cover
Contact Name
Widodo Kushartomo
Contact Email
widodokushartomo@gmail.com
Phone
+628176869150
Journal Mail Official
jmts@untar.ac.id
Editorial Address
Jl. Letjen S. Parman No. 1, Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 2622545X     DOI : http://dx.doi.org/10.24912/jmts
Core Subject : Engineering,
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil dikelola oleh Program Studi Sarjana Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara. JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil merupakan media publikasi hasil penelitian dan studi ilmiah dalam bidang Teknik Sipil yang diterbitkan 4 kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November. Jurnal ini terbit pertama kali pada 1 Agustus 2018.
Articles 861 Documents
PERSEPSI PENGGUNA LRT JABODEBEK STASIUN HARJAMUKTI Imantaka, Eldwin; Najid; Angkat, Hokbyan R.S.
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 2, Mei 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v7i2.28018

Abstract

Light Rail Transit (LRT) is a type of train that allows people who own private vehicles to switch to mass transportation. The purpose of LRT is to reduce congestion in Jabodebek. Both facilities and services support the use of mass transportation. The purpose of research is see the perceptions users of LRT Jabodebek LRT at Harjamukti Station. This station is a station that has been opened and serves to help people around Cibubur to Jakarta. The Cibubur community has several disadvantages when heading to the Harjamukti LRT station. One of them is the distance between the parking lot and the Harjamukti LRT station. In addition, the limit of public transportation that drops off passengers makes the Harjamukti LRT station still too far away. A survey on the perception of Harjamukti Station LRT users was conducted by distributing questionnaires to 120 people.
HUBUNGAN EFISIENSI KAPASITAS DUKUNG TERHADAP JARAK ANTAR TIANG PADA KELOMPOK TIANG Mahmud, Shaq Qorull'Ali; Iskandar, Ali
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 2, Mei 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v7i2.28024

Abstract

This study aims to determine the most effective bored pile spacing to support the load of a structure. This study used a group pile configuration with dimensions 10x10, 30 m long, and 1 m diameter The distance between the piles plays a role in the bearing capacity of the bored pile group foundation. Therefore, research was conducted with a distance between poles of 1.5D, 2D, 2.5D, and 3D. To determine the efficiency value of each pile spacing, the pile group efficiency was calculated using 6 different methods. This study aims to compare 6 methods of calculating the efficiency of group piles with varying distances between piles. So that it can be known the distance between piles and the most effective method of calculating the efficiency of the pile group based on the 3D finite element method in clay soil. For an economical design, it is necessary to consider the distance between piles in a group of piles. Abstrak Penelitian ini memiliki maksud untuk memahami jarak tiang bor yang tepat dan efektif untuk mendukung beban suatu struktur. Penelitian ini menggunakan konfigurasi tiang kelompok dengan dimensi 10x10, panjang tiang 30 m, dan diameter tiang sebesar 1 m. Jarak antara tiang pada suatu kelompok tiang mempengaruhi daya dukung dari suatu fondasi kelompok tiang. Oleh karena itu, dilakukan penelitian dengan jarak antar tiang digunakan 1,5D, 2D, 2,5D, dan 3D. Untuk mengetahui nilai efisiensi dari setiap jarak antar tiang, dilakukan perhitungan efisensi kelompok tiang menggunakan 6 metode yang berbeda dimana salah satunya menggunakan metode elemen hingga 3D. Hal ini bertujuan untuk membandingkan 6 metode perhitungan efisiensi tiang kelompok dengan jarak antar tiang yang bervariasi. Sehingga dapat diketahui jarak antar tiang dan metode perhitungan efisiensi kelompok tiang yang paling efektif berdasarkan metode elemen hingga 3D pada tanah lempung. Untuk desain yang ekonomis, perlu dipertimbangkan jarak antar tiang pada suatu kelompok tiang.
STUDI KASUS OPTIMASI BIAYA PROYEK BANGUNAN GREEN BUILDING DENGAN METODE VALUE ENGINEERING Clarissa, Aurelia; Anondho, Basuki
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 2, Mei 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v7i2.28032

Abstract

Green Building is a building concept planning that aims to minimize greenhouse gas emissions and energy use in buildings. The concept of green building is an effort or solution to the global warming problem faced today. In realizing this goal, the selection of the right material needs to be done, especially the building facade material. By using appropriate materials has an important role in implementing the concept of green building. However, one of the obstacles to building with this concept is the high cost of construction compared to conventional buildings. This research aims to optimize costs on influential work using the Value Engineering method. The Value Engineering method used is divided into 6 stages, namely, the information stage, function analysis, creativity, evaluation, development, and recommendations. However, the concept of value engineering is inversely proportional to green building so this research is to optimize costs by paying attention to green building functions. The results of this study obtained the best alternative that can be used through the Decission Multicriteria Matrix (DCM) method. Abstrak Green Building merupakan perencanaan konsep bangunan yang bertujuan untuk meminimalkan emisi gas rumah kaca dan penggunaan energi dalam bangunan. Konsep bangunan green building menjadi upaya atau solusi dari permasalahan global warming yang sedang dihadapi pada masa sekarang.Dalam mewujudkan tujuan tersebut, pemilihan material yang tepat perlu untuk dilakukan, terutama material fasad bangunan. Pemilihan material yang sesuai menjadi peranan penting dalam menerapkan konsep green building. Meskipun demikian, salah satu kendala pembangunan dengan konsep ini adalah tingginya biaya. pembangunan dibandingkan bangunan konvensional. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengoptimasi biaya pada pekerjaan yang berpengaruh dengan menggunakan metode Value Engineering. Metode Value Engineering yang digunakan terbagi menjadi 6 tahapan yaitu, tahapan informasi, analisis fungsi, kreatifitas, evaluasi, pengembangan, dan rekomendasi. Konsep pada metode value engineering berbanding terbalik dengan green building sehingga penelitian ini dapat mengoptimasi biaya dengan memperhatikan fungsi green building. Hasil dari penelitian ini memperoleh alternatif terbaik yang dapat digunakan melalui metode Decission Multicriteria Matrix (DCM).
PENDAPAT PENGGUNA PERLINTASAN LIAR TENTANG PENUTUPAN KEMBALI PADA PERLINTASAN TIDAK SEBIDANG JL. KYAI TAPA Kenjhiro, Okky; Liucius, Yenny Untari; Angkat, Hokbyan R.S.
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 2, Mei 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v7i2.28034

Abstract

A railway level crossing is a track that only trains pass through and acts as a level crossing with a highway. Roxy level crossing is a level crossing on Jalan Kyai Tapa, Kec. Grogol Petamburan, West Jakarta. Jalan Kyai Tapa crossing is one of the crossings that has been closed by PT KAI, but there are some people who take the opportunity to reopen in violation of the law. This research was conducted using quantitative methods and data were obtained from questionnaires from the surrounding community and two-wheeled riders who crossed the level crossing on Jalan Kyai Tapa, Kec. Grogol Petamburan, West Jakarta. The study aims to analyze the community's response to re -closing the level crossing that violates the crossing law and responses from road users. Perlintasan kereta api tidak sebidang merupakan jalur yang hanya di lalui kereta dan tindak menjadi perpotongan sebidang dengan jalan raya. Perlintasan tidak sebidang Roxy merupakan perlintasan tidak sebidang di Jalan Kyai Tapa, Kec. Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Perlintasan Jalan Kyai Tapa adalah salah satu perlintasan yang telah di tutup PT KAI, tetapi ada beberapa orang yang mengambil kesempatan untuk membuka kembali secara mengalanggar hukum. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode kuantitaif dan peroleh data dilakukan dari kuesioner Masyarakat sekitar dan pengendara roda dua yang melintas di perlintasan tidak sebidang di Jalan Kyai Tapa, Kec. Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Penelitian bertujuan untuk menganalisis tanggapan masyarakat untuk menutup kembali perlintasan tidak sebidang yang mengalanggar hukum perlintasan dan tanggapan dari pengguna jalan.
ANALISIS PENGGUNAAN POLIAMIDA PADA RPC UNTUK MENINGKATKAN KETAHANAN TERHADAP TEMPERATUR Kushartomo, Widodo; John, Tory
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 2, Mei 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v7i2.28036

Abstract

Concrete is a very important material to be applied in the world of construction, especially in Indonesia. An idea that can be useful for making normal concrete is to use additional materials in the form of polyamide. By adding polyamide to concrete, it is hoped that it can make the concrete resistant to high temperatures. The experiment carried out in this research was to burn concrete that had been mixed with polyamide with a polyamide content percentage of 0%, 0.02%, 0.04% and 0.06% of the cement. Compressive testing and flexural testing were also carried out in this research. The test sample treatment was carried out using the evaporation technique. Experimental results show that the use of polyamide fiber can help prevent spalling in concrete. Using too much polyamide fiber can cause a decrease in the strength value of the concrete. The optimal use of fiber in this research was 0.04% because it obtained the highest strength value. Abstrak Beton merupakan suatu material yang sangat penting untuk diaplikasikan dalam dunia konstruksi terutama Indonesia. Suatu ide yang dapat bermanfaat untuk membuat beton normal adalah dengan menggunakan bahan tambahan berupa Poliamida. Dengan ditambahkannya poliamida pada pembuatan beton maka diharapkan dapat membuat beton tersebut tahan terhadap temperatur yang tinggi. Percobaan yang dilakukan pada penelitian ini adalah dengan membakar beton yang telah tercampur oleh poliamida dengan persentase kandungan poliamida sebesar 0%, 0,02%, 0,04%, dan 0,06% dari semen. Pengujian tekan dan pengujian lentur juga dilakukan pada penelitian ini. Perawatan sampel penguji dilakukan dengan Teknik penguapan. Hasil percobaan menunjukkan bahwa penggunaan serat poliamida dapat membantu mencegah terjadinya spalling pada beton. Penggunaan serat poliamida yang terlalu banyak dapat menyebabkan penurunan nilai kekuatan dari beton. Penggunaan serat paling optimal dalam penelitian ini adalah sebanyak 0,04% karena memperoleh nilai kekuatan yang paling tinggi.
ANALISIS DAYA DUKUNG TIANG PANCANG SPUN DAN PERSEGI PADA TANAH BERBUTIR HALUS DAN KASAR Divani, Louis Jordan; Prihatiningsih, Aniek
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 2, Mei 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v7i2.28044

Abstract

One type of foundation that is popularly used is driven pile due to the ability of saving cost and time. This study will analyze two types of piles, namely spun and square piles with dimensions of diameter and width of the cross section taken from a circular area with a diameter of 0.6 m with a height of 30 m. Analyzation of the piles will be in 4 kinds of soil: soft clay dominant, hard silt dominant, loose sand dominant, and dense sand dominant. The piles will be analyzed for (compressive, tensile and lateral) bearing capacity, settlement and volume comparison to (compressive, tensile and lateral) bearing capacity and settlement. The comparison results obtained in soft clay and hard silt are the same, namely square piles have better compressive and tensile bearing capacity, settlement and settlement comparison with volume than spun piles. In loose sand soils, square piles performed better in tensile bearing capacity, settlement and settlement to volume ratio than spun piles. Finally, in dense sand, square piles have better compressive and tensile bearing capacity, settlement and ratio of settlement to volume than spun piles. Abstrak Salah satu jenis fondasi yang populer digunakan adalah tiang pancang karena dapat menghemat biaya dan waktu. Penelitian ini akan menganalisis dua macam tiang pancang yaitu spun dan persegi dengan dimensi diameter dan lebar penampang diambil dari suatu area lingkaran berdiameter 0,6 m dengan tinggi tiang sebesar 30 m. Analisis akan dilakukan pada 4 macam tanah yaitu: dominan lempung lunak, dominan lanau keras, dominan pasir lepas, dan dominan pasir padat. Tiang akan dianalisis terhadap daya dukung (tekan, tarik, dan lateral), penurunan dan perbandingan volume terhadap daya dukung (tekan, tarik, dan lateral) dan penurunan. Hasil perbandingan yang didapat pada tanah lempung lunak dan lanau keras adalah sama yaitu tiang pancang persegi memiliki daya dukung tekan dan tarik, penurunan, dan perbandingan penurunan dengan volume yang lebih baik dibanding tiang pancang spun. Pada tanah pasir lepas, tiang pancang persegi mendapatkan hasil daya dukung tarik, penurunan, dan rasio penurunan terhadap volume yang lebih baik daripada tiang pancang spun. Terakhir, pada tanah pasir padat, tiang pancang persegi memiliki daya dukung tekan dan tarik, penurunan, dan perbandingan penurunan dengan volume yang lebih baik daripada tiang pancang spun.
ANALISIS PERKUATAN LERENG MENGGUNAKAN GEOGRID YANG DIPERKUAT DENGAN RIGID INCLUSION DAN BORED PILE Pahlawan, Cakra Wicaksana; Suhendra, Andryan
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 2, Mei 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v7i2.28048

Abstract

Reinforced Slope Structure is a strengthening structure made on a slope using additional materials, usually using geogrid to increase the slope stability value. Geogrid is a polymer material that has strong elastic properties and is resistant to certain tensile forces. In this research, Reinforced Slope Structure modeling was carried out combined with Rigid Inclusion and Bored Pile as local soil reinforcement. In the Reinforced Slope Structure modeling, internal and external stability values ​​were analyzed and variations in pseudostatic wave strength were carried out. Based on the analysis results, a safety factor value is obtained which refers to a standard. For the analysis of pseudostatic wave strength, it is assisted by the finite element method program, so that researchers can draw conclusions regarding the use of Reinforced Slope Structure on this slope embankment. Therefore, in this research, modeling of an earth embankment with a height of 14.56 meters was carried out to obtain the overturning safety factor value of 13.233, a sliding safety factor of 2.35, a static global safety factor of 1.506, and a dynamic global safety factor with different earthquake coefficient values. assisted using 2D finite element applications. Abstrak Reinforced Slope Structure merupakan suatu struktur perkuatan yang dibuat pada lereng dengan menggunakan material tambahan, biasanya menggunakan geogrid untuk meningkatkan nilai stabilitas lereng. Geogrid merupakan bahan bermaterial polimer yang memiliki sifat elastis yang kuat dan tahan terhadap gaya tarik tertentu. Pada penelitian ini, dilakukan permodelan Struktur Reinforced Slope Structure yang dikombinasikan dengan Rigid Inclusion dan Bored Pile sebagai perkuatan tanah setempat. Pada permodelan Reinforced Slope Structure dilakukan analisis nilai stabilitas internal, eksternal, dan dilakukan analisis terhadap variasi kuat gelombang pseudostatic. Berdasarkan hasil analisis didapatkan suatu nilai faktor keamanan yang mengacu pada suatu standar. Untuk analisis kuat gelombang pseudostatic dibantu dengan program metode finite element, sehingga peneliti dapat membuat kesimpulan terhadap penggunaan Reinforced Slope Structure pada timbunan lereng ini. Oleh karena itu, pada penelitian ini dilakukan permodelan timbunan tanah dengan tinggi 14,53 meter didapatkan nilai faktor keamanan guling sebesar 13,233, faktor keamanan geser sebesar 2,35, faktor keamanan global statik sebesar 1,506, serta faktor keamanan global dinamik dengan nilai koefisien gempa yang berbeda-beda yang dibantu menggunakan aplikasi finite element 2D.
AKSESIBILITAS TRANSPORTASI BAGI PENGGUNA KURSI RODA DI TRANSIT ORIENTED DEVELOPMENT DUKUH ATAS Handojo Putra, Raynaldi; Putranto, Leksmono Suryo
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 2, Mei 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v7i2.28074

Abstract

Development in Indonesia continues to increase rapidly, especially in the capital city of Jakarta, there are many activities carried out by people in the capital city. The development of activities in the capital city of Jakarta itself needs to be carried out using public transportation. Public transportation itself is an investment to transport large numbers of passengers. Passengers in public transportation themselves have two categories of priority and non-priority passengers. The priority passengers are people with disabilities who use public transportation services themselves. This paper aims to describe the real situation of transportation accessibility needs for wheelchair users in the transit-oriented development of Dukuh Atas Sudirman Jakarta using several methods such as validity tests, reliability tests, homogeneity tests, one sample T-Test & Independent sample T-Test. The research results show that there is a lack of supporting facilities such as lifts and ramps that help people with disabilities to carry out mobility in the Dukuh Atas transit-oriented development area.
Redaksi Vol. 7 No. 1 Sandjaya, Arif
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 1, Februari 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kata Pengantar Vol. 7 No. 1 Sandjaya, Arif
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 1, Februari 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract