cover
Contact Name
Widodo Kushartomo
Contact Email
widodokushartomo@gmail.com
Phone
+628176869150
Journal Mail Official
jmts@untar.ac.id
Editorial Address
Jl. Letjen S. Parman No. 1, Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 2622545X     DOI : http://dx.doi.org/10.24912/jmts
Core Subject : Engineering,
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil dikelola oleh Program Studi Sarjana Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara. JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil merupakan media publikasi hasil penelitian dan studi ilmiah dalam bidang Teknik Sipil yang diterbitkan 4 kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November. Jurnal ini terbit pertama kali pada 1 Agustus 2018.
Articles 861 Documents
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT BARCHIP 48 DALAM PENGUJIAN KUAT TARIK LENTUR DAN KUAT TEKAN BETON Suryana, Laurensius Evan; Kushartomo, Widodo
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 3, Agustus 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i3.34136

Abstract

Concrete has high compressive strength, but is weak against tensile or flexural forces. Therefore, concrete is often reinforced with additional materials such as steel reinforcement or fiber to increase its flexural strength. In this study, concrete was added with polypropylene fiber in the form of BarChip with a length of 48 mm and a diameter of 0.3 mm in an effort to increase its flexural strength. Variations of BarChip fiber added 2%, 5%, and 7% of the weight of the concrete, the test object was made in the form of a block measuring 400 mm x 100 mm x 100 mm as a flexural test object and a cylinder measuring 100 mm x 200 mm as a compression test object, the maintenance technique used the immersion method with a temperature of 20ºC, the test was carried out at the age of 28 days. The test results showed that the addition of 4 kg of BarChip fiber per m3 could increase the flexural strength by 48.8%. The more BarChip fiber added, the lower the workability of the mixture. The flexural strength results obtained were 4.1 MPa, 4.6 MPa, 5.3 MPa, and 6.1 MPa, while the compressive strengths obtained respectively were 22.1 MPa, 21.6 MPa, 18.4 MPa, and 16.7 MPa. Abstrak Beton memiliki kekuatan tekan yang tinggi, tetapi lemah terhadap gaya tarik atau lentur. Oleh karena itu, beton sering diperkuat dengan bahan tambahan seperti tulangan baja atau serat untuk meningkatkan kekuatan lenturnya. Pada penelitian ini beton di tambahkan bahan berupa serat polypropilena berbentuk BarChip dengan panjang 48 mm dan diameter 0,3 mm dalam upaya menaikan kuat lentur nya. Variasi serat BarChip yang di tambahkan 2%, 5%, dan 7% dari berat betonya, benda uji di buat dalam bentuk balok berukuran 400 mm x 100 mm x 100 mm sebagai benda uji lentur dan silinder berukuran 100 mm x 200 mm sebagai benda uji tekan, teknik pemeliharaan menggunakan metode perendaman dengan temperatru 20ºC, pengujian di lakukan pada umur 28 hari. Hasil pengujian menunjukan penambahan serat BarChip sebanyak 4 kg per m3 dapat meningkatkan kuat lentur sebesar 48,8 %. Semakin banyak serat BarChip yang di tambahkan maka akan menurunkan workabilitas adukan. Secara berturut turut hasil kuat lentur nya yang di dapat adalah 4,1 MPa, 4,6 MPa, 5,3 MPa, dan 6,1 MPa, sedangkan kuat tekan yang di dapat secara berturut adalah 22,1 MPa, 21,6 MPa, 18,4 MPa, dan 16,7 MPa.
PARAMETER IDENTIFICATION OF Cc IN SOFT SOIL THROUGH BACK ANALYSIS OF VACUUM PRELOADING Gunawan, Mikael Dylan; Wijaya, Hendy; Iskandar, Ali
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 3, Agustus 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i3.34141

Abstract

The soft soil problem is one of the most common problems in the geotechnical field because the consolidation process in these soils takes a long time. One of the main problems that will be discussed in this research is the high compressibility of soft soil. The project reviewed in this research has clay soil characteristics with soft consistency so that the soil improvement method carried out in this project is vacuum preloading. In this research, a back analysis will be carried out based on the monitoring data available in this project where the modeling to be used is modeling with a finite element approach. The purpose of this back analysis is to obtain appropriate parameters based on monitoring data, the parameters adjusted in the back analysis are consolidation parameters in the form of Cc, Cs, e0, kx, and ky. In this study, it only focuses on one of the consolidation parameters obtained from back analysis, namely the Cc parameter where the purpose of taking the Cc parameter in this study is to measure the high or low compressibility that occurs in soft soil in the project in this study. Based on the results of the back analysis obtained, the Cc value obtained from the 3 settlement plates ranges from 0.7 - 0.75 where the value indicates that the soft soil has high compressibility. Abstrak Permasalahan tanah lunak merupakan salah satu masalah yang sering terjadi pada bidang geoteknik karena proses konsolidasi pada tanah tersebut memakan waktu yang lama. Salah satu permasalahan utama yang akan dibahas pada penelitian ini adalah kompresibilitas yang tinggi pada tanah lunak. Proyek yang ditinjau pada penelitian ini memiliki karakteristik tanah lempung dengan konsistensi lunak sehingga metode perbaikan tanah yang dilakukan pada proyek ini adalah vacuum preloading. Pada penelitian ini akan dilakukan back analysis berdasarkan data monitoring yang tersedia pada proyek ini dimana pemodelan yang akan digunakan berupa pemodelan dengan pendekatan finite element. Tujuan dari back analysis ini adalah untuk mendapatkan parameter yang sesuai berdasarkan data monitoring, parameter yang disesuaikan pada back analysis yaitu parameter konsolidasi berupa Cc, Cs, e0, kx, dan ky. Pada penelitian ini, hanya berfokus pada salah satu parameter konsolidasi yang diperoleh dari back analysis yaitu parameter Cc dimana tujuan pengambilan parameter Cc pada penelitian ini adalah untuk mengukur tinggi atau rendahnya kompresibilitas yang terjadi pada tanah lunak pada proyek dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil back analysis yang diperoleh, nilai Cc yang diperoleh dari 3 settlement plate berkisar antara 0,7 – 0,75 dimana nilai tersebut menunjukkan bahwa tanah lunak memiliki kompresibilitas yang tinggi.
PENGARUH EFEK TEBAL PELAT TERHADAP KONDISI DIAFRAGMA BERDASARKAN INDEKS FLEKSIBILITAS Leman, Sunarjo; Husain
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 3, Agustus 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i3.34146

Abstract

The floor diaphragm is a horizontal structural element that functions to distribute lateral loads to the building’s lateral load-resisting system. Floor diaphragms can be assumed as rigid, semi-rigid, or flexible. However, in practical applications, the diaphragm must be defined according to the in-plane stiffness characteristics of the slab itself. One approach is by determining the diaphragm flexibility index. This study analyzes three variables that affect diaphragm flexibility, namely: (a) the building’s plan aspect ratio (S/De), (b) the type of the floor system, and (c) the slab thickness. All models were analyzed under static seismic loads without considering accidental eccentricity. The loads were distributed at each node, with meshing divided into 1 m2 grids, using Midas Civil software. Based on the obtained flexibility index values, it can be concluded that greater slab thickness leads to higher in-plane diaphragm stiffness under lateral loads. Regardless of the slab thickness and plane aspect ratio, the type of the floor system used significantly influences diaphragm stiffness. Abstrak Diafragma lantai merupakan elemen struktural horizontal yang berperan dalam mendistribusikan beban lateral ke sistem penahan beban lateral bangunan. Diafragma lantai dapat diasumsikan sebagai kaku, semi-kaku, dan fleksibel. Namun dalam penerapannya di lapangan, diafragma harus disesuaikan berdasarkan karakterisitik kekakuan dalam bidang pelat itu sendiri. Salah satu cara adalah dengan mengetahui nilai dari indeks fleksibilitas diafragma. Tiga variabel yang memengaruhi fleksibilitas diafragma dianalisis dalam penelitian ini, yaitu: (a) rasio aspek denah bangunan (S/De), (b) jenis pelat lantai, dan (c) tebal pelat lantai. Seluruh model yang dianalisis menggunakan beban gempa statik tanpa memperhitungkan eksentrisitas yang tidak disengaja yang didistribusikan pada tiap nodal yang telah dibagi setiap 1 m2 menggunakan perangkat lunak Midas Civil. Berdasarkan nilai indeks fleksibilitas yang dihasilkan, dapat disimpulkan bahwa semakin besar ketebalan pelat maka kekakuan diafragma lantai terhadap beban lateral akan semakin tinggi. Terlepas dari ketebalan pelat dan rasio aspek denah bangunan, jenis pelat yang digunakan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kekakuan diafragma.
ESTIMASI RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB) DENGAN KONSEP BUILDING INFORMATION MODELING (BIM) 3D Amiradani, Prameswari Anggun; Sutandi, Arianti
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 3, Agustus 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i3.34148

Abstract

Building Information Modeling (BIM) is an innovation in the construction world that can enable more efficient project planning and management. BIM is able to produce 3D models that can be used in supporting the estimation of the Budget Plan Cost. This study aims to analyze the application of 3D BIM in supporting the Budget Plan Cost estimation process using the Autodesk Revit application, and to determine the comparison of structural work cost calculations carried out using conventional methods and 3D BIM concept. The method used is a case study on a construction project by translating 2D plan working drawings into 3D modeling. This research was conducted on an 8-storey hospital building project located in Bekasi. The work that will be the subject of the research is the column, beam and reinforcement work. The application of the 3D BIM concept with the Autodesk Revit application produces a cost estimate calculation of Rp4.193.816.067,26 while the cost estimate using a conventional method is Rp4.550.435.524,17. Based on these two values, a difference of Rp356.619.465,19 is obtained, this shows that the calculation of the estimated cost of column, beam and reinforcement work using the 3D BIM concept is 7.8% cheaper than using conventional methods. Abstrak Building Information Modeling (BIM) merupakan inovasi dalam dunia konstruksi yang dapat memungkinkan perencanaan serta pengelolaan proyek menjadi lebih efisien. BIM mampu menghasilkan model 3D yang dapat digunakan dalam mendukung estimasi Rencana Anggaran Biaya (RAB). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan BIM 3D dalam mendukung proses estimasi RAB dengan menggunakan aplikasi Autodesk Revit, serta mengetahui perbandingan perhitungan biaya pekerjaan struktur yang dilakukan dengan menggunakan metode konvensional dan konsep BIM 3D. Metode yang digunakan adalah studi kasus pada proyek konstruksi dengan cara menerjemahkan gambar kerja rencana 2D menjadi pemodelan 3D. Penelitian ini dilakukan pada proyek gedung rumah sakit berjumlah 8 lantai yang terletak di Bekasi. Pekerjaan yang akan dijadikan objek penelitian adalah pekerjaan kolom, balok dan pembesian. Penerapan konsep BIM 3D dengan aplikasi Autodesk Revit menghasilkan perhitungan estimasi biaya sebesar Rp4.193.816.067,26 sedangkan estimasi biaya menggunakan metode konvensional adalah sebesar Rp4.550.435.524,17. Berdasarkan kedua nilai tersebut didapatkan selisih sebesar Rp356.619.465,91 hal ini menunjukan bahwa perhitungan estimasi biaya pekerjaan kolom, balok dan pembesian menggunakan konsep BIM 3D lebih murah 7.8% dibandingkan menggunakan metode konvensional.
KOMPARASI AKSIAL TIANG PANCANG DENGAN METODE EMPIRIS DAN INTEPRETASI LOADING TEST PROYEK DI DUA LOKASI Lenita, Helga; Prihatiningsih, Aniek; Leman, Sunarjo
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 3, Agustus 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i3.34157

Abstract

Driven pile foundations are critical structural elements that transfer loads from superstructures to deeper soil layers with sufficient bearing capacity. In geotechnical engineering practice, the axial bearing capacity of piles can be estimated through empirical approaches or interpreted from results of static axial load testing. This study aims to compare the axial bearing capacity calculated using empirical methods (Meyerhof, Vesic, and O’Neill & Reese for Qp; Tomlinson for Qs) with the interpreted results from static load tests using the Chin and Mazurkiewicz methods. The analysis was conducted at two project sites - Palembang and Malinau - both characterized by cohesive soil profiles. The results indicate that in Palembang, the deviation between empirical methods and interpreted values ranges from 58% to 65%, reflecting a significant difference. Conversely, in Malinau, the deviation is smaller, ranging from 6% to 32%, suggesting that the empirical predictions are relatively closer to the field test results. Among the three empirical methods evaluated, Vesic’s + Tomlinson demonstrated the lowest deviation from the interpreted values at both locations, making it the most accurate empirical approach in this study. These findings highlight the importance of validating empirical calculations with field data to ensure safe and efficient pile foundation design Abstrak Fondasi tiang pancang merupakan elemen struktur bawah yang berperan penting dalam menyalurkan beban struktur atas ke lapisan tanah yang memiliki daya dukung memadai. Dalam praktik rekayasa geoteknik, perhitungan daya dukung aksial tiang dapat dilakukan melalui pendekatan empiris maupun interpretatif berdasarkan hasil uji pembebanan aksial tekan statik. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil perhitungan daya dukung aksial menggunakan metode empiris (Meyerhof, Vesic, serta O’Neill & Reese untuk Qp​; Tomlinson untuk Qs) dengan hasil interpretasi uji beban menggunakan metode Chin dan Mazurkiewicz. Studi dilakukan pada dua lokasi proyek, yaitu Palembang dan Malinau, yang keduanya memiliki karakteristik tanah kohesif. Hasil analisis menunjukkan bahwa di lokasi Palembang, deviasi antara hasil empiris dan interpretasi berada pada kisaran 57.85% hingga 65.81%, mengindikasikan adanya perbedaan yang cukup besar. Sementara itu, di lokasi Malinau, deviasi tercatat lebih kecil, yaitu antara 6.39% hingga 31.56%, menandakan hasil empiris relatif mendekati hasil uji lapangan. Dari ketiga metode empiris yang diuji, Vesic’s + Tomlinson menunjukkan deviasi terkecil terhadap hasil interpretasi di kedua lokasi, menjadikannya sebagai pendekatan empiris paling akurat dalam studi ini. Temuan ini menegaskan pentingnya validasi perhitungan empiris dengan data uji lapangan untuk menghasilkan desain fondasi yang aman dan efisien.
PENENTUAN PRIORITAS GENANGAN DENGAN PERATURAN MENTERI PUPR NO.12 TAHUN 2014 DI KELURAHAN GELAM JAYA Wangsa, Calvin Christopher; Asriningsih Pranoto, Wati
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 3, Agustus 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i3.34176

Abstract

Flood inundation is one of the events that hamper daily life, affecting citizens and the country. Gelam Jaya village is prone to roadside inundation after rainfall. The geographical condition is exacerbated by potholes and rubbish in the drainage channels. This study seeks to examine how inundation is prioritized according to PUPR Regulation No. 12 of 2014 in determining which drainage channels should be improved first. The objective is to establish a priority scale for drainage channel improvements in the research area of Gelam Jaya. In this study, 5 flood points were taken as research locations, each point located in Gelam Jaya Village. The research was conducted using PUPR Regulation No.12 of 2014 to obtain each priority scale. The top priority in repair is at SMPN 3 Pasar Kemis (RW 20) then the second priority is at Fun Park Water Boom Permata (RW 07), the third priority is at Jl. Villa Tomang Baru (RW 17), the fourth priority is at the Pump House (RW 14) and the last priority is at Gelam Jaya Village Office (RW 06). Abstrak Genangan banjir adalah salah satu kejadian yang menghambat kehidupan sehari-hari yang berdampak pada warga dan negara. Kelurahan Gelam Jaya merupakan kelurahan yang rawan dengan adanya genangan di pinggir jalan pasca hujan. Kondisi geografis pada wilayah tersebut diperburuk oleh kondisi jalan yang berlubang dan sampah pada saluran drainase. Penelitian ini berusaha untuk mengkaji bagaimana prioritas genangan menurut Permen PUPR No. 12 Tahun 2014 dalam menentukan saluran drainase mana yang harus diperbaiki terlebih dahulu. Tujuannya adalah untuk menetapkan skala prioritas perbaikan saluran drainase di wilayah penelitian yaitu Kelurahan Gelam Jaya. Dalam penelitian ini diambil 5 titik banjir sebagai lokasi penelitian yang masing-masing titik terletak di Kelurahan Gelam Jaya. Penelitian dilakukan dengan Peraturan Menteri PUPR No.12 Tahun 2014 untuk memperoleh setiap skala prioritas. Analisis dilakukan dengan memberikan nilai pada setiap kriteria lalu dijumlahkan untuk setiap titik banjir. Hasil analisis yang diperoleh adalah Prioritas utama dalam perbaikan berada di SMPN 3 Pasar Kemis (RW 20).
ANALISIS PENYEBAB PEMBENGKAKAN BIAYA PADA PROYEK KONSTRUKSI RUMAH TINGGAL X Bataric, Rosani Surya; Waty, Mega
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 3, Agustus 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i3.34180

Abstract

One of the important construction subsectors to fulfill people's basic needs is housing development. However, cost overrun or project cost escalation is one of the difficulties that projects often face during implementation. This research aims to identify and analyze the factors that cause cost overruns in residential construction projects, especially from the point of view of the parties directly involved in the construction process, for example project managers, site engineers, and quantity surveyors. Data was collected through the distribution of questionnaires in the form of Google Forms with a Likert scale ranging from 1-5. With the help of SPSS software, the collected data was processed through validity and reliability tests. Furthermore, the Relative Importance Index (RII) approach was used to analyze the data and identify the main factors causing cost overruns in the X residential construction project. Factors affecting cost overruns in X residential construction project can be ranked using 19 variables that passed the validity and reliability tests out of 22 collected variables. As a result of this study, the main cause of cost overruns in X residential projects is Inaccurate Material and Wage Cost Estimates with an RII value of 0.82. Abstrak Salah satu subsektor konstruksi yang penting untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat adalah pengembangan perumahan. Namun, pembengkakan biaya atau eskalasi biaya proyek adalah salah satu kesulitan yang sering dihadapi proyek selama pelaksanaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor penyebab pembengkakan biaya (cost overrun) pada proyek pembangunan rumah tinggal, khususnya dari sudut pandang para pihak yang terlibat langsung dalam proses konstruksi contohnya project manager, site engineer, dan quantity surveyor. Pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner dalam bentuk Google Form dengan skala Likert yang berkisar 1-5. Dengan bantuan perangkat lunak SPSS, data yang telah dikumpulkan diproses melalui uji validitas dan reliabilitas. Selanjutnya, pendekatan Relative Importance Index (RII) digunakan untuk menganalisis data dan mengidentifikasi faktor-faktor utama penyebab kelebihan biaya dalam proyek pembangunan rumah tinggal X. Faktor-faktor yang mempengaruhi pembengkakan biaya dalam proyek konstruksi rumah tinggal X dapat diberi peringkat menggunakan 19 variabel yang lulus uji validitas dan reliabilitas dari 22 variabel yang dikumpulkan. Hasil dari penelitian ini, penyebab utama pembengkakan biaya dalam proyek rumah tinggal X adalah Estimasi Biaya Material dan Upah yang Tidak Akurat dengan nilai RII sebesar 0,82.
STATISTICAL CORRECTION OF A DYNAMIC PILE BEARING CAPACITY FORMULA BASED ON PDA DATA Angelina, Sherlin; Wijaya, Hendy; Iskandar, Ali; Johan, Agus; Kawanda, Aksan; Purnomo, Daniel Tri
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 3, Agustus 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i3.34184

Abstract

The calculation of pile bearing capacity using a dynamic formula is considered a practical approach for evaluating the capacity of foundation piles. However, its results are often questioned when compared to the CAPWAP analysis outcomes derived from PDA testing. This study aims to assess the accuracy of the dynamic formula, develop a correction model using a statistical approach in the form MLR, and evaluate the effectiveness of the resulting correction model in predicting pile bearing capacity. A total of 84 pile datasets were utilized in this research, comprising various pile dimensions and PDA-derived parameters, including the maximum energy transferred to the pile (EMX), permanent pile settlement (S = DFN), and elastic settlement (C = DMX – DFN). The analysis results indicated that the dynamic formula could be corrected using the MLR approach. The correction model produced multiplier coefficients of 1.09 for parameter S and 0.67 for parameter C, with a coefficient of determination of 0.96 and a MAPE value of 19.21%, which represents the average deviation of the predicted results from the actual values and falls into the accurate category based on Lewis’ classification. The model is deemed sufficiently reliable for use as an alternative method in the preliminary evaluation of pile bearing capacity. Abstrak Perhitungan daya dukung tiang menggunakan formula dinamik merupakan pendekatan praktis dalam mengevaluasi kapasitas tiang fondasi. Namun, hasil perhitungannya kerap diragukan jika dibandingkan dengan hasil analisis CAPWAP dari uji PDA. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi akurasi formula dinamik, mengembangkan model koreksi dengan pendekatan statistik berupa MLR, serta menilai efektivitas model koreksi yang dihasilkan dalam memprediksi daya dukung tiang. Pada penelitian ini digunakan 84 data tiang dengan variasi dimensi tiang dan parameter dari uji PDA yang berupa energi maksimum yang tertransfer ke tiang (EMX), penurunan permanen tiang (S = DFN), dan penurunan elastis tiang (C = DMX – DFN). Hasil analisis menunjukkan bahwa formula dinamik dapat dikoreksi melalui pendekatan MLR. Model koreksi menghasilkan koefisien pengali untuk parameter S sebesar 1,09 dan C sebesar 0,67, serta memiliki koefisien determinasi sebesar 0,96 dan nilai MAPE yang menunjukkan rata-rata deviasi hasil prediksi terhadap aktual sebesar 19,21%, yang termasuk dalam kategori akurat menurut klasifikasi Lewis. Model ini dinilai cukup andal untuk digunakan sebagai pendekatan alternatif dalam tahap evaluasi awal daya dukung tiang.
ANALISIS PENGGUNAAN TRANSPORTASI SUNGAI DI WILAYAH MAHAKAM ULU Sianturi, Lidwina Sri Ayu DR; Long, Flora Emiliana; Sandjaja, Gregorius; Angkat, Hokbya R.S
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 3, Agustus 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i3.34185

Abstract

Mahakam Ulu Regency is characterized by a topography dominated by hilly terrain and dense tropical forests, resulting in severely limited access to land transportation. Consequently, the local community relies heavily on river transportation to meet their mobility needs, goods distribution, and various socio-economic activities. This study aims to comprehensively examine the patterns of river transport usage, assess the availability and condition of supporting infrastructure and facilities, and identify the challenges and needs of users in the region. A quantitative approach was employed through the distribution of questionnaires and structured interviews, with results analyzed using descriptive statistics. The findings indicate that transport modes such as speedboats, longboats, inland vessels, and small outboard motorboats (ketinting) remain the primary means of transportation for residents. However, several issues persist, including inadequate dock infrastructure, low safety standards, and high operational costs. Therefore, this study recommends the development of sustainable infrastructure, improved service quality and safety measures, and stronger policy support from the government. These efforts are expected to promote equitable regional development and enhance the quality of life for the people of Mahakam Ulu, who depend on river transport as their main mode of connectivity. Abstrak Kabupaten Mahakam Ulu merupakan wilayah dengan kondisi topografi yang didominasi oleh perbukitan dan hutan tropis, sehingga akses transportasi darat menjadi sangat terbatas. Hal ini menyebabkan masyarakat setempat menggantungkan kebutuhan mobilitas, pengangkutan barang, serta kegiatan sosial dan ekonomi mereka pada moda transportasi sungai. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah secara menyeluruh pola pemanfaatan transportasi sungai, menilai ketersediaan dan kondisi sarana serta prasarana pendukung, serta mengidentifikasi hambatan dan kebutuhan para pengguna transportasi di kawasan tersebut. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif melalui distribusi kuesioner dan wawancara terstruktur, dengan hasil yang dianalisis secara deskriptif. Temuan menunjukkan bahwa jenis moda speedboat, longboat, kapal pedalaman, dan perahu ketinting masih menjadi pilihan utama masyarakat. Namun, terdapat sejumlah tantangan seperti keterbatasan fasilitas dermaga, rendahnya standar keselamatan pelayaran, dan tingginya biaya operasional. Oleh karena itu, studi ini menyarankan perlunya pengembangan infrastruktur yang berkelanjutan, peningkatan mutu layanan dan keselamatan, serta dukungan kebijakan dari pemerintah. Rekomendasi ini diharapkan dapat mendukung pemerataan pembangunan wilayah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Mahakam Ulu yang bergantung pada sungai sebagai jalur utama kehidupan mereka.
EVALUASI EFEKTIVITAS PENGATURAN LALU LINTAS PADA SIMPANG BERSINYAL DI KOTA SORONG Putranto , Leksmono Suryo; Mayaut, Fidelia
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 3, Agustus 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i3.34187

Abstract

The intersection of Jalan Ahmad Yani, Jalan Pramuka, and Jalan Basuki Rahmat in Sorong City experiences a relatively high level of traffic congestion. This condition is attributed to its strategic location as a junction between a Primary Arterial Road (National Road) and a Primary Local Road situated in the city center. The objective of this study is to evaluate the traffic performance at the three-leg intersection. The data utilized in this study include secondary data, such as vehicle growth and population increase, as well as primary data comprising average daily traffic volume (LHR), side friction data, and road geometry data. The analysis was conducted using the methodology outlined in the Indonesian Highway Capacity Manual (MKJI) 1997. Traffic characteristics at the intersection are represented by a three-phase signal arrangement: the first phase for the northbound approach with a capacity of 888.557 pcu/hour, the second phase for the eastbound approach with a capacity of 1174.593 pcu/hour, and the third phase for the westbound approach with a capacity of 783.062 pcu/hour, along with a cycle time of 87 seconds. Based on the evaluation results, the intersection is still considered operationally feasible. However, the relatively high values of the degree of saturation (DS) and average intersection delay (D1) indicate the need for further analysis to enhance overall intersection performance. Abstrak Persimpangan antara Jalan Ahmad Yani, Jalan Pramuka, dan Jalan Basuki Rahmat di Kota Sorong memiliki tingkat kepadatan lalu lintas yang cukup tinggi. Kondisi ini disebabkan oleh letaknya yang strategis sebagai titik temu antara Jalan Arteri Primer (Jalan Nasional) dan Jalan Lokal Primer di pusat kota. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kinerja lalu lintas pada simpang tiga tersebut. Data yang digunakan meliputi data sekunder berupa pertumbuhan jumlah kendaraan dan penduduk, serta data primer seperti volume lalu lintas harian rata-rata (LHR), hambatan samping, dan data geometrik jalan. Analisis dilakukan menggunakan metode yang tercantum dalam Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997. Karakteristik lalu lintas di persimpangan ini ditunjukkan melalui pengaturan sinyal tiga fase: fase pertama untuk pendekat dari arah Utara dengan kapasitas 888,557 smp/jam, fase kedua untuk pendekat Timur dengan kapasitas 1174,593 smp/jam, dan fase ketiga untuk pendekat Barat dengan kapasitas 783,062 smp/jam, serta waktu siklus sebesar 87 detik. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa persimpangan ini masih dapat berfungsi secara operasional. Namun, tingginya nilai derajat kejenuhan (DS) dan tundaan rata-rata per simpang (D1) mengindikasikan perlunya dilakukan analisis lebih lanjut untuk mengoptimalkan kinerja lalu lintas secara keseluruhan.