cover
Contact Name
Hisan Mursalin
Contact Email
hisanmursalin@arraayah.ac.id
Phone
+6285884149993
Journal Mail Official
jurnalinfo@arraayah.ac.id
Editorial Address
Jl. Printis Kemerdekaan km.6, 01/05 Sukamulya, Cimenteng, Cikembar 43157
Location
Kab. sukabumi,
Jawa barat
INDONESIA
Rayah Al Islam : Jurnal Ilmu Islam
ISSN : 25033816     EISSN : 26862018     DOI : https://doi.org/10.37274/rais
Rayah Al-Islam (p-ISSN: 2503-3816, e-ISSN: 2686-2018) is a Journal of Islamic studies published twice a year, this scientific publication is managed by the Institute for Research and Community Service (LP2M) Ar-Raayah Arabic Language College (STIBA) Sukabumi. This journal focuses on the study of Islam, in the form of Research Results, Ideas, Theories, Methods and other Actual Problems Related to Islamic studies.This journal openly accepts contributions from experts to publish the results of his research.
Articles 549 Documents
Konsep Adab Siswa menurut Ibn Jama’ah (Telaah kitab Tadzkirah Al-Sami’ Wa Al-Mutakallim Fi Adab Al-‘Alim Wa Almuta’allim) Riski Bayu Pratama; Anung Al Hamat
Rayah Al-Islam Vol 5 No 01 (2021): Rayah Al-Islam April 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v5i1.400

Abstract

Abstrak Tujuan utama pendidikan agama Islam adalah untuk mengubah akhlak mulia siswa. Pada kenyataannya banyak pelanggaran pada aspek sikap. Pelanggaran itu diantaranya rata-rata peserta didik terlambat datang ke sekolah, tidak masuk ke sekolah tanpa keterangan, dan masih banyak peserta didik yang tidak memasukan bajunya atau tidak rapi dalam memakai seragam sekolah, khususnya peserta didik putra, maka penelitian ini bertujuan untuk membahas Konsep Adab Siswa menurut Ibn Jama’ah dalam kitab Tadzkirah Al-Sami’ Wa Al-Mutakallim Fi Adab Al-‘Alim Wa Almuta’allim. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Konsep adab siswa menurut Ibn Jama’ah dalam kitab Tadzkirah Al-Sami’ Wa Al-Mutakallim Fi Adab Al-‘Alim Wa Almuta’allim masing-masing diklasifikasikan ke dalam tiga macam, meliputi: adab siswa terhadap dirinya sendiri, adab siswa dalam pembelajaran, dan adab siswa bergaul dengan pendidik. Dari beberapa adab tersebut diketahui bahwa seorang siswa dalam menuntut ilmu hendaknya berniat ikhlas karena Allah swt., Zuhud, Wara', Tawadhu', Qana'ah, Senantiasa sabar, Istiqomah, Muhasabah, Berjiwa sosial yang tinggi, Saling menghargai dan menghormati, Kasih sayang, Mengatur dan memanfaatkan waktu dan Tidak malu/Gengsi. Abstract The main purpose of (PAI) is to change the noble character of students. In fact, there are many violations in the attitude aspect. These violations include the average students coming to school late, not entering school without information, and there are still many students who do not put their clothes on or are untidy in wearing school uniforms, so this study aims to discuss the concept of Adab students according to Ibn Jama'ah in the his book’s. This research is a qualitative research with a library research approach. The data collection technique is done through documentation study. The results showed that the concept of student adab according to Ibn Jama'ah in his book’s is each classified into three kinds, including: student behavior towards himself, in learning, and with educators. From some of the adab, it is known that a student in studying should be sincere because of Allah SWT, zuhud, wara', tawadhu', qana'ah, always patient, istiqomah, muhasabah, high social spirit, mutual respect, compassion , organize of time and are not prestigious.
Analisis Perencanaan Sarana dan Prasaranan Pendidikan Islam Salman Alfarisi
Rayah Al-Islam Vol 5 No 01 (2021): Rayah Al-Islam April 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v5i1.401

Abstract

Abstrak Islam merupakan Syari'at Allah SWT yang menjadi tuntunan bagi manusia dalam beribadah kepada Allah dan sebagai petunjuk untuk mendapatkan kebahagiaan didunia maupun di Akhirat. Agar manusia dapat mengaplikasikan amanat besar ini, Syari'at Islam membutuhkan pendidikan, pembelajaran dan pengamalan. Pendidikan ialah sesuatu yang sangat di butuhkan dalam kehidupan manusia. Untuk menghasilkan lulusan yang terbaik tidak terjadi dengan instan begitu saja tapi membutuh sebuah proses pendidikan yang berkelanjutan. Keberhasilan sebuah pendidikan ditentukan oleh keberhasilan proses pembelajaran. Keberhasilah pembelajaran dipengaruhi oleh berbagai instrumen yang saling berhubungan antara satu dengan yang lainnya. Tuntutan Pendidikan Nasional yang bermutu tidak dapat terpisah dari Sarana dan Prasarana Pendidikan yang sangat diperlukan dalam mekanisme jalannya pendidikan dan pembelajaran. Oleh sebab itu, dalam manajemen sarana dan prasarana dibutuhkan usaha yang baik agar di harapkan menjadi wasilah bagi pengelolaan sarana dan prasarana dilembaga pendidikan. Pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan berfungsi untuk mengelola dan memelihara sarana dan prasarana pendidikan supaya bisa menunjang peranan dalam kegiatan pendidikan secara ideal serta lebih bermanfaat. Maka dari itu perlu adanya penjelasan tentang perencanaan sarana dan prasarana yang ditetapkan dilembaga pendidikan. Abstract Islam is the Shari'at of Allah SWT which is a guide for humans in worshiping Allah and as a guide to get happiness in this world and in the Hereafter. So that humans can apply this great mandate, Islamic Shari'ah requires education, learning and practice. Education is something that is very important for human life. The educational process to produce the best graduates does not just happen. The success of an education is determined by the success of the learning process. The learning success is influenced by various instruments which are interconnected with one another. The demand for quality National Education is inseparable from the existence of Educational Facilities and Infrastructure which are very much needed in the education and learning process. Therefore, a good management of facilities and infrastructure is needed so that the good quality and quantity of facilities and infrastructure is expected to be a solution for efforts to manage facilities and infrastructure in educational institutions. The management of educational facilities and infrastructure functions to regulate and maintain educational facilities and infrastructure so that they can contribute to the educational process optimally and meaningfully. Therefore, the authors feel the need to explain how the basic concepts and classification of management planning facilities and infrastructure are applied in educational institutions.
Strategi Penerapan Keterampilan Pengajaran Bahasa Arab Perspektif Abdurrahmān Ibn Ibrahim Al-Fauzān Sandi Sudirman; Abdul Hayyie Al-Kattanie; Anung Al-Hamat
Rayah Al-Islam Vol 5 No 01 (2021): Rayah Al-Islam April 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v5i1.402

Abstract

Abstrak Bahasa Arab adalah bahasa Umat Islam, bahasa yang sudah menyebar keseluruh penjuru Dunia, tak terkecuali bumi Indonesia yang memiliki keberagaman suku, budaya dan bahasa. Kendati demikian, kemajemukan bahasa di Nusantara ini tidak menutupi bahasa yang masuk dari luar negri termasuk bahasa Arab. Bahkan bahasa Indonesia ini banyak megadopsi dari bahasa Arab. Kemudian, semakin banyaknya peminat masyarakat tanah air dengan bahasa Arab, maka otomatis dibutuhkan pula pengajar yang kompeten dalam bidang bahasa Arab. Sistem pengajaran bahasa Arab di Indosesia secara umum, dari dulu hingga sekarang masih banyal lembaga pendidikan terutama pesantren menggunakan metode dan keterampilan yang sama, tidak berkembang. Salah satu metode yang digunakan adalah metode al-qawāid wa al-tajamah. Metode ini kekurangannya adalah tidak memperhatikan empat keterampilan berbahasa Arab, yaitu istima’(menyimak), kalam (berbicara), qirāah (membaca), dan kitābah (menulis). Metode ini banyak mengasah keterampilan membaca saja. Oleh karena itu, dipandang perlu adanya penulisan terkait masalah ini dengan meneliti tentang penerapan keterampilan berbahasa Arab bersumber dari buku paduan pembelajaran bahasa arab untuk non penutur asli (non Arab), yaitu kitāb al-Idhāāt karya ‘Abdurrahman al-Fauzan. Adapun bentuk dari riset ini ialah studi literatur (kitab-kitab) yang sifatnya kualitatif, dalam metode penelitian ini menggunakan metode library research (studi pustaka) yang sumber utamanya (primer) adalah Kitāb al-Idhāāt yang fokus pada pembahasa penerapan keterampilan bahasa Arab untuk non Arab (‘ajam). Penulis berharap dengan teralisasinya penelitian ini para pengajar bahasa Arab di Nusantara mampu menerapkan keterampilan berbahasa Arab yang empat, yaitu keterampilan istima’(menyimak), kalam (berbicara), qirāah (membaca), dan kitābah (menulis) dengan maksimal. Abstract Arabic is the language of the Islamic ummah, a language that has spread throughout the world, including Indonesia, which has a diversity of ethnicities, cultures and languages. However, the diversity of languages in the archipelago does not cover the languages that have entered from abroad, including Arabic. Even the Indonesian language has adopted many of the Arabic language. Then, with the increasing number of homeland enthusiasts using Arabic, it automatically requires teachers who are competent in the field of Arabic. The Arabic language teaching system in Indonesia in general, from the past until now, many educational institutions, especially Islamic boarding schools, use the same methods and skills, not developed. One of the methods used is the al-qawāid wa al-tajamah method. The drawback of this method is that it does not pay attention to the four Arabic language skills, namely istima '(listening), kalam (speaking), qirāah (reading), and kitābah (writing). This method hones a lot of reading skills only. Therefore, it is deemed necessary to write about this problem by examining the application of Arabic language skills sourced from the Arabic language learning guide book for non-native speakers (non-Arabic), namely kitāb al-Idhāāt by 'Abdurrahman al-Fauzan. The form of this research is the study of literature (books) which are qualitative in nature, in this research method using the library research method (literature study) whose main source (primary) is Kitāb al-Idhāāt which focuses on the application of Arabic language skills for non Arabic ('ajam). The author hopes that with the realization of this research, Arabic language teachers in the archipelago will be able to apply the four Arabic language skills, namely istima '(listening), kalam (speaking), qirāah (reading), and kitābah (writing) skills maximally.
تعليم اللغة العربية باستخدام الطريقة المباشرة لترقية مهارة الكلام دراسة عن بعد بوسيلة واتساب وزووم (لدى تلميذات الصف الأول بمدرسة كتاب ابن عباس تانجيرانج) Siti Fatimah
Rayah Al-Islam Vol 5 No 01 (2021): Rayah Al-Islam April 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v5i1.403

Abstract

الملخص تعليم اللغة العربية الذي أجريَ بمدرسة كتاب ابن عباس هو نشاط تعليمي يقوم به المعلمون لتزويد الطلاب بهدف أن يكونوا قادرين على فهم دينهم بشكل صحيح، وتغيير السلوك وزيادة المعرفة، وخاصة الأمور المتعلقة باللغة العربية والقدرة على التحدث وفهم اللغة العربية في شكل شفوي وكتابي. وهدف تعليم اللغة العربية لهذا المستوى ليكون عند الطلاب القدرة في اللغة العربية مثل صاحب اللغة مثل أطفال العرب الذين يعيشون في الدولة العربية. حتى يجعلوا مستواهم قريبا من هؤلاء فلابد أن يكون المدرس هو ناطقا للغة العربية لأن الطلاب سيأخذون اللغة من المدرس، كيف المدرس يعبر، كيف طريقة كلامه وتعبيره، ولهذا ليس شرطا كون المدرس ناطقا للعربية ولكنه أفضل. أو غير ناطق مثلا إندونيسي ولكن عنده القدرة العالية في اللغة العربية. ومشكلة هذا البحث هي: (١)كيف تنفيذ تعليم اللغة العربية باستعمال وسائل التواصل وسائطَ التعلم لدى تلميذات الصف الأول بمدرسة كتاب ابن عباس تانجيرانج. (٢) كيف فعالية استعمال طريقة تعليم اللغة العربية بوسائل التواصل عند تلميذات الصف الأول بمدرسة كتاب ابن عباس تانجيرانج. (٣) ما المشكلة التي تواجهها تلميذات الصف الأول بمدرسة كتاب ابن عباس تانجيرانج في تعلم اللغة العربية عن بعد. (٤) ما المشكلة التي تواجهها المدرّسة في تعليمهن. Abstract Teaching Arabic that was conducted at Kuttab Ibnu Abbas School is an educational activity undertaken by teachers to provide students with the goal of being able to properly understand their religion, change behavior and increase knowledge, especially matters related to the Arabic language and the ability to speak and understand Arabic in conversation and written form. And the goal of teaching Arabic to this level is so that students have the ability in the Arabic language like the owner of the language, like the children of Arabs who live in the Arab country. In order to make their level close to those, the teacher must be a native speaker of the Arabic language because the students will take the language from the teacher, how does the teacher express, how does his speech and his expression, and this is not a requirement for the teacher to speak Arabic, but it is better. Or not speaking Indonesian, for example, but he has a high ability in the Arabic language. The problem of this research is: (1) How to implement the teaching of Arabic language using the means of communication and the means of learning among first-grade students at Kitab Ibn Abbas Tangerang School. (2) How effective is the use of the method of teaching the Arabic language by means of communication among first grade pupils at Kitab Ibn Abbas Tangerang School? (3) What is the problem faced by the first graders of Kitab Ibn Abbas Tangerang School in learning Arabic from a distance? (4) What is the problem that the female teacher faces in teaching them?
The Role of Kiai Amin in Tanjungrejo Village (Development of Islamic Education Values and Morality) Thabi’in Ma’ruf
Rayah Al-Islam Vol 5 No 01 (2021): Rayah Al-Islam April 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v5i1.404

Abstract

Kiai's role has a role that can understand the teachings of Islam towards the community both who are still lay and already know Islam. Kiai is the center of the outpouring or solution of the problems faced by the local community. The result of Kiai's role in developing Islamic education in Balekambang, Tanjungrejo Village, Wirosari District, Grobogan Regency is kiai has improved and changed slowly the customs in the village, even making new customs such as tahlilan and yasin activities, sholawatan, manaqiban, and there are private schools such as TPQ, and Madratsah Diniyah that exist from grades 1-6 and at graduation along with Akhirussanah.
Model Pembelajaran Blended Learning Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Retna Maskur Dwiputro; Hasbi Indra; A. Rahmat Rosyadi
Rayah Al-Islam Vol 5 No 02 (2021): Rayah Al-Islam Oktober 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v5i02.451

Abstract

Abstrak Model e-learning dapat diklasifikasikan menjadi tiga model, yaitu: (1) Adjunct (model tambahan), bisa dikatakan tradisional plus proses pembelajaran. Artinya, pembelajaran tradisional didukung oleh sistem pengiriman online sebagai fakta. Memiliki sistem pengiriman online adalah tambahan yang bagus. (2) Mixed/blended (model campuran), menempatkan sistem penyampaian online sebagai bagian integral dari keseluruhan proses pembelajaran. Artinya, proses pembelajaran tatap muka dan online merupakan satu kesatuan yang utuh. (3) Fully online (sepenuhnya online), semua interaksi pembelajaran dan penyampaian materi pembelajaran secara online. Tujuan dari penelitian untuk menganalisis pembelajaran blended learning pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Pesat Kota Bogor. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan jenis field research. Sumber data diperoleh dari observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam serta Focus Group Discussion (FGD) oleh Tenaga Pendidikan yang terkait, Tenaga Pendidikan lain yang mengajar PAI di sekolah tersebut, dan Tenaga Kependidikan bagian Kurikulum. Hasil dari penelitian ini: (1) Pelaksanaan model pembelajaran blended learning sudah berjalan dengan baik karena pembelajaran yang dilakukan sudah mengkombinasikan tatap muka/virtual dan online (e-learning). (2) Model pembelajaran yang diterapkan terdiri dari berbagai model pembelajaran, antara lain: discovery learning, problem-based learning, dan project-based learning. (3) Selain itu, pembelajaran juga telah memadukan berbagai pendekatan, yaitu: pendekatan saintifik, pendekatan kooperatif, pendekatan kontekstual, dan pendekatan konstruktif. (4) Penggabungan juga dilakukan dalam metode pembelajaran, yaitu: metode ceramah, metode diskusi, metode tanya jawab, demonstrasi, simulasi, dan metode ringkasan. (5) Demikian pula media pembelajaran yang digunakan bervariasi, baik itu pendidik, buku PAI, PPT, video, internet, video, dan referensi lain yang relevan. Abstract The e-learning model can be classified into three models, namely: (1) Adjunct (additional model), which can be said to be traditional plus the learning process. That is, traditional learning is supported by an online delivery system as a fact. Having an online submission system is a great addition. (2) Mixed/blended (mixed model), placing the online delivery system as an integral part of the overall learning process. That is, the face-to-face and online learning process is a unified whole. (3) Fully online (fully online), all learning interactions and delivery of learning materials online. The purpose of the study was to analyze blended learning in Islamic Religious Education subjects at SMA Pesat Bogor City. The research method uses qualitative methods with the type of field research. Sources of data were obtained from observations, documentation, and in-depth interviews as well as Focus Group Discussions (FGD) by relevant Education Personnel, other Education Personnel who teach PAI at the school, and Education Personnel in the Curriculum section. The results of this study: (1) The implementation of the blended learning learning model has been going well because the learning carried out has combined face-to-face/virtual and online (e-learning). (2) The learning model applied consists of various learning models, including: discovery learning, problem-based learning, and project-based learning. (3) In addition, learning has also combined various approaches, namely: scientific approach, cooperative approach, contextual approach, and constructive approach. (4) Merging is also done in learning methods, namely: lecture method, discussion method, question and answer method, demonstration, simulation, and summary method. (5) Likewise, the learning media used vary, be it educators, PAI books, PPT, videos, internet, videos, and other relevant references.
Kompetensi Guru Tahfizh Perspektif Imam An-Nawawi dan Implementasinya di Pondok Pesantren Mahasiswa Dan Sarjana Ulil Albaab Universitas Ibn Khaldun Bogor Jumad Ridwan; Wido Supraha; Akhmad Alim
Rayah Al-Islam Vol 5 No 02 (2021): Rayah Al-Islam Oktober 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v5i02.452

Abstract

Abstrak Kompetensi guru adalah keahlian, pengetahuan, prilaku dan keterampilan yang dimiiki guru. Kualitas pendidikan suatu bangsa sangat ditentukan oleh kualitas para gurunya. Sebagus-bagusnya rancangan kurikulum, teknologi pendidikan, ataupun perencanaan pendidikan, jika tanpa guru yang berkualitas, maka tidak akan membawa kesuksesan dalam meraih tujuan pendidikan. Guru bukan hanya memikirkan metode-metode pengajaran di kelas saja, akan tetapi bagaimana mengembangkan wawasan, pengetahuan, keterampilan, nilai, sikap dan tingkah laku. Guru tahfizhh al-Qur’an merupakan orang yang terbaik dan mulia karena dia mengajarkan wahyu Allah ﷻ kepada para murid. Guru tahfizh harus memiliki beragam kompetensi atau keahlian dalam membina santri, agar santri yang dihasilkan mempunyai mutu dan berdaya guna. Tujuan penelitian untuk mengetahui kompetensi guru tahfizh perspektif imam an-Nawawi dalam kitab al-Tibyān Fī Ᾱdāb Ḥamalah al-Qur‘ān dan implementasinya di PPMS Ulil Albaab UIKA Bogor. Metode penelitian ini menggunakan study pustaka (library research) dan survei lapangan (field research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi menurut imam an-Nawawi adalah kompetensi kepribadian, kompetensi profesional, kompetensi pedagogik, kompetensi sosial dan kompetensi Islamic worldview. Adapun kompetensi yang ada di PPMS Ulil Albaab UIKA ialah kompetensi keilmuan, kompetensi akhlak, kompetensi Islamic worldview, kompetensi profesional, kompetensi diyanah dan kompetensi jamaah. Abstract Teacher competence is the expertise, knowledge, behavior and skills possessed by the teacher. The quality of a nation's education is largely determined by the quality of its teachers. No matter how good the curriculum design, educational technology, or educational planning, if without qualified teachers, it will not bring success in achieving educational goals. Teachers not only think about teaching methods in the classroom, but how to develop insight, knowledge, skills, values, attitudes and behavior. The tahfiz al-Qur'an teacher is the best and noble person because he teaches Allah's revelation to the students. Tahfizh teachers must have various competencies or expertise in fostering students, so that the resulting students have quality and are efficient. The purpose of this study was to determine the competence of the tahfizh teacher from the perspective of Imam an-Nawawi in the book of al-Tibyān Fī dāb Ḥamalah al-Qur'ān and its implementation in PPMS Ulil Albaab UIKA Bogor. This research method uses library research and field surveys. The results showed that the competencies according to Imam an-Nawawi are personality competencies, professional competencies, pedagogic competencies, social competencies and Islamic worldview competencies. The competencies in PPMS Ulil Albaab UIKA are scientific competence, moral competence, Islamic worldview competence, professional competence, religious (diyanah) competence and congregational competence.
Konsekuensi Penerapan Kurikulum Adab Bagi Penghafal Al-Qur’an Muhammad Ichsan Syahrir
Rayah Al-Islam Vol 5 No 02 (2021): Rayah Al-Islam Oktober 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v5i02.453

Abstract

Abstrak Diantara bentuk kelaziman bagi seorang yang menguatkan tekadnya untuk menjadi penghafal Al-Qur’an adalah Mengamalkan apa yang telah dihafalnya, karena pada hakikatnya di dalam menghafal al-Qur’an,tidak akan pernah ada putus-putusnya. Dengan menyelesaikan hafalan Al-Qur’an seluruhnya,bukan berarti seorang penghafal Al-Qur’an lepas dari tanggung jawab,namun ia dituntut untuk melakukan hal-hal yang seharusnya diamalkan para penghafal Al-Qur’an.Karena pada hari kiamat kelak,Al-Qur’an yang telah dihafalnya dapat menjadi pisau bermata dua,kalau bukan menjadi pembela baginya,maka Al-Qur’an akan menjadi penuntut baginya.Setelah menghafal Kalamullah,maka ia menanggung beban diwajibkan baginya untuk memahami makna Al-Qur’an,untuk mendakwahkan-nya,dan menghiasi dirinya dengan poin-poin adab yang ada pada Al-Qur’an.Terlebih lagi Adab adalah penghias bagi seorang muslim,maka seorang mukmin yang mempelajari ilmu agama terlebih lagi Al-Qur’an,lebih berhak untuk menghiasi dirinya dengan akhlak.Namun ironisnya banyak penghafal al-Qur’an yang tidak mengindahkan dirinya dengan akhlak yang mulia.Masih Kita dapati sebagian penghafal al-Qur’an di negeri kita ini yang belum mengamalkan isi al-Qur’an,masih ada yang tidak menghormati gurunya,bersikap angkuh,tidak berperilaku baik kepada sesama teman,atau yang lebih muda darinya,tidak mengontrol dirinya dalam bertutur kata,dan masih banyak lagi adab adab yang belum terdapat pada sebagian penghafal Al-Qur’an di negeri tercinta ini.Untuk itu,penulis membaca dan meneliti kitab Akhlak hamalatil Qur’an karya imam Al-Ajurri dan berusaha memaparkan penerapan kurikulum adab bagi penghafal Al-Qur’an. Abstract It is prevalent among people who aim to memorize the Qur’an to practice what they have memorized,because the essence in memorizing the Qur’an is that it is never-ending.Fully memorizing the Qur’an does not absolve the memorizer from the duty of what he or she memorized,but instead demands the memorizers to practice what he or she memorized.The memorized Qur’an can be a double-edged knife in the hereafter,if not as a shield then it will be a burden upon the memorizer.The memorizers of the Words of God (Kalamullah) must uphold the duties upon them to understand the meaning of the Qur’an,to practice and teach the Qur’an,and beautify themselves with the good manners (‘Adab) as described in the Qur’an.Furthermore,the ‘Adab is the decoration of the believers.Thus, students of the Diin should have the greater right upon this decoration.Ironically,some memorizers of the Qur’an fail to maintain a higher standard of behavior becoming of their status as people of knowledge.Some of these memorizers do not practice what they memorized.These people disrespect their teachers,being arrogant,show bad manners to peers or those younger than them,do not refrain from wasteful words,and many more manners unbecoming of a memorizer of the Qur’an.Therefore,the author reads and reviews the book Akhlak hamalatil Qur’an and conceptualizes the implementation of an ’Adab curriculum for Al-Qur’an memorizers.
Konsep Kepribadian Islami Perspektif Nizar Abadzah Dalam Kitab Syakhsiyah Al Rasul Tufatul Janah; E. Bahruddin; Maemunah Sa’diyah
Rayah Al-Islam Vol 5 No 02 (2021): Rayah Al-Islam Oktober 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v5i02.454

Abstract

Abstrak Kepribadian merupakan sesuatu yang menarik perhatian banyak pihak, banyak teori yang menjelaskan pengertian terkait makna kepribadian dengan sudut pandang yang berbeda. Seorang muslim lebih tepat menggunakan konsep kepribadian yang berbasi keislaman karena konsep ini akan mengakomodasi seluruh perilaku dan semua perbuatannya. Fokus dari penelitian ini adalah untuk menganalisis konsep kepribadian Islami yang terdapat dalam kitab Syakhsiyatun al Rasul karya Nizar Abadzah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif non interaktif, jenis penelitian studi kepustakaan (library research) dengan menggunakan analisis konten (content analysis) dana analisis historis (history analysis). Konsep kepribaidan Islami dalam kitab Syakhsiyatun al Rasul menjadikan Rasul sebagai teladan bagi ummat Islam telah menerapkan konsep kepribadian dan tindakan serta perilkau. Dengan demikian, konsep kepribadian persepketif Nizar Abadzah adalah suatu kesatuan yang menyatu dalam bekerjanya aqliyah dan nafsiyah berdasarkan kaidah Islam yabg melahirkan perbuatan.” Karena kepribadian manusia tidak dibentuk dan dipengaruhi oleh bentuk tubuh, wajah, dan penampilan lainnya. Kepribadian manusia dibentuk oleh aqliyah dan nafsiyah Abstract Personality is something that attracts the attention of many parties, many theories explain the meaning of personality from different perspectives. A Muslim is more appropriate to use the concept of personality based on Islam because this concept will accommodate all of his behavior and all his actions. The focus of this study is to analyze the concept of Islamic personality contained in the book Syakhsiyatun al Rasul by Nizar Abadzah. The method used in this research is a non-interactive qualitative research method, the type of research is library research using content analysis and historical analysis.The concept of Islamic personality in the book of Syakhsiyatun al Rasul makes the Apostle as an example for Muslims who have applied the concept of personality and actions and behavior. Thus, the concept of Nizar Abadzah’s perspective personality is a unity that is unified in the operation of aqliyah and nafsiyah based on Islamic principles which give birth to actions. Because human personality is not shaped and influenced by body shape, face, and other appearances. Human personality is formed by aqliyah and nafsiyah
Penguatan Kompetensi Kepribadian Guru Melalui Nama Allah Al-Shamad Buldan Taufik
Rayah Al-Islam Vol 5 No 02 (2021): Rayah Al-Islam Oktober 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v5i02.455

Abstract

Abstrak Permasalahan kepribadian patut diperhatikan oleh siapapun, karena kemerosotan di bidang tersebut bisa menimpa siapa saja, dan berakibat kekacauan dan berkurangnya keberkahan. Apabila yang mengalami masalah pada kepribadian itu seorang guru atau pendidik, akan menjadi persoalan yang semakin besar lagi, karena efeknya tak hanya untuk pribadinya saja tapi juga anak didik yang para orangtuanya banyak menggantungkan harapan kepada mereka. Pembahasan pada penelitian ini berkisar pada konsep kompetensi kepribadian guru yang merupakan amanah undang-undang, faktor-faktor yang dapat mempengaruhi suatu kepribadian, dan indikator-indikator seorang guru dikatakan berkompeten secara kepribadian, juga konsep asmaul husna, sebagai nilai-nilai ilahi yang kita diperintah untuk ta’abbud dengannya dan diyakini mengandung nilai-nilai kepribadian yang mulia, hingga diharapkan memperkuat kompetensi dimaksud. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan model studi kepustakaan (library research), di mana peneliti sebagai instrumen utamanya. Penulis memilih salah satu asmaul husna sebagai objek kajian, yaitu nama Allah “al-Shamad”, karena maknanya yang luas dan dianggap refresentatif, dan didapati dari satu nama yang agung ini nilai-nilai karakter yang memadai untuk memperkuat kompetensi kepribadian guru sebagaimana yang diharapkan. Abstract Personality problems deserve attention by anyone, because deterioration in this field can happen to anyone, and result in chaos and reduced blessings. If the person experiencing personality problems is a teacher or educator, it will become an even bigger problem, because the effect is not only for personalities but also for students whose parents depend a lot on them. The discussion in this study revolves around the concept of teacher personality competence which is the mandate of law, factors that can influence a personality, and indicators of a teacher who is said to be personally competent, also the concept of Asmaul Husna, as divine values that we are governed by. for ta'abbud with it and it is believed to contain noble personality values, so that it is expected to strengthen the said competence. This study uses a qualitative method with a library research model, in which the researcher is the main instrument. The author chooses one of the Asmaul Husna as the object of study, namely the name Allah "al-Shamad", because of its broad meaning and is considered to be representative, and it is found that from this great name the character values are sufficient to strengthen the teacher's personality competence as expected.

Page 11 of 55 | Total Record : 549