cover
Contact Name
Widodo Kushartomo
Contact Email
widodokushartomo@gmail.com
Phone
+628176869150
Journal Mail Official
jmts@untar.ac.id
Editorial Address
Jl. Letjen S. Parman No. 1, Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 2622545X     DOI : http://dx.doi.org/10.24912/jmts
Core Subject : Engineering,
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil dikelola oleh Program Studi Sarjana Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara. JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil merupakan media publikasi hasil penelitian dan studi ilmiah dalam bidang Teknik Sipil yang diterbitkan 4 kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November. Jurnal ini terbit pertama kali pada 1 Agustus 2018.
Articles 861 Documents
OPTIMASI PENGGUNAAN EXCAVATOR DAN DUMP TRUCK PADA PROYEK X DENGAN METODE LINEAR PROGRAMMING Imanda, Krisna; Sutandi, Arianti
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 4, November 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v7i4.30809

Abstract

The growth of construction projects in Indonesia demands efficient utilization of heavy equipment in infrastructure projects. One of the significant cost factors involves the use of heavy machinery such as Excavators and Dump Trucks. This study employs linear programming to optimize the usage of Excavators and Dump Trucks in a soil excavation project in Bogor. By minimizing the operational costs of heavy machinery, the research identifies the optimal number of equipment required to achieve the targeted volume of soil. The results indicate that employing the LP model with LINGO software significantly reduces project costs, saving approximately Rp368,445,800 per week compared to field costs. This research contributes to enhancing operational efficiency and reducing costs in construction projects through the optimization of heavy equipment utilization. The optimization of heavy equipment utilization in construction projects not only improves cost efficiency but also ensures the timely completion of projects within budget constraints. By leveraging mathematical models such as linear programming, this study demonstrates a practical approach to achieving these goals. The findings underscore the importance of strategic planning and efficient resource allocation in enhancing overall project performance and competitiveness in the construction industry. Abstrak Pertumbuhan industri konstruksi di Indonesia menuntut penggunaan alat berat yang efisien dalam proyek-proyek infrastruktur. Salah satu faktor biaya terbesar adalah penggunaan alat berat seperti excavator dan dump truck. Penelitian ini menggunakan pendekatan linear programming untuk mengoptimalkan penggunaan excavator dan dump truck dalam proyek penggalian tanah di Bogor. Dengan meminimalkan biaya operasional alat berat, studi ini berhasil mengidentifikasi penggunaan optimal alat berat yang diperlukan untuk mencapai volume tanah yang ditargetkan. Hasilnya menunjukkan bahwa penggunaan model linear programming dengan bantuan program LINGO dapat mengurangi biaya proyek secara signifikan, sekitar Rp368.445.800 per minggu, dibandingkan dengan biaya lapangan. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi biaya pada proyek konstruksi melalui optimasi penggunaan alat berat.
PENGARUH PERENDAMAN TERHADAP NILAI KUAT UJI TEKAN YANG DIPADATKAN DENGAN CARA PROCTOR PADA BENGKOL Abel, Josia Mariano Nicky; Sentosa, Gregorius Sandjaja
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 4, November 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v7i4.30818

Abstract

Soil is an important factor in construction. one of the important soil parameters is the unconfined compressive test strength where the unconfined compressive test strength value is the stress value at the maximum strength that can be supported by an object before experiencing damage caused by compressive forces. One of the factors that influences the strength value of the unconfined compression test is water. This research aims to find a decrease in the strength value of the free compression test caused by immersion. This research is based on standards from ASTM D698, ASTM D1557, SNI 1744, ASTM D2166, ASTM D2216, dan ASTM D4318. The highest compressive test strength values ​​for compaction are in dry conditions and modified compaction types. And it has a significant decrease in compressive test strength value after soaking. The lowest compressive test strength value is found in dry conditions and standard compaction after soaking. The higher the water content after passing the optimum water content, the soil experiences a large decrease in the unconfined compressive strength test value. Abstrak Tanah merupakan salah satu faktor penting dalam konstruksi. salah satu parameter tanah yang penting adalah kuat uji tekan bebas dimana nilai kuat uji tekan bebas adalah nilai tegangan pada kekuatan maksimum yang dapat ditopang oleh suatu benda sebelum mengalami kerusakan yang disebabkan oleh gaya tekan. Salah satu faktor yang mempengaruhi nilai kuat uji tekan bebas adalah air. Penelitian ini bertujuan untuk mencari penurunan nilai kuat uji kuat tekan yang diakibatkan perendaman. Penelitian ini berstandar dari ASTM D698, ASTM D1557, SNI 1744, ASTM D2166, ASTM D2216, dan ASTM D4318. Nilai kuat tekan tertinggi pada pemadatan berada dalam kondisi kering dan jenis pemadatan modifikasi. Dan memiliki penurunan nilai kuat tekan yang signifikan setelah direndam. Nilai kuat tekan terendah terdapat pada kondisi kering dan pemadatan standar setelah direndam. Semakin tinggi kadar air setelah melewati kadar air optimum tanah mengalami penurunan nilai uji kuat tekan bebas yang cukup besar.
PERBANDINGAN NILAI KUAT GESER TANAH DENGAN KETEBALAN PEMADATAN 20 CM DAN 40 CM Putra Setiawan, Andhika; Susilo, Alfred Jonathan; Febrian, Lounardy
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 4, November 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v7i4.30819

Abstract

Soil compaction is one of the methods used to improve soil quality, such as increasing shear strength and load-bearing capacity, reducing compressibility and permeability of soil, and minimizing volume changes due to variations in moisture content. Soil compaction requires soil lift thickness according to standards, typically around 100-200 mm. If compaction is done with an inappropriate soil lift thickness, the effectiveness of the compaction may be compromised. Testing results show that compaction with a 20 cm layer of soil yields cohesive value of 0.7 kg/cm2 and shear angle values of a 23.2°, with a shear strength value of 72.57 kPa Compaction with a 40 cm layer of soil yields cohesive value of 0.36 kg/cm2 and shear angle values of 22.6°, with a shear strength value of 39.21 kPa. Comparing the results from these two different thicknesses shows that compaction at 40 cm results in significantly reduced values compared to the 20 cm thickness. Therefore, it is crucial to ensure proper thickness during field compaction to avoid compromising the structure being built. Abstrak Pemadatan tanah merupakan salah satu metode peningkatan kualitas tanah, seperti kenaikan kuat geser dan kapasitas menahan beban, pengurangan kompresibilitas dan permeabilitas tanah, dan mengurangi perubahan volume akibat perubahan kadar air. Pemadatan tanah memiliki ketebalan lapisan tanah yang sesuai standar yaitu sekitar 100-200 mm. Jika dilakukan pemadatan dengan ketebalan yang tidak sesuai maka hasil pemadatan menjadi kurang efektif. Hasil pengujian pemadatan dengan ketebalan lapisan tanah 20 cm menghasilkan nilai kohesi sebesar 0,7 kg/cm2 dan sudut geser sebesar 23,2°, dengan nilai kuat geser sebesar 72,57 kPa. Pemadatan dengan ketebalan lapisan tanah 40 cm mendapatkan nilai kohesi sebesar 0,36 kg/cm2 dan sudut geser dalam sebesar 22,6°, dengan nilai kuat geser sebesar 39,21 kPa. Dari hasil yang didapatkan dari 2 jenis ketebalan tanah yang berbeda dapat dilihat bahwa pemadatan pada 40 cm menghasilkan nilai yang cukup menurun dibanding ketebalan 20 cm. Sehingga pemadatan yang dilakukan pada ketebalan yang 40 cm kurang efektif, dan perlu diperhatikan pada saat pemadatan dilakukan di lapangan agar tidak membahayakan struktur yang dibangun.
ANALISIS PERUBAHAN KUAT GESER PADA TANAH LEMPUNG DAN PASIR AKIBAT PENAMBAHAN FLY ASH TIPE C Febrian, Lounardy; Susilo, Alfred Jonathan; Setiawan, Andhika Putra
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 4, November 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v7i4.30820

Abstract

The characteristics of the underlying soil greatly influence the stability of building foundations. Clay and sandy soils are commonly used in civil construction, each with drawbacks. This study aims to enhance the shear strength of clay and sandy soils by adding Type C fly ash. Clay soil samples were taken from Cengkareng, West Jakarta, fly ash from steam power plant Paiton, Central Java, and sandy soil from Garut, West Java. Testing included index properties, atterberg limits, grain size analysis, compaction, triaxial, and direct shear. The results indicate that adding Type C fly ash can significantly increase sandy soil's shear angle and cohesion. In contrast, adding fly ash in clay soil tends to reduce the shear angle but increase cohesion. Assuming an everyday stress of 10 kg/cm², the shear strength of sandy soil increased by 11,91 % with a 20% Type C fly ash mixture, whereas the shear strength of clay soil decreased by 43,00 % with a 20% Type C fly ash mixture. The conclusion from this study indicates that Type C fly ash is more effective when used in sandy soil to enhance shear strength, and further research is needed to determine the optimal fly ash content for various soil conditions. Abstrak Stabilitas pondasi bangunan sangat dipengaruhi oleh karakteristik tanah di bawahnya. Dalam konstruksi sipil, tanah lempung dan pasir sering digunakan, namun keduanya memiliki kelemahan masing-masing. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kuat geser tanah lempung dan pasir melalui penambahan fly ash tipe C. Sampel tanah lempung diambil dari Cengkareng, Jakarta Barat, fly ash dari pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Paiton, Jawa Tengah, dan tanah pasir dari Garut, Jawa Barat. Pengujian meliputi index properties, atterberg limit, grain size analysis, kompaksi, triaxial, dan direct shear. Hasil menunjukkan bahwa penambahan fly ash tipe C dapat meningkatkan sudut geser dan kohesi tanah pasir secara signifikan, sedangkan pada tanah lempung, penambahan fly ash cenderung mengurangi sudut geser namun meningkatkan kohesi. Dengan asumsi tegangan normal 10 kg/cm², kuat geser tanah pasir meningkat sebesar 11,91 % pada campuran fly ash tipe C 20%, sedangkan kuat geser tanah lempung menurun sebanyak 43,00 % pada campuran fly ash tipe C 20%. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa fly ash tipe C lebih efektif digunakan pada tanah pasir untuk meningkatkan kuat geser, dan penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan kadar fly ash yang optimal pada berbagai kondisi tanah.
STUDI ANALISIS DAYA DUKUNG FONDASI DANGKAL PADA LERENG GALIAN Warmana Yuda, Dika; Suhendra, Andryan
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 4, November 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v7i4.30824

Abstract

This study aims to analyze the bearing capacity of shallow foundations on excavation slopes using computer programs with numerical analysis methods and manual calculations using the Meyerhof method to calculate bearing capacity. Numerical analysis methods are used to model the complex interactions between shallow foundations and the surrounding soil, allowing for the simulation of various field conditions and soil parameters to provide an accurate depiction of the behavior of shallow foundations. The numerical analysis results indicate that the steeper the slope, the lower the bearing capacity of the foundation due to the reduced stability of the supporting soil. Conversely, if the distance of the foundation from the slope increases, the bearing capacity increases as the influence of the slope on the foundation's stability diminishes. Manual calculation results, compared with those obtained using computer programs, show that both methods yield similar results, indicating that manual methods can still be reliable for initial estimations. The conclusion of this study emphasizes the importance of considering slope factors and the distance of the foundation from the slope in the planning and design of shallow foundations in excavation slope areas to ensure adequate stability and bearing capacity for building construction. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya dukung fondasi dangkal pada lereng galian menggunakan program komputer dengan metode analisis numerik dan perhitungan manual menggunakan metode meyerhof untuk menghitung daya dukung. Metode analisis numerik digunakan untuk memodelkan interaksi kompleks antara fondasi dangkal dan tanah di sekitarnya, memungkinkan simulasi berbagai kondisi lapangan dan parameter tanah sehingga memberikan gambaran akurat mengenai perilaku fondasi dangkal. Hasil analisis numerik menunjukkan bahwa semakin curam kemiringan lereng, daya dukung fondasi semakin kecil karena penurunan stabilitas tanah yang mendukung fondasi. Sebaliknya, jika jarak fondasi dari lereng semakin jauh, daya dukungnya semakin besar karena pengaruh lereng terhadap stabilitas fondasi berkurang. Hasil perhitungan manual sebagai perbandingan dengan hasil perhitungan menggunakan program komputer menunjukkan bahwa kedua metode tersebut tidak jauh berbeda, menunjukkan bahwa metode manual masih dapat diandalkan untuk estimasi awal. Kesimpulan penelitian ini menekankan pentingnya mempertimbangkan faktor lereng dan jarak fondasi dari lereng dalam perencanaan dan desain fondasi dangkal di area lereng galian untuk memastikan kestabilan dan daya dukung yang memadai bagi konstruksi bangunan.
ANALISIS DAN KALIBRASI PARAMETER DRIVING BEHAVIOR PADA SIMPANG TAK BERSINYAL JALAN PERKOTAAN Pratiwi, Yunita Senja; Rusmandani, Pipit
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 4, November 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v7i4.30966

Abstract

VISSIM adalah software mikro-simulasi arus lalu lintas multimoda yang digunakan secara luas dalam menentukan kinerja lalu lintas dan perencanaan alternatif. Namun, karena pengaturan bawaan dari perilaku pengemudi yang disimulasikan berbeda dengan kondisi di lalu lintas di Indonesia, kalibrasi diperlukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi cara mendapatkan data driving behavior, melakukan kalibrasi, dan validasi sehingga hasil simulasi VISSIM merepresentasikan kondisi eksisting. Penelitian dilakukan melalui survei lapangan dengan mengamati perilaku kendaraan dan mengukur jarak antar kendaraan. Proses kalibrasi yaitu penyesuaian parameter perilaku pengemudi driving behavior sampai pemodelan dapat valid. Hasil dari Validasi menunjukkan bahwa setelah sekali kalibrasi, nilai GEH pada setiap kaki simpang < 5, menandakan model diterima dan valid. Hasil MAPE pada kaki simpang Selatan dan Utara < 10 (Sangat Baik), sedangkan pada kaki simpang Barat berada pada rentang 10-20 (Baik). Analisis menunjukkan bahwa nilai GEH dan MAPE yang diuji dalam sekali kalibrasi menunjukkan nilai yang valid. Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa observasi langsung dapat menjadi metode yang efektif dalam mendapatkan parameter driving behavior. Hasil kalibrasi dan validasi menunjukkan bahwa model VISSIM dapat merepresentasikan kondisi eksisting dengan baik. Peran parameter driving behavior sangat penting dalam kevalidan pemodelan VISSIM. Dari pembahasan dapat disimpulkan bahwa nilai driving behavior yang selama ini menggunakan angka dari kajian-kajian sebelumnya atau dengan trial and error sebenarnya dapat dicari dengan cara survei langsung dengan hasil yang lebih cepat dan efektif.
ANALISIS BIAYA KECELAKAAN LALU LINTAS MENGGUNAKAN METODA GROSS OUTPUT DI JALAN TABATOKI KABUPATEN POSO Lawodi, Yulisnawati; Tangkeallo , Marthen M; Abulebu, Henny I; Lamusu, Rahman; Pandoyu, Ebelhart O; Bansambua, Elce M
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 4, November 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v7i4.31097

Abstract

Poso Regency is a strategically important traffic junction in Central Sulawesi as it connects roads from north to south and from west to east of the island of Sulawesi. All vehicles passing through Poso Regency will pass through Tabatoki Road. Along Tabatoki Road, there are public facilities such as places of worship, gas stations, shops, restaurants, schools, sub-district offices, military bases, residential houses, and intersections. The purpose of this study is to analyze the accident rate using the gross output method and describe the collision diagram and the location of black spots on Tabatoki Road, Poso Regency. The analysis results conclude that the average accident rate of fatalities decreased by 20.38%, severe injuries increased by 11.56%, and minor injuries increased by 11.70%. BSKOj (2023) for fatalities is Rp. 75,903,521, for severe injuries Rp. 75,903,521, and for minor injuries Rp. 1,518,070. The causes of accidents on Tabatoki Road are parking vehicles on part of the road causing side obstacles, vehicles queuing at the gas station occupying the road, and the slope at the intersection blocking the driver's visibility. Abstrak Kabupaten Poso merupakan persimpangan arus lalu lintas yang sangat strategis di wilayah Sulawesi Tengah karena penghubung jalan dari utara ke selatan dan dari barat ke timur pulau Sulawesi. Seluruh kendaraan yang melewati Kabupaten Poso akan melewati jalan Tabatoki. Sepanjang jalan Tabatoki terdapat tempat fasilitas umum seperti tempat ibadah, stasiun pompa bensin, pertokoan, restoran, sekolah, kantor kelurahan, pangkalan militer, rumah penduduk, dan persimpangan. Tujuan penelitian ini menganalisis angka accident rate menggunakan metoda gross output dan mendiskripsikan collision diagram dan letak black spot di jalan Tabatoki Kabupaten Poso. Dari hasil analisis dapat disimpulkan antara lain yaitu rata-rata nilai accident rate korban meninggal dunia mengalami penurunan 20,38 %, korban luka berat meningkat 11,56 %, dan korban luka ringan meningkat 11,70 %. BSKOj (2023) untuk korban meninggal dunia Rp. 75.903.521, korban luka berat Rp. 75.903.521, dan korban luka ringan Rp. 1.518.070. Penyebab kecelaaan di jalan Tabatoki yaitu parkir kendaraan di sebagian badan jalan yang mengakibatkan hambatan samping, kendaraan yang antri ke SPBU yang memakan badan jalan, dan kelandaian jalan di pertigaan mengakibatkan jarak pandang pengemudi terhalang.
SUBTITUSI LIMBAH ABU SEKAM PADI PADA BETON SELF COMPACTING CONCRETE (SCC) M. Ridwan; Istiqomah; Budi Kudwadi
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 4, November 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v7i4.31227

Abstract

The current condition of cement industry is rapidly growing. Limestone, one of the main ingredients in portland cement is non-renewable. An innovation that can reduce the use of cement is rice husk ash. Rice husk ash is classified as pozzolan, it has 87-97% silica content, the basis for using rice husk ash as a partial substitute for cement. The research aimed to determine the effect of rice husk ash substitution on SCC characteristics and the maximum compressive strength. This research used experimental method. Cylindrical test piece 10 x 20 cm, plan quality fc’ 35 MPa. Variations of rice husk ash added were 6%, 8%, 10%, 12%, and 14% by weight of cement. The results of testing the characteristics of SCC at variations of ASP6%, ASP8%, and ASP10% meet the standards of EFNARC 2005. ASP12% and ASP14% do not encounter the T500 and V-Funnel testing requirements. The compressive strength of SCC increases up to 10% variation, with values of 37.174 MPa, 38.872 MPa, and 41.839 MPa. At 12% and 14% variations, the compressive strength decreased values of 39.670 MPa, and 37.034 MPa. The maximum compressive strength was obtained in the ASP10% an increase of 17,15%. Abstrak Kondisi industri semen masa kini berkembang dengan sangat cepat. Batu kapur ialah sumber daya alam yang tidak bisa diperbaharui, yang menjadi salah satu bahan utama pembuatan semen. Penggunaan abu sekam padi menjadi inovasi yang dapat dilakukan untuk mengurangi penggunaan semen. Abu sekam padi digolongkan sebagai pozzolan karena memiliki karakteristik yang halus dan kandungan silika sebesar 87-97%, hal ini menjadi dasar penggunaan abu sekam padi sebagai subtitusi parsial semen. Tujuan penelitian dilakukan guna meninjau pengaruh substitusi abu sekam padi terhadap karakteristik beton SCC dan kuat tekan maksimum. Penelitian menggunakan metode eksperimen. Bentuk benda uji berbentuk silinder 10 x 20 cm, mutu rencana fc’ 35 MPa. Variasi abu sekam padi yang ditambahkan sejumlah 6%, 8%, 10%, 12%, dan 14% terhadap berat semen. Hasil pengujian karakteristik beton SCC pada variasi ASP6%, ASP8%, dan ASP10% memenuhi standar dari EFNARC 2005. Untuk variasi ASP12% dan ASP14% tidak memenuhi standar pada pengujian T500 dan V-Funnel. Kuat tekan beton SCC meningkat sampai variasi 10%, dengan nilai 37,174 MPa, 38,872 MPa, dan 41,839 MPa. Pada variasi 12% dan 14% kuat tekan beton SCC kembali menurun dengan nilai 39,670 MPa, serta 37,034 MPa. Kuat tekan maksimum didapatkan pada variasi ASP10% dengan kenaikan sebesar 17,15%.
ANALISIS DAMPAK LALU LINTAS AKIBAT PENGOPERASIAN HOTEL NOVOTEL MAKASSAR Romadhani, Noor Fadilah; Hasrul, M. Reza; Helmy, Ahnaf Riyandirga Ariyansyah Putra
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 4, November 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v7i4.31656

Abstract

The operation of the Novotel Makassar Hotel, located on the corner of Jenderal Sudirman and Chairil Anwar Street, will certainly impact the generation and attraction of new movements that affect the surrounding area, so a traffic impact analysis is needed. This research uses quantitative methods, the analyzed data is obtained directly through road performance measurement surveys. The road performance analysis focused on Jenderal Sudirman Street as the main access to the Novotel Makassar Hotel and the intersection with the Jenderal Sudirman-Chairil Anwar-Gunung Tinggi Mae signal. Traffic volume by vehicle type classification is measured 8 hours a week, from 07.00 to 22.00 on weekdays and weekends. Data were analyzed using the MKJI method, four-stage modeling, and traffic impact analysis. The calculation result of the existing degree of saturation at peak hours is 0.69. The results of calculating road sections' performance on weekdays and weekends will impact 5 operational years (2029), so recommendations are needed to minimize side obstacles by installing no parking signs at points prone to traffic jams. Road performance of Jenderal Sudirman Street on weekdays 2029, 0.312 (do nothing) to 0.305 (do something) and on weekends 2029, 0.424 (do nothing) to 0.414 (do something). Abstrak Pengoperasian Hotel Novotel Makassar yang terletak di sudut Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Chairil Anwar tentunya akan berpengaruh pada timbulnya bangkitan dan tarikan pergerakan baru yang berdampak bagi sekitarnya, sehingga dibutuhkan analisis dampak lalu lintas. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, data yang dianalisis diperoleh langsung melalui survei pengukuran kinerja ruas jalan. Analisis kinerja jalan difokuskan pada Jalan Jenderal Sudirman sebagai akses utama Hotel Novotel Makassar dan simpang empat bersinyal Jenderal Sudirman-Chairil Anwar-Gunung Tinggi Mae. Volume lalu lintas dengan klasifikasi jenis kendaraan diukur selama 8 jam dalam satu minggu, mulai dari pukul 07.00 hingga 22.00 pada hari kerja dan hari libur. Data dianalisis menggunakan metode MKJI, permodelan empat tahap dan analisis dampak lalu lintas. Hasil perhitungan derajat kejenuhan eksisting pada jam puncak yaitu 0,69. Hasil perhitungan kinerja ruas jalan pada hari kerja dan libur berdampak pada 5 tahun operasional (2029) sehingga dibutuhkan rekomendasi untuk meminimalkan hambatan samping dengan cara memasang rambu dilarang parkir pada titik rawan macet. Kinerja ruas jalan Jenderal Sudirman pada hari kerja 2029 yaitu 0,312 (do nothing) menjadi 0,305 (do something) dan hari libur 2029 yaitu 0,424 (do nothing) menjadi 0,414 (do something).
PENGARUH UKURAN BENDA UJI KUBUS TERHADAP NILAI KUAT TEKAN RECATIVE POWDER CONCRETE Kushartomo, Widodo; Sutandi, Arianti; Wijaya, Jevin
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 4, November 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v7i4.32035

Abstract

The testing of reactive powder concrete (RPC) in the laboratory aims to obtain compressive strength values that represent the quality of the concrete being tested. This testing must adhere to established standards, including international regulations such as ASTM (American Standard for Testing Materials), BS (British Standard), and national regulations like SNI. According to BS 1881 Part 108, the concrete samples must be cube-shaped with dimensions of 15 cm x 15 cm x 15 cm. For high-strength concrete such as RPC, it is impractical to use cylindrical specimens with a diameter of 15 cm and a height of 30 cm due to the maximum capacity of the compression testing machine. This study investigates the correlation between compressive strength for cube specimens of 5x5x5 cm³, 10x10x10 cm³, and 15x15x15 cm³. The target compressive strengths are set at K400, K500, and K650, with 10 samples produced for each size and strength class. Compressive strength tests were conducted at 28 days, with the samples cured through immersion in water at 25°C for 26 days. The results indicate that specimen size influences compressive strength values, with smaller specimens exhibiting higher compressive strengths. Conversely, larger specimens are more prone to defects, which may reduce the compressive strength. Abstrak Pengujian RPC di laboratorium bertujuan untuk mendapatkan nilai kuat tekan yang mewakili mutu dari beton yang diujikan. Pengujian harus mengikuti standar-standar yang telah ditentukan seperti bentuk dan ukuran yang  sesuai dengan peraturan internasional seperti ASTM (American Standart for Testing Materials), BS (British Standard), dan peraturan nasional yaitu SNI. Berdasarkan BS 1881 part 108 tentang sampel beton berbentuk kubus, mensyaratkan ukuran benda uji 15 cm x 15 cm x 15 cm. Pada beton dengan mutu sangat tinggi seperti RPC, tidak memungkinkan membuat benda uji silinder berukuran diameter 15 cm tinggi 30 cm, ini berkaitan dengan kapasitas maksimum mesin yang digunakan untuk melakukan pengujian tekan. Pada penelitian ini dicari korelasi kuat tekan ukuran kubus  5x5x5 cm3, 10x10x10 cm3 terhadap 15x15x15 cm3. Kuat tekan beton yang direncanakan K400, K500 dan K650, masing masing ukuran dan mutu benda uji dibuat sebanyak 10 buah. Pengujian benda uji kubus dilakukan pada umur 28 hari, pemeliharan dengan teknik perendaman dalam air bertemperatur 25oC selama 26 hari. Berdasarkan pengujian yang dilakukan ukuran benda uji mempengaruhi nilai kuat tekan, semakin kecil ukuran benda uji maka nilai kuat tekan yang ditunjukkan juga semakin besar. Semakin besar benda uji kubs yang digunakan, kemungkinan terjadinya cacat juga semakin besar.