cover
Contact Name
Widodo Kushartomo
Contact Email
widodokushartomo@gmail.com
Phone
+628176869150
Journal Mail Official
jmts@untar.ac.id
Editorial Address
Jl. Letjen S. Parman No. 1, Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 2622545X     DOI : http://dx.doi.org/10.24912/jmts
Core Subject : Engineering,
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil dikelola oleh Program Studi Sarjana Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara. JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil merupakan media publikasi hasil penelitian dan studi ilmiah dalam bidang Teknik Sipil yang diterbitkan 4 kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November. Jurnal ini terbit pertama kali pada 1 Agustus 2018.
Articles 861 Documents
ANALYSIS OF LOAD TRANSFER PLATFORM THICKNESS ON LOAD TRANSFER EFFECTIVENESS AND ROAD STABILITY IN SOFT SOIL Andrawan, Andrawan; Wijaya, Hendy; Iskandar, Ali; Johan, Albert
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 3, Agustus 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i3.34188

Abstract

Reinforcement of road embankments on soft soils is a common challenge in infrastructure projects, especially in conditions of low bearing capacity and large settlement potential. One widely used solution is the pile embankment system with the addition of granular Load Transfer Platform. This study aims to numerically evaluate the effect of variations in LTP quality and thickness on system performance. Modeling was conducted using the two-dimensional finite element method, with variations in CBR values of 40% and 45%, and LTP thicknesses of 1 m, 1.5 m, and 2 m. The parameters analyzed include the amount of embankment settlement, slope safety factor, axial force on piles, and visualization of arching effect. The results showed that increasing the quality and thickness of the LTP was able to reduce embankment settlement and increase the factor of safety, especially under short-term conditions. The axial force on the piles also increased as the stiffness of the LTP increased, although at a certain thickness it was thought that there was more optimal force attenuation. These findings indicate the importance of appropriate LTP configuration in the design of soft soil reinforcement systems. Abstrak Perkuatan timbunan jalan di atas tanah lunak merupakan tantangan umum dalam proyek infrastruktur, khususnya pada kondisi daya dukung rendah dan potensi penurunan yang besar. Salah satu solusi yang banyak digunakan adalah sistem pile embankment dengan penambahan load transfer platform (LTP) berbahan granular. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh variasi kualitas dan ketebalan LTP terhadap kinerja sistem secara numerik. Pemodelan dilakukan menggunakan metode elemen hingga dua dimensi, dengan variasi nilai CBR sebesar 40% dan 45%, serta ketebalan LTP 1 m, 1,5 m, dan 2 m. Parameter yang dianalisis meliputi besarnya penurunan timbunan, faktor keamanan lereng, gaya aksial pada tiang pancang, serta visualisasi arching effect. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kualitas dan ketebalan LTP mampu menurunkan penurunan timbunan dan meningkatkan faktor keamanan, khususnya pada kondisi jangka pendek. Gaya aksial pada tiang juga meningkat seiring peningkatan kekakuan LTP, meskipun pada ketebalan tertentu diduga terjadi peredaman gaya yang lebih optimal. Temuan ini menunjukkan pentingnya konfigurasi LTP yang tepat dalam desain sistem perkuatan tanah lunak.
ANALISIS PERILAKU SEISMIK PADA BANGUNAN TINGGI BETON BERTULANG DENGAN VARIASI POSISI OUTRIGGER DAN BELT TRUSS Leo, Edison; Roby, Roby; Leman, Sunarjo
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 3, Agustus 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i3.34189

Abstract

The outrigger and belt truss systems serve as structural components that assist in resisting lateral loads. This study utilized MIDAS GEN software to evaluate the influence of outrigger and belt truss systems on the seismic performance of high-rise buildings. The results indicate that the inclusion of these systems consistently improves structural stiffness, as evidenced by the decrease in the building's natural vibration period—from 4,65 seconds without the outrigger and belt truss system to 4,01 seconds with a configuration of three outriggers and three belt trusses. This increase in stiffness also leads to a rise in base reaction, which is a critical factor in earthquake engineering design. In Model 2, the configuration that showed the best performance (i.e., the highest reduction in top displacement) was at a height of 48 meters, corresponding to 0,3n (where n is the total building height of 160 meters), resulting in a 15,65% reduction. In Model 3, with systems placed at 48 meters and 128 meters (0,3n+0.8n), a 24,73% reduction was achieved. Model 4, with outrigger and belt truss systems positioned at 32 meters, 48 meters, and 128 meters (0.2n+0.3n+0.8n) yielded the highest reduction of 31,8%. However, the effectiveness of these reductions demonstrates a diminishing return phenomenon, where adding more outrigger and belt truss systems beyond a certain point becomes less efficient in further reducing top displacement. Abstrak Sistem outrigger dan belt truss bekerja sebagai sistem yang membantu dalam menahan gaya lateral. Penelitian ini dianalisis menggunakan software MIDAS GEN untuk mengetahui pengaruh sistem outrigger dan belt truss terhadap kinerja seismik pada bangunan tinggi. Hasil studi mengindikasikan bahwa penambahan sistem tersebut secara konsisten meningkatkan kekakuan struktural, yang terbukti dari penurunan periode getar bangunan dari 4,65 detik dengan tanpa menggunakan outrigger dan belt truss menjadi 4,01 detik dengan konfigurasi tiga outrigger dan tiga belt truss. Peningkatan kekakuan ini juga berimplikasi pada peningkatan base reaction, yang mana menjadi suatu pertimbangan krusial dalam desain rekayasa gempa. Pada model 2, konfigurasi yang menunjukkan kinerja terbaik (kinerja terbaik artinya yang terbesar dalam mereduksi nilai top displacement) adalah pada ketinggian 48 meter dengan posisi 0,3n (n adalah total ketinggian yaitu 160 meter) dan reduksi 15,65%. Pada model 3, dengan ketinggian 48 meter dan 128 meter (0,3n+0,8n), nilai reduksi top displacement sebesar 24,73%. Pada model 4 dengan ketinggian 32 meter, 48 meter dan 128 meter (0,2n+0,3n+0,8n), reduksi top displacement sebesar 31,8%. Efektivitas reduksi ini memperlihatkan fenomena diminishing return, dimana penambahan jumlah outrigger dan belt truss secara berlebihan tidak lagi efisien dalam memberikan peningkatan reduksi top displacement.
ANALISIS POTENSI LIKUIFAKSI DAN PENURUNAN TANAH BERDASARKAN PENEMPATAN FONDASI DANGKAL DI KABUPATEN WAKATOBI Sutisna, Darren Edwad; Jonathan Susilo, Alfred; Leman, Sunarjo
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 3, Agustus 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i3.34193

Abstract

Liquefaction and soil settlement potential are two major geotechnical risks that must be considered in shallow foundation planning.This study aims to analyze the potential for liquefaction and ground settlement in Wakatobi Regency based on the placement of shallow foundations. The region has geological and seismic characteristics that make it vulnerable to liquefaction, especially in saturated sandy soil layers located near the ground surface. The research methodology includes collecting Standard Penetration Test (SPT) data and laboratory soil testing. Liquefaction zones were also analyzed using methods developed by Seed et al., Youd & Idriss ,and Idriss–Boulanger. The analysis results indicate that several zones in Wakatobi have a safety factor against liquefaction below the safe threshold, particularly at depths of 0–5 meters, which are also susceptible to significant settlement when subjected to shallow foundation loads. Technical recommendations include placing shallow foundations on hard soil layers to minimize the risk of structural failure. This research is expected to serve as a reference for safer and more sustainable infrastructure planning in Wakatobi Regency. Abstrak Potensi likuifaksi dan penurunan tanah merupakan dua resiko geoteknik utama yang perlu dipertimbangkan dalam perencanaan fondasi dangkal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi likuifaksi dan penurunan tanah (settlement) di Kabupaten Wakatobi berdasarkan penempatan fondasi dangkal. Wilayah ini memiliki karakteristik geologis dan seismik yang rentan terhadap fenomena likuifaksi, khususnya pada lapisan tanah berpasir jenuh air yang terletak dekat dengan permukaan tanah. Metodologi penelitian meliputi pengumpulan data Standard Penetration Test (SPT), dan pengujian laboratorium tanah, zona likuifaksi juga dianalisis menggunakan metode yang dikembangkan oleh Seed et al., Youd & Idriss, and Idriss–Boulanger. Hasil analisis menunjukkan bahwa beberapa zona di Wakatobi memiliki faktor keamanan terhadap likuifaksi di bawah ambang batas aman, terutama pada kedalaman 0–5 meter, yang juga berpotensi mengalami penurunan tanah signifikan jika diberi beban dari fondasi dangkal. Rekomendasi teknis berupa penempatan fondasi dangkal pada lapisan tanah keras untuk meminimalisir resiko terjadinya kegagalan struktur. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam perencanaan infrastruktur yang lebih aman dan berkelanjutan di Kabupaten Wakatobi.
STUDI PERUBAHAN NILAI MODULUS ELASTISITAS PADA TANAH EKSPANSIF AKIBAT PENAMBAHAN ABU TERBANG Gosal, Go Bernard Christian; Sentosa, Gregorius Sandjaja
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 3, Agustus 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i3.34202

Abstract

Driven pile foundations are critical structural elements that transfer loads from superstructures to deeper soil layers with sufficient bearing capacity. In geotechnical engineering practice, the axial bearing capacity of piles can be estimated through empirical approaches or interpreted from results of static axial load testing. This study aims to compare the axial bearing capacity calculated using empirical methods (Meyerhof, Vesic, and O’Neill & Reese for Qp; Tomlinson for Qs) with the interpreted results from static load tests using the Chin and Mazurkiewicz methods. The analysis was conducted at two project sites - Palembang and Malinau - both characterized by cohesive soil profiles. The results indicate that in Palembang, the deviation between empirical methods and interpreted values ranges from 58% to 65%, reflecting a significant difference. Conversely, in Malinau, the deviation is smaller, ranging from 6% to 32%, suggesting that the empirical predictions are relatively closer to the field test results. Among the three empirical methods evaluated, Vesic’s + Tomlinson demonstrated the lowest deviation from the interpreted values at both locations, making it the most accurate empirical approach in this study. These findings highlight the importance of validating empirical calculations with field data to ensure safe and efficient pile foundation design Abstrak Tanah ekspansif memiliki sifat mengembang saat basah dan menyusut saat kering, yang dapat menyebabkan retak serta ketidakstabilan struktur dalam konstruksi. Salah satu metode untuk meningkatkan kekuatan tanah ekspansif adalah dengan menambahkan material stabilisasi seperti abu terbang, Abu terbang yang digunakan adalah abu terbang tipe c karena memberikan sifat semen alami yang meningkatkan kekuatan dan stabilitas tanah Pengujian dilakukan melalui metode Unconfined Compression Test (UCT) untuk mengukur peningkatan nilai Modulus Elastis tanah. Abu terbang ditambahkan dalam beberapa variasi persentase, yaitu 8%, 10%, dan 12% dari berat tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan abu terbang meningkatkan kepadatan tanah serta memperkuat strukturnya, menjadikannya lebih stabil dan memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap beban. Penelitian ini menunjukan bahwa Abu Terbang dapat menaikan nilai modulus elastis dari tanah ekspansif, pada kondisi penambahan Abu terbang sebayak 12%  di kondisi air 98% basah nilai modulus elastis yang didapat adalah 0,2963 sedangkan pada kondisi Natural di kondisi air 98% basah  nilai modulus elastis yang didapat adalah 0,2106 sehingga penambahan Abu Terbang dapat mendukung perencanaan konstruksi yang lebih aman dan efisien.
ANALISIS PENGARUH BAKTERI BACILLUS SUBTILIS TERHADAP PARAMETER KUAT GESER PADA TANAH LANAU Ritung, Fernando Valentino; Suhendra, Andryan
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 3, Agustus 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i3.34210

Abstract

In some cases, the land used to erect a building has soil that does not have a bearing capacity that is suitable for the building to be erected. Therefore, the use of additives is sometimes necessary to increase the bearing capacity value of the soil. One type of additive that can be used is bacteria. However, only some bacteria can be used to increase the bearing capacity of the soil. An example of bacteria that can be used is Bacillus Subtilis, which is a gram-positive bacteria that is rod-shaped and one-celled. In general, bacteria that are given to the soil need to be tended to so that the bacteria can work optimally. After the soil has been cured, the soil can be tested through the Unconfined Compression Test (UCT) or free compressive strength test to obtain the shear strength parameter of soil. The results of this study prove that the use of Bacillus subtilis bacteria can significantly increase soil shear strength, with the maximum increase reaching 276,89% at a concentration of 8% and a 15-day curing period. However, after 25 days, there was a decrease in soil strength due to reduced bacterial activity caused by limited nutrients in the soil. Abstrak Pada beberapa kasus, lahan yang digunakan untuk mendirikan sebuah bangunan memiliki tanah yang bersifat lembek atau tidak memiliki daya dukung yang sesuai dengan bangunan yang akan didirikan. Maka dari itu, penggunaan zat aditif terkadang diperlukan untuk meningkatkan nilai daya dukung dari tanah di lapangan. Salah satu jenis zat aditif yang dapat digunakan adalah bakteri. Namun tidak sembarang bakteri yang digunakan untuk meningkatkan daya dukung tanah. Salah satu contoh bakteri yang dapat digunakan adalah Bacillus Subtilis, dimana bakteri ini adalah bakteri gram positif yang berbentuk batang dan bersel satu. Pada umumnya, bakteri yang diberikan kepada tanah perlu didiamkan terlebih dahulu atau diperam agar bakteri dapat bekerja dengan maksimal. Setelah tanah diperam dalam waktu yang telah ditetapkan sebelumnya, maka tanah dapat diuji melalui pengujian Unconfined Compression Test (UCT) atau kuat tekan bebas guna untuk mendapatkan parameter kuat geser tanah. Parameter kuat geser tanah yang didapatkan ini akan digunakan untuk menentukan apakah tanah yang diuji ini layak untuk dibangun sebuah gedung atau bangunan lainnya di atasnya.
ANALISIS PERUBAHAN NILAI MODULUS ELASTISITAS AKIBAT PENAMBAHAN CAMPURAN KAPUR TOHOR Pangestu, Edwin Nicklaus; Sentosa, Gregorius Sandjaja
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 3, Agustus 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i3.34213

Abstract

Tanah ekspansif ialah tanah yang memiliki sifat kembang susut akibat pengaruh variasi kadar air. Sifat ini menimbulkan permasalahan pada konstruksi sehingga menyebabkan keretakan dan ketidakstabilan struktur. Salah satu alternatif untuk meningkatkan kekuatan tanah ekspansif ialah dengan menambahkan bahan stabilisasi seperti, kapur tohor. Penggunaan kapur tohor dapat meningkatkan kekuatan dari tanah ekspansif. Metode pengujian yang digunakan untuk meningkatkan kestabilan tanah yaitu pengujian UCT yang dilaksanakan di laboratorium dengan kondisi tanpa rendaman. Pengujian UCT yang dilakukan ada 2 jenis yaitu, pengujian UCT pada kondisi tanah natural dan pengujian UCT pada tanah dengan campuran kapur tohor. Kapur tohor yang digunakan terdiri dari tiga variasi kadar yaitu, 3%, 5%, dan 7% dari berat tanah. Setelah mendapatkan grafik UCT, nilai modulus elastisitas akan dicari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai modulus elastis pada kondisi tanah natural didapat sebesar 0,1263 kg/cm2 pada kondisi 100% optimum. Pada kondisi 100% optimum, didapatkan nilai modulus elastis terbesar pada saat campuran kapur tohor sebanyak 3% senilai 0,3487 kg/cm2. Hasil pengujian yang telah didapat menunjukkan bahwa penambahan kapur tohor dapat meningkatkan nilai modulus elastis pada kondisi 100% optimum dan 98% basah.
ANALISIS INTERAKSI STRUCTURE-SOIL-STRUCTURE PADA BASEMENT ADJACENT TERHADAP DEFLEKSI DINDING BASEMENT Gusanto, Steven; Susilo, Alfred Jonathan; Leman, Sunarjo
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 3, Agustus 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i3.34219

Abstract

Basement structure becomes an alternative in optimizing land use on urban cities. In a basement structure, there are lots of components that must be considered, from soil behavior and conditions around the structure, to designing of retaining walls that can handle appropriate loads. This research is done to analyze the effect of adjacent basement with variety of distance and depth of the adjacent basement. Analysis was done by finite element with help of finite element software Midas GTS NX. Using nonlinear analysis to determine the effects of distance and depth on deflection. The bigger the distance of the adjacent basement, the bigger the deflection of the existing basement. If the adjacent basement level is above the existing basement, it adds on the deflection of the existing basement away from adjacent basement. If the adjacent basement level is below the existing basement, it drags the deflection of the existing basement towards the adjacent basement. Abstrak Struktur basement menjadi alternatif dalam menggunakan tanah yang terbatas pada kota-kota metropolitan. Dalam suatu konstruksi struktur  basement banyak komponen yang harus diperhatikan, mulai dari perilaku tanah dan kondisi tanah disekitar, hingga desain dinding penahan tanah yang sesuai untuk menahan beban yang ditahan. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisa efek dari keberadaan struktur  basement lain yang berdekatan dan dilakukan variasi pada jarak dan kedalamannya. Analisis dilakukan melalui elemen hingga dengan bantuan perangkat lunak Midas GTS NX. Menggunakan analisis nonlinear untuk menentukan efek jarak dan kedalaman pada defleksi basement eksisting. Semakin besar jarak antar basement, semakin besar defleksi yang terjadi pada basement eksisting. Jika basement berada pada kedalaman diatas basement eksisting, defleksi yang terjadi semakin besar menjauhi basement adjacent. Jika level basement adjacent berada dibawah basement eksisting, maka defleksi yang terjadi mendekati basement adjacent.
ANALISIS PERBANDINGAN METODE EARNED VALUE MANAGEMENT DAN EARNED SCHEDULE PADA PROYEK PEMBANGUNAN DAN RENOVASI RUMAH Wakano, Vania Yori; Oei, Fuk Jin
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 3, Agustus 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i3.34358

Abstract

The Earned Value Management (EVM) and Earned Schedule (ES) methods are used as project control tools to monitor both cost and schedule performance. This study compares these two methods on two residential projects with less structured project control: the construction of a three-story house in Cakung and the renovation of a two-story house in Mangga Besar. The results of the study indicate different tendencies in the schedule performance assessment between the two methods. In Project 1, observed at week 35, the Schedule Performance Index (SPI) calculated using the EVM method was higher at 0.966 compared to the SPI(t) from the ES method, which was 0.923. This shows that the EVM method estimated a shorter project duration than the ES method. Conversely, in Project 2, observed at week 9, the SPI(t) from the ES method was higher at 0.815 compared to the SPI from EVM, which was only 0.64, indicating that the ES method estimated a shorter project duration than EVM. This difference demonstrates that EVM and ES may yield different assessment tendencies depending on project conditions. Abstrak Metode Earned Value Management (EVM) dan Earned Schedule (ES) digunakan sebagai alat pengendalian proyek baik dari segi biaya maupun waktu. Penelitian ini membandingkan antara kedua metode tersebut pada dua proyek perumahan yang memiliki pengendalian yang kurang terstruktur yakni pada proyek pembangunan rumah 3 lantai di Cakung dan proyek renovasi rumah 2 lantai di Mangga Besar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada proyek 1 seperti di minggu ke-35, nilai SPI yang diperoleh dari metode EVM lebih besar (0,966) daripada nilai SPI(t) dari metode ES (0,923) sehingga estimasi durasi yang diberikan oleh metode EVM lebih cepat daripada metode ES. Sebaliknya, pada proyek 2 seperti di minggu ke-9, nilai SPI(t) yang diperoleh dari metode ES lebih besar (0,815) daripada nilai SPI dari metode EVM (0,64) sehingga estimasi durasi yang dihasilkan oleh metode ES lebih cepat daripada metode EVM. Perbedaan ini menunjukkan bahwa metode EVM dan ES dapat menghasilkan kecenderungan penilaian yang berbeda tergantung pada kondisi proyek.
Daftar Isi Vol. 8 No. 3 Sandjaya, Arif
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 3, Agustus 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kata Pengantar Vol. 8 No. 3 Sandjaya, Arif
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 3, Agustus 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract