cover
Contact Name
Widodo Kushartomo
Contact Email
widodokushartomo@gmail.com
Phone
+628176869150
Journal Mail Official
jmts@untar.ac.id
Editorial Address
Jl. Letjen S. Parman No. 1, Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 2622545X     DOI : http://dx.doi.org/10.24912/jmts
Core Subject : Engineering,
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil dikelola oleh Program Studi Sarjana Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara. JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil merupakan media publikasi hasil penelitian dan studi ilmiah dalam bidang Teknik Sipil yang diterbitkan 4 kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November. Jurnal ini terbit pertama kali pada 1 Agustus 2018.
Articles 861 Documents
Daftar Isi Vol. 7 No. 1 Sandjaya, Arif
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 1, Februari 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

FORMULASI FAKTOR MODIFIKASI KUAT TARIK BELAH UNTUK KUAT GESER BETON TANPA AGREGAT KASAR Christianto, Daniel; Pranoto, Wati Asriningsih; Jusuf, Andrew Hartanto; Kho, Dhea Angelica; Tavio
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 2, Mei 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v7i2.28994

Abstract

One way to create high strength concrete is to eliminate coarse aggregate from the concrete mixture. The lack of recommendations for the design of concrete without coarse aggregate can cause failures that must be avoided, especially brittle shear failures. One way to account for the properties of the concrete without coarse aggregate is to use a splitting tensile strength factor in the normalweight concrete shear strength equation. In this research, cylindrical specimens with the size of 150 mm × 300 mm and 100 mm × 200 mm were tested in compression according to ASTM C496 to obtain the concrete splitting tensile strength. All concrete specimens were made with a maximum aggregate size of 0,6 mm, superplasticizer, and silica fume. The specimens were treated through a curing process of 58 days before being tested. Based on the analysis of the test results, concrete without coarse aggregate with a compressive strength of 50.87 to 60.67 MPa has splitting tensile strength of 1.17 to 1.71 times the splitting tensile strength of normal concrete. The application of splitting tensile strength modification factor (λ) based on test results can gives a better prediction of the shear strength of concrete without coarse aggregate. Abstrak Salah satu cara untuk membuat beton mutu tinggi adalah dengan mengeliminasi agregat kasar dari campuran beton. Kurangnya rekomendasi desain beton tanpa agregat kasar dapat menyebabkan kegagalan yang harus dihindari, terutama kegagalan geser yang bersifat getas. Salah satu cara memperhitungkan sifat beton tanpa agregat kasar adalah dengan menggunakan faktor kuat tarik belah pada persamaan kuat geser beton normal. Dalam penelitian ini, benda uji silinder berukuran 150 mm × 300 mm dan 100 mm × 200 mm diuji tekan sesuai ASTM C496 untuk mendapatkan kuat tarik belah beton. Semua spesimen beton dibuat dengan ukuran agregat maksimum sebesar 0,6 mm, superplasticizer, dan silica fume, serta dirawat melalui proses curing selama 58 hari sebelum diuji tekan dan tarik belah. Berdasarkan analisis hasil pengujian, beton tanpa agregat kasar dengan kuat tekan sebesar 50,87 hingga sampai 60,67 MPa memiliki kuat tarik belah sebesar 1,17 sampai 1,71 kali kuat tarik belah beton normal. Penerapan faktor modifikasi kuat tarik belah (λ) berdasarkan hasil pengujian dapat memberikan prediksi kekuatan geser beton tanpa agregat kasar yang lebih baik.
Cover Vol. 7 No. 2 Sandjaya, Arif
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 2, Mei 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Redaksi Vol. 7 No. 2 Sandjaya, Arif
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 2, Mei 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kata Pengantar Vol. 7 No. 2 Sandjaya, Arif
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 2, Mei 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daftar Isi Vol. 7 No. 2 Sandjaya, Arif
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 2, Mei 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ANALISIS PANJANG CFRP KOLOM PADA PERKUATAN EXTERIOR BEAM-COLUMN JOINT BETON BERTULANG MENGGUNAKAN MIDAS FEA Sandjaya, Arif; Fathurrahman, Muhammad Rafi; Leman, Sunarjo
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 3, Agustus 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v7i3.24948

Abstract

With increasing knowledge and technological advances, earthquake resistance regulations are undergoing updates. Buildings that existed before the new regulations will need to be reviewed. If it turns out that the results of the review do not meet the requirements of the new regulations, then one solution is retrofitting. Fiber reinforced polymer (FRP) has emerged as a viable alternative for reinforcing reinforced concrete components. The advantages of FRP are that it is corrosion resistant, lighter than steel reinforcement, high tensile strength, and easy application. FRP can be in the form of rods, grids, or sheets. There are generally 5 types of FRP, namely glass fiber reinforced polymer (GFRP), aramid fiber reinforced polymer (AFRP), carbon fiber reinforced polymer (CFRP), basalt fiber reinforced polymer (BFRP), and natural fiber reinforced polymer (NFRP). This research will present CFRP as reinforcement for reinforced concrete beam and column connections. Variations in CFRP length in the column were analyzed using MIDAS FEA. 1 models of reinforced concrete beam and column connections were made without CFRP and 7 models with CFRP. The analysis results show that CFRP can increase the load capacity carried by the connection by up to 25% and there is a limit to the length of CFRP use due to the limited capacity of concrete. Abstrak Dengan bertambahnya pengetahuan dan kemajuan teknologi, peraturan tahan gempa mengalami pembaruan. Bangunan yang sudah ada sebelum peraturan baru perlu ditinjau kembali. Jika ternyata hasil peninjauan tidak memenuhi persyaratan dari peraturan baru, maka salah satu solusinya adalah perkuatan. Fiber reinforced polymer (FRP) telah muncul sebagai alternatif yang layak untuk perkuatan komponen beton bertulang. Kelebihan FRP adalah tahan korosi, lebih ringan dibandingkan perkuatan baja, kuat tarik yang tinggi, dan aplikasi yang mudah. FRP dapat berbentuk rod, grid, ataupun lembaran. FRP secara umum ada 5 jenis, yaitu glass fiber reinforced polymer (GFRP), aramid fiber reinforced polymer (AFRP), carbon fiber reinforced polymer (CFRP), basalt fiber reinforced polymer (BFRP), dan natural fiber reinforced polymer (NFRP). Penelitian ini akan menampilkan CFRP sebagai perkuatan pada hubungan balok dan kolom beton bertulang. Variasi panjang CFRP pada kolom dianalisis menggunakan MIDAS FEA. Dibuat 1 model sambungan balok dan kolom beton bertulang tanpa CFRP dan 7 model dengan CFRP. Hasil analisis menunjukkan CFRP dapat meningkatkan kapasitas beban yang dipikul sambungan hingga 25% dan ada batas panjang penggunaan CFRP karena terbatasnya kemampuan beton.
ANALISIS CHANGE ORDER RATIO PADA PROYEK BENGKEL SPBU Mihardja, Christian; Waty, Mega
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 3, Agustus 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v7i3.25163

Abstract

Vehicles are one of the supporting facilities used for daily activities. Vehicles are usually maintained so that they are always in prime condition and suitable for use in the workshop. Currently, there are many workshops that we can find anywhere. The workshop used to carry out maintenance must go through a construction process. Insufficient planning for workshop projects can result in additional work or change orders. This research aims to determine the value of change orders in the Public Fuel Filling Station (SPBU) workshop project and find the main causes of change orders based on job category. This research uses change order value ratio data from 32 workshop projects in Jabodetabek whose construction took place from November 2022 to March 2023. Based on the results of research and calculations, the average change order ratio value for workshop projects for the work category was 48.614%, where there were The average value of change order ratio in addition is 37.669% and the average value of change orders in subtraction is 10.945%. Electrical and structural work is the work category that is the main cause of change orders. Abstrak Kendaraan merupakan salah satu fasilitas pendukung yang digunakan untuk kegiatan sehari-hari. Kendaraan biasannya dilakukan pemeliharaan agar selalu dalam kondisi prima dan layak digunakan di bengkel. Saat ini terdapat banyak bengkel yang dapat kita temui dimanapun. Bengkel yang digunakan untuk melakukan pemeliharaan harus melalui proses pembangunan. Perencanaan pada proyek bengkel yang kurang matang menimbulkan terjadinya pekerjaan tambah kurang atau change order. Tujuan dari penelitian ini untuk menentukan nilai change order pada proyek bengkel Stasion Pengisi Bahan Bakar Umum (SPBU) dan menemukan penyebab utama terjadinya change order bedasarkan kategori pekerjaan. Penelitian ini menggunakan data rasio nilai change order dari 32 proyek bengkel di Jabodetabek yang konstruksinya berlangsung selama November tahun 2022 hingga Maret 2023. Bedasarkan hasil penelitian dan perhitungan, diperoleh nilai rata-rata change order ratio pada proyek bengkel untuk kategori pekerjaan sebesar 48,614% dimana terdapat nilai rata-rata change order ratio in additional sebesar 37,669% dan nilai rata-rata change order in subtraction sebesar 10,945%. Pekerjaan electrical dan structure menjadi kategori pekerjaan yang menjadi penyebab utama change order.
PENILAIAN KONDISI JALAN MENGGUNAKAN METODE SURFACE DISTRESS INDEX DAN INVENTARISASI KONDISI JALAN BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PADA RUAS JALAN BANDA-NYANGLAN KABUPATEN KLUNGKUNG I Nyoman Sai Santya; Anak Agung Gede Sumanjaya; Putu Aryastana
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 3, Agustus 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v7i3.25274

Abstract

The Banda-Nyanglan road section is a district road link that connects Klungkung Regency and Bangli Regency. This road is often passed by overloaded vehicles which can cause road damage. Conduct a road condition assessment because there is road damage and needs to be handled quickly and precisely. The aim of the research is to identify types of road damage, identify the level of road damage, identify damage management, and inventory road conditions using Geographic Information System (GIS) maps. Primary data and secondary data were used in this study where the primary data was obtained from direct road damage survey data and secondary data was obtained through the PUPR Office of Klungkung Regency in the form of Regency road maps and basic Regency road data. The flow of this research is identifying road damage, recapitulating road damage data, analyzing data based on the SDI method and inventorying road conditions using GIS maps. The analysis results indicate that the road damage conditions on the Banda-Nyanglan section consist of good, moderate, and lightly damaged conditions, with percentages of 28%, 56%, and 16% respectively. The planned road damage management includes periodic maintenance and routine maintenance. Integrating road condition data into a GIS map can facilitate the communication of road conditions in the form of a road network map. Abstrak Ruas jalan Banda-Nyanglan merupakan ruas jalan kabupaten yang menjadi penghubung antara Kabupaten Klungkung dengan Kabupaten Bangli. Jalan ini sering dilalui kendaraan bermuatan lebih yang dapat menyebabkan terjadinya kerusakan jalan. Dilakukannya penilaian kondisi jalan karena terdapat kerusakan jalan dan perlu ditangani secara cepat dan tepat. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi jenis-jenis kerusakan jalan, mengidentifikasi tingkat kerusakan jalan, mengidentifikasi penanganan kerusakan, dan menginventarisasi kondisi jalan menggunakan peta Sistem Informasi Geografis (SIG). Digunakan data primer dan data sekunder pada penelitian ini yang dimana data primer didapat dari survei data kerusakan ruas jalan secara langsung dan data sekunder didapat melalui Dinas PUPR Kabupaten Klungkung berupa peta jalan Kabupaten dan data dasar jalan Kabupaten. Alur penelitian ini yaitu, identifikasi kerusakan jalan, rekapitulasi data kerusakan jalan, analisis data berdasarkan metode SDI dan inventarisasi kondisi jalan menggunakan peta SIG. Hasil analisis menunjukkan bahwa kondisi kerusakan jalan pada ruas Banda-Nyanglan terdiri dari kondisi baik, kondisi sedang, kondisi rusak ringan, dengan persentase berturut-turut 28%, 56%, dan 16%. Rencana penanganan kerusakan jalan yang dilakukan adalah pemeliharaan berkala dan pemeliharan rutin. Inventarisasi data kondisi jalan ke dalam peta SIG dapat memudahkan dalam menginformasi kondisi jalan yang berbentuk peta jaringan jalan.
DIGITALISASI METODE KONSTRUKSI PADA PROYEK HIGH-RISE BUILDING Silitonga, Daniel Maranatha; Hendrawan, Stefanus Yobel; Jin, Oei Fuk
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 3, Agustus 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v7i3.26755

Abstract

The construction of high-rise buildings is one of the tasks with high levels of risk and complex coordination. Technological innovations such as the internet of things (IoT), 3D printing, virtual reality (VR), artificial intelligence (AI), and building information modeling (BIM) have become solutions in facing the existing risks and challenges. The systematic literature review (SLR) method is used to analyze the development of digital transformation in high-rise building construction projects, so that the extent to which technology can help improve project efficiency, productivity, and quality can be understood. The stages of this SLR method are carried out through literature collection, identification process, and analysis of relevant articles on the discussion topic. Out of the 48 selected literature studies, it is shown that current construction digitalization involves the use of technology 4.0, construction robots, and automatic construction methods. All three have great potential for effective and efficient project management performance, as well as reducing occupational safety risks. However, the implementation of digital technology still faces various challenges, especially in terms of infrastructure provision and skilled human resources. Abstrak Proyek konstruksi high-rise building merupakan salah satu pekerjaan dengan tingkat risiko yang tinggi serta koordinasi yang kompleks. Inovasi teknologi seperti internet of things (IoT), 3D printing, virtual reality (VR), artificial intelligence (AI) hingga building information modeling (BIM) telah menjadi solusi dalam menghadapi risiko serta tantangan yang ada. Metode systematic literature review (SLR) digunakan dalam menganalisis perkembangan transformasi digital pada proyek konstruksi high rise building, sehingga dapat diketahui sejauh mana peran teknologi dapat membantu meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan kualitas proyek. Tahapan metode SLR ini dilakukan melalui pengumpulan literatur, proses identifikasi, hingga analisis artikel-artikel yang relevan terhadap topik pembahasan. Dari 48 studi literatur yang dipilih, menunjukkan bahwa digitalisasi konstruksi saat ini berupa penggunaan teknologi 4.0, robot konstruksi, serta metode konstruksi otomatis, ketiga hal tersebut memiliki potensi yang besar terhadap kinerja manajemen proyek yang efektif dan efisien, serta dapat mengurangi risiko keselamatan kerja. Meskipun demikian, implementasi teknologi digital masih menghadapi berbagai tantangan khususnya dalam hal penyediaan infrastruktur serta tenaga manusia yang terampil.