cover
Contact Name
Isnanto, S.Kep., Ns., MAN
Contact Email
-
Phone
+62274517065
Journal Mail Official
jurnal@stikesbethesda.ac.id
Editorial Address
Johar Nurhadi Number 6 Kota Baru
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kesehatan
ISSN : 23387947     EISSN : 25020439     DOI : https://doi.org/10.35913/jk.v8i1.196
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Kesehatan (e-ISSN: 2502-0439, p-ISSN: 2338-7947) merupakan jurnal yang meliputi bidang keperawatan dengan cakupan Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Anak, Keperawatan Komunitas, Keperawatan Gerontik, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Manajemen dan Paliative Care. Jurnal Kesehatan publish 2 kali dalam setahun, setiap bulan Januari dan Juli dan dipublish oleh Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bethesda Yakkum. Jurnal Kesehatan sudah terakreditasi oleh Akreditasi Jurnal Nasional (ARJUNA) dikelola oleh Kementerian Riset dan Teknologi/ Badan Riset dan Inovasi Nasional Republik Indonesia.
Articles 173 Documents
PENGARUH AKUPUNTUR TERHADAP MIGREN PADA PASIEN DI KLINIK AKUPUNTUR COMMUNITY DEVELOPMENT BETHESDA YOGYAKARTA Derliantini, Ni Gusti A. Kd.; -, Djuminten; Haryanti, Priyani
Jurnal Kesehatan Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: akupuntur sangat populer sebagai metode pengobatan alternatif untuk penyembuhan penyakit. Akupuntur menimbulkan efek analgesi. Efek analgesik ini diperlukan untuk mengatasi penyakit disertai rasa nyeri seperti pada migren. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh terapi akupuntur terhadap nyeri pada pasien migren di Klinik Akupuntur CD Bethesda Yogyakarta Tahun 2014. Metodologi Penelitian: penelitian ini menggunakan desain analitik quasi experimental dengan menggunakan pretest-posttest one group design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien yang melakukan terapi akupuntur di Klinik Akupuntur CD Bethesda Yogyakarta. Sampel penelitian ini adalah semua pasien dengan migren yang melakukan terapi akupuntur. Pengambilan sampel dilakukan dengan consecutive sampling sejumlah 20 subjek. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Numerical rating scale (NSR). Uji statistik yang digunakan adalah uji wilcoxon signed rank. Hasil Penelitian: analisa statistik dengan wilcoxon signed ranks test menunjukkan hasil yang bermakna dengan signifi kansi P=0,000 dengan α=0,05 (P<0.05). Nilai rata-rata skala nyeri sebelum akupuntur 6,10 dan setelah akupuntur 2,80. Kesimpulan: ada pengaruh yang bermakna dari pelaksanaan terapi akupuntur terhadap nyeri pada pasien migren di Klinik Akupuntur CD Bethesda Yogyakarta tahun 2014. Saran: terapi akupuntur dapat menjadi salah satu terapi yang efektif dalam mengatasi nyeri pada pasien migren. Kata kunci: terapi akupuntur, nyeri, migren ABSTRACTBackground: acupuncture is very popular as a method of alternative medicine to cure the disease. Acupuncture effect analgesi. This analgesic effect is required to cope with the disease is accompanied pain such as migraine. Objective: the objective of this study was to determine the effect of acupuncture on the pain of migraine patients of the Community Development Bethesda Acupuncture Clinic in Yogyakarta 2014.” Method: this was quasi experimental study with one-group pretest - posttest design. The population was all patients undergoing acupuncture therapy in CD Bethesda Yogyakarta Acupuncture Clinic. The sample was all patients with migraine who perform acupuncture therapy. There were 20 samples. The instrument used were questionnaires of Numerical rating scale (NSR). The result was tested statistically by wilcoxon signed ranks test. Results: statistical analysis by wilcoxon signed ranks test showed signifi cant results with signifi cance value P = 0.000 at α = 0.05. The mean score obtained in the pre-test was 6.10, while the result of the post-test gained the mean score of 2.80. The decreasing level of migraine pained was shown by the difference value of 3.30. Conclusion: there was a signifi cant difference before and after acupuncture therapy on the pain of migraine patients at CD Bethesda Yogyakarta Acupuncture Clinic in 2014. Recomendation: acupuncture therapy is effective in curing the pain of migraine patients. Keywords: acupuncture, migraine, pain
ASSESSING THE QUALITY OF LIFE OF THE ELDERLY IN SELECTED REGIONS KELURAHAN TERBAN, YOGYAKARTA, INDONESIA Melati, Nimsi
Jurnal Kesehatan Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Indonesia is the third biggest Asian country with a total population aged 60 years and older population after China and India. Based on data from the year 2012 Susesnas Indonesia, elderly population distribution by province shows that the 13.04% of elderly living in Yogyakarta. The elderly need support to face the live changes to maintain high quality of life. Health care provider, family and community around older people should work hand in hand to be support system for our elderly. Objective: to explore about elderly quality of life and fi nd out if there is a signifi cant difference in the self-assessed quality of life of the elderly respondents when their personal profi le characteristics are taken as test factors. Method: This study uses descriptive correlational design. The population are 95 elderly who live in in RW 5 and RW 10 Kelurahan Terban, Yogyakarta. Their quality of life was assessed by themselves and tested by T-test and Anova. Result: Majority of the respondents are 60-70 years old (63%), female (63%), and living with their signifi cant other (78%). There is no signifi cant difference in the self-assessed quality of life of the elderly respondents when their personal profi le (age (F value of 1.849514) and gender (T value of 0.5085)) characteristics are taken as test factors. On other hand, there is a signifi cant difference in the self-assessed quality of life of the elderly respondents when their personal profi le characteristics (living condition) (T value of 2.0972) is taken as test factor. Conclusion: The quality of life of the elderly are good and the living condition has signifi cant difference in self-assessed quality of life of the elderly respondents. Recommendations: There are inputs for enhancement health care service program especially additional activities in Posyandu Lansia.Keywords: Elderly - Quality of Life – PosyanduABSTRAKLatar belakang: Indonesia adalah negara ketiga terbesar yang memiliki populasi lanjut usia (lansia) usia 60 tahun keatas setelah Cina dan India. Berdasarkan data Susenas Indonesia tahun 2012, distribusi populasi lansia berdasarkan provinsi menunjukkan bahwa 13.04% lansia tinggal di Yogyakarta. Lansia memerlukan dukungan untuk menghadapi perubahan kehidupan untuk mempertahankan qualitas hidupnya. Penyedia layanan kesehatan, keluarga dan komunitas disekitar lansiaa harus bekerja sama untuk menjadi pendukung bagi para lansia kita. Tujuan: Mengetahui tentang kualitas hidup lansia dan mengetahui adanya perbedaan signifi kan qualitas hidup dengan karakteristik lansia. Metode: Penelitian ini menggunakan dekriptif korelasi. Populasi penelitian ini adalah 95 lansia yang tinggal di RW 5 dan RW 10 Kelurahan Terban, Yogyakarta. Kualitas hidup lansia diukur oleh lansia sendiri dan diuji dengan T-tes dan Anova. Hasil: Mayoritas response berusia 60-70 tahun (63%), wanita (63%), dan tinggal bersama keluarga (78%). Tidak ada perbedaan signifi kan antara qualitas hidup lansia dengan usia (F value 1.849514) dan jenis kelamin (T value 0.5085). Di sisi lain, ada perbedaan signifi kan antara kualitas hidup lansia dengan kondisi hidup (T value 2.0972). Kesimpulan: Kualitas hidup lansia baik dan kondisi hidup memiliki perbedaan signifi kan dengan kualitas hidup lansia. Saran: Beberapa masukan di berikan untuk meningkatkan program pelayanan kesehatan terutama kegiatan tambahan di Posyandu Lansia. Kata kunci: Lansia-Kualitas Hidup- Posyandu
SELF EFFICACY PENDERITA HIV/AIDS DALAM MENGKONSUMSI ANTIRETROVIRAL DI LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT KEBAYA YOGYAKARTA Kustanti, Christina Yeni; Pradita, Reni
Jurnal Kesehatan Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35913/jk.v5i1.74

Abstract

Latar belakang : HIV/AIDS merupakan penyakit yang tidak dapat disembuhkan dan belum ditemukan obat yang dapat memulihkan hingga saat ini. Pada tahun 2011, kasus HIV/AIDS di Indonesia mencapai 21.770 orang. Terapi antiretroviral adalah obat antiviral yang dapat menekan perkembangan virus HIV dalam tubuh. Selain dapat menyebabkan kematian penderita HIV/AIDS juga banyak memunculkan masalah psikologis seperti ketakutan, keputusasaan, depresi, dan diskriminasi sehingga membutuhkan dukungan sosial dari pihak keluarga, teman dan masyarakat dengan cara meningkatkan self effcacy upaya untuk memecahkan masalah dengan cara meningkatkan self effcacy. Tujuan : Mengetahui self effcacy penderita dalam mengkonsumsi antiretroviral di Lembaga Swadaya Masyarakat Tahun 2017. Metode : Penelitian ini menggunakan deskriptif analitik dengan jumlah sampel 40 orang di Lembaga Swadaya Masyarakat Kebaya Yogyakarta, teknik pengambilan sampel menggunakan total populasi dan instrumen yang digunakan kuesioner. Hasil : Hasil perhitungan uji statistik dapat disimpulkan bahwa self effcacy penderita HIV/AIDS dalam mengkonsumsi antiretroviral di Lembaga Swadaya Masyarakat Kebaya Yogyakarta memiliki self effcacy yang tinggi yaitu (87,5%). Kesimpulan : Penderita HIV/AIDS dalam mengkonsumsi antiretroviral di lembaga swadaya masyarakat Kebaya Yogyakarta Tahun 2017 memiliki self effcacy yang tinggi. Saran : Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan self effcacy yang rendah dan meningkatkan kepatuhan dalam mengkonsumsiantiretroviral serta menjadi bahan acuan bagi peneliti selanjutnya yang berhubungan dengan faktor-faktor yang mempengaruhi self effcacy penderita HIV/AIDS dalam mengkonsumsi ARV. Kata kunci : HIV/AIDS - Antiretroviral - Self effcacy
PENTINGNYA SIRIRAJ STROKE SCORE DI AREA KEPERAWATAN GAWAT DARURAT Pujiastuti, Diah
Jurnal Kesehatan Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35913/jk.v5i1.75

Abstract

Latar Belakang: Pasien stroke membutukan penanganan cepat dan tepat sesuai dengan penyebab dan luasnya area yang terkena akibat hemoragik atau iskemik yang tergantung pada hasil pemeriksaan CTScan. Untuk daerah dengan fasilitas terbatas, pemeriksaan CT-Scan tidak dapat dilakukan cepat, oleh karena itu diperlukan alat pengkajian yang mampu memprediksi tingkat kegawatan pasien stroke. Salah satu alat tersebut adalah Siriraj Stroke Score (SSS). Alat ini telah digunakan oleh banyak negara berkembang dengan tingkat keakuratan antara 80-91% dan baik digunakan untuk menilai jenis stroke. Tujuan: penelitian ini memberikan informasi tentang tingkat keakuratan SSS untuk menilai jenis stroke. Metode: penelitian menggunakan cara literatur review dengan menelaah lima jurnal dari www.search.ebscohost.com, www. proquest.com, www.pubmed.gov, satu jurnal sistematik review, dan empat buku tentang stroke dengan tahun publikasi 2005-2013. Hasil: menunjukkan SSS merupakan alat pengkajian sederhana untuk menilai penyebab dan tingkat kegawatan stroke, dengan nilai sensitivitas antara 68-87,3% dan nilai spesifsitas antara 64-91,13%. Hasil kesesuaian dengan CT-Scan mempunyai nilai yang baik yaitu 70-85%. Kesimpulan: SSS merupakan alat kajian sederhana yang dapat mengkaji jenis stroke dan dapat digunakan petugas kesehata dengan fasilitas CT-Scan terbatas. Kata kunci: Siriraj Stroke Score, CT-scan, jenis stroke
EFEKTIVITAS PROGRAM BINA KELUARGA LANSIA (BKL) DALAM MEMBINA LANSIA DI KECAMATAN GODEAN SLEMAN YOGYAKARTA Listyaningsih, Enik; Wardani, Agaphita Chrisinta
Jurnal Kesehatan Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35913/jk.v5i1.76

Abstract

atar Belakang: Menurut Wiranatakusuma (BKKBN, 2012:9) Indonesia mengalami peningkatan jumlah penduduk berusia 60 tahun ke atas cukup pesat. Dengan demikian diperlukan kesiapan dan peran keluarga yang mempunyai lansia untuk membinanya melalui kelompok kegiatan BKL. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui efektivitas program BKL dalam membina lansia di Kecamatan Godean, Sleman, Yogyakarta tahun 2017. Metode Penelitian: Metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sampel 6 BKL, setiap BKL diambil 2 kader, 2 keluarga lansia, 2 lansia, peneliti menggunakan teknik purposive sampling. Pengambilan data menggunakan wawancara mendalam. Alat ukur peneliti sendiri, pedoman wawancara, alat perekam dan alat tulis. Hasil: Bina Keluarga Lansia (BKL) ini efektif dilihat dari hasil wawancara 6 BKL yang setiap BKL diambil 2 kader, 2 keluarga lansia dan 2 lansia tentang keberhasilan program, kepuasan terhadap program dan pencapaian tujuan berdasarkan adanya indikator rutinitas kegiatan program BKL, tingkat partisipasi keluarga lansia dan lansia dalam mengikuti program BKL. Hasil wawancara semua responden menjawab kegiatannya rutin, peserta yang datang lebih dari 75% dan kegiatan yang dilakukan di BKL sangat membantu dalam membina lansia. Kesimpulan: Setelah disimpulkan mengenai efektivitas program BKL dalam membina lansia yang dilihat dari keberhasilan program, kepuasan program dan pencapaian program bahwa BKL ini efektif untuk membina lansia. Saran: Diharapkan peneliti selanjutnya dapat meneliti BKL dengan menggabungkan metode kualitatif dan kuantitatif. Kata kunci: Efektivitas - Bina Keluarga Lansia
HUBUNGAN PENGETAHUAN, KUALITAS INTERAKSI, DUKUNGAN KELUARGA, DAN SIKAP DENGAN KEPATUHAN MENGKONSUMSI OBAT PADA PENDERITA ISPA DI PUSKESMAS NGAGLIK I SLEMAN Sudarta, Wayan; Lades, Lades
Jurnal Kesehatan Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35913/jk.v5i1.77

Abstract

Latar belakang : Kesehatan merupakan faktor penting dalam kehidupan. Lingkungan dan pola hidup masyarakat yang kurang sehat membuat masyarakat rentan terhadap penyakit, salah satunya ISPA. Dalam meminimalkan komplikasi dari ISPA diperlukan Pengetahuan, Kualitas Interaksi, Dukungan Keluarga, dan Sikap sehingga pasien patuh menjalani pengobatannya. Tujuan penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Pengetahuan, Kualitas Interaksi, Dukungan Keluarga, dan Sikap dengan kepatuhan mengkonsumsi obat pada penderita ISPA di Puskesmas Ngaglik I Sleman Februari 2017. Metode penelitian: Desain penelitian ini adalah correlational dengan pendekatan cross sectional dilakukan di Puskesmas Ngaglik I Sleman tanggal 27 Februari-05 Maret 2017. Jumlah sampel ditentukan menggunakan rumus Slovin dan pengambilan sampel menggunakan Accidental Sampling sehingga mendapatkan 81 responden. Alat ukur menggunakan kuisioner. Hasil penelitian : Analisis bivariate dengan uji Spearman Rank dan anilasa multivariate menggunakan analisis Regresi Logistic Ordinal menunjukkan kualitas interaksi mempunyai peluang dan pegaruh paling tinggi terhadap kepatuhan minum obat dengan nilai signifkasi sebesar 0,01. Kesimpulan : Terdapat hubungan secara bersama-sama antara pengetahuan, kualitas interaksi, dukungan keluarga, dan sikap dengan kepatuhan mengkonsumsi obat ISPA di puskesmas Ngaglik I Sleman. Saran : Diharapkan peneliti selanjutnya dapat meneliti tentang peranan tenaga kesehatan dengan tingkat kepatuhan pasien mengkonsumsi obat ISPA Kata kunci : pengetahuan, kualitas interaksi, dukungan keluarga, sikap, kepatuhan mengkonsumsi obat, ISPA
STUDI EPIDEMIOLOGI KEMATIAN IBU DI KABUPATEN ROTE NDAO PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Palupi, Niken WN; Manafe, Jois Yabez Wilhem
Jurnal Kesehatan Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35913/jk.v5i1.78

Abstract

Latar belakang : Kematian ibu adalah masalah kesehatan masyarakat yang banyak terjadi di negara berkembang, termasuk Indonesia. Kematian ibu di Kabupaten Rote – Ndao Periode Januari 2013 – Juli 2016 sebanyak 31 jiwa. Dari pihak pemerintah sudah mengadakan program kesehatan dan telah mengimplementasikan berbagai kebijakan misalnya Millenium Development Goal (MDGs), Sustainble Development Goals (SDGS) dan yang terakhir adalah pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK). Semua kebijakan tersebut diharapkan dapat menurunkan kematian ibu, namun kematian masih saja terjadi. Tujuan: Mendeskripsikan Gambaran Epidemiologi Kematian Ibu di Kabupaten Rote – Ndao Periode Januari 2013 – Juli 2016. Metode:Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah study epidemiologi deskriptif. Tehnik pengambilan sampel yaitu total populasi. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa kematian ibu terbanyak terjadi pada periode tahun 2013 dan Januari – Juli 2016 (29,0%), ibu yang usia 20 – 35 tahun (41,9%), status perkawinan atau belum menikah (22,5%), berpendidikan sekolah dasar (38,7%), pekerjaan sebagai ibu rumah tangga (41,9%), baru pertama kali melahirkan (41,9%), persalinan ditolong oleh dukun (54,8%), penyebab kematian adalah perdarahan (51,6%), tempat persalinan di rumah (41,9%), bertempat tinggal di Kecamatan Rote Barat Laut dan kota Ba’a (22,5%). Kesimpulan: Kematian ibu terbanyak adalah pada periode 2013 dan Januari – Juli 2016, berusia 20 – 35 tahun, belum menikah, berpendidikan sekolah dasar, bekerja sebagai ibu rumah tangga, melahirkan pertama kali, ditolong oleh dukun, disebabkan oleh perdarahan, melahirkan dirumah dan bertempat tinggal di Kecamatan Rote Barat Laut dan kota Ba’a. Saran: Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai tolak ukur dalam perencanaan program kesehatan Kabupaten Rote – Ndao khususnya masalah kematian ibu. Kata kunci : Kematian ibu – Studi epidemiologi
STUDI KOMPARATIF SENAM KAKI DAN SENAM KEBUGARAN DIABETES TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH SEWAKTU LANSIA DI SLEMAN YOGYAKARTA Melati, Nimsi; Indriastuti, Charolina Merlida
Jurnal Kesehatan Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35913/jk.v5i1.79

Abstract

Latar Belakang: Tantangan kesehatan utama saat ini adalah penyakit tidak menular, seperti diabetes mellitus (DM). Tahun 2014 jumlah penderita DM di dunia sebanyak 194 juta jiwa. Penderita yang tidak mampu mengontrol penyakit DM dapat menimbulkan berbagai komplikasi. Pengelolaan dan pencegahan komplikasi DM memerlukan 4 pilar, salah satunya adalah olahraga seperti senam. Tujuan:Untuk mengetahui perbedaan senam kaki dan senam kebugaran diabetes terhadap kadar glukosa darah sewaktu lansia di Sleman Yogyakarta 2017. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental two group pre-post test time series. Teknik sampling menggunakan purposive sampling sebanyak 34 responden, 17 responden senam kaki dan 17 responden senam kebugaran diabetes. Analisisdata menggunakan uji General Linier Model Repeated Measures (GLM-RM). Hasil: Hasil uji GLM-RM kelompok senam kaki p= 0,008 (p
PENGARUH ART THERAPY MENGGAMBAR TERHAD TINGKAT DEPRESI PADA PASIEN SKIZOFRENIA DI RSJD Dr. RM SOEDJARWADI KLATEN Ngapiyem, Ruthy; Asmara, Petrus Dwi
Jurnal Kesehatan Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35913/jk.v5i1.80

Abstract

Latar belakang : Penelitian ini didasarkan pada studi pendahuluan berupa observasi dan wawancara kepada pasien diruang rawat inap RSJD Dr. RM Soedjarwadi Klaten, dimana didapatkan hasil 41 dari 59 pasien mengatakan susah tidur, malas melakukan aktivitas, rasa bersalah, dan tidak ada semangat untuk menjalani hidup yang merupakan gejala depresi. Tujuan : Tujuan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh art therapy menggambar terhadap tingkat depresi pada pasien skizofreniadi RSJD Dr. Soedjarwadi Klaten Provinsi Jawa Tengah 2016. Metode : Jenis penelitian yang dilakukan adalah pre eksperimental dengan one group design pretest-postest. Populasi pada penelitian ini berjumlah 41. Sampel berjumlah 15 orang diambil dengan teknik Purposive Sampling. Analisis data menggunakan Wilcoxon Match Paired Test. Hasil : Hasil uji Wilcoxon Match Paired Tes tmenunjukan p
PERBEDAAN MEMORI JANGKA PENDEK LANSIA SEBELUM DAN SESUDAH TERAPI HUMOR MELALUI MEDIA DAGELAN JAWA DI UNIT PELAYANAN TERPADU (UPT) PANTI WERDHA BUDHI DHARMA YOGYAKARTA Listyaningsih, Enik; Sambung, Yohana Hardika
Jurnal Kesehatan Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35913/jk.v4i1.86

Abstract

Latar Belakang: Salah satu permasalahan pada proses penuaan adalah gangguan memori jangka pendek. Menurut Santrock memori jangka pendek adalah sistem memori berkapasitas terbatas, dimana informasidisimpan selama 30 detik, kecuali informasi diulang dapat disimpan lebih lama. Salah satu cara untuk meningkatkan memori jangka pendek adalah terapi humor. Humor merupakan suatu perangsang yangmerefleks tawa yang digunakan untuk mengatasi stres. Tujuan: Untuk mengetahui perbedaan memori jangka pendek lansia sebelum dan sesudah terapi humor melalui media dagelan Jawa di Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Panti Werdha Budhi Dharma, Yogyakarta Tahun 2014. Metode penelitian: Penelitian ini merupakan Pra-experimental dengan pendekatan one-group pre-post test design. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 57. Teknik pengambilan sampel dengan cara purposive sampling dengan jumlah sampel yang didapat sesuai kriteria 18 orang. Uji statistik yang digunakan adalah Wilcoxon Main Pairs Test. Hasil penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan memori jangka pendek lansia sebelum dan sesudah terapi humor melalui media dagelan Jawa di Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Panti WerdhaBudhi Dharma Yogyakarta. Uji statistik menunjukan p value<0,05 (p value=0,000). Kesimpulan: terdapat peningkatan memori jangka pendek lansia setelah melakukan terapi humor melalui media dagelan Jawa selama 4 hari berturut-turut di Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Panti Werdha Budhi Dharma tahun 2014.Saran: Terapi humor dapat dijadikan sebagai terapi untuk meningkatkan memori jangka pendek lansia. Kata Kunci: memori jangka pendek - terapi humor melalui media dagelan Jawa –lansi

Page 2 of 18 | Total Record : 173