cover
Contact Name
Widodo Kushartomo
Contact Email
widodokushartomo@gmail.com
Phone
+628176869150
Journal Mail Official
jmts@untar.ac.id
Editorial Address
Jl. Letjen S. Parman No. 1, Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 2622545X     DOI : http://dx.doi.org/10.24912/jmts
Core Subject : Engineering,
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil dikelola oleh Program Studi Sarjana Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara. JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil merupakan media publikasi hasil penelitian dan studi ilmiah dalam bidang Teknik Sipil yang diterbitkan 4 kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November. Jurnal ini terbit pertama kali pada 1 Agustus 2018.
Articles 861 Documents
ANALISIS KEY SUCCESS FACTOR KEPEMIMPINAN DALAM MEMAKSIMALKAN KINERJA UNIT KERJA: STUDI KASUS SAMESTA MARGONDA DEPOK Ramadhan, Monang Wijaya; Indra Sakti, Wahyu
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 3, Agustus 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v7i3.27177

Abstract

The main factor in the success of a company or organization lies precisely in its resources, in this case human resources, namely planning, implementing, directing and controlling all operational activities of the company or organization, whether or not they occur within the company or organization. With this, in order to maximize the human resources in the field, the Project Leader must develop strategies in carrying out the functions of the work unit which are classified as minimalist for maximum results in the performance of the work unit, especially in leadership factors. This is very necessary because the Project Leader will organize the course of the project systematically by involving many human resources both internal to the project and with external parties. Output the results of the questionnaire survey and interviews will be analyzed and presented in identifying the success factors category of Leadership based on literature studies and literature, then analyze what factors are the determinants of success (key success factor) Leadership in maximizing the performance of the project work unit. The results showed that there are 10 Key Success Factors which include the right good communication; Appropriate decision-making; Involvement until the project is completed; Technical ability; Appreciate every idea of subordinates; Project organizing skills; Good planning ability; Have new ideas; Future-oriented; Operator skills in using equipment. Abstrak Faktor utama keberhasilan suatu perusahaan atau organisasi justru terletak pada sumber daya yang dimilikinya, dalam hal ini sumber daya manusia, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengarahan dan pengendalian seluruh kegiatan operasional perusahaan atau organisasi tersebut, baik itu maupun tidak terjadi di dalam perusahaan atau organisasi. Hal tersebut agar dapat memaksimalkan sumber daya manusia yang ada dilapangan maka Pimpinan Proyek harus menyusun strategi – strategi dalam menjalankan fungsi unit kerja yang tergolong minimalis untuk hasil yang maksimal dalam kinerja unit kerja terutama dalam faktor kepemimpinan. Hal tersebut sangatlah diperlukan karena Pimpinan Proyek akan mengatur jalannya proyek secara sistematis dengan melibatkan banyak sumber daya manusia baik internal proyek maupun dengan pihak eksternal. Output Hasil survei kuesioner dan wawancara akan dianalisa dan disampaikan dalam mengindentifikasi kategori faktor-faktor yang berpengaruh (success factors category) Kepemimpinan berdasarkan studi Pustaka dan literatur, selanjutnya menganalisis faktor-faktor apa saja yang menjadi penentu keberhasilan (key success factor) Kepemimpinan dalam memaksimalkan kinerja unit kerja proyek. Hasil Penelitian menunjukan terdapat 10 Key Success Factors yang meliputi Komunikasi yang baik; Pengambilan Keputusan yang tepat; Keterlibatan sampai dengan proyek selesai, Berkemampuan Teknis; Mengapresiasi setiap ide bawahan; Keterampilan mengorganisir proyek; Kemampuan perencanaan yang baik; Memiliki gagasan baru; Berorientasi kemasa depan; Keahlian operator dalam menggunakan peralatan.
ANALISIS PERFORMA BALOK T BETON BERTULANG DENGAN SERAT POLIMER MENGGUNAKAN APLIKASI MIDAS FEA NX Alfanov, Timotius; Leman, Sunarjo
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 3, Agustus 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v7i3.27933

Abstract

Over time, the structural integrity of a building may experience a decline in its capacity, necessitating the need for structural retrofitting. One method of structural retrofitting that is often used and considered ideal is to use Hybrid Fiber Reinforced Polymer (FRP) due to its ease of use and the ability to amalgamate the favorable mechanical properties of two FRP materials. This research discusses the effect of HFRP sheet composition on the performance of the flexural capacity of reinforced concrete beams. The T-beam specimens have dimensions of 260 mm in height, 155 mm in breadth, 415 mm in flange width, 60 mm flange thickness, and a span length of 2000 mm. These T-beams underwent testing with symmetric two-point loading at simple supports, reinforced with 4Ø10 tensile reinforcement, 2Ø16 compression reinforcement, and stirrups of Ø10. Flexural strengthening was carried out using 3 different HFRP compositions so that 4 test specimens were obtained including a T beam without strengthening as a control. Analysis was conducted using the finite element method through the MIDAS FEA program. The results indicate that each additional layer of HFRP significantly enhances the flexural capacity of the reinforced concrete T-beams by 97,22-145,03%. Finite element method analysis closely aligns with laboratory test results, with a maximum difference of 9% indicating that the finite element method provides a conservative approach for predicting laboratory test results. Abstrak Seiring berjalannya waktu, struktur dapat mengalami penurunan kapasitas struktural sehingga perkuatan struktur perlu dilakukan. Salah satu metode perkuatan struktur yang sering dipakai dan dianggap ideal adalah dengan menggunakan Hybrid Fiber Reinforced Polymer (FRP) karena mudah dalam pengaplikasiannya dan dapat memadukan sifat mekanik yang baik dari dua bahan FRP yang digunakan. Penelitian ini membahas pengaruh komposisi lembaran HFRP terhadap kinerja kapasitas lentur balok beton bertulang. Sampel balok T mempunyai tinggi 260 mm, lebar badan 155 mm, lebar sayap 415 mm, tebal sayap 60 mm, dan panjang bentang 2000 mm. Balok T diuji tersebut diuji dengan pembebanan dua titik simetris pada tumpuan sederhana dengan tulangan tarik 4Ø10, tulangan tekan 2Ø16, dan sengkang Ø10. Perkuatan lentur dilakukan dengan menggunakan 3 komposisi HFRP yang berbeda sehingga diperoleh 4 benda uji termasuk balok T tanpa perkuatan sebagai kontrol. Analisis dilakukan dengan metode elemen hingga menggunakan program MIDAS FEA dan menunjukkan bahwa setiap penambahan lapisan pelat HFRP meningkatkan kapasitas lentur balok T beton bertulang sebesar 97,22-145,03%. Hasil analisis metode elemen hingga mendekati hasil uji laboratorium dengan perbedaan terbesar 9% yang menandakan bahwa metode elemen hingga memberikan pendekatan konservatif untuk memprediksi hasil uji laboratorium.
ANALISIS METODE EARNED VALUE UNTUK PREDIKSI PENYELESAIAN PROYEK KONSTRUKSI APARTEMEN X DI TANGERANG Wilanata, Christoper; Waty, Mega
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 3, Agustus 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v7i3.27975

Abstract

Time is one of the key indicators of a project’s success. Delays in a construction project can lead to setbacks for various stakeholders in terms of both time and cost. Methods were developed in order to predict the project’s completion time. One of the methods that were developed as a tool for time control is earned value management. This study focuses on assessing the time control aspects of a high-rise apartment building project in Tangerang using the earned value management. The analysis specifically addresses delays in progress which has caused the project with a planned duration of 153 weeks to be predicted having a delay during the 71st week. Analysis using the earned value management method estimated that the project’s predicted finish time increased from 148.55 weeks in the 64th week to 159.34 weeks in the 71st week. An acceleration was done in between the 133rd week to the 144th week that the predicted duration changed from 155.59 weeks to 152.90 weeks. Abstrak Waktu merupakan salah satu indikator utama dari keberhasilan suatu proyek. Keterlambatan dalam proyek konstruksi dapat menyebabkan kerugian dalam hal waktu dan biaya bagi berbagai pihak seperti kontraktor dan owfiner. Metode-metode pun dikembangkan untuk melakukan prediksi terhadap waktu penyelesaian proyek. Salah satu metode yang dikembangkan sebagai alat untuk melakukan manajemen waktu adalah earned value management. Studi ini berfokus pada aspek pengendalian waktu proyek pembangunan gedung apartemen di Tangerang menggunakan earned value management. Analisis pada studi ini secara khusus membahas mengenai keterlambatan kemajuan dari proyek apartemen tersebut yang memiliki durasi perencanaan selama 153 minggu.  Analisis saat menggunakan metode earned value management pada minggu ke-71 proyek diprediksi akan mengalami keterlambatan. Analisis dengan menggunakan metode earned value management memperoleh prediksi waktu penyelesaian proyek yang meningkat dari 148,55 minggu pada minggu ke-64 menjadi 159,34 minggu pada minggu ke-71.  Percepatan dilakukan pada antara minggu ke-133 hingga minggu ke-144 sehingga terdapat perubahan durasi prediksi dari 155,59 minggu menjadi 152,90 minggu.
ANALISIS PANJANG PENGANGKURAN TERHADAP KUAT TARIK MAKSIMUM MENGGUNAKAN APLIKASI MIDAS FEA NX Christianto, Daniel; Audrian, Nikita; Victoria, Gabriella; Leo, Edison
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 3, Agustus 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v7i3.28023

Abstract

Anchors are one of the commonly used connecting methods, that are used to connect structural elements with concrete or other materials and are used not only in new structures but also in existing structures. The installation system can be done by cast in place or post-installed. One type of post-installed anchor is an adhesive anchor which is widely used in strengthening concrete structures because of its installation efficiency. One of the factors that determine the anchor’s tensile strength is the embedment length, where the anchor transmits force from or to the surrounding concrete. The research used the finite element method using Midas FEA NX. Modeling was made with anchor diameters of 10 mm, 12 mm, 16 mm, 19 mm, concrete strength of 20 MPa, 25 MPa, 30 MPa, 35 MPa, and anchor embedding depths of 3d, 6d, 105 mm, 150 mm. Then, a tensile test is carried out on the anchors to obtain the tensile capacity value of each anchor. The analysis is carried out in nonlinear static with vertical loads in displacement approach. Based on the analysis results, it can be concluded that the deeper the anchor embedment length, the greater the anchor's tensile capacity. Abstrak Angkur adalah salah satu metode penghubung yang umum digunakan, tujuannya untuk menghubungkan elemen struktural dengan beton atau material lainnya dan digunakan bukan hanya pada struktur baru tetapi juga pada struktur yang sudah ada. Sistem pemasangannya dapat dilakukan sebelum (cor di tempat) ataupun sesudah beton mengeras (pasca pasang). Salah satu tipe angkur pasca pasang adalah angkur adhesif yang saat ini banyak digunakan dalam perkuatan struktur beton karena pemasangannya lebih efisien. Salah satu pengaruh kuat tarik angkur adalah berdasarkan dari kedalaman penanaman angkur, dimana angkur menyalurkan gaya dari atau menuju beton di sekelilingnya. Penelitian dilakukan dengan metode elemen hingga menggunakan Midas FEA NX. Pemodelan dibuat dengan diameter angkur 10 mm, 12 mm, 16 mm, 19 mm, mutu beton 20 MPa, 25 MPa, 30 MPa, 35 MPa, serta kedalaman penanaman angkur sebesar 3d, 6d, 105 mm, 150 mm. Setelah itu dilakukan pengujian tarik pada angkur untuk mendapatkan nilai kapasitas tarik masing-masing angkur. Analisis dalam Midas FEA NX dilakukan secara nonlinear statik dengan beban secara vertikal menggunakan pendekatan perpindahan dan mengetahui jenis keruntuhan yang terjadi. Berdasarkan hasil analisis, semakin dalam penanaman angkur maka semakin besar pula kapasitas tarik angkur.
PERHITUNGAN PREDIKSI DURASI PROYEK GEDUNG BERTINGKAT MENGGUNAKAN METODE EARNED SCHEDULE Erwan, Codey; Anondho, Basuki; Sutandi, Arianti
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 3, Agustus 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v7i3.28035

Abstract

One quick way to address urban population growth is to support the construction of tall buildings. This research was designed using quantitative method. The purpose of this study is to predict the duration per meter2 of high-rise building construction based on the gross floor area (GFA) and the number of levels worked on for Jakarta and surrounding areas. Data collection on the duration of ongoing projects as many as 36 projects. The data analysis procedure goes through the stages of collecting data on the duration of real and ongoing projects with the calculation of the Earned Schedule method, validating data using the Altman Z score method, analyzing the relationship between duration and gross floor area (GFA) and number of levels, and testing the feasibility of the analysis results. From the results of this study, a fairly good correlation coefficient (R) of 0.906 was obtained, which means that the correlation between the dependent variable and the two independent variables is very strong. The coefficient of determination (R2) is 0.821 or 82.1%, indicating that the independent variables are able to explain the duration prediction very well. This research produces a prediction model of duration per meter2 of multi-storey building construction based on gross floor area (GFA) and number of levels. Abstrak Salah satu cara cepat untuk mengatasi pertumbuhan populasi perkotaan yakni mendukung pembangunan bangunan tinggi. Penelitian ini dirancang dengan metode kuantitatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk memprediksi durasi per meter2 konstruksi bangunan gedung bertingkat berdasarkan luas lantai dan jumlah lantai yang dikerjakan untuk daerah Jakarta dan sekitarnya. Pengumpulan data durasi proyek tengah berjalan sebanyak 36 proyek. Prosedur analisis data melalui tahapan pengumpulan data durasi proyek nyata maupun berjalan dengan perhitungan metode Earned Schedule, validasi data dengan metode uji selisih rata-rata, analisis hubungan antara durasi dengan luas lantai dan tinggi lantai, dan uji kelayakan hasil analisis. Dari hasil penelitian ini diperoleh nilai koefisien korelasi (R) yang cukup baik sebesar 0.906 mengartikan bahwa korelasi antara variabel dependen dengan kedua variabel independen termasuk sangat kuat. Koefisien determinasi (R2) sebesar 0.821 atau 82.1%, menunjukkan variabel independen mampu menjelaskan prediksi durasi dengan sangat baik. Penelitian ini menghasilkan model prediksi durasi per meter2 konstruksi bangunan gedung bertingkat berdasarkan luas lantai dan jumlah lantai.
PERBANDINGAN KELAYAKAN FINANSIAL GEDUNG GREEN BUILDING DAN NON- GREEN BUILDING MENGGUNAKAN METODE MONTE CARLO Ramadian, Yasmin; Oei, Fuk Jin
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 3, Agustus 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v7i3.28079

Abstract

Since 2011, Indonesia has been committed to reducing greenhouse gas emissions, one of which is by implementing green buildings in office buildings. The aim of implementing green building is to manage and preserve the environment around the building, reduce building operational costs, ensure the continuity of use of the building, and prevent excessive replacement of building equipment. This study aims to analyze the financial feasibility of four office buildings using the Monte Carlo simulation method which is divided into two categories, namely category 1 (gedung  1 and gedung 3) with grade A building type and category 2 (gedung 2 and gedung 4) with building type grade B. Gedung 1 and gedung 2 have received green building certification issued by GBCI. Gedung 3 and gedung 4 are buildings with a conventional concept. Calculation analysis was carried out using the Monte Carlo method by comparing the Net Preset Value (NPV) and Internal Rate of Return (IRR). Based on the results of comparative analysis carried out on four research objects, the risks used are occupancy rates, rental income and inflation. So it is concluded that the NPV of each building is said to be financially feasible with NPV > 0, a comparison of NPV of 290.37% (category 1) and 164.42% (category 2). The IRR obtained exceeded the MARR value, with a comparison of 53.53% (category 1) and 20.87% (category 2). So the results of the Monte Carlo analysis of office buildings with the highest and best NPV are Building 1 and Building 3 (category 1). Abstrak Sejak tahun 2011 Indonesia telah berkomitmen untuk menurunkan emisi gas rumah kaca salah satunya dengan menerapkan green building pada gedung perkantoran. Tujuan dalam penerapan green building adalah untuk mengelola dan menjaga kelestarian lingkungan disekitar bangunan, mengurangi biaya operasional bangunan, menjamin kelangsungan penggunaan bangunan, serta mencegah penggantian terlalu berlebihan pada peralatan bangunan. Studi ini bertujuan untuk menganalisa kelayakan finansial pada empat gedung perkantoran dengan metode simulasi Monte Carlo yang dibagi menjadi dua kategori, yaitu kategori satu (gedung 1 dan gedung 3) dengan tipe bangunan grade A dan kategori dua (gedung 2 dan gedung 4) dengan tipe bangunan grade B. Gedung 1 dan gedung 2 telah mendapatkan sertifikasi green building yang dikeluarkan oleh GBCI.  Gedung 3 dan gedung 4 merupakan gedung dengan konsep konvensional. Analisa perhitungan dilakukan dengan menggunakan metode Monte Carlo dengan membandingkan Net Present Value (NPV) dan Internal Rate of Return (IRR). Berdasarkan hasil analisis perbandingan yang telah dilakukan pada empat objek penelitian dengan risiko yang digunakan adalah tingkat occupancy, pendapatan sewa, dan inflasi. Maka disimpulkan bahwa NPV masing-masing gedung dikatakan layak secara finansial dengan NPV > 0, perbandingan NPV sebesar 290,37% (kategori 1) dan 164,42 % (kategori 2). IRR yang didapatkan melebihi dari nilai MARR, dengan perbandingan sebesar 53,53% (kategori 1) dan 20,87% (kategori 2). Sehingga hasil analisis Monte Carlo pada gedung perkantoran dengan NPV tertinggi dan terbaik adalah gedung 1 dan Gedung 3 (kategori 1).
OPTIMASI PENJADWALAN PADA PROYEK PEMBANGUNAN RUMAH TINGGAL DENGAN MEMPERHITUNGKAN ALIRAN KAS Yessy, Yessy; Gondokusumo, Onnyxiforus
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 3, Agustus 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v7i3.28159

Abstract

Efficient cash flow management has become one of the key factors enabling contractors to achieve maximum profits. The interrelation between project schedules and cash flow is a crucial element that contractors need to leverage to avoid project delays that could potentially increase financial burdens. The period between project cost expenditures exceeding the performance payment by the contractor may result in a cash shortfall, posing a challenge to overcome. This research aims to optimize project scheduling with a specific focus on construction projects in South Tangerang, with efforts to minimize the impact of negative cash flow while maintaining a fixed project duration. The method applied in this research utilizes the Critical Path Method (CPM), allowing for the identification of non-critical activities and utilizing the total float of non-critical activities to achieve optimal cash flow. Additionally, this study implements linear programming using the solver add-in in Microsoft Excel. The contribution of this research lies in exploring the integration of CPM in construction project management, particularly in construction projects in South Tangerang. The research results indicate that by identifying non-critical activities and utilizing float, contractors can reduce the impact of negative cash flow, optimize scheduling, and minimize funding needs at certain stages. This approach provides a solution to decrease negative cash flow by 15.79% while maintaining a fixed project duration. Abstrak Pengelolaan arus kas yang efisien menjadi salah satu faktor kunci yang memungkinkan kontraktor meraih keuntungan maksimal. Keterkaitan antara jadwal proyek dan arus kas menjadi elemen yang sangat penting dan perlu dimanfaatkan oleh kontraktor guna menghindari keterlambatan proyek yang berpotensi meningkatkan beban keuangan. Periode antara pengeluaran biaya proyek lebih besar dari pembayaran hasil prestasi oleh kontraktor mungkin mengakibatkan kekurangan kas, sehingga menjadi sebuah tantangan dalam mengatasi hal tersebut. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengoptimalkan penjadwalan proyek dengan fokus khusus pada proyek konstruksi di Tangerang Selatan, dengan upaya meminimalkan dampak arus kas negatif dengan durasi proyek tetap. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini menggunakan Critical Path Method (CPM), yang memungkinkan identifikasi kegiatan non kritis dan memanfaatkan total float dari kegiatan non kritis untuk mendapatkan aliran kas yang optimal. Penelitian ini juga mengimplementasikan metode program linear dengan menggunakan bantuan solver add-in pada microsoft excel. Kontribusi penelitian ini terletak pada eksplorasi integrasi CPM dalam manajemen proyek konstruksi, terutama pada proyek Konstruksi di Tangerang Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan mengidentifikasi kegiatan non kritis dan memanfaatkan float, kontraktor dapat mengurangi dampak arus kas negatif, mengoptimalkan penjadwalan, serta meminimalkan kebutuhan pendanaan pada tahapan tertentu. Pendekatan ini memberikan solusi penurunan arus kas negatif sebesar 15.79% dengan durasi proyek tetap.  
STUDI KELAYAKAN INVESTASI USAHA PRODUKSI TIANG PANCANG Budiman, Ronaldo; Setiadi, Mark; Pranoto, Wati A
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 3, Agustus 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v7i3.28179

Abstract

Foundations are an important aspect of infrastructure development that ensures the safety and stability of building structures. Piles are one type of foundation that is often used in construction. As a construction company engaged in piling services, PT XYZ faces challenges related to dependence on third parties in supplying piles. In addition, the purchase and installation of piles that are increasing every year makes PT XYZ think it needs strategic steps to develop its business by entering the pile production sector. Decision making in developing the business needs to be carried out a feasibility study to find out whether the investment is feasible or not to run. In this study, investment assessment criteria are carried out on financial aspects. The method used to analyze the investment feasibility of PT XYZ is the Discounted Cash flow method which consists of calculating Net Present Value (NPV), Internal Rate Of Return (IRR), and Payback Period (PP). Based on the results of the analysis that has been carried out, it is obtained that the NPV value is Rp 7,998,226,761 (in accordance with the requirements if NPV>0 then the investment is feasible), IRR of 22.7852% (positive value greater than the discount factor of 10%), PP in year 4 (four). Thus it can be said that the business development investment to be carried out by PT XYZ provides benefits and is feasible to implement. Abstrak Fondasi merupakan aspek penting dalam pembangunan infrastruktur yang menjamin keamanan dan stabilitas struktur bangunan. Tiang pancang merupakan salah satu jenis fondasi yang sering digunakan dalam pembangunan. Sebagai perusahaan konstruksi yang bergerak dalam bidang jasa pemancangan, PT XYZ menghadapi tantangan terkait ketergantungan terhadap pihak ketiga dalam memasok tiang pancang. Selain itu, pembelian dan pemasangan tiang pancang yang semakin meningkat setiap tahunnya membuat PT XYZ berpikir perlu langkah strategis untuk mengembangkan usahanya dengan memasuki sektor produksi tiang pancang. Pengambilan keputusan dalam mengembangkan usahanya tersebut perlu dilakukan studi kelayakan untuk mengetahui apakah investasi tersebut layak atau tidak untuk dijalankan. Dalam penelitian ini, kriteria penilaian investasi dilakukan terhadap aspek finansial. Adapun metode yang digunakan untuk menganalisis kelayakan investasi perusahaan PT XYZ adalah metode Discounted Cash flow yang terdiri dari perhitungan Net Present Value (NPV), Internal Rate Of Return (IRR), dan Payback Period (PP). Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, diperoleh bahwa nilai NPV sebesar Rp 7.998.226.761 (sesuai dengan syarat jika NPV >0 maka investasi layak untuk dilakukan), IRR sebesar 22,7852% (bernilai positif lebih besar dari faktor diskonto sebesar 10%), Payback Period (PP) pada tahun ke- 4 (empat). Dengan demikian dapat dikatakan bahwa investasi pengembangan usaha yang akan dilakukan oleh PT XYZ memberikan keuntungan dan layak untuk dilaksanakan.
IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK PERUMAHAN RAKYAT MELALUI ANALISIS TRIANGULASI Arumsari, Putri; Alisjahbana, Sofia W.; Rarasati, Ayomi Dita; Sulistio, Hendrik
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 3, Agustus 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v7i3.28229

Abstract

Public-rented flats, which are intended for low-income society, have characteristics which are different from other type of public housing. Based on past literatures, there are 9 characteristics which are public-housing/residential unit’s specifications, supporting facilities, public facilities, surrounding facilities, social environment, household character, location, owner, and funding which are associated with the residents’ satisfaction towards public housing. Other than the issue of public-rented flats’ characteristics, some researches have also suggested changing the institutional and financial scheme of management unit of public-rented flats (MUPRF), especially the ones in DKI Jakarta Province. Therefore this initial research is conducted to identify the characteristic variables of public-rented flats that affect the choice of changing the institutional and financial scheme for the MUPRF. This research is a qualitative research using triangulation analysis based on 3 sources of data which are past literatures, regulations and interviews. According to the triangulation analysis the characteristics that affects the choice of changing the institutional and financial scheme for the MUPRF are public facilities, surrounding facilities, household character, and funding. Abstrak Rumah susun sederhana sewa (rusunawa) yang diperuntukan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) memiliki karakteristik yang berbeda dengan unit hunian perumahan rakyat lainnya. Berdasarkan studi literatur terdapat 9 variabel karakteristik perumahan rakyat yaitu spesifikasi perumahan rakyat/unit rumah tinggal, fasilitas pendukung, fasilitas umum, fasilitas lingkungan, lingkungan sosial, karakter rumah tangga, lokasi, pemilik dan pembiayaan yang diasosiasikan terhadap kepuasan penghuni pada perumahan rakyat. Selain isu terkait karakteristik perumahan rakyat, terdapat beberapa literatur yang mengusulkan perubahan kelembagaan dan finansial pada unit pengelola rumah susun (UPRS), khususnya di Provinsi DKI Jakarta. Oleh karena itu penelitian awal ini akan mengidentifikasi variabel-variabel karakteristik yang dapat mempengaruhi pemilihan skema-skema kelembagaan dan finansial pada UPRS. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan analisis triangulasi yang diperoleh dari 3 sumber data yaitu dari studi literatur, perundang-undangan dan wawancara. Berdasarkan hasil analisis triangulasi didapatkan variabel karakteristik perumahan rakyat yang mempengaruhi pemilihan skema-skema kelembagaan dan finansial pada UPRS adalah fasilitas umum, fasilitas lingkungan, karakter rumah tangga dan pembiayaan pembangunan.
PARTIAL STRESSING METHOD EFFECTIVENESS IN POST TENSION PRESTRESSED CONCRETE SYSTEM Bali, Ika; Wicaksana, Satria; Hariandja, Binsar
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 3, Agustus 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v7i3.29068

Abstract

Concrete material has moderately strong in compression but relatively weak in tension. To overcome this problem, we may apply three kinds of system, i.e., reinforced concrete (R/C) system, composite concrete (C/C) system, and prestressed concrete (P/C) system. In prestressed concrete system, a compressive force is applied to annihilate the tension region in the concrete section. Unfortunately, this compression force creates upward displacement, called camber, with such magnitude that may not be overcome by downward displacements due to the gravity loads. To reduce the magnitude of the troublesome camber, the camber can be decreased by reducing the magnitude of the prestressing force, by assigning some of the total moment to be resisted by additional mild steel. This kind of system, which is called the partial stressing system, is the main concern of this study. The objective of this study is to investigate the effectiveness of partial stressing method in reducing the camber due to the fully stressing method in post tension prestressed concrete system. The research deals with the partial stressing system applied to two cases i.e., rectangular and box girder types based on the real project of bridge girders. The maximum total moment is divided into two portions, one portion is carried out by prestressing tendon, and the other portion is carried out by mild steel. The results of this study indicated that the application of the partial system effectively reduces the magnitude of the cambers due to the fully stressing system. The linear reduction of prestressing force results in linear reduction of the camber for both cases of the rectangular and the box girder types. The box girder has better performance in reducing the stresses and the camber. Since the camber has been reduced significantly by the application of the partial stressing system, hence reduces the construction cost of bridge girders considered. Abstrak Material beton memiliki kuat tekan yang cukup kuat tetapi relatif lemah terhadap gaya tarik. Untuk mengatasi masalah ini, dapat diterapkan tiga macam sistem, yaitu sistem beton bertulang (R/C), sistem beton komposit (C/C), dan sistem beton prategang (P/C). Dalam sistem beton prategang, gaya tekan diterapkan untuk menghilangkan daerah tegangan di bagian beton. Sayangnya, gaya tekan ini menciptakan perpindahan ke atas, yang disebut camber atau kelengkungan, dengan besarnya sedemikian rupa sehingga tidak dapat diatasi oleh perpindahan ke bawah karena beban gravitasi. Untuk mengurangi besarnya camber yang bermasalah, kita dapat mengurangi camber dengan mengurangi besarnya gaya prategang, dengan menetapkan sebagian momen total yang harus ditahan oleh baja tulangan tambahan. Sistem semacam ini, yang disebut sistem tegangan parsial, menjadi perhatian utama dari studi ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas metode tegangan parsial dalam mereduksi camber akibat metode tegangan penuh pada sistem beton prategang pasca tarik. Penelitian ini membahas tentang sistem tegangan parsial yang diterapkan pada dua kasus yaitu tipe gelagar persegi panjang dan gelagar kotak berdasarkan proyek nyata dari gelagar jembatan. Momen total maksimum dibagi menjadi dua bagian, satu bagian dilakukan oleh tendon prategang, dan bagian lainnya dilakukan oleh baja ringan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan sistem parsial efektif mengurangi besarnya kelengkungan akibat sistem tegangan penuh. Pengurangan linier dari gaya prategang menghasilkan reduksi linier dari camber untuk kedua kasus tipe persegi panjang dan gelagar kotak. Gelagar kotak memiliki kinerja yang lebih baik dalam mengurangi tegangan dan camber. Karena camber telah berkurang secara signifikan dengan penerapan sistem tegangan parsial, konsekuensinya dapat mengurangi biaya konstruksi gelagar jembatan tersebut.