cover
Contact Name
Isnanto, S.Kep., Ns., MAN
Contact Email
-
Phone
+62274517065
Journal Mail Official
jurnal@stikesbethesda.ac.id
Editorial Address
Johar Nurhadi Number 6 Kota Baru
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kesehatan
ISSN : 23387947     EISSN : 25020439     DOI : https://doi.org/10.35913/jk.v8i1.196
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Kesehatan (e-ISSN: 2502-0439, p-ISSN: 2338-7947) merupakan jurnal yang meliputi bidang keperawatan dengan cakupan Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Anak, Keperawatan Komunitas, Keperawatan Gerontik, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Manajemen dan Paliative Care. Jurnal Kesehatan publish 2 kali dalam setahun, setiap bulan Januari dan Juli dan dipublish oleh Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bethesda Yakkum. Jurnal Kesehatan sudah terakreditasi oleh Akreditasi Jurnal Nasional (ARJUNA) dikelola oleh Kementerian Riset dan Teknologi/ Badan Riset dan Inovasi Nasional Republik Indonesia.
Articles 173 Documents
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DAN KEPATUHAN MENGIKUTI SENAM KEBUGARAN DIABETES PADA LANSIA PENDERITA DM TIPE II DI PUSKESMAS NGAGLIK I SLEMAN YOGYAKARTA Melati, Nimsi; Heldi, Okki Chyntia
Jurnal Kesehatan Vol 6 No 1 (2018): Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35913/jk.v6i1.115

Abstract

Latar Belakang: Tahun 2014 jumlah penderita diabetes mellitus (DM) di dunia sebanyak 387 juta kasus dan di Indonesia sebanyak 10 juta penderita. Peningkatan jumlah penderita DM terus menerus dapat meningkatkan angka kecacatan akibat komplikasi. Komplikasi dapat dicegah dengan empat pilar DM. Pelaksanaan pilar DM yang dilakukan sepanjang hidup menimbulkan kejenuhan bagi penderita DM. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dan kepatuhan mengikuti senam kebugaran diabetes pada lansia penderita DM Tipe II di Puskesmas Ngaglik I Sleman 2017. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain correlation dengan cross sectional. Teknik sampling menggunakan cluster sampling sebanyak 106 lansia. Analisis data menggunakan Chi Square. Hasil Penelitian: Hasil analisis data 0,000<0,05 (p value<?), artinya terdapat hubungan dukungan keluarga dan kepatuhan mengikuti senam kebugaran diabetes pada lansia penderita DM Tipe II di Puskesmas Ngaglik I Sleman 2017. Hasil uji Coefficient Contingency 0,479 artinya korelasi sedang. Kesimpulan: Ada hubungan dukungan keluarga dan kepatuhan mengikuti senam kebugaran diabetes pada lansia penderita DM Tipe II di Puskesmas Ngaglik I Sleman 2017. Saran: Hasil penelitian dapat dijadikan informasi bagi keluarga untuk meningkatkan dukungan salah satunya mengingatkan lansia yang menderita DM Tipe II untuk mematuhi jadwal senam kebugaran diabetes agar tetap sehat meskipun mengalami DM. Kata kunci : Dukungan Keluarga - Kepatuhan - Lansia - Senam Kebugaran Diabetes - Diabetes Mellitus. ABSTRACT Background: In 2014 there were 387 million of DM cases in the world while in Indonesia there were 10 million of DM patients. The increase of DM patients can also increase deformity because of complication. Complication can be prevented with four pillars of DM. Implementation the pillars of DM will cause boredom to DM patient. Aim: To determine the relationship between family support and compliance in doing diabetic fitness gymnastic of elderly patients with DM Type II in Puskesmas Ngaglik I Sleman in 2017. Method: This was a correlation design with cross sectional approach. There were 106 elderly taken with cluster sampling technique. The data was analyzed using the Chi Square test. Result: The results of the analyzed data was 0,000 < 0,05 (p-value < ?), it means there is a significant relationship between family support and compliance in doing diabetic fitness gymnastic of elderly patients with DM Type II in Puskesmas Ngaglik I Sleman in 2017, the result of coefficient contingency was 0,479 it means there is medium correlation. Conclusion: There is a the relationship between family support and compliance in doing diabetic fitness gymnastic of elderly patients DM type II in Puskesmas Ngaglik I Sleman in 2017. Suggestion : The research could be used as information for family to give support to elderly patient with DM type II to obey a schedule of diebetic fitness gymnastic. Keywords: Family Support - Compliance - Elderly - Diabetic Fitness Gymnastic - Diabetes Mellitus.
HUBUNGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK DENGAN PERILAKU CARING PERAWAT DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN RAWAT INAP DI PUSKESMAS JETIS 1 BANTUL YOGYAKARTA Ngapiyem, Ruthy; Wati, Setia
Jurnal Kesehatan Vol 6 No 1 (2018): Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35913/jk.v6i1.116

Abstract

Latar Belakang : Di Indonesia prevalensi kecemasan berkisar antara 6 – 7%, perbandingan pria dan wanita 1 : 2. Kecemasan dapat terjadi ketika pasien menjalani pengobatan rawat inap. Salah satu cara yang paling efektif untuk membantu proses penyembuhan pasien adalah dengan caring dan komunikasi. Komunikasi dalam bidang keperawatan dikenal dengan komunikasi terapeutik. Tujuan : Mengetahui hubungan komunikasi terapeutik dan perilaku caring perawat dengan tingkat kecemasan pada pasien rawat inap. Metode Penelitian : Desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, jumlah sampel 43 pasien dan 10 perawat di Puskesmas Jetis 1 Bantul, teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling, instrumen yang digunakan kuesioner dan pedoman wawancara. Hasil : Untuk hubungan komunikasi terapeutik dengan tingkat kecemasan didapatkan p-value 0,00 dengan tingkat keeratan 0,767. Untuk hubungan perilaku caring dengan tingkat kecemasan didapatkan p-value 0,00 dengan tingkat keeratan 0,710. Kesimpulan : Ada hubungan komunikasi terapeutik dengan tingkat kecemasan pada pasien rawat inap dan ada hubungan perilaku caring perawat dengan tingkat kecemasan pada pasien rawat inap di Puskesmas Jetis 1 Bantul tahun 2017 dengan tingkat keeratan kuat. Saran : Bagi perawat dapat meningkatkan komunikasi terapeutik dan perilaku caring saat memberikan asuhan keperawatan. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan untuk meneliti faktor - faktor yang mempengaruhi perilaku caring perawat. Kata kunci : Komunikasi Terapeutik - Perilaku Caring - Tingkat Kecemasan ABSTRACT Background: In Indonesia, the prevalence of anxiety is about 6 – 7%, the comparison between men and women is 1:2. Anxiety in patient happens when they go through the hospitalization care. One of the most effective ways to support the healing process is caring and communication. The communication method in nursing field is known as therapeutic communication.Objective: To find out the correlation between therapeutic communication and nurse caring behavior to with level of anxiety of hospitalized patients. Methods of Research: It was a quantitative research with cross sectional approach involving 43 patients and 10 nurses in Puskesmas Jetis 1 Bantul taken with accidental sampling technique. Instruments used were questionnaire and interview guide line.Results: The correlation between therapeutic communication and anxiety level is p- value 0,00 with level of closeness is 0,767 while the relation between caring behavior and anxiety level is p-value 0,00 with level of closeness is 0,710. Conclusion: There is are correlation between therapeutic communication and anxiety level in hospitalized patient. There is also a correlation between caring behavior of nurse and anxiety level of hospitalized patient in health Puskesmas Jetis 1 Bantul in 2017 with strong level of closeness. Suggestion: To the nurses, they are expected to increase the therapeutic communication and caring behavior when giving nursing care. To the further research is expected to examine factors that caring behavior. Keywords: Therapeutic Communication - Caring Behaviour - Anxiety Level
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK BAWANG DAYAK TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI DESA TANGKAHEN KECAMATAN BANAMA TINGANG KABUPATEN PULANG PISAU KALIMANTAN TENGAH Wahyuni, Sri; aditia, Aditia
Jurnal Kesehatan Vol 6 No 1 (2018): Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35913/jk.v6i1.117

Abstract

Latar Belakang: Hasil Riset Kesehatan Dasar (2013), secara nasional terjadi peningkatan prevalensi hipertensi berdasarkan wawancara dari 7,6% pada tahun 2007 menjadi 9,5% pada tahun 2013. Prevalensi hipertensi pada penduduk umur 18 tahun ke atas di Indonesia adalah sebesar 25,8%. Data Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah 2015 terdapat 10 kabupaten/kota yang melaporkan hasil pengukuran tekanan darah pada penduduk yang berusia ? 18 tahun, terdapat 68.922 orang (23,20%) yang menderita hipertensi. Salah satu cara mengatasi hipertensi yakni dengan menggunakan ekstrak tanaman Bawang Dayak. Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian ekstrak Bawang Dayak terhadap perubahan tekanan darah pada penderita hipertensi di Desa Tangkahen, Kecamatan Banama Tingang, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah tahun 2017. Metode: Desain penelitian Pre-experimental Design dengan rancangan One-group Pretest-posttest Design. Jumlah populasi dan sampel 30 orang dengan teknik sampling total populasi. Analisa data menggunakan Paired-Sample T Test. Hasil: Nilai rata-rata MAP pretest 117,23 mmHg dan nilai rata-rata posttest 112,02 mmHg, perubahan rata-rata MAP tekanan darah 5,21 mmHg. p value < ?, yakni 0,000 < 0,05 yang berarti H0 ditolak dan H? diterima. Kesimpulan: Ada pengaruh pemberian ekstrak Bawang Dayak terhadap perubahan tekanan darah pada penderita hipertensi di Desa Tangkahen, Kecamatan Banama Tingang, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah tahun 2017. Saran: Penderita hipertensi dapat menggunakan tanaman Bawang Dayak untuk mengatasi penyakit hipertensi. Sebagai dasar bagi peneliti lainnya dalam mengembangkan penelitian terkait tanaman Bawang Dayak dan hipertensi. Kata kunci : Ekstrak Bawang Dayak - Tekanan Darah - Hipertensi. ABSTRACT Background: The Result of Basic Health Research (2013), there was an increase in hypertensive prevalence based on interviews from 7,6 in 2007 to 9,5 in 2013. The prevalence of hypertension in Indonesian residents aged ? 18 years was 25,8%. According to data from Health Service of Central Kalimantan Province in 2015, there were 10 regencies/cities reporting results of blood pressure measurement of the residents aged ? 18 years, where 68,922 residents (23.20%) had hypertension. One of the ways to control hypertension is using the extract of Dayak Onion. Objective: To examine the effects of Dayak Onion extract on blood pressure of people with hypertension in Tangkahen Village, Banama Tingang Subdistrict, Pulang Pisau Regency, Central Kalimantan in 2017. Method: This research employed Pre-Experimental Design using One-Group Pretest-Posttest Design. The population and sample consisted of 30 participants collected using total population sampling technique. Data were analyzed using Paired-Sample T-test. Result: The average value of MAP pretest 117,23 mmHg and the average value of MAP posttest 112,02 mmHg, average change in blood pressure MAP 5,21 mmHg. p-value < ?, i.e. 0.000 < 0.05, it means H0 is rejected while H? is accepted. Conclusions: Dayak Onion extract has an effect on the decrease of blood pressure of people with hypertension in Tangkahen Village, Banama Tingang Subdistrict, Pulang Pisau Regency, Central Kalimantan in 2017. Suggestions: People with hypertension can use Dayak Onion to control hypertension. Moreover, it can be used as a basis for other researchers to develop research about Dayak Onion and hypertension. Keywords: Dayak Onion Extract - Blood Pressure - Hypertension.
PERBANDINGAN PERTUMBUHAN PERKEMBANGAN BAYI USIA 4-12 BULAN ANTARA YANG DILAKUKAN BABY MASSAGE DAN BABY SPA DI KELUARAHAN PURWOKINANTI, PAKUALAMAN YOGYAKARTA TAHUN 2017 Palupi, Ethic; Pratiwi, Yusi Eka
Jurnal Kesehatan Vol 6 No 1 (2018): Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35913/jk.v6i1.118

Abstract

Latar Belakang : Stimulasi dalam masa bayi sangat diperlukan untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan. Baby massage dan baby spa merupakan suatu kegiatan stimulasi yang dilakukan oleh orang tua ataupun pengasuh sebagai tindakan menstimulasi pertumbuhan dan perkembangan bayi untuk dapat mengoptimalkan tumbuh kembang bayi. Tujuan : Mengetahui perbedaan pertumbuhan perkembangan bayi setelah dilakukan baby massage dan baby spa. Metode Penelitian : Jenis penelitian quasi eksperimen dengan desain two group pre post test. Responden berjumlah 20 diperoleh menggunakan cluster sampling. Instrumen yang digunakan timbangan, meteran dan DDST II. Uji statistik menggunakan Mann Whitney dan Paired t-test. Hasil Penelitian : Hasil Uji Paired t-test pada kelompok 1(baby massage) berat badan p=0,000 (p< 0,05) dan pada kelompok 2(baby spa) berat badan p=0,000 (p<0,05) dan pada kelompok 1 panjang badan p=0,000 (p<0,05) dan pada kelompok 2 panjang badan p=0,000 (p<0,05) menunjukkan bahwa kedua intervensi berpengaruh terhadap berat badan dan panjang badan. Hasil uji Mann Whitney pada kelompok 1 p=0,004 (p<0,05) dan kelompok 2 p=0,004 (p<0,05) menunjukan bahwa kedua intervensi berpengaruh terhadap perkembangan. Kesimpulan : Baby spa lebih baik untuk meningkatkan pertumbuhan berat badan dan panjang badan, sedangkan baby massage dan baby spa sama-sama baik untuk perkembangan bayi. Saran : Diharapkan untuk orang tua jika ingin meningkatkan berat badan dan panjang badan bayi dapat digunakan baby spa, untuk perkembangan bayi baby massage dan baby spa sama-sama dapat digunakan. Kata kunci : Baby massage - Baby spa - Pertumbuhan - Perkembangan ABSTRACT Background: Stimulation in infancy is necessary to stimulate growth and development. Baby massage and baby spa are stimulation activity performed by parents or caregivers as action to stimulate growth and development of infants to optimize their growth and development. Objective: To find the difference of baby growth and development after baby massage and baby spa. Method: This was a quasi experiment research with two group pre post test design. There were 20 respondents taken with cluster sampling technique. Instruments used in this study were scales, meter and DDST II. Statistical test used Mann Whitney and Paired t-test. Results: The results of Mann Whitney test in group 1(baby massage) p = 0.012 (p> 0.05) and group 2(baby spa) p = 0.004 (p> 0.05) show’s that both interventions havean effect on the development. Paired t-test result show’s group 1 p weight (p> 0,05) and in group 2 body weight p = 0,000 (p> 0,05) and in group 1 body length p = 0,000 (p> 0 , 05) and in group 2 body length p = 0.000 (p> 0,05) mean both intervention have an effect on body weight and body length. Conclusion: Baby spa is better for improving weight baby’s lenght, while baby massage and baby spa are equally good for development. Suggestion : Parents are suggested to increase baby’s wight and lenght by doing baby spa, and to increase baby’s development by doing baby massage and baby spa. Keywords: Baby massage - Baby spa - Growth - Development
HUBUNGAN PERSEPSI, MOTIVASI DAN GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA RUANG DENGAN SIKAP CARING PERAWAT DI RUMAH SAKIT JIWA DAERAH Dr. R.M SOEDJARWADI JAWA TENGAH 2018 Sudarta, I Wayan; Kristiana, Setya
Jurnal Kesehatan Vol 6 No 2 (2019): Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35913/jk.v6i2.119

Abstract

Latar Belakang : Bertambahnya masalah gangguan jiwa diperlukan peningkatan pelayanan kesehatan terutama keperawatan. Penanganan gangguan jiwa diperlukan sikap caring yaitu memberikan perhatian terhadap seseorang. Salah satu cerminan sikap caring adalah berkomunikasi dengan baik. Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Persepsi, Motivasi, dan Gaya kepemimpinan Dengan Sikap Caring Perawat di Rumah Sakit Jiwa Daerah Dr. RM. Soedjarwadi Jawa Tengah 2018. Metode Penelitian : Desain penelitian ini adalah correlation dengan pendekatan cross sectional dilakukan di Rumah Sakit Jiwa Daerah Dr. RM. Soedjarwadi Jawa Tengah tanggal 11 Mei 2018 – 4 Juni 2018. Jumlah sampel menggunakan Tehnik Purposive sampling yaitu 70 responden. Alat ukur kuesioner. Analisis bivariate menggunakan uji Somers’d. Hasil Penelitian : Persepsi p-value<? (0,035<0,05), Motivasi p-value>? (0,080>0,05), gaya Kepemimpinan p-value<? (0,043<0,05) dan analisa multivariat menggunakan analisis Regresi Berganda 4 Variabel, tidak terdapat hubungan secara partial maupun simultan antara persepsi, motivasi, gaya kepemimpinan dengan sikap caring. Kesimpulan :Terdapat hubungan antara persepsi dengan sikap caring perawat, tidak ada hubungan antara motivasi dengan sikap caring perawat, ada hubungan antara gaya kepemimpinan dengan sikap caring perawat di Rumah Sakit Jiwa Daerah Dr. RM. Soedjarwadi Jawa Tengah. Saran : Hasil penelitian bagi Stikes Bethesda, dapat dijadikan refrensi tambahan tentang faktor yang mempengaruhi sikap caring perawat. Kata Kunci : persepsi, motivasi, gaya kepemimpinan, caring ABSTRACT Background : Caring is giving attention to others. One reflection of caring is to maintain good communication. In mental nursing, maintaining a good communication is a key of successful mental nursing care practice. Caring can be influenced by nurses, in terms of perception and motivation and it can also be influenced by unit manager’s leadership style. Objective : To know the correlation between perception, motivation and leadership style with caring attitude of nurses in RSJD Dr. RM. Soedjarwadi Central Java in 2018. Method : It was a correlation research with cross sectional approach done in RSJD Dr. RM. Soedjarwadi Central Java in 11th May – 4th June 2018. The sample was 70 respondents taken with total sampling technique. Data was collected with questionnaire. Analysis was done with Kendall’s Tau test. Result : The result shows df 3, p-value > ? (0,388>0,05), (0,170>0,05), (0,725>0,05) and multivariate analysis with 4 variable multiple regression shows there is no correlation either partially or simultaneously between perception, motivation, leadership style to caring attitude. Conslusion: There is no correlation between perception, motivation and leadership style with caring attitude of nurses in RSJD Dr. RM. Soedjarwadi Central Java in 2018. Suggestion : This research can be an additional reference about factors that influence caring attitude of nurses. Keyword : perception, motivation, leadership style, caring
STUDI KUALITATIF PERILAKU EMOTIONAL EATING MAHASISWA TINGKAT IV PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DI STIKES BETHESDA YAKKUM YOGYAKARTA TAHUN 2018 Kustanti, Christina Yeni; Gori, Marni
Jurnal Kesehatan Vol 6 No 2 (2019): Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35913/jk.v6i2.120

Abstract

Latar Belakang: Mahasiswa yang pada tahap akhir perkuliahan atau yang sedang mengerjakan tugas akhir mengeluhkan nafsu makan meningkat dan keinginan makan secara terus menerus karena stres. Perilaku ini dikenal dengan perilaku makan emotional eating. Perilaku emotional eating adalah kebiasaan individu dalam mengonsumsi makanan secara berlebihan yang dipicu oleh suatu keadaan, perasaan, dan ingatan individu tersebut. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tentang perilaku emotional eating pada mahasiswa tingkat IV Program studi Sarjana Keperawatan di STIKES Bethesda Yakkum Yogyakarta, tahun 2018. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan metode pendekatan fenomenologi. Teknik sample yang digunakan adalah purposive sampling dengan 10 partisipan. Penelitian ini menggunakan pedoman wawancara semi structured dan analisis berupa transkripsi, coding, kategorisasi, tema, dan triangulasi. Hasil: Mahasiswa mengatakan bahwa emotional eating terjadi karena suatu perasaan emosi yang dirasakan. Makan menjadi suatu kebiasaan ketika sedang mengalami banyak masalah, dalam penelitian ini emotional eating terjadi akibat efek dari kesulitan yang dialami selama mengerjakan skripsi. Pengaruh hormon juga membuat keinginan makan muncul. Mengenai praktik emotional eating, mahasiswa memilih makanan yang bervariasi, namun pada umumnya bukan makanan pokok. Kesimpulan: Mahasiswa sering mengalami emotional eating ketika sedang mengalami kesulitan dalam mengerjakan skripsi, ketika mahasiswa menuruti keinginan makan tersebut, niat mengerjakan sebenarnya sudah kembali tapi sebagian besar mahasiswa masih menunda untuk kembali mengerjakan. Saran: Hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan untuk penelitian selanjutnya mengenai perilaku makan. Kata Kunci: Emotional eating – Mahasiswa ABSTRACT Background: Students who are in the final stage of the lecture or doing their final project complain they have increase in appetite and want to eat continuously because of stress. This behavior is known as emotional eating. Emotional eating is someones’s habit that usually want to consume too much food due to conditions, feeling, and memory of someone. Objective: To know the description about emotional eating behavior in the 4th year students of Nursing Study Program at Bethesda Yakkum Institute of Health Sciences Yogyakarta in 2018. Method: This research was a qualitative design with phenomenology method. Sampling technique used purposive sampling with 10 respondents. The research used semi structured interview and analysis contained transcription, coding, categorization, theme, and triangulation. Result: The result shows emotional eating happens because of an emotion they feel. Eating becomes a habit when someone has many problems, in this research emotional eating happens as an effect of the difficulties during accomplishment. Hormonal also makes eating desire appear. In the practice of emotional eating, students usually choose some variations food, but usually not a staple foods. Conclusion: Students often have emotional eating when they find the difficultlly during accomplishment. When students follow the desire for eat, they gain the motivation back though most of them delay their final project accomplishment. Suggestion: The result of this study can be used as reference for the next research abaout eating behavior. Keywords: Emotional eating – Students
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEMAMPUAN KLIEN MENGONTROL HALUSINASI PENDENGARAN DI POLI JIWA RSJD Dr. RM SOEDJARWADI PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2018 Ngapiyem, Ruthy; Kurniawan, Erik Adik Putra Bambang
Jurnal Kesehatan Vol 6 No 2 (2019): Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35913/jk.v6i2.121

Abstract

Latar Belakang : Halusinasi merupakan gangguan persepsi dimana pasien mempersepsikan sesuatu yang sebenarnya tidak terjadi. Penatalaksanaan keperawatan pada pasien dengan perubahan sensori persepsi: halusinasi selain diberi pengobatan farmakologi juga dengan dukungan keluarga agar dapat mengontrol halusinasi. Keterlibatan pendukung pasien (keluarga) sangat dapat membantu dalam proses pengobatan dalam kemampuan mengontrol halusinasi pendengaran pada klien halusinasi pendengaran. Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kemampuan mengontrol halusinasi pendengaran pada klien halusinasi pendengaran di Poli Jiwa RSJD Dr. RM Soedjarwadi Provinsi Jawa Tengah tahun 2018. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan desain studi korelasi untuk melihat adanya hubungan dukungan keluarga dengan kemampuan mengontrol halusinasi pendengaran pada klien halusinasi pendengaran. Besar sampel dalam penelitian ini mengunakan kriteria sampling sebagai berikut: Populasi < 100 diambil total/ semua sampling. Dalam penelitian ini, jumlah sampelnya berjumlah 40 responden. Hasil Penelitian : Berdasarkan hasil uji statistic chi-square didapatkan nilai P-value > ? yaitu (0,356 > 0,05) yang artinya tidak ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kemampuan klien mengontrol halusinasi pendengaran di Poli Jiwa RSJD Dr. RM Soedjarwadi Provinsi Jawa Tengah tahun 2018. Kesimpulan dan Saran : Tidak ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kemampuan klien mengontrol halusinasi pendengaran di Poli Jiwa RSJD Dr. RM Soedjarwadi Provinsi Jawa Tengah tahun 2018. Diharapkan bagi peneliti selanjutnya meneliti terkait dengan faktor apa saja yang dapat mendukung kemampuan mengontrol halusinasi pendengaran. Kata Kunci : dukungan keluarga, halusinasi pendengaran, kemampuan mengontrol halusinasi pendengaran ABSTRACT Background: Hallucinations are perceptual disorders where patients perceive something that really doesn't happen. Nursing management in patients with hallucinations besides being given pharmacological treatment also with family support in order to control hallucinations. The involvement of supporting patients (families) can greatly assist in the treatment process in the ability to control auditory hallucinations in auditory hallucinations clients. Objective: This study aims to determine the relationship of family support with the ability to control auditory hallucinations in auditory hallucinations clients at the Psychiatric Psychology RSJD Dr. RM Soedjarwadi Province of Central Java in 2018. Method: This study uses a correlation study design to see the relationship of family support with the ability to control auditory hallucinations in auditory hallucinations clients. The sample size in this study used the following sampling criteria: Population <100 was taken total/ all sampling. In this study, the number of samples was 40 respondents. Result: Based on the results of the chi-square statistical test, the value of P-value> ? is obtained (0.356> 0.05) which means there is no relationship between family support and the client's ability to control auditory hallucinations at the Psychiatric Psychology RSJD Dr. RM Soedjarwadi Province of Central Java in 2018. Conclusion and Reccomendation: There is no relationship between family support and the client's ability to control auditory hallucinations at the Psychiatric Psychology RSJD Dr. RM Soedjarwadi Province of Central Java in 2018. It is hoped that the next researcher will examine the related factors that can support the ability to control auditory hallucinations. Keywords : family support, auditory hallucinations, ability to control auditory hallucinations
GAMBARAN EDUKASI PERAWAT TENTANG EKSTRAVASASI KEMOTERAPI PADA PASIEN KANKER PAYUDARA DI RUANG ELISABETH 2 RS PANTI RAPIH YOGYAKARTA 2019 Haryanti, Priyani; Yuliani, Christina Nita Dwi
Jurnal Kesehatan Vol 6 No 2 (2019): Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35913/jk.v6i2.122

Abstract

Latar belakang : Efek kemoterapi diantaranya adalah ekstravasasi, yaitu obat sitotoksik terinfiltrasi ke jaringan subdermal yang menyebabkan edema sampai dengan terjadinya nekrosis. Terdapat dua kejadian ekstravasasi kemoterapi di ruang Elisabeth 2. Tujuan : Mengetahui gambaran edukasi ekstravasasi kemoterapi pada pasien kanker payudara menjalani kemoterapi di ruang Elisabeth 2 Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta tahun 2019. Metode : Penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, sampel penelitian sebanyak enam perawat, menggunakan tehnik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan wawancara semi terstruktur, observasi pada 5 pasien, dan trianggulasi pada 2 sumber. Analisa menggunakan transkriping, koding dan kategorisasi. Hasil : Sebanyak 6 perawat dalam persipan kemoterapi melakukan persiapan alat, pasien, lingkungan sesuai dengan prosedur, 6 perawat memberikan edukasi ekstravasasi tentang tanda dan gejala, semua perawat belum memberikan pengertian dan penanganan ekstravasasi, pasien belum mengerti tentang ekstravasasi. Kesimpulan: Perawat dalam memberikan edukasi ekstravasasi kemoterapi belum secara menyeluruh, edukasi yang diberikan berisi tentang tanda dan gejala ekstravasasi, pengertian dan penanganan belum dijelaskan. Saran : Pembuatan SPO edukasi ekstravasasi kemoterapi, media edukasi menggunakan leaflet. Kata kunci : kanker – kemoterapi – ekstravasasi – edukasi ABSTRACT Background: The effects of chemotherapy include extravasation, which means cytotoxic drugs infiltrated into subdermal tissue which cause edema until necrosis occurs. There were two cases of extravasation of chemotherapy in Elisabeth Ward 2. Objective: To find out about the description of nurse education of extravasation of chemotherapy in patient with breast cancer and chemotherapy in Elisabeth Ward 2 at Panti Rapih Hospital Yogyakarta in 2019. Method: Qualitative research with phenomenology approach, six sample nurses, using purposive sampling technique. Data collection used semi-structured interviews, observations on 5 patients, and questionnaire sources. Analysis used translation, coding and categorization. Result: At a total of 6 nurses have prepared the equipment patient, environmental setting according to procedures. Six nurses have educated the patients regarding extravasation about sign and symptoms. All of the nurses have not given any educations related to definition of extravasation and how to handle it. Patients have not understood what extravasation is. Conclusion: Nurses have not given comprehensive extravasation chemotherapy education. It is only about sign and symptoms of extravasation. They have not explained about the definition and how to handle it. Suggestions: Making education extravasation of chemotherapy based on SOP, education media use a leaflet. Keywords: Cancer – Chemotherapy – Extravasations – Education
HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN PARTISIPASI MENGIKUTI PEMERIKSAAN INSPEKSI VISUAL ASAM ASETAT (IVA) PADA WANITA USIA SUBUR DI RW 04 KELURAHAN TERBAN GONDOKUSUMAN YOGYAKARTA TAHUN 2018 Wahyuni, Sri; Adiyasa, Ratna Puspita
Jurnal Kesehatan Vol 6 No 2 (2019): Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35913/jk.v6i2.123

Abstract

Latar Belakang: Indonesia merupakan salah satu negara berkembang di Asia Tenggara yang menghadapi tantangan bahaya kejadian kanker serviks. kanker serviks memiliki prevalensi tertinggi, yaitu sebesar 0,8%. Salah satu cara deteksi dini kanker seviks adalah dengan pemeriksaan Visual Inspeksi Asam Asetat (VIA). Suami merupakan orang terdekat bagi seorang isteri. Dukungan suami memiliki pengaruh yang signifikan dalam pengambilan keputusan istri, terutama yang berkaitan dengan pencegahan penyakit maupun upaya peningkatan derajat kesehatan. Tujuan: Mengetahui hubungan dukungan suami dengan partisipasi mengikuti pemeriksaan VIA pada wanita usia subur di RW 04 Kelurahan Terban Gondokusuman Yogyakarta. Metode: Desain penelitian menggunakan Analitik Deskriptif Correlation dengan pendekatan cross sectional dengan populasi semua wanita usia subur di RW 04 Kelurahan Terban Gondokusuman Yogyakarta berjumlah 72 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan terknik sampel proporsi sejumlah 61 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan analisis hubungan dengan uji Chi Square dilanjutkan Coefisien Contigensi. Hasil: Analisa bivariate menunjukkan nilai p-value: 0,000 < ?: 0,004, dengan keeratan 0,393 (rendah). Kesimpulan: Ada hubungan antara dukungan suami dengan partisipasi mengikuti pemeriksaan IVA di RW 04 Kelurahan Terban Gondokusuman Yogyakarta. Saran: Diharapkan bagi pemerintah untuk melibatkan suami saat melakukan pendidikan kesehatan tentang pemeriksaan IVA. Kata Kunci: Dukungan suami – Pemeriksaan IVA – Kanker Seviks ABSTRACT Background: Indonesia is facing the challenges of the danger of cervical cancer. This disease has the highest prevalence which equals to 0,8%. Cervical cancer can be early detected by IVA test. Husband’s support has a significant influence in childbearing age woman’s decision, especially with regard to disease prevention and efforts to improve health status. Objective: To know the relationship between husband’s support with Visual Inspection with Acetic Acid (VIA) test participation of childbearing age woman in RW 04 Kelurahan Terban Gondokusuman Yogyakarta. Method: The study design was Descriptive Correlation Analysis with cross sectional approach. The population was 72 people, and the sample was 61 respondents. Data collecting used questionnaires and Chi Square tes for analysis. Results: Bivariate analysis shows p-value: 0.000 <?: 0.004, with the closeness degree of 0,393 (low correlation). Conclusion: There is a relationship between husband’s support with Visual Inspection with Acetic Acid (VIA) test participation of childbearing age woman in RW 04 Kelurahan Terban Gondokusuman Yogyakarta. Suggestion: It is expected that the government will involve husbands when conducting health education regarding VIA test. Key words : husbands support – VIA test – cervical cancer
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN MOTIVASI MELANJUTKAN STUDI S1 KEPERAWATAN MAHASISWA SEMESTER VI PRODI DIPLOMA III KEPERAWATAN STIKES BETHESDA YAKKUM YOGYAKARTA Rahayu, Widyastuti Esti; Sugiarto, Petrus
Jurnal Kesehatan Vol 6 No 2 (2019): Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35913/jk.v6i2.124

Abstract

Latar belakang : Kemenkes RI (2015), mencatat rasio perawat terhadap penduduk sebesar 87,65 per 100.000 penduduk. Target 2019, 180 per 100.000 penduduk. Meningkatkan pendidikan keperawatan dari Prodi Diploma III ke S 1 merupakan upaya memenuhi rasio perawat terhadap penduduk. Meningkatkan pendidikan perlu dukungan dari keluarga seperti: dukungan emosional, penghargaan, instrumental dan informasi yang memberikan sugesti memiliki motivasi meningkatkan pendidikan Prodi Diploma ke S 1 Keperawatan. Tujuan : Mengetahui Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Motivasi Melanjutkan Studi S1 Keperawatan Mahasiswa Semester VI Prodi Diploma III Keperawatan STIKES Bethesda Yakkum Yogyakarta Tahun 2017. Metode : Jenis penelitian analitik deskriptif correlation dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di STIKES Bethesda Yakkum Yogyakarta 17 Maret 2017. Sampel 84 responden, teknik total populasi. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil : Hasil analisis bivariat uji Spearman Rank dengan komputerisasi hasil p value (0,000) < (0,05) dengan nilai koefisien (0,615) tingkat keeratan kuat, maka H0 di tolak dan H? diterima. Kesimpulan : Ada Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Motivasi Melanjutkan Studi S1 Keperawatan Mahasiswa Semester VI Prodi Diploma III Keperawatan STIKES Bethesda Yakkum Yogyakarta Tahun 2017. Saran : Peneliti selanjutnya kiranya menggali variabel faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi mahasiswa Prodi Diploma III Keperawatan melanjutkan studi S1 Keperawatan, menggunakan metode wawancara sehingga mendapatkan analisis mendalam. Kata kunci : Dukungan Keluarga - Motivasi - Mahasiswa Keperawatan Diploma ABSTRACT Background: Indonesian Ministry of Health (2015), noted the nurse ratio toward citizens was 87.65 per 100.000 population. Target of 2019 was 180 per 100.000 population. Improving nursing education from Diploma to Bachelor Degree is an effort to fulfill nurse ratio towards citizens. Improving education reguires family support such as: emotional support, appreciation, instrumental and information that provide motivation to improve education from Diploma to Bachelor Degree. Purpose: To know relationship between family support and motivation to take Bachelor Degree of Forth Semester Diploma Degree Students of STIKES Bethesda Yakkum Yogyakarta in 2017. Method: This was an analytic descriptive correlation research with cross sectional approach. The study was conducted at STIKES Bethesda Yakkum Yogyakarta on March 17, 2017. The sample of the study was 84 respondents taken by total population technique. The data analysis used was Spearman Rank test. Results: The result by computer based Spearman Rank: Result P value (0,000) < (0,05) with coefficient point (0,615) with strong cohesion. It means Ho is rejected and Ha is accepted. Conclusion: There is a relationship between family support and motivation to take Bachelor Degree of Forth Semester Diploma Degree Students of STIKES Bethesda Yakkum Yogyakarta in 2017. Suggestion: Further research is suggested discover factors that affect motivation of Diploma degree students to continue their study by interview method so that in depth analysis is obtained. Keywords: Family Support - Motivation - Nursing Diploma Students

Page 4 of 18 | Total Record : 173