cover
Contact Name
Andi Mushawwir
Contact Email
mushawwir@unpad.ac.id
Phone
+6281211211811
Journal Mail Official
jnttip.unpad@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan
ISSN : -     EISSN : 27157636     DOI : https://doi.org/10.24198/jnttip
Jurnal NTTIP merupakan jurnal ilmiah, mempublikasikan hasil-hasil penelitian dan riview berkaitan dengan ilmu nutrisi ternak tropis dan teknologi pakan. Meliputi seluruh aspek kimia, biokimia dan fisiologi sebagai dampak pemberian pakan, bioteknologi pakan dan hijauan bahan pakan, serta teknologi manufaktur pengolahan pakan, dalam lingkup kajian di daerah tropis.
Articles 123 Documents
META-ANALISIS: PENGARUH SUBSTITUSI JAGUNG DENGAN BAHAN PAKAL LOKAL TERHADAP KUALITAS DAGING AYAM PEDAGING Danung Nur Adli
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 3, No 4 (2021)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v3i4.26716

Abstract

Upaya efisiensi pakan perlu dilakukan apabila ditinjau dari aspek tersebut. Salah satu upaya adalah mengganti bahan baku pakan utama seperti jagung, dan bungkil kedelai dengan bahan baku pakan lokal. penelitian ini menggunakan teknik meta-analisis untuk mengintegrasikan 75 data dari sembilan jurnal yang mengandung informasi penggantian jagung dengan bahan baku lokal. Teknik meta-analisis diawali dengan pengumpulan data dari beberapa publikasi ilmiah yang mengandung data kadar tanin dan kualitas silase. Selanjutnya data tersebut ditabulasi dalam bentuk database dengan bantuan microsoft excel, dalam proses tabulasi ini satuan dari setiap data disamakan, setelah itu data ditabulasi dan dianalisis menggunakan comprehensive meta-anaysis ver3. Pengaruh penggatian jagung pada kualitas daging ayam pedaging juga tidak signifikan, hal ini dapat dilihat pada kandungan persentase karkas, bobot karkas, dan kolesterol dagingyang tidak berbeda antara silase yang di substitusi jagung dan tidak disubtitusi jagung. Namun untuk AIC terdapat indikasi penurunan jumlah kolesterol dalam daging dengan adanya penggantian jagung dalam bahan pakan (0,05 < P < 0,1). Sehingga dapat disimpulkan bahwa penggantian jagung tidak meningkatkan kualitas daging, namun penggantian jagung mampu menjaga kualitas daging dari proses pembusukan yang terlalu tinggi.
PENGARUH PEMBERIAN GIBERELIN (GA3) PADA BENIH TANAMAN PAKAN HIJAUAN Corchorus aestuans TERHADAP WAKTU BERKECAMBAH DAN JUMLAH KECAMBAH PADA KULTUR JARINGAN NELVIN Nelvin
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v4i1.39899

Abstract

Tanaman Corchorus aestuans merupakan tanaman pakan dan memiliki kandungan anti-inflamasi yang berfungsi sebagai obat alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh giberelin terhadap waktu berkecambah dan jumlah kecambah pada tanaman Corchorus aestuans menggunakan metode kultur jaringan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-April 2022. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 5 perlakuan yaitu P0 = kontrol (tanpa pemberian giberelin), P1 = 100 ppm, P2 = 200 ppm, P3 = 300 ppm, P4 = 400 ppm. Setiap perlakuan diulang 4 kali yang menghasilkan 20 unit percobaan. Data hasil penelitian diolah menggunakan analisis sidik ragam dan menggunakan uji lanjut jarak berganda Duncan sebagai uji lanjut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian giberelin (GA3) berpengaruh nyata pada waktu berkecambah dengan waktu tercepat mulai terbentuk kecambah 8 HST pada perlakuan 300 ppm, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah kecambah.
PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK KULIT MANGGIS (Garcinia mangostana L.) YANG DISUPLEMENTASI Cu DAN Zn DALAM RANSUM TERHADAP JUMLAH ERITROSIT, KADAR HEMOGLOBIN, DAN NILAI HEMATOKRIT AYAM SENTUL FASE LAYER AVITA ALAWIYAH
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 3, No 4 (2021)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v3i4.29965

Abstract

 Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak buah manggis yang disuplementasidengan Cu dan Zn dalam ransum terhadap jumlah eritrosit, kadar hemoglobin, dan nilai hematokrit ayam sentul fase layer. Penelitian menggunakan 40 ekor ayam sentul betina, dan dipelihara dari umur 28 minggu sampai 35 minggu yang bertempat di Test Farm Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran. Analisis Sampel dilakukan di Laboratorium Fisiologi Ternak dan Biokimia, Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran. Metode yang digunakan adalah eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan terdiri dari lima macam dengan empat ulangan, yaitu, P0 = ransum basal, P1 = ransum basal+60 mg/kg ransum ekstrak kulit manggis + Cu 0,3 mg dan Zn 2,4 mg; P2 = ransum basal+120 mg/kg ransum ekstrak kulit manggis + Cu 0,6 mg dan Zn 4,8 mg; P3= ransum basal+180 mg/kg ransum ekstrak kulit manggis + Cu 0,9 mg dan Zn 7,2 mg; P4= ransum basal+240 mg/kg ransum ekstrak kulit manggis + Cu 1,2 mg dan Zn 9,6 mg. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian ekstrak kulit manggis yang disuplementasi Cu dan Zn memberikan pengaruh tidak berbeda nyata (P>0.05). Disimpulkan bahwa, penambahan ekstrak kulit manggis yang disuplementasi dengan Cu dan Zn mampu mempertahankan jumlah eritrosit, kadar hemoglobin, dan nilai hematokrit berada pada kisaran normal
Pengaruh Lama Fermentasi pada Penggunaan Dedak Fermentasi terhadap Kandungan Lignin dan Selulosa Silase Tebon Jagung SUKMA ACHLAN SAHID; BUDI AYUNINGSIH; IMAN HERNAMAN
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v4i1.38967

Abstract

Silase adalah teknik pengawetan pakan melalui proses ensilase. Kualitas silase tergantung pada kecepatan proses fermentasi untuk membentuk asam laktat. Pembuatan silase membutuhkan bahan tambahan (aditif) untuk mempercepat proses ensilase. Bahan aditif yang dapat digunakan yaitu dedak fermentasi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama fermentasi pada penggunaan dedak fermentasi terhadap kandungan lignin dan selulosa silase tebon jagung. Penelitian dilaksanakan pada 03 Februari 2021–19 Maret 2021 di Cowla Farm, Dusun Gembor, Desa Cikembulan, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, dan di Laboratorium Nutrisi Ruminansia dan Kimia Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Sumedang. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 3 perlakuan dan 7 ulangan. Perlakuan terdiri atas lama fermentasi 7 hari, 14 hari, dan 21 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh terhadap kandungan lignin dan selulosa silase tebon jagung. Lama fermentasi optimal yang menghasilkan kandungan lignin terendah (7,55%) dan selulosa terendah (23,07%) yaitu 21 hari.
PENGARUH PENGGUNAAN CHICORY (Chichorium intybus) SEBAGAI KOMPONEN RANSUM SAPI POTONG DEWASA TERHADAP PRODUKSI VFA DAN NH3 RANSUM (IN VITRO) lathifah jasmine
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 3, No 4 (2021)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v3i4.38169

Abstract

Chicory (Chicorium intybus) merupakan salah satu tanaman dalam kelompok forbs. Tingginya kandungan protein chicory (PK 23,83%) dapat menjadikan chicory sebagai hijauan berprotein tinggi (green protein).  Selain itu, ketersediaan chicory sepanjang tahun, akan memudahkan peternak dalam penyediaan pakan yang memiliki kandungan nutrien tinggi. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober sampai Desember 2021 di Laboratorium Nutrisi Ternak Ruminansia dan Kimia Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penggunaan chicory sebagai komponen ransum sapi potong dewasa terhadap produksi VFA dan NH3 (in vitro). Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan terdiri atas P0 = 0% chicory; P1 = 10% chicory; P2 = 20% chicory; P3 = 30% chicory; dan P4 = 40% chicory. Data dianalisis menggunakan sidik ragam (ANOVA), dan Uji Jarak Berganda Duncan. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap produksi VFA dan NH3. Penggunaan chicory 20% dalam ransum menghasilkan nilai produksi VFA (169,04±21,31 mM) dan NH3 (3,86±0,72 mM) yang terbaik.
PENGARUH PEMBERIAN RANSUM MENGANDUNG TEPUNG KEONG MAS (Pomacea canaliculata L.) DIPROTEKSI BERBAGAI LEVEL TANIN TERHADAP KECERNAAN SERAT KASAR DAN ENERGI RANSUM DOMBA LOKAL JANTAN Novan Dwi Sagito; Rahmat Hidayat; Ujang Hidayat Tanuwiria
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v4i1.38886

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung Keong Mas yang diproteksi berbagai level tanin terhadap kecernaan serat kasar dan energi tercerna dalam ransum domba lokal jantan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan empat ulangan. Perlakuannya yaitu P0 = 60% Rumput Gajah + 40% konsentrat, P1 = 60% Rumput Gajah + 37,5% konsentrat + 2,5% tepung Keong Mas, P2 =  60% Rumput Gajah + 37,5% konsentrat + 2,5% tepung Keong Mas tanin (1,5%), P3 = 60% Rumput Gajah + 37,5% konsentrat + 2,5% tepung Keong Mas terproteksi tanin ( 3%) dan P4 =  60% Rumput Gajah + 37,5% konsentrat + 2,5% tepung Keong Mas tanin (4,5%).  Data yang diperoleh diuji dengan  kontras ortogonal untuk mengetahui respon percobaan terhadap perlakuan yang diberikan. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan tepung Keong Mas yang diproteksi tanin sampai level 4,5% ke dalam ransum tidak berpanguh nyata (P>0,05) terhadap kecernaan serat kasar dan energi tercerna domba lokal jantan
PENGARUH PENAMBAHAN MOLASES DAN NITROGEN PADA ENSILASE BATANG PEPAYA (Carica Papaya L.) TERHADAP KANDUNGAN BAHAN KERING, BAHAN ORGANIK DAN ABU SILASE YANG DIHASILKAN TIDI DHALIKA
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 3, No 4 (2021)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v3i4.38579

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan molases dan nitrogen pada ensilase batang pepaya terhadap kandungan bahan kering, bahan organik dan abu dari silase yang dihasilkan. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan : (1) tanpa penambahan molases dan nitrogen perlakuan (P0), (2) penambahan 0% molases dan 2% nitrogen (P1), (3) penambahan 5% molases dan 0% nitrogen (P2), dan (4) penambahan 5% molases dan 2% nitrogen (P3), tiap perlakuan diulang 5 (lima) kali. Data dianalisis menggunakan sidik ragam dan analisis jarak berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan molases dan nitrogen memberikan pengaruh berbeda nyata terhadap kandungan bahan kering, bahan organik dan abu dari silase yang dihasilkan. Penambahan 5 % molases dan 0% nitrogen pada ensilase batang pepaya menghasilkan kandungan bahan kering sebesar 16,84%, bahan organik 90.97%  sebagai nilai tertinggi diantara perlakuan yang diberikan, dan kandungan abu terendah sebesar 8,34%. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penambahan molases sampai taraf 5% tanpa penambahan unsur nitrogen dapat dilakukan pada ensilase batang pepaya. Kata Kunci : Ensilase, batang pepaya, molases, nitrogen, bahan kering,                        bahan organik, dan abu
REVIEW : POTENSI KULIT SINGKONG SEBAGAI PAKAN TERNAK AYAM BROILER LENI NURLAENI
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v4i1.37649

Abstract

Unggas merupakan salah satu pangan utama yang banyak dikonsumsi di Indonesia khususnya ayam pedaging (broiler). Meningkatnya permintaan akan daging ayam, maka ketersedian bahan pakan harus tercukupi. Pilihan alternatif untuk menutupi kekurangan bahan pakan ayam broiler dengan memanfaatkan limbah pertanian yaitu kulit singkong. Kulit singkong merupakan limbah kupasan hasil pengolahan gaplek, tapioka, tape, dan panganan berbahan dasar singkong lainnya. Potensi ketersedian kulit singkong di Indonesia sangat melimpah. Kendala yang terdapat pada kulit singkong adalah kandungan nutrisi yang rendah dan keberadaan racun sianida (HCN). Namun, dapat ditanggulangi dengan teknologi fermentasi. Hasil beberapa penelitian menunjukkan bahwa produk fermentasi kulit singkong pada tingkat penggunaan 10% dapat digunakan pada ayam pedaging. Kata Kunci : Kulit singkong; Fermentasi; Ayam broiler
PENGARUH PENAMBAHAN TANAMAN CHICORY (Cichorium intybus) DALAM RANSUM TERHADAP KECERNAAN BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK PADA SAPI POTONG (IN VITRO) Fauzan Lutfi Rahman; Rahmat Hidayat; Mansyur Mansyur
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 4, No 3 (2022)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v4i3.36314

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai taraf pemberian tanaman chicory (Cichorium intybus) dalam ransum sapi potong terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik (in vitro). Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Aacak Lengkap (RAL). Terdapat lima perlakuan berupa ransum lengkap yang dijadikan kosentrat dengan penggunaan berbagai dosis tanaman chicory (Cichorium intybus) yaitu P0 (ransum mengandung 0% chicory), P1 (ransum mengandung 10% chicory), P2 (ransum mengandung 20% chicory), P3 ( ransum mengandung 30% chicory), dan P4 (ransum mengandung 40% chicory). Setiap perlakuan diulang sebanyak empat kali. Peubah yang diamati adalah  kecernaan bahan kering dan bahan organik. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan sidik ragam (ANOVA) kemudian diuji menggunakan Uji Duncan untuk perbedaan respon percobaan terhadap perlakuan yang diberikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan antara perlakuan terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik secara in vitro pada sapi potong. Nilai kecernaan bahan kering dan bahan organik tertinggi pada penelitian ini dihasilkan pada P3 masing-masing sebesar 80,92% dan 70,42%. Penggunaan tanaman Chicory P3 (Cichorium intybus) sebanyak 30% dalam ransum merupakan yang terbaik terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik secara in vitro pada sapi potong. Penggunaan tanaman chicory (Cichorium intybus) dapat digunakan pada taraf 30%
PENGARUH PEMBERIAN ADITIF EM-4 PADA ENSILASE CAMPURAN KULIT KOPI ARABIKA DAN ONGGOK TERHADAP KANDUNGAN BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK SILASE YANG DIHASILKAN Shanggitha Pahlevi Putri; Tidi Dhalika; Atun Budiman
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v4i2.39183

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian aditif EM-4 pada ensilase campuran kulit kopi arabika dan onggok terhadap kandungan bahan kering dan bahan organik silase yang dihasilkan. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan, yaitu : P1 = pemberian probiotik EM-4 0%, P2 = pemberian probiotik EM-4 0,3%, P3 = pemberian probiotik EM-4 0,6%, dan P4 = pemberian probiotik EM-4 0,9% dan  tiap perlakuan diulang 5 (lima) kali. Data yang diperoleh diuji menggunakan analisis ragam dan uji jarak berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan probiotik EM-4 sampai taraf 0,9% memberikan pengaruh terhadap kandungan bahan kering dan bahan organik dari silase yang dihasilkan. Pemberian aditif probiotik EM-4 pada taraf 0,6% sampai 0,9% menghasilkan kandungan bahan kering dan bahan organik tertinggi berturut sebesar 35,40% dan 30,06%. Kata Kunci: silase, kulit kopi arabika, probiotik EM-4, bahan kering, dan                            bahan organik.

Page 6 of 13 | Total Record : 123