cover
Contact Name
Yopi Arianto
Contact Email
yopiarianto@kahuripan.ac.id
Phone
+6281334767978
Journal Mail Official
ejurnal@kahuripan.ac.id
Editorial Address
Jl. Soekarno Hatta No. 1 Pelem Pare Kediri
Location
Kab. kediri,
Jawa timur
INDONESIA
JURNAL KOULUTUS
ISSN : 26206277     EISSN : 26206285     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal of Koulutus is published twice a year (March and September), contains research or reviewing on Education and learning.The authors may discuss about the teaching culture, teaching method and others teaching matters in every education levels. Journal of Koulutus is managed by LPPM of University of Kahuripan Kediri.
Articles 307 Documents
EKSPLORASI KEBUTUHAN PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MATA KULIAH UMUM BAHASA INDONESIA BERBASIS LITERASI ARTIFICIAL INTELEGENCE  DI PERGURUAN TINGGI Riswanda Himawan; Muhammad Amirul Halim
JURNAL KOULUTUS Vol. 9 No. 1 (2026): JURNAL KOULUTUS
Publisher : LPPM Universitas Kahuripan Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/z9epqj96

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi kebutuhan pengembangan bahan ajar Mata Kuliah Umum (MKU) Bahasa Indonesia berbasis literasi AI di perguruan tinggi. Penelitian merupakan tahap analisis kebutuhan dalam penelitian dan pengembangan (R&D) dengan model ADDIE. Data diperoleh melalui observasi, analisis dokumen, dan wawancara terhadap dua dosen pengampu serta sepuluh mahasiswa Universitas PGRI Kanjuruhan Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa telah memanfaatkan AI dalam berbagai aktivitas perkuliahan, tetapi belum memiliki literasi AI yang memadai, terutama dalam aspek verifikasi informasi, berpikir kritis, dan etika penggunaan AI. Temuan ini menunjukkan perlunya pengembangan bahan ajar yang mengintegrasikan keterampilan berbahasa, literasi akademik, dan literasi AI untuk mendukung pembelajaran yang lebih relevan dengan perkembangan teknologi. Kata kunci: bahan ajar, Bahasa Indonesia, literasi AI, analisis kebutuhan, perguruan tinggi.
STUDENTS’ PERCEPTIONS OF ICT INTEGRATION IN STEM AND HUMANITIES CLASSROOMS IN SECONDARY SCHOOLS Tri Achmad Efendi; Amalia Silwana; Wisnu Kristianto; Alfina Citrasukmawati
JURNAL KOULUTUS Vol. 9 No. 1 (2026): JURNAL KOULUTUS
Publisher : LPPM Universitas Kahuripan Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/fmrt9995

Abstract

This study examines students’ perceptions of ICT integration in STEM and Humanities areas. The researchers employed descriptive qualitative. Data were collected through an online questionnaire consisting of Likert-scale items and open-ended questions. A total of 139 secondary school students from several schools participated in the study. The findings revealed that students had positive perceptions towards ICT use in the teaching process. The findings also revealed that students perceived ICT to be used more frequently in STEM subjects than in Humanities disciplines, suggesting the presence of a potential subject-wise digital divide. Overall, the study concludes that while ICT integration is positively perceived by students, differences in its implementation across subject areas remain existed.
IMPROVING ELEVENTH-GRADE STUDENTS’ SPEAKING SKILLS THROUGH DEBATE ACTIVITIES DESIGNED WITH ROLE-PLAY Aprillia Putri; Yunik Susanti; Rika Riwayatiningsih
JURNAL KOULUTUS Vol. 9 No. 1 (2026): JURNAL KOULUTUS
Publisher : LPPM Universitas Kahuripan Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/v4kkd865

Abstract

Speaking is an important skill in learning English. However, some students find it difficult to express their ideas and communicate their messages confidently. The present study focused on the effect of role-play discussion exercises on students’ speaking skills. This study was quantitative pre-experimental one group pre-test post-test design with 22 eleventh grade students of SMAN 6 Kediri. Data were collected through interactive speaking assessments and analysed with descriptive statistics and a paired-sample t-test. The results showed that the mean score was increased from 64.36 to 78.18 at significance level 0.001 (p < 0.05). The results indicated that the role-play debate activities significantly enhanced the students’ speaking skills and helped them to communicate meaningfully in EFL classrooms.
INTEGRASI KURIKULUM KEWARGANEGARAAN-PESANTREN: KOLABORASI PERGURUAN TINGGI DALAM BIMBINGAN KARAKTER KEBANGSAAN ANAK USIA DINI Sahrona Harahap; Lanny Ilyas Wijayanti; Desi Widya Alfianita; Devita Savitri; Laila Robiatul Adawiah
JURNAL KOULUTUS Vol. 9 No. 1 (2026): JURNAL KOULUTUS
Publisher : LPPM Universitas Kahuripan Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/pmcvq532

Abstract

Infiltrasi radikalisme digital mulai mengancam anak usia dini, sehingga penanaman karakter kebangsaan sejak masa golden age mutlak dilakukan. Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi kurikulum kebangsaan-pesantren dan kontribusi pendampingan perguruan tinggi di PAUD Pesantren Nurul Barokah. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan integrasi kurikulum kedinasan dan kepesantrenan sukses diterapkan secara halus melalui pembiasaan perilaku harian, lagu kebangsaan Yaa Lal Wathan, dan metode Tilawati yang menyenangkan. Kolaborasi Universitas Cipasung Tasikmalaya memberikan sumbangsih metodologis penting lewat strategi bimbingan konseling "Penyisipan Kreatif" yang efektif menutup celah eksklusivisme. Dampak sosialnya tepercaya melahirkan generasi yang saleh secara agama sekaligus inklusif di masyarakat
IMPLEMENTASI PENDEKATAN DEEP LEARNING DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA MELALUI STEAM PADA SISWA KELAS VIII SMP MUHAMMADIYAH PLAYEN Romantisa Ajeng Sabila Fatmawati; Hermanto; Dedi Wijayanti
JURNAL KOULUTUS Vol. 9 No. 1 (2026): JURNAL KOULUTUS
Publisher : LPPM Universitas Kahuripan Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/zn56yf62

Abstract

This study aims to describe the steps of preparation, implementation, evaluation, as well as challenges and how to overcome them in the application of Deep Learning using the STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) approach in teaching Indonesian language regarding poetry texts. The approach applied is descriptive qualitative with a focus on Indonesian language teachers and eighth grade students of Muhammadiyah Playen Middle School. The research findings state that: (1) Preparation is carried out by integrating the Independent Curriculum into teaching modules that link scientific phenomena with literary materials. (2) Implementation applies the principles of attentive, meaningful, and enjoyable learning through poetry creation projects based on natural phenomena and digital media. (3) Evaluation includes initial assessment, formative assessment, and summative assessment in the form of poetry works. (4) The main obstacle faced is time management, which is resolved by compiling a planned activity matrix.
PROFIL RESPON MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA DALAM PEMECAHAN MASALAH LOGIKA MATEMATIKA DITINJAU DARI TAKSONOMI SOLO Ninda Ika Murniasih; Rudhita Kislamiyanti Nur Karimah
JURNAL KOULUTUS Vol. 9 No. 1 (2026): JURNAL KOULUTUS
Publisher : LPPM Universitas Kahuripan Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/khd7m658

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat respons mahasiswa dalam menyelesaikan soal logika matematika berdasarkan Taksonomi SOLO dan mengidentifikasi miskonsepsi pada setiap tingkat respons. Penelitian kualitatif ini dilaksanakan di Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Wahidiyah Kediri dengan subjek empat mahasiswa semester 2 yang dipilih melalui purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan tes tertulis dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan lima tingkat respons: prestructural (M4), unistructural (M3), multistructural (M2), relational, dan extended abstract (M1). Tingkat prestructural belum memahami materi dengan kesalahan menentukan jumlah baris tabel kebenaran, unistructural kesulitan membedakan operasi logika, multistructural memahami beberapa aspek namun terpisah, sedangkan relational dan extended abstract mampu menghubungkan berbagai aspek dan melakukan generalisasi. Miskonsepsi terjadi pada empat tingkat pertama, kecuali extended abstract. Penelitian ini menyimpulkan Taksonomi SOLO efektif mengidentifikasi tingkat pemahaman dan miskonsepsi mahasiswa.
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA BERDASARKAN LKPD BERBASIS MODEL CREATIVE PROBLEM SOLVING (CPS) Roni Wahyu Wandani
JURNAL KOULUTUS Vol. 9 No. 1 (2026): JURNAL KOULUTUS
Publisher : LPPM Universitas Kahuripan Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/4rfnav34

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis siswa kelas IV setelah mengikuti pembelajaran menggunakan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis model Creative Problem Solving (CPS). Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang didukung data kualitatif melalui wawancara. Subjek penelitian berjumlah 25 siswa kelas IV SD Negeri 1 Sukamanah. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan berpikir kritis, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan persentase serta diperkuat dengan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa didominasi kategori sedang (44%), diikuti kategori rendah (32%) dan tinggi (24%). Berdasarkan indikator, kemampuan interpretasi memperoleh persentase tertinggi (82,3%), diikuti analisis (70,5%) dan inferensi (68,1%), sedangkan evaluasi memperoleh persentase terendah (56,75%). Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan LKPD berbasis model Creative Problem Solving mampu memfasilitasi siswa dalam memahami dan menganalisis permasalahan, meskipun kemampuan mengevaluasi solusi dan memberikan alasan logis masih perlu ditingkatkan. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi referensi bagi guru dalam merancang pembelajaran IPAS yang berorientasi pada pengembangan kemampuan berpikir kritis siswa.