cover
Contact Name
Achmad Rijanto
Contact Email
rijanto1970@gmail.com
Phone
+6281232814248
Journal Mail Official
majamecha2019@gmail.com
Editorial Address
Gedung Dwipa Mandala Lt. 2, Prodi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit jl. Raya Jabon Km. 0,7 Mojokerto, Indonesia 61364
Location
Kab. mojokerto,
Jawa timur
INDONESIA
Majamecha
ISSN : 26569132     EISSN : 26568055     DOI : https://doi.org/10.36815/majamecha.v6i2
Core Subject : Engineering,
Majamecha adalah jurnal ilmiah yang berisi tentang publikasi hasil karya penelitian, perancangan dan kajian teori di bidang ilmu teknik mesin dan permesinan, meliputi konversi energi, manufakturing, material dan perancangan mesin.
Articles 201 Documents
Analisis Efektivitas Media Pendingin Otomotif Dalam Meningkatkan Kekerasan Material ST-41 Fahreza, Dheris Agung; Rijanto, Achmad; Dyah, Atika Isnaining
Majamecha Vol. 7 No. 2 (2025): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v7i2.4318

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media pendingin berbeda terhadap kekerasan Besi ST 41 setelah proses quenching. Tiga jenis media digunakan: oli SAE 20, solar, dan minyak rem. Spesimen dipanaskan hingga suhu 850°C selama 40 menit lalu didinginkan dengan masing-masing media. Hasil pengujian kekerasan menunjukkan bahwa solar menghasilkan kekerasan tertinggi (57.56 HRB), diikuti oleh minyak rem (54.89 HRB), dan oli (41.56 HRB). Hasil uji ANOVA dua arah menunjukkan bahwa perbedaan media pendingin memberikan pengaruh signifikan terhadap nilai kekerasan. Penelitian ini menegaskan bahwa pemilihan media pendingin sangat memengaruhi hasil perlakuan panas logam, khususnya pada baja karbon rendah seperti ST 41.
Analisis Eksperimental Efektivitas Media Quenching Tradisional dan Modern terhadap Kekerasan Baja ST42 Alfaros, Muhammad Azzam Nizar; Ahmad, Nuril; Dyah, Atika Isnaining
Majamecha Vol. 7 No. 2 (2025): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v7i2.4319

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan nilai kekerasan baja ST42 setelah proses quenching menggunakan dua jenis media pendingin yang berbeda, yaitu air biasa (tradisional) dan air coolant radiator (modern). Spesimen baja ST42 dipanaskan hingga suhu austenitisasi 850°C dan selanjutnya didinginkan cepat menggunakan masing-masing media. Pengujian kekerasan dilakukan dengan metode Rockwell skala B (HRB). Hasil pengujian menunjukkan bahwa spesimen yang didinginkan dengan air biasa memiliki nilai kekerasan rata-rata 96,44 HRB, sedangkan spesimen yang didinginkan dengan air coolant memiliki rata-rata kekerasan 94,22 HRB. Uji statistik t-test menunjukkan bahwa perbedaan nilai kekerasan tersebut signifikan secara statistik (p < 0,001). Oleh karena itu, air biasa dinilai lebih cocok untuk aplikasi yang membutuhkan kekerasan tinggi, sementara air coolant radiator lebih sesuai untuk kebutuhan proses dengan pendinginan yang lebih terkendali.
Pengaruh Variasi Campuran Etanol-Pertalite Terhadap Performa Mesin Honda Vario 125cc: Studi Daya dan Torsi Wijaya, Johan Hadista Bagus; Ahmad, Nuril; Dyah, Atika Isnaining
Majamecha Vol. 7 No. 2 (2025): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v7i2.4320

Abstract

Krisis energi global dan meningkatnya kesadaran akan lingkungan mendorong pemanfaatan bahan bakar alternatif, salah satunya etanol. Etanol memiliki angka oktan tinggi dan sifat pembakaran bersih, sehingga berpotensi meningkatkan performa mesin. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh campuran etanol dalam bahan bakar Pertalite terhadap daya dan torsi mesin Honda Vario 125CC. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan variasi campuran etanol 0% (Pertalite murni), 5%, 10%, dan 20%. Pengujian dilakukan menggunakan dynamometer untuk mengukur daya (HP) dan torsi (Nm) pada berbagai putaran mesin. Hasil penelitian menunjukkan campuran etanol 5% (E5) memberikan performa optimal dengan daya maksimum 8,05 HP dan torsi maksimum 9,07 Nm, meningkat dibandingkan Pertalite murni (7,64 HP dan 8,72 Nm). Campuran 10% (E10) masih menunjukkan peningkatan, namun lebih rendah dari E5, sedangkan 20% (E20) justru menurunkan performa. Kesimpulannya, campuran etanol optimal pada Vario 125CC berada pada kisaran 5–10%.
Evaluasi Kekuatan Tarik Baja Karbon S45C Hasil Pengelasan dengan Elektroda E6013 dan E7016 Al Hafiz, Muhammad Fikri; Rijanto, Achmad; Ahmad, Nuril
Majamecha Vol. 7 No. 2 (2025): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v7i2.4321

Abstract

Pengelasan merupakan proses penyambungan logam yang banyak digunakan dalam industri. Keberhasilan pengelasan dipengaruhi oleh pemilihan elektroda, terutama untuk material baja karbon menengah seperti S45C yang memiliki kekuatan tinggi namun rentan terhadap retak. Elektroda E6013 dan E7016 memiliki karakteristik berbeda, di mana E6013 cocok untuk pelat tipis dan E7016 dikenal sebagai elektroda low hydrogen yang menghasilkan sambungan lebih kuat dan tahan cacat. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan mengelas baja S45C menggunakan elektroda E6013 dan E7016 pada arus konstan 100 Ampere. Masing-masing elektroda digunakan pada dua spesimen, kemudian diuji menggunakan mesin Universal Testing Machine (UTM) untuk mengukur kekuatan tarik. Data hasil uji kemudian dihitung dan dianalisis untuk melihat perbandingan performa kedua elektroda. Hasil menunjukkan bahwa elektroda E7016 menghasilkan kekuatan tarik rata-rata sebesar 42.715,80 Kg/mm², lebih tinggi dibandingkan E6013 sebesar 36.182,83 Kg/mm². Dengan demikian, E7016 lebih direkomendasikan untuk aplikasi pengelasan pada baja karbon menengah yang membutuhkan kekuatan tarik tinggi dan sambungan las yang andal.
Rancang Bangun Sistem Kunci Sepeda Motor Menggunakan Arduino Esp32 Aditriono, M. Ari; Rijanto, Achmad; Ahmad, Nuril
Majamecha Vol. 7 No. 2 (2025): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v7i2.4322

Abstract

Pengembangan sistem kunci sepeda motor berbasis Arduino ESP32 ini ditujukan untuk meningkatkan keamanan sekaligus meminimalkan risiko pencurian kendaraan. Selain itu, sistem ini juga memudahkan pengguna dalam menyalakan maupun mematikan mesin motor melalui perintah suara menggunakan Google Voice yang terhubung ke Arduino ESP32. Permasalahan yang sering muncul pada kunci kontak konvensional menjadi alasan perlunya penggantian dengan sistem kunci yang lebih efisien, praktis, dan memiliki fungsi optimal. Dalam penelitian ini diterapkan metode kualitatif melalui pembuatan perangkat serta uji coba performanya. ESP32 dipilih sebagai modul utama karena memiliki banyak keunggulan dan fitur bawaan, termasuk prosesor ganda yang mampu mengelola jaringan Wi-Fi dan koneksi internet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sistem kunci motor berbasis Google Voice dan smartphone ini dapat mempermudah pengguna dalam menyalakan kendaraan sekaligus mengatasi masalah kehilangan kunci kontak. Tujuan utama penelitian adalah menghadirkan smart key yang efektif, efisien, dan mampu menekan tindak kriminal pencurian sepeda motor di masyarakat. Dari hasil pengujian, sistem mampu merespons perintah suara dengan baik serta memiliki tingkat keberhasilan tinggi dalam mengoperasikan mesin ON/OFF. Dengan adanya sistem ini, diharapkan keamanan kendaraan dapat meningkat, sekaligus memberikan kenyamanan serta efisiensi bagi pengguna dalam mengakses motornya. Adapun jarak maksimal antara smartphone dan sepeda motor yang dapat dijangkau sistem ini adalah 5 meter.
Perbandingan Kinerja Pengisian Aki 12V Menggunakan Solar Cell Monocrystalline dan Polycrystalline dengan Beban Lampu 5VDC Roibi, Mochamad; Ahmad, Nuril; Dyah, Atika Isnaining
Majamecha Vol. 7 No. 2 (2025): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v7i2.4324

Abstract

Krisis energi dan dampak negatif dari bahan bakar fosil mendorong pemanfaatan energi terbarukan seperti energi surya. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerja panel surya monocrystalline dan polycrystalline berdaya 10 WP dalam proses pengisian aki 12 V. Pengujian dilakukan selama sehari pada Mei 2025 di Dusun Kendalsari, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang. Metode dilakukan dalam satu kondisi, yaitu dengan beban lampu 5V DC. Parameter yang diamati meliputi tegangan, arus, daya, dan efisiensi selama proses pengisian aki. Hasil menunjukkan bahwa panel polycrystalline lebih unggul dalam pengisian aki, karena menghasilkan arus dan daya lebih tinggi, sehingga tegangan aki meningkat lebih cepat dan lebih besar dibandingkan monocrystalline. Meski begitu, panel monocrystalline lebih stabil saat intensitas cahaya rendah. Berdasarkan hasil pengujian, panel polycrystalline 10 WP lebih direkomendasikan untuk aplikasi pengisian aki 12 V.
Pengaruh Karbon Rendah Terhadap Uji Tarik Besi Beton D-13 Hasil Proses Thermo Mechanical Treatment Ardiansyah , Firman Ari; Rijanto, Achmad; Dyah, Atika Isnaining
Majamecha Vol. 7 No. 2 (2025): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v7i2.4326

Abstract

Dalam beberapa dekade terakhir, perkembangan teknologi besi beton mengalami perkembangan yang sangat pesat. Salah satu teknologi yang dikembangkan adalah proses Thermo Mechanical Treatment (TMT). Proses TMT dapat meningkatkan sifat mekanik besi beton, seperti kekuatan tarik, kekerasan, dan ketahanan terhadap korosi. Kandungan karbon dalam besi beton juga mempengaruhi sifat mekaniknya. Penelitian ini dilakukan di PT Universal Steelindo Dinamika yang bertempat di Ngoro Mojokerto dan bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi kandungan karbon terhadap kekuatan tarik besi beton ulir D13. Metode eksperimen digunakan untuk mengetahui pengaruh variasi kandungan karbon rendah <0,25% terhadap uji tarik besi beton D13 setelah melalui proses Thermo Mechanical Treatment. SNI 2017 adalah standart yang menjadi acuan untuk produksi besi beton di Indonesia. Hasil dari penelitian ini didapatkan nilai uji tarik setelah proses Thermo Mechanical Treatment pada karbon rendah 0,23% untuk kekuatan tariknya sebesar 560 Mpa sedangan kekuatan luluhnya sebesar 430 Mpa, dan nilai elongationnya adalah 17,5% dan nilai Rasionya adalah 1,30. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi karbon semakin besar kekuatan tariknya. Namun, material getas mudah putus dan nilai keuletan sangat rendah.
Studi Eksperimental Pengaruh Waktu Granulasi Dan Bahan Campuran Terhadap Keseragaman Bentuk Granular Zaira, Jupri Yanda; Putra, Alhadi; Irdam, Fortinov Akbar; Novison, Roni
Majamecha Vol. 7 No. 2 (2025): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v7i2.4328

Abstract

Pupuk granul merupakan salah satu bentuk pupuk organik yang lebih praktis digunakan petani karena memiliki ukuran seragam dan mudah diaplikasikan ke lahan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi bahan campuran dan waktu granulasi terhadap keseragaman bentuk butiran granul. Metode yang digunakan berupa pengujian eksperimental dengan memanfaatkan bahan baku kotoran sapi dan kambing, baik dalam kondisi basah maupun kering, dengan tambahan perekat ampas CPO dan solid sawit. Proses granulasi dilakukan pada sudut mata penahan 36° dengan variasi waktu 5, 10, dan 15 menit. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kotoran kambing kering dengan perekat solid sawit memberikan performa terbaik, menghasilkan butiran lebih seragam pada rentang ukuran 2–5 mm. Waktu granulasi 10–15 menit terbukti paling efektif dalam membentuk granul yang stabil, sedangkan bahan baku basah tidak direkomendasikan karena kandungan air yang tinggi menyebabkan penggumpalan. Temuan ini menegaskan bahwa pemilihan bahan baku dan durasi granulasi yang tepat sangat berpengaruh terhadap kualitas pupuk granul yang dihasilkan. Persentase keberhasilan hasil dari pengujian ini sebesar 25% dari bahan input kotoran kambing 1 kg dan bahan baku 1 kg.
Analisis Faktor Keamanan Dan Distribusi Tegangan Balok Profil-I Baja AISI 304 Pada Pembebanan Terpusat Menggunakan Simulasi FEM Solidworks Amaluddin, Muh. Nurul Haq; Massaguni, Massriyady; Bandaso, Zuingli Santo; Fahri, Fahri
Majamecha Vol. 7 No. 2 (2025): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v7i2.4376

Abstract

Analisis faktor keamanan (FoS) dan distribusi tegangan pada balok profil-I baja AISI 304 dengan beban terpusat dilakukan menggunakan simulasi Finite Element Method (FEM) di SolidWorks Simulation. Model uji berupa balok IPE-160 sepanjang 1.000 mm dengan kedua ujung ditumpu kaku dan pembebanan 1.000 kgf (sekitar 9,81 kN) di tengah bentang. Hasil menunjukkan tegangan von Mises maksimum 30,72 MPa, jauh di bawah tegangan luluh AISI 304 sekitar 206 MPa, sehingga diperoleh FoS minimum 6,7, melampaui batas minimum Eurocode 3 (lebih dari sama dengan 2,0). Defleksi maksimum 1,25 mm juga berada jauh di bawah batas layanan L/360 sekitar 2,78 mm, menegaskan terpenuhinya kriteria serviceability. Kontur tegangan memperlihatkan konsentrasi maksimum pada zona pertemuan web–flange tepat di bawah titik beban, selaras dengan prediksi teori balok. Reaksi tumpuan terdistribusi merata (±4.905 N per tumpuan) mengonfirmasi keseimbangan statik. Temuan mengindikasikan bahwa balok I AISI 304 aman dan efisien untuk skenario beban terpusat yang dikaji. Kontribusi utama studi ini adalah pemetaan kuantitatif margin keselamatan dan lokasi kritis tegangan pada balok stainless austenitik, yang relevan sebagai rujukan desain berbasis FEM sesuai standar mutakhir.
Analisis Efektivitas Penempatan AC Split Terhadap Kenyamanan Termal Ruang Kuliah Moi, Bernadeta Lorensa; Manesi, Damianus; Fahrizal, Fahrizal
Majamecha Vol. 7 No. 2 (2025): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v7i2.4379

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penempatan unit AC Split terhadap kenyamanan termal ruang kuliah di lingkungan tropis lembap. Kajian dilakukan di ruang kuliah Program Studi Pendidikan Teknik Mesin, Universitas Nusa Cendana, dengan pendekatan mixed methods yang menggabungkan pengukuran fisik termal dan survei persepsi pengguna. Parameter termal yang diukur meliputi suhu udara, kelembapan relatif, dan kecepatan udara, sedangkan kenyamanan termal dianalisis menggunakan indeks PMV (Predicted Mean Vote) dan PPD (Predicted Percentage of Dissatisfied) sesuai standar ASHRAE 55 dan ISO 7730. Hasil pengukuran menunjukkan suhu rata-rata ruang sebesar 22 °C, kelembapan relatif 54%, dan kecepatan udara maksimum 0,75 m/s. Nilai PMV berkisar antara -0,65 hingga -0,20 dengan PPD 6-13%, menandakan kondisi termal masih dalam kategori nyaman. Namun, ditemukan adanya ketidakhomogenan distribusi udara, terutama pada area dekat unit AC yang mengalami sensasi slightly cool akibat hembusan langsung, sedangkan area tengah dan kanan ruang berada dalam kondisi termal yang lebih seimbang. Hasil persepsi mahasiswa memperkuat temuan tersebut, di mana sebagian besar responden menyatakan nyaman, tetapi muncul ketidaknyamanan lokal di area dekat AC. Penelitian ini menegaskan bahwa penempatan unit AC Split secara simetris pada satu sisi ruangan dapat menyebabkan gradien suhu horizontal yang signifikan. Implikasi praktisnya, penyesuaian posisi dan sudut hembusan udara serta peningkatan set-point suhu menjadi 23-24 °C berpotensi meningkatkan kenyamanan sekaligus efisiensi energi pendinginan ruang kuliah.