cover
Contact Name
Hisan Mursalin
Contact Email
hisanmursalin@arraayah.ac.id
Phone
+6285884149993
Journal Mail Official
jurnalinfo@arraayah.ac.id
Editorial Address
Jl. Printis Kemerdekaan km.6, 01/05 Sukamulya, Cimenteng, Cikembar 43157
Location
Kab. sukabumi,
Jawa barat
INDONESIA
Rayah Al Islam : Jurnal Ilmu Islam
ISSN : 25033816     EISSN : 26862018     DOI : https://doi.org/10.37274/rais
Rayah Al-Islam (p-ISSN: 2503-3816, e-ISSN: 2686-2018) is a Journal of Islamic studies published twice a year, this scientific publication is managed by the Institute for Research and Community Service (LP2M) Ar-Raayah Arabic Language College (STIBA) Sukabumi. This journal focuses on the study of Islam, in the form of Research Results, Ideas, Theories, Methods and other Actual Problems Related to Islamic studies.This journal openly accepts contributions from experts to publish the results of his research.
Articles 539 Documents
Peranan Hukum Islam di Indonesia Dalam Menyikapi Pernikahan Poligami Annisa Sativa; Dhiauddin Tanjung
Rayah Al-Islam Vol 7 No 1 (2023): Rayah Al Islam April 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v7i1.655

Abstract

Penelitian ini membahas tentang aturan poligami menurut hukum Islam dan hukum positif. Bagaimana dan kapan Pengadilan Agama harus memberikan izin untuk melakukan poligami. Dengan menggunakan penelitian kepustakaan dan pendekatan yuridis normatif, jenis penelitian ini adalah kualitatif. Informasi eksplorasi diperoleh dari informasi opsional dan informasi perpustakaan dan laporan otoritatif, sebagai bahan yang sah. Padahal pendekatan penelitian ini termasuk ke dalam analisis deskriptif, yang dilanjutkan dengan pemaparan deskriptif tentang permasalahan yang muncul saat melakukan penelitian kepustakaan. Penjelasan yang terdapat dalam UU perkawinan mengenai suami yang melakukan poligami harus mengajukan permohonan ke pengadilan. Dikelola dalam pasal lain berkenaan dengan siklus akomodasi harus memenuhi keadaan yang ditentukan oleh Peraturan Perkawinan. Poligami dengan hukum positif versi Islam berbeda kebolehannya. Namun dalam hukum positif, terdapat ketentuan-ketentuan jika suami ingin berpoligami, sedangkan hukum Islam, tampaknya tidak mempersulit mereka yang akan melakukan poligami. Maka untuk mencegah komplikasi dalam perkawinan poligami, kedua bentuk hukum ini harus hidup berdampingan. This study discusses the rules of polygamy according to Islamic law and positive law. How and when should the Religious Courts grant permission to practice polygamy. By using library research and normative juridical approach, this type of research is qualitative. Exploratory information obtained from optional information and library information and authoritative reports, as legal material. Even though this research approach is included in descriptive analysis, which is followed by a descriptive presentation of the problems that arise when conducting library research. The explanation contained in the Marriage Law regarding husbands who practice polygamy must submit an application to the court. Managed in another article regarding the accommodation cycle must meet the conditions determined by the Marriage Regulations. The permissibility of polygamy with the Islamic version of positive law is different. However, in positive law, there are provisions if the husband wants to do polygamy, while Islamic law does not seem to make it difficult for those who are going to do polygamy. So to prevent complications in polygamous marriages, these two legal forms must coexist.
Penyelesaian Sengketa Wakaf Menurut Perpektif Islam dan Hukum Positif Atika Sandra Dewi; Mhd. Yadi Harahap
Rayah Al-Islam Vol 7 No 1 (2023): Rayah Al Islam April 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v7i1.656

Abstract

Indonesia memiliki mayoritas masyarakat muslim. Hal ini tentu membuat masalah administrasi pensiun menjadi sangat mendesak dan sangat sensitif. Selain itu, terkadang timbul permasalahan dari perolehan hak milik atas tanah wakaf antara ahli waris dengan nadzir wakaf, apalagi ada yang berani mengalihkannya kepada pihak lain karena melanggar hukum atau harta benda. Seiring dengan masalah ini, kewajiban, baik litigasi maupun perjanjian di luar pengadilan harus ditangani. Indonesia adalah negara hukum dalam Pasal 1 (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD RI), sehingga segala kegiatan di negara kita diatur oleh hukum. Penyelesaian sengketa berdasarkan hukum aktif tradisional Indonesia: Tanpa litigasi. (DAN). Perdamaian dan Alternatif Penyelesaian Sengketa (ADR). Dasar hukum penyelesaian sengketa yaitu Pasal 6 UU No. 6698.30 (B) , 1999 tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa. UU Perwakafan No. 41 Tahun 2004 pasal 62, proses dan tata cara penyelesaian sengketa mengatur bahwa: Perselisihan diselesaikan dengan musyawarah; Pasal 62 Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004, dalam menangani persoalan-persoalan yang berkaitan dengan kepemilikan tanah, menyatakan bahwa pembentukan perundingan di atas segalanya harus mencapai prioritas yang bulat. Indonesia has a majority Muslim community. This of course makes the issue of pension administration very urgent and very sensitive. In addition, sometimes problems arise from the acquisition of property rights on waqf land between heirs and waqf nadzir, especially when someone dares to transfer it to another party for violating the law or property. Along with these issues, obligations, both litigations and out of court agreements must be addressed,. Indonesia is a legal state in Article 1 (3) of the 1945 Constitution of The Republic Of Indonesia (UUD RI), so that all activites in our country are regulated by law. Dispute resolution under Indonesian tradirional active law : No litigation. Peace and Alternative Dispute Resolution (ADR). The legal basis for dispute resolution is Article 6 of law no 6698.30 (B), 1999 conerning Arbitration and Alternative Dispute Resolution. Endowment Law No. 41 of 2004 artivle 62, the procces and procedure for dispute resolution stipulates that: Disputes are resolved by deliberation; Article 62 of Law Number 41 of 2004, in dealing with issues related to land ownership, states that the establishment f negotiations above all must achieve a unanimous priority.
Peran Keluarga Dalam Pendidikan Agama dan Budaya Religius Pengaruhnya Terhadap Pembentukan Kesehatan Mental Remaja (Penelitian di SMP Manbaul Ulum Cirebon) Hidayah; Irwan Ruswandi
Rayah Al-Islam Vol 7 No 1 (2023): Rayah Al Islam April 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v7i1.658

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan: Peran keluarga dalam pendidikan agama, budaya religius dalam keluarga dan pembentukan kesehatan mental remaja pada siswa SMP Manbaul Ulum Cirebon. Pengaruh peran keluarga dalam pendidikan agama terhadap pembentukan kesehatan mental remaja pada siswa SMP Manbaul Ulum Cirebon. Pengaruh budaya religius keluarga terhadap pembentukan kesehatan mental remaja pada siswa SMP Manbaul Ulum Cirebon dan pengaruh peran keluarga dalam pendidikan agama dan budaya religius terhadap pembentukan kesehatan mental remaja pada siswa SMP Manbaul Ulum Cirebon. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey. Penelitian ini termasuk pendekatan kuantitatif dengan menggunakan desain korelasional. Populasi penelitian ini adalah siswa SMP Manbaul Ulum Cirebon dengan sampel 90 responden. Teknik pengumpulan data utama yang digunakan adalah melalui angket, kemudian didukung oleh wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Uji prasarat analisis menggunakan uji normalitas dan uji linearitas, uji hipotesis menggunakan uji korelasi Product moment. Hasil penelitian menunjukan peran keluarga dalam pendidikan agama berada pada kategori cukup baik. Budaya religius berada pada kategori cukup baik. pembentukan kesehatan mental remaja secara keseluruhan berada pada kategori cukup baik. Terdapat pengaruh yang positif peran keluarga dalam pendidikan agama terhadap pembentukan kesehatan mental remaja. Terdapat pengaruh yang positif budaya religius terhadap pembentukan kesehatan mental remaja. Ada pengaruh yang positif dan signifikan antara peran keluarga dalam pendidikan agama dan budaya religius terhadap pembentukan kesehatan mental remaja pada siswa SMP Manbaul Ulum Cirebon yang ditunjukkan dengan Fhitung (35,691) > Ftabel (3,11). Nilai signifikansi F untuk variabel peran keluarga dalam pendidikan agama (X1) dan budaya religius (X2) adalah 0.000 dan nilai tersebut lebih kecil daripada. probabilitas 0.05 (0,000 < 0,05). Sehingga dalam pengujian ini menunjukkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak. Hal ini berarti bahwa ada pengaruh yang positif dan signifikan antara peran keluarga dalam pendidikan agama (X1) dan budaya religius (X2) terhadap pembentukan kesehatan mental remaja pada siswa SMP Manbaul Ulum Cirebon (Y). This study aims to explain: The role of the family in religious education, religious culture in the family and the formation of adolescent mental health in students of SMP Manbaul Ulum Cirebon. The influence of the role of the family in religious education on the formation of adolescent mental health in SMP Manbaul Ulum Cirebon students. The influence of family religious culture on the formation of adolescent mental health in students of SMP Manbaul Ulum Cirebon and the influence of the role of the family in religious education and religious culture on the formation of adolescent mental health in students of SMP Manbaul Ulum Cirebon. The research approach used in this research is quantitative. The method used in this research is a survey method. This research includes a quantitative approach using a correlation design. The populations of this study were students of SMP Manbaul Ulum Cirebon with a sample of 90 respondents. The main data collection technique used is through a questionnaire, then supported by interviews, observation and documentation studies. Prerequisite analysis test using normality test and linearity test, hypothesis testing using Product moment correlation test. The results of the study show that the role of the family in religious education is in a fairly good category. Religious culture is in the pretty good category. the formation of adolescent mental health as a whole is in the pretty good category. There is a positive influence on the role of the family in religious education on the formation of adolescent mental health. There is a positive influence of religious culture on the formation of adolescent mental health. There is a positive and significant influence between the role of the family in religious education and religious culture on the formation of adolescent mental health in students of SMP Manbaul Ulum Cirebon as indicated by Fcount (35.691) > Ftable (3.11). The significance value of F for the family role variable in religious education (X1) and religious culture (X2) is 0.000 and this value is smaller than. probability 0.05 (0.000 < 0.05). So that in this test it shows that Ha is accepted and Ho is rejected. This means that there is a positive and significant influence between the role of the family in religious education (X1) and religious culture (X2) on the formation of adolescent mental health in students of SMP Manbaul Ulum Cirebon (Y).
Tafsir Surat An-Nisa Ayat 29 Sebagai Landasan Hukum Akad Ba’i Assalam Dalam Praktek Jual Beli Online Aris Munandar; Ahmad Hasan Ridwan
Rayah Al-Islam Vol 7 No 1 (2023): Rayah Al Islam April 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v7i1.659

Abstract

Jual beli adalah satu bagian sistem daripada ajaran islam, sehingga islam sudah mengatur sedemikian rupa terkait hal tersebut, aktivitas transaksi jual beli yang berlandasakan pada Alquran salah satunya bersumber dari pada surat Annisa ayat 29. Akan tetapi makna kandungan dari ayat tersebut perlu kiranya untuk di analisis lebih dalam rangka memberikan pengetahuan kepada semua orang terhadap hal-hal penting yang terkandung didalamnya. Salah satu transaksi dalam aktivitas ekonomi dewasa ini yang sedang banyak dilakukan adalah jual beli online, dimana dalam jual beli hampir sama denga akad salam. Jual beli online dengan akad salam memiliki relevansi yaitu aktivitas jual beli yang dilakukan dengan melakukan pembayaran terlebih dahulu, dan setelah itu pengiriman barang dilakukan. Akan tetapi jual beli online bisa dianggap sah sesuai akad salam apabila memenuhi ketentuan atau prasyarat-prasyarat dari akad salam. Skema pada jual beli online sudah sesuai dengan skema pada akad salam yaitu dengan adanya muslam, muslam alaih, muslam fiih serta shighat. Selain merujuk pada prasyarat utama juga, ada hal yang tidak kalah penting dalam akad jual beli adalah prinsip saling ridho atau kerelaan dalam setiap pelaksanaa transaksi jual beli, karena akad tidak akan menjadi sah apabila tidak ada keridhoan ataupun kereleaan yang sempurna dari para pihak yang melakukan transaksi. karena ketidak sempurnaan keridhoan ditakutkan menjadi pemantik dalam melakukan transaksi yang curang. Buying and selling is a part of the system of Islamic teachings, so that Islam has regulated it in such a way regarding this matter, the activity of buying and selling transactions based on the Koran, one of which comes from the letter Annisa verse 29. However, the meaning of the content of the verse needs to be analyzed more in order to provide knowledge to everyone of the important things contained therein. One of the transactions in today's economic activity that is being carried out a lot is buying and selling online, where buying and selling is almost the same as salam contracts. Buying and selling online with a salam contract has relevance, namely buying and selling activities that are carried out by making a payment first, and after that the delivery of goods is carried out. However, buying and selling online can be considered valid according to the salam contract if it fulfills the terms or conditions of the salam contract. The scheme of buying and selling online is in accordance with the scheme of the salam contract, namely the presence of Muslims, Muslim alaih, Muslim fiih and shighat. In addition to referring to the main prerequisites, there are things that are no less important in a sale and purchase contract, namely the principle of mutual consent or willingness in every sale and purchase transaction, because the contract will not become valid if there is no complete consent or consent from the parties involved in the transaction. . because the imperfection of pleasure is feared to be a trigger in carrying out fraudulent transactions.
Kesabaran Nabi Yakub Menghadapi Kebohongan Anak-Anaknya dan Implikasinya Terhadap Pendidik PAI Mira Yulia Rahmawati; Fahrudin
Rayah Al-Islam Vol 7 No 1 (2023): Rayah Al Islam April 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v7i1.660

Abstract

Sabar merupakan akhlak utama, menurut An-Nahlawi salah satu syarat menjadi seorang pendidik ialah harus memiliki sikap sabar, namun dilapangan sikap sabar masih menjadi catatan tersendiri bagi pendidik, karena realitanya masih banyak ditemukan kasus pendidik yang tidak dapat mengaplikasikan sikap sabar dalam mendidik siswanya. Sikap sabar sendiri telah Allah contohkan melalui kisah para nabi, salah satunya ialah sikap sabar Nabi Yakub yang harus dimiliki oleh setiap pendidik. Adapun tujuan dari penelitian ini yakni untuk mengetahui konsep kesabaran Nabi Yakub dan implikasinya terhadap Pendidik PAI. Dalam hal ini penulis menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengolahan deskriptif analisis dan metode penafsiran maudhu’i. Kemudian penulis menemukan bahwa Nabi Yakub memiliki kesabaran yang baik dengan tidak disertai keluhan dan juga diiringi dengan sikap tawakal. Dengan demikian Nabi Yakub dalam menghadapi anaknya menujukan sikap yang sangat sabar sehingga bisa mengelola emosinya dengan baik dan masih bisa berfikir dengan jernih walau diliputi kekecewaan yang berat. Sikap Sabar Nabi Yakub ini dapat diimplikasikan terhadap Pendidik PAI yakni dengan mengaplikasikan sikap uswah atau teladan dalam diri seorang pendidik dan juga memperbaiki pola komunikasi yang baik antara pendidik dengan peserta didik. Patience is the main character, according to An-Nahlawi one of the requirements to be an educator is to have patience, but in fact, patience is still a separate note for educators because in reality there are still many cases of educators who cannot apply patience in educating their students. God has given examples of the patient through the stories of the prophets, one of which is the patient attitude of the Prophet Jacob which every educator must have. The purpose of this study is to find out the concept of the patience of the Prophet Jacob and its implications for PAI Educators. In this case, the author uses a qualitative approach with descriptive-analytical processing and maudhu'i interpretation methods. Then the writer found that the Prophet Jacob had good patience with no complaints and was also accompanied by an attitude of trust. Thus the Prophet Jacob in dealing with his son showed a very patient attitude so that he could manage his emotions well and was still able to think well even though he was overwhelmed with severe disappointment. This attitude of Patience of the Prophet Jacob can be implied for PAI Educators, namely by applying uswah or exemplary attitudes in an educator and also improving good communication patterns between educators and students.
Peran Masyarakat dalam Pendidikan Islam NonFormal di Desa Jatimulya Kecamatan Suradadi Kabupaten Tegal Akhmad Syefudin; Yusup Rohmadi
Rayah Al-Islam Vol 7 No 1 (2023): Rayah Al Islam April 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v7i1.661

Abstract

Pendidikan Isalm pada era sekarang dihadapkan dengan berbagai tantangan yang menyelimuti kehidupan manusia pada zaman modern. Oleh karena itu pendidikan Islam harus ditujukan pada kebutuhan perubahan masyarakat yang modern. Masyarakat dan lembaga pendidikan harus saling membantu dan berpastisipasi. Hubungan masyarakat dan lembaga pendidikan terjadi di daerah Sigerung desa Jatimulya. Di desa Jatimulya mengalami perkembangan pendidikan Islam yang begitu bagus, baik itu dari sarana dan prasarananya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran masyarakat dalam pendidikan Islam nonformal dan mengetahui hambatan dan solusi peran masyarakat dalam pendidikan islam non formal. Metode penelitian yang diguanakan dalam penelitian ini yaitu penelitian kualitatif lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran masyarakat dalam pendidikan Islam nonformal meliputi: Masyarakat Sebagai Pengguna Jasa, Masyarakat Sebagai Donatur, Masyarakat sebagai penerima kebijakan, Masyarakat memberi masukan dan berkonsultasi, Masyarakat sebagai sumber pelayanan, Masyarakat sebagai pelaksanaan kegiatan. Sedangkan hambatannya yaitu Masyarakat masih ada yang tidak mengikuti kegiatan-kegiatan keagamaan. Solusi yang diberikan oleh masyarakat yaitu m mengajak dan memotivasi masyarakat yang belum aktif dalam kegiatan keagamaan, Lembaga pendidikan meringankan biaya pendidikan dan berusaha melengkapi sarana dan prasarana untuk kegiatan pendidikan. Islamic education in the current era is faced with various challenges that surround human life in modern times. Therefore Islamic education must be addressed to the changing needs of modern society. Communities and educational institutions must help each other and participate. Public relations and educational institutions took place in the Sigerung area of ​​Jatimulya village. In Jatimulya village, there has been a very good development of Islamic education, both in terms of facilities and infrastructure. The purpose of this study was to determine the role of the community in non-formal Islamic education and to find out the obstacles and solutions for the role of the community in non-formal Islamic education. The research method used in this research is field qualitative research. The results of the study show that the role of the community in non-formal Islamic education includes: the community as service users, the community as donors, the community as recipients of policies, the community providing input and consulting, the community as a source of services, the community as implementing activities. While the obstacle is that there are still people who do not participate in religious activities. The solution provided by the community is to invite and motivate people who are not yet active in religious activities, educational institutions reduce the cost of education and try to complete facilities and infrastructure for educational activities.
Problematika dan Solusi Pembelajaran Keterampilan Berbicara pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab di UIN Raden Mas Said Surakarta Marinda Noviani; Moh. Abdul Kholiq Hasan
Rayah Al-Islam Vol 7 No 1 (2023): Rayah Al Islam April 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v7i1.662

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) proses pembelajaran keterampilan berbicara bahasa Arab pada mahasiswa prodi Pendidikan Bahasa Arab di UIN Raden Mas Said Surakarta, (2) problematika pembelajaran keterampilan berbicara bahasa Arab yang dihadapi mahasiswa, dan (3) solusi dari problematika pembelajaran keterampilan berbicara bahasa Arab yang dihadapi mahasiswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, menyebarkan kuisioner, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini meliputi: (1) pembelajaran keterampilan berbicara bahasa Arab pada prodi Pendidikan Bahasa Arab di UIN Raden Mas Said Surakarta menggunakan metode aktif kreatif, (2) problematika pembelajaran keterampilan berbicara bahasa Arab yang dihadapi mahasiswa prodi Pendidikan Bahasa Arab di UIN Raden Mas Said Surakarta meliputi problem kebahasaan dan non kebahasaan, (3) solusi yang peneliti tawarkan diantaranya, menigkatkan kapabilitas pendidik, membuat target hafalan mufrodat, membentuk bi’ah al-‘arobiyyah, membuat kelompok belajar mandiri, memvariasi metode pembelajaran, upgrade motivasi belajar, dan standar penerimaan mahasiswa baru prodi Pendidikan Bahasa Arab di UIN Raden Mas Said Surakarta. The purpose of this study was to find out (1) the process of learning Arabic speaking skills for Arabic Language Education study program students at UIN Raden Mas Said Surakarta, (2) problems of learning Arabic speaking skills faced by students, (3) the solution to the problems of learning Arabic speaking skills faced by students. The type of this research is qualitative. As for data collection using observation techniques, distributing questionnaires, interviews, and documentation. The results of this study are: (1) learning Arabic speaking skills in the Arabic Language Education Study Program at UIN Raden Mas Said Surakarta uses creative active methods, (2) the problems of learning Arabic speaking skills faced by Arabic Language Education study program students at UIN Raden Mas Said Surakarta include linguistic and non-linguistic problems, (3) Some of the solutions that researchers offer include, increasing the capability of educators, setting mufrodat memorization targets, forming bi'ah al-'arobiyyah, creating independent study groups, varying learning methods, upgrading learning motivation, and standards for accepting new students for Arabic Language Education Study Program at UIN Raden Mas Said Surakarta.
Pelaksanaan Standar Proses Kurikulum 2013 Pembelajaran PAI di SDN Telukan 01 Grogol Lail Fajri Rohmatila; Siti Choiriyah
Rayah Al-Islam Vol 7 No 1 (2023): Rayah Al Islam April 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v7i1.663

Abstract

Penelitian ini dilakukan karena SDN Telukan 01 menjadi salah satu sekolah yang ditunjuk dalam melaksanakan kurikulum 2013. Maka peneliti menarik untuk melakukan penelitian mengenai bagaimana perencanaan, pelaksanaan serta penilaian standar proses kurikulum 2013 dalam pembelajaran pendidikan agama Islam yang dilakukan di SDN Telukan 1 Grogol. Penelitian ini berfokus pada, (1) Untuk mengetahui bagaimana guru PAI dalam membuat perencanaan dalam pembelajaran PAI di SDN Telukan 01, (2) Untuk mengetahui bagaimana guru PAI melaksanaan pembelajaran PAI di SDN Telukan 01, (3) Untuk mengetahui bagaimana guru PAI melakukan penilaian terhadap hasil dari proses pembelajaran PAI di SD Telukan 01. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis interaktif dengan langkah-langkah : reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. untuk mengetahui keasahan data dalam penelitian ini Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa di SDN Teluka 01. Dalam proses pembelajaran PAI yang dilakukan oleh guru yaitu dalam perencanaan pembelajaran PAI, pelaksanaan pembelajaran PAI, serta penilaian dari hasil selama pembelajaran PAI, dapat dikatakan sudah sesuai dengan kaidah standar proses dalam kurikulum 2013. This research was conducted because SDN Telukan 01 was one of the designated schools in implementing the 2013 curriculum. So it was interesting for researchers to conduct research on how to plan, implement and evaluate the 2013 curriculum process standards in learning Islamic religious education conducted at SDN Telukan 1 Grogol. This study focuses on, (1) To find out how PAI teachers make plans in PAI learning at SDN Telukan 01, (2) To find out how PAI teachers carry out PAI learning at SDN Telukan 01, (3) To find out how PAI teachers carry out assessments on the results of the PAI learning process at SD Telukan 01. This study used a descriptive qualitative research method. Data collection was carried out by interviews, observation and documentation. The analysis used in this study is an interactive analysis with the steps: data reduction, data presentation, and data verification. to determine the validity of the data in this study. Based on the results of the research, it can be concluded that at SDN Teluka 01. In the PAI learning process carried out by the teacher, namely in planning PAI learning, implementing PAI learning, as well as evaluating the results during PAI learning, it can be said that it is in accordance with the rules process standards in the 2013 curriculum.
Pembentukan Kepribadian Muslim dalam Program Pengembangan Kurikulum di SMP Islam Al Azhar 21 Solo Baru Achsani Taqwym Indra Patriatama; Fauzi Muharom
Rayah Al-Islam Vol 7 No 1 (2023): Rayah Al Islam April 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v7i1.666

Abstract

Pembentukan kepribadian Muslim merupakan upaya mensinergikan antara pola pikir dan pola sikap seorang yang dilandasi oleh akidah dan nilai-nilai Islam. Membentuk kepribadian Muslim pada peserta didik tentu tidak mudah. Dalam pembentukan kepribadian Muslim masih terdapat permasalahan-permasalahan yang dihadapi sekolah seperti, minimnya program sekolah yang spesifik mengatur pembentukan kepribadian Muslim dan minimnya kemampuan guru dalam menerapkan metode pembentukan kepribadian Muslim secara intens. Maka dari itu, diperlukan adanya upaya yang optimal dari sekolah, salah satu diataranya yaitu melalui program pengembangan kurikulum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi pembentukan kepribadian Muslim dalam program pengembangan kurikulum di SMPIA (SMP Islam Al Azhar) 21 Solo Baru. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di SMPIA (SMP Islam Al Azhar) 21 Solo Baru pada bulan Oktober-Desember 2022. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah semua guru, koordinator keagamaan dan koordinator SMPIA 21 Solo Baru, sedangkan informannya adalah kepala sekolah, wali kelas, peserta didik dan orang tua peserta didik SMPIA (SMP Islam Al Azhar) 21 Solo Baru. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan teknik triangulasi metode dan triangulasi sumber. Analisis data menggunakan model analisis interaktif yaitu dengan langkah-langkah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Setelah melakukan penelitian, dapat disimpulkan bahwa dalam Implementasi Pembentukan Kepribadian Muslim dalam Program Pengembangan Kurikulum di SMPIA (SMP Islam Al Azhar) 21 Solo Baru menjadi 4 program, yaitu: (1) Pengembangan Kepribadian Muslim yang bertujuan untuk membentuk pribadi yang unggul yang memiliki akidah yang lurus, ibadah yang benar dan akhlak yang mulia. (2) Penguasaan Bahasa Asing yang memiliki tujuan untuk membentuk pribadi unggul di bidang penguasaan bahasa asing, terutama Bahasa Inggris. (3) Penguasaan Iptek yang memiliki tujuan untuk membentuk pribadi yang unggul di bidang penguasaan iptek melalui pembelajaran berbasis IT. (4) Pengembangan Keterampilan, Kemandirian dan Kepribadian yang memiliki tujuan untuk membentuk pribadi unggul yang memiliki kecakapan global, kecakapan hidup dan nilai luhur. The formation of a Muslim personality is an effort to synergize the mindset and attitude patterns of a person based on Islamic beliefs and values. Forming a Muslim personality in students is certainly not easy. In the formation of Muslim personality, there are still problems faced by schools such as the lack of specific school programs governing the formation of Muslim personality and the lack of teacher ability to apply methods of forming Muslim personality intensely. Therefore, it is necessary to have optimal efforts from schools, one of which is through a curriculum development program. The purpose of this study was to determine the implementation of Muslim personality formation in the curriculum development program at SMPIA (Al Azhar Islamic Middle School) 21 Solo Baru. This research is descriptive qualitative research. This research was conducted at SMPIA (Al Azhar Islamic Middle School) 21 Solo Baru in October-December 2022. The research subjects in this study were all teachers, religious coordinators, and SMPIA 21 Solo Baru coordinators, while the informants were school principals, homeroom teachers, students, and parents of SMPIA students (Al Azhar Islamic Middle School) 21 Solo Baru. Data collection techniques were carried out by means of interviews, observation, and documentation. The data validation technique uses method triangulation and source triangulation techniques. Data analysis uses an interactive analysis model, namely the steps of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. After conducting research, it can be concluded that the Implementation of the Formation of Muslim Personality in the Curriculum Development Program at SMPIA (SMP Islam Al Azhar) 21 Solo Baru is divided into 4 programs, namely: (1) Muslim Personality Development which aims to form superior individuals who have good faith straight, true worship and noble character. (2) Mastery of Foreign Languages ​​which has the aim of forming superior personalities in the field of mastering foreign languages, especially English. (3) Mastery of science and technology which aims to form superior individuals in the field of mastery of science and technology through IT-based learning. (4) Development of Skills, Independence, and Personality which aims to form superior individuals who have global skills, life skills, and noble values
Riba dan Gharar dalam Bitcoin pendekatan Qaidah Fiqh Abdurrahman Wahid
Rayah Al-Islam Vol 7 No 1 (2023): Rayah Al Islam April 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v7i1.668

Abstract

Dalam Kaidah fiqh ada kaidah hukum dasar segala perbuatan ialah boleh kecuali ada dalil yang mengharamkan. Pada prinsipnya keberadaan bitcoin sebagai mata uang virtual diperbolehkan, karena telah diterima oleh berbagai kalangan masyarakat, tetapi persetujuan, legalitas serta pengakuan pemerintah harus dilihat sebagai hak dan kewajiban pemerintah. Hal ini Termasuk masalah penerbitan mata uang bitcoin, guna menghindari kemungkinan kemadharatan yang mungkin terjadi. Dalam kenyataannya, perdagangan Bitcoin saat ini lebih banyak digunakan sebagai spekulasi sehingga terdapat unsur gharar dan maisir yang terkandung dalamnya akad batil dan unsur yang dilarang oleh prinsip ajaran Islam. Menggunakan Bitcoin sebagai sarana investasi sangat spekulasi dan berisiko. Jika mengacu kepada alasan pengharaman riba maka ada riba dalam transaksi bitcoi yaitu berkaitan dengan pertukaran yang disyaratkan taqaabudh serta tamaatsul.Penggunaan Bitcoin juga terlihat dalam motode penolakan terhadap madharat, dengan ketidakjelasan dan mengandung unsur gharar dan maysir, terutaman legitimasi dari pemerintah yang tidak jelas mengenai penggunaan bitcoin, maka akan menyebabkan dampak negative yang sangat besar misalnya penyalah gunaan dana untuk kejahatan seperti tindak pidana terorisme dan Money Laundering. Oleh karena itu mencegah madharat leih diutamakan daripada mendadatangkan manfaat.Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (Library Research). yakni dengan menelaah artikel, buku dan laman website untuk memperoleh data, teori dan konsep yang berkaitan dengan penelitian ini. In the Rules of fiqh there is a basic legal rule that all actions are permissible unless there is an argument that forbids it. In principle, the existence of bitcoin as a virtual currency is permissible, because it has been accepted by various groups of people, but government approval, legality and recognition must be seen as rights and obligations of the government. This includes the issue of issuing bitcoin currency, in order to avoid possible harm that might occur. In reality, Bitcoin trading is currently mostly used as speculation so that there are elements of gharar and maisir which are contained in vanity contracts and elements prohibited by Islamic principles. Using Bitcoin as an investment vehicle is highly speculative and risky. Referring to the reasons for prohibiting usury, there is usury in bitcoin transactions, namely related to the exchange required by taqaabudh and tamaatsul. The use of Bitcoin is also seen in the method of rejecting madharat, with ambiguity and containing elements of gharar and maysir, especially legitimacy from the government which is not clear regarding the use bitcoin, it will cause enormous negative impacts, for example the misuse of funds for crimes such as terrorism and money laundering. Therefore preventing harm is prioritized over bringing benefits. This research uses a descriptive qualitative research approach. The type of research used is library research (Library Research). namely by examining articles, books and website pages to obtain data, theories and concepts related to this research.