cover
Contact Name
Bambang
Contact Email
bambang.afriadi@yahoo.co.id
Phone
+6285692038195
Journal Mail Official
islamika@unis.ac.id
Editorial Address
Jl. Maulana Yusuf No.10 Babakan, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, 15118 Banten
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Islamika : Jurnal Agama, Pendidikan dan Sosial Budaya
ISSN : 26865653     EISSN : 18580386     DOI : https://doi.org/10.33592/islamika
ISLAMIKA publication of scientific works both scientific and the results of research, service and development of teaching materials related to religion, Islamic religious education and socio-cultural.
Articles 117 Documents
PEMIKIRAN PERENIALISME ST. THOMAS AQUINAS TERHADAP DUNIA PENDIDIKAN ISLAM Maharani , Maharani
ISLAMIKA Vol. 19 No. 1 (2025): Januari - Juni 2025
Publisher : Universitas Islam Syekh-Yusuf

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33592/islamika.v17i01.7395

Abstract

In the modern era, humans have begun to lose their essence and they prioritize their own existence. Thomas Aquinas was a steadfast philosopher and theologian. When western scientists fiercely opposed his philosophical theorities, he remained firm by maintaining principles that recognized God’s power which is not the same as that of His creatures. The method applied in this research is library research (library search, where in collecting data most of it is obtained from literature and references, both from books, scientific journals, electronic books (ebooks), and the internet related to the research theme. Perennialism can be a solution to return to past civilizations which are considered ideal in line with Plato’s philosophy of idealism. The Qurán is a source of solutions to various kinds of human moral crises so that educators play a role in realizing perennialism through a character education approach.
Azhari, Ainul STRATEGI ASATIDZ DALAM MEMOTIVASI SANTRI PEMBAHASAN BAHSUL MASAIL DI PONDOK PESANTREN ARRISALAH KOTA TANGERANG Azhari, Ainul; Jalil, Dul
ISLAMIKA Vol. 16 No. 1 (2022): Januari - Juni 2022
Publisher : Universitas Islam Syekh-Yusuf

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33592/islamika.v16i1.7417

Abstract

This study examines the strategies used by the asatidz (Islamic teachers) to enhance students' motivation in participating in bahsul masail activities at Ar-Risalah Islamic Boarding School in Tangerang City. Using a qualitative approach, data were collected through observation, interviews, and documentation. The findings indicate that the strategies include discussion-based methods, jidalah (debate), lectures, the wahdah method, disciplinary actions, and competitions or exams. Challenges faced include lack of student interest, boredom, health issues, and difficulty recalling religious texts. As a result, student motivation increased, many achieved awards, and the boarding school gained greater trust from the community.
PEMIKIRAN HAMKA TENTANG PENDIDIKAN ISLAM DAN RELEVANSINYA TERHADAP PEROSES BELAJAR MENGAJAR SISWA DI SMP MUHAMMADIYAH 4 basyit, abdul; Asqolani, Ibnu; Gumelar, RTommy
ISLAMIKA Vol. 19 No. 1 (2025): Januari - Juni 2025
Publisher : Universitas Islam Syekh-Yusuf

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33592/islamika.v19i1.7471

Abstract

Abstrak Tujuan dari pendidikan bukan hanya meningkatkan pengetahauan di bidang intelektual semata. Tetapi sesuai dengan isi dari Undang-undang tentang sistem pendidikan di atas, bahwasanya pendidikan juga mengarah kepada sikap pengendalian diri siswa, kecerdasan spiritual, serta mempunyai akhlak yang mulia, sehingga siswa benar-benar bisa mengaplikasikan pendidikan ini di kehidupannya kelak. Hal terpenting di dalam pendidikan adalah menanamkan nilai-nilai spiritual kepada siswa. Seperti yang telah diajarkan oleh Nabi besar Muhammad SAW. Adapaun jenis penelitian yang dipakai dalam penulisan skripsi ini adalah penelitian kualitatif, yang artinya penelitian ini menggunakan data informasi dari berbagai macam teori yang diperoleh dari kepustakaan dan lapangan dengan jenis penelitian studi pustaka dan lapangan dengan klasifikasi pada karangan-karangan buku Hamka dan SMP Muhammadiyah 4. Selain itu langkah metodis dalam penyusunan penelitian karya ilmiah ini menggunakan pendekatan bersifat deskriftif analisis. Hasil penelitian menunjukan bahwa Hamka di dalam bukunya yang berjudul Ayah, menekankan aspek nilai Islam di dalam pembelajaran. Di dalam buku Ayah diterangkan pula, bahwa pendidikan itu bukan hanya sekedar mempelajari ilmu pengetahuan dunia saja. Tetapi yang paling terpenting adalah Ilmu agama, karena pendidikan itu semata-mata hanyalah mencari keridhaan Allah SWT. Bukan mencari kekayaan di dunia semata. Pemikiran pendidikan Islam menurut Hamka adalah, (a) mengetahui keutaman ilmu, (b) memiliki niat yang kuat dalam menuntut ilmu, (c) memilih guru dan teman yang baik di dalam menuntut ilmu, (d) menagungkan ilmu dan ulama, (e) tekun dan kontinue di dalam menuntut ilmu, (f) mematuhi tata tertib di dalam menuntut ilmu, (g) tawakal, (h) memanfaatkan waktu yang ada untuk mendapatkan ilmu, (i) mencari faidah ilmu yang di pelajarinya. Kata Kunci : Pemikiran Hamka, Pendidikan Islam, Belajar Mengajar
TRANSFORMASI PRAKTIK KEAGAMAAN MASYARAKAT BETAWI DI TENGAH ARUS MODERNISASI SOSIAL Cyrus Nurrahman Ali; Kamaludin; Kareena Auliya Juniar; Kemal Syahid Mubarok
ISLAMIKA Vol. 19 No. 1 (2025): Januari - Juni 2025
Publisher : Universitas Islam Syekh-Yusuf

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33592/islamika.v19i1.7640

Abstract

Modernisasi telah memberikan dampak yang signifikan terhadap gaya hidup dan sistem nilai masyarakat, termasuk praktik keagamaan masyarakat Betawi. Urbanisasi, globalisasi, serta kemajuan teknologi dan media telah mendorong perubahan dalam cara masyarakat Betawi mengekspresikan identitas keagamaan mereka dan melestarikan tradisi Islam yang telah mengakar sejak lama. Beberapa tradisi, seperti Palang Pintu dan ondel-ondel, telah bertransformasi dari ritual sakral menjadi komoditas budaya yang sering terpinggirkan dalam konteks perkotaan, sementara ruang budaya yang semakin terbatas di Jakarta memperbesar tantangan pelestarian tradisi. Meskipun demikian, masyarakat Betawi dan para pemimpin budaya menunjukkan strategi adaptif dengan mengintegrasikan nilai-nilai Islam ke dalam praktik budaya lokal, memperkuat identitas keagamaan, dan memanfaatkan media digital sebagai sarana dakwah dan pelestarian budaya.
DAKWAH DAN PENDIDIKAN ISLAM ANTI LGBT DI KOTA TANGERANG rahmatullah, muhammad asep
ISLAMIKA Vol. 19 No. 1 (2025): Januari - Juni 2025
Publisher : Universitas Islam Syekh-Yusuf

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33592/islamika.v19i1.7642

Abstract

Perilaku menyimpang sodomi merupakan perbuatan yang dilarang oleh hukum Islam dan negara. Sodomi atau LGBT merupakan singkatan dari Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT). LGBT pernah terjadi pada masa Nabi Luth di Yordania, dan masa kini perbuatan tersebut telah menyebar ke seluruh negara, termasuk bangsa Indonesia. Di Indonesia gerakan LGBT sangat terstruktur, sistematis dan masif menyebar ke seluruh kota-kota besar di Indonesia, termasuk kota Tangerang Banten. Gerakan LGBT yang dilakukan oleh abi sudirman yang berlindung di bawah yayasan sosial tak berizin yang berlokasi di Ciledug kota Tangerang telah terbongkar oleh masyarakat dan aparat kepolisian. Data sementara yang di rilis oleh media tempo dan metro tv ada 11,12 orang anak anak yang menjadi korban, dan media BBC merilis 40 orang anak yang menjadi korban sodomi atau LGBT oleh abi sudirman bersama rekannya. Gerakan sodomi LGBT abi sudirman bersama rekan-rekannya telah merusak masa depan anak-anak dan generasi masyarakat Banten. Dakwah dan pendidikan Islam anti LGBT merupakan ajakan seruan ke jalan kebenaran untuk pencegahan perbuatan menyimpang LGBT di kota Tangerang. Metode penelitian ini merupakan metode kualitatif yang dapat menghasilkan suatu fenomena yang lebih komprehensif. Di dalam Penelitian tulisan ini adalah metode kualitatif yang berjenis deskriptif yang menggambarkan menggambarkan peristiwa, fenomena kasus konteks perbuatan moralitas agama, budaya sosial yang diteliti. Hasil pembahasan penelitian tulisan ini, bahwa dakwah dan pendidikan Islam anti LGBT Di kota Tangerang menghasilkan rekomendasi tujuh hal. Pertama, Peran dakwah dan pendidikan Islam orang tua. Kedua, peran para ulama, RT-RW dan masyarakat, aparat kelurahan dan camat. Ketiga, peran pemerintah melalui Walikota, Wakil Walikota harus berkolaborasi dengan Camat, kelurahan dan RT, RW dan aparat Babinsa Dan Polsek, Ulama dan tokoh masyarakat. Keempat, peran Pemerintah harus berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, Majelis Ulama Indonesia, Dinas Perlindungan anak dan Perempuan, membina lembaga pendidikan Islam dan umum baik yayasan, pesantren, sekolah dasar sampai Perguruan Tinggi. Kelima, peran dinas pendidikan, Kementerian agama, Dinas Perempuan dan Perlindungan anak harus berpartisipasi aktif melakukan pengajian, pendidikan, penyuluhan, seminar sebagai upaya pencegahan, perlindungan. Keenam, peran pemerintah harus membuat aturan hukum UU yang tegas terhadap perilaku LGBT. Ketujuh, peran pemerintah harus melakukan pengawasan, monitoring dan evaluasi secara berkelanjutan.
Azhari, Ainul STUDI LITERATUR TENTANG DIGITALISASI HADIS DAN TANTANGAN PENDIDIKAN ISLAM DI ERA TEKNOLOGI Azhari, Ainul
ISLAMIKA Vol. 17 No. 01 (2023): Januari-Juni 2023
Publisher : Universitas Islam Syekh-Yusuf

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33592/islamika.v17i01.8200

Abstract

This research aims to comprehensively examine the process of digitizing hadith and its implications for Islamic education in the technological era. Using a literature review approach, this research explores various academic sources—including journals, books, and digital hadith repositories—to analyze how digital transformation impacts the way Muslims interact with, understand, and teach hadith. The results of the study indicate that digitizing hadith has broadened access to religious knowledge, increased learning efficiency, and strengthened the study of sanad and matn through digital tools. However, on the other hand, serious challenges arise in the form of source validity, data authenticity, and the decline of the authority of scholars in online learning. Islamic education needs to develop Islamic digital literacy to utilize technology without losing epistemological depth and scientific etiquette.
ANALISIS KESANTUNAN BERBAHASA DALAM UNIT KEGIATAN MAHASISWA PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE DI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI FATMAWATI SUKARNO BENGKULU: KAJIAN PRAGMATIK Nurul A'la; Zasrianita, Fera; Sari, WennyAulia
ISLAMIKA Vol. 19 No. 1 (2025): Januari - Juni 2025
Publisher : Universitas Islam Syekh-Yusuf

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33592/islamika.v19i1.8201

Abstract

This study, entitled "Analysis of Linguistic Politeness in the Persaudaraan Setia Hati Terate Student Activity Unit at UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu: A Pragmatic Study," sought to explore and describe the various manifestations of linguistic politeness within the training processes of the Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Student Activity Unit (UKM) at UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu. Adopting a qualitative research approach, data were meticulously collected through a combination of observation, audio/video recording, in-depth interviews, and documentation. The primary data source comprised verbal utterances gathered throughout the research period, which were subsequently analyzed using Leech's comprehensive theory of Linguistic Politeness Maxims. The research concludes that the verbal interactions within the PSHT Student Activity Unit at UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu are predominantly polite, as demonstrated by consistent adherence to and application of these politeness maxims. The analysis specifically identified patterns of usage: The Tact Maxim was used in five conversations, the Generosity Maxim in four conversations, the Approval Maxim in six conversations, the Modesty Maxim in two conversations, the Agreement Maxim in five conversations, and the Sympathy Maxim in one conversation.

Page 12 of 12 | Total Record : 117