Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Antara Tradisi dan Transformasi: Menjelajahi Peran Mata Kuliah Kepribadian dalam Membentuk Karakter Mahasiswa Di Era Globalisasi Sahrona Harahap; Sholeh Pambudi; Fajar Nugraha
Masagi: Jurnal Pendidikan Karakter Vol 1 No 1 (2024): Masagi: Jurnal Pendidikan Karakter
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/masagi.v1i1.3436

Abstract

Krisis etika di kalangan mahasiswa telah menjadi perhatian yang meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi akar penyebab dan implikasi dari krisis ini. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan deskriptif dari sampel mahasiswa Perguruan Tinggi Swasta Tasikmalaya. Data dikumpulkan melalui survei dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kasus kecurangan akademik, perilaku tidak etis di media sosial, dan insiden bullying serta diskriminasi di lingkungan kampus. Analisis menyimpulkan perlunya pendidikan karakter yang holistik yang mencakup nilai-nilai moral dalam kurikulum akademik untuk mengatasi tantangan ini. Kesimpulannya, upaya kolaboratif dari institusi pendidikan, dosen, dan mahasiswa diperlukan untuk memperbaiki situasi ini dan membangun lingkungan kampus yang lebih etis.
P PERAN LINGKUNGAN DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER MAHASISWA PGSD DI UNVERSITAS PERJUANGAN Mochammad Rizki Abdilah; Kayla Milka Nirwana; Desvi Awalia; Sashi Rihadatul Aisy; Lista Amalia; Sahrona Harahap
Masagi: Jurnal Pendidikan Karakter Vol 3 No 1 (2026): Masagi: Jurnal Pendidikan Karakter
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/masagi.v3i1.9496

Abstract

Pembentukan karakter merupakan aspek penting dalam mencetak calon pendidik yang profesional dan berkepribadian luhur, khususnya bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Karakter seperti kedisiplinan dan tanggung jawab tidak hanya dibentuk melalui proses pembelajaran, tetapi juga melalui peran lingkungan yang melingkupinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran lingkungan dalam pembentukan karakter mahasiswa PGSD di Universitas Perjuangan Tasikmalaya. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner online menggunakan Google Form. Responden penelitian ini adalah mahasiswa aktif dari berbagai angkatan. Data dianalisis dengan perhitungan persentase dan rata-rata skor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan kampus, dosen, dan keluarga berperan cukup kuat dalam membentuk karakter mahasiswa, dengan skor rata-rata 3,3 hingga 4,0 pada skala 1–5. Kebijakan akademik kampus (4,00) dan dukungan keluarga (4,00) menjadi faktor dominan dalam membentuk kedisiplinan dan tanggung jawab. Keteladanan dosen (3,93) dan lingkungan pertemanan (3,93) juga berpengaruh signifikan. Namun, peran teman sebaya sebagai teladan disiplin (3,36) dan dukungan keluarga dalam pengaturan waktu belajar (3,29) masih perlu ditingkatkan. Temuan ini menegaskan bahwa lingkungan kampus dan keluarga merupakan faktor eksternal yang penting dalam proses internalisasi nilai-nilai karakter mahasiswa PGSD. Upaya penegakan aturan yang konsisten, pembudayaan disiplin, dan peningkatan kepedulian kampus menjadi saran tindak lanjut untuk memperkuat pembentukan karakter calon guru secara optimal.
Character Education as the Main Foundation of Quality Youth in Wakap Village, Bantarkalong Sub-District Tasikmalaya District Sahrona Harahap; Aim Abdul Karim
Dinamika: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2024): Mei-Agustus
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/ex1v6y09

Abstract

The degradation of the character of young people in this era, both urban and urban, is a complex influence of various factors. The study aims to analyze and address the character problems of young people in Wakap Village. The steps taken include the development of a character education curriculum, the implementation of character education, the active involvement of parents and families, and the strengthening of local values. The research also discusses the potential of tourism and local intelligence as an effort to preserve identity and create sustainable development. The research uses a descriptive qualitative approach with the identification of stakeholders through interviews and observations. The results of the research show that the development of character education curriculum that takes into account local values succeeds in improving the understanding and internalization of positive character in young people Village Wakap. Implementing character education involves the bonding of parents, teachers, and the community, creating an environment that supports the formation of a positive character. The anti-bullying program with parents and the involvement of local figures as inspirers also had a positive impact. Strengthening local values in Wakap Village involves introducing local history and culture, cultural activities, and community involvement. Tourism potential and local wisdom can be the basis for sustainable development. These measures together create an educational environment that supports positive character growth and reduces the incidence of bullying. The implications of this research include a deep understanding of public involvement in character education as well as the urgency of applying local values in the context of formal education. Hopefully these findings can be a reference for similar curriculum development in other villages or communities.
INTEGRASI KURIKULUM KEWARGANEGARAAN-PESANTREN: KOLABORASI PERGURUAN TINGGI DALAM BIMBINGAN KARAKTER KEBANGSAAN ANAK USIA DINI Sahrona Harahap; Lanny Ilyas Wijayanti; Desi Widya Alfianita; Devita Savitri; Laila Robiatul Adawiah
JURNAL KOULUTUS Vol. 9 No. 1 (2026): JURNAL KOULUTUS
Publisher : LPPM Universitas Kahuripan Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/pmcvq532

Abstract

Infiltrasi radikalisme digital mulai mengancam anak usia dini, sehingga penanaman karakter kebangsaan sejak masa golden age mutlak dilakukan. Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi kurikulum kebangsaan-pesantren dan kontribusi pendampingan perguruan tinggi di PAUD Pesantren Nurul Barokah. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan integrasi kurikulum kedinasan dan kepesantrenan sukses diterapkan secara halus melalui pembiasaan perilaku harian, lagu kebangsaan Yaa Lal Wathan, dan metode Tilawati yang menyenangkan. Kolaborasi Universitas Cipasung Tasikmalaya memberikan sumbangsih metodologis penting lewat strategi bimbingan konseling "Penyisipan Kreatif" yang efektif menutup celah eksklusivisme. Dampak sosialnya tepercaya melahirkan generasi yang saleh secara agama sekaligus inklusif di masyarakat