cover
Contact Name
Betty Masruroh
Contact Email
jpds.journal@um.ac.id
Phone
+6285733562345
Journal Mail Official
jpds.journal@um.ac.id
Editorial Address
Semarang St. No 5, Malang, Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial
ISSN : -     EISSN : 26552469     DOI : https://doi.org/10.17977
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial (JPDS) is a journal focused on articles of research and community service in the field of social science (Ideology, Citizenship, Human Geography, History, Social Studies, Sociology, Politics, Education and Humaniora).
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 1 (2023)" : 10 Documents clear
PEMBUATAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) BERBASIS PROJECT DENGAN HYBRID LEARNING UNTUK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA Sumarmi, Sumarmi; Wahyuningtyas, Neni; Putra, Alfyananda Kurnia; Mutia, Tuti; Wijayanto, Bayu
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PROJECT-BASED STUDENTS WORKSHEET TO ENHANCE STUDENTS'PANCASILA PROFILE IN HYBRID LEARNING The COVID-19 pandemic has had a changing impact on various aspects of life. One of them isthe aspect of education which so far tends to be carried out in a conventional classical manner,which must develop towards digitalization. Therefore, this article discusses community servicewith the aim of improving the skills of teachers in schools under the auspices of YPK East Javain making project-based worksheets with hybrid learning to strengthen the profile of Pancasilastudents. The method adopted is empowerment through training and mentoring for teachers inschools under the auspices of YPK East Java with three stages namely preparation,implementation and follow-up. Based on an analytical study, the results of community serviceactivities showed a positive impact on improving the skills of teachers in schools under theauspices of YPK East Java in making project-based worksheets with hybrid learning. Thus,teachers in schools have skills in implementing learning that is able to support strengthening theprofile of Pancasila students. Pandemi COVID-19 memberikan dampak perubahan pada berbagai aspek kehidupan. Salahsatunya yaitu aspek pendidikan yang selama ini cenderung dilaksanakan secara klasikalkonvensional harus berkembang ke arah digitalisasi. Oleh karena itu, artikel ini membahastentang pengabdian masyarakat dengan tujuan meningkatkan keterampilan guru-guru di sekolahyang ada di bawah naungan YPK Jatim dalam pembuatan LKPD berbasis project dengan hybridlearning untuk penguatan profil pelajar Pancasila. Metode yang ditempuh yaitu pemberdayaanmelalui pelatihan dan pendampingan pada guru-guru di sekolah yang ada di bawah naunganYPK Jatim dengan tiga tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan, dan tindak lanjut. Berdasarkankajian analisis, hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat menunjukkan dampak positif padapeningkatan keterampilan guru di sekolah yang ada dibawah naungan YPK Jatim dalammembuat LKPD berbasis project dengan hybrid learning. Sehingga, guru di sekolah mempunyaiketrampilan dalam mengimplementasikan pembelajaran yang mampu mendukung penguatanprofil pelajar Pancasila.
PELATIHAN PENGOPERASIAN PLATFORM PEMBELAJARAN ONLINE DALAM MASA PANDEMI COVID-19 BAGI ANAK-ANAK DESA BATUAJI KECAMATAN RINGINREJO KABUPATEN KEDIRI Aprilia, Riska; Damayanti, Tri Intan; Sari, Ninik Yustina; Putri, Lifa Rosiana
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

TRAINING OF ONLINE LEARNING PLATFORM OPERATIONALPROCEDURE FOR CHILDREN IN BATUAJI, KEDIRI, DURING THE COVID19 PANDEMIC Online learning is commonly carried out. Especially during the COVID-19 pandemic, onlinelearning is implemented to prevent the extensive spread of COVID-19. However, during itsimplementation, online learning faces a number of hindrances, such as the student’s inability tooperate the online learning platform, which reflects the unpreparedness for online learning.Therefore, we conducted training on online learning platform operations for children from Batuaji,Kediri, Indonesia. This training aimed to help students operate a number of online learningplatforms, such as google classroom, zoom, google meet, edmodo, quizizzz, and whatsapp. Theelementary school and junior high school-age children participated in this training. The trainingprocess was initiated by introduction, short material delivery related to the online learningplatforms, quizzes, and evaluation. This training is helpful for the participants, as reflected by theirgreat enthusiasm during the training activities and great understanding of online learningplatforms’ operation procedures after attending the training. Pembelajaran online merupakan kegiatan yang sedang dilaksanakan selama pandemi COVID19. Hal ini dilakukan guna menghindari penyebaran COVID-19 yang semakin meluas. Sesuaidengan praktiknya kegiatan pembelajaran online menemui beberapa hambatan, salah satunyayakni banyaknya anak-anak yang belum menguasai penggunaan platform pembelajaran onlinesehingga menimbulkan ketidaksiapan dalam pembelajaran online. Oleh karena itu, kegiatan inibertujuan untuk memberikan solusi dengan mengadakan pelatihan pengoperasian platformpembelajaran online dalam masa pandemi COVID-19 bagi anak-anak di Desa Batuaji KecamatanRinginrejo Kabupaten Kediri guna membantu agar mereka memahami cara mengoperasikanbeberapa platform pembelajaran online seperti google classroom, zoom, google meet, edmodo,quizizz dan whatsapp. Pelatihan ini dilakukan bagi anak-anak SD dan SMP dengan rangkaiankegiatannya diawali perkenalan, pemaparan materi tentang platform pembelajaran online secarasingkat, praktik kuis, dan evaluasi pelatihan. Hasil pelatihan ini sangat bermanfaat, bahkansemua peserta pelatihan sangat antusias selama kegiatan berlangsung serta mereka jugamemahami beberapa aplikasi yang baru mereka kenal selama pelatihan.
MENGGAUNGKAN WISATA PEDESAAN MELALUI KULINER YELLOW CHIPS PUMPKIN (YECHIPUM) KHAS DESA PADUSAN, MOJOKERTO Ridhoi, Ronal; Oktaviani, Rosyida; Nuriansyah, Jati Saputra; Putri, Dhika Maha
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ECHOING RURAL TOURISM THROUGH CULINARY YELLOW CHIPSPUMPKIN (YECHIPUM) TYPICAL OF PADUSAN VILLAGE, MOJOKERTO Pumpkin can be used as a basic ingredient for making typical village culinary in the form ofcookies. However, pumpkin has not been used optimally by rural communities as a traditionalregional culinary product, in this case, Padusan Village, Mojokerto Regency. This paper aims to:(1) provide education on the potential utilization of pumpkin as the main raw material for Padusanspecial culinary; (2) developing an innovative micro business at Padusan Village; (3) provideinformation on how unique and attractive branding is. By using the training method, this papertries to help and assist the residents of Padusan Village to take advantage of the opportunity tocreate a culinary industry made from pumpkin. In this study, pumpkin is processed into drycookies called Yechipum, an acronym for Yellow Chips Pumpkin. After conducting training andpractice with culinary practitioners, it can be concluded that Yechipum can be a typical souvenirof Padusan Village as a culinary support for rural tourism. In addition, the branding that has beenmade also has a novelty that can produce HKI for Padusan Village and also State University ofMalang. Labu kuning dapat digunakan sebagai bahan dasar pembuatan kuliner khas desa dalam bentukcookies. Meski demikian, labu kuning belum dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakatpedesaan sebagai produk kuliner tradisional khas daerah, dalam hal ini yaitu Desa PadusanKabupaten Mojokerto. Tulisan ini bertujuan untuk: (1) memberikan edukasi pemanfaatan potensilabu kuning sebagai bahan baku utama kuliner khas Padusan; (2) mengembangkan bibit-bibitUMKM baru di Desa Padusan yang inovatif; (3) memberikan informasi bagaimana branding yangunik dan menarik. Dengan menggunakan metode pelatihan, tulisan ini berusaha membantu danmendampingi warga Desa Padusan memanfaatkan peluang untuk membuat industri kulinerberbahan dasar labu kuning. Dalam kajian ini, labu kuning diproses menjadi cookies kering yangdiberi nama Yechipum, akronim dari Yellow Chips Pumpkin. Setelah melakukan pelatihan danpraktik bersama praktisi kuliner, dapat disimpulkan bahwa Yechipum bisa menjadi oleh-oleh khasDesa Padusan sebagai kuliner penunjang wisata pedesaan. Selain itu, branding yang telah dibuatjuga mempunyai novelty yang dapat menghasilkan HKI untuk Desa Padusan dan UniversitasNegeri Malang.
ADAPTASI PENDIDIKAN ERA 4.0: COVID-19 MOMENTUM MENGKONSTRUKSI SISTEM PENDIDIKAN DI INDONESIA Maharani, Adinda; Putra, Rahmat Hardian
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ADAPTATION TO EDUCATION ERA 4.0: COVID-19 MOMENTUM FORCONSTRUCTING THE EDUCATION SYSTEM IN INDONESIA The world of education has become one of the sectors created due to the COVID-19 pandemic,ranging from basic education to higher education. This situation causes a digital-based distancelearning system by utilizing advanced technology. This is certainly one of the right moments forthe implementation of education in the 4.0 era. However, what is interesting is that when theCOVID-19 pandemic situation began to develop, various online courses provided by variouseducational institutions and communities aimed at improving their life skills. Of course, thisbecomes interesting because of the construction of the education system in Indonesia whichfocuses more on the cognitive aspect alone. This study uses a literature review by analyzing theconstruction of the education system in Indonesia with the adaptation of education in the 4.0 era.The research findings show that the phenomenon of the development of the education systemand the education community shows a significant increase in interest. The online program is aform of training and support for young people to continue to develop their skills and mindset ashigh as possible so that they can build their confidence and potential. It can be said that theconstruction of education by directing the need to increase life skills will become a form ofcommunity development effort. Dunia pendidikan menjadi salah satu sektor yang terdampak karena adanya pandemi COVID-19,mulai dari pendidikan dasar hingga level perguruan tinggi. Situasi ini menyebabkan sistempembelajaran dituntut melaksanakan pembelajaran jarak jauh berbasis digital denganmemanfaatkan kecanggihan teknologi. Hal ini tentu menjadi salah satu momentum adaptasiterlaksananya pendidikan di era 4.0. Namun, yang menarik adalah saat pandemi COVID-19 inibanyak berkembang berbagai kursus online yang disediakan berbagai institusi maupunkomunitas pendidikan yang bertujuan untuk meningkatkan life skill mereka. Tentu ini menjadimenarik karena adanya konstruksi mengenai sistem pendidikan di Indonesia yang lebihmenekankan aspek kognitif semata. Penelitian ini menggunakan kajian literatur denganmenganalisis konstruksi sistem pendidikan di Indonesia dikaitkan dengan adaptasi pendidikanera 4.0. Temuan penelitian menunjukkan bahwa, fenomena berkembangnya kursus onlinebanyak diselenggarakan institusi pendidikan maupun komunitas pendidikan menunjukkanpeningkatan minat yang signifikan. Program kursus online menjadi bentuk pelatihan dan upayadukungan bagi para generasi muda untuk terus mengembangkan keterampilan dan pola pikirmereka ke tingkat setinggi mungkin sehingga mereka dapat membangun kepercayaan diri dan potensi mereka. Dapat disimpulkan bahwa adanya konstruksi pendidikan dengan mengarahkanpada peningkatan kebutuhan akan peningkatan life skill menjadi bentuk upaya pembangunanmasyarakat.
MENINGKATKAN PEMBELAJARAN MEMBACA KRITIS MAHASISWA TERHADAP PENGEMBANGAN KETERAMPILAN INDIVIDU MELALUI SQ3R Ilmah, Fadhilatul; Putri, Aguwin Tarissa; Mahesta, Arindra Dwi; Amalia, Lutfi Ana
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

IMPROVING STUDENT CRITICAL READING LEARNING TOWARDSINDIVIDUAL SKILL DEVELOPMENT THROUGH SQ3R Science and technology are developing rapidly so that they affect college graduates. Mastery ofscience and technology is needed so that graduates are able to compete in the world of work.Education plays an important role in forming quality human beings with the aim of being able tofollow the development of science and technology. Education emphasizes both cognitive andnon-cognitive aspects as critical thinking skills. By thinking critically, individuals will be able tomake decisions to be taken, be open to differences of opinion, and be able to know anddifferentiate the reasons why other people have different decisions and opinions. For this reason,researchers have efforts to improve students' critical reading learning, towards the developmentof individual skills through SQ3R (survey, question, read, recite, review). The purpose of thisresearch is to find out about SQ3R, develop critical reading skills, and the relationship betweenSQ3R and critical reading for individual skills. In this study using the literature review method, thesource used is Google Scholar in the form of journals and articles. The results of the research areshown from the student learning outcomes that have been achieved through SQ3R, so that theyare able to read critically. Ilmu pengetahuan serta teknologi berkembang cepat sehingga berpengaruh pada lulusanperguruan tinggi. Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi sangat diperlukan agar lulusanmampu bersaing di dunia kerja. Pendidikan berperan penting dalam membentuk manusia yangberkualitas dengan tujuan mampu mengikuti perkembangan IPTEK. Pendidikan menekankanbaik pada aspek kognitif maupun non kognitif sebagai kemampuan berpikir kritis. Dengan berpikirkritis individu akan mampu membuat keputusan yang akan diambil, terbuka dengan adanyaperbedaan pendapat, serta bisa mengetahui serta membedakan alasan mengapa orang lainmempunyai keputusan dan pendapat yang berbeda. Untuk itu peneliti memiliki upayameningkatkan pembelajaran membaca kritis pada mahasiswa, terhadap pengembanganketerampilan individu melalui SQ3R (survey, question, read, recite, review). Adanya penelitian inimemiliki tujuan untuk mengetahui tentang SQ3R, mengembangkan kemampuan membaca kritis,dan hubungan SQ3R dengan membaca kritis untuk keterampilan individu. Dalam penelitian inimenggunakan metode literatur review, sumber yang digunakan yakni pada google scholar berupajurnal dan artikel. Hasil penelitian ditunjukkan dari hasil belajar mahasiswa yang telah tercapaimelalui SQ3R, sehingga mampu membaca kritis.
KONTRIBUSI SISTEM AMONG TERHADAP INKLUSI SOSIAL: STUDI KASUS DI SD TAMANSISWA YOGYAKARTA Miftakhuddin, Miftakhuddin; Khoiron, Muhammad; Wahyuningtyas, Neni
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

THE AMONG SYSTEM'S CONTRIBUTION TO SOCIAL INCLUSION: CASESTUDY AT TAMANSISWA YOGYAKARTA ELEMENTARY SCHOOL Tamansiswa’s among system is a unique teaching model. The teaching model belongs to thefamily of non-directive. In practice, the among system is founded on Tamansiswa's philosophyand belief about the development of students’ knowledge and character, allowing them to be freeto explore their surroundings. So far, the among system has helped to establish both theoreticaland practical frameworks for social inclusion. However, the among system has received littleattention because it is only used in private schools, which the community considers to be lesslegitimate. This study aims to investigate the why and how among system contributes to socialinclusion. In-depth interviews, participatory observation, recording, and anecdotal notes wereused to collect data, which was subsequently validated via triangulation. Data were then analyzedfollowing the procedure introduced by Miles. Based on this analysis, the following importantfindings are highlighted: (a) the among system promotes Gender Equality and Social Inclusion(GESI), (b) the among system prioritizes the fulfillment of children’s rights to receive adequateeducation and development services over academic knowledge, and (c) the among systememploys the humanism-constructivism paradigm (avoiding behaviorism). Practically, thisfoundation is manifested by the teacher by making friends with students based on the norms ofpoliteness, respecting the child’s natural traits, and supervising the child in exercising his or herfreedom (both freedom of thought, speech, and action). The findings of this study havesignificance for the necessity for the adoption of the among system in social studies course inorder to develop social studies learning that is based on genuine experiences in a socialenvironment (contextual). This study's findings also contribute to the development of coreconcepts for implementing the Fun School Movement, culture-based schools, and schools forchildren with special needs. Sistem among merupakan suatu model pengajaran yang khas perguruan Tamansiswa. Modelpengajaran tersebut termasuk dalam rumpun model pengajaran non direktif. Dalam praktiknya,sistem among didasarkan kepada falsafah dan keyakinan Tamansiswa tentang perkembanganpengetahuan dan budi pekerti pelajar, agar mereka merdeka dalam mengenal dunianya. Selamaini, sistem among menyumbang kerangka teoretik maupun praktik terhadap pembangunan inklusisosial. Namun sampai saat ini sistem among kurang diteliti karena hanya terselenggara disekolah swasta yang oleh masyarakat dianggap kurang bonafit. Riset ini berusaha menelaah mengapa dan bagaimana kontribusi sistem among terhadap inklusi sosial secara detail danmendalam. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dokumentasi,dan catatan anekdot, kemudian divalidasi melalui triangulasi. Data yang sahih dianalisismengikuti prosedur yang diperkenalkan Miles. Berdasarkan analisis tersebut, riset ini menyorotitemuan penting berikut: (a) sistem among mempromosikan Gender Equality and Social Inclusion(GESI), (b) alih-alih memprioritaskan pengetahuan akademik, sistem among memprioritaskanpemenuhan hak anak untuk mendapat layanan pendidikan yang layak dan pengembangan budipekerti, dan (c) sistem among menggunakan paradigma humanisme-konstruktivisme(menghindari pola-pola behavioristik). Secara praktis, landasan tersebut dimanifestasikan gurudengan menjalin pertemanan dengan siswa berdasarkan norma kesopanan, menghormati kodratalamiah anak, dan mengawasi anak dalam menggunakan kebebasannya (baik kebebasanberpikir, berucap, maupun bertindak). Temuan riset ini berimplikasi kepada perlunya adopsisistem among dalam pembelajaran IPS agar tercipta pembelajaran IPS berbasis pengalaman riildi lingkungan sosial (kontekstual). Temuan riset ini juga berkontribusi kepada penambahandasar-dasar pelaksanaan Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM), sekolah berbasiskebudayaan, dan sekolah yang mendidik anak berkebutuhan khusus.
COSPLAY SEJARAH: PEMBELAJARAN KREATIF SEJARAH BERBASIS TEKNOLOGI Fernandes, Michael Aprillino; Khotimah, Siti Khusnul; Putra, Azriel Hudansyah
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

HISTORICAL COSPLAY: TECHNOLOGY-BASED CREATIVE LEARNING OFHISTORY Cosplay can be said to have become one of the trends among teenagers today, especially forthose who really like Japanese anime. In cosplay, usually someone will imitate the way they dressand the style of their favorite anime characters. That's why it is very good to be used in developinghistory learning in schools. This is because the use of cosplay in history learning is in accordancewith the socio-drama that also exists in history learning in schools. However, in this learning,students will produce learning products in the form of photos or cosplay videos with historicalthemes. So that students are also required to learn and use information technology in order toproduce good and good photos or videos. Cosplay dapat dikatakan telah menjadi salah satu tren di kalangan anak remaja sekarang ini,khususnya bagi mereka yang sangatlah menyukai anime-anime Jepang. Dalam cosplaybiasanyaseseorang akan menirukan cara berpakaian serta gaya dari tokoh-tokoh anime yang menjadifavorit mereka. Oleh sebab itu, hal ini sangatlah baik untuk digunakan dalam mengembangkanpembelajaran sejarah di sekolah. Dikarenakan, penggunaan cosplay dalam pembelajaransejarah sesuai dengan sosio-drama yang juga ada dalam pembelajaran sejarah di sekolah.Namun dalam pembelajaran ini, siswa akan menghasilkan produk pembelajaran berupa foto atauvideo cosplay bertemakan sejarah. Sehingga siswa juga diharuskan untuk mempelajari danmenggunakan teknologi informasi agar menghasilkan foto atau video yang bagus dan baik.
PEMBELAJARAN SEJARAH THINKING LIKE A HISTORIAN: CRITICAL READING, MIND-MAP, DAN CREATIVE WRITING Afandi, Mahrus
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

LEARNING HISTORY THINKING LIKE A HISTORIAN: CRITICAL READING,MIND-MAP, AND CREATIVE WRITING The study of history should not rely on only one source or one authoritative narrative. The natureof history which necessitates a postulate that once a historical event is written, it immediatelybecomes something subjective. It is certain that a written historical event is absolutely influencedby the subjectivity of the author. Therefore, history learning does not require a single narrative.History learning must provide opportunities for students to practice historical thinking skills thatcontain sensitivity to the multiple causes of events, empathy toward an event investigated, andsensitivity to change and continuity. This article attempts to offer a history learning model thatfacilitates students to master historical thinking skills by using activities such as critical reading,mind-map making, and creative writing. Pembelajaran sejarah tidak seharusnya hanya mengandalkan satu sumber atau satu narasi yangdianggap otoritatif. Sifat dasar sejarah yang meniscayakan adanya ketetapan bahwa ketika suatuperistiwa sejarah ditulis, maka seketika itu pula menjadi sesuatu yang subjektif, karena dipastikanpenulisan peristiwa sejarah tersebut sedikit-banyak dipengaruhi oleh subjektivitas penulisnya, itutidak menghendaki adanya narasi tunggal. Oleh karena itu, pembelajaran sejarah harus disertaidengan upaya untuk menghadirkan kesempatan bagi peserta didik untuk melatih kemampuanberpikir kesejarahan yang mengandung sensitivitas terhadap multi penyebab dari suatu peristiwa,empati terhadap konteks peristiwa yang sedang dikaji, sensitivitas terhadap perubahan, dankeberlanjutan. Artikel ini mencoba untuk menawarkan model pembelajaran sejarah yangmemfasilitasi peserta didik untuk menguasai kemampuan berpikir kesejarahan dengan memakaikegiatan seperti critical reading, pembuatan mind-map, dan creative writing.
PERAN ILMU SOSIOLOGI DALAM MEMAHAMI FENOMENA MUDIK LEBARAN TAHUN 2022 Kale, Clarisa Julian; Abi, Fiqhi Maulana; Chasmala, Fortranica Clarissa Anggi; Sujarwo, Nadiya Nisa
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

THE ROLE OF SOCIOLOGY IN UNDERSTANDING THE EID HOMECOMINGPHENOMENON IN 2022 Eid al-Fitr is a big celebration for muslims. The celebration is held after muslims fast for one fullmonth in the month of Ramadan. The celebration of Eid al-Fitr or can be called lebaran, is usuallycelebrated with family and other relatives gathering. For urban people, most of whom areforeigners, the most awaited moment of Eid is going home. Homecoming is a tradition in which aperson travels back to his hometown to celebrate Eid al-Fitr. The purpose of writing this article isto explore the relationship between the role of sociology and the lebaran homecomingphenomenon in 2022. The writing of this article uses the literature review method which is realizedin the form of analyzing several journal articles. The results of writing this article are, according tosociologists, the desire of humans or individuals to gather with their extended family duringimportant events is a basic need for humans, which of course humans will naturally have bondswith their families. Homecoming will also strengthen the organic solidarity of the community,where when people before and after the holiday are sometimes busy with their respective affairs,they can forget the relationship between each other. So it can be concluded that going home ifviewed with the science of sociology is an activity in which it will encourage social interactionbetween individuals and the community which will also encourage the establishment of organicsolidarity. Hari raya Idul Fitri merupakan perayaan besar bagi umat muslim. Perayaan tersebut dilaksanakansetelah umat muslim melakukan puasa satu bulan penuh di bulan Ramadhan. Perayaan idul fitriatau bisa disebut dengan lebaran, biasanya dirayakan dengan berkumpul keluarga dan sanaksaudara lainnya. Bagi orang perkotaan yang kebanyakan dari mereka merupakan orangperantauan, momen lebaran yang ditunggu-tunggu adalah mudik. Mudik menjadi sebuah tradisidimana seseorang melakukan perjalanan pulang ke kampung halamannya untuk merayakan hariraya Idul Fitri. Tujuan penulisan artikel ini yaitu untuk menggali hubungan antara peran ilmusosiologi dengan adanya fenomena mudik lebaran tahun 2022. Penulisan artikel inimenggunakan metode literature review yang diwujudkan dalam bentuk penganalisisan beberapaartikel jurnal. Hasil dari penulisan artikel ini yaitu, menurut para ahli sosiolog, keinginan manusiaatau individu untuk berkumpul bersama keluarga besarnya disaat acara-acara pentingmerupakan suatu kebutuhan dasar bagi manusia, tentu saja manusia secara alamiah akanmemiliki ikatan dengan keluarganya. Mudik juga akan menguatkan solidaritas organikmasyarakat ketika masyarakat sebelum dan sesudah hari raya kadang sibuk dengan urusan masing-masing yang bisa saling melupakan silaturahmi antar sesama. Sehingga dapatdisimpulkan bahwa mudik jika dipandang dengan ilmu sosiologi merupakan suatu kegiatan yangdidalamnya akan mendorong terjadinya interaksi sosial antar individu dan masyarakat yang jugaakan mendorong terjalinnya solidaritas organik.
LEARN EARTH ROTATION AND REVOLUTION: PENGEMBANGAN MEDIA GEOROTATION UNTUK PEMBELAJARAN DIGITAL GEOGRAFI Khotimah, Annisa Khusnul; Soelistjo, Djoko; Putra, Alfyananda Kurnia; Kristanti, Yohana Ayu
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

LEARN EARTH ROTATION AND REVOLUTION: DEVELOPMENT OFGEOROTATION MEDIA FOR LEARNING DIGITAL GEOGRAPHY Learning media is an intermediary in the delivery of information through various channels. Theinformation conveyed can provide stimulation to students both in terms of thoughts, to the will thatcan improve the learning process. The use of learning media in geography can help studentsdescribe, describe, or describe things that are abstract and difficult to understand. Thisdevelopment research aims to develop a learning media in the form of applications that can beaccessed on smartphones. This development research method uses ADDIE (Analyze, Design,Development, Implementation, Evaluation). The types of data in this development research arequalitative data and quantitative data. Qualitative data were obtained from criticism andsuggestions from expert validators and trial respondents. Quantitative data in this developmentresearch is in the form of numerical scores in the questionnaire obtained from expert validatorsand trial respondents. The Georotation in this study has been tested on 36 students of class X-DSMAN 2 Probolinggo. The results of research on the development of Georotation media obtaineda percentage of 98 percent of media expert validators, 77 percent of material expert validators,97 percent of teacher responses, 83 percent of student responses as test subjects. Thus theresults show that the development of Georotation very suitable for use in learning geography. Media pembelajaran sebagai perantara untuk merangsang kemampuan berpikir peserta didikdalam proses pembelajaran. Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk mengetahuikelayakan media pembelajaran Georotation yang dikembangkan untuk pembelajaran geografi.Desain penelitian pengembangan ini menggunakan ADD (Analyze, Design, Development),merupakan bentuk modifikasi desain penelitian ADDIE. Jenis data dalam penelitianpengembangan ini yaitu data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif diperoleh dari kritik dansaran oleh validator media, validator materi, dan responden uji coba. Data kuantitatif dalampenelitian pengembangan ini berupa skor angka dalam angket yang diperoleh dari validatormateri, validator media, dan responden uji coba. Produk Georotation pada penelitian ini telah diujicobakan kepada siswa kelas X-D SMAN 2 Probolinggo sejumlah 36 peserta didik. Hasil penelitianpengembangan Media Georotation memperoleh persentase 98 persen dari validator ahli media,77 persen dari validator ahli materi, 97 persen dari tanggapan guru, 83 persen dari tanggapanpeserta didik sebagai subjek uji coba. Dengan demikian hasil menunjukkan, bahwa pengembangan media pembelajaran Georotation sangat layak digunakan dalam pembelajarangeografi.

Page 1 of 1 | Total Record : 10