cover
Contact Name
Cipta Ramadhani
Contact Email
ramadhani.cipta@gmail.com
Phone
+6285253832182
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Gedung B, Jurusan Teknik Elektro, Fak. Teknik Universitas Mataram Jl. Majapahit 62 Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Dielektrika : Jurnal Ilmiah Kajian Teori dan Aplikasi Teknik Elektro
Published by Universitas Mataram
ISSN : 20869487     EISSN : 2579650X     DOI : https://doi.org/10.29303/dielektrika
The Aims and scope of the Dielektrika are Power System, Telecommunication, electronics and computer of informatics, including: Electrical Power Systems, High Voltage Technology, Renewable Energy, Power Electronics, Sensing and Automation, Telecommunication system and technique, Signal Processing, Image Processing, Internet of Things, Artificial Intelligence, Data Science Analytic, Biomedical Engineering.
Articles 229 Documents
ANALISIS SOFT STARTING METODA PWM UNTUK MOTOR INDUKSI 3 FASE 37 KW Andi Akbar Hidayat; I Made Ari Nrartha; Sabar Nababan
DIELEKTRIKA Vol 7 No 2 (2020): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/dielektrika.v7i2.241

Abstract

Motor induksi banyak digunakan dalam aplikasi di lingkungan rumah tangga sampai di industri-industri besar. Arus starting motor induksi mencapai 5 sampai 7 kali dari arus beban penuh yang mengakibatkan jatuh tegangan yang akan mengganggu peralatan lain yang dihubungkan pada saluran yang sama. Arus starting pada motor induksi dapat dikurangi dengan soft starting metoda PWM. Soft starting metoda PWM dilakukan menggunakan komponen elektronika daya yaitu IGBT. Tegangan masukan motor induksi diatur dengan memberikan sinyal PWM pada IGBT dengan waktu dan tahapan duty cycle tertentu dengan frekuensi PWM tertentu yang diatur oleh model PWM. Arus starting RMS maksimal pada metoda DOL sebesar 619.45 A dapat dikurangi hingga 109.6 A dengan soft starting metoda PWM dengan frekuensi PWM 200 Hz pada waktu soft starting 25 detik. Pengukuran %THD menunjukkan semakin besar frekuensi PWM maka %THD arus duty cycle 55% akan semakin kecil dan %THD tegangan duty cycle 55% akan tetap bernilai 90.45%.
PENGGUNAAN JARINGAN SYARAF TIRUAN METODE BACKPROPAGATION UNTUK PREDIKSI CURAH HUJAN BERBASIS WEBSITE Abdul Amar Gifari; Misbahuddin .; made sutha yadnya
DIELEKTRIKA Vol 7 No 2 (2020): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/dielektrika.v7i2.242

Abstract

Informasi curah hujan bulanan sangat diperlukan dalam perencanaan irigasi dan bangunan air, perencanaan infrastruktur, pertanian, transportasi dan juga telekomunikasi. Dengan adanya perbedaan sifat curah hujan bulanan setiap tahunnya, kita tidak dapat memprediksi sifat curah hujan yang akan terjadi pada tahun berikutnya. Backpropagation adalah salah satu metode dalam Jaringan Syaraf Tiruan (JST) yang digunakan untuk prediksi. Jaringan syaraf tiruan (JST) merupakan salah satu sistem pemrosesan informasi yang meniru cara kerja otak manusia. JST mempunyai kemampuan untuk memberikan keputusan terhadap data yang telah dipelajari sebelumnya. Pada penelitian ini, JST Backpropagation menggunakan 3 neuron berupa variabel input yaitu data curah hujan bulanan 3 tahun sebelumnya dengan target curah hujan bulanan tahun berikutnya, 1 lapisan tersembunyi dengan 3 neuron, Pada pengujia ini ditentukan nilai parameter learning rate (α) dimulai dari 0.01, 0.03, 0.05, 0.09 dan 0.1, sedangkan batasan epoch yang digunakan dimulai epoch 1000, epoch 1500 dan epoch 2000, dan nilai ambang batas (threshold) 0.0001, 0.00001 dan 0.000001, dalam proses pembelajaran dilakukan 5 kali pengujian terhadap data curah hujan bulanan. Akurasi MSE tekecil yang didapat pada pengujian paramater ini yaitu 0,005 terdapat pada learning rate 0,1 dengan epoch ke 2000, dari semua pengujian parameter yang dilakukan memiliki hasil prediksi yang sama yaitu dari 12 bulan terdapat 9 bulan yang sesuai dengan target dan 3 bulan yang tidak sesuai target terhadap data curah hujan bulanan tahun 2017. Sehingga kelayakan sistem yang didapatkan dari pengujian tersebut adalah 91,67%.
ANALISIS PERAMALAN BEBAN TRANSFORMATOR JARINGAN DISTRIBUSI PADA PT. PLN ULP AMBULU PENYULANG JATIMULYO MENGGUNAKAN METODE REGRESI LINIER Syayyidatun Nur Dina; Samsul Bachri M.; Satryo Budi Utomo
DIELEKTRIKA Vol 8 No 1 (2021): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/dielektrika.v8i1.252

Abstract

Kehandalan dan kestabilan sistem distribusi pada Penyulang Jatimulyo sangat penting untuk menunjang kelancaran penyaluran sistem tenaga listrik karena merupakan salah satu daerah wisata. Salah satu upaya memperhatikan kondisi tersebut dengan menjaga sistem perawatan transformator, agar kebutuhan energi listrik dapat terpenuhi kedepannya. Peramalan beban transformator distribusi sangat diperlukan guna membantu mengambil kebijaksanaan penambahan beban baik jangka panjang, pendek maupun menengah. Adapun data yang digunakan adalah data beban puncak penyulang Jatimulyo dengan kapasitas 100 kVA dan 160 kVA dengan total sebanyak 44 trafo, jumlah penduduk dan PDRB Kabupaten Jember dari tahun 2016-2020. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode Regresi linier berganda dimana, Transformator yang menjadi sample perhitungan adalah GE007 160 kVA dan trafo GE089 100 kVA. Beban Puncak pada Transformator Distribusi dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan yang digunakan untuk mengupgrade atau menggati dengan transformator yang baru. apabila pembebanan diatas 80%, maka transformator akan mengalami pembebanan berlebih /overload sehingga kinerja transformator tidak optimal.
UJI KELAYAKAN MINYAK BIJI KETAPANG SEBAGAI BAHAN ISOLASI CAIR TRANSFORMATOR Julia Kamilatin; Warindi Warindi; I Made Ari Nrartha
DIELEKTRIKA Vol 8 No 1 (2021): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/dielektrika.v8i1.260

Abstract

Transformator merupakan suatu peralatan listrik yang berfungsi untuk merubah tegangan arus bolak-balik dari satu level ke level lainnya. Di dalam trafo khususnya trafo daya terdapat oli trafo yang berfungsi sebagai pendingin yang menyalurkan panas ke sirip trafo serta sebagai alat pemadam busur api jika terjadi percikan api pada lilitan trafo. Minyak transformator umumnya diperoleh dari minyak bumi yang semakin berkurang seiring berjalannya waktu dan kurang ramah lingkungan, sehingga diperlukan alternatif lain untuk mengatasinya. Penelitian kelayakan minyak biji ketapang sebagai bahan isolasi cair transformator bertujuan untuk mengetahui kelayakan minyak biji ketapang berdasarkan spesifikasi minyak trafo bekas yang diijinkan (SPLN 49-1: 1982 dan IEC 60296: 2012). Pengujian ini dilakukan dengan beberapa jenis pengujian yaitu pengujian kadar air, densitas, viskositas, dan pengujian tegangan tembus. Dari hasil pengujian diperoleh kadar air minyak biji ketapang 10 mg/kg, nilai densitas 0,921 gram/cm3, nilai viskositas 14,665 cSt dan nilai tegangan tembus 68,9 kV. Dari hasil tersebut, berdasarkan spesifikasi minyak isolasi cair transformator, minyak biji ketapang masih belum memenuhi standar dilihat dari nilai densitas minyaknya
RANCANG BANGUN SMART kWh METER 3 FASE DENGAN KOMUNIKASI SMS GATEWAY Ida Bagus Fery Citarsa; I Made Ari Nrartha; Rahman Hidayat
DIELEKTRIKA Vol 7 No 2 (2020): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/dielektrika.v7i2.246

Abstract

Smart kWh meter 3 fase yang dirancang merupakan sebuah alat ukur energi listrik 3 fase yang dapat berkomunikasi dengan penggunanya sehingga memudahkan dalam pengoperasiannya. Alat ini nantinya dapat diletakkan di gardu distribusi PLN untuk mengetahui berapa energi yang disalurkan. Hasil pengujian Smart kWh meter 3 fase yang dirancang menunjukkan bahwa selisih pengukuran antara sistem monitoring yang dibuat dengan alat ukur Watt Meter DW-6163 memiliki persentase kesalahan (error) rata-rata yang rendah untuk Vrms, Irms, Daya, dan Factor daya berturut-turut pada fase R, S, dan T. Berdasarkan nilai error dihasilkan, alat yang diancang termasuk golongan kelas 1.0 menurut standar IEC No. 13B-23 dan dapat digunakan pada panel 50 kVA. Selain itu waktu rata-rata yang dibutuhkan oleh smart kWh meter untuk mengirimkan data ke pengguna cukup singkat dari 10 kali pengiriman data yang dilakukan.
The UNJUK KERJA MOTOR BRUSHLESS DIRECT CURRENT AXIAL FLUX 3 FASA STATOR GANDA TERHADAP PERBEDAAN JENIS KAWAT ENAMEL PADA KUMPARAN STATOR Faisal Alif Hidayat; Widyono Hadi; Arizal Mujibtamala Nanda Imron
DIELEKTRIKA Vol 7 No 2 (2020): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/dielektrika.v7i2.244

Abstract

Pada fenomena dewasa kini, krisis energi merupakan suatu bentuk masalah yang paling menjadi perbincangan khalayak, termasuk di Indonesia. Berdasarkan masalah tersebut, perlu pengembangan dan perbaikan terhadap teknologi yang sudah maupun belum ada untuk masyarakat. Pengujian unjuk kerja dilakukan menggunakan motor Brushless Direct Current Axial Flux 3 fasa stator ganda. Pengujian dilakukan dengan dua kawat enamel yang berbeda jenis (Hellenic dan Supreme) 0,3 mm. Setiap kumparan pada kawat enamel memiliki panjang 13,5 m yang terpasang pada stator. Dari hasil pengujian dengan menggunakan perbedaan jenis kawat enamel Hellenic dan Supreme, didapat perbedaan pada kecepatan maupun torsi yang dihasilkan. Namun untuk motor Brushless Direct Current kawat enamel Hellenic lebih baik karena memiliki kuat torsi yang lebih tinggi (0,336 Nm) dengan perubahan panas yang rendah jika dibandingkan dengan kawat enamel Supreme (0,24 Nm) dengan perubahan panas yang tinggi. Diketahui perubahan resistansi pada kawat enamel sangat signifikan berubah saat pengujian berulang yang dipengaruhi perubahan suhu.
SISTEM PENGAMBILAN KEPUTUSAN UNTUK PEMILIHAN BIDANG KEAHLIAN BAGI MAHASISWA TEKNIK ELEKTRO UNIVERSITAS MATARAM MENGGUNAKAN LOGIKA FUZZY MAMDANI BERTINGKAT Yusron Rizki Ardiansyah; Misbahuddin ,; A. Syamsu Irfan Akbar
DIELEKTRIKA Vol 8 No 1 (2021): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/dielektrika.v8i1.257

Abstract

Jurusan Teknik Elektro Universitas Mataram menerapkan kurikulum yang mewajibkan mahasiswa memilih bidang keahlian setelah semester empat berdasarkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). Hal ini membuat mahasiswa yang memiliki nilai rendah akan sulit untuk mendapatkan bidang keahlian penjurusan yang memiliki peminatan paling banyak dan tidak memiliki rekomendasi lain dari hasil pembagian bidang keahlian tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menerapkan sistem pengambilan keputusan untuk setiap peminatan bidang keahlian. Parameter yang digunakan sebagai data masukan dalam penentuan bidang keahlian adalah nilai mata kuliah dasar, IPK, minat mahasiswa, keinginan orang tua, dan keterampilan mahasiswa dalam menentukan peminatan bidang keahlian sebagai pengembangan dari sistem sebelumnya. Metode yang digunakan untuk mengola data masukan adalah logika Fuzzy Inferense System (FIS) dengan pendekatan fuzzy Mamdani bertingkat yang terdiri dari tahapan: fuzzifikasi, implikasi, komposisi aturan, dan defuzzifikasi. Jumlah sampel data yang digunakan sebanyak 65 data mahasiswa dari empat bidang keahlian. Hasil pengujian menunjukkan bahwa tingkat akurasi dari perbandingan antara hasil penentuan bidang keahlian dari sistem fuzzy Mamdani dan faktanya adalah sebesar 80%. Pengukuran kepuasaan pengguna sebesar 87.62% dari 21 responden. Sistem pendukung keputusan ini dapat mempermudah mahasiswa dan pengelola Jurusan Teknik Elektro Universitas Mataram dalam mengelola dan menganalisis penentuan bidang keahlian.
PENGARUH PANJANG ELEKTRODA, RESISTIVITAS TANAH DAN FREKUENSI ARUS PETIR TERHADAP IMPEDANSI PENTANAHAN ELEKTRODA BATANG NI Made Seniari; Bagus widhi Dharma
DIELEKTRIKA Vol 8 No 1 (2021): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/dielektrika.v8i1.264

Abstract

Dalam system proteksi petir eksternal, fungsi elektroda pentanahan (grounding) dalam mengalirkan arus petir ke tanah adalah hal yang penting. Untuk dapat mengalirkan arus petir ke tanah dengan cepat di perlukan impedansi pentanahan yang kecil. Untuk itu dilakukan simulasi, sejauh mana panjang elektroda, resistivitas tanah dan frekuensi arus petir berpengaruh terhadap impedansi pentanahan. Perhitungan ipedansi pentanahan secara matematis sesuai teori rangkaian listrik, dan di olah menggunakan soft wear Octave on line. Hasil menunjukkan bahwa semakin panjang elektroda, impedansi pentanahan semakin kecil. Penurunan impedansi pentanahan rata-rata setiap penambahan panjang 0,5m adalah 18,65 % dan 37,23 %, pada resistivitas tanah (ρ) = 50 Ω/m dan 100 Ω/m. Penurunan nilai impedansi ini adalah penurunan nilai impedansi pentanahan pada panjang elektroda sebelumnya. Semakin tinggi resistivitas tanah, impedansi pentanahan semakin besar. Frekuensi arus petir tidak terpengaruh pada impedansi pentanahan. Kajian ini dapat digunakan sebagai perencanaan untuk pemilihan panjang elektroda, untuk mendapatkan nilai impednsi pentanahan yang ditargetkan
ANALISIS SOFT STARTING MENGGUNAKAN ANTI PARALEL SCR UNTUK MOTOR INDUKSI 3 FASA 15 kW Ananda Ghufran; I Made Ari Nrartha; Sabar Nababan
DIELEKTRIKA Vol 7 No 2 (2020): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/dielektrika.v7i2.247

Abstract

ABSTRAK Motor induksi banyak digunakan dalam aplikasi di lingkungan rumah tangga sampai di industri-industri besar. Arus starting motor induksi mencapai 5 sampai 7 kali dari arus beban penuh yang mengakibatkan jatuh tegangan yang akan mengganggu peralatan lain yang dihubungkan pada saluran yang sama. Arus starting pada motor induksi dapat dikurangi dengan soft starting menggunakan anti parallel SCR. Tegangan masukan motor induksi diatur dengan memberikan sinyal Trigger pada anti parallel SCR dengan sudut penyalaan tertentu yang diatur oleh model Firing Angle. Arus starting RMS maksimal pada metoda DOL sebesar 299.7 A dapat dikurangi hingga 92.53 A dengan soft starting anti parallel SCR 20 tahap pada waktu soft starting 20 detik. Pengukuran %THD menunjukkan semakin besar waktu operasi maka %THD arus akan semakin besar dan %THD tegangan rata-rata akan tetap bernilai di bawah 5% sesuai dengan standar IEEE 519-1992. Kata Kunci: Soft starting, Anti Parallel SCR, %THD, Starting Motor Induksi 3 Fasa.
RANCANG BANGUN ALAT UKUR RLC METER BERBASIS ARDUINO MEGA NI Made Seniari; I A Sri Adnyani; Ahmad Sandi Yayan Saputra
DIELEKTRIKA Vol 7 No 2 (2020): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/dielektrika.v7i2.249

Abstract

Dalam dunia elektronika di tuntut pengurukuran dengan ketelitian yang tinggi. Misalanya dalam pengukuran elemen pasif seperti Resistor, Induktor dan Kapasitor. Pengukuran ke tiga element tersebut umumnya menggunakan alat ukur sendiri-sendiri, yaitu Ohm meter, induktasi meter dan kapasitansi meter. Ketiga peralatan tersebut yang sudah ada di pasaran berbentuk digital maupun analog, menggunakan range pengukuran yang terbatas, sulit di lakukan perbaikan dengan presisi yang bagus bila mengalami kerusakan. System kerja alat ukur tersebut ada yang menggunakan sifat muai panjang dari logam, mengandalkan arus induksi, serta konstruksinya relative rumit. Untuk itu perlu perancangan alat ukur yang dapat mengukur Resistor, Induktor dan Kapasitor dengan satu alat ukur, range pengukuran yang lebih fleksibel dan konstruksi alat ukur yang lebih sederhana, serta metode pengukuran lebih modern dengan menggunakan softwear. Dengan menggunakan teori pembagian arus, pembagian tegangan, pengisian dan pengosongan kapasitor, dipadukan dengan kemampuan dari mikrokontroller Arduino Mega2560 (datasheet ATmega2560), yang memiliki 54 pin digital input/output, maka pengukuran elemen pasif menjadi lebih sederhana dan ketelitian dapat di seting. Penuliskan source program, kompilasi, upload hasil kompilasi dan uji coba secara terminal serial digunakan perangkat lunak Integrated Development Environment (IDE). Rangkaian pengukurnya dirancang pada software Fritzing, dan nilai hasil pengukuran di tampilkan di LCD (Liquid Chrystal Display) secara digital.