cover
Contact Name
Widodo Kushartomo
Contact Email
widodokushartomo@gmail.com
Phone
+628176869150
Journal Mail Official
jmts@untar.ac.id
Editorial Address
Jl. Letjen S. Parman No. 1, Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 2622545X     DOI : http://dx.doi.org/10.24912/jmts
Core Subject : Engineering,
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil dikelola oleh Program Studi Sarjana Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara. JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil merupakan media publikasi hasil penelitian dan studi ilmiah dalam bidang Teknik Sipil yang diterbitkan 4 kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November. Jurnal ini terbit pertama kali pada 1 Agustus 2018.
Articles 861 Documents
PENGARUH SERAT TERHADAP TEGANGAN DAN REGANGAN PADA BETON TANPA AGREGAT KASAR Liucius, Yenny Untari; Tavio; Christianto, Daniel; Lim, Benedict
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 4, November 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i4.34124

Abstract

This research aims to obtain stress and strain diagram curves and analyze the amount of compressive force produced by fibrous concrete without coarse aggregate. This research uses the type of concrete RPC (Reactive Powder Concrete). RPC is a concrete innovation with materials that have small particle sizes to fill cavities in concrete and can increase the strength of the concrete. For this study, silica fume additives were used to produce concrete with better quality than concrete in general. This study began by using cylinder-shaped concrete samples with a diameter of 10 x 20 cm. After that, concrete compressive tests were carried out to obtain stress and strain diagram curves. This study is expected to obtain the results of total concrete compressive strength and stress strain diagram for fibrous concrete without coarse aggregate, because the provisions of ACI (American Concrete Institute) are only used for normal concrete. In this study, it was found that the actual curve was non-linear and the concrete samples that had been tested were not crushed into fragments because they were retained by the fibers. Based on the data analysis that has been carried out, the peak stress of the sample is obtained between 31 MPa and 66 MPa. The amount of energy that can be absorbed by concrete is between 0,0866 to 0,3418 with an average multiplying factor of 0,4989. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk medapatkan kurva diagram tegangan dan regangan (Stress Strain) dan menganalisis besar gaya tekan yang dihasilkan oleh beton berserat tanpa agregat kasar. Penelitian ini menggunakan jenis beton RPC (Reactive Powder Concrete). RPC merupakan inovasi beton dengan bahan material yang memiliki ukuran partikel kecil guna mengisi rongga-rongga pada beton dan dapat meningkatkan kekuatan daripada beton tersebut. Untuk penelitian ini digunakan bahan tambahan silica fume untuk menghasilkan beton dengan mutu yang lebih baik dibanding dengan beton pada umumnya. Penelitian ini dimulai dengan menggunakan sampel beton berbentuk silinder dengan ukuran diameter 10 x 20 cm. Setelah itu dilakukan tes tekan beton untuk mendapatkan kurva diagram tegangan dan regangan. Penelitian ini diharapkan dapat mendapatkan hasil total kuat tekan beton dan diagram tegangan regangan untuk beton berserat tanpa agregat kasar, dikarenakan ketentuan pada ACI (American Concrete Institute) hanya digunakan untuk beton normal. Dalam penelitian ini didapatkan kurva aktual bersifat non-linear dan sampel beton yang telah dilakukan pengetesan tidak hancur menjadi serpihan karena tertahan oleh serat. Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan di peroleh peak stress sampel antara 31 MPa hingga 66 MPa. Besar energi yang dapat diserap oleh beton berada diantara 0,0866 hingga 0,3418 dengan rata-rata faktor pengali sebesar 0,4989.
EVALUASI REKAYASA PENERAPAN ELECTRONIC ROAD PRICING PADA JALAN LAYANG PESING Widjaja, Rafael Dean; Putranto, Leksmono Suryo
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 4, November 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i4.34129

Abstract

Congestion is a collateral of the human desire for safe and comfortable travel. Congestion pricing is the accumulation of the theoretical and practical loss suffered by the additional time drivers or passengers spend on the road. To subvert those losses, public transportation is the ideal solution. However, the general populace prefers using private transportation for reasons such as safety and comfortability. To increase the interest in using public transportation over private transportation, many programs have been devised. In Jakarta, one of those programs is Electronic Road Pricing (ERP), which has been brought up multiple times in the past to no avail. Pesing Flyover is chosen for ERP application based on its strategic location, where it allows faster travel to business centers in Central Jakarta. The research done is both qualitative and quantitative regarding the impact of ERP planning on Pesing Flyover by survey with the locals and socio-economic analysis of Jakarta. The result of the questionnaire shows that ERP is supported by most of the respondents, at 53,4%. If ERP is to be realized, 68,9% of the respondents will still use Pesing Flyover. Abstrak Kemacetan adalah efek samping yang muncul akibat keinginan manusia untuk mendapatkan sarana transportasi yang aman dan nyaman. Biaya kemacetan adalah akumulasi dari semua kerugian baik secara praktis atau teoritis yang sebagian besar disebabkan oleh kehilangan waktu selama pengemudi ataupun penumpang berada dalam kemacetan. Untuk menghilangkan biaya tersebut, transportasi umum adalah solusi terbaik. Tetapi, kalangan umum lebih memilih transportasi pribadi untuk berbagai macam alasan, baik dari segi keamanan ataupun kecepatan. Untuk menambah keinginan memilih transportasi umum dibandingkan transportasi pribadi, banyak sekali program yang telah direncanakan. Di Jakarta, salah satu program tersebut adalah Electronic Road Pricing (ERP), yang sudah sering disuarakan di masa-masa lampau, namun tidak pernah mendapatkan kesempatan untuk realisasinya. Pemilihan Jalan Layang Pesing sebagai jalan yang akan diterapkan ERP didasarkan lokasinya yang strategis, dimana jalanan tersebut digunakan oleh kalangan umum untuk mempercepat perjalanan mereka menuju pusat bisnis di Jakarta Pusat. Studi yang dilakukan memaparkan secara kualitatif dan kuantitatif mengenai dampak perencanaan ERP di Jalan Layang Pesing dengan melakukan survei dengan warga setempat dan analisis kondisi sosial ekonomi Jakarta. Berdasarkan hasil kuesioner Google Forms, didapatkan bahwa penerapan ERP didukung oleh mayoritas responden dengan persentase sebesar 53,4%. Apabila diterapkan ERP, maka responden yang akan tetap menggunakan Jalan Layang Pesing sebesar 68,9%.
PENGARUH PENAMBAHAN MEZZANINE BAJA TERHADAP KERETAKAN BALOK BETON BERTULANG DAN ALTERNATIF PERBAIKANNYA Susanto, Antonius Erick; Anondho, Basuki; Sutandi, Arianti
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 4, November 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i4.34159

Abstract

The addition of a lightweight steel mezzanine to an existing building can introduce unexpected loads on structural elements if not properly planned and managed during project execution. This study evaluates a case at the head office of PT. XYZ in East Jakarta, where the main beam (Bext) experienced cracking following the installation of the mezzanine. Structural modeling simulations revealed significant increases in internal forces, namely torsional moment by 354%, shear by 274.7%, and bending moment by 245.8%, leading to structural cracking. This study compares two repair methods from a construction management perspective: ferrocement wrapping and reinforced concrete jacketing. Both methods are suitable for repairing beam cracks caused by torsion. The analysis covers cost, construction duration, technical performance, and site limitations. Based on the cost calculation, reinforced concrete jacketing requires IDR 10,434,276 with a construction period of 15 days, while the ferrocement method requires IDR 13,345,145 over 8 days. Therefore, the recommended repair method is reinforced concrete jacketing. Abstrak Penambahan mezzanine baja ringan dalam bangunan eksisting dapat menimbulkan beban tak terduga pada elemen struktural jika tidak direncanakan dan dikelola dengan baik dalam pelaksanaan proyek. Studi ini mengevaluasi kasus di kantor pusat PT. XYZ, Jakarta Timur, di mana balok utama (Bext) mengalami retak akibat pemasangan mezzanine. Dari hasil simulasi modelling dengan software struktural didapatkan peningkatan gaya dalam yang signifikan yaitu pada momen torsi 354%, geser 274,7%, dan lentur 245,8%. Dari hasil perhitungan dan dari pola retak balok di lapangan, disimpulkan balok mengalami keretakan torsi. Pada studi ini dibandingkan dua metode perbaikan, yaitu ferrocement dan jacketing beton bertulang yang cocok untuk keretakan akibat torsi. Analisis mencakup aspek biaya, durasi dan metode pelaksanaan. Dari hasil perhitungan biaya, didapatkan bahwa metode Jacketing beton memerlukan biaya sebesar Rp. 10.434.276 dengan waktu pelaksanaan selama 15 hari, dan metode ferrocement wrapping memerlukan biaya sebesar Rp.13.345.145 selama 8 hari. Dari segi metode pelaksanaan, metode jacketing lebih sesuai dengan kondisi lapangan karena dimensi akhir perbaikan balok memiliki elevasi yang sama dengan lantai rencana mezzanine. Sehingga, metode perbaikan yang direkomendasikan adalah metode Jacketing beton bertulang.
EVALUASI KINERJA DENGAN METODE PUSHOVER PADA STRUKTUR KOMPOSIT 10 LANTAI DENGAN VARIASI BRACING Liucius, Yenny Untari; Winata, Rangga; Leman, Sunarjo; Sandjaya, Arif
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 4, November 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i4.34228

Abstract

Indonesia, located in a seismically active region, faces significant challenges in earthquake-resistant structural design. One widely used method to evaluate structural performance under seismic loads is nonlinear pushover analysis. In this study, pushover analysis was employed to assess performance levels and determine ductility parameters of a 10-story composite structure with various bracing configurations. Three structural models were analyzed with different types of bracing added in the Y direction. Model 1 is a composite structure with SRC columns and steel beams; Model 2 uses inverted V bracing; and Model 3 incorporates multi story X bracing. Structural performance was evaluated using two approaches: the Capacity Spectrum Method (CSM) and the Displacement Coefficient Method (DCM). Furthermore, for buildings with composite columns, steel beams, and steel bracing, the response modification factor (R), overstrength factor (Ω₀), and displacement amplification factor (Cd) are not yet specified in SNI 1726-2019. The structural models were developed in three dimensions using MIDAS GEN software. The results show that Model 1 achieves IO–LS performance levels in both X and Y directions, while Models 2 and 3 exceed CP in the Y direction. The R values of all models are relatively similar. However, Models 2 and 3 show lower Ω₀ values compared to Model 1 in the Y direction. Cd of Model 2 is lower than Model 1, while Cd of Model 3 is higher. Based on the findings, Model 1 is recommended as the most optimal structural option among the three models. Abstrak Indonesia, yang terletak di kawasan seismik aktif menghadapi tantangan besar dalam perencanaan struktur tahan gempa. Salah satu metode yang banyak digunakan untuk mengevaluasi kinerja struktur terhadap beban gempa adalah analisis non-linier pushover. Dalam penelitian ini, analisis pushover digunakan untuk menilai tingkat kinerja dan mencari nilai parameter daktilitas struktur komposit dengan tambahan variasi bracing pada struktur gedung 10 lantai. Tiga model struktur dianalisis dengan pendekatan penambahan bracing pada struktur arah Y dengan tipe yang berbeda. Model 1 berupa struktur komposit dengan kolom SRC dan balok baja, model 2 berupa struktur komposit bracing inverted V, dan model 3 berupa struktur komposit dengan bracing multistory X. Evaluasi kinerja struktur dilakukan dengan analisis pushover menggunakan dua pendekatan, yaitu Capacity Spectrum Method (CSM) dan Displacement Coefficient Method (DCM). Selain itu, untuk bangunan dengan struktur kolom komposit dan balok baja dengan bracing baja, nilai faktor modifikasi respons (R), faktor kuat lebih (Ω₀), dan faktor pembesaran defleksi (Cd) belum diatur dalam SNI 1726-2019. Pemodelan struktur dilakukan secara tiga dimensi menggunakan software MIDAS GEN. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa Model 1 memiliki level kinerja IO–LS pada arah X dan Y, sedangkan Model 2 dan 3 menunjukkan kinerja IO-LS pada arah X dan melebihi CP pada arah Y. Nilai faktor modifikasi respons (R) pada ketiga model relatif serupa. Selain itu, nilai overstrength factor (Ω₀) pada Model 2 dan 3 lebih rendah dibandingkan Model 1 pada struktur arah Y, sedangkan nilai displacement amplification factor (Cd) arah Y struktur pada Model 2 lebih rendah dari Model 1, sementara pada Model 3, nilai Cd justru lebih tinggi dibandingkan Model 1. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, model 1 disarankan sebagai opsi struktur terbaik diantara ketiga model yang ada.
ANALISIS PENGARUH BENTUK BUTIRAN PASIR PADA PENGUJIAN PERMEABILITAS CAMPURAN TANAH BSD METODE CONSTANT HEAD Tamimi, Alfan; Christianto, Daniel; Yuwono, Amelia
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 4, November 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i4.34231

Abstract

The purpose of this research is to analyze the effect of sand and soil mixture ratio on permeability test results using the Constant Head Method. The sand samples used are cibeet sand, mud river sand, arrowroot sand, red poor sand, black poor sand, chili sand and soil taken from the Bumi Serpong Damai (BSD) area, South Tangerang. Sand samples were obtained through purchases at online stores, while soil samples were taken directly from locations in BSD. This research involved a number of tests, including index propertis, atterberg limit, grain size analysis, compaction, and permeability. The main focus of the research was to observe the soil to sand mix ratio of 60%, 75%, and 90%. The research showed that the grain size, gradation, density, and moisture content of sand significantly affected the permeability test results. The results of the Index Properties research of the soil got a specific gravity value of 2.64 sand samples got a specific gravity value of <2.85. Permeability with a mixture of 60% red malang sand produces the highest k value with an average of 1.139E-04 cm/s, in a mixture of 90% arrowroot sand has the lowest k value with an average k of 3.320E-08 cm/s. Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh perbandingan campuran pasir dan tanah terhadap hasil uji permeabilitas dengan menggunakan metode constant head. Sampel pasir yang digunakan adalah pasir cibeet, pasir sungai lumpur, pasir garut, pasir malang merah, pasir malang hitam, pasir lombok serta tanah yang diambil dari kawasan Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang Selatan. Sampel pasir diperoleh melalui pembelian di toko online, sedangkan sampel tanah diambil langsung dari lokasi di BSD. Penelitian ini melibatkan sejumlah pengujian, antara lain index propertis, atterberg limit, grain size analysis, kompaksi, dan permeabilitas. Fokus utama penelitian ini adalah untuk mengamati perbandingan campuran tanah dengan pasir 60%, 75%, dan 90%. Penelitian menunjukkan bahwa ukuran butiran, gradasi, kepadatan, dan kadar air pasir secara signifikan memengaruhi hasil pengujian permeabilitas. Hasil penelitian index properties tanah mendapatkan nilai specific gravity 2,64 sampel pasir mendapat nilai specific gravity <2,85. Permeabilitas dengan campuran 60% pasir malang merah menghasilkan nilai k tertinggi dengan rata-rata 1,139E-04 m/s, pada campuran 90% pasir garut memiliki nilai k paling rendah dengan rata-rata k 3,320E-08 m/s.
INOVASI PENGAWETAN TULANGAN BAMBU MENGGUNAKAN ASAM SULFAT UNTUK MENINGKATKAN KINERJA BALOK BETON BERKELANJUTAN Padang, Israel; Tarru, Harni Eirene; Ruru, Esthon Korzheba; Patandianan, Juniarto Budi
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 4, November 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i4.34329

Abstract

Environmental concerns caused by the use of conventional construction materials have encouraged the development of sustainable alternatives, including bamboo. However, the durability of bamboo as concrete reinforcement remains limited due to its hygroscopic nature and biological degradation. This study aims to evaluate the effectiveness of bamboo preservation using a 1.2% sulfuric acid solution in enhancing the tensile strength of bamboo and the flexural capacity of reinforced concrete beams. The method employed was a laboratory experiment with three reinforcement variations: plain steel bars (BK), bamboo soaked in water (BT-BA), and bamboo treated with sulfuric acid (BT-BAS). Tensile and flexural tests were conducted for each variation. The results showed that the tensile strength of bamboo increased from 299.48 MPa (BT-BA) to 358.12 MPa (BT-BAS), indicating a 19.6% improvement. In the flexural test, BT-BAS beams reached an average nominal moment of 6.14 kNm, with a flexural capacity ratio of 107.15% compared to analytical results. These findings demonstrate that sulfuric acid preservation significantly enhances both the mechanical properties of bamboo and the structural performance of concrete beams. Thus, sulfuric acid–treated bamboo presents strong potential as a sustainable alternative reinforcement in structural applications. Abstrak Permasalahan lingkungan akibat penggunaan material konstruksi konvensional mendorong pengembangan bahan alternatif yang berkelanjutan, salah satunya adalah bambu. Namun, daya tahan bambu sebagai tulangan beton masih terbatas karena sifat higroskopis dan degradasi biologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pengawetan bambu menggunakan larutan asam sulfat 1,2% terhadap peningkatan kekuatan tarik bambu dan kapasitas lentur balok beton. Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan tiga variasi tulangan: baja polos (BK), bambu direndam air (BT-BA), dan bambu direndam asam sulfat (BT-BAS). Uji tarik tulangan dan uji lentur balok dilakukan pada masing-masing variasi. Hasil menunjukkan bahwa kuat tarik tulangan bambu meningkat dari 299,48 MPa (BT-BA) menjadi 358,12 MPa (BT-BAS), atau meningkat sebesar 19,6%. Pada pengujian lentur, balok BT-BAS menghasilkan momen nominal rata-rata 6,14 kNm dengan rasio kapasitas lentur 107,15% terhadap hasil analisis. Hal ini membuktikan bahwa metode pengawetan dengan asam sulfat tidak hanya meningkatkan sifat mekanis bambu, tetapi juga meningkatkan performa balok beton secara signifikan. Dengan demikian, bambu yang diawetkan dengan asam sulfat berpotensi sebagai alternatif tulangan ramah lingkungan dalam konstruksi struktural.
ANALISIS KINERJA SIMPANG BERSINYAL MENGGUNAKAN PKJI 2023 DAN MIKROSIMULASI PTV VISSIM PADA SIMPANG EMPAT MUNCUL, SERPONG Greta Theodora, Amanda; Najid; Angkat, Hokbyan R.S; Sianturi, Lidwina Sri Ayu DR
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 4, November 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i4.34357

Abstract

Traffic congestion is a major issue in urban areas, including at Simpang Empat Muncul. Serpong, South Tangerang. Despite the implementation of a one-way system during peak hours, traffic delays persist. This study aims to evaluate the performance of the signalized intersection using the Indonesian Highway Capacity Manual (PKJI) 2023 and compare it with microsimulation modeling using PTV Vissim software. Data were collected through primary and secondary surveys and analyzed using both methods to compare results in terms of queue length, delay, and Level of Service (LOS). The results show significant differences: PKJI tends to produce higher delay values, while Vissim provides lower but more realistic outcomes, supported by accurate validation (GEH < 5.0 and MAPE < 2%). The worst condition occurred on Saturday evening with LOS F, while the one-way system during weekday mornings effectively reduced congestion. These differences are attributed to the deterministic approach of PKJI and the stochastic nature of Vissim. The integration of both methods offers a more comprehensive analysis to support optimal traffic management recommendations. Abstrak Kemacetan lalu lintas menjadi masalah krusial di kawasan perkotaan, termasuk di Simpang Empat Muncul, Serpong, Tangerang Selatan. Meskipun telah diterapkan sistem satu arah pada jam sibuk, kemacetan masih kerap terjadi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja simpang bersinyal menggunakan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023 dan membandingkannya dengan pemodelan mikrosimulasi menggunakan perangkat lunak PTV Vissim. Data diperoleh melalui survei primer dan sekunder, kemudian dianalisis dengan kedua metode untuk membandingkan hasil dalam hal panjang antrian, tundaan, dan tingkat pelayanan (LOS). Hasil menunjukkan perbedaan signifikan: PKJI cenderung menghasilkan nilai tundaan lebih tinggi, sedangkan Vissim memberikan hasil lebih rendah namun realistis, dengan validasi akurat (GEH < 5,0 dan MAPE < 2%). Kondisi terburuk terjadi pada Sabtu malam dengan LOS F, sedangkan sistem satu arah pada pagi hari kerja terbukti efektif menurunkan kemacetan. Perbedaan hasil disebabkan oleh pendekatan deterministik (PKJI) dan stokastik (Vissim). Kombinasi keduanya memberikan gambaran yang lebih komprehensif dalam mendukung rekomendasi pengelolaan lalu lintas yang optimal.
IMPLEMENTASI REKAYASA NILAI PADA PEMILIHAN MATERIAL PENUTUP DINDING PROYEK RUMAH TINGGAL DI MUARA KARANG Sukma, Jason Christian; Oei, Fuk Jin
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 4, November 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i4.34387

Abstract

This study applies the value engineering method to determine the optimal wall material for a two-story residential project in Muara Karang, North Jakarta. In this study, high-cost work items were identified using a cost model and a Pareto Diagram. The primary focus of the analysis is on wall construction, one of the significant components influencing the overall cost of the project. The following wall material alternatives were evaluated using the Analytical Hierarchy Process (AHP) method: red brick, black pressed concrete block, and lightweight brick. The evaluation criteria include construction cost, material weight, fire resistance, and material durability within the long term. The results of the AHP analysis show that black pressed concrete blocks are the most efficient alternative, achieving the highest score and offering a cost saving of 13.23% compared to the initial design using red brick. Additionally, a Life Cycle Costing (LCC) analysis with a Net Present Value (NPV) approach was conducted, revealing minimal cost differences between the two proposed alternatives. Abstrak Penelitian ini menerapkan metode rekayasa nilai untuk menentukan material dinding yang optimal pada proyek rumah tinggal dua lantai di Muara Karang, Jakarta Utara. Dalam penelitian ini, item pekerjaan dengan kontribusi biaya tinggi diidentifikasi menggunakan cost model dan Diagram Pareto. Fokus utama dari analisis adalah pada pekerjaan dinding, salah satu komponen dengan pengaruh besar terhadap biaya keseluruhan proyek. Alternatif material dinding berikut dievaluasi menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) pada penelitian ini: bata merah, batako hitam press, dan bata ringan. Kriteria evaluasi yang digunakan mencakup biaya konstruksi, berat material, ketahanan api, serta ketahanan material dalam jangka panjang. Hasil dari analisis AHP menunjukkan bahwa batako hitam press merupakan alternatif yang paling efisien, dengan memperoleh skor tertinggi dan menawarkan penghematan biaya sebesar 13,23% dibandingkan dengan desain awal yang menggunakan bata merah. Selain itu, dilakukan analisis Life Cycle Costing (LCC) dengan pendekatan Net Present Value (NPV), yang menghasilkan perbedaan biaya minim antara kedua alternatif yang ditawarkan.
PEMANFAATAN RAINWATER HARVESTING UNTUK KEBUTUHAN AIR BERSIH DI PERUMAHAN JAKARTA BARAT Fakhruddin, Faris; Asriningsih Pranoto, Wati
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 4, November 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i4.34400

Abstract

ABSTRACT Jakarta is currently facing a severe clean water crisis, driven by rapid urban population growth and limited availability of freshwater resources. One promising alternative to alleviate this issue is the utilization of rainwater harvesting systems, which can supplement daily water needs, particularly in residential areas. This study evaluates the potential of implementing rainwater harvesting in the Casa Jardin residential complex, with a focus on public facilities such as the Clubhouse, the Marketing Gallery office, and the SOHO commercial units. A quantitative approach was employed, utilizing direct field observations and secondary data including daily rainfall records over a 10-year period. The analysis estimated that an average of 48.51 m³ of rainwater could be collected daily. Based on PAM JAYA’s official water tariffs, this translates into potential monthly savings of approximately IDR 11,607,138.92. Efficiency analysis revealed that the highest efficiency occurred in the SOHO units (over 100%), followed by the Marketing Gallery (19%) and the Clubhouse (7%). However, full efficiency at the SOHO units could not be accurately measured due to many units remaining unoccupied. The findings highlight the financial and environmental benefits of rainwater harvesting, especially in urban settings.   ABSTRAK Krisis air bersih menjadi masalah serius di Jakarta akibat peningkatan populasi dan keterbatasan ketersediaan sumber air. Salah satu solusi alternatif yang dapat diterapkan adalah pemanfaatan rainwater harvesting atau pemanenan air hujan untuk memenuhi kebutuhan air. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi pemanenan air hujan di kawasan Perumahan Casa Jardin khususnya pada fasilitas umum Clubhouse Kantor Marketing Gallery, dan Ruko SOHO. Fokus penelitian meliputi pengukuran curah hujan harian, manfaat rainwater harvesting, serta volume air hujan yang dapat ditampung. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung di lapangan. Berdasarkan penelitian Putra & Pranoto (2019) rainwater harvesting dapat menghemat air sebanyak 87,12% pada hari hujan. Hasil penelitian pada kawasan Casa Jardin di Marketing Gallery, Clubhouse, dan Ruko SOHO didapatkan sebesar 48,51 m3/hari berdasarkan rata-rata curah hujan harian. Efisiensi tertinggi pada pemakaian air hujan dengan air pam untuk Marketing Gallery ± 19% dan Clubhouse 7%. Efisiensi pada Ruko SOHO belum dapat dihitung karena belum terisi penuh seluruh ruko sehingga pemakaian masih relatif dikit sekali.
KARAKTERISTIK BETON GEOPOLIMER BERBASIS METAKAOLIN TORAGET DENGAN PERAWATAN SUHU RUANG Sondakh, Chichilya Selistye Pricilya; Butar-Butar, Samuel; Pinori, Mickson
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 4, November 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i4.34479

Abstract

North Sulawesi is reported to have kaolin deposit reserves reaching to 20 million tons. Metakaolin as a result of calcination of kaolin can be used as a basic material for making environmentally friendly concrete known as geopolymer concrete. The binding process of geopolymer concrete requires elevated temperature curing which in technical construction implementation can be a constraint, so efforts are needed to obtain geopolymer concrete with more practical curing without reducing the quality of the concrete. One alternative that can be done is ambient curing but it requires other materials in the mixture that in the process generate heat to help the polymerization process. The materials chosen as metakaolin substitutes in this study were portland cement and white portland cement by replacing 10% and 15% of the total weight of metakaolin, respectively. The purpose of this study is to obtain the characteristics of North Sulawesi's local metakaolin-based geopolymer concrete with ambient curing by reviewing 3 parameters: concrete compressive strength, then concrete strength against flexure and splitting tensile strength using quantitative research methods through experiments. The results of the study showed that metakaolin-based geopolymer concrete could be made with ambient curing without partial substitution of metakaolin, but with 15% portland cement or white portland cement substitution, geopolymer concrete experienced an increase in compressive strength even reaching 31.4 MPa, splitting tensile strength was obtained at an average of 3.8 MPa and flexural strength was obtained at an average of 0.126 MPa. Abstrak Sulawesi Utara dilaporkan memiliki cadangan endapan kaolin mencapai 20 juta ton. Metakaolin sebagai hasil kalsinasi dari kaolin bisa dimanfaatkan sebagai material dasar pembuatan beton ramah lingkungan yang dikenal sebagai beton geopolimer. Proses pengikatan beton geopolimer memerlukan perawatan panas yang dalam teknis pelaksanaan konstruksi bisa menjadi kendala, sehingga diperlukan upaya untuk mendapatkan beton geopolimer dengan perawatan yang lebih praktis namun tidak mengurangi mutu beton. Salah satu alternatif yang bisa dilakukan yaitu dengan perawatan suhu ruang namun diperlukan material lain dalam campuran yang dalam prosesnya menghasilkan panas sehingga bisa membantu proses polimerisasi. Material yang dipilih sebagai subtituen parsial metakaolin dalam penelitian ini adalah semen dan semen putih dengan mengganti masing-masing 10% dan 15% dari total berat binder. Tujuan penelitian ini yaitu mendapatkan karakteristik beton geopolimer berbasis metakaolin lokal Sulut pada perawatan suhu ruang. Parameter yang ditinjau yaitu kuat tekan beton, kemudian kekuatan beton terhadap lentur dan tarik belah dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif melalui eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beton geopolimer berbasis metakaolin bisa dilakukan dengan perawatan suhu ruang tanpa substitusi parsial metakaolin, namun dengan substitusi 15% semen atau semen putih beton geopolimer mengalami pengingkatan kuat tekan bahkan mencapai 31,4 MPa, kuat tarik belah didapatkan rata-rata 3,8 MPa dan kuat lentur rata-rata 0,126 MPa.