cover
Contact Name
Hery Fajeriadi
Contact Email
heryfaje@gmail.com
Phone
+6285332834301
Journal Mail Official
bioinoved@ulm.ac.id
Editorial Address
Jl. Brigjend. H. Hasan Basry, Gedung Pascasarjana Universitas Lambung Mangkurat, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Bio-Inoved : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan
ISSN : 26849062     EISSN : 27149803     DOI : -
Core Subject : Education,
Bio-Inoved: The Journal of Biology-Educational Innovation [p-ISSN 2684-9062] publishes scientific articles on the results of biology education research and innovations (Focus and Scope). Articles are written by following the manuscript writing rules (Author Guidelines). This journal is published twice a year, in April and October.
Articles 287 Documents
Twelfth-grade students’ interest in pursuing higher education in the biology education study program Titin Titin; Eko Sri Wahyuni; Afandi Afandi; Mas Akhbar Faturrahman; Indah Supriyanti
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 7, No 3 (2025): October 2025
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v7i3.22450

Abstract

The decision of senior high school students in continuing their studies in specific higher education study programs, such as Biology Education, plays an essential role in preparing qualified future teachers and improving the quality of education in the region. However, this decision is closely related to students’ interests, which strongly influence their study program choices. This research aims to determine the level of interest among twelfth-grade students at State Senior High School 1 of Teluk Pakedai in continuing their studies in the Biology Education study program. This research is classified as descriptive quantitative. The sample in this research consisted of 49 twelfth-grade students at State Senior High School 1 of Teluk Pakedai, taken through total sampling. Data were collected using a closed-ended questionnaire covering seven aspects: “Happiness,” “Desire,” “Attention,” “Necessity,” “Expectation,” “Encouragement,” and “Willingness.” The data that has been collected is analyzed in the form of percentages and categorized into seven categories, including none to all of the sample. From the research conducted, it is known that 72.4% (most of the sample) of twelfth-grade students at State Senior High School 1 of Teluk Pakedai are interested in continuing their studies in the Biology Education study program. These findings suggest that increasing students’ awareness and motivation toward the Biology Education study program is essential. This can be achieved through academic counseling, alumni involvement, and activities introducing teaching career prospects.Abstrak. Keputusan peserta didik sekolah menengah atas (SMA) untuk melanjutkan studi mereka di program studi pendidikan tinggi tertentu, seperti Pendidikan Biologi, memainkan peran penting dalam mempersiapkan calon guru berkualitas dan meningkatkan mutu pendidikan di daerah. Namun, keputusan tersebut sangat berkaitan dengan minat peserta didik, yang secara signifikan memengaruhi pilihan program studi yang diambil. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat minat peserta didik kelas XII di SMA Negeri 1 Teluk Pakedai untuk melanjutkan studi di program studi Pendidikan Biologi. Penelitian ini tergolong kuantitatif deskriptif. Sampel pada penelitian ini adalah peserta didik kelas XII di SMA Negeri 1 Teluk Pakedai yang berjumlah 49 orang, diambil dengan teknik pengambilan sampel jenuh. Data dikumpulkan menggunakan angket tertutup yang mencakup tujuh aspek: “Perasaan Senang”, “Keinginan”, “Perhatian”, “Kebutuhan”, “Harapan”, “Dorongan”, dan “Kemauan”. Data yang telah dikumpulkan dianalisis dalam bentuk persentase dan dikategorikan menjadi tujuh kategori yang mencakup tak seorang pun sehingga seluruh sampel. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, diketahui bahwa 72,4% (sebagian besar sampel) peserta didik kelas XII di SMA Negeri 1 Teluk Pakedai berminat melanjutkan studi ke program studi Pendidikan Biologi. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kesadaran dan motivasi peserta didik terhadap program studi Pendidikan Biologi sangat diperlukan. Hal ini dapat dilakukan melalui kegiatan bimbingan akademik, keterlibatan alumni, dan aktivitas yang memperkenalkan prospek karier sebagai pendidik.
Development of Manga comic learning media “Immunity at Work” for high school students Farhan Ramadhan; Ainul Uyuni Taufiq; Andi Tenri Ola Rivai; Jamilah Jamilah
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 7, No 1 (2025): February 2025
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v7i1.21431

Abstract

The development of the educational era that is growing very quickly certainly requires the provision of relevant learning resources, especially the availability of additional teaching media that can have a positive influence on the motivation and learning outcomes of students. The goal of this research is to create a Manga “Immunity at Work” learning media that fits the criteria of validity, practicality, and effectiveness. Using the ADDIE approach, this study conducts R&D (Research and Development) research. The development product was evaluated using validity, practicality, and effectiveness tests. The research subjects were validators (validation experts), biology educators (practitioners), and students from grade XI MIA II at MA Madani Alauddin Pao-pao. The research instruments were in the form of media validation sheets, educators and students’ response questionnaires, and learning outcomes test items. The results showed that the developed media had a validity level of 3.56 (very valid), the level of practicality based on the response assessment of educators was 97.5% (very practical) and students 85.31 (very practical). The learning outcomes test has a percentage of classical effectiveness level of 85% reaching the minimum value for the effective category. Based on the findings of this research, the development of the Manga learning media “Immunity at Work” is recommended to be optimized in dissemination, similar development, and application.Abstrak. Perkembangan era pendidikan yang berkembang dengan sangat cepat tentunya memerlukan penyediaan sumber belajar yang relevan, terutama ketersediaan media ajar yang tambahan yang mampu memberikan pengaruh positif terhadap motivasi dan hasil belajar peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran Komik Manga “Immunity at Work” yang memenuhi kriteria kevalidan, kepraktisan dan keefektifan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian R&D (Research and Development) dengan model ADDIE. Produk pengembangan diuji melalui uji validitas, uji kepraktisan dan uji keefektifan. Subjek penelitian adalah validator (ahli validasi), pendidik mata pelajaran Biologi (praktisi), dan peserta didik kelas XI MIA II di MA Madani Alauddin Pao-pao. Instrumen penelitian berupa lembar validasi media, angket respon pendidik dan peserta didik, serta butir-butir tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media yang dikembangkan memiliki tingkat validitas yaitu 3.56 (sangat valid), tingkat kepraktisan berdasarkan penilaian respon pendidik yaitu 97.5% (sangat praktis) dan peserta didik 85.31 (sangat praktis). Tes hasil belajar memiliki persentase tingkat keefektifan secara klasikal 85% mencapai nilai minimum untuk kategori efektif. Berdasarkan temuan dari penelitian ini, pengembangan media pembelajaran Komik Manga “Immunity at Work” direkomendasikan untuk dioptimalkan dalam penyebarluasan, pengembangan serupa, maupun penerapannya.
Managing biology learning for sustainability: Prospective teachers’ perceptions and readiness Ikmanisa Khairati; Lufri Lufri; Festiyed Festiyed; Mawardi Mawardi; Usmeldi Usmeldi
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 7, No 3 (2025): October 2025
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v7i3.21765

Abstract

Education for Sustainable Development (ESD) as a means to support the achievement of sustainability goals must become the core of the learning process. This is inherently connected to the crucial role of teachers in incorporating the concept of sustainability within the learning process. This research aims to gain insights into the perceptions and competencies of prospective teachers, reflecting their readiness to implement ESD into biology teaching. Referring to the Evidence for Policy and Practice Information and Co-ordinating Center (EPPI-Center) framework for systematic literature review in educational research, this study examines empirical studies from the Scopus electronic database published between 2015 and 2024, focusing on studies in the field of biology education and ESD. The review followed three main stages: determination of inclusion and exclusion criteria, keyword selection, and systematic categorization. Data analysis was conducted using a content analysis approach. The findings were categorized into four main themes: perceptions and self-efficacy; prospective teachers’ competencies; ESD learning strategies for prospective teachers; and psychological and social factors. The results of this review provide evidence for identifying areas for future exploration aimed at improving the competencies of prospective teachers in implementing ESD.Abstrak. Education for Sustainable Development (ESD) sebagai upaya untuk mendukung pencapaian tujuan keberlanjutan, harus menjadi inti dari proses pembelajaran. Hal ini tentunya tidak terlepas dari peran penting guru dalam mengintegrasikan konsep keberlanjutan ke dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan wawasan tentang persepsi dan kompetensi calon guru yang mencerminkan kesiapan mereka dalam mengimplementasikan ESD ke dalam pembelajaran biologi. Mengacu pada kerangka kerja Evidence for Policy and Practice Information and Co-ordinating Center (EPPI-Center) untuk tinjauan literatur sistematis dalam penelitian pendidikan, penelitian ini mengkaji studi empiris dari database elektronik Scopus yang diterbitkan antara tahun 2015 hingga 2024, dengan fokus pada studi di bidang pendidikan biologi dan ESD. Tinjauan ini mengikuti tiga tahap utama: penentuan kriteria inklusi dan eksklusi, pemilihan kata kunci, dan kategorisasi sistematis. Analisis data dilakukan dengan menggunakan pendekatan analisis isi. Temuan dikategorikan ke dalam empat tema utama: persepsi dan kepercayaan diri; kompetensi calon guru; strategi pembelajaran ESD untuk calon guru; serta faktor psikologis dan sosial. Hasil kajian ini memberikan bukti untuk mengidentifikasi bidang-bidang yang perlu dieksplorasi di masa depan yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi calon guru dalam mengimplementasikan ESD.
Cognitive processes in problem-solving across biogeochemical cycles: A comparative study of carbon, water, and nitrogen cycles Anggia Fitri Damayanti; Adi Rahmat; Yanti Hamdiyati; Amprasto Amprasto; Muhamad Wafda Jamil
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 7, No 2 (2025): June 2025
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v7i2.22508

Abstract

Biogeochemical cycle is one of the topics in biology learning that can train students' problem-solving ability. This study aims to analyze and compare the cognitive processes in students' problem-solving ability on carbon cycle, water cycle, and nitrogen cycle topics. 32 high school students were assessed using a descriptive method with problem-solving test based on Marzano & Kendall’s indicators, which emphasize how cognitive processes function in solving problems. Data were analyzed using Kruskal-Wallis statistical test, followed by grouping students into problem-solving ability categories. Based on the number of students in each category of problem-solving ability, students have better problem-solving ability in nitrogen cycle compared to carbon cycle and water cycle. The difference in the distribution of problem-solving abilities of three biogeochemical cycles shows that students' cognitive processes vary for each cycle. This study highlights the importance of integrating the three biogeochemical cycles in learning to develop problem-solving ability comprehensively. The findings also suggest that students’ cognitive processes in problem-solving may be supported by their mastery of concepts and experience relevant to the problem.Abstrak. Daur biogeokimia merupakan salah satu topik dalam pembelajaran biologi yang dapat melatih kemampuan problem solving siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan proses kognitif dalam kemampuan problem solving siswa pada materi daur karbon, daur air, dan daur nitrogen. Sebanyak 32 siswa SMA diuji menggunakan metode deskriptif dengan tes problem solving berdasarkan indikator Marzano & Kendall, yang menekankan bagaimana proses kognitif bekerja dalam memecahkan masalah. Data penelitian dianalisis dengan uji statistik Kruskal-Wallis, diikuti dengan pengelompokan siswa ke dalam kategori kemampuan problem solving. Berdasarkan jumlah siswa pada setiap kategori kemampuan problem-solving, siswa memiliki kemampuan problem-solving yang lebih baik pada materi daur nitrogen dibandingkan daur karbon dan daur air. Perbedaan distribusi kemampuan problem-solving ketiga daur biogeokimia menunjukkan bahwa proses kognitif berbeda-beda pada setiap daur. Penelitian ini menyoroti pentingnya integrasi ketiga daur biogeokimia dalam pembelajaran untuk melatihkan kemampuan problem-solving secara utuh. Temuan penelitian juga menemukan bahwa proses kognitif dalam problem-solving kemungkinan didukung oleh penguasaan konsep dan pengalaman yang relevan dengan masalah.
Level of systems thinking competencies among senior high school students Lia Zaradiva; Widi Purwianingsih; Amprasto Amprasto; Fuad Mardhatillah
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 7, No 3 (2025): October 2025
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v7i3.22479

Abstract

Environmental issues are characterized by dynamism and complexity, which challenge traditional problem-solving approaches and demand adherence to sustainability principles. In this context, students need to be equipped with systems thinking competencies to better understand and address environmental problems. Systems thinking encompasses the ability to identify components within a system, understand their interrelationships, and manage uncertainty, diversity, and risks. However, there was a lack of empirical evidence on how secondary students conceptualize and apply systems thinking in real-world environmental contexts. This study aimed to assess the level of systems thinking competencies among senior high school students. The participants were 133 tenth-grade students enrolled in the 2024–2025 academic year in East Aceh. Data were collected using an essay-based test consisting of eight items developed from the systems thinking framework UNESCO. Criterion validity was analyze using Pearson correlation, while the reliability of the instrument was determined through Cronbach’s Alpha (0.79, moderate). Descriptive statistics were used to analyze students’ competencies levels. The results showed that most students were categorized at Level 1 (insufficient) and Level 2 (satisfactory), with a smaller portion at Level 3 (good). No students reached Level 4 (very good). These findings offer preliminary insights into students’ systems thinking abilities and highlight the pressing need for effective educational interventions to strengthen their engagement with sustainable development. Therefore, the results provide a standard for designing targeted interventions aimed at advancing sustainable education.Abstrak. Isu-isu lingkungan yang terus berkembang menuntut penanganan yang kompleks dan berpihak pada prinsip keberlanjutan. Oleh karena itu, sangat penting untuk membekali siswa dengan kompetensi berpikir sistem sebagai bekal dalam menghadapi permasalahan lingkungan. Kompetensi berpikir sistem mencakup kemampuan mengenali dan memahami komponen serta hubungan timbal balik antarkomponen dalam suatu sistem yang kompleks, serta kemampuan menghadapi ketidakpastian dari tindakan yang diambil. Namun masih sedikit penelitian yang membahas tentang bagaimana siswa sekolah menengah mengonseptualisasikan dan menerapkan pemikiran sistem dalam konteks lingkungan dunia nyata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkatan kompetensi berpikir sistem siswa SMA. Sampel penelitian terdiri dari 133 siswa kelas X pada tahun ajaran 2024–2025 di Aceh Timur. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen tes berupa 8 soal esai yang disusun berdasarkan kerangka kompetensi berpikir sistem dari UNESCO. Analisi Data dengan uji Pearson dan Nilai Cronbach Alpha 0,79 (Sedang) dan Statistik Deskriptif untuk tingkatan berpikir sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa berada pada tingkat kompetensi kurang (Level 1) dan cukup (Level 2). Belum ditemukan siswa yang mencapai tingkat kompetensi baik (Level 3 dan 4). Penelitian ini memberikan gambaran awal mengenai kompetensi berpikir sistem siswa SMA serta menegaskan urgensi perlunya pengembangan intervensi pembelajaran yang tepat guna meningkatkan kemampuan berpikir sistem dalam rangka mendukung partisipasi aktif siswa terhadap pembangunan berkelanjutan. Oleh karena itu, hasil ini memberikan standar untuk merancang intervensi yang terarah dan bertujuan memajukan pendidikan berkelanjutan.
Rasch model–based development of an environmental literacy instrument Saputra, Moch Dwi Irsyad; Susilaningsih, Endang; Rusilowati, Ani; Lathif, Yuniar Fahmi
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 8, No 1 (2026): February 2026
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v8i1.24953

Abstract

This study aims to develop and psychometrically validate an innovative environmental literacy instrument by integrating contextualized behavioral indicators using the Rasch model, offering a novel approach compared to existing instrument.  The instrument consisted of 20 items on a five-point Likert scale and was administered to 124 junior secondary school students. Data were analyzed using Winsteps 3.73, focusing on reliability, separation indices, item fit, unidimensionality, and item difficulty. Person analysis showed a reliability of 0.94 with a separation index ranging from 3.87 to 4.03, indicating the instrument can distinguish respondents into approximately four behavioral levels. Item analysis produced an item reliability of 0.98 with separation indices between 7.13 and 7.20, reflecting a stable hierarchy of item difficulty. All items fit the Rasch Model, with Infit Mean Square values between 0.81 and 1.12 and Outfit Mean Square values from 0.81 to 1.16. Positive PT-Measure Correlations ranging from 0.49 to 0.78 confirmed alignment with the measured construct. Unidimensionality analysis revealed that 60.8% of variance was explained by the model, while the first contrast accounted for 2.0 eigenvalues (4.0%), supporting a single dominant construct. Item difficulty estimates ranged from –1.58 to 1.53 logits (SD = 0.87). Overall, the findings confirm that the instrument is valid, reliable and suitable for assessing students’ environmental literacy behavior in educational research and evaluation contexts, with potential applications in curriculum evaluation and environmental education program assessment.Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan memvalidasi secara psikometrik instrumen literasi lingkungan yang inovatif dengan mengintegrasikan indikator perilaku terkkontekstualisasi menggunakan model Rasch, sehingga menawarkan pendekatan baru dibandingkan instrumen yang telah ada. Instrumen terdiri atas 20 butir dengan skala Likert lima tingkat dan diujikan kepada 124 siswa sekolah menengah pertama. Analisis data dilakukan menggunakan perangkat lunak Winsteps 3.73 dengan fokus pada reliabilitas, indeks separasi,  unidimensionalitas konstruk dan tingkat kesulitan butir instrumen. Hasil analisis menunjukkan bahwa analisis kemampuan responden menunjukkan reliabilitas person sebesar 0,94 dengan indeks separasi 3,87–4,03, yang menandakan kemampuan instrumen dalam membedakan responden ke dalam sekitar empat tingkat perilaku literasi lingkungan. Pada sisi kualitas butir, diperoleh reliabilitas item sebesar 0,98 dengan indeks separasi 7,13–7,20, yang menunjukkan stabilitas hierarki tingkat kesulitan butir. Seluruh butir instrumen dinyatakan fit terhadap Model Rasch dengan nilai Infit Mean Square berkisar antara 0,81–1,12 dan Outfit Mean Square antara 0,81–1,16, serta korelasi butir–konstruk (PT-Measure Correlation) yang positif (0,49–0,78). Uji unidimensionalitas melalui analisis residual terstandar menunjukkan varians yang dijelaskan oleh model sebesar 60,8%, dengan unexplained variance pada kontras pertama sebesar 2,0 eigenvalue (4,0%), yang mengindikasikan bahwa instrumen mengukur satu konstruk utama. Nilai kesulitan item tersebar dari –1,58 hingga 1,53 logit (SD = 0,87), dengan distribusi 4 butir sangat mudah, 7 butir mudah, 5 butir sulit, dan 4 butir sangat sulit. Secara keseluruhan, temuan ini menegaskan bahwa penggunaan Model Rasch memberikan informasi diagnostik yang komprehensif dan akurat terhadap kualitas instrumen, sehingga instrumen dinyatakan layak dan andal untuk mengukur perilaku literasi lingkungan peserta didik dalam konteks penelitian dan evaluasi pembelajaran, serta dimanfaatkan untuk evaluasi kurikulum dan penilaian program pendidikan lingkungan.
Problem-based learning augmented reality based on local potential to improve student learning motivation Zufahmi, Zufahmi; Rohman, Fatchur; Listyorini, Dwi
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 8, No 1 (2026): February 2026
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v8i1.25135

Abstract

Advances in technology and information have compelled the education sector to undergo continuous transformation. These developments present new challenges, as educational systems are required to equip students with the knowledge, skills, and attitudes necessary to respond to an increasingly dynamic world. Such competencies are strongly influenced by students’ learning motivation; however, empirical evidence indicates that students’ learning motivation remains relatively low. The present study seeks to examine the effectiveness of an augmented reality–assisted problem-based learning model integrated with local potential in enhancing students’ learning motivation. A quasi-experimental design with a non-equivalent control group was employed. Data on learning motivation were collected using the Motivated Strategies for Learning Questionnaire. The results of the ANCOVA analysis revealed a significant effect on students’ learning motivation (p < 0.05), indicating that the local potential–based AR-PBL model was effective in improving learning motivation. The Partial Eta Squared value of 0.605 indicates a large effect size, accounting for approximately 60% of the variance. Furthermore, the corrected mean score of learning motivation in the experimental group (87.93) was higher than that of the control group (80.64). These findings demonstrate that the local potential–based AR-PBL model is more effective in enhancing students’ learning motivation than the PBL model alone.Abstrak. Kemajuan teknologi dan informasi telah memaksa sektor pendidikan untuk terus melakukan transformasi. Perkembangan ini menghadirkan tantangan baru, karena sistem pendidikan diharuskan untuk membekali siswa dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diperlukan untuk menghadapi dunia yang semakin dinamis. Kompetensi-kompetensi tersebut sangat dipengaruhi oleh motivasi belajar siswa; namun, bukti empiris menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa masih relatif rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas model pembelajaran berbasis masalah yang didukung oleh realitas tertambah (augmented reality) yang terintegrasi dengan potensi lokal dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Desain quasi-eksperimental dengan kelompok kontrol non-ekuivalen digunakan. Data motivasi belajar dikumpulkan menggunakan Kuesioner Strategi Motivasi Belajar. Hasil analisis ANCOVA menunjukkan efek signifikan pada motivasi belajar siswa (p < 0.05), menunjukkan bahwa model AR-PBL berbasis potensi lokal efektif dalam meningkatkan motivasi belajar. Nilai Partial Eta Squared sebesar 0.605 menunjukkan ukuran efek yang besar, yang menjelaskan sekitar 60% varians. Selain itu, skor rata-rata yang telah disesuaikan untuk motivasi belajar pada kelompok eksperimen (87.93) lebih tinggi daripada kelompok kontrol (80.64). Temuan ini menunjukkan bahwa model AR-PBL berbasis potensi lokal lebih efektif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa dibandingkan dengan model PBL saja.
The effect of Canva-assisted guided inquiry on students’ creativity and conceptual understanding in environmental change learning: A quasi-experimental Amalia, Lida; Muthmainnah, Rifaatul; Soviawati, Siti
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 8, No 1 (2026): February 2026
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v8i1.23751

Abstract

In the 21st century, science education must not only promote conceptual mastery but also cultivate creativity and higher-order thinking skills to address global challenges such as sustainability and environmental change. However, students often struggle to connect scientific knowledge with real-world contexts, leading to fragmented understanding and limited opportunities for creative expression. This study investigates the effectiveness of guided inquiry assisted by Canva, in enhancing both conceptual understanding and creativity in environmental change learning. The novelty of this research is the use of Canva-assisted guided inquiry as an integrated approach to develop both higher-order conceptual understanding and creativity aligned with 21st-century learning demands. A quasi-experimental design with a one-group pretest–posttest model was implemented with 40 tenth-grade students in Garut, Indonesia. Data were collected through a conceptual understanding test and a creativity rubric applied to student-designed posters. The results indicated an improvement in conceptual understanding (p < 0.001, Cohen’s d = 3.48, N-gain = 0.63, medium-category) and generally positive levels of creativity across most groups, particularly in relevance and originality. These findings suggest that Canva-supported guided inquiry provides a low-cost yet powerful pedagogical model that bridges cognitive and creative learning. The study contributes to theory by extending inquiry learning into digital platforms and to practice by offering scalable strategies for teachers. Future research is recommended to employ more comprehensive creativity assessments and to implement this approach across diverse educational contexts.Abstrak. Pembelajaran sains abad ke-21 menuntut penguasaan konsep sekaligus pengembangan kreativitas dan keterampilan berpikir tingkat tinggi untuk menghadapi isu global seperti perubahan lingkungan. Namun, siswa sering kesulitan menghubungkan pengetahuan ilmiah dengan konteks nyata sehingga pemahaman menjadi terfragmentasi dan kesempatan berekspresi kreatif terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas inkuiri terbimbing berbantuan Canva dalam meningkatkan pemahaman konsep dan kreativitas siswa pada topik perubahan lingkungan. Kebaruan penelitian ini terletak pada penggunaan guided inquiry berbantuan Canva sebagai pendekatan terintegrasi untuk mengembangkan pemahaman konseptual tingkat tinggi dan kreativitas yang selaras dengan tuntutan pembelajaran abad ke-21. Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain pretest–posttest satu kelompok pada 40 siswa kelas X di Garut. Data dikumpulkan melalui tes pemahaman konsep dan rubrik kreativitas untuk menilai poster yang dibuat siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman konseptual (p < 0,001; Cohen’s d = 3,48; N-gain = 0,63 kategori sedang–tinggi) serta tingkat kreativitas yang secara umum positif pada sebagian besar kelompok, khususnya pada aspek relevansi dan orisinalitas. Temuan ini menegaskan bahwa Canva dapat menjadi media digital yang efektif, murah, dan mudah digunakan dalam mendukung inkuiri terbimbing. Penelitian ini berkontribusi pada teori dengan memperluas penerapan inkuiri ke platform digital serta pada praktik dengan menawarkan model pembelajaran yang relevan bagi tuntutan abad ke-21. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menggunakan instrumen penilaian kreativitas yang lebih komprehensif dan menerapkan pendekatan ini pada konteks pendidikan yang lebih beragam. 
Exploration cognitive, logical, and metacognitive abilities of biology education students across academic semesters Dewi, Safira Permata; Riandi, Riandi; Rustaman, Nuryani
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 8, No 1 (2026): February 2026
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v8i1.23756

Abstract

Cognitive, logical, and metacognitive abilities are core competencies for preservice science teachers; however, comprehensive cross-semester mapping of these abilities using an integrated approach remains limited. This study aimed to explore the profiles and interconnections of cognitive, logical thinking, and metacognitive abilities of biology education students across early and mid-academic semesters. A mixed-method design was employed. Quantitative data were collected from 64 second- and fourth-semester students through a Marzano-based cognitive test, the Test of Logical Thinking (ToLT), and the Metacognitive Awareness Inventory (MAI), followed by qualitative exploration using open-ended questionnaires and semi-structured interviews with 10 purposively selected students. Quantitative data were analyzed descriptively, while qualitative data were examined using thematic analysis to explain and elaborate the quantitative results. The findings revealed similar patterns across both semesters, characterized by low achievement in error analysis (35.42%–40.63%), experimentation (45.83%–50.00%), control of variables and correlational reasoning in ToLT (≤38%), as well as planning and evaluation aspects of metacognitive regulation (79.05-80.09%). Qualitative findings indicated that students tended to focus on procedural aspects and showed limited ability to conduct conceptual error analysis and experimental evaluation. The consistency of these patterns across semesters suggests that predominantly recipe-based learning experiences have not sufficiently supported the development of higher-order reasoning and metacognitive reflection. This study concludes that inquiry-based instructional designs that explicitly integrate error analysis, generalization, variable control, and metacognitive reflection are necessary to enhance learning quality and better prepare future science teachers.Abstrak. Kemampuan kognitif, berpikir logis, dan metakognitif merupakan kompetensi inti yang harus dikembangkan secara terintegrasi pada calon guru sains, namun pemetaan ketiga kemampuan tersebut lintas semester masih jarang dikaji secara komprehensif, khususnya dengan pendekatan campuran. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi profil dan keterkaitan kemampuan kognitif, berpikir logis, dan metakognitif mahasiswa pendidikan biologi pada semester awal dan menengah. Penelitian menggunakan desain mixed-method dengan strategi explanatory sequential. Sebanyak 64 mahasiswa semester 2 dan 4 dipilih secara acak untuk pengumpulan data kuantitatif melalui tes kognitif berbasis taksonomi Marzano, Test of Logical Thinking (ToLT), dan Metacognitive Awareness Inventory (MAI), yang kemudian diperdalam melalui kuesioner terbuka dan wawancara semi-terstruktur terhadap 10 mahasiswa terpilih. Data kuantitatif dianalisis secara deskriptif, sedangkan data kualitatif dianalisis menggunakan analisis tematik untuk menjelaskan dan memperkuat temuan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan pola yang relatif serupa pada kedua semester, dengan capaian rendah pada indikator analisis kesalahan (35,42%–40,63%), eksperimen (45,83%–50,00%), pengontrolan variabel dan penalaran korelasional pada ToLT (≤38%), serta perencanaan dan evaluasi dalam regulasi metakognitif (79.05%–80.09%%). Temuan kualitatif mengungkap bahwa mahasiswa cenderung berfokus pada prosedur teknis dan belum mampu melakukan analisis kesalahan serta evaluasi eksperimen secara konseptual. Kesamaan pola lintas semester mengindikasikan bahwa pengalaman belajar yang dominan bersifat resep belum secara optimal melatihkan penalaran tingkat tinggi dan refleksi metakognitif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan desain pembelajaran berbasis inkuiri yang secara eksplisit mengintegrasikan pelatihan analisis kesalahan, generalisasi, pengontrolan variabel, dan refleksi metakognitif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan kesiapan calon guru di masa depan.
The effectiveness of well-being-based learning devices on plant growth and development material to enhance students’ life-long learning Nikmah, Citra Khoerun; Hayat, Muhammad Syaipul; Roshayanti, Fenny; Fatonah, Siti
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 8, No 1 (2026): February 2026
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v8i1.24785

Abstract

In line with the implementation of the Merdeka Curriculum, science learning is expected to foster students’ life-long learning skills through approaches that integrate well-being principles. However, learning on the topic of plant growth and development often remains theoretical and less meaningful for students. This study aimed to develop and examine the effectiveness of well-being–based learning devices in enhancing students’ life-long learning skills, specifically complex thinking, information processing, collaboration, communication, and habits of mind. This research employed a Research and Development (R&D) approach using the ADDIE model. The implementation phase applied a pretest–posttest control group design involving 64 ninth-grade students of SMP Negeri 1 Pucakwangi in the 2024/2025 academic year. Data were collected through life-long learning skills tests, questionnaires, observations, and interviews. Instrument validity and reliability were tested prior to implementation. The experimental class showed an increase in mean scores from 60.59 to 77.28, with an N-Gain of 0.56 (moderate category). In contrast, the control class showed a slight, non-significant improvement (57 to 60; p > 0.05). Statistical analysis confirmed a significant improvement in the experimental group (p < 0.05). These findings indicate that well-being–based learning devices effectively enhance the specific measured indicators of students’ life-long learning skills.Abstrak. Sesuai dengan implementasi Kurikulum Merdeka, pembelajaran sains diharapkan dapat mengembangkan keterampilan belajar seumur hidup siswa melalui pendekatan yang mengintegrasikan prinsip-prinsip kesejahteraan. Namun, pembelajaran tentang pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan seringkali masih bersifat teoretis dan kurang bermakna bagi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji efektivitas perangkat pembelajaran berbasis kesejahteraan dalam meningkatkan keterampilan belajar seumur hidup siswa, khususnya pemikiran kompleks, pemrosesan informasi, kolaborasi, komunikasi, dan kebiasaan berpikir. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian dan Pengembangan (R&D) dengan model ADDIE. Fase implementasi menerapkan desain kelompok kontrol pretest–posttest yang melibatkan 64 siswa kelas IX SMP Negeri 1 Pucakwangi pada tahun ajaran 2024/2025. Data dikumpulkan melalui tes keterampilan belajar seumur hidup, kuesioner, observasi, dan wawancara. Validitas dan reliabilitas instrumen diuji sebelum implementasi. Kelompok eksperimen menunjukkan peningkatan skor rata-rata dari 60,59 menjadi 77,28, dengan N-Gain sebesar 0,56 (kategori moderat). Di sisi lain, kelompok kontrol menunjukkan peningkatan yang sedikit dan tidak signifikan (57 menjadi 60; p > 0,05). Analisis statistik mengonfirmasi peningkatan yang signifikan pada kelompok eksperimen (p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran berbasis kesejahteraan secara efektif meningkatkan indikator-indikator spesifik keterampilan belajar sepanjang hayat siswa yang diukur.