cover
Contact Name
Intan Permata Sari
Contact Email
intanpermata@iainbengkulu.ac.id
Phone
+6285292917330
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Raden Fatah, Pagar Dewa Bengkulu 38212, Kota Bengkulu, Bengkulu, Sumatera
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Hawa : Studi Pengarus Utamaan Gender dan Anak
ISSN : 26858703     EISSN : 26863308     DOI : http://dx.doi.org/10.29300/hawapsga
Core Subject : Education, Social,
Hawa is a scientific journal within the scope of gender and child studies with various applications of approaches, namely: psychology, education, law, sociology, literature, anthropology, and Islamic studies. It is a half-yearly published, exactly every June and December by Gender and Child Studies Center, Research and Community Service Department of IAIN Bengkulu. It was firstly published in 2019. The editorial board uses OJS in accepting articles, reviewing systems, and publication.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2022): Desember" : 10 Documents clear
Representasi Tingkat Perbedaan Self-Awareness dan Kesadaran Tanggung Jawab Anak dan Pengaruhnya terhadap Perilaku Etis Reza Pahlevi
Jurnal Hawa : Studi Pengarus Utamaan Gender dan Anak Vol 4, No 2 (2022): Desember
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/hawapsga.v4i2.8374

Abstract

Self-awareness dan kesadaran tanggungjawab merupakan aspek penting terhadap perkembangan perilaku etis anak, karena itu penting bagi anak untuk dapat memiliki kedua aspek tersebut. Tujuan penelitian ini untuk merepresentasikan perbedaan self-awareness dan kesadaran tanggung jawab anak dan pengaruhnya terhadap pembentukan perilaku etis. Metode penelitian menggunakan studi korelasional. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Merdeka Soreang tahun 2021. Pengumpulan data menggunakan skala self-awareness dan kesadaran tanggung jawab. Analisis data menggunakan analisis korelasi product moment. Hasil hitung diperoleh nilai p < 0,05, karena nilai p < 0,05 (hipotesis alternative (Ha) “tidak terdapat pengaruh self-awareness dan kesadaran tanggung jawab anak dan pengaruhnya terhadap pembentukan perilaku etis” diterima. Hasil penelitian diperoleh simpulan bahwa tidak terdapat perbedaan self-awareness dan kesadaran tanggung jawab anak dan pengaruhnya terhadap pembentukan perilaku etis, dimana kedua variabel tersebut saling mempengaruhi. Hasil penelitian ini berkontribusi sebagai bahan pengayaan baik secara teoretik maupun praktik terhadap pengaruh perbedaan self-awareness dan kesadaran tanggung jawab anak dan pengaruhnya terhadap pembentukan perilaku etis anak
Menyoal Hermeneutika Feminis terhadap Wacana Kesetaraan Gender Sayyaf Nasrul Islami
Jurnal Hawa : Studi Pengarus Utamaan Gender dan Anak Vol 4, No 2 (2022): Desember
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/hawapsga.v4i2.6414

Abstract

Until now, gender equality is still a hot topic for discussion among Muslim feminists. Via content analysis, this study tries not only to elaborate a number of products of the Hermeneutic model of the reinterpretation of the Koran the women's version but also shows the history of feminism ideology and the inappropriate use of hermeneutic interpretations. The initiators and advocates of gender equality often question Islamic law which is considered unfair in positioning men and women. Women are considered discriminated against by the products of Islamic law that have been established so far. From its historical background, feminism departs from the ideology of hatred as a form of resistance to the oppression of women that occurred in Western-Christian civilization in the past. Hermeneutic interpretation method also comes from the Christian academic tradition which considers the biblical text not as revelation. These two facts are diametrically opposed to the facts in the Islamic tradition. Islam actually came with the glory and majesty of its teachings. The change in the social position of women was no exception, which was more glorified when Islam changed the Arab civilization of ignorance at that time. The concept of equality is basically difficult to find in Islamic scholarship. Islam is more familiar with the term "justice" which is contained in the verses of the Qur'an and the hadiths of the Prophet Muhammad. So in this paper, the author finds the inappropriate use of feminist hermeneutics in interpreting the Qur'an and presenting the concept of justice in Islam which is more in line with Islamic tradition and scholarship.
Ancaman dan Strategi: Krisis Kesehatan Mental pada Anak Komunitas K-Pop selama Pandemi COVID-19 Hafida Jauhari Rahmah; Mustaqim Pabbajah; Ratri Nurina Widyanti
Jurnal Hawa : Studi Pengarus Utamaan Gender dan Anak Vol 4, No 2 (2022): Desember
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/hawapsga.v4i2.8053

Abstract

Mental health is a crucial issue discussed during the COVID-19 pandemic. This study is based on the pandemic situation that took place in the last two years which resulted in the youth mental health crisis in Indonesia. This study aims to explain adolescent mental health disorders during a pandemic, as experienced by the K-Pop community in Yogyakarta. This research was conducted on subjects in the Yogyakarta area such as Bantul Regency, Sleman Regency and Yogyakarta City with subjects consisting of 9 teenagers from the K-Pop community. The research data were collected using interviews and documentation. The results of this study indicate that there have been a number of mental disorders experienced by adolescents such as symptoms of stress, anxiety and depression. Mental disorders that occur due to economic factors, physical factors and social restrictions and interaction factors. K-Pop teenagers are able to overcome mental disorders during the pandemic through a number of activities, including; independent meditation, physical and medical activity. This study suggests the need for careful attention to mental health threats among adolescents so as not to cause ongoing trauma.
Isu Kesenjangan Gender Pasca Abenomics: Perkembangan Jumlah Pekerja Perempuan Jepang 2013-2020 Eldwita Nofrelia; Shobichatul Aminah
Jurnal Hawa : Studi Pengarus Utamaan Gender dan Anak Vol 4, No 2 (2022): Desember
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/hawapsga.v4i2.6654

Abstract

Penelitian ini membahas kebijakan abenomic terkait perempuan, atau kebijakan womenomics yang berfokus pada partisipasi perempuan Jepang dalam posisi pekerja tetap dan kepemimpinan di tempat kerja. Metode kualitatif digunakan oleh penelitian ini untuk mendeskripsikan kesenjangan gender dalam partisipasi perempuan di bidang ekonomi. Kesenjangan dilihat dari tingginya angka pekerja tidak tetap pada masa sebelum dan sesudah womenomics dikeluarkan. Penelitian ini mendapati bahwa sebelum dijalankannya kebijakan womenomics, perempuan Jepang pada umumnya menjadi pekerja tidak tetap. Kebijakan womenomics yang mulai dijalankan sejak tahun 2013 berupaya untuk mengubah kondisi tersebut dengan berupaya meningkatkan angkatan kerja perempuan dan memberi dukungan pengembangan karir. Walaupun begitu, setelah kebijakan womenomics diberlakukan sampai pada tahun 2020, kondisi demikian tidak berubah. Dominasi perempuan Jepang sebagai pekerja tidak tetap terus berlanjut.
Keabsaan Imam Shalat Perempuan Bagi Jama’ah Laki-laki: Telaah Pemikiran Fikih Perempuan Husein Muhammad Ahrijon Ahrijon; Rohmansyah Rohmansyah
Jurnal Hawa : Studi Pengarus Utamaan Gender dan Anak Vol 4, No 2 (2022): Desember
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/hawapsga.v4i2.8057

Abstract

Abstrac:Islam is a normative religion that contains a system of legal rules for the benefit of man in the world and the hereafter.  Jurisprudence and syariah have a very significant distinction. Jurisprudence speaks of the rule of law obtained from the process of human reason (Ijtihad) which is limited in scope of histority at a given time. In other words, that the scope of jurisprudence includes matters of a practical nature. Meanwhile, Syari'ah is a system of rules that comprehensively cover aspects of human life. Jurisprudence may change according to the circumstances of the times such as the imam in prayer, Hussein Muhammad his voice on gender became the validity of the female imam for male pilgrims, because between men and women equal and endowed with equal potential among human beings, especially in the spiritual sphere. In this study, the author used the library study method (library reasrch) by collecting data related to problems, explainingthe nature of the research used was explanatory-analysis by describing the thoughts of Hussein Muhammad. The results of the Qur'an's research with universal principles require justice, equality, freedom, togetherness, and respect for the inherent rights of human beings whoever they are, both men and women. Regarding imams in prayer according to Hussein Muhammad, women are allowed to pray in certain circumstances and when no one is fluent in religion (nor is anyone fluent in their prayer readings).Abstrak:Islam merupakan agama samawi yang berisi tata aturan hukum untuk kemaslahatan manusia didunia dan akhirat. Fikih dan syariah memiliki sebuah perbedaan yang sangat signifikan. Fikih berbicara aturan hukum yang diperoleh dari proses nalar manusia (Ijtihad) yang terbatas ruang lingkup historitas pada masa tertentu. Dengan kata lain, bahwa ruang lingkup dari fikih meliputi hal yang bersifat praktis. Sedangkan Syari’ah adalah tata aturan yang mencakup aspek kehidupan manusia secara komprehensif. Fikih bisa saja berubah sesuai keadaan zaman seperti imam dalam shalat, Husein Muhammad Pemikaranya tentang gender menjadi keabsahan imam perempuan bagi jama’ah laki-laki, karena antara laki-laki dan perempuan sederajat dan dianugrahi potensi yang setara sesama manusia, terutama dalam bidang spiritual. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode studi pustaka (library reasrch) dengan mengumpulkan data terkait dengan permasalah, sedangkan sifat penelitian yang digunakan adalah analisis-eksplanatoris dengan menggambarkan pemikiran Husein Muhammad. Hasil penelitian Al-Qur’an dengan prinsip universal menghendaki keadilan, kesetaraan, kebebasan, kebersamaan, dan penghargaan terhadap hak-hak yang melekat pada manusia siapapun dia, baik laki-laki maupun perempuan. Mengenai imam dalam shalat menurut Husein Muhammad, perempuan dibolehkan mengimami dalam shalat dalam keadaan tertentu dan disaat orang yang tidak ada yang fasih dalam agama (maupun tidak ada yang fasih dalam bacaan sholatnya).
Menanggapi Ayat Larangan Transgender Perspektif Amina Wadud (Analisis Hermeneutika Feminisme) Lina Amiliya
Jurnal Hawa : Studi Pengarus Utamaan Gender dan Anak Vol 4, No 2 (2022): Desember
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/hawapsga.v4i2.6889

Abstract

Transgender menurut data laporan penelitian survei kualitas hidup waria di Indonesia memiliki jumlah yang besar dimana  tersebar di beberapa wilayah. Hal ini bertolak belakang dengan adanya larangan transgender dalam beberapa tafsiran ayat Al-Qur’an. Oleh karena itu fenomena ini akan dikaji  melalui Hermeneutika Feminisme karya Amina Wadud untuk mengetahui tanggapan Amina Wadud. Penelitian ini bertujuan untuk melengkapi kekurangan dari studi yang ada dan menguak tanggapan Amina Wadud sebagai tokoh feminisme terkait ayat larangan transgender. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Amina Wadud mengafirmasi penafsiran-penafsiran yang ada pada teks-teks ayat Al-Qur’an tersebut dengan menggunakan beberapa pertimbangan yakni konteks ayat tersebut diturunkan, gramatika linguistiknya, serta world view atau weltanschauung.
Sakola Kaoetamaan Istri: Rejuvenasi Filosofi Pemikiran Raden Dewi Sartika dan Relevansinya terhadap Pendidikan, Bimbingan dan Konseling Muhammad Reza Septian
Jurnal Hawa : Studi Pengarus Utamaan Gender dan Anak Vol 4, No 2 (2022): Desember
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/hawapsga.v4i2.8438

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk merejuvenasi filosofi Pendidikan Raden Dewi Sartika sebagai strategi layanan bimbingan dan konseling. Ruang lingkup penelitian ini mencakup filosofi sunda, filosofi Pendidikan Dewi Sartika, dan strategi layanan bimbingan dan konseling. Metode penelitian yang digunakan Library research atau riset pustaka dari sumber-sumber yang relevan diperoleh dari internet, buku-buku, dan jurnal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa filosofi Pendidikan Dewi Sartika digali dari gapura panca waluya (gerbang lima kesempurnaan) yang mencakup cageur, bageur, pinter dan wanter yang relevan dalam strategi layanan bimbingan dan konseling. Cageur atau sehat adalah pribadi yang mampu mengatur diri dalam hubungannya dengan diri sendiri, orang lain, dan lingkungan sosial. Bageur atau baik merupakan kristalisasi dari akhlak yang bersumber dari ajaran dan nilai-nilai agama. Pinter atau pintar sebagai bagian dari dimensi kognitif, dalam layanan bimbingan konseling termasuk pada bimbingan belajar. Wanter atau berani ditunjukkan dalam kepercayaan diri individu
Anggaran Responsif Gender: Meminimalisir Disparitas Partisipasi dan Akses Perempuan dalam Pembangunan Hesti Aprianti
Jurnal Hawa : Studi Pengarus Utamaan Gender dan Anak Vol 4, No 2 (2022): Desember
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/hawapsga.v4i2.7505

Abstract

MDGs dan SDGs sebagai langkah pembangunan global untuk mengatasi berbagai isu dan permasalahan yang ada di dunia termasuk isu kesetaraan gender. Indeks pembangunan gender di Kota Bandung menunjukkan masih terdapat kesenjangan pembangunan manusia antara laki-laki dengan perempuan. Maka dari itu anggaran responsif gender diharapkan dapat menjawab permasalahan tersebut dengan mengintegrasikan kebutuhan laki-laki maupun perempuan kedalam anggaran hingga tercapai akses, partisipasi, kontrol, dan manfaat pembangunan bagi semua gender. Tujuan dari penelitian ini yakni untuk menganalisis penerapan dan kinerja penyusunan anggaran responsif gender yang ada di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Bandung. Metode penelitian yang digunakan yakni metode penelitian dengan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data yakni wawancara, studi dokumentasi dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan penerapan anggaran responsif gender di DP3A belum menunjukkan hasil yang optimal, dikarenakan kurangnya data terpilah gender, perangkat daerah yang masih bias dan buta gender, serta sistem pengalokasian anggaran yang masih mengacu pada pagu perangkat daerah.
Pola Asuh sebagai Moderator Layanan Bimbingan dan Statregi Taktis Orang Tua terhadap Pembentukan Perilaku Etis Anak Zhila Jannati; Muhammad Randicha Hamandia
Jurnal Hawa : Studi Pengarus Utamaan Gender dan Anak Vol 4, No 2 (2022): Desember
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/hawapsga.v4i2.8760

Abstract

Krisis karakter yang mengaraah pada perilaku anak saat ini telah menjadi momok yang cukup menakutkan bagi kalangan orang tua khususnya, karena itu orang tua harus cermat dalam memperhatikan perkembangan perilaku anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk merepresentasikan pola asuh orang tua sebagai moderator layanan bimbingan dan statregi taktis dalam menumbuhkan perilaku etis anak. Penelitian ini dilaksanakan pada tahun 2021, lokasi penelitian di Desa Lingge Kab. Empat Lawang. Rancangan penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data menggunakan (1) wawancara mendalam; (2) observasi langsung; (3) dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis model Miles dan Huberman. Hasil penelitian diperoleh temuan bahwa pola asuh yang digunakan orang tua dalam menanamkan perilaku etis pada anaknya menggunakan layanan bimbingan dengan pendekatan behavioral modelling. Hasil penelitian ini berkontribusi sebagai bahan pengayaan (tinjauan teoretik dan praktik) perihal pola asuh orang tua dan pengaruhnya dalam menanamkan perilaku etis pada anak berbasis layanan bimbingan.
Perempuan sebagai Kepala Keluarga: Tafsir Qira'ah Mubadalah Lili Rahmawati Siregar
Jurnal Hawa : Studi Pengarus Utamaan Gender dan Anak Vol 4, No 2 (2022): Desember
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/hawapsga.v4i2.9413

Abstract

Pada saat ini banyak fenomena terjadi seorang perempuan harus bekerja banting tulang untuk mencari nafkah untuk keluarganya sendiri sekaligus berperan sebagai ibu rumah tangga sedangkan suaminya tidak bekerja hanya mengandalkan istrinya sendiri. Fenomena ini bukan lagi hal yang langkah untuk ditemukan akan tetapi sudah banyak terlihat kejadian seperti ini yang membuat peran seorang istri menjadi ganda yaitu sebagai kepala keluarga begitu juga sebagai ibu rumah tangga. Seorang istri atau perempuan memiliki hak dan kewajiban sebagai istri dan itu sudah ditentukan dalam Al-qur’an. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis eksistensi perempuan sebagai kepala keluarga dilihat dari Tafsir Qira’ah Mubadalah.

Page 1 of 1 | Total Record : 10