cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
+6285257756064
Journal Mail Official
alfikrah.stamidiya@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Sen - Asen 74 Pondok Pesantren Al-Hamidiyah Sen-Asen Konang Bangkalan
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
AL-FIKRAH: Jurnal Studi Ilmu Pendidikan dan Keislaman
ISSN : 26204207     EISSN : 26204304     DOI : -
Core Subject : Education,
Al-Fikrah : Merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Hamidiyah Bangkalan yang memuat tentang Studi Ilmu Pendidikan dan Keislaman sebagai sarana publikasi hasil penelitian dan berbagai kajian ilmu keislaman baik pendidikan, pemikiran, syariah, dan kajian Islam lainnya. Jurnal ini memuat artikel yang belum pernah dipublikasikan yang berupa hasil penelitian atau penelitian terapan. Jurnal ini diterbitkan setiap enam bulan satu kali yakni bulan Juni dan Desember.
Articles 79 Documents
Dinamika Kelompok dalam Pendidikan Perspektif Syaikh Al-Zarnuji Yusliyadi; Nurhadi, Ali
AL-FIKRAH: Jurnal Studi Ilmu Pendidikan dan Keislaman Vol. 3 No. 1 (2020)
Publisher : Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dinamika kelompok dalam dunia pendidikan atau pembelajaran sangat diperlukan, disamping bisa lebih optimalnya mencapai tujuan pendidikan juga bisa menjalin rasa kekeluargaan antar setiap individu peserta didik, dan bisa sharing atau berintraksi antar setiap peserta yang merupakan kebutuhan primer antar setiap individu manusia. manusia merupakan mahluk sosial yang akan terus mengalami perkembangan, perubahan dan pertumbuhan. Proses semacam ini berjalan alamiah sesuai reputasi dan perkembangannya, dengan adanya dinamika kelompok didalam pendidikan atau pembelajaran merupakan sebagian dari sebuah usaha terstruktur, sistematis dan proses percepatan serta pemberian petunjuk atau arah yang lebih optimal dari proses alamiah itu sendiri, yaitu proses mempercepat terjadinya perubahan, perkembangan dan pertumbuhan baik dalam aspek pengatahuan, keterampilan dan sikap serta mencapai tujuan secara bersama-sama. Masing-masing individu didalam dinamika kelompok diharapkan mempunyai kemampuan yang merata, bisa beradaptasi dan berintraksi, terjalin rasa ketergantungan antar yang satu dengan yang lainnya atau terjalin sebagaimana rasa kekeluargaan. Sedangkan individu atau anggota didalam dinamika kelompok sendiri didalam perspektif Syaikh Al-Zarnuji diklasifikasi kedalam tiga aspek. pertama, manusia atau peserta didik yang sempurna, kedua manusia yang separuh-separuh dan yang ketiga peserta didik yang tidak ada apa-apanya. Dan dinamika kelompok itu sendiri, harus mempunyai sifat lentur atau luwes, dinamis atau tidak statis.
The Correlation Between Vocabulary Mastery and Translation Accuracy of Students at English Language as Foreign Application Standard (Elfast) Pare Kediri Kulsum, Ummu
AL-FIKRAH: Jurnal Studi Ilmu Pendidikan dan Keislaman Vol. 3 No. 1 (2020)
Publisher : Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Translation is one of important knowledge which has to be mastered by the language learners, especially English Learners. The English learners will need some English books to enrich their knowledge. By having a good translation, the learners can transfer the content of the book correctly. Mastering vocabulary is very important in doing translation. The translator cannot always depend on the lexical meaning which were provided in the dictionary. The translator have to find the equivalence meaning in the translation in order the readers can read the target language as like they read the original. There are two problem statements in this study. The first one is whether the more vocabulary students have, the more their translation accuracy or not. The second is how significant is the correlation between vocabulary mastery and translation accuracy of students translation class at English Language as Foreign Application standard at ELFAST Pare Kediri. Population of this research is a whole number of the students who join translation (practice) subject which consist of one class with only 17 students of 2015 academic year. The instruments that were used in this research are documentation and tests (vocabulary mastery test and translation accuracy test). The obtained data of tests was analyzed by using statistic corelation product moment formula. The result showed that the more vocabulary of students have, the more their translation accuracy; and there is a significant correlation between vocabulary mastery and translation accuracy of students translation class at English Language as Foreign Application standart (ELFAST) PARE KEDIRI with high interpretation either in significant level of 5% or 1%. It was proven by the result of the obtained data, rxy is greater than rtable (0,805>0,482 or 0,606). It can be drown a conclusion that the students’ translation accuracy is very much influence by the amount of vocabularies they have. So, if the students want to increase their translation accuracy, the first step that should be done is increasing their vocabulary mastery. Then, increase the other factors that can influence their translation accuracy, such as grammar or syntax, morphology, semantic, etc.
Penerapan Kebijkan Rapor Elektronik pada Kurikulum 2013 Menurut Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia Hamidi; Mahsun
AL-FIKRAH: Jurnal Studi Ilmu Pendidikan dan Keislaman Vol. 3 No. 1 (2020)
Publisher : Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan kebijakan rapor elektronik pada kurikulum 2013 merupakan salah satu alternatif pemecahan masalah pendidikan. Banyak kendala yang dihadapi karena berbagai faktor yang seringkali mempengaruhi penerapan kebijakan. Kebijakan yang telah melewati tahapan-tahapan belum tentu berhasil dalam penerapannya. Untuk mencapai keberhasilan dalam melaksanakan kebijakan, maka kendala harus diatasi sedini mungkin. Tujuan penelitian untuk mengetahui efektivitas penerapan kebijakan rapor elektronik pada kurikulum 2013 dan berbagai kendala yang dihadapi dalam kebijakan tersebut, yaitu sejauh mana efektivitas penerapan rapor elektronik sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Hasil penelitian ini adalah: 1) Penerapan kebijakan rapor elektronik pada kurikulum 2013 merupakan inovasi baru dalam pendidikan dan bertujuan untuk memantau, mengevaluasi proses kemajuan pembelajaran, serta meningkatkan hasil belajar siswa secara berkelanjutan. Selain itu, untuk sinkronisasi nilai yang ada di lembaga atau sekolah dengan server Dapodik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2) Kendala dalam penerapan kebijakan rapor elektronik diantaranya, adalah sering terjadi sistem update. Selain itu, jaringan internet terkadang kurang baik sehingga penggunaan raport elektronik sangat sedikit peminatnya.
Adab dan Urgensi Khiá¹­bah pada Era Kontemporer: Kajian Tafsir Fiqh dalam Surat Al-Baqarah [2]: 235 K. Daud, Fathonah; Muniri
AL-FIKRAH: Jurnal Studi Ilmu Pendidikan dan Keislaman Vol. 3 No. 1 (2020)
Publisher : Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sudah menjadi tradisi di mana-mana bahwa sebelum pernikahan terdapat pertunangan terlebih dahulu. Pertunangan atau disebut khiṭbah itu sendiri sebagai masa perkenalan antara kedua calon ataupun masa persiapan untuk menuju mahligai rumah tangga. Ajaran khiṭbah dalam Islam sarat hikmah. Syariat khiṭbah telah dijelaskan al-Qur’an dalam surat al-Baqarah: 235. Tetapi di era kontemporer ini masih banyak masyarakat yang kurang memahami makna dan adab dalam syariat khiṭbah bahkan. Sebagian masyarakat Islam ada yang memahami khiṭbah (seolah-olah) seperti makna pernikahan, yang membolehkan berpegang-pegangan dan apa saja bagi calon laki-laki dan calon perempuan. Bagaimanapun khiṭbah tidak akan dapat memberikan hak apa-apa kepada si peminang melainkan hanya dapat menghalangi lelaki lain untuk meminang calon pendampingnya. Perkembangan tradisi khiṭbah mengalir normal berabad-abad hingga hari ini. Justru ada perspektif berbeda bahwa dengan (keluarga) perempuan mendatangi si lelaki untuk diminta persetujuannya menjadi menantunya atau menikahi putrinya itu dipandang baik saja, lumrah dan tidak melanggar tatasusila adat yang berlaku. Tulisan ini akan menguraikan kandungan al-Qur’an dalam surat al-Baqarah [2]: 235 dalam perspektif fiqh, termasuk keutamaan, adab dan larangan-larangan dalam pertunangan.
Implementasi Model Direct Interaction dengan Metode Diskusi untuk Meningkatkan Hasil Belajar Mahasiswa PAI Abd Haris; Budiyono, Agus
AL-FIKRAH: Jurnal Studi Ilmu Pendidikan dan Keislaman Vol. 3 No. 1 (2020)
Publisher : Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Implementasi metode diskusi dalam pembelajaran interaksi langsung dalam meningkatkan hasil belajar mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam. Penelitian ini membahas tentang ketuntasan hasil belajar mahasiswa serta seberapa besar peningkatan hasil belajarnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian tindakan kelas dengan sampel satu kelas mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam di Fakultas Agama Islam Universitas Islam Madura pada tingkat kedua. Adapun instrument yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan intrumen tes hasil belajar berupa tes pilihan ganda serta menggunakan pedoman observasi keterlaksanaan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan dengan adanya metode diskusi dalam pembelajaran DI dapat menuntaskan hasil belajar mahasiswa, yaitu sebesar 87% mahasiswa sudah mampu menunjukkan hasil belajar yang baik. Disisi lain hasil belajar mahasiswa mengalami peningkatan, adapun besar peningkatan belajar ditunjukkan dengan nilai N-gain sebesar 0,67 atau peningkatan hasil belajar mahasiswa berada pada kategori sedang. Pembelajaran menggunakan metode diskusi ini sangat ampuh dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik, dengan diskusi baik secara diskusi kelompok mapun diskusi kelas.
KONSEP BELAJAR BERSAMA ALAM DALAM PENDIDIKAN FORMAL PERSPEKTIF AL-QUR'AN Ahmadi
AL-FIKRAH: Jurnal Studi Ilmu Pendidikan dan Keislaman Vol. 2 No. 2 (2019)
Publisher : Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/al-fikrah.v2i2.66

Abstract

Pendidikan yang semakin berkembang dari berbagai aspek, menuntut para insan pendidikan untuk turut serta berperan dan terlibat di dalam perkembangan tersebut. Untuk mengimbanginya, perlu adanya pembaharuan dalam pelaksanaan proses pendidikan. Pada perkembangannya, muncul berbagai teori pendidikan sebagai bentuk respon terhadap kompleksnya dunia pendidikan saat ini. Salah satu yang dapat diambil adalah teori “belajar bersama alam”. Teori ini merupakan salah satu teori yang tidak hanya dicetuskan oleh para tokoh pendidikan, tetapi juga tersirat di dalam Alquran. Teori ini juga dinilai mampu untuk menjembatani perkembangan yang terjadi dengan proses pendidikan yang tepat, karena pada pelaksanaannya ia menerapkan teori humanism yang bersifat Islami dengan mengedepankan teori brain-based learning dan multiple intelligences. Kedua teori tersebut dipandang mampu mewujudkan pendidikan yang komprehensif dan sejalan dengan koridor-koridor yang digariskan Alquran. Teori belajar bersama alam kemudian menjadi dasar munculnya sekolah-sekolah alam yang memiliki karakteristik tersendiri; yaitu memadukan pendidikan dengan karakter alam, sehingga belajar menjadi lebih menyenangkan dan berlangsung dengan maksimal dan dengan hasil yang maksimal pula. Katakunci:
Strategi Lembaga Pendidikan Islam dalam Menghadapi Era New Normal Pasca Pandemi Covid-19 Hamidi
AL-FIKRAH: Jurnal Studi Ilmu Pendidikan dan Keislaman Vol. 3 No. 2 (2020)
Publisher : Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/al-fikrah.v3i2.67

Abstract

Pandemi covid-19, yang sedang melanda negara di dunia termasuk Indonesia saat ini, mengakibatkan interaksi pembelajaran tatap muka (elearnig) di dalam kelas antara pendidik dan peserta didik tidak mungkin dapat dilaksanakan. Oleh karena itu lembaga pendidikan Islam perlu mengatur strategi pembelajaran menjelang era new normal. Pembelajaran digital (blended learning) menjadi alternatif yang penting untuk mengganti tatap muka di dalam kelas. Tujuan pokok penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi lembaga pendidikan Islam dalam menghadapi era new normal pasca pandemi covid-19. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif akademis. Yaitu suatu metode yang mencoba menemukan pokok permasalahan dan penjabarannya di dasarkan pada rujukan yang berasal dari pendapat para ahli pendidikan dan dapat dipertanggungjawabkan keahliannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran blended learning merupakan solusi yang tepat bagi lembaga pendidikan Islam dalam menghadapi era new normal pasca pandemi covid-19. Dalam blended learning terdapat 4 (empat) ruang belajar diantaranya dalah: (1) live synchronous, (2) virtual synchronous, (3) sel-paced asynchronous, (4) collaborative asynchronous
Konsep Merdeka Belajar dan Pentingnya Kemampuan Memetakan Dunia Kerja Hafid; Mahsun
AL-FIKRAH: Jurnal Studi Ilmu Pendidikan dan Keislaman Vol. 3 No. 2 (2020)
Publisher : Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/al-fikrah.v3i2.68

Abstract

Artikel ini membahas tentang penerapan konsep merdeka belajar dalam dunia pendidikan. Merdeka belajar menawarkan sebuah kemerdekaan dan keleluasaan kepada lembaga pendidikan untuk mengeksplorasi potensi siswa secara maksimal dengan menyesuaikan minat, bakat serta kecendrungannya. Setelah segala potensi yang dimiliki oleh siswa tereksplorasi dengan maksimal diharapkan siswa mendapatkan kemampuan dan keterampilan yang dapat digunakan dalam menghadapi tantangan globalisasi ekonomi, sosial, teknis dan lingkungan di era industri 4.0. Guru harus mampu menjadi fasilitator bagi siswanya dalam menerapkan konsep merdeka belajar, sehingga siswa mampu menyelesaikan masalah dan dapat memetakan dunia kerja pasca lulus dari lembaga pendidikannya. Ada beberapa tahapan langkah yang harus dilakukan siswa dalam menyelesaikan masalah, antara lain; 1) membaca sebuah permasalahan, 2) mengembangkan informasi, 3) memilih strategi, 4) menyelesaikan masalah, 5) memeriksa kembali dan meluaskan kajiannya. Tulisan ini, mengaitkan konsep merdeka belajar dengan kemampuan memetakan dunia kerja yang perlu dimiliki oleh guru saat melakukan fasilitasi dan dimiliki siswa sebelum lulus sekolah. Adapaun metode dalam mengkaji hubungan dua variabel ini, memakai metode kualitatif dengan pendekatan pendekatan kajian library research.
Peran Orang Tua dalam Keberhasilan Pendidikan Agama Islam Anton
AL-FIKRAH: Jurnal Studi Ilmu Pendidikan dan Keislaman Vol. 3 No. 2 (2020)
Publisher : Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/al-fikrah.v3i2.69

Abstract

Keluarga merupakan salah satu unit terkecil dalam membina nilai-nilai ajaran Islam kepada setiap anggota keluarga. Status keluarga sakinah harus menjadi dambaan bagi setiap keluarga muslim untuk di wujudkan dalam setiap langkah kehidupan umat Islam. Orang tua sebagai kepala keluarga sekaligus sebagai pemimpin dalam rumah tangga, harus benar-benar bertanggung jawab terhadap seluruh anggota keluarganya untuk memberikan dan menanamkan nilai-nilai ajaran islam kepada setiap anggota keluarganya. Pendidikan dalam keluarga merupakan pendidikan yang pertama dan utama yang sangat menentukan perkembangan anak selanjutnya. Oleh karena itu orang tua berkewajiban untuk memberi pendidikan kepada seluruh anggota keluarga terutama pada anak. Bagi keluarga muslim, anak merupakan suatu rahmat karunia Allah yang wajib disyukuri. Adapun tujuan Pendidikan Agama Islam kepada anak adalah agar menjadi muslim sejati, beriman teguh, beramal shaleh, berakhlak mulia, serta berguna bagi masyarakat, agama dan Negara. Dalam mendidik anak dalam keluarga minimal ada dua metode yang harus dilakukan yakni metode langsung dengan cara memberikan contoh tauladan, ajuran, perintah, latihan dan pembiasaan, sedangkan metode tidak langsung dengan cara memberikan koreksi, pengawasan, hukuman dan larangan.
Penerapan Metode Keteladanan sebagai Strategi Pembelajaran untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam Abdul Hamid
AL-FIKRAH: Jurnal Studi Ilmu Pendidikan dan Keislaman Vol. 3 No. 2 (2020)
Publisher : Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/al-fikrah.v3i2.70

Abstract

Artikel ini membahas tentang efektifitas penerapan metode keteladanan sebagai strategi pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar pendidikan agama Islam. Metode keteladan sangat efektif, karena selaras dengan jiwa manusia yang berkecendrungan suka meniru atau meneladani kepada figur yang dianggap penting dalam hidupnya. Sebagaimana, kecendrungan peserta didik untuk meniru perkataan dan tingkah laku gurunya. Dalam menerapkan metode ini, keteladanan merupakan tujuan yang menjadi pertimbang utama. Memberi keteladanan bagi guru kepada peserta didik merupakan tujuan bukan sekedar alat. Dengan menjadikan keteladanan sebagai tujuan, maka guru menjadi target dalam menerapkan metode ini. Sedangkan peserta didik menempatkan guru sebagai sentral uswah yang hendak ditiru atau diteladani secara langsung dan dijadikan sebagai pengalaman nyata. Pengalaman nyata berupa keteladan dari guru akan membekas dan terinternalisasi dengan baik oleh peserta didiknya. Metode ini, lebih banyak kelebihannya daripada kekurangannya dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik untuk mata pelajaran pendidikan agama Islam. Dibuktikan dalam library research yang dijelaskan dalam artikel ini.