cover
Contact Name
Hisan Mursalin
Contact Email
hisanmursalin@arraayah.ac.id
Phone
+6285884149993
Journal Mail Official
jurnalinfo@arraayah.ac.id
Editorial Address
Jl. Printis Kemerdekaan km.6, 01/05 Sukamulya, Cimenteng, Cikembar 43157
Location
Kab. sukabumi,
Jawa barat
INDONESIA
Rayah Al Islam : Jurnal Ilmu Islam
ISSN : 25033816     EISSN : 26862018     DOI : https://doi.org/10.37274/rais
Rayah Al-Islam (p-ISSN: 2503-3816, e-ISSN: 2686-2018) is a Journal of Islamic studies published twice a year, this scientific publication is managed by the Institute for Research and Community Service (LP2M) Ar-Raayah Arabic Language College (STIBA) Sukabumi. This journal focuses on the study of Islam, in the form of Research Results, Ideas, Theories, Methods and other Actual Problems Related to Islamic studies.This journal openly accepts contributions from experts to publish the results of his research.
Articles 549 Documents
Implementasi Seni Baca Irama Al Qur’an (Nagham) Dalam Metode Pembelajaran Tahsin Al-Qur’an Albadi; Wido Supraha; Hasbi Indra
Rayah Al-Islam Vol 5 No 01 (2021): Rayah Al-Islam April 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v5i1.389

Abstract

Abstrak Metode pembelajaran tahsin Al-Quran merupakan sebuah proses belajar seseorang agar bisa membaca Al-Quran dengan baik dan benar. Dengan adanya metode tahsin Al-Quran ini maka akan selalu lahir generasi-generasi yang mampu membaca Al-Quran dengan tartil, dan dampaknya secara langsung akan menunjang dan membantu fokus pemerintah di dalam mencapai tujuan pendidikan itu sendiri. Salah satu metode supaya pembelajaran tahsin Al-Quran itu berjalan menarik adalah dengan menggunakan pendekatan Naghom maqomat (Seni Irama baca Al-Quran). Salah satu maqomat yang menarik itu adalah irama bayati. Dari tanah Arab ke seluruh penjuru dunia, nagham telah menjadi teman setia bagi tajwid Al-Qur’an, kemudian umat Islam bisa membaca Al-Qur’an dengan versi murattal dan versi mujawwad. Walaupun muncul perbedaan pendapat tentang boleh atau tidaknya nagham dalam membaca al-Qur’an, akan tetapi perbedaan pendapat -yang sudah tua- tersebut bermuara pada sikap kehati-hatian dari ulama madzhab Maliki akan tercemarnya kemurnian Al-Qur’an. Tujuan daripada penelitian adalah untuk mengetahui pengembangan metode tahsin dengan pendekatan maqamat bayati. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan cara eksperimen. Ringkasan dari penelitian ini adalah menjabarkan tentang sebuah metode tahsin baru yang mudah, menarik dan menyenangkan serta mudah dipelajari. Kesimpulannya adalah menghasilkan sebuah metode baru yang dapat meningkatkan daya minat orang untuk belajar tahsin Al-Quran. Abstract The method of learning tahsin Al-Quran is a learning process for someone to be able to read the Koran properly and correctly. With the existence of this method of tahsin Al-Quran, generations will always be born who are able to read the Al-Quran with tartil, and its impact will directly support and help the focus of the government in achieving its own educational goals. One method to make the learning of the Al-Quran tahsin run interesting is to use the Naghom maqomat approach (the art of reading the Al-Quran). One of the interesting maqomats is the baby rhythm. From the land of Arabia to all corners of the world, nagham has become a loyal friend to the recitation of the Al-Qur'an, then Muslims can read the Al-Qur'an in the murattal version and the mujawwad version. Even though there are differences of opinion about whether or not nagham is allowed to read the Qur'an, the difference of opinion - which is old - leads to the caution of the Maliki school of thought that the purity of the Al-Qur'an is tainted. The purpose of this research is to determine the development of the tahsin method with the maqamat bayati approach. The method used is a qualitative research method by means of experiments. The summary of this study describes a new tahsin method that is easy, interesting and fun and easy to learn. The conclusion is to produce a new method that can increase people's interest in learning tahsin Al-Quran.
Peran Life Skill Dalam Menumbuhkan Wawasan dan Kemandirian SANTRI SMPIT As Syifa Boarding School Wanareja Subang Helwida; Abas Mansur; Imas Kania Rahman
Rayah Al-Islam Vol 5 No 01 (2021): Rayah Al-Islam April 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v5i1.390

Abstract

Abstrak Isu dalam penelitian ini berakitan tentang life skill dalam dunia pendidikan. Institute for Development of Ekonimics and finance menyatakan pengangguran tahun 2021 meningkat. Presiden Joko Widodo pada Agustus 2020 lalu memberikan bantuan Preside (Banpres) sebesar 2,4 juta rupiah. Megenai tujuan, Presiden mengharapkan para pengusaha lebih produktifitas dengan bantuan yang diberikan. Menjadi Produktif ini murupakan salah satu life skill yang harus dimiliki seseorang baik itu pengusaha maupun siswa. Penelitian ini dilakukan di SMPIT As-Syifa Boarding School Wanareja Subang. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan data sekunder maupun primer. Hasil penelitian ini bahwa peran life skill dalam mencerdaskan para santri di SMPIT As Syifa Wanareja Subang dalam mecerdaskan dam membuat karakter mandiri sangat penting, terdapat (1) kurikum yang memadukan antara relevansi pendidikan dengan life skill; (2) kurikum kepesantrenan dan keasramaan yang mengajarkan para santri untuk hidup mandiri; (3) Club dan organisasi yang membantu para santri untuk belajar mengembangkan hobi dan belajar kepemimpinan. Abstract The issues in this research are related to life skills in education. The Institute for Development of Economics and finance stated that unemployment in 2021 will increase. In August 2020, President Joko Widodo provided assistance for the Preside (Banpres) of 2.4 million rupiah. Regarding the goal, the President hopes that entrepreneurs will be more productive with the assistance provided. Being productive is one of the life skills a person must have, be it an entrepreneur or a student. This research was conducted at SMPIT As-Syifa Boarding School Wanareja Subang. This research is a qualitative research using secondary and primary data. The results of this study indicate that the role of life skills in educating students at SMPIT As Syifa Wanareja Subang in educating and creating independent character is very important, there are (1) a curriculum that combines the relevance of education with life skills; (2) the pesantrenan and kasramaan curicum which teaches students to live independently; (3) Clubs and organizations that help students learn to develop hobbies and learn leadership.
Ahammiyatu Ad-Dirosah As-Sabiqah Lada Baahitsina Fi Jaami’ati Ar-Raayah Hisan Mursalin; Mirawati
Rayah Al-Islam Vol 5 No 01 (2021): Rayah Al-Islam April 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v5i1.392

Abstract

الملخص تتركز هذه الدراسة في معرفة أهمية الدراسة السابقة لدى الباحثين في جامعة الراية. لوجود الأخطاء في كتابتها في البحث العلمي لدى الطلاب غاية من الغايات هذه الدراسة. تهدف هذه الدراسة إصلاح الأخطاء في كتابة الدراسة السابقة لدى الباحثين في جامعة الراية ومن هنا استخلص الباحث أهم النتيجة االتالية: تعرف الدرسات السابقة بأنها : "الجهود البشرية السابقة التي بحثت الموضوع الذي يدرسه الباحث بعينه أو موضوعا مقاربا له من زاوية من الزوايا، وفي ظرف من الظروف المتعددة، مما تم نشره بأي شكل من الأشكال(سعيد إسماعيل الصيني :2010) وجدت الباحثة من خلال هذه الدراسة أن أغلب البحوث في جامعة الراية استخدموا الدراسة السابقة لإكتمال بحوثهم. وفي هذه الدراسة تعرف أن الدراسة السابقة من أهم الدراسات التي تساعد الباحث في كتابة بحوثه. وجدت في هذة الدراسة تكتب الدراسة السابقة بعدد 3 إلى 10 الدراسة السابقة في كل البحوث بجامعة الراية. Abstract This study focuses on finding out how important previous research is to the thesis written by students at Stiba Arraayah. The existence of errors in citing previous studies experienced by thesis writers in Arroyah and the magnitude of their dependence on previous research is one of the bases that support its realization. this research. The method used in this research is the descriptive method of analysis while the results obtained from this study are that all research authors, especially in Stiba Arraayah, make previous research one of the important references in writing a thesis.
Konsep Pendidikan Tazkiyatun Nafs Ibnul Qayyim Dalam Menangani Kenakalan Peserta Didik Iqbal Asid Maududin; Abas Mansur Tamam; Wido Supraha
Rayah Al-Islam Vol 5 No 01 (2021): Rayah Al-Islam April 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v5i1.393

Abstract

Abstrak Salah satu masalah dalam dunia pendidikan adalah kenakalan para peserta didik. Dalam dunia pendidikan islam, salah satu aspek yang perlu diperhatikan adalah aspek tazkiyatun nafs. Yaitu aspek yang lebih menitik beratkan pada proses pembersihan jiwa, dengan cara membersihkan hati dari segala kotoran-kotoran dan nafsu syahwat serta mendekatkan diri kepada Allah dengan amalan-amalan sholih. Maka tujuan penulisan artikel ini untuk mengetahui konsep tazkiyatun nafs Ibnul Qayyim dalam kitab Al daa’ wa al dawaa’ dalam menangani kenakalan peserta didik. Metode yang dipakai adalah metode penelitian kualitatif studi pustaka. Yaitu penulis menganalisis kitab al-daa’ wa al-dawaa’ mulai halaman 1-100. Setelah menganalisis dan mengklasifikasi konsep tazkiyatun nafs, penulis kemudian mengumpulkan teori dan informasi lainnya dari berbagai kitab yang berhubungan dengan tema penelitian. Hasil analisis penulis ada lima konsep tazkiyatun nafs, yaitu: a) meyakini bahwa setiap penyakit pasti ada obatnya, b) Al Qur’an sebagai obat, c) memperbanyak doa, d) menyeimbangkan antara mahabbah, khouf, dan raja’, dan e) menjauhi dosa dan kemaksiatan. Kesimpulan penelitian bahwa kelima konsep ini dapat diimplementasikan dalam dunia pendidikan untuk membersihkan jiwa-jiwa para peserta didik dengan harapan dapat menurunkan kenakalan mereka.
Upaya Guru Bimbingan Konseling Dalam Membentuk Akhlak Siswa di MAN 2 Boyolali Tahun Pelajaran 2018/2019 Marlina Wulandari; Retno Wahyuningsih
Rayah Al-Islam Vol 5 No 01 (2021): Rayah Al-Islam April 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v5i1.394

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: mendiskripsikan upaya guru Bimbingan dalam membentuk Ahklak di MAN 2 Boyolali tahun pelajaran2018/20219. Metode penelitian yang digunkanan adalah kualitatif diskriptif di MAN 2 Boyolali pada bulan Maret sampai dengan Agustus 2018. Sampel adalah guru bimbingan konseling MAN 2 Boyolali. Hasil penelitian menunjukan : bahwa upaya guru Bimbingan Konseling di MAN 2. Melalui Proses pembelajaran di kelas sesuai dengan satuan layanan MAN 2 Bimbingan dan Konseling MAN 2 Boyolali Tahun 2017/2018, yaitu dengan metode nasehat, metode keteladanan, metode hukuman (bukan hukuman fisik namun lebih diarahkan kearah spiritual). Memberikan nasihat dan motivasi kepada siswa agar senantiasa berkelakuan baik, selama dilingkungan sekolah ataupun dilingkungan keluarga dan masyarakat. Melalui kegiatan di luar pembelajaran, dimana pelaksanaanya guru Bimbingan Konseling bekerja sama dengan guru Aqidah Akhlak. Bentuk kerjasama antara keduanya yaitu memberikan sanksi kepada siswa yang tidak mematuhi peraturan sekolah dengan menghafalkan surat pendek atau ayat dalam pelajaran Aqidah Akhlak. Selain itu, guru Bimbingan Konseling juga bekerjasama dengan orang tua siswa melalui pengisian buku kontrol. Abstract This study aims to see: describe the efforts of the Guidance teacher in forming Ahklak in MAN 2 Boyolali in the academic year 2018/2020. The research method used is descriptive qualitative in MAN 2 Boyolali from March to August 2018. The sample is the counseling teacher at MAN 2 Boyolali. The results showed: that the efforts of the Counseling Guidance teacher in MAN 2. Through the learning process in the classroom according to the MAN 2 Guidance and Counseling service unit MAN 2 Boyolali 2017/2018, namely the advice method, exemplary method, method more directed towards the spiritual). Provide advice and motivation to students so that they always behave well, as long as they are in the school environment and in the family and community. Through activities outside of learning, where the implementation of the Counseling Guidance teacher collaborates with the Aqidah Akhlak teacher. The form of cooperation between protection provides sanctions for students who do not comply with school regulations by memorizing short letters or verses in Aqidah Akhlak lessons. In addition, the Counseling Guidance teacher also communicates with the parents by filling in the control book.
Tinjauan Fatwa DSN MUI Terhadap Penyelesaian Pembiayaan Murābaḥah Bermasalah (Studi Kasus di Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Dana Amanah Surakarta) Mujahidin Yunani; M. Usman
Rayah Al-Islam Vol 5 No 01 (2021): Rayah Al-Islam April 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v5i1.395

Abstract

Murābaḥah is one of the most popular financing for Sharia Financial Institutions. Likewise, at the BPRS Dana Amanah Surakarta, murābaḥah financing is what customers are most interested in, therefore, among other financing products the risk is also higher. In addition, many customers choose deferred payments. This deferred payment creates several risks, one of which is financing problems. Many customers who are deemed capable are still procrastinating in terms of payment of installment obligations, this is what causes losses for the BPRS, where the more customers delay payment, the higher the level of Non Performing Financing (NPF) in a bank, causing the bank's condition to not healthy. Then the problem that will be raised in this study is how to solve the problematic murābaḥah financing in the BPRS Dana Amanah Surakarta and how the view of the fatwa DSN MUI towards the practice of solving the problematic murābaḥah financing in the BPRS Dana Amanah Surakarta. This study uses field research methods, with a descriptive qualitative approach. The data sources used are primary data and secondary data, with data collection methods through interviews with informants and documentation and then analyzed with qualitative descriptive methods. From the results of this study, it can be concluded that: (1) The steps for solving problematic murābaḥah financing at BPRS Dana Amanah Surakarta include billing, rescheduling, restructuring, customers selling their own goods, execution of collateral, AYDA and judicial channels. (2) The mechanism for the settlement of murābaḥah financing at BPRS Dana Amanah Surakarta is in accordance with the MUI DSN Fatwa and POJK No. 29/POJK.03/2019, except for the Fatwa DSN MUI No. 47 / DSN-MUI / II / 2005 on the provisions of point 5 regarding exemption for customers who are truly unable to pay off their financing payments, because in its implementation the BPRS Dana Amanah Surakarta implementing the final solution of problematic murābaḥah financing by way of settlement through the judiciary, if the BPRS performs debt relief, only the write-off records are written off, not the write-offs. Even though it has been written off, there is still a billing.
Husnul Khatimah Persfektif Mahmud Al-Mishri Novi Maulana Yusup; Didin Hafidudin; Imas Kania Rahman
Rayah Al-Islam Vol 5 No 01 (2021): Rayah Al-Islam April 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v5i1.396

Abstract

Abstrak Artikel ini mendeskripsikan makna husnul khatimah secara umum dan menganalisis pandangan Mahmud Al-Mishri tentang husnul khatimah secara khusus. Metode yang digunakan dalam analisis ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan kajian pustaka (library research). Berusaha mengungkap, menganalisa, menyajikan data dan fakta. Data primer diambil langsung dari buku Ath-Tahriq Ila Husnil Khatimah karya Mahmud Al-Mishri dan data sekunder diambil dari buku-buku dan artikel lain yang relevan. Kemudian menganalisis sumber-sumber yang telah dikumpukan lalu menarik kesimpulan terkait dengan materi yang dibahas. Hasil penelitian menunujukkan bahwa husnul khatimah adalah satu anugerah dari Allah ﷻ yang diberikan kepada hambaNya karena menjauhi segala hal yang di benci oleh Allah ﷻ, bertaubat dari segala dosa dan maksiat, bersegera melakukan ketaatan dan amal shalih. Kemudian ia mati dalam kondisi saat melakukan kebaikan yang dimaksud. Adapun pandangan Mahmud Al-Mishri secara khusus tentang husnul khatimah adalahpertemuan yang dirindukan seorang hamba dengan Allah ﷻ sehingga mendapat ketenangan pada saat ajal tiba, dimana hal tersebut diraih dari proses konsistensi dalam beramal ibadah dan ditutup dengan suatu perbuatan yang baik pula. Abstract This article describes the meaning of husnul khatimah in general and specially analyzes Mahmud Al-Mishri's views on husnul khatimah. The method used in this analysis is descriptive qualitative with a library research approach. Trying to uncover, analyze, present data and facts. Primary data is taken directly from Mahmud Al-Mishri's book Ath-Tahriq Ila Husnil Khatimah and secondary data is taken from other relevant books and articles. Then analyze the sources that have been collected and then draw conclusions related to the material discussed. The research results show that husnul khatimah is a gift from Allah ﷻ given to His servants for avoiding all things that are hated by Allah ﷻ, repenting of all sins and immorality, hastening to do obedience and good deeds. Then he dies in a state of doing the intended good. As for Mahmud Al-Mishri's view specifically about husnul khatimah is the meeting that a servant longs for with Allah ﷻ, so that he gets peace at the time of death, where it is achieved from the consistency process in doing worship and closes with a good deed as well.
Strategi Bimlat Penggunaan Aplikasi Google Untuk Meningkatkan Efektifitas Belajar Siswa Dimasa Pandemi Covid-19 Nyi Mulyanah; Ana Andriani
Rayah Al-Islam Vol 5 No 01 (2021): Rayah Al-Islam April 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v5i1.397

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan profesionalitas guru dalam penggunaan aplikasi google pada pembelajaran daring untuk meningkatkan efektivitas belajar siswa selama masa pandemi covid-19 di Korwilcam Dindik Somagede Kabupaten Banyumas. Metode penelitian ini menggunakan metode Mixed Methods sedangkan model penelitiannya Sequential Expplonatory. Realitas empirik memperlihatkan bahwa kondisi saat ini sangat meprihatinkan menurunnya kualitas pembelajaran di sekolah saat ini dengan pola Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Beberapa penyebabnya adalah kurangnya ketersediaan alat/media yang dimiliki sekolah, kurangnya kemampuan guru dalam mengoperasikan alat/media seperti laptop; akses internet yang kurang mendukung untuk kelancaran pembelajaran daring; tidak semua siswa memiliki smartphone. Berdasarkan analisis kebutuhan 86,7% dari 214 guru setuju untuk dilaksanakan bimbingan dan pelatihan penggunaan google (google form, google classroom, google drive, dan google meet). Penggunaan aplikasi google dalam PJJ guru berperan sebagai motivator, fasilitator, mediator, dan komunikator. Kemampuan guru dalam pembelajaran daring dengan menggunakan aplikasi google meningkat, jumlah peserta yang mengikuti bimlat sebanyak 120 orang, semua peserta mendapatkan sertifikat kelulusan. Melihat hasil lulusan tersebut dapat dinyatakan berhasil untuk program diklat penggunaan aplikasi google. Abstract This study aims to improve the ability and professionalism of teachers in using the google application in online learning to increase the effectiveness of student learning during the Covid-19 pandemic at Korwilcam Dindik Somagede, Banyumas Regency. This research method uses the Mixed Methods method while the research model is Sequential Expplonatory. The empirical reality shows that the current condition is very concerned about the decline in the quality of learning in schools today with the Distance Learning (PJJ) pattern. Some of the causes are the lack of availability of tools / media owned by the school, the lack of the ability of teachers to operate tools / media such as laptops; less supportive internet access for the smooth running of online learning; not all students have smartphones. Based on the analysis of needs, 86.7% of the 214 teachers agreed to carry out guidance and training on the use of google (google form, google classroom, google drive, and google meet). The use of the google application in PJJ teachers acts as a motivator, facilitator, mediator, and communicator. The ability of teachers in online learning using the Google application has increased, the number of participants who took part in the guidance program was 120 people, all participants received a certificate of graduation. Seeing the results of these graduates can be declared successful for the training program using the Google application.
Manajemen Kelas Islami di SMP Madina Islamic School Raka Prasetyo; Wido Supraha; Ulil Amri Syafri
Rayah Al-Islam Vol 5 No 01 (2021): Rayah Al-Islam April 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v5i1.398

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah pengembangan model manajemen kelas Islami, yang pada proses pengelolaan manajemen kelas ini menekankan kepada pendidik agar menjadi seorang pendidik yang memiliki suatu keahlian berupa aktifitas mengobservasi, mengidentifikasi segala kebutuhan pengelolaan pembelajaran berbasis kepada kebutuhan peserta didik yang akan dilakukan dalam pembelajaran sampai akhirnya memutuskan untuk membuat sebuah perencanaan pembelajaran secara Itqan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Manajemen Kelas di SMP Madina Islamic School. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah developmental research dengan tahapan pokok yaitu: observasi, wawancara, dokumentasi. Sumber data yaitu proses kegiatan belajar mengajar pada kedua sekolah yaitu: SMP Madina Islamic School. Metode analisis yang digunakan adalah metode kualitatif untuk penemuan dan perancangan model manajemen kelas Islami. Berdasarkan kajian literatur dan observasi dari hasil pengumpulan data yang bersifat administrasi maupun fakta dilapangan terhadap profil sekolah yang mencakup visi, misi, tujuan, kurikulum yang memuat berbagai macam unsur seperti muatan kurikulum, program-program sekolah, sistem pembelajaran dan pelaksanaan pembelajaran meskipun dilakukan melalui daring di sekolah SMP Madina Islamic School yakni model manajemen kelasnya telah menerapkan berbagai macam sub bagiannya secara Islami baik sejak perencanaan, pelaksanaan hingga proses evaluasi. Model manajemen kelas Islami ini mengacu konsep manajemen pengelolaan kelas yang berupaya menerapkan nilai-nilai keislaman didalam kelas. Abstract The problem in this research is the development of an Islamic class management model, which in the management process of this class emphasizes the educator to become an educator who has expertise in the form of observing activities, identifying all the needs of learning management based on the needs of students who will be carried out in learning until the end. decided to make an Itqan learning plan. This study aims to analyze Class Management at SMP Madina Islamic School. The approach used in this research is developmental research with the main stages, namely: observation, interview, documentation. The data source is the process of teaching and learning activities in both schools, namely: SMP Madina Islamic School. The analytical method used is a qualitative method for the discovery and design of Islamic classroom management models. Based on literature review and observations from the results of administrative data collection as well as facts in the field against school profiles which include vision, mission, objectives, curriculum which contains various elements such as curriculum content, school programs, learning systems and implementation of learning even though it is done online In Madina Islamic School, the class management model has implemented various subsections in an Islamic manner, from planning, implementation to the evaluation process. This Islamic class management model refers to the concept of class management that seeks to implement Islamic values in the classroom.
Paradigma Baru Model Pendidikan Berbasis Keluarga (Homeschcooling) Rantikasari
Rayah Al-Islam Vol 5 No 01 (2021): Rayah Al-Islam April 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v5i1.399

Abstract

Abstrak Gagalnya Pendidikan formal dalam mendidik peserta didik secara substantif terlebih dalam mewujudkan manusia-manusia beradab dan berakhlak sesuai dengan amanat dari undang-undang Pendidikan nasional yakni Pendidikan adaalah upaya sadar untuk mewujudkan peserta didik yang beriman, maka menjadi cikal bakal lahir dan berkembang model Pendidikan baru yang berbasis keluarga. Model Pendidikan yang menjadikan orangtua sebagai pendidik pertama dan utamanya kini mulai menjamur dan dinilai sebagai solusi dari kegamangan para orangtua yang mulai beralih kepercayaan dari Pendidikan formal kepada Pendidikan informal yang berbasis keluarga, yakni homeschooling. Inilah kemudian yang menjadi latar belakang hadirnya tulisan ini. Tulisan ini memaparkan trend homeschooling yang mulai berkembang dengan mengkajinya secara kepustakaan dan analisis mendalam demi terciptanya solusi atas permasalahan yang ada. Hasil yang didapat dalam penelitian ini bahwa homeschooling merupakan model pendidikan berbasis keluarga, sehingga pada pelaksanaan prosesnya melibatkan peran serta orangtua dalam menentukan setiap proses Pendidikan anaknya. Orangtua bertangguh jawab penuh dalam Pendidikan dan penyelenggaraan Pendidikan. Mulai dari tujuan, proses, metode sampai kepada evaluasinya. Hal ini karena kurikulum yang ada dalam homeschooling fleksibel dari sisi waktu, ruang dan standar isinya. Sehingga dalam konteks Pendidikan Islam dengan kurikulum yang fleksibel ini akan jauh lebih efektif memberikan nilai dan pemahaman serta materi-materi pelajaran yang sesuai dengan harapan orangtua tentu juga sejalan dengan tujuan dari Pendidikan. Hal ini akan menjadikan pembelajaran lebih fungsionl krena anak diajarkan hal yang tidak didapat di sekolah formal. Pembinaan akhlak, adab dan internalisasi nilai-nilai keislaman menjadi lebih mudah diterapkan. Abstract The failure of formal education to educate students substantively, especially in realizing civilized and moral people in accordance with the mandate of the national education law, namely education is a conscious effort to realize students who have faith, then it becomes the forerunner to the birth and development of a new educational model that is family based. Education models that make parents as first and foremost educators are now starting to mushroom and are seen as a solution to the anxiety of parents who have begun to shift their beliefs from formal education to family-based informal education, namely homeschooling. This then becomes the background for the presence of this paper. This paper describes the trend of homeschooling which has begun to develop by studying it in literature and in-depth analysis in order to create solutions to existing problems. The results obtained in this study that homeschooling is a family-based educational model, so that the implementation of the process involves the participation of parents in determining each child's education process. Parents are fully responsible for education and education administration. Starting from the goals, processes, methods to the evaluation. This is because the curriculum in homeschooling is flexible in terms of time, space and content standards. So that in the context of Islamic education with a flexible curriculum it will be much more effective in providing value and understanding as well as subject matter that is in accordance with the expectations of parents, of course also in line with the goals of education This will make learning more functional because children are taught things that are not found in formal schools. Moral development, manners and internalization of Islamic values are easier to implement. Keywords : education, homeschooling, home schooling, education paradigm

Page 10 of 55 | Total Record : 549