cover
Contact Name
Widodo Kushartomo
Contact Email
widodokushartomo@gmail.com
Phone
+628176869150
Journal Mail Official
jmts@untar.ac.id
Editorial Address
Jl. Letjen S. Parman No. 1, Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 2622545X     DOI : http://dx.doi.org/10.24912/jmts
Core Subject : Engineering,
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil dikelola oleh Program Studi Sarjana Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara. JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil merupakan media publikasi hasil penelitian dan studi ilmiah dalam bidang Teknik Sipil yang diterbitkan 4 kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November. Jurnal ini terbit pertama kali pada 1 Agustus 2018.
Articles 861 Documents
Redaksi Vol. 8 No. 3 Sandjaya, Arif
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 3, Agustus 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PEMODELAN PERBAIKAN TANAH LUNAK DENGAN PRELOADING, DEEP MIXING COLUMN, DAN STONE COLUMN Hamdhan, Indra Noer; Raasyid, Muchamad Ansharie
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 4, November 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i4.26668

Abstract

Soft soil is one of the soils with low bearing capacity and high compressibility. One of the soft soil improvement methods that can be used is Deep Mixing Column and Stone Column. This study combines preloading with Deep Mixing Column and Stone Column, which aims to determine the most effective repair method in reducing settlement and consolidation time. As well as knowing the effect of depth and distance between rectangular patterned columns on settlement and consolidation time using Plaxis 2D. The modeled column is 0.8 m in diameter with variation of distance 1D; 2D; 5D; and 10D and variation of depth 25%; 50%; 75%; and 100% of the soft soil thickness. The results showed that the Deep Mixing Column was more effective in reducing the settlement, with an effectiveness of 38%-80%. Meanwhile, Stone Column is more effective in reducing consolidation time, with an effectiveness of 53%-99%. The deeper and more closely spaced the Deep Mixing Column and Stone Column are applied, then the smaller the decline and the shorter the consolidation time. Abstrak Tanah lunak merupakan salah satu tanah dengan daya dukung rendah dan memiliki pemampatan yang besar. Metode perbaikan tanah lunak yang dapat digunakan salah satunya Deep Mixing Column dan Stone Column. Penelitian ini mengkombinasikan preloading dengan Deep Mixing Column maupun Stone Column, yang bertujuan untuk mengetahui metode perbaikan yang paling efektif dalam mereduksi penurunan dan waktu konsolidasi. Serta mengetahui pengaruh kedalaman dan jarak antar kolom berpola rectangular terhadap penurunan dan waktu konsolidasi dengan menggunakan Plaxis 2D. Kolom yang dimodelkan berdiameter 0,8 m dengan variasi jarak 1D; 2D; 5D; dan 10D serta variasi kedalaman 25%; 50%; 75%; dan 100% dari tebal tanah lunaknya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Deep Mixing Column lebih efektif dalam mereduksi penurunan, dengan efektifitas 38%-80%. Sedangkan Stone Column lebih efektif dalam mereduksi waktu konsolidasi, dengan efektifitas 53%-99%. Semakin dalam dan rapat spasi Deep Mixing Column maupun Stone Column yang diaplikasikan, maka penurunan semakin kecil serta waktu konsolidasi semakin singkat.
PERHITUNGAN MANUAL DAN PEMODELAN ELEMEN HINGGA TRIAL TEST DYNAMIC COMPACTION BANDARA YOGYAKARTA KULON PROGO Iskandar, Ali; Rezky, Ivan; Sumarli, Inda
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 4, November 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i4.33772

Abstract

ABSTRACT The new airport in the south of Yogyakarta is an important air transport facility. Geologically, the airport is located on a low-density sandy soil. Low density is prone to liquefaction hazards so it is necessary to improve the soil to increase the density of sandy soil. Land improvement to reduce liquefaction potential on sandy soil can be done by Dynamic Compaction (DC) method. This method is applied to non-residential land by dropping steel tampers from a certain height to achieve a specified density. As an alternative to non-cohesive soil improvement, DC offers cost and time efficiency and is relatively easy to apply with simple technology compared to methods such as vibroflotation. In the planning, finite element modelling (FEM) was used as an advanced study to analyze key parameters (tamper weight, drop height, empirical coefficient “n”, and energy by soil type). The aim was to validate the manual calculation results in the Trials Area before full-scale compaction. The manual calculation served as the main design reference, while the FEM served as an additional verification. Recording the pre- and post-compacting soil conditions was essential to calculate the percentage of design errors.   ABSTRAK Bandara udara baru di Selatan kota Yogyakarta merupakan fasilitas penting dalam transportasi udara. Secara geologi lokasi bandara ini terletak diatas tanah pasir dengan kepadatan rendah. Kepadatan rendah sangat rentan terhadap bahaya likuefaksi sehingga perlu perbaikan tanah untuk meningkatkan kepadatan tanah pasiran. Pematangan lahan untuk mengurangi potensi likuefaksi pada tanah pasir dapat dilakukan dengan metode Dynamic Compaction (DC). Metode ini diterapkan pada lahan yang tidak ditinggali penduduk dengan menjatuhkan tamper baja dari ketinggian tertentu guna mencapai kepadatan rencana. Sebagai alternatif perbaikan tanah non-kohesif, DC menjanjikan  biaya dan waktu yang lebih efisien, serta relatif mudah diaplikasikan dengan teknologi sederhana dibandingkan metode pemadatan lain seperti vibroflotation. Dalam perencanaannya, pemodelan elemen hingga (FEM) digunakan sebagai studi lanjutan untuk menganalisis parameter kunci (berat tamper, tinggi jatuh, koefisien empiris 'n', dan energi berdasarkan jenis tanah). Tujuannya adalah memvalidasi hasil perhitungan manual di Area Percobaan sebelum pemadatan skala penuh. Perhitungan manual menjadi acuan desain utama, sedangkan 3D FEM berfungsi sebagai studi lanjutan. 3D FEM dilakukan untuk mempelajari perilaku tanah pasiran saat dipadatkan, memperkirakan kedalaman pemadatan, interaksi antar titik pemadatan.  Pencatatan kondisi tanah pra dan pasca penumbukan sangat penting untuk menghitung persentase kesalahan desain.
PERAN FLUID VISCOUS DAMPER (FVD) DALAM MEREDUKSI RESPON DAN MENINGKATKAN KINERJA STRUKTUR BANGUNAN AKIBAT AKTIVITAS SEISMIK Muzahab, La Ode Azan; Aulia Putri, Rahma; Mufid, Rafi Ivana; Ahmad, Aryasatya Julian; Fauzi, Mochamad
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 4, November 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i4.33947

Abstract

Large earthquakes can cause structural damage to civil buildings and endanger the safety of human life, so an effective mitigation system is needed. Fluid viscous damper (FVD) is one of the innovative solutions in reducing earthquake energy entering the structure. This research examines the effectiveness of FVD in reducing the response and improving the performance of building structures. The object of study is the Santika Pasir Koja Hotel building, Bandung. The analysis was conducted using numerical modeling in ETABS v22.1 with two scenarios: (1) without FVD and (2) with FVD. The parameters evaluated include floor displacement response, level shear force, base shear, structural frequency/period and structural performance level of the building based on ATC-40 and FEMA- 451. The analysis showed that FVD was able to reduce the drift by (26-62)%. The average reduction of level shear force is 39.8%, and the reduction of base shear during the plan earthquake load is 33.35%. In terms of performance, the structure with FVD reached the “Life Safety (LS)” performance level, while without FVD it was at the “Collapse Prevention (CP)” performance level. Thus, the implementation of FVD is recommended for high-rise buildings in earthquake-prone areas. Further research is recommended to optimize the damping parameters and distribution of FVD damping coefficients on more complex structures. Abstrak Gempa bumi yang besar dapat menyebabkan kerusakan struktural bangunan sipil dan membahayakan keselamatan jiwa manusia sehingga diperlukan sistem mitigasi yang efektif. Fluid Viscous Damper (FVD) merupakan salah satu solusi inovatif dalam meredam energi gempa yang masuk kedalam struktur. Penelitian ini mengkaji efektivitas FVD dalam mengurangi respon dan meningkatkan kinerja struktur bangunan Gedung. Objek kajian adalah gedung  Hotel Santika Pasir Koja, Bandung. Analisis dilakukan menggunakan pemodelan numerik di ETABS v22.1 dengan dua skenario : (1) tanpa FVD dan (2) dengan FVD. Parameter yang dievaluasi meliputi respon perpindahan lantai, gaya geser tingkat, gaya geser dasar, frekwensi/periode struktur dan tingkat kinerja struktur yang didasarkan ATC-40 dan FEMA - 451. Hasil analisis menunjukkan bahwa FVD mampu mengurangi drif sebesar  (26 -62)%. Rata-rata reduksi gaya geser tingkat sebesar 39,8 %, dan reduksi gaya geser dasar saat beban gempa rencana sebesar 33,35%. Dari aspek kinerja, struktur dengan FVD mencapai level kinerja "Life Safety (LS)", sedangkan tanpa FVD berada pada level kinerja "Collapse  Prevention (CP)". Dengan demikian, implementasi FVD direkomendasikan untuk bangunan bertingkat di daerah rawan gempa. Penelitian lebih lanjut disarankan untuk mengoptimalkan parameter peredam dan distribusi koefisien peredam FVD pada struktur yang lebih kompleks.
ANALISIS KINERJA RUAS JALAN PANGERAN ANTASARI BANDAR LAMPUNG MELALUI PENGATURAN U-TURN MENGGUNAKAN MIKROSIMULASI LALU LINTAS Michael, Michael; Andinata, Reynaldi; Prayogi, Galih Rio
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 4, November 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i4.33954

Abstract

Pangeran Antasari Street in Bandar Lampung is an urban road characterized by dense social activity, predominantly commercial areas, and frequent congestion during peak hours due to the presence of U-Turn facilities. This study aims to analyze the impact of U-Turns on the performance of Pangeran Antasari Street, and explore improvement scenarios using PTV VISSIM software. After modeling with VISSIM, output results on volume and vehicle speed were validated using paired t-test method. Peak hours under existing conditions occur from 16:30 to 17:30 WIB, with average vehicle speeds of 20.83 km/h for the West-East direction, average queue lengths of 165.85 meters, and average delay times of 11.31 seconds. The average vehicle speed for the East-West direction is 25.88 km/h, average queue lengths are 62.61 meters, and average delay times are 14.06 seconds. Three improvement scenarios were considered: firstly, closing all U-Turns; secondly, relocating the West U-Turn 50 meters west and the East U-Turn 80 meters east; and thirdly, relocating both U-Turns 70 meters east. Scenario 2 was chosen, resulting in a 0.73% increase in vehicle speed, a 9.65% reduction in queue length, and a 63.8% reduction in delay time for the West-East direction. For the East-West direction, it led to a 1.79% increase in vehicle speed, an 88.48% reduction in queue length, and an 81.86% reduction in delay time. Abstrak Ruas Jalan Pangeran Antasari Bandar Lampung merupakan jalan  perkotaan dengan tingkat aktivitas sosial yang padat, karena di sepanjang ruas jalan merupakan kawasan komersil, selain itu adanya fasilitas U-Turn membuat ruas jalan tersebut sering kali mengalami kemacetan pada jam  sibuk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja ruas Jalan Pangeran Antasari, dan mencari skenario perbaikan menggunakan software PTV VISSIM. Setelah membuat permodelan menggunakan VISSIM, hasil keluaran volume dan kecepatan kendaraan dilakukan pengujian akurasi data dengan metode Uji-T berpasangan. Jam puncak pada kondisi eksisting terjadi pada pukul 16.30-17.30 WIB dengan kecepatan kendaraan rata-rata sebesar 20,83 km/jam, rata-rata panjang antrian sebesar 165,85 meter, dan rata-rata waktu tundaan selama 11,31 detik di ruas Barat-Timur. Kecepatan rata-rata kendaraan sebesar 25,88 km/jam, rata-rata panjang antrian sebesar 62,61 meter, dan rata-rata waktu tundaan selama 14,06 detik di ruas Timur-Barat. Terdapat 3 skenario perbaikan yang dilakukan yaitu, pertama menutup semua U-Turn, kedua merelokasi U-Turn Barat sejauh 50m ke Barat dan U-Turn Timur sejauh 80m ke Timur dan ketiga merelokasi U-Turn sejauh 70m ke Timur. Skenario yang diterapkan yaitu skenario 2 dengan peningkatan kecepatan kendaraan sebesar 0,73%, penurunan panjang antrian sebesar 9,65% dan waktu tundaan 63,8% untuk arah barat-timur dan peningkatan kecepatan 1,79%, penurunan panjang antrian sebesar 88,48% dan waktu tundaan 81,86% untuk arah timur-barat.
ANALISIS PEMILIHAN MODA TRANSPORTASI BERDASARKAN PREFERENSI MAHASISWA UNIVERSITAS TARUMANAGARA Hansel, Deren; Leo, Edison; Angkat, Hokbyan R.S
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 4, November 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i4.34088

Abstract

Tarumanagara University is an educational institution surrounded by a lot of public transportation services around it, but has a major problem which is traffic congestion around the campus. This condition makes students look for alternative transportation that is more flexible, such as private vehicles or online transportation become the main choice for most students in dealing with congestion. This study aims to recognize the character of the selection of transportation types as well as understand the factors that have an influence on student preferences regarding the selection of transportation modes to campus. This study was conducted by applying a descriptive analysis approach to the choice of transportation modes by students and cross tabulation analysis for variables that influence the choice of transportation modes by Tarumanagara University students. The results showed that the majority of student respondents chose private vehicles (58.7%) compared to public transportation (41.3%). Then aspects of consideration/reasons such as low cost (59.0%), speed (73.0%) and availability (65.5%) are the main aspects of consideration that are dominantly chosen by student respondents. The conclusion of this study explains that the variables of gender category, pocket money, transportation costs, vehicle ownership, distance traveled, and travel time have a significant and reliable influence on the transportation mode preference variable. Abstrak Universitas Tarumanagara merupakan institusi pendidikan yang dikelilingi banyak sekali layanan transportasi publik di sekitarnya, namun memiliki masalah utama yaitu kemacetan lalu lintas di sekitar kampus. Kondisi ini membuat mahasiswa mencari transportasi alternatif yang lebih fleksibel, seperti kendaraan pribadi atau angkutan online menjadi pilihan utama bagi sebagian besar mahasiswa dalam menghadapi kemacetan. Studi ini bertujuan untuk mengenali karakter pemilihan jenis transportasi sekaligus memahami faktor-faktor yang memiliki pengaruh terhadap preferensi mahasiswa terkait pemilihan moda transportasi menuju kampus. Penelitian ini dilaksanakan dengan cara menerapkan pendekatan analisa deskriptif terhadap pilihan moda transportasi oleh mahasiswa serta analisa tabulasi silang untuk variabel yang memengaruhi pilihan moda transportasi oleh mahasiswa Universitas Tarumanagara. Hasil penelitian menunjukan mayoritas responden mahasiswa memilih kendaraan pribadi (58,7%) dibandingkan dengan kendaraan umum (41,3%). Kemudian aspek pertimbangan/alasan seperti biaya murah (59,0%), kecepatan (73,0%) dan ketersediaan (65,5%) menjadi aspek pertimbangan utama yang dominan dipilih oleh responden mahasiswa. Kesimpulan dari penelitian ini menjelaskan variabel kategori jenis kelamin, uang saku, biaya transportasi, kepemilikan kendaraan, jarak tempuh dan waktu tempuh memiliki pengaruh yang signifikan dan reliabel terhadap variabel preferensi moda transportasi.
ANALISIS POTENSI LIKUIFAKSI DAN CYCLIC MOBILITY AKIBAT GEMPA BUMI DI TANGERANG SELATAN DAN WAKATOBI Jonathan, Jonathan; Prihatiningsih, Aniek; Leman, Sunarjo
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 4, November 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i4.34110

Abstract

ABSTRACT Indonesia has a high potential for natural disasters due to its geological and geographical factors, such as tectonic activity at the convergence of three major world plates and the presence of many active volcanoes. The country’s high vulnerability to earthquakes also makes it prone to liquefaction and cyclic mobility, which can trigger ground settlement and structural damage. This research aims to expand understanding of liquefaction and cyclic mobility potential in South Tangerang and Wakatobi based on soil types and earthquake magnitudes. Two types of analysis were conducted. The cyclic stress method analysis compares cyclic resistance ratio (CRR) and cyclic stress ratio (CSR) using Idriss-Boulanger, Youd-Idriss, Seed et al., and Tokimatsu-Yoshimi methods. The Tsuchida (1970) method maps grain size distribution test data into curves with boundaries indicating susceptibility to liquefaction and cyclic mobility. Soil is considered to have potential for liquefaction and cyclic mobility if the majority of analysis methods confirm this potential. The results show that Wakatobi has a higher potential for liquefaction and cyclic mobility compared to South Tangerang, with susceptible soil layers reaching depths up to 24 meters. This is due to lower N-SPT values and shallow groundwater levels, increasing vulnerability during earthquakes.   ABSTRAK Indonesia merupakan negara dengan potensi bencana alam yang tinggi akibat faktor geologis dan geografis, seperti aktivitas tektonik di pertemuan tiga lempeng dunia serta keberadaan banyak gunung api aktif. Hal tersebut menyebabkan Indonesia berpotensi mengalami likuifaksi dan cyclic mobility yang dapat memicu penurunan tanah dan kerusakan struktur. Penelitian ini bertujuan untuk memperluas pemahaman tentang potensi likuifaksi dan cyclic mobility pada tanah di Tangerang Selatan dan Wakatobi berdasarkan jenis tanah dan skala kekuatan gempa. Penelitian menggunakan dua jenis analisis. Analisis cyclic stress method membandingkan nilai cyclic resistance ratio (CRR) dan cyclic stress ratio (CSR) menggunakan metode Idriss-Boulanger, Youd-Idriss, Seed et al., serta Tokimatsu-Yoshimi. Analisis menggunakan metode Tsuchida memetakan data uji distribusi ukuran butir tanah ke dalam bentuk kurva dengan batas-batas distribusi yang rentan mengalami likuifaksi dan cyclic mobility. Tanah dianggap berpotensi mengalami likuifaksi dan cyclic mobility apabila mayoritas dari metode analisis mengkonfirmasi potensi tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa tanah di Wakatobi memiliki potensi likuifaksi dan cyclic mobility yang lebih besar dibandingkan Tangerang Selatan, dengan rentang lapisan tanah rentan hingga kedalaman 24 meter. Hal ini disebabkan oleh nilai N-SPT yang lebih kecil dan elevasi muka air tanah yang dangkal, sehingga lebih rentan mengalami likuifaksi dan cyclic mobility saat terjadi gempa bumi.  
STUDI KUAT LENTUR PADA BETON TANPA AGREGAT KASAR DENGAN SERAT BAJA Christianto, Daniel; Liucius, Yenny Untari; Tan, Albert
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 4, November 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i4.34114

Abstract

This research investigates the flexural strength of Reactive Powder Concrete (RPC) reinforced with micro steel fibers and designed without coarse aggregates. RPC is an advanced cementitious composite characterized by its dense matrix and ultra-high compressive strength, achieved through the use of ultra-fine materials such as quartz sand, silica fume, and marble powder. The addition of micro steel fibers is intended to enhance the flexural capacity and ductility of the concrete. A total of six beam specimens measuring 100 × 100 × 400 mm were tested using the third-point loading method in accordance with ASTM C78. All specimens underwent steam curing for 28 days. The results show that fiber-reinforced RPC significantly improves flexural performance, with values exceeding 300 MPa and compressive strengths averaging above 80 MPa. These findings suggest that fiber-reinforced RPC offers a promising alternative for high-performance structural applications and has strong potential for implementation in Indonesia due to the local availability of raw materials and compatible production methods. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kuat lentur beton Reactive Powder Concrete (RPC) yang diperkuat dengan serat baja dan tidak menggunakan agregat kasar. RPC merupakan jenis beton inovatif yang memiliki kepadatan tinggi dan kuat tekan sangat tinggi karena menggunakan material berukuran sangat halus seperti pasir kuarsa, silica fume, dan tepung marmer. Penambahan serat baja mikro dalam campuran RPC dilakukan untuk meningkatkan kekuatan lentur dan daktilitas beton. Pengujian dilakukan terhadap enam sampel balok berukuran 100 × 100 × 400 mm dengan metode third-point loading sesuai standar ASTM C78. Perawatan dilakukan selama 28 hari dengan metode uap panas. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penggunaan serat baja dalam RPC mampu meningkatkan kekuatan lentur secara signifikan, mencapai nilai di atas 300 MPa, dengan kuat tekan rata-rata di atas 60 MPa. Temuan ini menunjukkan bahwa RPC berserat dapat menjadi alternatif beton struktural berkinerja tinggi yang layak dikembangkan di Indonesia karena ketersediaan bahan dan peralatan lokal yang mendukung.
EVALUASI SIMPANG APILL KALIBATA – PASAR MINGGU BERDASARKAN PKJI 2023 DAN SIMULASI PTV VISSIM Salsabila, Syeimaa; Sianturi, Lidwina Sri Ayu DR; Angkat, Hokbyan R.S; Najid
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 4, November 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i4.34116

Abstract

The growth of the number of vehicles in Jakarta continues to increase along with the increasing population and economic activities. This causes significant traffic congestion, especially during peak hours. One of the points experiencing congestion is the Kalibata three-way intersection which connects Pasar Minggu street and Kalibata street. This intersection has a strategic role because it is located near shopping centers, offices, and residential areas, making it a meeting point for various types of vehicles. This study aims to analyze the performance of the Kalibata three-way intersection by evaluating traffic performance parameters based on PKJI 2023. The data used in this study were obtained through a field survey that included data collection on traffic volume, road geometric characteristics, and traffic signal settings. This study uses the ptv vissim simulation software that allows modeling and simulation of existing traffic conditions and testing various improvement scenarios. The recommendations proposed in this study focus on non-physical handling, namely adjusting the timing of traffic signals at each intersection approach. Microsimulation modeling using PTV Vissim software shows results that are consistent with the analytical approach of PKJI, although the resulting delays tend to be lower. The combined approach between the PKJI analytical method and PTV Vissim microsimulation has proven to be complementary in analyzing the overall performance of the intersection. Abstrak Pertumbuhan volume kendaraan di wilayah Jakarta Selatan yang tidak seimbang dengan kapasitas jalan yang tersedia telah menimbulkan permasalahan kemacetan, khususnya di lokasi-lokasi penting seperti Simpang Tiga Kalibata. Simpang ini berfungsi sebagai titik pertemuan antara Jalan Raya Kalibata dan Jalan Raya Pasar Minggu, yang berada di area dengan kepadatan aktivitas, seperti permukiman, area perkantoran, dan fasilitas umum. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kinerja lalu lintas pada simpang tersebut dengan metode analisis berdasarkan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023 serta melalui simulasi mikroskopik menggunakan software PTV Vissim. Data utama diperoleh melalui pengamatan lapangan, sementara data pendukung diambil dari peta jaringan jalan dan informasi penggunaan lahan sekitar simpang. Evaluasi dilakukan terhadap parameter lalu lintas seperti derajat kejenuhan, panjang antrean kendaraan, tundaan rata-rata, dan level of service (LOS). Berdasarkan hasil analisis, simpang ini berada pada tingkat pelayanan F pada kondisi eksisting, baik menurut PKJI maupun hasil simulasi Vissim. Proses validasi model menggunakan metode GEH dan MAPE menunjukkan bahwa hasil simulasi cukup akurat. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan penyesuaian waktu siklus lampu lalu lintas dan pengaturan ulang fase sinyal sebagai alternatif solusi. Implementasi strategi ini diharapkan mampu meningkatkan kelancaran arus lalu lintas dan menurunkan tingkat kemacetan yang terjadi.
KAJIAN NILAI DAN PENYEBAB CHANGE ORDER PADA PROYEK GEDUNG KANTOR X DI JAKARTA Wirandy, Aurelius Jorrel; Waty, Mega
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 4, November 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i4.34120

Abstract

Change order is a written agreement between the project owner and the contractor to modify or change work items which were in the original contact. This change could be in the forms of addition and subtraction of works and, if not handled properly, could cause cost and time overruns. Based on the real data of the budget plan and the implementation budget plan for the 4-storey office X building project, it was found that both forms of change orders have happened. This study aims to find out the change order value percentage caused by additions and subtractions of work items using the Change Order Ratio (COR), Change Order Ratio in Addition (CORA), Change Order Ratio in Subtraction (CORS) calculation methods, and to analyze the causes of change order in said project by spreading a questionnaire. Based on the calculations, it is found that the COR value is 8,99%, the CORA value 0,96%, the CORS value 8,03%. All factors from the questionnaire are valid and reliable, and the owner changing the scope of work is the most influential factor with the RII value of 0,856. Abstrak Change order adalah perjanjian tertulis antara pemilik proyek dengan kontraktor untuk memodifikasi atau mengubah lingkup pekerjaan yang sudah ada pada kontrak awal. Hal ini bisa berupa penambahan dan pengurangan lingkup pekerjaan dan, jika tidak ditangani dengan baik, dapat menyebabkan peningkatan biaya dan perpanjangan waktu. Berdasarkan data riil Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan Rencana Anggaran Pelaksanaan (RAP) pada proyek konstruksi gedung kantor X 4 lantai di Jakarta, ditemukan bahwa kedua bentuk change order tersebut telah terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase nilai change order akibat adanya item pekerjaan yang ditambahkan dan dihilangkan, dengan menggunakan metode perhitungan Change Order Ratio (COR), Change Order Ratio in Addition (CORA), Change Order Ratio in Substraction (CORS) serta untuk menganalisis penyebab terjadinya change order pada proyek tersebut dengan menyebarkan kuesioner. Berdasarkan hasil perhitungan, ditemukan bahwa nilai COR yang terjadi adalah sebesar 8,99%, nilai CORA sebesar 0,96%, nilai CORS sebesar 8,03%. Semua faktor dari kuesioner valid dan reliabel, dan faktor yang paling mempengaruhi adalah pemilik proyek yang mengubah ruang lingkup, dengan nilai RII sebesar 0,856.