cover
Contact Name
Achmad Rijanto
Contact Email
rijanto1970@gmail.com
Phone
+6281232814248
Journal Mail Official
majamecha2019@gmail.com
Editorial Address
Gedung Dwipa Mandala Lt. 2, Prodi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit jl. Raya Jabon Km. 0,7 Mojokerto, Indonesia 61364
Location
Kab. mojokerto,
Jawa timur
INDONESIA
Majamecha
ISSN : 26569132     EISSN : 26568055     DOI : https://doi.org/10.36815/majamecha.v6i2
Core Subject : Engineering,
Majamecha adalah jurnal ilmiah yang berisi tentang publikasi hasil karya penelitian, perancangan dan kajian teori di bidang ilmu teknik mesin dan permesinan, meliputi konversi energi, manufakturing, material dan perancangan mesin.
Articles 223 Documents
Analisis Efisiensi Absorptif Termal Kolektor Surya Terhadap Distilasi Bioetanol Nira Pada Variasi Sudut Kemiringan Muhammad Arham; M. Ilham Nur; Mahmuddin Mahmuddin; Syamsumarlin Taha
Majamecha Vol. 8 No. 1 (2026): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v8i1.4712

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh variasi intensitas radiasi matahari dan sudut kemiringan kolektor terhadap kinerja termal sistem kolektor surya. Pengamatan dilakukan pada rentang waktu 09.00-15.00 dengan variasi sudut kemiringan beta = 10 derajat, 15 derajat, dan 20 derajat. Hasil menunjukkan bahwa intensitas radiasi matahari berfluktuasi signifikan pada kisaran 600-1100 W/m2, dengan nilai maksimum umumnya terjadi mendekati tengah hari akibat meningkatnya sudut elevasi matahari dan berkurangnya lintasan radiasi di atmosfer. Penurunan intensitas secara tiba-tiba pada beberapa interval waktu mengindikasikan pengaruh kondisi atmosfer dinamis, seperti awan sesaat, yang memengaruhi kestabilan energi panas yang diterima kolektor. Analisis efisiensi menunjukkan bahwa efisiensi absorptif (eta_a) dan efisiensi termal (eta_t) berada pada rentang 20-65 persen dan berfluktuasi mengikuti perubahan intensitas radiasi matahari. Sudut kemiringan beta = 10 derajat secara konsisten menghasilkan efisiensi tertinggi, sedangkan peningkatan sudut kemiringan cenderung menurunkan efisiensi rata-rata. Selisih yang relatif kecil antara eta_a dan eta_t menunjukkan bahwa kerugian termal sistem masih terkendali. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis simultan efisiensi absorptif dan termal pada berbagai sudut kemiringan dalam kondisi radiasi matahari nyata, yang menunjukkan bahwa sudut kemiringan kecil lebih efektif untuk optimasi kinerja kolektor surya di wilayah tropis.
Rancang Bangun Alat Pengering Benih Tomat (Solanum lycopersicum L.) Berbasis Mikrokontroler ESP32 Muhammad Miftah Farid; Geraldo Adinugra Rimartin; Budi Wijayanto
Majamecha Vol. 8 No. 1 (2026): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v8i1.4727

Abstract

Benih tomat merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memerlukan proses pengeringan untuk menjaga viabilitas dan mutu benih selama penyimpanan. Proses pengeringan secara konvensional masih memiliki beberapa kendala, seperti ketidakstabilan suhu, distribusi panas yang tidak merata, serta sulitnya melakukan monitoring kondisi pengeringan secara real-time. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menguji performa alat pengering benih tomat berbasis mikrokontroler ESP32 yang terintegrasi dengan sistem Internet of Things (IoT). Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimen dengan variasi suhu pengeringan 30°C, 45°C, dan 60°C serta waktu pengeringan 1 jam dan 2 jam. Setiap perlakuan dilakukan pada dua posisi rak pengering dengan total 36 sampel dan massa awal benih sebesar 1 gram per sampel. Parameter yang diamati meliputi kadar air awal dan akhir benih, massa air yang diuapkan, Specific Energy Consumption (SEC), kapasitas kerja alat (throughput), efisiensi energi, efektivitas alat pengering, dan koefisien variasi (CV). hasil penelitian menunjukkan bahwa alat pengering berbasis ESP32 mampu bekerja dengan baik dan sistem monitoring IoT dapat menampilkan kondisi suhu dan kelembaban secara real-time. Perlakuan suhu 45°C menunjukkan performa paling optimal dengan efektivitas pengeringan tertinggi sebesar 79.57%, kapasitas kerja alat sebesar 0,28 g/jam, serta kestabilan distribusi panas yang lebih baik dibandingkan perlakuan lainnya. Berdasarkan hasil penelitian, alat pengering benih tomat berbasis ESP32 berpotensi digunakan sebagai alternatif sistem pengeringan benih yang lebih efisien, terkontrol, dan mudah untuk di monitoring.
Pengaruh Putaran Mesin Terhadap Torsi dan Daya Pada Motor Penggerak Berbahan Bakar LPG Achmad Rijanto; Suesthi Rahayuningsih; Mohammad Muslimin
Majamecha Vol. 8 No. 1 (2026): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v8i1.4738

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh besarnya putaran mesin terhadap performa mesin dalam menghasilkan torsi dan daya pada motor penggerak berbahan bakar LPG. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimental. Putaran mesin diukur pada putaran 0-3900 rpm. Motor penggerak berbahan bakar LPG dalam kondisi tanpa beban. Hasil yang dicapai dalam penelitian ini adalah bahwa 1) pada putaran mesin rendah 0-2000 rpm, motor berbahan bakar LPG menunjukkan karakter daya yang dihasilkan masih rendah karena putaran mesin kecil dan torsi belum mencapai nilai optimal, 2) pada putaran mesin menengah 2000-3000 rpm, kinerja motor LPG berada pada kondisi paling optimal, torsi yang dihasilkan pada rentang rpm ini relatif tinggi dan stabil, seiring meningkatnya putaran mesin dan torsi yang cukup besar, daya yang dihasilkan juga meningkat secara signifikan, 3) pada putaran mesin tinggi 3000-3900 rpm, torsi motor LPG cenderung mengalami penurunan, daya mesin masih dapat meningkat seiring kenaikan putaran mesin, namun hanya sampai titik tertentu.