cover
Contact Name
Agus Mailana
Contact Email
agus.mailana@gmail.com
Phone
+6281222202006
Journal Mail Official
agus.mailana@gmail.com
Editorial Address
Bumi Menteng Asri Jl Farmasi 3 BG 15 Bogor Barat
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Mumtaz: Jurnal Studi Al-Quran dan Keislaman
Published by Institut PTIQ Jakarta
ISSN : 20878125     EISSN : 27146405     DOI : 10.36671
Quranic Studies, Interpretation, Hadith, Islamic Philosophy, Kalam Science, Islamic Education, Dakwah, Islamic Economics, Islamic Language and Literature, Sufism, and other Islamic Studies Groups
Articles 156 Documents
TEKTUALITAS DAN KONTEKSTUALITAS DALAM PENAFSIRAN DAN PENGARUHNYA BAGI KEHIDUPAN SOSIAL KEMASYARAKATAN Basyir, Djazuli Ruhan
Mumtaz: Jurnal Studi Al-Quran dan Keislaman Vol. 8 No. 2 (2024): Mumtaz: Jurnal Studi Al-Qur'an dan Keislaman
Publisher : Pascasarjana Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis korelasi nasab antara ahlul bait dengan habaib atau ba’alwi dalam perspektif Al-Qur’an secara tekstual maupun kontekstual dan pengaruhnya bagi kehidupan sosial kemasyarakatan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan analistis deskriptif dari sumber primer dan sekunder. Hasil penelitian menemukan bahwa habaib atau ba’alwi bukan termasuk ahlul bait yang memiliki keistimewaan sebagaimana yang ditetapkan oleh Al-Qur’an dan hadis sahih dan pengaruhnya bagi kehidupan sosial kemasyarakatan adalah bahwa mereka tidak lagi dimuliakan seperti memuliakan ahlul bait, bila ada ulama dan orang saleh diantara mereka, maka dimuliakan karena keilmuan dan kesalehannya.
POLEMIK AL-ASMÂ AL-HUSNÂ DALAM AL-QUR`AN : Dimensi Feminin dan Maskulin Alwan Hilmi, Ahmad
Mumtaz: Jurnal Studi Al-Quran dan Keislaman Vol. 8 No. 2 (2024): Mumtaz: Jurnal Studi Al-Qur'an dan Keislaman
Publisher : Pascasarjana Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan dualitas yang ada pada al-asmâ al-ẖusnâ bertentangan satu dengan yang lain. Seperti sifat al-Qâbidh (Maha Menyempitkan) namun juga al-Bâsith (Maha Meluaskan), al-Khâfidh (Maha Merendahkan) paradoks dengan ar-Râfi’ (Maha Meninggikan). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan deskriptif-analisis dengan menjelaskan secara utuh terkait al-asmâ al-ẖusnâ. Kemudian menganalisa dengan menggunakan metode maudhû’i, yaitu mengumpulkan ayat-ayat yang berkaitan dengan al-asmâ al-ẖusnâ serta menghubungkan antara ayat satu dengan lainnya dengan korelasi yang bersifat komprehensif. Setelah itu, penulis mencari makna dari masing-masing al-asmâ al ẖusnâ. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa di dalam periodisasi pewahyuan yang menggunakan teori pewahyuan dalam al-Qur`an Allah lebih banyak menginformasikan atau mengunggulkan sifat jamâliyah-Nya dibanding sifat jalâliyah. Hal tersebut secara umum dapat diselesaikan dengan cara memahami sifat-sifat Allah tidaklah bertentangan satu dengan yang lainnya, namun saling melengkapi. Sifat kasih sayang (ar-raẖmân) dan sifat (al-muntaqim) Allah tidak bertentangan, tetapi saling mendukung, sehingga, jika terkadang terlihat bertentangan dalam sudut pandang manusia yang terbatas, namun dalam pandangan yang lebih luas, kedua sifat tersebut saling berpadu dan harmonis dalam keagungan Allah. Al-asmâ al-ẖusnâ terlihat paradoks karena pemahaman manusia masih bersifat parsial, belum menyeluruh. Bukan sifat-sifat Allah yang bertentangan, namun pemahaman manusia terhadap Allah yang bersifat parsial. Akibatnya seolah-olah ada paradoks di dalam nama-nama Nya.
AYAT-AYAT FLEXING DAN KONTEKSTUALISASINYA DALAM KAJIAN PSIKOLOGI: SEBUAH PENDEKATAN TERHADAP FENOMENA PAMER DALAM MEDIA SOSIAL Masruri, Ahmad
Mumtaz: Jurnal Studi Al-Quran dan Keislaman Vol. 8 No. 2 (2024): Mumtaz: Jurnal Studi Al-Qur'an dan Keislaman
Publisher : Pascasarjana Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini mengeksplorasi fenomena "flexing" atau pamer yang ditemukan dalam berbagai ayat-ayat di media sosial, serta kontekstualisasinya dari perspektif psikologis. Fenomena ini tidak hanya mencerminkan dinamika sosial dan budaya, tetapi juga memiliki implikasi mendalam terhadap kesehatan mental individu dan perilaku sosial. Dengan menggunakan pendekatan teoritis dari psikologi sosial dan klinis, tulisan ini menganalisis motivasi dibalik flexing, dampaknya terhadap self-esteem, serta fenomena ini mempengaruhi persepsi dan interaksi sosial. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif tentang perkembangan psikologi untuk mengetahui motivasi dibalik perilaku tersebut, dan dampaknya terhadap kesehatan mental, serta media sosial yang memperkuat kecenderungan ini. Hasil penelitian ini bahwa Islam menegaskan bahwa perilaku pamer adalah bagian dari riya' (sombong) yang sangat dilarang. Ayat-ayat Al-Qur'an seperti QS Luqman (31:18) dan QS Al-Baqarah (2:264) mengingatkan umat agar tidak bangga berlebihan atas kekayaan. Konsep Tahadduts bi al-Ni’mah dalam Islam memperbolehkan menyebut-nyebut kenikmatan dengan syarat tidak sombong atau riya’. Flexing juga dianggap sebagai tindakan yang dapat merusak hubungan sosial dan menunjukkan kurangnya rasa syukur kepada Allah.
IMPLEMENTASI SHALAT MENURUT SAYYID ABDULLAH DALAM KITAB SAFINATUS SHALAH PADA JAMAAH MAJELIS MIFTAHUL KHOIR Munzi, Ahmad; Muiz, Abdul
Mumtaz: Jurnal Studi Al-Quran dan Keislaman Vol. 8 No. 2 (2024): Mumtaz: Jurnal Studi Al-Qur'an dan Keislaman
Publisher : Pascasarjana Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji implementasi shalat menurut Sayyid Abdullah dalam Kitab Safinatus Sholah pada jamaah Majlis Miftahul Khoir. Menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pemahaman dan implementasi shalat jamaah berdasarkan panduan kitab tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman jamaah tentang materi shalat yang meliputi syarat shalat, rukun-rukun shalat, dan perkara yang membatalkan shalat sudah cukup baik. Namun dalam implementasinya, ditemukan bahwa jamaah belum sepenuhnya dapat mengimplementasikan dengan sempurna, terutama dari segi syarat shalat, rukun shalat dan perkara yang membatalkan shalat. Faktor pendukung kegiatan pengajian meliputi dukungan pemerintah desa, kesepuhan, dan seluruh elemen masyarakat, sedangkan faktor penghambat mencakup kondisi cuaca dan faktor usia jamaah yang mayoritas sudah lanjut. Terdapat perbedaan tingkat pemahaman dan implementasi antara jamaah yang rutin mengikuti pengajian dengan yang jarang hadir. Penelitian menyimpulkan bahwa secara keseluruhan, jamaah telah memiliki kesadaran akan pentingnya pemahaman shalat dan dapat mengimplementasikannya dengan cukup baik dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan panduan Kitab Safinatus Shalah.
SOLUSI UKHUWWAH ISLAMIYAH TERHADAP PROBLEMATIKA DAKWAH Akhirudin , Akhirudin
Mumtaz: Jurnal Studi Al-Quran dan Keislaman Vol. 8 No. 2 (2024): Mumtaz: Jurnal Studi Al-Qur'an dan Keislaman
Publisher : Pascasarjana Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara doktriner ukhuwah Islamiyah itu adalah ikatan baja yang mempersatukan ummat Islam. Tetapi kenyataan sosial menunjukkan bahwa ikatan baja tersebut sudah mulai berkarat, yang membuat ummat tidak lagi merasa bersaudara. Melalui judul pembahasan Ukhuwwah Islamiyah sebagai Problematika Dakwah, ingin dipetakan problematika kenapa hal itu bisa terjadi. Tidak dapat dipungkiri bahwa perbedaan aspirasi politik sangat rentan membuat ummat menjadi terpecah belah. Pengalaman kehidupan sehari-hari dalam budaya politik menunjukkan hal itu secara kasat mata. Jangankan menerima kekalahan dalam percaturan politik bahkan yang terjadi adalah membuat partai politik tandingan dengan membentuk partai baru. Agaknya pendekatan dakwah yang penuh dengan kedamaian dan kelembutan patut disebarluaskan sehingga ikatan baja Ukhuwwah Islamiyah itu dapat termanifestasi dengan konkrit dan nyata.
ONTOLOGI, EPISTIMOLOGI, AKSIOLOGI, DAN AKTUALISASINYA PADA STUDI ISLAM (TAFSIR) Setiawan, Iwan
Mumtaz: Jurnal Studi Al-Quran dan Keislaman Vol. 8 No. 2 (2024): Mumtaz: Jurnal Studi Al-Qur'an dan Keislaman
Publisher : Pascasarjana Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan konsep ontologi, epistemologi, aksiologi, dan aktualisasinya dalam studi Islam, khususnya dalam kajian tafsir. Fokusnya adalah untuk memahami hakikat, sumber, manfaat, dan tujuan pendidikan Islam melalui perspektif filsafat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh dari berbagai sumber primer dan sekunder, termasuk buku, jurnal, dan artikel terkait. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif, dengan proses pengumpulan, pengolahan, dan pengkajian literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ontologi, yakni studi Islam mencakup hakikat keberadaan manusia, alam, dan Tuhan berdasarkan norma-norma Islam. Epistemologi, yakni pengetahuan dalam Islam bersumber dari indra, akal, intuisi, ilham, dan wahyu, dengan penekanan pada harmonisasi rasionalitas dan wahyu. Aksiologi, yakni studi Islam bertujuan untuk mengintegrasikan nilai-nilai Islami dalam kehidupan manusia, menciptakan individu yang taat beribadah dan beramal shalih. Aktualisasi, yakni pemikiran filsafat diterapkan dalam reinterpretasi ajaran Islam agar selaras dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, memungkinkan implementasi praktis dalam masyarakat. Penelitian ini menegaskan pentingnya filsafat Islam sebagai kerangka untuk memahami pendidikan Islam secara komprehensif dan relevan dengan tantangan kontemporer.
ANALISIS HISTORIS DAN KONTEKSTUAL TERHADAP KISAH AL QUR’AN: ANTARA FAKTA DAN MITOS Miftakhussurur, Miftakhussurur; Aji Swasono, Pangestu
Mumtaz: Jurnal Studi Al-Quran dan Keislaman Vol. 8 No. 2 (2024): Mumtaz: Jurnal Studi Al-Qur'an dan Keislaman
Publisher : Pascasarjana Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji historisitas kisah dalam Al-Qur’an untuk menjawab perdebatan mengenai status kisah-kisah tersebut sebagai fakta sejarah atau mitos. Penelitian bertujuan untuk menganalisis penggunaan dalil naqli, termasuk Al-Qur’an, Hadis, dan ijmak, guna mendukung paradigma fakta sekaligus mengkritisi paradigma mitos yang meragukan kebenaran kisah-kisah dalam Al-Qur’an. Metode yang digunakan adalah analisis historis kritis kontekstual dengan pendekatan kualitatif berbasis penelitian kepustakaan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kisah-kisah dalam Al-Qur’an merupakan fakta sejarah yang dapat dibuktikan melalui teks-teks Al-Qur’an yang menyebutkan kebenarannya, penguatan dari Hadis, serta kesepakatan ulama yang mendukung validitas historisnya. Kisah-kisah ini tidak hanya mengandung narasi yang memikat, tetapi juga nilai ibrah yang signifikan, memberikan pelajaran spiritual, moral, dan sosial bagi pembacanya. Sebaliknya, paradigma mitos yang memandang kisah Al-Qur’an sebagai rekaan belaka berpotensi menghilangkan nilai pelajaran serta merendahkan otoritas Al-Qur’an sebagai kitab suci. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam menegaskan posisi Al-Qur’an sebagai sumber ilmu pengetahuan yang mengandung kebenaran historis, sekaligus mengungkap nilai pembelajaran yang relevan bagi kehidupan manusia. Hasil penelitian memperkuat pemahaman bahwa kisah-kisah dalam Al-Qur’an tidak hanya menjadi media pembelajaran spiritual, tetapi juga berfungsi sebagai bukti autentik keabsahan narasi sejarahnya, sehingga menjadi elemen penting dalam memperkuat keimanan dan pemahaman umat terhadap keagungan Al-Qur’an.
ETIKA HUMOR DALAM DAKWAH: ANALISIS KONTROVERSI CERAMAH GUS MIFTAH Ridwan, Muhammad; Arifin, Zenal
Mumtaz: Jurnal Studi Al-Quran dan Keislaman Vol. 8 No. 2 (2024): Mumtaz: Jurnal Studi Al-Qur'an dan Keislaman
Publisher : Pascasarjana Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Etika humor dalam dakwah menjadi isu penting, terutama dalam konteks penyampaian pesan Islam yang inklusif dan santun. Artikel ini menganalisis kontroversi yang muncul akibat candaan Gus Miftah terhadap seorang pedagang es teh, yang memicu pro dan kontra di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi batasan-batasan etika humor dalam dakwah agar tidak menimbulkan salah tafsir atau resistensi dari audiens. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui analisis konten (content analysis) ceramah yang viral serta respons masyarakat terhadap candaan tersebut. Artikel ini mengisi gap penelitian dengan membahas humor dalam dakwah sebagai elemen strategis sekaligus potensial untuk menciptakan konflik, yang belum banyak dikaji dari perspektif etika Islam. Novelty dari artikel ini terletak pada pendekatan analisis kritis terhadap humor dalam dakwah yang mempertimbangkan sensitivitas budaya dan nilai-nilai keislaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa humor yang tidak mematuhi prinsip etika dapat menimbulkan salah pengertian, merusak reputasi dai, dan memicu perpecahan. Oleh karena itu, diperlukan panduan etika dalam menggunakan humor sebagai strategi dakwah yang efektif dan harmonis.
MENGGALI DIALEKTIKA MAKNA ASBABUN NUZUL DALAM TEKS DAN REALITAS SOSIAL HISTORIS Udhmah, Helmi Halimatul
Mumtaz: Jurnal Studi Al-Quran dan Keislaman Vol. 8 No. 2 (2024): Mumtaz: Jurnal Studi Al-Qur'an dan Keislaman
Publisher : Pascasarjana Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas pentingnya memahami konsep asbabun nuzul dalam ilmu tafsir, khususnya dalam kaitannya dengan pemahaman teks Al-Qur'an dalam konteks sosial historis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi dua perspektif utama tentang asbabun nuzul, yaitu mikro dan makro, serta bagaimana kedua pendekatan ini mempengaruhi pemahaman kita terhadap wahyu Al-Qur'an. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi literatur dan analisis tafsir terhadap teks-teks klasik dan kontemporer, serta riwayat hadis yang menjelaskan sebab turunnya ayat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asbabun nuzul memiliki peran penting dalam menafsirkan ayat-ayat Al-Qur'an, terutama dalam memberikan konteks hukum dan sosio-kultural yang relevan. Kajian ini juga menyoroti perbedaan pandangan antara ulama salaf dan khalaf mengenai pentingnya asbabun nuzul dalam memahami Al-Qur'an. Dengan demikian, pemahaman asbabun nuzul dapat memperkaya tafsir dan membantu penafsiran ayat dengan mempertimbangkan situasi sosial dan kondisi zaman saat wahyu turun.
PEMAHAMAN KOLABORATIF TEKSTUAL DAN KONTEKSTUAL TERHADAP AL-QUR’AN DALAM MEMBENTUK SIKAP MODERAT BERAGAMA Muqit, Ade Abdul
Mumtaz: Jurnal Studi Al-Quran dan Keislaman Vol. 8 No. 2 (2024): Mumtaz: Jurnal Studi Al-Qur'an dan Keislaman
Publisher : Pascasarjana Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Al-Qur’an adalah kitab suci yang menjadi petunjuk bagi umat manusia (hudan linnas), namun agar manusia dapat menemukan petunjuk-petunjuk dalam Al-Qur’an tersebut maka manusia harus berusaha memahaminya. Memahami Al-Qur’an bukanlah perkara yang mudah karena harus memenuhi berbagai persyaratan yang ketat di dalamnya sehingga meskipun kebenaran penafsiran terhadap Al-Qur’an tetaplah nisbi, namun tidak semua orang dapat melakukannya. Terdapat dua pendekatan yang digunakan untuk memahami Al-Qur’an, yakni tekstual dan kontekstual. Pendekatan tekstual dan kontekstual selalu mewarnai perjalanan umat Islam. Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research), yaitu penelitian yang dalam pelaksanaannya menggunakan kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kolaborasi pemahaman tekstual dan kontekstual memiliki peranan yang sangat penting dalam membentuk sikap moderat dalam beragama.