cover
Contact Name
Ethycasari
Contact Email
-
Phone
+62315633365
Journal Mail Official
lppmwb@gmail.com
Editorial Address
Jl. Cimanuk No.20, Darmo, Kec. Wonokromo, Kota SBY, Jawa Timur 60241
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Keperawatan
ISSN : 2302948X     EISSN : 26865297     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal keperawatan menerbitkan artikel ilmiah terkait masalah keperawatan dan kesehatan. Jurnal ini ada sejak tahun 2012 dan terbit dua kali dalam satu tahun di bulan Mei dan November.
Articles 163 Documents
PENGARUH AKUPRESUR PADA TITIK SANYINJIAU TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI PERSALINAN KALA I FASE AKTIF Mukhoirotin Mukhoirotin; Diah Ayu Fatmawati
Bahasa Indonesia Vol 6 No 2 (2017): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/kep.v6i2.135

Abstract

Nyeri adalah bagian integral dari persalinan dan melahirkan. Nyeri selama kala I fase aktif persalinan, diakibatkan oleh dilatasi serviks dan segmen bawah uterus dan distensi korpus uteri.Salah satu upaya nonfarmakologi untuk menurunkan nyeri persalinan dengan memberikan akupresure pada titik Sanyinjiao. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh akupresure pada titik Sanyinjiao terhadap penurunan intensitas nyeri persalinankala I fase aktif. Desain penelitian yang digunakan adalah Quasy Experimen Pretest-Postest control Group Designdengan menggunakan teknik Purposive Sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah semua ibu Bersalin di BPS Hj. Umi Salamah Peterongan sebanyak 30 responden (kelompok perlakuan = 15, kelompok kontrol = 15) yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Kelompok perlakuan diberikan akupresure pada titik sanyinjiao, kelompok kontroldiberikan relaksasi nafas dalam. Pengambilan data diperoleh dengan menggunakan observasi dan wawancara, kemudian data dianalisis menggunakan WilcoxonSign Rank Test dan Mann Whitneydengan α ≤ 0.05. Hasil penelitian menunjukkan intensitas nyeri persalinan sebelum perlakuan pada kedua kelompok adalah sebanding (p>0,05). Intensitas nyeri persalinan setelah perlakuan tidak ada perbedaan yang signifikan antara kelompok akupresure pada titik sanyinjiao dan kelompok relaksasi nafas dalam(p>0,05). Akupresure pada titik sanyinjiao dan relaksasi nafas dalam efektif menurunkan intensitas nyeri persalinan, sehingga dapat digunakan sebagai alternatif intervensi dalam menurunkan intensitas nyeri persalinan.
HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN PERPISAHAN DENGAN ORANG TUA TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SANTRI DIPONDOK PESANTREN DARUSSALAM DESA NGESONG SENGON JOMBANG Heri Triwibowo; Khoirunnisyak Khoirunnisyak
Bahasa Indonesia Vol 6 No 2 (2017): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/kep.v6i2.136

Abstract

Student life / of student at traditional muslim school while studying at muslim boarding school is full of difficulty. Starting from academic difficulty, financial difficulty, sociocultural difficulty, surroudings difficulty etc, the difficulties will be more felt for students or students at traditionsl muslim school who are far from family or come from om threats to know the realitiship of searation unkiety level with parents to motivations to learn students on traditional muslim school Darussalam, ngesong sengon village, Jombang. The research design that is used is correlational analysis of population in this research is of all students on traditional muslim scool in class 1 junior high school and 1 high school in Sengon Village Jombang, Jombang Regency with sample resources 80 people, the technique using total sampling Independent variable in this research is anxiety and dependent variable Is the motivation, Data Analysis, Editing, coding, scoring Tabulating and cross tabulation. Based on the results of research can be concluded than half of respondents have moderate anxiety as many us 51people (63.8%). Half of respondent's motivation is moderate as many us 40 people (50%). The students on traditional muslim scool who have severe anxiety most 7 people (100%) have a weak motivation. This means that the more severe anxiety, the weaker the motivation to learn in students on traditional muslim scool There is anxiety relationship Farewell to Parents about Motivation Learning Students In Darussalam boarding school Ngesong Sengon Village Jombang. The new students on traditional muslim enter the boarding school should be active in following the activities at the boarding school, developing hobby and follow extracurricular in boarding school.
PENGETAHUAN, SIKAP DAN KEPATUHAN TERHADAP KADAR GULA DARAH PENDERITA DIABETES MELITUS Ni Nyoman Wahyu Lestarina
Bahasa Indonesia Vol 6 No 2 (2017): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/kep.v6i2.137

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit akibat kurangnya suplai insulin yang mengakibatkan peningkatan kadar gula darah. Kasus DM yang ada terus mengalami peningkatan jumlah kasus yang cukup signifikan.Keberhasilan penatalaksanaan DM tergantung dari perilaku penderita DM.Terdapat beberapa faktor yang memperburuk kontrol gula darah yaitu penurunan kepatuhan terhadap modifikasi gaya hidup seperti diet, olah raga dan usaha menurunkan berat badan maupun kepatuhan minum obat DM. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kepatuhan, sikap dan pengetahuan penderita DM dengan kadar gula darah. Penelitian dilakukan pada bulan Mei- Juni 2016 di wilayah kerja Puskesmas Gundih Surabaya. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional study. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 100 orang penderita DM tipe- 2. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Variabel dalam penelitian ini adalah kadar gula darah, pengetahuan, sikap dan kepatuhan. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Teknik analisis yang digunakan adalah Uji statistik regresi linier berganda. Hasil penelitian didapatkan kepatuhan, sikap dan pengetahuan berpengaruh signifikan secara bersamasama terhadap gula darah dengan nilai sig.F sebesar 0,000 (p<0,05). Kepatuhan, sikap dan pengetahuan berpengaruh signifikan terhadap kadar gula darah. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah melakukan pendampingan kepada pasien dan keluarga dalam peningkatan kepatuhan dalam tatalaksana.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ORANG TUA DALAM MEMILIH ALAT PERMAINAN PADA ANAK USIA 1-5 TAHUN DI RW VI DEMAK TIMUR SURABAYA Ni Putu Widari; Ethyca Sari
Bahasa Indonesia Vol 4 No 2 (2015): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/kep.v4i2.142

Abstract

Dunia anak adalah dunia bermain. Melalui kegiatan bermain, semua aspek perkembangan anak yang di tumbuhkan secara optimal dan maksimal anak-anak menjadi lebih sehat sekaligus cerdas. Melalui kegiatan bermain, daya pikir anak terangsang untuk mendayagunakan aspek emosional, sosial serta fisiknya. Bermain juga dapat meningkatkan kemampuan fisik, pengalaman dan pengetahuannya, serta berkembang keseimbangan mental anak. Banyak ditemukan anak yang pada masa tumbuh kembangnya mengalami keterlambatan yang dapat disebabkan oleh kurangnya pemenuhan kebutuhan pada diri anak, termasuk di dalamnya adalah kebutuhan bermain. Masa kanakkanak seharusnya merupakan masa bermain yang diharapkan dapat menumbuhkan kematangan dalam pertumbuhan dan perkembangan, sehingga apabila masa tersebut tidak digunakan sebaik mungkin maka akhirnya akan mengganggu tumbuh kembang anak .Desain penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan uji statistik Wilcoxon. Pada penelitian ini populasinya adalah orang tua yang memiliki anak dengan usia 1-5 tahun di wilayah Demak timur RW VI Surabaya. Alat ukur yang digunakan pada saat pengumpulan data adalah dengan menggunakan lembar kuisoner. Diidapatkan hasil bahwa Faktor lingkungan mempengaruhi ibu dalam memilih alat bermain pada anak usia 1-5 tahun sebanyak 30 ibu (100%),Faktor keselamatan mempengaruhi ibu dalam memilih alat bermain pada anak usia 1-5 tahun sebanyak 29 ibu (90%). Faktor harga mempengaruhi ibu dalam memilih alat bermain pada anak usia 1-5 tahun sebanyak 26 ibu (86,6%). Diharapkan dalam memilih alat permainan bagi balita hendaknya memilih permainan yang disesuaikan dengan usia anak dan disesuaikan dengan fungsi dari mainan itu sendiri, sehingga alat permainan anak akan dapat membantu menstimulasi dari kecerdasan dari anak.
GAMBARAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TERKENDALINYA KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELLITUS DI PUSKESMAS PAKIS SURABAYA Erika Untari Dewi
Bahasa Indonesia Vol 4 No 2 (2015): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/kep.v4i2.143

Abstract

Keberhasilan pengobatan pada pasien Diabetes Mellitus salah satunya dilihat dari terkendalinya kadar gula darah. Terkendalinya kadar gula darah ini dipengaruhi oleh faktor diit, aktivitas fisik, kepatuhan minum obat dan pengetahuan. Keterlibatan faktor-faktor ini dapat mempengaruhi kondisi kesehatan. Pasien Diabetes Mellitus sering datang ke Puskesmas dan dilakukan pemeriksaan gula darah banyak yang gula darahnya naik atau tidak terkendali. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi terkendalinya kadar gula darah pada pasien Diabetes Mellitus. Desain yang digunakan pada penelitian ini deskriptif korelasi. Dalam penelitian ini menggunakan variabel independen dan dependen. Populasi dari Penelitian ini adalah seluruh pasien Diabetes Mellitus di Puskesmas Pakis. Sampel yang digunakan 40 orang dengan menggunakan teknik consecutive sampling. Pengambilan data dengan kuisioner. Data diperoleh dari hasil kuisoner, data yang terkumpul ditabulasi dengan tabel dan dikonfirmasikan dalam bentuk tabel. Dari hasil penelitian ini didapatkan hasil faktor diit tidak mempengaruhi terkendalinya kadar gula darah, faktor aktivitas fisik mempengaruhi terkendalinya kadar gula darah, faktor kepatuhan minum obat tidak mempengaruhi terkendalinya kadar gula darah, faktor pengetahuan mempengaruhi terkendalinya kadar gula darah. Hal ini menunjukkan bahwa faktor aktivitas fisik dan faktor pengetahuanmempengaruhi terkendalinya kadar gula darah.
FAKTOR DOMINAN YANG MEMPENGARUHI PENDERITA TUBERKULOSIS MELAKUKAN PENGOBATAN DI WILAYAH PUSKESMAS MANUKAN KULON SURABAYA Rizka Safitri; Budi Artini
Bahasa Indonesia Vol 4 No 2 (2015): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/kep.v4i2.144

Abstract

Tuberkulosis paru merupakan penyakit infeksi yang menyerang parenkim paru yang disebabkan oleh mycobacterium tuberculosis. dari data yang diperoleh penulis di puskesmas manukan surabaya banyak penderita tuberkulosis yang berhenti minum obat sebelum masa pengobatan selesai. dapat dilihat dari banyak penderita, tuberkulosis paru yang kambuh dan drop out. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor dominan yang mempengaruhi penderita tuberkulosis paru melakukan pengobatan diwilayah puskesmas manukan kulon surabaya. Penelitian ini menggunakan desain "deskriptif". Populasi sebanyak 69 orang. sampel yang diambil adalah pasien TBC yang berobat di puskesmas manukan kulon surabaya sebanyak 59 orang. Metode sampling yang digunakan adalah "konsekutif sampling" dan data dikumpulkan dengan kuisioner kemudian data diolah secara manual. Berdasarkan hasil penelitian didapat data bahwa faktor dominan yang mempengaruhi penderita tuberkulosis dalam melakukan pengobatan TBC adalah faktor presdiposisiyaitu 28 orang (93.3%). Hal ini dimungkinkan bahwa dalam berperilaku kesehatan seseorang harus memiliki pengetahuan tentang manfaat pengobatan. Selain pengetahuan kadang-kadang kepercayaan, tradisi, dan sistem nilai masyarakat juga dapat mendorong atau mengahambat seseorang dalam melakukan pengobatan. Seseorang yang mempunyai pengetahuan, sikap, keyakinan, dan nilai-nilai kesehatan yang baik akan lebih menggugah kesadaran, memberikan atau meningkatkan pengetahuan individu tentang pemeliharaan kesehatan bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat.
PELATIHAN PENATALAKSANAAN FARMAKOLOGIS HIPERTENSI MENINGKATKAN KETERATURAN MENGKONSUMSI OBAT PADA PENDERITA HIPERTENSI Yustina Kristianingsih; Anastasia Made Seruni
Bahasa Indonesia Vol 4 No 2 (2015): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/kep.v4i2.145

Abstract

Penyakit hipertensi merupakan peningkatan tekanan darah yang memberi gejala yang berlanjut untuk suatu target organ, seperti stroke dan penyakit jantung koroner. Hipertensi yang seringkali tidak menimbulkan gejala merupakan penyebab terbesar dari ketidakpatuhan melaksanakan pengobatan. Ketidakpatuhan terhadap program terapi merupakan masalah yang besar pada penderita hipertensi. Sehingga penderita hipertensi perlu mendapatkan pelatihan tentang penatalaksanaan farmakologis hipertensi. Desain penelitian pra eksperimental dengan one group pre dan post test desingn. Responden yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah 51 penderita Hipertensi yang telah di diagnose dokter yang tidak teratur dalammengkonsumsi obat anti hipertensi. Alat pengumpulan data berupa kuesioner MoriskyMedication Adherance Scala (MMAS) untuk mengukur keteraturan menhkonsumsi obat sebelum dan sesudah pelatihan. Hasil uji menggunakan Wilcoxon didapatkan hasil p=0.000<α 0,05, yang berarti terdapat pengaruh antara pelatihan penatalaksanaan farmakologis terhadap keteraturan mengkonsumsi obat anti hipertensi di posyandu Mawar RW IV Kelurahan Pakis Kecamatan Sawahan Surabaya. Sehingga di harapkan Kader posyandu Lansia bekerjasama dengan puskesmas Sawahan untuk memberikan pelatihan tentang penatalaksaan hipertensi kepada keluarga yang memiliki anggota keluarga yang menderita hipertensi agar dapat memberikan dukungan sehingga dapat meningkatkan keteraturan mengkonsumsi obat sehingga mencegah terjadinya komplikasi.
GAMBARAN PERILAKU KELUARGA DALAM PENGATURAN DIET HIPERTENSI PADA LANSIA DI RT 03 DAN RT 04 RW 06 KELURAHAN DARMO SURABAYA Suci Dia Dia; Wijar Prasetyo
Bahasa Indonesia Vol 4 No 2 (2015): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/kep.v4i2.146

Abstract

Keluarga sangat berperan dalam merawat lansia terutama pada lansia yang menderita hipertensiterutama dalam cara pengaturan diet. Selama ini peneliti melihat di Kelurahan Darmo masih banyakkeluarga yang menyediakan makanan untuk lansia yang menderita hipertensi dengan cara pengaturan dan makanan yang dimasak masih mengikuti menu keluarga yang lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran perilaku keluarga dalam pengaturan diet hipertensi pada lansia di RT 03 dan RT 04 RW 06 Kelurahan Darmo Surabaya. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dengan populasi sebanyak 22 orang tetapi setelah melakukan data skrining dari rumah ke rumah didapatkan populasi sebanyak 15 orang dan semua dijadikan sampel. Dengan menggunakan teknik total sampling pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar cheklist. Dari data penelitian didapatkan responden dengan perilaku buruk sebanyak 8 responden (53,3%) dan perilaku baik sebanyak 7 responden (46,7%). Dari data diatas dapat disimpulkan perilaku keluarga dalam pengaturan diet hipertensi pada lansia di RT 03 dan RT 04 RW 06 Kelurahan Darmo Surabaya berperilaku buruk. Perilaku dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor dimana setiap individu memiliki perbedaan karakteristik perilakunya tergantung dari individu itu sendiri khususnya dalam perencaan kesehatan baik pada dirinya maupun keluarganya.
GAMBARAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN DIET PENDERITA DIABETES MELLITUS DI WILAYAH PUSKESMAS PAKIS SURABAYA Yusti Fauzia; Ethyca Sari; Budi Artini
Bahasa Indonesia Vol 4 No 2 (2015): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/kep.v4i2.147

Abstract

Keberhasilan pengobatan pada penderita Diabetes Melitus salah satunya ditunjang dari kepatuhan dietnya. Terlaksananya kepatuhan diet ini dipengaruhi oleh faktor usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, dukungan keluarga, dan dukungan tenaga kesehatan. Keterlibatan faktor-faktor ini akan membuat seorang penderita Diabetes Melitus dapat mempertahankan kondisi kesehatannya. Penderita Diabetes Mellitus sering datang ke Puskesmas dengan kondisi gula darah masih tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan diet penderita Diabetes Mellitus. Desain yang digunakan pada penelitian ini deskriptif. Populasi dari Penelitian ini adalah seluruh penderita Diabetes Mellitus di Puskesmas Pakis. Sampel yang digunakan 30 orang dengan menggunakan teknik consecutive sampling. Data diperoleh dari hasil koesioner, data yang terkumpul ditabulasi dengan tabel distribusi frekwensi dan di konfirmasikan dalam bentuk tabel frekwensi. Dari hasil penelitian ini didapatkan hasil faktor pengetahuan mempengaruhi kepatuhan diet sebesar 29 orang (97,%), faktor sikap mempengaruhi sebesar 28 orang (93,3%), faktor dukungan keluarga mempengaruhi sebesar 30 orang (100%). Faktor yang paling mempengaruhi adalah faktor dukungan keluarga sebesar 30 orang (100%). Hal ini menunjukkan bahwa peran keluarga sangat besar dalam pelaksanaan kepatuhan diet bagi penderita Diabetes Melitus oleh karena itu diperlukan peningkatan pengetahuan keluarga tentang Diet Diabetes Melitus agar dapat mendukung diet keluarganya yang sakit.
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP KEDISIPLINAN REMAJA DI SMPK SANTO VINCENTIUS SURABAYA Aristina Halawa; Jonathan Christopher
Bahasa Indonesia Vol 6 No 1 (2017): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/kep.v6i1.152

Abstract

Pendahuluan: Pola asuh dalam keluarga merupakan sebuah hal yang penting yang harus dilakukan oleh orang tua dalam mengajarkan kedisiplinan pada anak, terutama pada masa remaja yang merupakan masa rentan bagi anak untuk terpengaruh hal-hal buruk yang ada di lingkungan sekitarnya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi hubungan antara pola asuh orang tua terhadap kedisiplinan remaja di SMPK Santo Vincentius Surabaya. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian korelasional. Jumlah populasi pada penelitian ini adalah sebanyak 130 orang siswa kelas 8 dengan jumlah sampel yang digunakan sebagai responden penelitian adalah sebanyak 98 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara Simple Random Sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner mengenai pola asuh orang tua dan kedisiplinan remaja. Hasil: Dari 98 responden didapatkan sebanyak 72 responden (73,47%) mendapatkan pola asuh demokratis dan sebanyak 52 responden (53,06%) memiliki kedisiplinan cukup. Hasil uji statistik dengan Korelasi Spearman menunjukkan nilai signifikasi (p) sebesar 0,036 (p<0,05) yang berarti terdapat hubungan antara pola asuh orang tua dengan kedisiplinan remaja. Diskusi: Pendekatan yang dilakukan oleh orang tua lewat pola asuh yang tepat merupakan kunci dalam mengajarkan disiplin kepada remaja. Oleh karena itu, diharapkan agar orang tua dapat menyediakan waktu untuk berdiskusi bersama dalam mengajarkankan kedisiplinan kepada remaja serta perhatian dalam melihat perubahan yang terjadi pada remaja sebagai proses dalam pembentukan kedisiplinan.

Page 4 of 17 | Total Record : 163