cover
Contact Name
Andi Mushawwir
Contact Email
mushawwir@unpad.ac.id
Phone
+6281211211811
Journal Mail Official
jnttip.unpad@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan
ISSN : -     EISSN : 27157636     DOI : https://doi.org/10.24198/jnttip
Jurnal NTTIP merupakan jurnal ilmiah, mempublikasikan hasil-hasil penelitian dan riview berkaitan dengan ilmu nutrisi ternak tropis dan teknologi pakan. Meliputi seluruh aspek kimia, biokimia dan fisiologi sebagai dampak pemberian pakan, bioteknologi pakan dan hijauan bahan pakan, serta teknologi manufaktur pengolahan pakan, dalam lingkup kajian di daerah tropis.
Articles 128 Documents
PENGARUH LAMA PENYIMPANAN TERHADAP KADAR AIR, SIFAT FISIK, DAN ORGANOLEPTIK BEKATUL BERAS MERAH Mohamad Haris Septian; Pradipta Bayuaji; Mikael Sihite; Rizqi Nurul Aeni; Wisnu Romadhon
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 2, No 4 (2020)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v2i4.29995

Abstract

ABSTRAK Bekatul beras merah merupakan produk samping dari proses penggilingan padi beras merah yang potensial dijadikan sebagai pakan penguat. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan terhadap sifat fisik bekatul beras merah. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap. Data yang dihasilkan diuji menggunakan analisis ragam dan jika ada perbedaan yang nyata maka dilanjutkan dengan uji Jarak Berganda Duncan. Penelitian terdiri dari 5 perlakuan berupa lama penyimpanan yaittu 0, 1, 2, 3, 4 pekan. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 5 kali. Pengujian yang dilakukan adalah kadar air, kerapatan tumpukan, kerapatan pemadatan tumpukan, kerapatan pemadatan tumpukan metode banting, berat jenis, dan sifat organoleptik. Hasil menunjukkan bahwa lama penyimpanan nyata (P<0,05) meningkatkan kadar air, menurunkan nilai kerapatan tumpukan, kerapatan pemadatan tumpukan, kerapatan pemadatan tumpukan metode banting, tetapi tidak memengaruhi (P>0,05) berat jenis. Perubahan warna terjadi pada pekan keempat, perubahan bau mulai terjadi pada pekan ketiga, perubahan tekstur dengan adanya gumpalan pada pekan ketiga, serangan serangga pada pekan keempat, tetapi tidak terdeteksi adanya jamur yang terlihat secara kasat mata hingga pekan keempat. Kesimpulan, lama penyimpanan dapat menyebabkan perubahan sifat fisik dan organoleptik bekatul beras merah.Kata kunci: bekatul beras merah, penyimpanan, sifat fisik ABSTRACT Brown rice polish is a by-product from brown rice grinding which is potential to be used as concentrate feed. This research was aimed to find out the effect of storage duration on physical properties of brown rice polish. This research used experimental of Completely Randomized Design (CRD). Data collected was analyzed using analysis of variance and continued by Duncan’s test if the results was significant. This research contained 5 treatments storage duration which are 0, 1, 2, 3, and 4 weeks. Each treatment was replicated by 5 times. The properties tested were water content, bulk density, compacted bulk density, thrown compacted bulk density, specific gravity, and organoleptic properties. The result showed that storage duration was significantly (P<0.05) increased water content, decrease bulk density, compacted bulk density, thrown compacted bulk density while specific gravity was not affected (P>0.05). The color was changed in the fourth week, the scent was changed in in the third week, the texture shown by clotting occur in the third week, presence of insect in the fourth week while there was no presence of fungus seen even in the fourth week. It is concluded that storage duration changed the physical and organoleptic properties of brown rice polish. Keywords: Brown rice polish, storage duration, physical properties, organoleptic properties
PENGEMBANGAN PRODUK TELUR AYAM ARAB SILVER ( Silver Brakel Kriel) RENDAH LEMAK DAN KOLESTEROL DENGAN PEMBERIAN KITOSAN MURNI DALAM RANSUM Eli Sahara; Sofia Sandi; Fitra Yosi
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 2, No 3 (2020)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v2i3.29530

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan telur ayam rendah lemak dan kolesterol.  Penelitian menggunakan kitosan sebagai perlakuan ransum. Ternak yang digunakan sebagai objek penelitian adalah ayam Arab umur 4,5 bulan atau awal bertelur.   Penelitian terdiri dari 6 perlakuan yaitu :  R0 (Ransum Kontrol tanpa Kitosan), R1 (Ransum + Kitosan 0,5%), R2 (Ransum + Kitosan 1%), R3 (Ransum + Kitosan 1,5%), R4 (Ransum + Kitosan 2%), R5 (Ransum + Kitosan 2,5%).  Penelitian dilakukan selama 7 minggu.  Parameter yang diukur adalah: kadar lemak telur, kadar protein telur dan kolesterol total telur.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kitosan mampu menurunkan kadar lemak dan kolesterol total telur ayam Arab, sedangkan kadar protein telur  menunjukkan peningkatan sesuai peningkatan dosis kitosan yang diberikan, tapi belum signifikan.  Kesimpulan dari penelitian ini adalah kitosan dengan dosis 2% paling efektif dalam menurunkan kadar kolesterol telur ayam Arab sampai 33,3% di bawah kontrol
PENGARUH PENGGUNAAN DEDAK FERMENTASI TERHADAP KADAR LIGNIN DAN SELULOSA SILASE RUMPUT GAJAH (Pennisetum purpureum) Zahra Khairun Nisa; Budi Ayuningsih; Iin Susilawati
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 2, No 3 (2020)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v2i3.30289

Abstract

Silase merupakan pengawetan hijauan secara basah. Dedak fermentasi dapat digunakan sebagai starter untuk mempercepat proses fermentasi pembuatan silase. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan dedak fermentasi terhadap kadar lignin dan selulosa pada silase rumput gajah. Penelitian dilaksanakan di Kelompok Ternak Mekar Jaya dan Laboratorium Nutrisi Ruminansia dan Kimia Makanan pada bulan November 2019 sampai Januari 2020. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 3 perlakuan dan 6 ulangan.  Perlakuan terdiri atas P1 (1% dedak fermentasi), P2 (3% dedak fermentasi), dan P3 (5% dedak fermentasi).  Hasil penelitian menunjukan bahwa pengggunaan berbagai dosis dedak fermentasi dalam pembuatan silase rumput gajah mempengaruhi kadar lignin dan kadar selulosa silase.  Penggunaan dosis dedak fermentasi 5% menghasilkan kadar lignin silase rumput gajah paling rendah (3,29%) dengan kadar selulosa terendah (32,91%) sedangkan dosis 1% menghasilkan kadar selulosa paling tinggi (40,42%) dengan kadar lignin tertinggi (4,87%).
IDENTIFIKASI SIFAT KUANTITATIF DOMBA DORPER JANTAN GENERASI PERTAMA YANG DIBERI PAKAN KOMPLIT DI PT. AGRO INVESTAMA Dinah Sholikhah; Nena Hilmia; Rahmat Hidayat
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v3i2.36315

Abstract

Domba Dorper merupakan ternak penghasil daging yang berasal dari wilayah Afrika Selatan. Kemampuan adaptasi Domba Dorper terhadap lingkungan baru dapat dilihat pada perubahan hasil produktivitas maupun performanya. Penelitian dilaksanakan di PT. Agro Investama menggunakan data sekunder pada bulan Agustus 2021 dengan objek penelitian Domba Dorper berumur 4 bulan sebanyak 22 ekor. Penelitian dilakukan untuk mengetahui produktivitas Domba Dorper generasi pertama yang diberi pakan komplit selama pemeliharaan di PT. Agro Investama. Parameter yang diukur yaitu bobot lahir, bobot badan umur 1-4 bulan, dan pertambahan bobot badan harian (PBBH). Data hasil penelitian dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bobot lahir Domba Dorper di PT. Agro Investama adalah 3,3±0,80 kilogram, dan pada bobot badan umur 1 sampai 4 bulan berturut-turut sebesar 10,52±3,09 kilogram, 14,25±2,87 kilogram, 17,95±4,83 kilogram, dan 21,91±5,20 kilogram.Pertambahan bobot badan selama 1 sampai 4 bulan sebesar 0,241±0,095 kilogram/hari, 0,182±0,043 kilogram/hari, 0,163±0,044 kilogram/hari dan bulan ke-4 sebesar 0,155±0,04 kilogram/hari.
ANALISIS BIBLIOMETRIK PERKEMBANGAN PENELITIAN FEED ADDITIVE PADA TERNAK RUMINANSIA DENGAN VOSVIEWER Urip Rosani
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 3, No 3 (2021)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v3i3.35992

Abstract

Tujuan penelitian ini mengetahui perkembangan penelitian tentang penggunaan feed additive pada ternak ruminansia dari tahun 2000 – 2021 berdasarkan kata kunci pada scopus. Data penelitian ini merupakan publikasi internasional yang diambil dari scopus (www.scopus.com) menggunakan aplikasi Publish or Perish 7 dengan kata kunci “feed additive ruminant” dalam rentang waktu 20 tahun terakhir mulai 2000 sampai 2021. Tren perkembangan publikasi dan kebaruan dianalisis dengan aplikasi VOSviewer version 1.6.17. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat 32 artikel yang ditemukan. Mulai tahun 2020 terdapat peningkatan publikasi dengan topik penggunaan feed additive pada ternak ruminansia sebanyak 8 artikel (25%) dan tahun 2021 sebanyak 4 artikel (12,5%). Penggunaan feed additive pada ternak ruminansia terdiri dari 3 kelompok besar penelitian yang sering dilakukan dan banyak diteliti yaitu feed addivive, ruminant dan microbial feed additive. Pada kelompok feed addtidive penggunaan cobalt carbonate, sodium selenat, brown algae, essential oil, aromatic plant, dan cellulolitic exogenous enzyme. Kelompok ruminant terdapat penggunaan brown algae, cobalt carbonate, sodium selenat, algal derived, asparagous racemesus, dan citrullus. Selanjutnya pada kelompok microbial feed additive penggunaan live yeast product.
PENGARUH LUMPUR KECAP PADA ENSILASE CAMPURAN LIMBAH SAYURAN DAN TONGKOL JAGUNG TERHADAP KANDUNGAN ZAT MAKANAN SILASE YANG DIHASILKAN TIDI DHALIKA
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v3i1.35920

Abstract

Penelitan bertujuan untuk mengetahui pengaruh imbuhan lumpur kecap pada ensilase campuran limbah sayuran dan tongkol jagung terhadap kandungan zat makanan dalam silase yang dihasilkan. Bahan yang digunakan adalah limbah sawi hijau, kubis, kulit dan tongkol jagung, serta lumpur kecap. Penelitian dilakukan dengan metode experimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan empat perlakuan, yaitu penggunaan imbuhan lumpur kecap sebanyak 0%, 2%, 4%; dan 6% pada ensilase campuran limbah sayuran dan tongkol jagung, setiap perlakuan diulang 5 (lima) kali. Peubah yang diukur adalah kandungan zat makanan meliputi bahan kering, bahan organik, serat kasar dan lignin dari silase yang dihasilkan, data diuji dengan sidik ragam dan uji Jarak Berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan imbuhan lumpur kecap sampai 6 % pada ensilase campuran limbah sayuran dan tongkol jagung memberikan pengaruh terhadap kandungan zat makanan silase yang dihasilkan, dan  penggunaan imbuhan lumpur kecap antara 4 – 6 % dapat menghasilkan bahan kering dan bahan organik tertinggi yaitu 27,60 % dan 71,49 %, dan serat kasar dan lignin paling rendah, sebesar 19,60 % dan 6,33 %.Kata Kunci :Lumpur kecap, limbah sayuran, tongkol jagung, zat makanan, dan silase.
STATUS IMUNITAS AYAM RAS PETELUR YANG DIBERI KITOSAN IRADIASI Dede Randian Lubis
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v3i2.29238

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian kitosan iradiasi terhadap status imunitas ayam ras petelur.  Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2019 sampai Januari 2020 di peternakan ayam petelur Desa Sukarapih, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.  Pengujian sampel darah dilakukan di Laboratorium Fisiologi Ternak dan Biokimia Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.  Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan uji polynomial orthogonal.  Terdapat 50 ekor ayam ras petelur fase layer sebagai objek penelitian dengan 5 jenis perlakuan yaitu P0 = tanpa pemberian kitosan, P1 = diberi kitosan 150 ppm, P2 = diberi kitosan 200 ppm, P3 = diberi kitosan 250 ppm dan P4 = diberi kitosan 300 ppm.  Parameter yang diamati pada penelitian ini yaitu sel darah putih/leukosit (limfosit dan neutrofil) dan protein darah (protein total, albumin dan globulin) ayam ras petelur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kitosan iradiasi berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap jumlah sel leukosit, limfosit dan neutrofil.  Begitupula dengan pengaruh kitosan iradiasi terhadap kadar protein darah (protein total, albumin dan globulin), yang secara umum berbeda nyata (P<0,05).  Namun terdapat inkonsistensi pengaruh kitosan pada masing-masing parameter protein darah, baik protein total, albumin maupun globulin.Kata kunci : ayam petelur; kitosan iradiasi; leukosit; protein darah
POTENSI KULIT DURIAN (Durio zibethinus) SEBAGAI BAHAN PAKAN ALTERNATIF Iman Hernaman; Sri Agustina; Dedi Rahmat
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v3i1.35677

Abstract

vKulit durian merupakan limbah dari perkebunan durian. Limbah ini masih memiliki potensi sebagai pakan ruminansia. Penelitian bertujuan untuk mengetahui potensi kulit durian sebagai pakan ruminansia. Penelitian dilakukan dengan metode eksplorasi melalui analsis data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dengan melakukan analisis proposi kulit durian dalam buah durian,kemudian dilakukan analisis proksimat dan fraksi serat. Data sekunder diperoleh dari studi literatur dan melihat data statistik. Hasil menunjukkan bahwa kulit durian memiliki proporsi sebesar 69,16% dari buah durian dengan potensi setahun sebesar 62.379,8693 ton bahan kering (BK). Kulit durian memiliki kandungan serat kasar sebesar 33,87% dengan kandungan lignin yang tinggi, yaitu 12,11%. Kulit durian dapat menyediakan bahan pakan sebagai sumber serat untuk ruminansia sebanyak 18.781 satuan ternak (ST). Kesimpulan kulit durian berpotensi sebagai bahan pakan sumber serat bagi ruminansia.
Peluang Usaha Pengadaan Lumpur Sawit sebagai Bahan Pakan Ruminansia di Jawa Barat Solehudin Taher
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 3, No 3 (2021)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v3i3.37515

Abstract

Jawa Barat merupakan propinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia yang berdampak pada tingginya kebutuhan pangan salah satunya adalah daging sehingga dibutuhkan peningkatan populasi ternak untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Namun hal ini dibatasi oleh berkurangnya lahan untuk hijauan dan semakin meningkatnya harga bahan pakan sehingga perlu dicari bahan pakan alternatif. Lumpur sawit merupakan salah satu limbah perkebunan yang dapat digunakan sebagai bahan pakan ternak ruminansia. Pengadaan lumpur sawit dari luar pulau jawa dapat dilakukan dikarenakan Jawa Barat termasuk propinsi dengan produksi kelapa sawit yang rendah. Hasil kajian menunjukkan bahwa peluang usaha pengadaan lumpur sawit di Jawa Barat sangat besar berdasarkan asumsi penggunaan untuk hewan ruminansia (sapi potong, domba, kambing) dan rendahnya produksi kelapa sawit di Jawa Barat.
KUALITAS FISIK PAKAN PELLET BERBAHAN AMPAS SAGU DENGAN PENAMBAHAN INDIGOFERA MENGGUNAKAN LEVEL TEPUNG TAPIOKA YANG BERBEDA Anwar Efendi Harahap; Wieda Nurwidada Haritsah Zain; Ahmad Fauzi; Bakhendri Solfan
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v3i2.30589

Abstract

This study aims to determine the physical quality of water content, specific gravit, stack angle, pile density, pile compaction density, and collision resistance pellet product with sago pulp utilization and indigofera leaves. This research used CRD Factorial. Factor A consist of 5 treatments  A4 = 40% Sago Pulp (SP) + 60% Indigofera Leaves (IL), A3 = 30% SP + 70% IL, A2 = 20% (SP) + 80% (IL), A1 = 10% (SP) + 90%, (IL),  A0 = 100% (IL) and Factor B consisting of 2 treatments B1 = 5% Tapioca Flour B2 = 10% Tapioca Flour with 3 replications each. The results showed that the interaction between sago pulp feed ingredients with the addition of indigofera leaves used adhesive material at different levels. It was concluded that the combination of sago and indigofera dregs (40% SP + 60% IL) levels can improve the quality of pellets in terms of density, pile angle, and pellet stack density

Page 4 of 13 | Total Record : 128