cover
Contact Name
Cipta Ramadhani
Contact Email
ramadhani.cipta@gmail.com
Phone
+6285253832182
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Gedung B, Jurusan Teknik Elektro, Fak. Teknik Universitas Mataram Jl. Majapahit 62 Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Dielektrika : Jurnal Ilmiah Kajian Teori dan Aplikasi Teknik Elektro
Published by Universitas Mataram
ISSN : 20869487     EISSN : 2579650X     DOI : https://doi.org/10.29303/dielektrika
The Aims and scope of the Dielektrika are Power System, Telecommunication, electronics and computer of informatics, including: Electrical Power Systems, High Voltage Technology, Renewable Energy, Power Electronics, Sensing and Automation, Telecommunication system and technique, Signal Processing, Image Processing, Internet of Things, Artificial Intelligence, Data Science Analytic, Biomedical Engineering.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 2 (2017): DIELEKTRIKA" : 10 Documents clear
ANALISA SISTEM PROTEKSI PETIR (LIGHTNING PERFORMANCE) PADA SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI (SUTT) 150 KV SENGKOL-PAOKMOTONG Tatik Muliani; Ni Made Seniari; Agung Budi Muljono
DIELEKTRIKA Vol 4 No 2 (2017): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.978 KB)

Abstract

Sambaran petir merupakan ancaman yang sangat serius dalam sistem tenaga listrik karena dapat menyebabkan terganggunya kontinuitas penyaluran tenaga listrik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kinerja dari sistem proteksi petir pada saluran transmisi dengan melakukan analisa daerah proteksi petir dan lightning performance. Metode untuk menganalisa daerah proteksi petir adalah metode bola bergulir (rolling sphere). Untuk mengetahui nilai lightning performance digunakan teori gelombang berjalan dan elektrogeometris. Gelombang berjalan adalah gelombang yang merambat pada kawat yang disebabkan oleh sambaran petir langsung pada kawat, sambaran petir tidak langsung, operasi pemutusan (switching) dan gangguan-gangguan pada sistem karena berbagai kesalahan. Teori elektrogeometris adalah teori yang mengaitkan hubungan antara sifat listrik sambaran petir dengan geometri sistem penangkal petir. Saluran transmisi 150 kV Sengkol-Paokmotong menggunakan saluran ganda dengan menara tipe AA4 konfigurasi vertikal, diperoleh nilai lightning performance sebesar gangguan per 100 km per tahun. Sehingga memiliki penilaian keandalan lightning performance dengan kualifikasi pentanahan dan perlindungan terhadap sambaran petir yang baik atau memadai, sehingga tidak perlu dilakukan perbaikan. Daerah proteksi dengan metode bola bergulir, bola dengan radius 67,65 meter menyentuh tanah dan kawat tanah tanpa mengenai daerah proteksi. Sistem proteksi petir yaitu kawat tanah (overhead ground wire) telah membentuk daerah proteksi pada saluran transmisi, dan daerah sejauh 62,61 meter disekitar saluran transmisi. Kata Kunci:Lightning performance; Bola bergulir; Kegagalan perisaian; Kawat tanah ABSTRACT This research has been held to understand lightning protection system’s performance in high voltage transmission system by analyzing lightning protection area and lightning performance. Method that used to analyze lightning protection area called rolling sphere method. Lightning performance values are find out using traveling wave and electro-geometric theory. Sengkol-Paokmotong 150kV transmission system using dual channel and type AA4 vertical configuration tower shows lightning performance about 1.3959 disturbance for every 100 Km per year that makes lightning performance reliability rating have a good or fair grounding and shielding qualification. In case the protection area which using rolling sphere method, 67.65 meters radius sphere sweep the ground and ground wire without touching protection area. Lightning protection system, which is ground wire, has been formed protection area in transmission system and within 62.61 meters around the transmission line.
KLASIFIKASI WARNA KULIT MANUSIA DENGAN ALGORITMA K-NEAREST NEIGHBOUR (KNN Ana Try N; I Gede Suta W; L. A. Syamsu Irfan
DIELEKTRIKA Vol 4 No 2 (2017): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.092 KB)

Abstract

Pengolahan citra merupakan pemrosesan citra dengan menggunakan komputer untuk mendapatkan kualitas citra yang lebih baik. Secara sistematis citra merupakan fungsi kontinyu dengan intensitas cahaya pada bidang dua dimensi. Citra harus direpsentasikan secara numerik dengan nilai diskrit agar dapat diolah dengan komputer. Informasi-informasi dari citra tersebut dapat digunakan untuk mengekstrak atau mengenali suatu objek yang nantinya akan dijadikan informasi untuk menyelesaikan masalah tertentu. Penelitian ini mengimplementasikan algoritma K-Nearest Neighbor (KNN) untuk melakukan klasifikasi warna kulit manusia dan bukan kulit dari citra masukan. Hasi dari peneitian dengan menggunkana metode ini mendapatkan akurasi sebesar 78%.
PROTOTYPE PENGONTROL MESIN BOR SUMUR BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA 8535 Ahmad Humaidi; Paniran .; I Made Budi Suksmadana
DIELEKTRIKA Vol 4 No 2 (2017): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.03 KB)

Abstract

Abstrak Salah satu cara untuk mendapatkan air yang melimpah dan bersih adalah dengan membuat sumur bor. Saat ini mesin bor sumur banyak yang menggunakan penggerak motor listrik, hal ini karena perawatan dan pengontrolan yang lebih mudah. Prototype mesin bor sumur berbasis mikrokontroler AVR ATmega 8535 dibuat untuk memudahkan operator dalam menjalankan mesin. Prototype mesin bor dilengkapi dengan sensor arus ACS 712-5T , sensor air, batas atas dan batas bawah. Sensor arus digunakan untuk melindungi motor penggerak dari bahaya rusak akibat beban lebih akibat slip. Sensor air digunakan untuk mendeteksi ada atau tidaknya air saat pengeboran. Mikrokontroler mengendalikan motor pemutar stang bor sehingga dapat berputar searah jarum jam saat mengebor dan berlawanan saat terjadi slip agar motor terbebas dari slip, mengontrol motor penaik atau penurun stang bor dan buzzer untuk memberi tanda peringatan saat terjadi bahaya yang dapat menyebab stangbor tertanam. Hasil pengujian menunjukkan mikrokontroler dapat memutar motor stang bor searah jarum jam dan sebaliknya, menaikkan atau menurunkan stang bor dan memberi tanda bahaya apabila pompa sumur bor tidak bekerja. Kata kunci : Mesin bor sumur, ATmega 8535, Sensor Arus, Sensor air. ABSTRACT Huge ammount of fresh water can be found by built an artesian well. Nowadays, an artesian well commonly developed using electrical motor, because of the easy maintenance and controlled. Artesian well prototype based mikrocontroller AVR ATmega 8535 is maked for helping the operator to operate the machine. Artesian well prototype aslo uses a current censor ACS 712-5T, water censor, upper and under limit censor. Current censor is used to save the movement motor from the over load because of the slip. water censor is used to detects the water in the well. Microcontroller controll the motor to rotate the drill tube so that it can make the rotation in clockwise and counterclokwise direction so that the motor can avoid from the slip, controlls the drill tube up or down and buzzer to give the warning information so that the drill tube will not be burried. The results show that microcontroller can rotates the drill tube motor in clockwise and counterclockwise dirrection, haul up and haul down the drill tube and give the warning signal if the artesian well pomp is not work.
IMPLEMENTASI INVERSE KINEMATICS TERHADAP POLA GERAK HEXAPOD ROBOT 2 DOF Selamat Muslimin; Kharis Salahuddin; Ekawati Prihatini
DIELEKTRIKA Vol 4 No 2 (2017): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.011 KB)

Abstract

Robot adalah alat manipulator yang dirancang dan diprogram menjadi robot. Salah satunya dirancang robot bangun 2 DOF (Gelar Kebebasan) yang diimplementasikan melawan robot berkaki. Dalam hal ini robot hexapod yang terdiri dari dua derajat kebebasan melakukan gerakan kaki robot yang fleksibel. Hal ini berdasarkan sudut pandang motor servo dengan penerapan invers kinematics sebagai analisis sudut servo. Desain robot ini memecahkan metode dasar geometri analitik melalui trigonometri turunan. Metode ini digunakan agar robot menghasilkan output setiap gerakan kaki dengan mengubah servo sudut yang telah dianalisis melalui algoritma kinematika invers pada kaki robot. Keseluruhan total Kaki robot adalah 12 kaki dengan 12 derajat derajat kebebasan.
PERANCANGAN MOBILE ROBOT PEMINDAH BARANG DENGAN SINGLE VISION SEBAGAI SENSOR BENTUK OBJEK BERBASIS RASPBERRY PI I Putu Andika Priyatna; I Made Budi Suksmadana; Giri Wahyu Wiriasto
DIELEKTRIKA Vol 4 No 2 (2017): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.086 KB)

Abstract

Suatu mobile robot dengan sensor pengindraan (vision) berupa kamera biasanya ditugaskan untuk menjelajah tempat. Pemanfaatan robot tersebut pada pabrik besar akan sangat tepat, khususnya untuk memindahkan paket dari suatu tempat ke tempat lainnya. Pada perancangan ini, Robot yang dirancang ditugaskan untuk memindahkan benda sesuai bentuknya (common-shape) ke tempat tujuan dan setelahnya kembali lagi ke tempat semula. Pemrosesan gambar, pengambilan keputusan sistem, dan kotrol roda robot dilakukan oleh raspberry pi (tipe 2 B), dan pengontrolan aktuator lainnya serta sensor-sensor dilakukan oleh mikrokontroler (atmega8L) melalui perintah raspberry pi. Pendeteksian bentuk benda menggunakan aturan Pythagoras dan cosinus yang diterapkan kedalam algoritma yang telah dibuat. Hasil dari penelitian ini adalah robot berhasil mengenali benda dengan ciri yang telah dibuat, serta kamera berhasil mengikuti arah pergerakan benda yang dikenali. Selain itu, robot juga berhasil melakukan tugasnya dengan baik. Waktu yang dibutuhkan robot dalam menyelesaikan tugasnya untuk bentuk benda persegi selama 40,49 detik, bentuk benda segitiga sembarang selama 64,65 detik, dan bentuk benda segitiga siku-siku selama 65,05 detik.
MAXIMUM POWER POINT TRACKING (MPPT)PADA SISTEM FOTOVOLTAIK DENGAN BOOST CONVERTER BERBASIS LOGIKA FUZZY I Gede Ferryawan; Abdul Natsir; I Made Ari Nratha
DIELEKTRIKA Vol 4 No 2 (2017): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.592 KB)

Abstract

Pemanfaatan energi surya mulai banyak dikembangkan pada PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya), namun daya listrik pada modul fotovoltaik yang dihasilkan tidak pada kondisi daya keluaran maksimum. Untuk meningkatkan efisiensi modul fotovoltaik digunakan teknologi Maximum Power Point Tracking (MPPT) untuk penelurusan daya maksimum pada sistem fotovoltaik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar peningkatan daya keluaran sistem fotovoltaik setelah menggunakan MPPT, dari daya keluaran sistem fotovoltaik tanpa menggunakan MPPT berdasarkan input perubahan iradiasi dan perubahan beban. Pada penelitian ini, MPPT terdiri dari Boost Converter yang fungsinya menaikkan tegangan keluaran, sedangkan algoritma yang digunakan adalah logika fuzzy yang bekerja berdasarkan besarnya Error (E) dan Change of Error (CE) dari perubahan tegangan dan arus modul fotovoltaik, sehingga logika fuzzy dapat mengatur sudut penyalaan (Duty Cycle) pada Boost Converter agar dihasilkan keluaran daya maksimal pada modul fotovoltaik. Hasil penelitian menunjukkan setelah menggunakan MPPT, saat diberikan input perubahan tahanan beban dengan iradiasi 1000 W/m2 dan temperatur 25°C, dihasilkan daya maksimum pada kondisi input tahanan 20 Ω sebesar 59,71 W untuk C = 325 μF dengan rasio daya 91,86 % dan 46,18 W untuk C = 32500 μF dengan rasio daya 72,03 %, dibandingkan dengan sistem tanpa MPPT hanya sebesar 23 W. Kemudian saat input perubahan iradiasi dengan tahanan beban 20 Ω dan temperatur 25°C dihasilkan daya maksimum pada masing-masing iradiasi tertinggi 746,9 W/m2, 779,4 W/m2, dan 839,4 W/m2 sebesar 38,88 W, 42,07 W, dan 47,8 W dengan rasio daya 59,81 %, 64,72 %, dan 73,53 % dibandingkan dengan sistem tanpa MPPT hanya sebesar 21,7692 W, 21,9613 W, dan 22,2849 W.
OPTIMALISASI JARINGAN LMDS BERBASIS MULTI ANTENA DAN ADAPTIF MODULATION PADA KONDISI HUJAN DI DAERAH MATARAM MENGGUNAKAN METODE WATERFILLING Rina Prihaty Octaviana; Made Sutha Yadnya; Abdullah Zainuddin
DIELEKTRIKA Vol 4 No 2 (2017): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.366 KB) | DOI: 10.29303/dielektrika.v4i2.78

Abstract

Dewasa ini, teknologi komunikasi data makin berkembang. Hal ini juga beriringan dengan jumlah pengguna layanan komunikasi nirkabel yang semakin meningkat. Faktor inilah yang menyebabkan kanal komunikasi nirkabel (LMDS) menjadi terbatas. Adapun faktor lain yang dapat mengganggu keandalan komunikasi LMDS adalah hujan. Tak terkecuali hujan di daerah Mataram Pada penelitian ini, MIMO adalah sistem multi antenna yang digunakan. Sistem MIMO diuji keandalannya dalam mencapai threshold sebesar 10-3 pada kondisi hujan yang diukur dari 3 tempat di Mataram dan diklasifikasikan lagi berdasarkan intensitas hujannya yakni hujan gerimis, sedang, dan deras. Hasil simulasi yang didapat untuk MIMO adalah paling baik pada kondisi hujan gerimis karena threshold sebesar 10-3 tercapai. Pada modulasi adaptif, didapatkan hasil bahwa jenis modulasi BPSK dan QPSK paling cocok diterapkan pada kanal dengan kondisi hujan gerimis. Untuk metode Waterfilling, pengujian dilihat dari nilai probabilitas redaman hujan dalam menghasilkan nilai redaman hujan optimum untuk setiap 1 Km. Didapatkan hasil probabilitas terbaik pada hujan gerimis yakni sebesar 0,7% dan menghasilkan nilai redaman hujan optimumnya dalam 1 Km sebesar 0,595 dB. Kata Kunci : MIMO; Modulasi Adaptif; Waterfilling; Redaman Hujan, LMDS. ABSTRACT Nowadays, the technology of data communication is increase. In tandem with the amount of wireless communication services increase. This factor causing limitation on wireless communication channel (LMDS). Another factor that can hinder the reliability of communication is rain. Unexcepting rain in Mataram area. This research using MIMO as the multi antenna system. Thereafter reliability of MIMO system tested to reach 10-3 threshold on rainy condition that measured at 3 places on mataram and classified by intensity i.e. drizzle, moderate rain, and heavy rain. Best simulation result obtained for MIMO is on drizzle because 10-3 threshold has been reached with Eb/No less than moderate rain and heavy rain. On adaptive modulation concluded that BPSK and QPSK modulation best applied on drizzle condition. For Waterfilling method, the value of rain attenuation probability is tested to generate rain attenuation optimum value per 1 Km. The best probabilty result obtained is on drizzle condition which is 0,7% and the m rain attenuation optimum value per 1 Km is 0,595 dB.
KLASIFIKASI SUARA BERDASARKAN USIA MENGGUNAKAN MEL FREQUENCY CEPSTRAL COEFFICIENT (MFCC) DAN K-NEAREST NEIGHBOUR (K-NN) Eva Susanti; Sudi Mariyanto Al Sasongko; I Gede Pasek Suta W
DIELEKTRIKA Vol 4 No 2 (2017): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.755 KB)

Abstract

Klasifikasi suara berdasarkan usia dibuat dengan tujuan agar komputer mampu mengenali suara laki-laki dan perempuan. Dengan kemampuan komputer yang mampu membedakan suara berdasarkan usia akan memperkuat tingkat suatu sistem keamanan yang menggunakan password dengan suara. Pencocokan password tidak hanya berdasarkan kata saja, namun ditambah dengan pencocokan karakteristik suara sehingga akan lebih aman. Pengenalan suara berdasarkan usia dilakukan dengan teknik ekstraksi ciri sinyal audio dengan menggunakan mfcc. Teknik yang digunakan pada Mel Frequency Cepstral Coefficient diambil berdasar pendekatan pada pendengaran manusia karena itu metode ini sangat baik dalam pengolahan suara manusia. Pada tugas akhir ini telah dirancang dan direalisasikan suatu sistem yang dapat mengidentifikasikan suara manusia, untuk diketahuiusianya. Sistem klasifikasi suara ini terdiri dari ekstraksi ciri dan pengklasifikasian suara, dengan metode pengklasifikasiannya adalah K- NEAREST NEIGHBOUR (K-NN). Ciri yang telah didapatkan untuk membedakan suara adalah ada 14 koefisien yang mewakili dari suara yang digunakan pada penelitian ini.. Hasil dari pengklasifikasian suara ini dapat membedakan suara berdasarkan usia, dengan nilai rata-rata akurasi tertinggi 91,11 % dan FNR sebesar 6,49 % serta FPR 16,00 %. Hal ini dipengaruhi oleh nilai k dan banyaknya data yang digunkan. Pada penelitian ini nilai k yang terbaik ada pada k=3 dan nilai yang terburuk ada pada k=13. Secara keseluruhan kinerja sistem dalam mengklasifikasikan suara berdasarkan usia dapat dikatakan berhasil.
KOORDINASI RELE ARUS LEBIH DAN RELE GANGGUAN TANAH PADA GARDU INDUK AMPENAN Helni Septa Utani; Supriyatna .; Supriono .
DIELEKTRIKA Vol 4 No 2 (2017): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Koordinasi sistem proteksi tenaga listrik bertujuan mengamankan gangguan pada sistem tenaga listrik untuk meminimumkan lamanya gangguan dan pelanggan yang terkena gangguan. Laporan bagian gangguan PT. PLN (Persero) APDP Mataram menunjukkan data gangguan yang terjaadi pada GI (Gardu Induk) Ampenan khususnya pada Penyulang Cemara dan Gunungsari tahun 2014 masing-masing mengalami gangguan 3005 menit per tahun dan 4219 menit per tahun. Gangguan tersebut merupakan gangguan hubung singkat yang menyebabkan OCR dan EFR bekerja. Penelitian ini menganalisis arus gangguan hubung singkat menggunakan software ETAP v7.5, dan koordinasi peralatan proteksi menggunakan software Power Plot 2.5 demo dan membandingkan TCC antara setting rele kondisi eksisting dan hasil perhitungan. Karateristik OCR dan EFR menggunakan standar invers. OCR standar inverse akan dikombinasikan dengan instantaneous. Hasil perhitungan TMS didapatkan untuk Penyulang Cemara dan Penyulang Gunungsari masing-masing 0,16 dan 0,15, sesuai arus gangguan penyulang. Sedangkan TMS kondisi eksisting untuk Penyulang Cemara dan Penyulang Gunungsari masing-masing 0,1 dan 0,05. Nilai setting OCR dan EFR yang direkomendasikan pada Penyulang Cemara dan Gunungsari sudah baik karena dapat memberikan waktu bagi fuse bekerja lebih dahulu untuk mengamankan gangguan sehingga koordinasi proteksi yang tepat dapat tercapai. Kata Kunci : Koordinasi proteksi, OCR, EFR, Gangguan hubung singkat ABSTRACT The Coordination of electrical power protection system aimed at securing an appropriate The Coordination of electrical power protection system aimed at securing an appropriate disturbance in power systems with a view to minimizing the duration of disruption and minimizes the number of customers affected by disturbances. PT. PLN (Persero) APDP Mataram fault section report shows fault occurrence data in Ampenan Substation, specifically for Feeder Cemara and Gunungsari in 2014, 3005 minutes per year and 4219 minutes per year respectively. These faults were short-circuit fault that caused OCR and EFR to operate. This final project analyzing the flow of short circuit fault of aid ETAP software v 7.5, and coordinating protection devices using Power Plot 5.2 software demo that was done by comparing the TCC between existing conditions relay setting and calculation result. Characteristics of relay that is used in the Ampenan substation for OCR and EFR is standard inverse. OCR standart inverse will combination with instantaneous. While the result TMS is obtained for the Cemara feeder and Gunungsari feeder are 0,16 and 0,15 this condition are accordance with the current major disruption to the feeder. Meanwhile, TMS existing condition for Feeder Cemara and Gunungsari are 0.1 and 0.05 respectively. Setting value of OCR and EFR recommended by Feeder Cemara and Gunungsari is good enough because of its capabilities to give a chance for fuse to operate earlier so that perform protection coordination precisely. Key words: Protection coordination, OCR, EFR, short-circuit fault
REALISASI INVERTER MULTILEVEL CASCADED H-BRIDGE (CHB) 5 TINGKAT SATU FASA MENGGUNAKAN ARDUINO MEGA 2560 Aziz Hari Priyono; Supriono .; I Nyoman Wahyu Satiawan
DIELEKTRIKA Vol 4 No 2 (2017): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peralatan konversi daya memiliki peran penting dalam sistem kelistrikan, salah satu alat konversi daya yang banyak digunakan adalah inverter. Inverter sebagai peralatan elektronika sangat banyak digunakan di dunia industri maupun peralatan rumah tangga. Efisiensi inverter yang rendah dikarenakan oleh unjuk kerjanya yang tidak maksimal dapat mengurangi kualitas tegangan keluarannya dan menghasilkan kandungan harmonisa rendah yang besar. Inverter multilevel Cascaded H-Bridge (CHB) adalah salah satu inverter multilevel jenis jembatan yang disusun secara bertingkat. Topologi inverter ini banyak digunakan karena kelebihan yang dimiliki diantaranya bentuk gelombang tegangan yang lebih mendekati sinusoidal atau menghasilkan distorsi harmonisa yang kecil, dan dapat mencatu aplikasi daya tinggi. Pada penelitian ini akan dirancang inverter multilevel Cascaded H-Bridge (CHB) 5-tingkat satu-fasa menggunakan skema teknik modulasi carrier-based PWM, yaitu teknik modulasi multicarrier phase-shifted dan level-shifted, dimana sinyal pulsa akan dibangkitkan menggunakan Arduino Mega 2560. Teknik modulasi multicarrier phase-shifted adalah teknik modulasi yang terbaik performanya, dengan nilai THD sebesar 16,4%. Sedangkan dari ketiga skema pada teknik modulasi multicarrier level shifted skema yang paling baik performanya adalah skema POD, dengan THD sebesar 22,8%.

Page 1 of 1 | Total Record : 10