size analysis, agar dapat mengetahui perubahan yang dialami tanah tersebut, dan menganalisis beberapa laporan penyelidikan tanah dekat lokasi titik sample tanah, yang berjarak kurang dari 1 kilometer. Tanah yang telah diuji berdasarkan nilai yang didapat berpotensi untuk mengalami tanah ekspansif, dan dengan menganalisis beberapa laporan penyelidikan tanah dapat dikatakan bahwa tanah tersebut mengalami ekspansif.
ANALISIS KEPUASAN PENGGUNA PARKIR STASIUN KERETA TANGERANG Liucius, Yenny Untari; Angkat, Hokbyan R.S.; Najid; Wuisan, Vicky Eldora
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 2, Mei 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v7i2.28017

Abstract

Evaluasi fasilitas parkir stasiun Kereta Rel Listrik Commuter Line Tangerang ditinjau dengan Pedoman Teknis Penyelenggaraan Fasilitas Parkir dengan pembagian kueisioner kepuasan pelanggan terhadap kinerja dan harapan untuk mendapat data primer lalu diolah dengan metode importance performance analysis (IPA) dan data sekunder didapat dari pengumpulan data karcis parkir kendaraan roda dua dan roda empat untuk mengetahui kapasitas ruang parkir, volume parkir, durasi parkir, akumulasi parkir, indeks parkir, tingkat penggantian (turn over) parkir, akumulasi parkir, dan satuan ruang parkir. Evaluasi ini bertujuan untuk mengetahui kepuasan pelanggan, karakteristik tempat parkir stasiun Kereta Rel Listrik Commuter Line Tangerang.Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, tempat parkir pada tempat penilitian ini pada hari biasa tidak dapat menampung kendaraan roda dua dan berdasarkan persepsi pengguna dengan metode IPA tempat parkir sudah dinilai cukup baik, namun masih terdapat aspek yang harus diperbaiki atau ditingkatkan seperti ketersediaan atap penutup kendaraan dan kebersihan area parkir. Evaluation of parking facilities at the Tangerang Commuter Line Electric Train station was reviewed using the Technical Guidelines for the Implementation of Parking Facilities by distributing customer satisfaction questionnaires regarding performance and expectations to obtain primary data which was then processed using the importance performance analysis (IPA) method and secondary data was obtained from collecting vehicle parking ticket data. two-wheeled and four-wheeled vehicles to determine parking space capacity, parking volume, parking duration, parking accumulation, parking index, parking turnover rate, parking accumulation and parking space units. This evaluation aims to determine customer satisfaction and the characteristics of the Tangerang Commuter Line Electric Train Station parking lot. Based on the analysis that has been carried out, the parking lot at this research location on weekdays cannot accommodate two-wheeled vehicles and based on user perceptions using the IPA method the parking space is already considered quite good, but there are still aspects that need to be improved or improved, such as the availability of vehicle roof coverings and the cleanliness of the parking area.