cover
Contact Name
Hisan Mursalin
Contact Email
hisanmursalin@arraayah.ac.id
Phone
+6285884149993
Journal Mail Official
jurnalinfo@arraayah.ac.id
Editorial Address
Jl. Printis Kemerdekaan km.6, 01/05 Sukamulya, Cimenteng, Cikembar 43157
Location
Kab. sukabumi,
Jawa barat
INDONESIA
Rayah Al Islam : Jurnal Ilmu Islam
ISSN : 25033816     EISSN : 26862018     DOI : https://doi.org/10.37274/rais
Rayah Al-Islam (p-ISSN: 2503-3816, e-ISSN: 2686-2018) is a Journal of Islamic studies published twice a year, this scientific publication is managed by the Institute for Research and Community Service (LP2M) Ar-Raayah Arabic Language College (STIBA) Sukabumi. This journal focuses on the study of Islam, in the form of Research Results, Ideas, Theories, Methods and other Actual Problems Related to Islamic studies.This journal openly accepts contributions from experts to publish the results of his research.
Articles 539 Documents
Analisis Yuridis Hukum Ekonomi Syariah Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja Agus Yusuf Ahmadi; Sutrisno
Rayah Al-Islam Vol 7 No 1 (2023): Rayah Al Islam April 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v7i1.669

Abstract

Kajian hukum ekonomi syariah dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja, menganalisa turunan sebuah konsep ekonomi dari referensi al-Quran dan Hadis, fokus dalam perkembangan berdasarkan hukum positif yang berlaku dalam peraturan perundang-undangan di Indonesia. Penelitian ini mengarah kepada kajian-kajian penelitian pustaka (library research), dengan kajian pendekatan, yuridis, dan peraturan pelaksana Undang-Undang Cipta Kerja yang terdiri atas Peraturan Pemerintah, Peraturan Presiden, Peraturan Menteri. Hasil penelitian ini terdapat konvergensi Undang-Undang Cipta Kerja dengan Hukum Ekonomi Syariah; tentang Bank Syariah, Koperasi Syariah menegaskan dalam regulasi permodalan investor asing tetap dapat memiliki bank syariah dengan pola kemitraan. Koperasi Syariah dalam Undang-Undang Cipta Kerja secara tegas memberikan pelindungan serta pemberdayaan pelatihan sumberdaya manusia, program kemitraan, program memberikan support inovasi dan perluasan pemasaran. Penyelenggaraan Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dan Penyelenggaraan Ibadah Haji Khusus (PIHK), kemudahan dalam Bank garansi dalam izin lebih rendah dan akreditasi dalam jangka waktu lima tahun, dan akareditansi dapat dilakukan dalam satu paket sekaligus. Zakat, infaq, sadaqah menjadi obyek dikecualikan dari pajak yang didalamnya bantuan dan sumbangan secara prosedur zakat yang dibayarkan. The study of sharia economic law in the Law of the Republic of Indonesia Number 11 of 2020 concerning Job Creation, analyzes the derivative of an economic concept from references to the Koran and Hadith, focusing on developments based on positive laws that apply in Indonesian laws and regulations. This research leads to library research studies, with a study of approaches, juridical, and implementing regulations for the Job Creation Law which consist of Government Regulations, Presidential Regulations, Ministerial Regulations. The results of this study show the convergence of the Job Creation Law and Sharia Economic Law; regarding Islamic Banks, Islamic Cooperatives emphasize that in the capital regulations foreign investors can still own Islamic banks with a partnership pattern. Sharia cooperatives in the Job Creation Law explicitly provide protection and empower human resource training, partnership programs, programs to provide innovation support and marketing expansion. Organizing Umrah Pilgrimage Tours (PPIU) and Organizing Special Hajj Pilgrimage (PIHK), convenience in Bank guarantees for lower permits and accreditation for a period of five years, and scholarships can be carried out in one package at a time. Zakat, infaq, sadaqah are exempt objects from taxes in which aid and donations are paid according to the zakat procedure.
Peran Guru PAI dalam Menanamkan Moderasi Beragama di Sekolah Dasar Negeri Cangkringan Banyudono Boyolali Tahun 2022 Lintang Pertiwi; Khuriyah
Rayah Al-Islam Vol 7 No 1 (2023): Rayah Al Islam April 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v7i1.670

Abstract

Moderasi beragama sebagai cara pandang mampu menjadi solusi untuk saling terbuka, menerima perbedaan, dan menjaga kerukunan antar umat beragama. Penguatan moderasi ini juga sebaiknya dikenalkan sejak dini kepada murid agar tidak mudah terpengaruh dengan pemikiran beragama yang radikal dan menutup diri dengan agama lain melalui peran seorang guru agama. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peran guru PAI dan mengetahui faktor pendukung serta penghambat dalam membangun moderasi beragama di Sekolah Dasar Negeri Cangkringan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dekriptif. Tempat penelitian adalah di SD Negeri Cangkringan yang memiliki kriteria yang tepat dalam penelitian ini. Pengumpulan data dengan menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara mengumpulkan data, mereduksi data, menyajikan dan menarik kesimpulan. Keabsahan data dilakukan dengan menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: Peran guru PAI dalam membangun moderasi beragama di SD Negeri Cangkringan meliputi: a. Konservator sebagai guru PAI bertanggung jawab akan sikapnya, b. Transmiter (penerus) guru PAI bertindak sebagai motivator dan pembimbing, c. Innovator (pengembang) guru PAI berkolaborasi dengan semua guru dari berbagai agama, d. Organizer (pelaksana) guru melaksanakan kegiatan yang diinovasikan, e. Transformator, guru PAI menerjemahkan nilai dengan menjadi figur untuk murid. Faktor pendukung dan faktor penghambat dalam membangun moderasi beragama di sekolah meliputi: Faktor Pendukung yaitu semua guru mendukung setiap ada kegiatan keagamaan di sekolah kemudian lingkungan masyarakat sekitar dan wali murid sangat mendukung terhadap kegiatan sekolah terutama kegiatan keagamaan. Adapun faktor penghambat antara lain fasilitas sekoah kurang memadai tidak adanya mushola dan tempat wudhu sehingga dalam pelaksanaan keagamaan kurang terorganisir, wali murid mendukung program keagamaan yang diadakan oleh sekolahan akan tetapi ketika diminta bantuan materi banyak yang merasa keberatan serta disekolahan hanya disediakan buku-buku yang bersifat umum sedangkan buku tentang keagamaan masih minim. Religious moderation as a perspective can be a solution for being open to each other, accepting differences, and maintaining harmony between religious communities. This strengthening of moderation should also be introduced early on to students so that they are not easily influenced by radical religious thoughts and close themselves to other religions through the role of a religious teacher. The purpose of this study was to describe the role of the PAI teacher and find out the supporting and inhibiting factors in building religious moderation in Cangkringan Public Elementary School. This study uses a descriptive qualitative approach. The place of research is at SD Negeri Cangkringan which has the right criteria in this study. Data collection using interview and documentation techniques. Data analysis was carried out by collecting data, reducing data, presenting and drawing conclusions. The validity of the data is done by using triangulation of sources and techniques. The results of this study indicate that: The role of the PAI teacher in building religious moderation at SD Negeri Cangkringan includes: a. The conservator as a PAI teacher is responsible for his attitude, b. The transmitter (successor) of the PAI teacher acts as a motivator and mentor, c. PAI teacher innovator (developer) collaborates with all teachers from various religions, d. Organizer (implementing) teachers carry out activities that are innovated, e. Transformers, PAI teachers translate values by becoming figures for students. Supporting factors and inhibiting factors in building religious moderation in schools include: Supporting factors, namely all teachers support every religious activity at school, then the surrounding community and parents of students are very supportive of school activities, especially religious activities. The inhibiting factors include inadequate school facilities, no prayer room and ablution places so that the implementation of religion is less organized, student guardians support religious programs held by schools, but when asked for material assistance, many object and schools are only provided with books that are religious in nature. general while books on religion are still minimal
Tahlîl Siyâsah Al-Ta'lîm bi Madrasah Al-'Âliyah Al-Dîniyyah Al-Hukūmiyyah 1 Surakarta fi Khilâl Al-Wabâ' Virus Corona Firdaus Author Reyza FM; Imam Makruf
Rayah Al-Islam Vol 7 No 1 (2023): Rayah Al Islam April 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v7i1.673

Abstract

يرتبط تطبيق التعلم في المدارس إلى حد كبير بسياسات الحكومة ، لذا خلال جائحة Covid-19 ، قدمت الحكومة تعليمات التعلم عبر الإنترنت والتي تم تنفيذها في البداية شخصيًا / وجهاً لوجه. وهذا يتطلب التكيف مع عملية التعلم ، سواء في شكل وسائل الإعلام واستعداد المعلمين والطلاب بمدرسة العالية الدينية الحكومية 1 سوراكرتا في التعامل مع هذه الظاهرة. تهدف هذه الكتابة إلى تحليل تنفيذ التعلم بمدرسة العالية الدينية الحكومية 1 سوراكرتا أثناء الجائحة. الطريقة المستخدمة في هذا البحث هي دراسة حالة ظاهرية. طرق جمع البيانات في هذه الدراسة هي المقابلات والملاحظة والتوثيق. يستخدم تنفيذ التعلم عبر الإنترنت في بمدرسة العالية الدينية الحكومية 1 سوراكرتا ، أي باستخدام وسائل التواصل الاجتماعي و Google Classroom كوسيلة اتصال للتفاعل ، ومعلومات حول الجداول الزمنية ، وتنفيذ التعلم ، ومهام التجميع. في حين أن Zoom in Google Meet يستخدم عادة كوسيلة للتواصل والتعبئة وشرح المواد التعليمية ويستخدم بمدرسة العالية الدينية الحكومية 1 سوراكرتا المناهج KMA 184 و 183 كمنهج أساسي ويستخدم منهج الطوارئ كدليل إرشادي لتنفيذ التعلم أثناء الوباء إلى جانب أن المدارس تحدد المدرسة والشهر للوقوف على حالة تفشي فيروس كورونا وعقلية وصحة الطلاب The application of learning in schools is very much tied to government policies so that during the Covid-19 pandemic the government provided online learning instructions which were initially carried out in person/face to face. This requires adaptation to the learning process, both in the form of media and the readiness of teachers and students of MAN 1 PK Surakarta in dealing with this phenomenon. This writing aims to analyze the implementation of learning at MAN 1 PK Surakarta during a pandemic. The method used in this research is a phenomenological case study. The data collection methods in this study are interviews, observation and documentation. Implementation of online learning at MAN 1 PK using social media or Google Classroom is used as a communication medium for interaction, information about schedules, learning implementation, and collection assignments. Whereas Zoom in Google Meet is usually used as a means of communication, mobilization and explanation of educational materials and MAN 1 PK uses the KMA 184 and 183 curricula as the core curriculum and uses the emergency curriculum as a guideline for implementing learning during an epidemic, besides that schools set school and month to find out the situation of the Corona virus outbreak, the mentality and health of students. Penerapan pembelajaran di sekolah sangat terikat dengan kebijakan pemerintah sehingga pada masa pandemi Covid-19 pemerintah menginstruksikan pembelajaran secara daring yang pada awalnya dilakukan secara tatap muka. Hal ini memerlukan adaptasi proses pembelajaran, baik berupa media maupun kesiapan guru dan siswa MAN 1 PK Surakarta dalam menghadapi fenomena tersebut. Penulisan ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan pembelajaran di MAN 1 PK Surakarta pada masa pandemi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus fenomenologi. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Pengimplementasian pembelajaran daring di MAN 1 PK yaitu dengan menggunakan media sosial maupun Google Classroom digunakan sebagai media komunikasi untuk interaksi, informasi jadwal, pelaksanaan pembelajaran, dan pengumpulan tugas. Sedangkan Zoom Meet dan Google Meet biasanya digunakan sebagai sarana komunikasi, mobilisasi, dan penjelasan materi pendidikan. MAN 1 PK menggunakan kurikulum KMA 184 dan 183 sebagai kurikulum inti serta menggunakan kurikulum darurat sebagai pedoman pelaksanaan pembelajaran di masa wabah, selain itu sekolah menetapkan sekolah dan bulan untuk mengetahui situasi wabah virus corona, mental dan kesehatan siswa.
Konsep dan Implementasi Kaidah Fiqhiyah Tentang Syirkah (Studi di Koperasi Syariah Baitul Mu’min Ujung-Berung Bandung) Ai Imas Mursyidah Zein; Fauzan Januri
Rayah Al-Islam Vol 7 No 1 (2023): Rayah Al Islam April 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v7i1.674

Abstract

Kaidah merupakan hukum yang bertabiat universal (kulli) yang mencakup segala bagian- bagiannya(juz`i) dimana hukum yang juz`i itu menjadi bagian dari hukum yang universal ataupun kulli. Ranah kajian mangulas kaidah yang terpaut dengan kaidah fiqhiyah furu’ yang tercantum kedalam dawâbith fiqhiyyah ataupun kaidah fiqih spesial yang mangulas satu bab saja ialah terpaut muamalah ataupun tepatnya berkenaan dengan perkara syirkah. Sejatinya ketetapan hukum syirkah merupakan akad yang diperbolehkan syariat. Namun, ada beberapa ketentuan mekanisme akad syirkah ini berbeda-beda ada syrkah yang dianggap tidak diperbolehkan atau batal ada juga syirkah yang ditetapkan kebolehannya oleh syariat Islam. Salah satu syirkah yang diperbolehkan adalah mudharabah. Salah satu lembaga keuangan syariah yang mempraktikannya adalah Koperasi Syariah Baitul Mu’min Ujung Berung. Ketetapan syirkah mudharabah ini telah ditetapkan sebagai salah satu syirkah yang diperbolehkan syariat Islam. The rule is a universal law (kulli) which includes all its parts (juz`i) where the juz`i law becomes part of a universal law or kulli. The area of study dealing with principles related to the rules of fiqhiyah furu' included in the dawâbith fiqhiyyah or special fiqh rules that cover only one chapter is related to muamalah or to be precise with regard to syirkah matters. In fact, the stipulations of syirkah law are contracts that are permitted by shari'a. However, there are several provisions on the mechanism of this syirkah contract, which vary, there are syirkah which are considered prohibited or canceled, and there are also syirkah whose permissibility is determined by Islamic law. One of the permissible syirkah is mudharabah. One of the Islamic financial institutions that practice this is the Baitul Mu'min Ujung Berung Sharia Cooperative. This syirkah mudharabah provision has been determined as one of the syirkahs permitted by Islamic law.
Tatwirul Biah Lughawiyah Fi Tanmiati Maharatil Kalam Fi Mahad Muhammadiyah Al Islami Abdur Razzaq Fakhrudin Yogyakarta Fachrirazi; Sumiati
Rayah Al-Islam Vol 7 No 1 (2023): Rayah Al Islam April 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v7i1.675

Abstract

أهداف هذا البحث هي (1) تطوير البيئة اللغوية لتنمية مهارة الكلام للصف السابع بمعهد محمدية الاسلامي عبد الرزاق فخر الدين2022/2023. (2) لمعرفة النجاح في تطوير البيئة اللغوية في اكتساب مهارة الكلام في معهد محمدية عبد الرزاق فخر الدين جوكجاكرتا2022/2023. (3) معرفة مدى فعالية هذا تطوير البيئة.يستخدم الباحث الدراسة الميدانية التجريبية في تطوير بحثه مستعين بالمنهج البحث التطويري بنموذج ADDIE (التحليل والتصميم والتطوير والتنفيذ والتقويم). وأسلوب لجمع البيانات في هذا البحث هي الملاحظة والمقابلة والاستبانة والاختبار. وعينة مجتمع البحث هؤلاء طلاب وطالبات الفصل السابع وتؤخد عشرون عينة لتكون الطائفة الضابطة وعشرون لطائفة التجربية.سلك الباحث كيفية تطوير البيئة اللغوية لتنمية مهارة الكلام في معهد محمدية الإسلامي عبد الرزاق فخر الدين يوكياكرتا بطريقتين 1. إعداد المادة يتكون من المفردات والحوارات والأساليب والصرف نص إلقاء الكلمات 2. استراتجية تكوين البيئة اللغوية في معهد عبد محمدية الإسلامي عبد الرزاق فخر الدين يتكون من إنشاء السكن للطلاب والطالبات الفصل السابع بمعهد محمدية الإسلامي عبد الرزاق فخر الدين وعقد اللقاءات العربية مع الطلبة وتدريب الطلاب على إلقاء و الخطابةتعويد الطلاب على الاستماع ومتابعة برامج الفصحى ووضع الملصقات على الجدار حول السكن .وتشير نتائج البحث أن مادة التعليمية فعالة لترقية مهارة الكلام لدى الفصل السابع، اعتمادا على النتائج المحصولة للاختبار البعدي وجدت الباحثة أن درجة تاء حساب في هذا البحث ( ) أكبر من درجة تاء جدول على مستوى (0،01 2,861) و (0،05 2,539) The aims of this study were (1) to develop a linguistic environment for the development of speaking skills for seventh grade students at PPM MBS Muhammadiyah Abdul Razzaq Fakhrudin in the 2022/2023 academic year. (2) To find out the success of developing a linguistic environment in learning speaking skills at PPM MBS Muhammadiyah Abdul Razzaq Fakhrudin in the 2022/2023 academic year. (3) to find out the effectiveness of developing the language environment at PPM MBS Muhammadiyah Abdul Razzaq Fakhrudin for the 2022/2023 academic year.Researchers use empirical field studies to develop their research, using development research methods in the ADDIE model (analysis, design, development, implementation and evaluation). Data collection methods in this study are observation, interviews, questionnaires and tests. The research sample was seventh grade students, twenty samples were taken as the control group and twenty samples for the experimental group.The results showed that educational materials were effective for improving speaking skills in seventh grade, depending on the results obtained for the post-test, the researcher found that the degree of t-account (t_o) in this study (-4.2 ) was greater than the degree of t-table (t_t) at the level (0.01 = 2.861) and (0.05 = 2.539). Tujuan penelitian ini adalah (1) mengembangkan lingkungan linguistik untuk pengembangan keterampilan berbicara siswa kelas VII PPM MBS Muhammadiyah Abdul Razzaq Fakhrudin tahun ajaran 2022/2023. (2) Untuk mengetahui keberhasilan pengembangan lingkungan linguistik dalam pembelajaran keterampilan berbicara di PPM MBS Muhammadiyah Abdul Razzaq Fakhrudin tahun pelajaran 2022/2023. (3) untuk mengetahui efektivitas pengembangan lingkungan bahasa di PPM MBS Muhammadiyah Abdul Razzaq Fakhrudin tahun ajaran 2022/2023. Peneliti menggunakan studi lapangan empiris untuk mengembangkan penelitiannya, dengan menggunakan metode penelitian pengembangan dalam model ADDIE (analisa, desain , pengembangan, implementasi dan evaluasi). Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, angket dan tes. Sampel penelitian adalah siswa kelas VII, diambil dua puluh sampel sebagai kelompok kontrol dan dua puluh sampel untuk kelompok eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa materi pendidikan efektif untuk meningkatkan keterampilan berbicara di kelas VII, tergantung hasil yang diperoleh untuk post-test. , peneliti menemukan bahwa derajat t-hitung (t_o) pada penelitian ini (-4,2 ) lebih besar daripada derajat t-tabel (t_t) pada taraf (0,01 = 2,861) dan (0,05 = 2,539).
Tinjauan Hukum Islam Dan Hukum Positif Terhadap Perlindungan Ketenagakerjaan Bagi Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kera (PPPK) Rahmad Fauzi Salim; Mustapa Khamal Rokan
Rayah Al-Islam Vol 7 No 1 (2023): Rayah Al Islam April 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v7i1.676

Abstract

Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk membahas tinjauan hukum Islam dan hukum positif tentang perlindungan ketenagakerjaan bagi pegawai pemerintah yang memiliki perjanjian kerja (PPPK) dan untuk berbagi ilmu dan memberikan pandangan tentang hal tersebut. Aparatur (ASN), Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 mengatur dalam pasal 1 angka 4 bahwa PPPK adalah warga negara Indonesia yang memenuhi persyaratan tertentu dan diangkat berdasarkan perjanjian kerja untuk waktu yang telah ditentukan dalam rangka melaksanakan tugas kedinasan. Dan dialam Hukum Islam ASN bisa disamakan dengan tabi’in atau pengikut terhadap ulil amri (pemerintah). Yang dimana pengikut atau pekerja harus selalu patuh kepada pemimpinnya namun jika hal itu tidak sesuai dengan syariat yang ada maka boleh tidak diikuti. Dan dalam hal ini seorang pemimpin juga harus memenuhi hak dari pengikutnya dan menyamakan seluruh hak-hak dari setiap pengikutnya tanpa membeda-bedakannya. Hal ini berlaku juga kepada PPPK yang ada beberapa poin yang berbeda haknya dengan PNS. PPPK memiliki perbedaan dengan PNS yaitu PPPK tidak memiliki hak pensiun, tidak mendapat pola kenaikan pangkat serta bisa diberhentikan sewaktu-waktu oleh instasi terkait. Maka hal inilah yang menjadi permasalahan didalam pengadaan PPPK ini yaitu belum ada perlindungan ketenagakerjaan yang lebih pasti untuk melindungi keberadaan PPPK ini. Permasalahan yang dikaji didalam tulisan ini yaitu mengenai status keberadaan PPPK dan mengenai perlindungan ketenagakerjaan bagi bagi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Adapun metode penelitian yang penulis gunakan yaitu yuridis normatif, dengan menggunakan pendekatan undang-undang atau statute approach. Adapun hasil dari kajian ini yaitu bahwa perlindungan hukum terhadap PPPK masih belum memadai sehingga baik itu didalam PP No.49 Tahun 2018 maupun didalam UU No. 5 Tahun 2014 masih belum dirincikan mengenai jaminan masa depan dari PPPK ini. Seperti yang diketahui PPPK hanya memiliki hak jaminan hari tua namun tidak ada hak pensiun, dan juga mengenai masa kerja yang sewaktu-waktu bisa dilakukan pemutusan kerja. The purpose of writing this paper is to discuss an overview of Islamic law and positive law on labor protection for government employees who have an employment agreement (PPPK) and to share knowledge and provide views on this matter. Apparatus (ASN), Law Number 5 of 2014 stipulates in article 1 number 4 that PPPK is an Indonesian citizen who meets certain requirements and is appointed based on a work agreement for a predetermined time in order to carry out official duties. And in Islamic law ASN can be equated with tabi'in or followers of ulil amri (government). Which is where followers or workers must always obey their leaders but if it is not in accordance with the existing Shari'a then it may not be followed. And in this case a leader must also fulfill the rights of his followers and equalize all the rights of each of his followers without discriminating between them. This also applies to PPPK, where there are several points that have different rights from civil servants. PPPK differs from PNS in that PPPK does not have pension rights, does not get a promotion pattern and can be dismissed at any time by the relevant agency. So this is the problem in the procurement of this PPPK, namely that there is no more definite labor protection to protect the existence of this PPPK. The problems studied in this paper are regarding the status of the existence of PPPK and regarding labor protection for government employees with work agreements (PPPK). The research method that the author uses is normative juridical, using a law or statute approach. The results of this study are that legal protection for PPPK is still inadequate so that both in PP No. 49 of 2018 and in Law No. 5 of 2014 has not yet detailed the future guarantee of this PPPK. As is well known, PPPK only has the right to old-age security but no pension rights, and also regarding the period of work that can be terminated at any time.
Akad Salam dan Wakalah Dalam Jual Beli Dropshipping Menurut Kaidah Fikih Ekonomi Dian Ikha Pramayanti; Fauzan Januri
Rayah Al-Islam Vol 7 No 1 (2023): Rayah Al Islam April 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v7i1.681

Abstract

Kegiatan ekonomi saat ini sudah mulai berkembang dan bertransformasi ke digitalisasi. Sehingga perlu sinkronisasi antar syariat Islam yang ada di dalam Al-Qur’an dan Hadis. Apakah hukum dalam Al-Qur’an dan hadis masih relevan dengan kegiatan muamalah saat ini yang serba digital karena sangat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan dan hajat manusia di muka bumi.Dari beberapa review literatur secara qawaid fhiqiyah, bahwa jual beli dengan sistem dropshipping memiliki kesamaan dengan jual beli yang menggunakan akad salam (akad salam paralel) dan akad wakalah. Ke dua akad tersebut saling berkaitan dalam jual beli dengan sistem dropshipping. Dan jual beli dengan sistem dropshipping ini diperbolehkan dalam agama Islam. Yaitu pada akad salam yang mana terjadi dalam perkara kepemilikan dan keberadaan barang yang akan dijual. Dalam sistem dropshipping, penjual (dropshipper) tidak memilik dan tidak ada barang (keberadaan barang) di sisinya. Saat akad wakalah juga ada “celah” tidak sesuai syariah. Bahwa syarat wakalah adalah harga atau keuntungan penjualan adalah dalam tanggungan supplier (muwakkil). Namun, pada praktiknya dropshipper bisa menentukan harga dan pengambilan keuntungan tanpa ada kesepakatan di awal dengan supplier. Currently, economic activity has begun to develop and transform into digitalization. So it is necessary to synchronize between Islamic law in the Al-Qur'an and Hadith. Are the laws in the Qur'an and hadith still relevant to today's all-digital muamalah activities because they are very much needed to meet the needs and desires of humans on earth.From several qawaid fhiqiyah literature reviews, that buying and selling with a dropshipping system has similarities to buying and selling using a salam contract (parallel salam contract) and a wakalah contract. The two contracts are interrelated in buying and selling with a dropshipping system. And buying and selling with the dropshipping system is permissible in Islam. Namely in the salam contract which occurs in cases of ownership and existence of the goods to be sold. In the dropshipping system, the seller (dropshipper) does not own and there are no goods (existence of goods) on his side. When the wakalah contract also has "loopholes" that are not in accordance with sharia. Whereas the wakalah requirement is that the price or sales profit is in the hands of the supplier (muwakkil). However, in practice, dropshippers can determine prices and take profits without prior agreement with suppliers.
Ragam Pendekatan dan Metode Penafsiran Al-Qur’an Fauzi, Safran; Rifa’i, Ilyas; Marlina, Lina
Rayah Al-Islam Vol 7 No 1 (2023): Rayah Al Islam April 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v7i1.684

Abstract

Artikel ini membahas secara mendasar mengenai pendekatan dan metode yang dilakukan oleh mufassir dalam menafsirkan al-Qur’an, kelebihan dan kekurangan metode yang dipakai oleh para mufassir serta sejarah dan perkembangannya. Seiring berjalan dan berkembangnya waktu dari masa Rasulullah ﷺ hingga masa sekarang, tercatat banyak pendekatan dan metode yang dipakai oleh para mufasir diantaranya pendekatan linguistik, pendekatan berbasis logika, pendekatan berbasis tasawuf, dan pendekatan riwayat, pendekatan isyarat, sehingga dalam pembahasan metode penafsiran al-Qur’an, kita mengenal ada beberapa metode tafsir yang digunakan oleh para ulama yang menghiasi berbagai macam kitab tafsir yang terkenal dalam dunia Islam. Diantaranya metode tafsir tahlily, metode ijmaly, metode muqaran, metode kontekstual, metode tafsir bir riwayah dan metode tafsir bir ro’yi. This article discusses fundamentally the approaches and methods used by mufassir in interpreting the Qur'an, the advantages and disadvantages of the methods used by mufassir and its history and development. As time goes on and the development of time from the time of the Prophet ﷺ to the present, there are many approaches and methods used by mufasir including linguistic approaches, logic-based approaches, Sufism-based approaches, and historical approaches, sign approaches, so that in discussing methods of interpretation of the Qur'an 'an, we know that there are several methods of interpretation used by scholars who adorn various kinds of famous commentary books in the Islamic world. Among them are the tahlily interpretation method, the ijmaly method, the muqaran method, the contextual method, the bir riwayah interpretation method and the bir ro'yi interpretation method.
Wakaf Dalam Perspektif Hukum Positif dan Hukum Islam Zaldi; Dhiauddin Tanjung
Rayah Al-Islam Vol 7 No 1 (2023): Rayah Al Islam April 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v7i1.685

Abstract

Artikel ini menjelaskan tentang pentingnya wakaf dari sudut pandang hukum Islam yang merupakan dasar hukum untuk pelaksanaannya. Wakaf merupakan sumber terpenting dalam kehidupan manusia terutama bagi umat Islam karena wakaf dapat menjadi modal utama dalam menggerakkan ekonomi masyarakat untuk mencapai kemakmuran dan kesejahteraan umat dengan syarat-syarat apabila aturan hukum yang mengaturnya memihak kepada kepentingan umat dan Nazir wakaf dapat memobilisasi sumber-sumber wakaf dari umat Islam dan mendistribusikannya dengan benar serta membangun infrastruktur yang berkesinambungan sehingga memberikan manfaat jangka panjang bagi seluruh rakyat. This article explains the importance of waqf from the point of view of Islamic law which is the legal basis for its implementation. Waqf is the most important source in human life, especially for Muslims because waqf can be the main capital in driving the community's economy to achieve prosperity and welfare of the people with conditions if the legal rules governing it are in favor of the interests of the people and Nazir waqf can mobilize waqf sources from Muslims and distribute it properly and build sustainable infrastructure so as to provide long-term benefits for all people.
Pendidikan Berbasis Agama, Filsafat, Psikologi, dan Sosiologi Marup; Faiz Karim Fatkhullah; Achmad Saefurridjal
Rayah Al-Islam Vol 7 No 1 (2023): Rayah Al Islam April 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v7i1.686

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis apa, mengapa, idan ibagaimana ivisi ipendidikan iberbasis iagama, ifilsafat, ipsikologi, idan isosiologi. iHasil ipenelitian iini iadalah ibahwa ivisi ipendidikan iadalah icita-cita iideal idan irealistik ipemberdayaan imanusia iyang ihendak idiwujudkan idi imasa idepan iyang i:(1) iberbasis iagama iberarti iyang idiinspirasi ioleh ikeyakinan idan ikekuatan isuper ikontrol iTuhan ikarena iterkait idengan inilai-nilai iuniversal, idengan icara imengkaji iayat-ayat-Nya, imensucikan idiri, imengkaji iAl iQuran idan imaknanya isecara iutuh, idan imengembangkan iilmu ipengetahuan; i(2) iberbasis ifilsafat iberarti iyang idiinspirasi ioleh ipengetahuan idan irealita iserta ieksistensi ifundamental ikarena iterkait idengan ieksistensi ipemikiran imanusia, iyang idilakukan idengan icara istudi iinstrumen iintelegensia, ieksperimen, idan ienvironment; i(3) iberbasis ipsikologi iberarti iyang idiinspirasi ioleh iilmu ikognitif idan iperilaku ikarena iterkait idengan ieksistensi ikesadaran imanusia, idengan icara istudi ianalisis iID, iego, idan isuperego; idan i(4) iberbasis isosiologi iberarti iyang idiinspirasi ioleh iilmu isosial ikarena iterkait idengan ieksistensi ireaksi itimbal ibalik iperilaku imasyarakat, idengan icara ipertukaran ipotensi isosial. This istudy iaims ito idescribe iand ianalyze ithe iwhat, iwhy, iand ihow iof ithe i iof ieducation ibased ion ireligion, iphilosophy, ipsychology, iand isociology. iThe iresults iof ithis istudy iare ithat ithe i iof ieducation iis ithe iideal iand irealistic iideals iof ihuman iempowerment ito ibe irealized iin ithe ifuture iwhich iis: i(1) ibased ion ireligion imeans ithat iit iis iinspired iby ithe ibelief iand isuperpower iof iGod's icontrol ibecause iit iis irelated ito iuniversal ivalues, iby iexamining iHis iverses, ipurify ioneself, istudy ithe iQur'an iand iits imeaning iin iits ientirety, iand idevelop iknowledge; i(2) ibased ion iphilosophy imeans ithat iwhich iis iinspired iby iknowledge iand ireality ias iwell ias ifundamental iexistence ibecause iit iis irelated ito ithe iexistence iof ihuman ithought, iwhich iis icarried iout iby imeans iof ithe istudy iof iintelligence iinstruments, iexperiments, iand ithe ienvironment; i(3) ibased ion ipsychology imeans ithat iare iinspired iby icognitive iand ibehavioral isciences ibecause ithey iare irelated ito ithe iexistence iof ihuman iconsciousness, iby imeans iof ianalysis istudies iof iID, iego, iand isuperego; iand i(4) ibased ion isociology imeans ithat iis iinspired iby isocial iscience ibecause iit iis irelated ito ithe iexistence iof ireciprocal ireactions ito ipeople's ibehavior, iby imeans iof ithe iexchange iof isocial ipotentials.