cover
Contact Name
Bagus Setya Rintyarna
Contact Email
bagus.setya@unmuhjember.ac.id
Phone
+6285235580289
Journal Mail Official
elkom@unmuhjember.ac.id
Editorial Address
Jl. Karimata No 49 Sumbersari Jember
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik Elektro dan Komputasi (ELKOM)
ISSN : 26851814     EISSN : 26857677     DOI : http://dx.doi.org/10.32528/elkom
ELKOM “Jurnal Teknik Elektro dan Komputasi” diterbitkan oleh Universitas Muhammadiyah Jember dan dikelola oleh Program Studi Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Jember. ELKOM terbit 2 kali dalam setahun. Artikel yang dimuat adala artikel hasil penelitian atau systematic literature review dengan tema dan topic sebagai berikut : Artificial Intelligence, Decision Support System, Internet of Things, Computer Architecture, Computer Vision, Electronics Engineering, System on Chip, Electrical Engineering, Control System, Wireless Technology, Modulation and Signal Processing, Microelectronic System.
Articles 158 Documents
Sistem Proteksi Arus Lebih pada Proses Pengisian Baterai Menggunakan Buck Converter Metode Constant Voltage Lestyanto, Dicky Satria Nanda; Sutedjo, Sutedjo; Windarko, Novie Ayub; Adila, Ahmad Firyal
Jurnal Teknik Elektro dan Komputasi (ELKOM) Vol 5, No 2 (2023): ELKOM
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/elkom.v5i2.10143

Abstract

Sistem proteksi arus lebih pada suatu rangkaian listrik sangat diperlukan untuk menghindari kerusakan pada komponen yang diakibatkan oleh lonjakan arus yang tinggi (overcurrent). Salah satu penyebab terjadinya arus lebih adalah terjadinya hubung singkat (short circuit). Apabila terjadi hubung singkat pada sistem, maka tegangan pada buck converter akan menurun drastis dan arus akan mengalami lonjakan hingga melampaui arus nominal sistem. Pada umumnya untuk melakukan proteksi arus lebih digunakan MCB (Miniature Circuit Breaker). Namun pada praktiknya penggunaan MCB harus mengaktifkan secara manual setelah melakukan proteksi arus lebih. Oleh karena itu, komponen relay digunakan untuk membatasi arus dan melakukan proteksi terhadap arus lebih pada sistem.  Pada penelitian ini digunakan panel surya 100WP, baterai lead-acid 12V/20Ah, dan buck converter. Deteksi arus lebih didapatkan dari hasil pembacaan arus keluaran buck converter. Saat terminal keluaran tegangan buck converter dihubungkan singkat dalam keadaan berbeban atau tidak berbeban dapat menyebabkan terjadi arus lebih pada sistem, relay memutus rangkaian sebagai aksi proteksi terhadap arus lebih. Sistem pengisian baterai dengan menggunakan kontrol PI (Proportional Integral) dapat menstabilkan tegangan keluaran buck converter sebesar 14,38 Volt. Sistem kontrol yang diimplementasikan terbukti dapat melakukan pengisian baterai dengan baik.
Implementasi Pengukuran Detak Jantung Dan Elektrokardiografi Sebagai Alat Kesehatan Mandiri Terintegrasi Internet of Things Ermanda, Byan; Latifa, Ulinnuha
Jurnal Teknik Elektro dan Komputasi (ELKOM) Vol 5, No 2 (2023): ELKOM
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/elkom.v5i2.8089

Abstract

Dalam tubuh manusia memiliki organ yang saling bekerja sama untuk membuat suatu sistem sehingga dapat bekerja dengan baik, salah satunya adalah sistem kardiovaskular. Terdapat beberapa metode yang dapat dilakukan untuk mengukur laju detak jantung, seperti Stetoskop, Elektrokardiogram (EKG), Phonocardiogram (PCG) dan Auskultasi. Pada penelitian ini bertujuan mengimplementasikan pengukuran detak jantung dan EKG secara cepat dan tepat, merancangan pengukuran detak jantung yang terintegrasi dengan IoT serta merancang sistem aplikasi dengan menggunakan Kodular. Penelitain ini menggunakan Sensor MAX30102 sebagai pengukuran detak jantung, dan sensor AD8232 sebagai pengukuran EKG, lalu terdapat LCD (Licuid Crystal Display) TFT 3,5 inch sebagai tampilan hasil. Selain itu terdapat aplikasi yang diranngan menggunakan Kodular sebagai tampilan Internet of Things (IoT) dan penyimpan riwayat pengukuran. Pada pengujian menghasilkan akurasi sebersar 97,07%. Pada pengukuran detak jantung ini sesuai dengan spesfikasi pada alat ini. Sinyal elektrokardiografi yang ditampilkan pada LCD terlihat lebih rapat. Sedangkan hasil yang ditampilkan oleh oscilloscope terlihat serupa. Pada penelitian ini menggunakan Firebase sebagai database dan penyimpanan data sementara sebelum data tersebut ditampilkan di aplikasi.
Simulasi Rangkaian Catu Daya +12V dan +5V Menggunakan Multisim Pada Mata Kuliah Praktikum Dasar Elektronika Secara Daring Muntasiroh, Laily; Mariani, Dina; Sumarno, Radiktyo Nindyo
Jurnal Teknik Elektro dan Komputasi (ELKOM) Vol 5, No 2 (2023): ELKOM
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/elkom.v5i2.7872

Abstract

Kuliah online atau daring menjadi pilihan alternatif kegiatan belajar mengajar perkuliahan di era pandemi covid-19 dimana perkuliahan dilaksanakan secara hybrid. Kuliah daring ini mengharuskan dosen untuk terampil menciptakan suasana perkuliahan virtual yang tidak mengenal jarak dan batasan waktu, agar tujuan perkuliahan dapat tersampaikan secara maksimal. Selain hal tersebut, mahasiswa juga dituntut untuk mampu cepat beradaptasi terhadap teknologi baru yang menunjang proses perkuliahan. Lebih lanjut selama pandemi covid-19, pembelajaran secara daring khususnya mata kuliah praktikum dasar elektronika mengalami beberapa kendala, seperti; mahasiswa yang tidak mampu menggunakan alat ukur baik tegangan maupun arus secara fisik. Kendala yang lainnya adalah mahasiswa tidak berhadapan langsung dengan komponen – komponen yang digunakan pada praktikum dasar elektronika. Oleh karena itu dibutuhkan sebuah inovasi pembelajaran yang efektif untuk meminimalisasi ketidaktahuan mahasiswa dalam belajar serta membuktikan sendiri secara personal melalui keterampilan dalam menggunakan aplikasi multisim.
Desain Perancangan Teknologi Pulsed Electric Field dalam Reduksi Bakteri Ikan Qirom, Qirom; Darmawan, Arry; Niam, Bahrun
Jurnal Teknik Elektro dan Komputasi (ELKOM) Vol 5, No 2 (2023): ELKOM
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/elkom.v5i2.19624

Abstract

PEF (Pulsed Electric Field) adalah sebuah teknologi pengawetan pangan yang menggunakan metode non termal, dimana peningkatan suhu yang dihasilkan selama proses perlakuan sangat rendah  Pulsed Electric Field (PEF) merupakan suatu teknologi pengawetan pangan non thermal karena kenaikan suhu yang dihasilkan rendah selama proses perlakuan. Perlakuan PEF berpotensi sebagai metode pemrosesan minimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang sebuah alat pulsed electric field yang digunakan untuk reduksi bakteri produk perikanan dengan sampel fillet ikan tongkol, dengan metode research and development yang menghasilkan sebuah alat dengan spesifikasi output luaran 1kV hingga 5kV, square pulse, 2 amphere serta mampu untuk mereduksi bakteri halofilik dengan sampel ikan tongkol. Perlakuan fillet ikan tongkol dengan tegangan 1kV-5kV dengan masing-masing durasi 10,20,30 detik pada setiap perlakuan menghasilkan titik perlakuan optimum 5kV dengan durasi 30 detik mampu mereduksi bakteri halofilik. 
Desain Prototipe Sistem Filtrasi Limbah Produksi Tahu Dengan Menggunakan Sensor pH dan Sensor Turbidity Berbasis Arduino Mega Aziz, Irfan Abdul; Setyawan, Herry; Auliq, M Aan
Jurnal Teknik Elektro dan Komputasi (ELKOM) Vol 5, No 2 (2023): ELKOM
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/elkom.v5i2.7188

Abstract

Tahu merupakan produk makanan khas Indonesia yang populer dan memiliki berbagai variasi olahan. Namun banyak usaha pembuatan tahu masih menggunakan teknologi sederhana, sehingga menghasilkan limbah dengan kandungan yang tinggi. Limbah tersebut dapat menyebabkan pencemaran pada lingkungan, terutama jika limbah tahu dibuang secara langsung ke sungai tanpa pengolahan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka pada penelitian ini dikembangkan sebuah prototipe alat sistem filtrasi air limbah tahu dengan menggunakan mikrokontroler Arduino Mega. Prototipe ini dilengkapi dengan sensor turbidity untuk mengukur kekeruhan air limbah, sensor pH untuk mengukur tingkat keasaman, dan sensor MQ-135 untuk mendeteksi konsentrasi gas CO2 yang dilepaskan oleh limbah cair tahu. Kalibrasi sensor dilakukan dengan membandingkan sistem yang dirancang dengan alat ukur standar yaitu Turbidity Meter, pH Meter, dan Gas Analizer. Pengumpulan data dilakukan dengan membandingkan hasil sebelum limbah air tahu di filter dan sesudah di filter. Berdasarkan hasil pengujian dan analisis yang telah dilakukan, ditemukan penurunan kadar tingkat kekeruhan, tingkat asam-basa, dan kadar gas CO2 yang dikeluarkan. Untuk kekeruhan, terjadi penurunan dari nilai awal 700 NTU menjadi sekitar 150 NTU. Sementara itu, untuk tingkat keasaman, terjadi perubahan dari sekitar 3.50 menjadi sekitar 4.0, perubahan ini tidak terlalu signifikan. Adapun untuk kadar gas CO2 yang dikeluarkan, terjadi penurunan dari sekitar 150 ppm menjadi sekitar 75 ppm.
Analisis Perancangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya di Gedung Laboratorium Terpadu Institut Teknologi Kalimantan Sutejo, Arya Golong; Farid, Mifta Nur; Aprillia, Happy
Jurnal Teknik Elektro dan Komputasi (ELKOM) Vol 6, No 1 (2024): ELKOM
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/elkom.v6i1.8171

Abstract

Kebutuhan akan energi listrik di Indonesia masih bergantung pada energi fosil, namun untuk mengurangi ketergantungan tersebut, penerapan Energi Baru Terbarukan (EBT) menjadi penting dengan target pemerintah mencapai 23% pada tahun 2025. Wilayah Kalimantan Timur di Indonesia memiliki potensi besar untuk memanfaatkan energi surya, sehingga penelitian ini merancang PLTS on-grid sebagai alternatif pemenuhan kebutuhan listrik Gedung Laboratorium Terpadu ITK, terhubung langsung ke jaringan PLN tanpa menggunakan baterai penyimpanan energi. Penelitian ini menganalisis daya listrik keluaran PLTS on-grid pada cuaca mendung dan cerah di Gedung Laboratorium Terpadu ITK, serta aspek ekonomi terhadap biaya tagihan listrik dengan mengujikan simulasi iradiasi matahari, temperatur, dan daya keluaran PLTS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PLTS on-grid yang optimal pada atap Gedung Laboratorium Terpadu ITK menggunakan 5 inverter 50 KW dan 492 panel surya 480Wp, dipasang dalam 6 seri dan 19 paralel, dengan tingkat suplai daya sebesar 50,06%. Pada cuaca mendung, PLTS menghasilkan daya keluaran sebesar 17,614 kW dengan iradiasi 98 W/m2, dan pada cuaca cerah, daya keluaran meningkat menjadi 224,95 kW dengan iradiasi 965 W/m2 dan temperatur 28,5°C. Dari segi ekonomi, dengan waktu pengembalian modal selama 5 tahun 6 bulan dan modal awal Rp.1.513.700.309 serta perhitungan performance ratio (PR), diperoleh persentase sebesar 86% dengan energi tahunan minimal 70%-90%, sehingga disimpulkan PLTS on-grid layak dibangun sebagai bagian dari penerapan Energi Baru Terbarukan di Gedung Laboratorium Terpadu ITK
Efektivitas Kendali PID Suhu Furnace Menggunakan Sensor Termokopel Tipe-S Untuk Pemanasan Baja Sragarta, Kevin Ronald
Jurnal Teknik Elektro dan Komputasi (ELKOM) Vol 6, No 2 (2024): ELKOM
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/elkom.v6i2.22757

Abstract

Dalam industri pencetakan baja, suhu adalah variabel utama guna mencapai titik lunak dari suatu baja mentah untuk dilakukan pencetakan. Dalam memudahkan pengukuran suhu yang tinggi dibutuhkan suatu komponen elektronika yaitu berupa sensor suhu yang andal. Sensor termokopel tipe-S adalah sensor suhu yang mengubah perbedaan suhu menjadi perubahan tegangan dengan kesalahan pengukuran suhu kurang dari 1°C. Termokopel terdiri dari dua konduktor logam yang dihubungkan pada kedua ujungnya. Ketika salah satu ujung batang logam dipanaskan, elektron pada ujung logam bergerak lebih aktif dan menempati lebih banyak ruang. Elektron yang saling tolak menolak dan bergerak menuju ujung batang yang tidak dipanaskan, disebut efek termoelektrik. Perlunya penanganan suhu yang baik mempengaruhi hasil target produksi sehingga efektivitas sistem kerja sensor termokopel sebagai pengukur suhu dalam proses pemanasan baja sangat dibutuhkan. Metode pengumpulan data yang dilakukan meliputi primer dan sekunder, data primer berupa hasil dari observasi dan wawancara yang dilakukan di PT. Krakatau Baja Konstruksi dan data sekunder berupa referensi bersumber dari jurnal, buku maupun internet yang berkaitan dengan karakter sensor termokopel. Efektivitas hasil didapatkan pada pengukuran suhu menggunakan sensor termokopel pada zone 1 suhu yang terukur oleh sensor yaitu 746,7°C. Pada zone 2A suhu yang terukur oleh sensor yaitu 937,0°C. Pada zone 2B suhu yang terukur oleh sensor yaitu 877,4°C. Setelah dilakukannya pengukuran menggunakan sensor termokopel, pengendalian PID suhu dapat beroperasi untuk menyesuaikan dengan suhu yang dibutuhkan dalam proses pemanasan baja. Dengan penggunaan sensor termokopel tipe-S, suhu pada furnace mampu terukur dengan akurat dan pengendalian suhu oleh PID dapat berjalan dengan baik dalam upaya mengatur buka-tutup valve main burner sehingga pembakaran pada furnace dapat dilakukan secara optimal yang mana berdampak pada kinerja alat dan kualitas produk.
Sistem Monitoring Ketinggian dan Kualitas Air Tandon Berbasis Internet of Things (IoT) Hapsari, Jenny Putri; Ismail, Munaf; Ihsan, Muhammad Amalul
Jurnal Teknik Elektro dan Komputasi (ELKOM) Vol 6, No 2 (2024): ELKOM
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/elkom.v6i2.22424

Abstract

Penampungan air dalam tandon dilakukan untuk mengantisipasi jika sumber air mati karena gangguan dan sebagai cadangan disaat musim kemarau datang. Selain itu kualitas air juga sangat penting untuk dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Tandon yang ada saat ini, pemantauan pengisian air dilakukan secara langsung/manual dan tidak dapat memantau kualitas air yang tersimpan. Penelitian ini menggabungkan sistem monitoring ketinggian dan kualitas air. Penelitian ini menggunakan sensor float water level, sensor turbidity, dan pengolahan data menggunakan mikrokontroler ESP32 DevKit. Aplikasi blynk digunakan untuk mengontrol pompa air yaitu menghidupkan dan mematikan pompa, serta untuk memonitoring ketinggian dan kualitas air secara realtime menggunakan smartphone. Penelitian ini langsung diterapkan dalam keadaan real. Sistem yang dibuat bekerja dengan baik, dimana aplikasi blynk dapat menampilkan kondisi tandon sesuai dengan real dan dapat mengendalikan pompa air. Respon waktu pengiriman data untuk komunikasi kontrol pompa air adalah 5.5 detik dan nilai Nephelometric Turbidity Unit (NTU) di sensor turbidity antara 1100-3000.
Pemurnian Biogas dari Limbah Kotoran Sapi di PT. Biro Teknik Sinar Baru dengan Metode Absorbsi menggunakan Larutan Kapur Vidiasari, Nadya Rahma; Nugroho, Aji Brahma
Jurnal Teknik Elektro dan Komputasi (ELKOM) Vol 6, No 1 (2024): ELKOM
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/elkom.v6i1.16763

Abstract

Gas metana (CH4) yang terkandung pada biogas akan menentukan kualitas dari biogas. Semakin tinggi kadar gas metana (CH4), semakin baik kualitas dari biogas tersebut. PT Biro Teknik Sinar Baru merupakan perusahaan yang telah memiliki digester biogas sendiri dan memanfaatkan biogas yang dihasilkan sebagai bahan bakar memasak. Namun selama ini biogas yang dimanfaatkan oleh PT. Biro Teknik Sinar Baru masih langsung berasal dari tangki digester biogas tanpa melalui proses pemurnian biogas terlebih dahulu sehingga kadar gas metana yang dihasilkan masih kurang optimal. Oleh karena itu pada penelitian ini dilakukan pemurnian biogas di PT Biro Teknik Sinar Baru dengan meningkatkan kadar gas metana (CH4) dan menurunkan gas karbondioksida (CO2). Metode yang digunakan yaitu metode absorbsi dengan absorben berupa larutan kapur [Ca(OH)2]. Pada penelitian ini dilakukan variasi massa kapur (CaO) yang digunakan untuk proses pemurnian yaitu 80 gram, 100 gram, 150 gram, 200 gram, dan 250 gram. Hasil pengujian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa kadar gas metana (CH4) mengalami peningkatan setelah proses pemurnian. Prosentase peningkatan kadar gas metana setelah dilakukan pemurnian adalah 184%-395% ketika massa kapur (CaO) 80 gram, 248%-441% ketika massa kapur (CaO) 100 gram, 281%-473% ketika massa kapur (CaO) 150 gram, 248%-441% ketika massa kapur (CaO) 100 gram, 317%-534% ketika massa kapur (CaO) 200 gram, dan 30%-146% ketika massa kapur (CaO) 250 gram
Rancang Bangun Sistem Pengujian Performa Magneto Pesawat Cessna 172SP Huda, Choirul; Setyawan, Herry; Nugroho, Aji Brahma; Iswahyudi, Iswahyudi
Jurnal Teknik Elektro dan Komputasi (ELKOM) Vol 6, No 2 (2024): ELKOM
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/elkom.v6i2.21008

Abstract

Magneto is a component that plays an important role in the combustion performance of the Cessna 172SP aircraft engine. Component magneto maintenance is rarely carried out except when there is a failure in the combustion system, there is a 50 rpm drop difference from the two magneto which exceeds the limit magneto drop according to the reference book, a malfunction of the condenser, and a change in the timing angle on magneto which affects performance magneto cessna 172sp. The purpose of this research is to obtain the design of magneto cessna 172SP performance testing system. The research method used is to make prototype design designs that use voltage sensors, rpm sensors and temperature sensors. The faster the magnetic flux changes the greater the voltage induced in the coil. The greater the input electrical power that enters the DC motor, the greater the Rpm produced. Temperature tends to change in value due to the heat that arises in the coil due to changes in electrical energy into heat energy. It can be said that the temperature produces a constant relative value at 27°C with the value of the output voltage generated by delco. The input voltage can provide the desired rpm rotation variation, where the higher the input voltage is given, the greater the resulting output voltage will be. The relationship between the input voltage and the rpm motor rotation can provide a magnetic motor rotation torque.

Page 10 of 16 | Total Record : 158